You are on page 1of 30

GENETIKA & EVOLUSI

BAB II : “PERKAWINAN MONOHIBRIDA”

Disusun oleh : Viesta Sampe

Program Magister Pendidikan Biologi

Universitas Pattimura

BAB II
PERKAWINAN MONOHIBRIDA

Deskripsi Singkat
Genetika adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan
sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan
prion). Secara singkat dapat juga dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang gen
dan segala aspeknya. Meskipun orang biasanya menetapkan genetika dimulai
dengan ditemukannya kembali naskah artikel yang ditulis Gregor Mendel pada
tahun 1900, sebetulnya genetika sebagai "ilmu pewarisan" atau hereditas sudah
dikenal sejak masa prasejarah, seperti domestikasi dan pengembangan berbagai ras
ternak dan kultivar tanaman. Hukum pewarisan Mendel adalah hukum mengenai
pewarisan sifat pada organisme yang dijabarkan oleh Gregor Johann Mendel dalam
karyanya 'Percobaan mengenai Persilangan Tanaman'.

Kompetensi yang dicapai

1. Memahami tentang Percobaan mendel pada perkawinan monohibrida
2. Mendeskripsikan perkawinan uji silang (Test Cross)

3. Menjelaskan Persilangan kebalikan (Resiproc)
4. Menjelaskan Persilangan Balik (Backcross)
5. Menjelaskan Penentuan symbol untuk allel

2. Perkawinan Monohibrida
Monohibrid adalah persilangan antar dua spesies yang sama dengan satu sifat
beda. Persilangan monohibrid ini sangat berkaitan dengan hukum Mendel I atau
yang disebut dengan hukum segresi. Hukum ini berbunyi, “Pada pembentukan
gamet untuk gen yang merupakan pasangan akan disegresikan kedalam dua
anakan. Mendel pertama kali mengetahui sifat monohybrid pada saat melakukan
percobaan penyilangan pada kacang ercis (Pisum sativum). Sehingga sampai saat ini
di dalam persilangan monohybrid selalu berlaku hukum Mendel I. Sesungguhnya di
masa hidup Mendel belum diketahui sifat keturunan modern, belum diketahui
adanya sifat kromosom dan gen, apalagi asam nukleat yang membina bahan genetic
itu. Mendel menyebut bahan genetic itu hanya factor penentu (determinant) atau
disingkat dengan factor.

Gb 1. Percobaan Mendel
Hukum Mendel I berlaku pada gametogenesis F1 x F1 itu memiliki genotif
heterozigot. Gen yang terletak dalam lokus yang sama pada kromosom, pada waktu
gametogenesis gen sealel akan terpisah, masing-masing pergi ke satu gamet (Yasin.
2005).

Memiliki beberapa bagian yang dapat memperlihatkan sifat yang kontras. Semua sifat yang disebutkan adalah dominan (mengalahkan) terhadap sifat resesif (dikalahkan). kuning lawan hijau. Organ- organ reproduksi tanaman ercis terletak pada bunganya. Mendel juga dapat mengontrol perkawinan antar tanaman dengan ketat.1 Percobaan Mendel pada perkawinan Monohibrida Tokoh peletak prinsip dasar genetika adalah Gregor Johan Mendell seorang biarawan dan penyelidik tanaman berkebangsaan Austria. kuning lawan hijau d. Batang tanaman (bunga sepanjang batang lawan bunga di ujung batang) c. Ia memilih menggunakan tanaman ini karena terdapat berbagai sifat yang menguntungkan. Tanaman kapri dapat mengadakan penyerbukan sendiri dan dapat disilangkan Gb 2. Gregor Johan Mendell 2. kulit biji putih (berasal dari bunga putih) lawan kulit biji abu-abu (berasal dari bunga ungu) Jadi keseluruhan ada 7 sifat kontras yang sangat menguntungkan Mendel. yaitu : 1. 2010). Keuntungan dari penggunaan ercis adalah waktu generasinya yang pendek dan jumlah keturunan yang banyak dari setiap perkawinan. Biji : bulat lawan berlekuk. Pada percobaan monohibrid untuk tujuh sifat yang diamati pada tanaman kapri. yaitu : a. Mendel memperoleh hasil seperti yang disajikan pada Tabel dibawah. dan setiap bunga ercis memiliki organ penghasil polen (Stamen atau benang sari) sekaligus organ pengandung sel telur (Karpel atau putik) (Campbell. dkk. Pada tahun 1866 Mendell melaporkan hasil penyelidikannya selama bertahun-tahun atas kacang ercis/kapri (Pisum sativum).2. . Selain itu. Buah polong : penuh lawan berlekuk. Ukuran tanaman (tinggi lawan rendah) b..

antara ciri dominan dan resesif. misalnya biji bundar dan biji keriput. ciri-ciri yang dipunyai kedua tetua muncul kembali. hanya ciri sifat dari salah satu tetuanya yang muncul.15 : 1 Bentuk polong 882 gembung 299 berkerut 2.85 : 1 Kedudukan bunga 451 aksial 207 terminal 3. Data Persilangan dan F1 Percobaan Mendel Sifat Persilangan Tanaman F1 Bentuk biji bundar >< keriput 100 % bundar Warna albumen kuning >< hijau 100 % kuning Warna bunga merah-ungu >< putih 100 % merah-ungu Bentuk polong gembung >< berkerut 100 % gembung Warna polong hijau >< kuning 100 % hijau Kedudukan bunga aksial >< terminal 100 % aksial Tinggi tanaman tinggi >< pendek 100 % tinggi Data F2 Percobaan Mendel Sifat Dominan Resesif Perbandingan Bentuk biji 5474 bundar 1850 keriput 2. terdapat perbandingan yang mendekati 3 : 1. sifat yang tidak muncul. misalnya biji bundar disebut sifat dominan.01 : 1 Warna bunga 705 merah-ungu 224 putih 3. Pada seluruh tanaman F1. Sedangkan. Dari percobaan Mendel untuk seluruh sifat yang diamati pada F2.96 : 1 Warna albumen 6022 kuning 2001 hijau 3. Sifat yang muncul pada F1.84 : 1 Dari percobaan tersebut maka Mendel menyimpulkan bahwa : . misalnya biji keriput disebut sifat resesif. sedangkan ciri sifat dari tetua yang lain tidak muncul. Pada generasi F2.14 : 1 Tinggi tanaman 787 tinggi 277 pendek 2.95 : 1 Warna polong 428 hijau 152 kuning 2.

mari cermati percobaan monohibrid berikut ini. Hibrid (ialah persilangan dua individu dengan tanda beda) memiliki sifat yang mirip dengan induknya dan setipa hibrid mempunyai sifat yang sama dengan hibrid yang lain dari species yang sama 2. Mendel merasa bahwa apabila “faktor-faktor keturunan” itu mengikuti distribusi yang logis. Untuk lebih memahami hukum Mendel I. 3. maka suatu hukum atau pola akan dapat diketahui dengan cara mengadakan banyak persilangan dan menghitung bentuk- bentuk yang berbeda seperti yang tampak pada keturunan. 1. Karakter (sifat) dari keturunan suatu hibrid selalu timbul kembali secara teratur dan inilah yang memberi petunjuk kepada Mendel bahwa tentu ada faktor-faktor tertentu yang mengambil peranan dalam pemindahan sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya. Percobaan Monohibdrida pada tanaman Ercis biji bulat dengan Biji keriput . Gb 3.

Secara garis besar. Kemudian F1 dibiarkan melakukan penyerbukan sendiri . Perhatikan contoh persilangan berikut.1 Persilangan Monohibrid Dominan Penuh Persilangan dua individu dengan satu sifat beda menurunkan sifat dominan apabila sifat keturunannya sama dengan salah satu sifat induknya. 2008). Mendel berpendapat bahwa pada waktu pembentukan gamet-gamet (serbuk sari dan sel telur) maka gen –gen yang menentukan suatu sifat mengadakan segregasi (memisah). Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda. alel dominan akan terekspresikan. Hasil yang diperoleh yaitu F2 yang berbatang tinggi dan berbatang pendek dengan perbandingan 3 : 1. F1 semuanya berbatang tinggi. Disini tampak bahwa bila terdapat dominansi sepenuhnya. Ini adalah konsep mengenai alel. Setiap individu membawa sepasang gen. Alel resesif yang tidak terekspresikan. satu dari tetua jantanan satu dari tetua betina. 2. Persilangan ini dapat dilihat dalam bagan berikut : . sehingga setiap gamet hanya menerima sebuah gen saja. 2. Juga dapat diketahui bahwa suatu individu dapat memiliki fenotp sama (contohnya tanaman berbiji bulat) tetapi memiliki geotip yang berlainan (contohnya BB dan Bb). Hal ini dikenal sebagai Hukum Segregasi atau Hukum Mendel I. 3. tetap akan diwariskan pada gamet yang dibentuk (Mega. Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada karakter.1. maka persilangan monohibrid menghasilkan 4 kombinasi dalam keturunan dengan perbandingan fenotip 3 :1. Contoh: Tanaman kacang ercis berbatang tinggi disilangkan dengan kacang ercis berbatang pendek. hukum ini mencakup tiga pokok: 1.

pada persilangan monohobrid intermediat sama. Analisis kuantitatif Mendel pada tanaman F2 inilah yang terutama mengungkapkan dua prinsip dasar hereditas yang . Tanaman kapri yang digunakan dalam percobaan Mendel merupakan varietas galur murni (true-breeding) yang artinya apabila tanaman itu menyerbuk sendiri. Persilangan Monohibrid dominan penuh 2. Dengan cara persilangan seperti pada persilangan monohibrid dominan di atas. Induk galur murini disebut dengan parental (sering disingkat dengan P) dan keturunannya disebut dengan generasi F1 (dari kata filial keturunan pertama). semua keturunannya akan mempunyai varietas yang sama. dikatakan bahwa bunga merah bersifat intermediat. Jika tumbuhan berbunga merah disilangkan dengan tumbuhan sejenis berbunga putih menghasilkan F. dapat diketahui bahwa rasio genotipe dan fenotipe F.1. yaitu 1 :2 : l. tumbuhan berbunga merah muda. Persilangan sendiri dari F1 menghasilkan generasi F2 (filial kedua). Gb 4.2 Persilangan Monohibrid Intermediet Persilangan monohibrid intermediet adalah persilangan antara dua individu sejenis yang memperhatikan satu sifat beda dengan gen-gen intermediat.

. kedua orang tua (jantan dan betina) harus diketahui secara persis atau teridentifikasi dengan benar genetika warna bawaan dan pola/corak/bentuk bawaan. Punnet Square diciptakan oleh Reginald C. Syaratnya. dan umum digunakan oleh para ahli biologi untuk mencari tahu semua kemungkinan yang bisa muncul dari sebuah persilangan/perkawinan.1. Ini adalah diagram atau tabulasi yg digunakan sebagai alat untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan gen anakan yang bakal dibawa/muncul dalam perkawinan/persilangan dua makhluk hidup.3 Kotak Punnet (Punnet Square) Sebagian besar orang yang tidak memiliki latar belakang tentang ilmu biologi. persilangan monohybrid Intermediet 2. Contoh persilangan monohybrid Intermediet dapat dilihat dalam tabel persilangan berikut. mungkin masih cukup asing dengan Punnet Square. Gb 5.sekarang dikenal sebagai hukum segregasi dan hukum pemilahan bebas. termasuk tanaman. Punnett.

kolom ditetapkan untuk ibu. atau persilangan gen heterozigot). Ini akan jauh lebih mudah dipahami dengan contoh. Mulailah dengan menggambar segiempat sama sisi. katakanlah Anda ingin menentukan peluang bahwa anak dari pasangan tertentu akan mampu menggulung lidah. Buatlah sebuah kisi-kisi berukuran 2x2. Pada segiempat Punnett. sementara gen berkarakter dominan dikodekan dengan huruf besar. Misalnya. dan baris untuk ayah. Gunakan huruf kapital untuk alel dominan dan huruf kecil untuk alel resesif. Segiempat Punnett yang paling dasar cukup mudah dibuat. Gen yag bersifat resesif diberi kode dgn huruf kecil. atau sebaliknya. Khusus untuk dihibrid. Tulislah huruf di sisi setiap baris dan kolom yang mewakili masing-masing alel ayah dan ibu. Punnet Square umumya diterapkan untuk perkawinan/persilangan monohibrid (satu alel) dan dihibrid/multihibrid (dua atau lebih alel. mestinya ada dua kisi di setiap kolom dan dua kisi di setiap baris b. lalu bagi-bagilah bagian dalamnya menjadi empat kisi yang sama besar. terlebih kita terlebih dulu harus memahami konsep dasar mengenai karakter gen resesif dan dominan. Punnet Square hanya efektif jika masing- masing gen independen (lihat contoh di bawah). Gunakan huruf untuk mewakili alel orangtua atau sumber di setiap baris dan kolom. Cara menggunakan kotak punnet (Punnet square) pada monohinrida sebagai berikut : a. Setelah selesai. Untuk menerapkan Punnet Square. Kita wakili ini dengan huruf "R" dan "r" .

Dengan kata lain. Di setiap kisi. c. Jika kedua orangtua heterozigus (memiliki satu salinan dari masing-masing alel). lalu tulis keduanya di kotak kosong yang menghubungkan. kita akan menulis satu "R" dan satu "r" sepanjang bagian atas kisi-kisi kotak dan satu "R" dan satu "r" sepanjang bagian kiri kisi-kisi. — huruf kapital untuk mewakili gen dominan dan huruf kecil untuk resesif. Kotak di kanan atas: “Rr” 3. Tulis huruf untuk setiap kisi yang ada di baris dan kolom. mengisi segiempat Punnett jadi mudah. Dalam contoh ini. tulis dua huruf kombinasi gen dari alel ayah dan ibu. Kotak di kiri atas: “RR” 2. Setelah mengisi alel yang diberikan dari masing-masing orangtua. Kotak di kiri bawah: “Rr” 4. ambil huruf dari kisi-kisi di kolom dan baris. Kotak di kanan bawah: “rr” Perhatikan bahwa biasanya alel dominan (huruf kapital) ditulis lebih dulu . isilah kisi-kisi segiempat Punnett kita sebagai berikut: 1.

Dalam segiempat Punnett contoh kita. Setiap kotak yang terisi dalam segiempat Punnett mewakili keturunan yang mungkin dimiliki orangtuanya.d. ada 1/4 kemungkinan untuk setiap empat kemungkinan yang ada. Meski genotip mewakili perbedaan genetik. “Satu alel dominan dan satu resesif” (R dan r) — perhatikan bahwa ada dua kisi dengan genotip ini. 4. dalam sebuah kisi-kisi berukuran 2x2. Tetapkan genotip masing-masing keturunan potensial. Setiap kotak (dan karenanya setiap keturunan) berkemungkinan setara — dengan kata lain. “Dua alel dominan” (dua huruf R) 2. Perbedaan kombinasi alel yang terwakili dalam segiempat Punnett disebut "genotip". “Dua alel resesif” (dua r) . keturunannya tidak harus selalu berbeda untuk setiap kisi (lihat tahapan di bawah ini). “Satu alel dominan dan satu resesif” (R dan r) 3. genotip yang memungkinkan bagi keturunan dari kedua orangtua ini adalah: 1.

Kiri atas: “Mampu menggulung lidah (dua R)” 2. Fenotip dalam organisme adalah ciri fisik aktual yang ditunjukkan berdasarkan genotipnya. dan adanya sel penyakit darah — semua ini merupakan ciri fisik yang "ditentukan" oleh gen. Kanan bawah: “Tidak mampu menggulung lidah (tidak ada R)” . bahkan bila hanya satu alel yang dominan. Gen yang berbeda akan memiliki aturan yang berbeda pula dalam hal manifestasinya sebagai fenotip. fenotip keturunan potensial adalah: 1. namun bukan merupakan kombinasi gen aktual it sendiri. Tetapkan fenotip masing-masing keturunan potensial. Kanan atas: “Mampu menggulung lidah (satu R)” 3. warna rambut. Ini berarti setiap keturunan akan mampu menggulung lidah.e. Dalam hal ini. katakanlah bahwa gen yang memungkinkan seseorang menggulung lidah adalah gen dominan. Dalam contoh kita. Fenotip yang akan dimiliki keturunan potensial ditentukan oleh karakteristik gen. Beberapa contoh fenotip misalnya warna mata. Kiri bawah: “Mampu menggulung lidah (satu R)” 4.

Karena itu. Keturunan tidak mampu menggulung lidah: 1/4 = “0. Keturunan mampu menggulung lidah: 3/4 = “0. Salah satu penggunaan segiempat Punnett yang paling umum adalah untuk menentukan seberapa besar peluang sebuah keturunan memiliki fenotip spesifik tertentu. Tiga dari kombinasi ini menciptakan keturunan yang mampu menggulung lidah.25 = 25%” . dari kedua orangtua ini.probabilitas untuk fenotip kita adalah: 1." Segiempat Punnett dalam contoh kita menyatakan bahwa ada empat kemungkinan kombinasi gen untuk keturunan yang mana saja.f. Karena setiap kisi mewakili kemungkinan hasil genotip yang setara. Anda dapat menemukan kemungkinan fenotip dengan "membagi jumlah kisi yang berisi fenotip itu dengan total jumlah kisi yang ada. Gunakan kisi-kisi untuk menentukan probabilitas munculnya fenotip yang berbeda.75 = 75%” 2.

bagaimanakah keturunannya? P : Pp >< pp Gamet : P dan p p F1: Keterangan: Polydactyli (Pp) 50%. jari lebih (Polydactyli). sekali untuk selamanya. Perbandingan 1 : 1 . kencing manis. 2. pola pertumbuhan seseorang yang diwarisi dari orang tuanya sudah ditentukan. Pada manusia lebih banyak diketahui sifat herediter (turun menurun) misalnya albino (bule).1. Ada gen untuk bentuk hidung. Thallasemia. mata biru. untuk warna rambut.4 Perkawinan Monohibrida pada Manusia dan Hewan 2. Normal (pp) 50%. Kedua orang tua masing-masing telah memberikan kepada anaknya sejumlah 23 kromosom yang berbentuk seperti benang di dalam sel masing-masing. a. dan sifat- sifat lain yang tak terhitung jumlahnya. Benang- benang renik ini membawa beribu-ribu gen penentu bentuk keturunan seseorang. dan rambut ikat. Jari lebih (Polydactyli) Polydactyli dibawa oleh gen dominan P.4. termasuk beberapa jenis penyakit atau gangguan pada tubuh. yang ternyata dapat diwariskan. untuk ukuran kaki.1. contoh ibu normal (pp) dan ayah Polydactyli (Pp) heterozigot.1 Perkawinan Monohibrida pada Manusia Pada permulaan kehidupan yang sebenarnya.

pigmen bola mata. b. Seorang anak albino dapat lahir dari pasangan yang keduanya normal heterozigot. bagaimana sifat diabetes yang diwariskan pada keturunannya? P : Dd >< Dd Gamet : D dan d D dan d F1: Keterangan: DD normal homozigot Dd normal heterozigot (pembawa sifat) Dd normal heterozigot (pembawa sifat) dd diabetes Oleh karena itu. Seorang albino tidak mempunyai pigmen kulit. Albinisme Albinisme merupakan peristiwa kurangnya pigmen tubuh sehingga menyebabkan seseorang menderita albino. Kencing manis (Diabetes Mellitus) Diabetes mellitus. dan pigmen rambut. Sifat diabetes dipengaruhi oleh gen resesif d. Timbulnya diabetes juga dipengaruhi oleh ekspresi gen dan konsumsi gula yang berlebihan. sedangkan yang lainnya normal heterozigot. Contoh seorang pria normal heterozigot (Dd) dan wanita normal heterozigot (Dd). suatu penyakit yang mengganggu metabolisme pada tubuh manusia yang disebabkan oleh pankreas kurang menghasilkan insulin. Penderita albino mempunyai penglihatan yang sangat sensitif terhadap cahaya. atau dari pasangan yang salah satunya albino. c. sehingga kadar gula dalam darah tinggi. . keturunan F1 mempunyai peluang 25% untuk menderita diabetes.

Rambut marmut ada yang berwarna hitam dan ada yang berwarna putih. Persilangan pada hewan juga menghasilkan perbandingan fenotip tertentu. Marmut normal berambut hitam.4. 2.1. Namun. persilangan pada hewan jauh lebih sulit karena untuk mendapatkan keturunan dari persilangan alami membutuhkan waktu cukup lama.2 Perkawinan Monohibrida pada Hewan Persilangan monohibrid juga dapat dilakukan pada hewan. Apabila alelnya a dalam keadaan homozigot (aa) menyebabkan . Persilangan monohibrid pada hewan contohnya marmut. Hal ini disebabkan adanya gen dominan A yang menentukan pembentukan pigmen melanin.

Jika hasil testcross menunjukkan perbandingan fenotip keturunan yang memisah adalah . akan tetapi “backcross” belum tentu ujisilang. Jadi uji silang itu dapat merupakan suatu “backcross”.melanin tidak terbentuk sehingga marmot berambut putih. Persilangan antara marmut hitam dengan marmut putih menghasilkan keturunan F1 semua hitam. didapatkan keturunan-keturunan F2 dengan perbandingan fenotip dan genotip tertentu.2 Persilangan Uji Silang (Test Cross) Perkawinan Uji silang (testcross) ialah persilangan antara hybrid F1 dengan individu yang homozigotik resesif. Uji silang pada monohybrid ini menghasilkan keturunan dengan perbandingan fenotip maupun genotip sebagai 1 : 1. Persilangan monohibrid merupakan persilangan sederhana yang hanya melibatkan satu sifat beda pada dua individu. Hasil persilangan ini biasanya mempunyai perbandingan tetap. Tujuan testcross adalah untuk mengetahui banyaknya macam gamet yang dihasilkan oleh individu yang genotipnya dipertanyakan dan untuk mengetahui apakah suatu genotip F1 bersifat homozigot (galur murni) atau heterozigot. baik pada persilangan dominan penuh maupun intermediat. Apabila anak-anak marmot tersebut kawin dengan sesamanya. baik pada hewan maupun tumbuhan. 2.

Oleh karena itu dari hasil testcross dapat diketahui: 1. P (induk) : Bb × bb Gamet : B. b dan b F1 (keturunan ke-1) . Jadi. Karakter yang dominan dan yang resesif 2. semua keturunan memiliki biji bulat. Jika tanaman bergenotipe BB disilangkan dengan tanaman bergenotipe bb (homozigot resesif). Karakter yang berbeda adalah sealel 3. b. a. Genotip suatu individu adalah heterozigot atau homozigot Hasil persilangan tersebut mempunyai dua kemungkinan sebagai berikut. Jika tanaman tersebut bergenotipe Bb disilangkan dengan tanaman bergenotipe bb (homozigot resesif). maka akan menghasilkan keturunan yang bergenotipe Bb semuanya. Coba kamu perhatikan penurunan sifat keturunan di bawah ini. keturunan yang dihasilkan Bb. Dengan B = bulat. b = keriput.1 : 1 maka disimpulkan bahwa individu yang diuji adalah heterozigot dan bukan galur murni namun bila fenotip hasil testcross 100% sama berarti individu yang diuji bergenotip homozigot. maka akan menghasilkan keturunan bergenotipe Bb dan bb. P (induk) : BB × bb Gamet : B dan b F1 (keturunan ke-1) Genotipe F1 : Bb Jadi.

dan genotipe individu yang berfenotipe bulat adalah BB dan Bb. maka populasi galur A disilang puncakkan dengan populasi B dan sebaliknya. bisa diketahui bahwa sifat bulat (B) dominan terhadap sifat keriput (b) sehingga individu yang bergenotipe Bb mempunyai fenotipe bulat. 1988). 1991). Genotipe F1 : Bb dan bb Jadi. Robinson. Seleksi berulang timbal balik melibatkan dua populasi yang diperbaiki bersama – sama. Populasi yang satu digunakan sebagai tetua penguji untuk yang lain. 1988).3 Persilangan Kebalikan (Resiproc) Persilangan Resiprok adalah persilangan antara dua induk. 2. dimana kedua induk berperan sebagai pejantan dalam satu persilangan. dan Harvey yang berpendapat bahwa efek heterosis itu mungkin disebabkan adanya gen – gen dominan dan sebagian lagi oleh adanya gen over dominan. Seleksi berulang resiprokal memperbaiki kemampuan berkombinasi spesifik maupun umum. Jadi apabila ada populasi A dan B. Berdasarkan tes cross yang dilakukan oleh Mendel. tetapi dapat mengadakan kombinasi secara baik. Caranya adalah dengan melakukan seleksi terhadap dua populasi dengan waktu yang bersamaan (Welsh. Prosedur ini dianjurkan oleh Comstock. dan sebagai betina dalam persilangan yang lain. . karena hibrida yang akan dibuat merupakan persilangan antara galur – galur dari kedua bahan tersebut (Moentono. Bahan – bahan induk sedapat mungkin mempunyai sifat – sifat genetis yang jauh berbeda (divergent). ada tanaman berbiji bulat dan ada tanaman berbiji keriput. Seleksi ini diharapkan dapat meningkatkan heterosis antara kedua populasi sehingga hibrida yang didapat memberikan hasil yang lebih tinggi (Dahlan.

Pada persilangan ini. B = gen untuk biji bulat b = gen untuk biji keriput P1 ♂ bb X ♀ BB keriput Bulat F1 Bb Bulat gamet ♂: B dan b gamet ♀ : B dan b P2 ♂ Bb X ♀ Bb . Semua tanaman F1 biji bulat. Keturunan F2 memisah dengan perbandingan fenotip 3 bulat : 1 keriput. Sebagai contoh dapat digunakan percobaan pada tanaman ercis biji bulat. Mula-mula dikawinkan tanaman ercis biji bulat dengan yang berbiji keriput. Misalnya. persilangan tanaman ercis berbatang tinggi dengan genotip TT (homozigot dominan) dengan tanaman ercis berbatang pendek dengan genotip tt (homozigot resesif). Sehingga dapat dikatakan jika tanaman ercis jantan berbatang tinggi disilangkan dengan tanaman ercis betina berbatang pendek maka keturunan yang dihasilkan akan memiliki sifat yang sama dengan hasil persilangan antara tanaman ercis betina berbatang tinggi dengan tanaman ercis jantan berbatang pendek. terlihat bahwa individu jantan maupun betina memiliki kesempatan yang sama rata dalam pewarisan sifat. sel kelamin jantan maupun betina dapat berasal dari tanaman ercis berbatang tinggi maupun tanaman ercis berbatang pendek. Dengan demikian. b = gen untuk biji polong keriput. B = gen untuk biji polong bulat. Pada perkawinan resiproknya digunakan serbuk sari yang berasal dari tanaman yang berbiji keriput dan diberikan kepada bunga dari tanaman berbiji bulat.

B B B b F2 BB = biji bulat Bb = biji bulat Bb = biji bulat bb = biji keriput Resiprok dari persilangan diatas adalah P1 ♂ BB X ♀ bb Bulat keriput F1 Bb Bulat Gamet ♂ : B dan b Gamet ♀ : B dan b P2 ♂ Bb X ♀ Bb B B b b F2 BB = biji bulat Bb = biji bulat Bb = biji bulat bb = biji keriput Dari contoh persilangan yang telah dilakukan diatas.H Morgan pada tahun 1910. Morgan . bahwa keturunan yang dihasilkannya adalah sama. maka dapat kita lihat. Baik yang persilangan asli maupun resiproknya. Penerapan persilangan resiprok lainnya adalah pada peristiwa Rangkai silang yang pertama kali ditemukan oleh T.

misalnya pengatur warna mata merah ini. khususnya pada generasi F1. dalam hal ini kromosom X. ternyata berbeda jika parental jantan yang digunakan adalah tipe alami (bermata merah) dan tetua betinanya bermata putih. Persilangan resiprok dengan hasil yang berbeda ini memberikan petunjuk bahwa pewarisan warna mata pada Drosophila ada hubungannya dengan jenis kelamin. dapat dilambangkan dengan tanda +. Lalat bermata merah lazim dianggap sebagai lalat normal atau tipe alami (wild type). Oleh karena itu. . sedang gen pengatur tipe alami. Biasanya. Dengan perkataan lain. Persilangan Resiprok Hasil persilangan Morgan tersebut. perkawinan resiprok menghasilkan keturunan yang berbeda. dan ternyata kemudian memang diketahui bahwa gen yang mengatur warna mata pada Drosophila terletak pada kromosom kelamin.menyilangkan lalat Drosophila melanogaster jantan bermata putih dengan betina bermata merah. gen pengatur warna mata ini dikatakan sebagai gen rangkai X. gen tipe alami bersifat dominan terhadap alel mutannya Gb 6. meskipun tidak selalu.

yaitu Aa dan aa dengan nisbah 1 : 1. Dengan memisahkan dua gen yang terletak pada satu kromosom ini. Contoh lainnya sebagai berikut. silang balik antara Aa dan aa akan menghasilkan dua macam fenotipe. Sementara itu. atau dua macam genotipe. yaitu A. atau dua macam genotipe. individu Aa hasil persilangan antara AA dan aa dapat disilangbalikkan.2. Sebagai contoh. baik dengan AA maupun aa. . dapat diperoleh varietas padi yang berasnya tahan simpan dan rasa nasinya enak. Manfaat praktis silang balik adalah untuk memasukkan gen tertentu yang diinginkan ke dalam suatu individu. Silang balik antara Aa dan AA akan menghasilkan satu macam fenotipe. dapat dimungkinkan terjadinya pemisahan gen-gen tertentu yang terletak pada satu kromosom sebagai akibat berlangsungnya peristiwa pindah silang. misalnya untuk memisahkan gen yang mengatur daya simpan beras dan gen yang menyebabkan rasa nasi kurang enak.dan aa dengan nisbah 1 : 1. Melalui silang balik yang dilakukan berulang- ulang. yaitu AA dan Aa dengan nisbah 1 : 1. Hal ini banyak diterapkan di bidang pertanian. yaitu A-.4 Persilangan Balik (Backcross) Perkawinan balik ialah persilangan suatu individu dengan salah satu tetuanya.

Contohnya gen B adalah simbol untuk sifat biji bulat. Bateson dan E. walaupun dalam tanaman tersebut mengandung gen untuk sifat keriput. Oleh karenanya. sedangkan gen b untuk sifat biji keriput. bentuk. aa. Sebaliknya. gen B mengalahkan ekpresi gen b sehingga ekspresi tanaman yang bergenotip Bb adalah tanaman biji bulat.5 Penentuan Simbol untuk Alel Gen-gen yang terletak pada lokus yang bersesuaian pada kromosom homolog dinamakan alel. sedangkan huruf kecil merupakan karakter resesif. Gen pengendali sifat tertentu biasa diberi simbol dengan huruf pertama dari sifat tersebut. maka genotip dinyatakan dengan huruf dobel. Oleh karena individu bersifat diploid. pengertian fenotip adalah karakteristik atau ciri yang dapat diukur dan nyata pada suatu individu. Alel berasal dari kata latin allelon yang berarti bentuk lain. AABB. AaBb. penampakan organisme tidak selalu mengungkapkan komposisi genetiknya. Penampakan organisme secara fisik disebut fenotip dan dan penyusun genetiknya disebut genotip. Pada contoh di atas. Gen b menimbulkan karakter resesif. Istilah dominan digunakan karena gen ini dapat mengalahkan ekspresi gen alelnya. dan sebagainya. Gen terdiri atas sepasang alel yang sejenis atau berlainan. Sebaliknya. Aa. dan sebagainya. misalnya AA. yang berarti ekspresi gen b ditutupi (tidak memiliki efek yang jelas pada penampakan organisme) bila bersama-sama dengan gen B. biasanya dinyatakan dengan simbol/tanda huruf pertama dari fenotip. Pengertian resesif di sini adalah sifat yang dikalahkan/ditutupi sifat lain. Lambang huruf besar merupakan karakter dominan. Istilah alel diperkenalkan oleh W.R. Oleh karena adanya dominan dan resesif. Saunders pada tahun 1902. Fenotip biasanya dinyatakan dengan kata-kata misalnya mengenai ukuran.2. pengertian genotip adalah susunan genetis suatu karakter yang dimiliki oleh suatu individu. rasa. warna. gen B (dapat membentuk biji bulat) disebut dominan terhadap gen b karena gen B diekspresikan .

Dominan adalah sifat yang mengalahkan/menutupi sifat lain. Gb 7. AaBb adalah heterozigot. Adapun genotip Bb adalah heterozigot dominan karena gen B untuk sifat biji bulat menutupi gen b untuk sifat biji keriput. Genotip makhluk hidup ada yang homozigot dan heterozigot. dan karena itu individu homozigot selalu berkembang biak secara murni. Contohnya individu Aa membentuk gamet-gamet A dan a. Misalnya individu homozigot BB hanya membentuk gamet B saja. Homozigot misalnya BB dan bb. Bb. yaitu bila pengaruh kedua alel untuk menumbuhkan suatu karakter yang sama dominannya sehingga kedua alel ditulis dengan huruf yang sama. maka disebut juga sebagai alel heterozigot. Individu homozigot hanya membentuk satu macam gamet saja. Misalnya individu dengan genotip Aa. Letak gen dan alel pada kromosom . memiliki pasangan gen penentu warna putih. Genotip BB dinamakan homozigot dominan. sehingga sifat yang muncul tidak sama. Individu heterozigot membentuk lebih dari satu macam gamet. Contoh lainnya adalah gen penentu warna merah pada bunga. sedangkan bb merupakan homozigot resesif. Alel heterozigot adalah dua alel yang berbeda untuk sebuah gen. Homozigot merupakan individu yang kromosom-kromosomnya memiliki gen-gen identik dari sepasang atau suatu seri alel. Heterozigot merupakan individu yang kromosom-kromosomnya memiliki gen- gen berlainan dari sepasang atau suatu seri alel tertentu. misalnya Bb.sepenuhnya pada penampakan fisik organisme.

a. Gb 8. Alel heterozigot pada bunga yang menentukan warna bunga menjadi ungu Gen memiliki peranan. Pengaruh alel ganda pada organisme dapat ditemukan pada tempat-tempat berikut. menyampaikan informasi genetik dari generasi ke generasi berikutnya. serta mengontrol pembuatan polipeptida. Sedangkan alel ganda (multiple alelo murphi) adalah beberapa alel lebih dari satu gen yang menempati lokus sama pada kromosom homolognya. Rambut pada Segmen Digitalis Jari Tangan Manusia GENOTIPE FENOTIPE H1 Rambut pada semua/empat jari-jari H2 Rambut pada jari kelingking. dan tengah H3 Rambut pada jari manis dan tengah . Golongan Darah pada Manusia Golongan Alel Genotip Darah A |A |A|A dan |A |O B |B |B|B dan |B |O AB |A. manis. antara lain untuk mengatur perkembangan dan proses metabolisme individu.|B |A |B O |O |O |O b.

Jika seseorang wanita bergolongan darah B menikah dengan seorang pria bergolongan darah B pula. di mana: Alel : W : warna bulu normal (hitam) Wch : warna bulu normal Chinchilia (kelabu) Wh : warna bulu Himalaya (coklat) w : warna bulu albino (putih) Genotipe Fenotipe Hitam (normal) WW. WWh. Persilangan antara padi Cisadane dengan padi Bogowonto dihasilkan keturunan dengan perbandingan genotipe 1 : 1. Kemungkinan genotif P adalah…. ternyata salah satu anaknya bergolongan darah O. H4 Rambut pada jari manis H5 Rambut tidak ada pada semua jari c. 2. Wch. Kambing berbulu abu-abu intermediet disilangkan dengan kambing berbulu putih. Wh. Ww Kelabu (Chichilia) WchWch. .w Coklat (Himalaya) WhWh. WchWh. Maka genotipe induknya adalah …. Wch. w yang keempatnya berada pada lokus yang sama. bagaimanakah perbandingan fenotipe F2 nya ? 3. Warna Bulu Kelinci Warna bulu kelinci dipengaruhi oleh empat alel yaitu W. Wchw Putih (Albino) Ww Dari tabel tersebut dapat disimpulkan urutan dominasinya adalah: W>Wch>Wh>w. WWch. LATIHAN SOAL !! Jawablah pertanyaan berikut dengan baik dan benar 1.

4. Berapa persen kemungkinan tanaman berasa manis dari keturunan persilangan tersebut? 5. Berapa batangkah yang berbunga merah ? . Tanaman mangga rasa manis (Aa) disilangkan dengan tanaman mangga rasa masam (aa). diperoleh keturunan 36 batang. Apabila bunga warna merah heterozigot disilangkan dengan sesamanya. Bunga berwarna merah homozigot dominan terhadap bunga putih.

2008. Genetika Dasar. Jurnal Informatika Pertanian. Hery Agus. Jakarta: Erlangga Mega. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Skripsi.Saraswati. Yogyakarta: FMIPA UNY Welsh. Jakarta: Bharata.A. Pengantar Genetika. Balai Penelitian Tanaman Pangan Sukamandi. Genetika Dasar . 1998.. 1965. Yogyakarta Tim Genetika. Genetika.S. DAFTAR PUSTAKA Adrian. 2008.P. General Genetics Second edition. Victoria. and Edgar. Genetika Manusia. Petunjuk Praktikum Genetika. D. 2005. M. Yogyakarta : Jurdik Biologi FMIPA UNY Idun Kistinnah.Biology Genetika.Departemen pendidikan nasional Kimball. Pembentukan dan Produksi Benih Varietas Hibrida. R.. Yasin. Graham Ilmu. Erlangga. Erlangga. Biologi Edisi kedelapan jilid 1.Bandung : CV. Owen. 2012. Biologi Jilid 3. New Delhi Campbell. 1988. Dwijoseputro. J. J. 2011. Mogea. Henuhili. 2011. Estimasi Korelasi Genetik Litter Size Bobot Lahir dan Bobot sapih Kambing Hasil Persilangan (F1) Pejantan Boer Murni dengan Kambing Lokal. (1991). Nurhadi Bambang . Jakarta. 1984 . 1997. John W.B. R. Malang : Universitas Brawijaya Moentono. . Uji Kesesuaian Hukum Mendel Dalam Memilih Benih Jagung Opaque. Muhammad et al. S. Vol 14 No : 1. 2010. Sukamandi.R.2009. Erusia Publishing House. Jakarta. Alih Bahasa J. Dasar-Dasar Genetika dan Pemuliaan Tanaman. .Recce. Susanto. Armico Suryo. N..