You are on page 1of 19

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar belakang Kita mungkin pernah mengamati bahwa sebuah
benda yang diletakan di dalam air terasa lebih ringan dibandingkan dengan beratnya ketika di
udara. Jika benda dicelupkan dalam zat cair, sesungguhnya berat benda itu tidak berkurang.
Gaya tarik bumi kepada benda itu besarnya tetap. Akan tetapi zat cair mengadakan yang
arahnya ke atas kepada setiap benda yang tercelup di dalamnya. Ini menyebabkan berat benda
seakan-akan berkurang. Menghitung gaya ke atas dalam zat cair sesungguhnya dapat kita
lakukan dengan menggunakan pengetahuan kita tentang tekanan di dalam zat cair Pada
kesempatan ini kita akan membahas hukum archimedes secara mendetail, karena dalam
kehidupan sehari-hari terdapat banyak jenis gerak yang menyerupai sistem ini. Aplikasi
hukum archimedes dapat kita jumpai dalam berbagai peralatan misalnya hidrometer , kapal
laut, kapal selam, dan balon udara. B. Rumusan masalah 1. Bagaimana hubungan antara
massa jenis zat cair dengan gaya ke atas? 2. Manakah massa jenis yang paling besar dari
kedua zat cair tersebut? C. Tujuan 1. Menentukan massa jenis zat cair berdasarkan hukum
Archimedes BAB II TINJAUAN PUSTAKA Archimedes adalah seorang ilmuwan terbesar
pada zamannya. Ia lahir di kota Syracuse, Sisilia pada tahun 287 SM dan meninggal pada
tahun 212 SM. Archimedes dikenal sebagai ahli fisika, marematika, optika dan astronomi. Ia
dijuluki sebagai Bapak Eksperimen, karena mendasarkan penemuannya pada percobaan. Ia
menemukan hukum pada sebuah peristiwa yang disebut dengan Hukum Archimedes yang
berbunyi “jika benda dimasukkan ke dalam cairan, baik sebagian atau seluruhnya, akan
mendapatkan gaya ke atas sebesar berat cairan yang dipindahkan benda itu”. Misalnya air
mempunyai volume tertentu, jika sebuah benda dimasukkan ke dalam air tersebut, maka
permukaan air akan terdesak atau naik. Dengan kata lain, berat benda seolah-olah menjadi
lebih ringan. Hal ini karena adanya gaya ke atas yang sering disebut gaya Archimedes.
Prinsip Archimedes Ketika dirimu menimbang batu di dalam air, berat batu yang terukur pada
timbangan pegas menjadi lebih kecil dibandingkan dengan ketika dirimu menimbang batu di
udara (tidak di dalam air). Massa batu yang terukur pada timbangan lebih kecil karena ada
gaya apung yang menekan batu ke atas. Efek yang sama akan dirasakan ketika kita
mengangkat benda apapun dalam air. Batu atau benda apapun akan terasa lebih ringan jika
diangkat dalam air. Hal ini bukan berarti bahwa sebagian batu atau benda yang diangkat
hilang sehingga berat batu menjadi lebih kecil, tetapi karena adanya gaya apung. Arah gaya
apung ke atas, alias searah dengan gaya angkat yang kita berikan pada batu tersebut sehingga
batu atau benda apapun yang diangkat di dalam air terasa lebih ringan.

Keterangan gambar : Fpegas = gaya pegas, w = gaya berat batu, F1 = gaya yang diberikan
fluida pada bagian atas batu, F2 = gaya yang diberikan fluida pada bagian bawah batu,
Fapung = gaya apung. Fapung merupakan gaya total yang diberikan fluida pada batu (Fapung
= F2-F1). Arah gaya apung (Fapung) ke atas, karena gaya yang diberikan fluida pada bagian
bawah batu (F2) lebih besar daripada gaya yang diberikan fluida pada bagian atas batu (F1).
Hal ini dikarenakan tekanan fluida pada bagian bawah lebih besar daripada tekanan fluida
pada bagian atas batu. Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan menemukan bahwa benda
yang dimasukan ke dalam fluida seperti air misalnya, memiliki berat yang lebih kecil
daripada ketika benda tidak berada di dalam fluida tersebut. Dirimu mungkin sulit
mengangkat sebuah batu dari atas permukaan tanah tetapi batu yang sama dengan mudah
diangkat dari dasar kolam. Hal ini disebabkan karena adanya gaya apung sebagaimana telah
dijelaskan sebelumnya. Gaya apung terjadi karena adanya perbedaan tekanan fluida pada
kedalaman yang berbeda. Seperti yang telah gurumuda jelaskan pada pokok bahasan Tekanan
pada Fluida, tekanan fluida bertambah terhadap kedalaman. Semakin dalam fluida (zat cair),
semakin besar tekanan fluida tersebut. Ketika sebuah benda dimasukkan ke dalam fluida,

3 N Berat benda di air (Wa) = 0.1 N Berat benda di air (Wa) = 0.09 N 0.1 N Berat benda 3 di udara (Wu) = 0.1 N Volume benda 3 di air (V akhir) = 58 mL Volume benda 3 (ΔV) = 8 mL Maka FA = Wu-Wa = 0.4 = 0.025 → 2. Benda 3 ρ = m / v = 0. Benda melayang karena ptelur = pair.3 / 10 = 0.09 N Volume benda 3 di minyak (V akhir) = 51. Berat benda di udara = ……………… volum air mula-mula(Vo) =……… Berat benda dalam air = ……………… volum air akhir (V) =……… Massa jenis benda = ……………… 5.1 / 3 = 0. Sedangkan pada pembuktian massa jenis minyak yakni 0.03 → 3 x 10-2 gr/cm3 c.1 60 mL 10 mL 3 0.09N 0.maka akan terdapat perbedaan tekanan antara fluida pada bagian atas benda dan fluida pada bagian bawah benda. Menurut kami. apabila dalam percobaan ternyata terdapat perbedaan.78 gram/cm3.1 N 0. Benda 2 ρ = m / v = 0.4 mL 1. Kesimpulan Banyaknya zat cair yang dipindahkan adalah sebanding dengan besarnya gaya ke atas dari zat cair (Wb = FA) Benda tenggelam karena ptelur > pair. 1.1 N 0.2 N 0. Menimbang benda di dalam air pada gelas ukur dengan neraca pegas. terdapat sedikit perbedaan. perbedaan tersebut masih dapat ditolerir. Mengulang dari langkah nomor 2 dan 3 benda dimasukan ke dalam zat cair yang berbeda. massa jenis benda di dalam zat cair adalah sama.3 N 0. Fluida yang terletak pada bagian bawah benda memiliki tekanan yang lebih besar daripada fluida yang berada di bagian atas benda. dalam percobaan yang kami lakukan pada saat itu.1 58 mL 8 mL 2 minyak 3 0.01 N Berat benda 2 di udara (Wu) = 0.03 → 3 x 10-2 gr/cm3 b. menghitung massa jenis zat cairnya dan memasukan data dalam tabel NO Berat beban di udara(N) Berat benda dalam zat cair (N) Gaya ke atas (N) Volum awal (Vo) Volum Akhir (V) Volum Benda(∆V) Massa jenis zat cair 1 2 3 BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian No Jenis zat cair Benda Berat beban di udara (N) Berat beban di dalam zat cair (N) Gaya ke atas (N) Volum awal (Vo) Volum akhir (V) Volum benda (ΔV) Massa jenis zat cair (ρ) 1 air 1 0. dengan hasil massa jenis (nomor 4). kami menemukan sedikit perbedaan pada hasil akhir dimana kami memperoleh nilai untuk massa jenis minyak yaitu 0. Namun.4 mL Maka FA = Wu-Wm = 0. 4. Benda 1 ρ = m / ΔV = 0.09 N Volume benda 1 di air (V akhir) = 53 mL Volume benda 1 (ΔV) = 3 mL Maka FA = Wu-Wa = 0.11 50 mL 51. Benda terapung karena ptelur .4 mL Volume benda 3 (ΔV) = 1. hal itu terjadi dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti yang telah kami bahas sebelumnya.5 x 10-2 gr/cm3 · Mencari massa jenis minyak FA = ρ g v ρ = FA / g v = Wu-Wm g. Menghitung massa jenis benda jika massa jenis air 1 gram/cm³.2 N Berat benda 3 di air (Wa) = 0. mencatat volum air sebelum (Vo) benda di masukan dan volum setelah (V) benda dimasukan dan mencatatnya. namun.89 gr/cm3 Pembahasan Berat benda 1 di udara (Wu) = 0. Mengikat benda dengan tali pada neraca pegas.4 mL 0.2 / 8 = 0. mengukur berat benda diudara dan mencatat hasilnya 3. kiranya perlu diteliti kembali.2 N 0. Menyiapkan alat dan bahan 2.78 gram/cm3 → terbukti Secara teori.1 N Berat benda 3 di udara (Wu) = 0.2 N Volume benda 2 di air (V akhir) = 60 mL Volume benda 2 (ΔV) = 10 mL Maka FA = Wu-Wa = 0. (perhatikan gambar di bawah).11 50 mL 53 mL 3 mL 1 gr/cm3 2 0. dalam pembulatan bilangan matematika.11 N → 11 gr · Mencari massa jenis benda dalam air a. BAB V KESIMPULAN A.2 N Berat benda 3 di minyak (Wm) = 0.2 N 0. Alat dan bahan ü Neraca pegas ü Gelas ukur ü Benda yang berbeda jenis ü Beberapa jenis zat cair B.v = 11 / 10 . BAB III METODE PENELITIAN A.8 gram/cm3. Langkah Kerja : 1.

12 Oktober 2011 Tempat Praktikum : Laboratorium Fisika Dasar. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Mataram. b. Menentukan massa jenis zat padat dengan bentuk teratur dan tidak beraturan dalam fluida dengan menggunakan prinsip Archimedes. PELAKSANAAN PRAKTIKUM Tujuan Praktikum : a. Menentukan massa jenis zat cair dengan menggukanakn prinsip Archimedes. Waktu Praktikum : Rabu. Alat Praktikum  Benang  Gelas kimia 1000 mL  Gelas kimia 250 mL  Gelas ukur 10 mL  Gelas ukur 5 mL . ALAT DAN BAHAN 1.  Beranda  About Assalamualaikum^_^ Percobaan 02: Massa Jenis Juni 13. 2012 · Filed under Laporan MASSA JENIS 1. 2. Lantai II.

Keterapungan (bouyancy) adalah fenomena yang umum : sebuah benda yang dicelupkan kedalam air nampak memiliki berat yang lebih ringan dari pada saat benda berada di udara. Dalam satuan gcs adalah gram per centimeter kubik (1 g/cm³) yang juga sering digunakan.  Gunting  Neraca pegas  Penggaris  Penjepit  Pipet tetes  Statif  Timbangan analitik 1. . cairan akan memberikan gaya ke atas pada benda yang setara dengan berat cairan yang dipindahkan benda (Thamrin. 2000). densitasnya ρ adalah ρ=m/V(definisi densitas) Secara umum. Jika sebuah bahan yang materialnya homogen bermassa m memiliki volume V. Bahan Praktikum  Air  Balok  Benda tidak beraturan  Minyak goreng  Tissue 1. didefinisikan sebagai massa persatuan volume. 2002). Satuan SI untuk densitas adalah kilogram per meter kubik (1 kg/m³). Faktor konversi 1 g/cm³ = 1000 kg/m³ sangat berguna (Young. digunakan huruf Yunani ρ(rho). Prinsip Archimedes menyatakan : ketika sebuah benda seluruhnya atau sebagian dimasukkan kedalam zat cair. LANDASAN TEORI Salah satu sifat yang penting dari suatu bahan adalah densitas (density)-nya. desnsitas bahan tergantung pada faktor lingkungan seperti suhu dan tekanan. Untuk densitas.

2. 4. Massa benda diukur dengan timbangan analitik dan dicatat hasilnya. suhu akan mempengaruhi besarnya nilai massa jenis benda. 5. Menentukan Massa Jenis Zat Padat 1. Hasilnya dicatat dalam tabel 1. Menentukan Massa Jenis Zat Cair 1. Besarnya gaya keatas suatu benda yang dicelupkan dalam zat cair dapat dinyatakan dengan : FA = W – W’ dan gaya keatas itu memenuhi hubungan FA = V. Massa balok ditimbang dengan menggunakan timbangan analitik dan dicatat hasilnya. karena suhu dapat menyebabkan benda memuai atau menyusut. 6. g dengan V adalah volume zat cair yang dipindahkan benda itu dan nilainya sama dengan volume benda yang tercelup dalam zat cair. ρf adalah massa jenis zat cair dan g adalah percepatan gravitasi Suatu benda tak beraturan memiliki massa yang berbeda jika dihitung massa jenisnya akan sama. Pelakuan (a) sampai (d) diulangi untuk mengukur massa jenis zat padat lain (benda tak beraturan) dan hasilnya dicatat dalam tabel 3. 2. Hasil pengukuran tersebut dicatat. Benda diikat dengan benang pada statip dan diukur gayanya di udara dengan menggunakan neraca pegas 3. PROSEDUR PERCOBAAN 1. ρf . 3. 2010). Benda diikat dengan benang pada statip dan gelas kimia yang telah diisi air sebanyak 600 mL diletakkan dengan tepat dibawah benda. Langkah tersebut diulang untuk 5 kali percobaan. sehingga volume benda akan berubah. Selain itu. 2. Benda dicelupkan seluruh bagiannya dan volume air yang bertambah diukur dengan dipindahkan kedalam gelas ukur hingga volume air dan benda di dalam gelad kimia menjadi 600 mL lagi. Dan kerapatan benda selalu sama walaupun bentuk dan ukurannya berbeda. 2. . sedangkan massanya tetap (Setiorini. karena massa jenis adalah kerapatan benda.

7. 8. 3. Balok dicelupkan seluruh bagiannya dalam minyak goreng dan gaya balok dalam minyak goreng diukur dengan menggunakan neraca pegas. HASIL PENGAMATAN Tabel 1. Gelas kimia yang telah terisi minyak goreng sebanyak 600 mL diletakkan tepat dibawah balok.8 3. Hasilnya dicatat pada tabel 2. Volume Balok dalam Minyak Goreng Pengukuran ke. Volume minyak goreng yang bertambah diukur dengan gelas ukur dan dicatat.8 10 4 102. 5.6 .8 10 3 102.Massa Balok (gram) Volume Balok (mL) 1 102. Volume Balok dalam Air Pengukuran ke. hasilnya dicatat. Langkah tersebut diulangi untuk 5 kali percobaan. 6.8 11. 4.8 2 102.6 2 102.8 3.Massa Balok (gram) Volume Balok (mL) 1 102.8 10 5 102.8 10 Tabel 2.

5 15 3 85.8 5.8 g = 0.Massa Benda (gram) Volume Benda (mL) 1 85.5 15 1.5 15 5 85. Volume Benda Tak Beraturan dalam Air Pengukuran ke.8 4. Balok  Massa Jenis Balok Manual o Diketahui: Massa balok = 102.5 15 2 85. Menentukan Massa Jenis Zat Padat 1.8 5. 3 102.2 5 102.2 4 85.039 m .8 4 102.1028 kg Panjang = 3.5 13. ANALISIS DATA 1.2 Tabel 3.9 cm = 0.

015m × 0.013m = 7.5 cm = 0.039m × 0.605× m³  Massa Jenis Balok Manual ρ manual = = = 13517.3 cm = 0.41 kg/m³  Massa Jenis Balok dalam Air o Massa Jenis = = 10280 = =10280 . Lebar = 1.013 m  Volume Balok Manual Volume balok manual = p × l × t = 0.015 cm Tinggi = 1.

29 kg/m3 (ρ4 .41) 2 kg/m3 .59) 2 kg/m3 = 80423.41) 2 kg/m3 =1286886.29 kg/m3 (ρ3 -)² = (10280 – 9996.14)2 kg/m3 = (-1134.41) 2 kg/m3 = (283. = = 10280 = =10280  Massa Jenis Rata-Rata = = = 9996.05 kg/m3 (ρ2-)² = (10280 – 9996.)² = (10280 – 9996.41) 2 kg/m3 = (283.59) 2 kg/m3 = 80423.29 kg/m3 (ρ5 .59) 2 kg/m3 = 80423.41) 2 kg/m3 = (283.)² = 10280 – 9996.41 kg/m3  Standar Deviasi (ρ1-)² = (8862 – 9996.

15 kg/m3  Nilai Terbaik ρ = ± SD o Nilai maksimal ρ = + SD = (9996. = (283.29 kg/m3 Σ(ρ – )2 = (ρ1-)² + (ρ2-)² + (ρ3-)² + (ρ4-)² + (ρ5-)² = (1286886.05 +80423.41 – 643.21 kg/m3 SD = = = = 634. 34%  Tabel Massa Jenis Balok .26 kg/m3  % error = = 6.29)kg/m3 = 1608579.15) kg/m3 = 9362.59) 2 kg/m3 = 80423.15) kg/m3 = 10630.29 + 80423.29 +80423.41 + 634. 56 kg/m3 o Nilai minimal ρ = – SD = (9996.29+ 80423.

1028 10-6 10280 80423.29 Σ 49982.1028 10-6 10280 80423.07 1286886.27 .6×10-5 8862.07 1608579.21 1.29 5 0. Benda tak beraturan  Massa Jenis = = 5700 = = 6477.29 4 0.1028 10-6 10280 80423.Pengukuran ke.29 3 0.1028 10-6 10280 80423.05 2 0.Massa (g) Volume (m3) ρ (kg/m3) (ρ – )2 (kg2/m6) 1 0.1028 11.

45 kg/m3  Standar Deviasi (ρ1-)² = (5700 – 5855.7 kg/m3 (ρ3 -)² = (6477.45) 2 kg/m3 = 24164.45) 2 kg/m3 .7 kg/m3 (ρ2 . = = 5700 = = 5700  Massa Jenis Rata-Rata = = = 5855.155.45) 2 kg/m3 = (621.11 kg/m3 (ρ4 .45) 2 kg/m3 = 24164.)² = (5700 – 5855.)² = (5700 – 5855.45) 2 kg/m3 = (.45) 2 kg/m3 = 24164.82) 2 kg/m3 = 386660.)² = (5700 – 5855.7kg/m3 (ρ5 .45) 2 kg/m3 = (.155.27 – 5855.45)2 kg/m3 = (-155.

7)kg/m3 = 483318.61) kg/m3 = 6203.7+24164.45 + 347.7+24164.45) 2 kg/m3 = 24164.91 kg/m3 SD = = = = 347.11+24164.7+386660.155.61) kg/m3 = 5507.84 kg/m3  % error = = 5.61 kg/m3  Nilai Terbaik ρ = ± SD o Nilai maksimal ρ = + SD = (5855.06 kg/m3 o Nilai minimal ρ = – SD = (5855. = (.45 – 347.7 kg/m3 Σ(ρ – )2 = (ρ1-)² + (ρ2-)² + (ρ3-)² + (ρ4-)² + (ρ5-)² = (24164.94%  Tabel Massa Jenis Benda Tak Beraturan .

05 N FA = ρgv ρ= ρ1= = = 1342.23 kg/m³ ρ3= = =879.7 5 0.7 3 0. Menentukan Massa Jenis Zat Cair  Diketahui : Fm = 0.27 483318.27 386660.Pengukuran ke.Massa (g) Volume (m3) ρ (kg/m3) (ρ – )2 (kg2/m6) 1 0.7 Σ 29277.11 4 0.09 N = 0.7 2 0.0855 13.0855 15×10-6 5700 24164.66kg/m³ .91 1.8  Gaya apung (Fa) = Fu – Fm = 1 N – 0.0855 15×10-6 5700 24164.69 kg/m³ ρ2= = =1417.95 N Fu = 1 N g = 9.2×10-6 6477.0855 15×10-6 5700 24164.0855 15×10-6 5700 24164.

14 )2kg/m³ = 62570.09 )2 kg/m³ .09  Standar Deviasi ( = ( 1342.14 )2 kg/m³ = 82616.16 – 1167.09 )2 kg/m³ = ( 250.66 – 1167.09 )2 kg/m³ = ( -287.64 – 1167.02 kg/m³ ( = ( 879.80 )2 kg/m³ = 30817.23 – 1167.16 kg/m³ ρ5= = = 1214.77 kg/m³  Massa Jenis rata-rata = = = = =1167. ρ4= = 981.09 )2 kg/m³ = ( 175.80 kg/m³ (= ( 1417.00 kg/m³ (= ( 981.

09 )2 kg/m³ = ( 47.16 kg/m³ SD = = = = 230.68 ) kg/m³ = 1397.41 kg/m³ .02 + 82616.68 )2 kg/m³ = 2273. = ( -185.96 + 2279.09 + 230.96 kg/m³ ( = ( 1214.93 )2 kg/m³ = 34569.38 ) kg/m³ = 212847.77 – 1167.38 kg/m³ (( ((( = ( 30817.68 o Nilai Terbaik ρ = ± SD  Nilai maksimum ρ = + SD = ( 1167.09 – 230.77 kg/m³  Nilai minimum ρ = – SD = ( 1167.00 +34569.68 ) kg/m³ = 936.80 + 62570.

05 981.16 1.96 5 0.66 82616. dari pengukuran pertama hingga pengukuran kelimanilai massa jenisnya berturut-turut adalah 8862. zat padat dihitung terlebih dahulu massa dan volumenya.05 1214.00 4 0. 10280 kg/m³.46 212847.16 34569.05 1417. Pada percobaan menentukan massa jenis zat padat.77 2273.12 kg/m³. Setelah itu.23 62750. 10280 kg/m³. yaitu dengan membagi nilai massa benda dalam kilogram dengan volume benda dalam satuan meter kubik.76 %  Tabel Massa Jenis Minyak Goreng Percobaan ρ(kg/m³ Fa ( N ) Volume ( ke- 1 0. 1342.38 Σ 5835. o % error % error = × 100 % = × 100 % = 19. PEMBAHASAN Percobaan ini bertujuan menentukan massa jenis zat padat dan zat cair dengan menggunakan prinsip Archimedes. 10280 kg/m³.07 kg/m³. dimana benda dengan bentuk beraturannya menggunakan balok.80 2 0.05 879. dan . Zat padat yang akan ditentukan massa jenisnya merupakan benda dengan bentuk teratur dan benda tidak beraturan.64 30817. Sedangkan massa jenis balok yang ditentukan volumenya dengan metode mencelupkan balok kedalam air (metode pertama).8 . Pada balok yang ditentukan volumenya dengan cara manual diperoleh nilai massa jenis sebesar 13517.02 3 0. dapat ditentukan nilai massa jenisnya.05 3. Sedangkan zat cair yang akan ditentukan massa jenisnya adalah minyak goreng.

Dari nilai massa jenis yang diperoleh tersebut.16kg/m³ dan 1214.925 g/cm³ atau sama dengan 925 kg/m³. Setelah volume benda diketahui dan gaya apung serta percepatan gravitasi 9. kedua dan kelima memiliki selisih yang besar dengan massa jenis yang sesungguhnya.8 m/s² diketahui.23 kg/m³. KESIMPULAN DAN SARAN 1.77 kg/m³. dimana zat cair yang akan ditentukan massa jenisnya adalah minyak goreng. 2. 5700 kg/m³. Untuk benda padat tak beraturan. Balok dan benda tak beraturan adalah dua benda yang berbeda massa. dan 5700kg/m³ dengan massa jenis rata- ratanya sebesar 5855. diperoleh perbedaan yang sangat besar antara massa jenis balok manual dengan massa jenis balok dengan metode pertama. Pada percobaan ini. perbedaan massa jenis balok tidak memenuhi pernyataan tersebut. Jika dibandingkan dengan nilai massa jenis yang diperoleh dari percobaan yang dilakukan. 981.41 kg/m³. Seperti diketahui bahwa massa jenis minyak goreng pada suhu 15ºC adalah 0. sehingga nilai massa jenisnya seharusnya sama. Pada percobaan ini. kedua. Prinsip Archimedes menyatakan bahwa ketika sebuah benda seluruhnya atau sebagaiannya dimasukkan kedalam zat cair. Perbedaan nilai massa jenis ini juga dipengaruhi oleh suhu saat pengukuran dilakukan. Percobaan dilakukan hingga 5 kali pengukuran dan nilai massa jenis yang diperoleh berturut-turut yaitu 5700 kg/m³. Dari data tersebut. Dilakukan pengukuran sebanyak 5 kali dan nilai massa jenis yang diperoleh berurut yaitu 1342. pengukuran pertama. dapat disimpulkan bahwa : 1. Percobaan selanjutnya yaitu menentukan massa jenis zat cair. . cairan akan memberikan gaya keatas pada benda yang besarnya setara dengan berat cairan yang dipindahkan.64 kg/m³. pengukuran ketiga nilainya berbeda jauh dari nilai 4 massa jenis lainnya dimana pengukuran pertama. maka massa jenis zat cair dapat ditentukan.66 kg/m³. 10280 kg/m³ dengan massa jenis rata-ratanya 9996.45 kg/m³. Hal ini disebabkan adanya ketidak akuratan dalam pengukuran yang dilakukan. untuk menentukan massa jenis zat padat dan zat cair digunakan prinsip Archimedes.27 kg/m³. Diketahui bahwa massa jenis suatu zat bernilai sama walaupun bentuk dan ukurannya berbeda. 1417. keempat dan kelima nilai massa jenisnya sama yaitu 5700kg/m³. Sedangkan nilai pada pengukuran ketiga dan keempat nilai selisihnya kecil. bentuk dan ukurannya tetapiterbuat dari bahan yang sama. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengamatan. Untuk menentukan massa jenis minyak goreng. volume benda yang akan ditentukan massa jenisnya bersesuaian atau menggunakan prinsip Archimedes tersebut. balok yang telah diukur gayanya diudara dicelupkan kedalam minyak goreng yang telah diketahui terlebih dahulu volume awalnya. 6477. Kemudian gaya dalam minyak goreng dihitungdan selisih dari gaya di udara (Fu) dengan gaya diminyak goreng (Fm) merupakan nilai dari gaya apung (Fa). 5700 kg/m³. baik dengan bentuk teratur maupun tidak teratur dapat ditentukan dengan menggunakan prinsip Archimedes. 879. volumenya diukur dengan mencelupkan benda yang telah digantungkan dengan benang pada statip. Massa jenis zat padat. Kesimpulan Dari percobaan yang telah dilakukan.

Thamrin. Laporan Seminar Fisika.2010. DAFTAR PUSTAKA Setiorini. Massa jenis zat cair dapat ditentukan dengan menggunakan prinsip Archimedes yaitu melalui gaya apung zat padat yang dicelupkan kedalam zat cair tersebut. Fisika. Jakarta : Erlangga. 2000. Hugh D. 2002. Indah. . Fisika Universitas Jilid 1. Diakses dari http://ariphudien.blogspot. Young.com. 2.