You are on page 1of 1

Seorang perempuan berumur 26 tahun ditemukan meninggal dunia diatas tempat tidur didalam rumah

kontrakannya oleh ibu kandungnya. Diatas meja yang terletak disamping tempat tidur korban terdapat
sebuah gelas bening yang berisi cairan tidak berwarna dan tidak berbau. Ibu kandungnya melaporkan
kejadian tersebut ke pihak polisi. Kemudian, polisi menindak lanjuti laporan keluarga ke lokasi dan
membawa jenazah tersebut bersama surat permintaan visumnya ke RS untuk dilakukan pemeriksaan luar
dan dalam.

Jenazah Tn. Fatris, dibawa ke Departemen Kedokteran Forensik oleh menajemen perusahaan pabrik
gula tempat kerjanya untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian. Dr. BS
menganjurkan lapor ke penyidik untuk dibuat permintaan visum et repertum, pihak manajemen
mengatakan tidak usah karena tidak menuntut dan hanya untuk kepentingan perusahaan.

Tn. Alex, laki-laki, 35 tahun, meninggal dunia setelah makan siang di pabrik tempat kerjanya. Sekitar 1
jam setelah makan makanan prasmanan dari pabriknya, Tn. Alex mengalami mual, muntah, kepala
pusing, pandangan kabur. Segera dibantu teman-temannya pasien dibawa ke unit kesehatan di
pabriknya untuk mendapatkan perawatan. Disana pasien dibaringkan dan diberikan secangkir teh
hangat. Namun 5 menit kemudian perut terasa sakit, nafas memberat, dan badan lemas, lalu dibawa ke
IGD RS terdekat. Dalam perjalanan ke IGD, sesak napas bertambah dan sulit diajak berkomunikasi. Di
unit emergensi, pasien tiba-tiba kejang, dan tampak kesulitan bernapas. Hingga pasien belum sempat
mendapatkan pengobatan apapun di IGD, Tn. Alex dinyatakan telah meninggal dunia

Menurut keterangan dari keluarga dan teman-temannya, Tn Alex tidak tampak sakit saat pagi hari itu,
dan tidak mengeluh sesuatu kepada orang disekitarnya. Tn Alex juga diketahui tidak memiliki riwayat
penyakit tertentu sebelumnya. Saat kejadian, Tn Alex memakan nasi dengan sayur dan lauk sejenis
dengan yang dimakan oleh teman-temannya ditemani sebotol air mineral yang dibelinya di koperasi
pabrik. Sedangkan saat pagi di rumah, pasien hanya mengonsumsi roti dan segelas teh hangat, seperti
kebiasaan pasien setiap harinya.

Tn Alex dikenal di lingkungan rumah dan tempat kerjanya sebagai orang yang ramah dan mudah
bergaul. Tn Alex tidak dikenal memiliki musuh oleh orang-orang terdekatnya. Dahulu Tn Alex sempat
memiliki masalah utang-piutang dengan seorang teman kerjanya, yang menurut pengakuan sang istri
pasien, hingga kini masalah tersebut belum terselesaikan.