You are on page 1of 4

Gejala Klinis

FKUI

Masuknya larva ke kulit biasanya disertai rasa gatal dan panas. Mula-mula akan timbul papul, kemudian
diikuti bentuk yang khas, yakni lesi berbentuk linier atau berkelok-kelok, menimbul dengan diameter 2-3
mm, dan berwarna kemerahan. Adanya lesi papul yang eritematosa ini menunjukkan bahwa larva
tersebut telah berada di kulit selama beberapa jam atau hari.

Perkembangan selanjutnya papul merah ini menjalar seperti benang berkelok-kelok, polisiklik,
serpiginosa, menimbul, dan membentuk terowongan (burrow), mencapai panjang beberapa cm. Rasa
gatal biasanya lebih hebat pada malam hari.

Tempat predileksi adalah tungkai, plantar, tangan, anus, bokong, dan paha, juga di bagian tubuh di
mana saja yang sering berkontak dengan tempat larva berada.

FITZPATRICK
GK
Lesi di kulit muncul pada 1-5 hari setelah paparan. Karakteristik lesi antara lain lesi eritema, menimbul, berbentuk vesikuler,
linier, atau berkelok-kelok. Lesi vesikuler atau bullosa dapat timbul pada lokasi penetrasi larva di kulit dan dijumpai pada sekitar
15% pasien CLM. Lebar lesi sekitar 3 mm, dengan panjang dapat mencapai 15-20 cm, lesi dapat tunggal atau multipel, yang
dirasa sangat gatal dan nyeri. Larva cacing dapat bergerak maju beberapa mm-cm sehari. Lokasi anatomis terbanyak (umumnya
3-4 cm dari lokasi penetrasi) termasuk diantaranya kaki dan bokong, namun bagian tubuh lain juga dapat terkena. Ekskoriasi dan
impetigo umumnya jarang ditemukan (10% kasus). Lesi kulit umumnya timbul 2-8 minggu, namun dilaporkan juga dapat
bertahan hingga 2 tahun. Tanda dan gejala sistemik (mengi, batuk kering, urtikaria) dapat dijumpai pada beberapa pasien. Pada
beberapa pasien juga dapat dijumpai folikulitis yang terdiri atas 20-100 papul dan pustule folikuler eosinofilik

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan klinis seperti yang telah dijelaskan diatas. Folikulitis larva dapat didiagnosis secara
klinis ketika creeping eruption juga timbul; bila tidak, maka biopsi kulit perlu dilakukan. Gambaran histopatologi menunjukkan
adanya larva yang terjebak di dalam kanalis folikularis, stratum korneum, atau pada dermis, disertai dengan infiltrate radang
eosinofil. Garukan kulit pada pasien dengan folikulitis dapat menampakkan larva hidup ataupun mati melalui pemeriksaan
mikroskop cahaya dengan minyak mineral.

Bolognia

Pada infeksi yang berat, ratusan lesi dapat dijumpai. Bila tidak diobati, lesi jejak dari larva tunggal dapat
berprogres dalam beberapa minggu atau bulan, dan dapat menghilang secara spontan. Karena larva
umumnya jarang menyebar di luar kulit, manifestasi sistemik antara lain inflitrat eosinofilik pulmonary
dan perifer (Loeffler’s syndrome) yang jarang ditemui. Gambaran klinis yang paling sering dijumpai yaitu
infiltrat radang eosinofil pada darah tepi. Akibat gatal dan garukan, infeksi bacterial dapat berkomplikasi
pada gambaran klinis.

Pathology
Walaupun diagnosis sering didasarkan pada gejala klinis, menurut karakeristik lesi dan riwayat paparan sebelumnya
(mis. berjalan tanpa menggunakan alas kaki), biopsi kulit. terkadang juga dilakukan. Umumnya sulit ditemukan
secara langsung parasite pada specimen biopsi, namun terkadang larva dapat ditemukan dalam epidemis. Lebih
sering ditemukan kavitas yang ditinggalkan oleh larva yang berlokasi di daam stratum korneum dan terkait dengan
spongiosis. Pada dermis, terdapat infiltrat radang campuran yang terdiri atas limfosit, histiosit, dan sejumlah eosinofil.
Terkadang, kumpulan eosinofil dapat ditemukan dalam epidermis dan folikel rambut.
Diagnosis
Berdasarkan bentuk khas, yakni terdapatnya kelainan seperti benang yang lurus atau berkelok-kelok,
menimbul, dan terdapat papul atau vesikel di atasnya.

Diagnosis Banding

Dengan melihat adanya terowongan harus dibedakan dengan :

- Skabies : pada scabies terowongan yang terbentuk tidak akan sepanjang seperti penyakit ini. Ila
melihat bentuk yang polisiklik sering dikacaukan dengan dermatofitosis. Pada permukaan lesi berupa
nodul, karena itu sering diduga insect bite. Bila invasi larva yang multiple timbul serentak, papul-papul
lesi dini sering menyerupai herpes zoster stadium permulaan.

Gambar . Cutaneous larva migran pada
daerah tungkai bawah kaki.

Gambar . Cutaneous larva migran pada
daerah bokong

Gambar . Lesi vesikobulosa pada jari
kaki

Gambar . Cutaneous larva migran pada
jari kaki
Gambar 1. Pasien yang berjemur telanjang di sebuah pantai di Martinique disajikan dengan klasik,
erythematous, saluran serpiginosa di tumit kiri.
Gambar 2. Larva migrans kulit di jempol kanan.

Gambar 3. Larva migrans kulit di paha kiri.