You are on page 1of 8

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/264790273

Cahaya dan Optik: Pemantulan-Cermin dan
Pembiasan-Lensa

Article · August 2014
DOI: 10.13140/2.1.1383.1047

CITATION READS

1 21,220

2 authors:

Sparisoma Viridi Novitrian N.
Bandung Institute of Technology Bandung Institute of Technology
159 PUBLICATIONS 143 CITATIONS 35 PUBLICATIONS 56 CITATIONS

SEE PROFILE SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Compaction in 2-d granular materials View project

All content following this page was uploaded by Sparisoma Viridi on 18 August 2014.

The user has requested enhancement of the downloaded file.

id. Untuk saat ini kaitan keduanya cukup sampai di sini dan tidak akan  cahaya: spektrum cahaya. konsep cahaya dan dapat pula bersifat sebagai partikel. teropong. 2novit@fi. Pendahuluan Dalam tulisan ini diberikan pula konsep-konsep cahaya dan optik di luar tingkat SMP. cahayanya dikarenanya cahaya lampu tersebar di periskop. pembelajaran fisika. pemantulan. optik. dan cembung). partikel koloid. pembentukan bayangan karena pemantulan. dengan lampu tersebut kita dapat melihat cemerlang  alat-alat optik: mata. hanya sebagai motivasi bahwa terdapat hal-hal  pemantulan: hukum pemantulan cahaya. Kata kunci: cahaya. Topik yang diulas dibatasi hanya meliputi fenomena pemantulan dan pembiasan yang mendasari cara kerja alat optik cermin dan lensa. Institut Teknologi Bandung. dan berinteraksi antar sesamanya melalui Dalam tulisan ini akan disajikan lebih dahulu interferensi. Telah disebutkan bahwa gelombang adalah sesuatu  pembiasan: hukum pembiasan cahaya. yang dikenal optik dibatasi pada sebagai dualisme partikel-gelombang.  interferensi. Sayangnya topik ini dan seakan-akan terpisah. Perbedaan keduanya akan menjadi kabur dan dapat saling Konsep-konsep Cahaya dan Optik dipertukarkan pada skala atomik di mana partikel Pada tingkat SMP. lup. yang permuka- annya berbeda koefisien hamburannya (ada yang 4-1 . (datar. suara. Partikel adalah sesuatu yang jenjang selanjutnya. yaitu partikel dan menjadi jarang dibahas dalam kompetisi pada gelombang. pembentukan bayangan karena merambat dari lampu menuju mata kita. kamera. dengan tujuan Ringkasan mengenai konsep cahaya dalam fisika sebagai motivasi agar pembaca tertarik untuk terus dan aplikasinya dalam optik geometri untuk tingkat mendalami bidang ini. pembiasan. yang telah dilengkapi dengan contoh-contoh soalnya. lensa.id Abstrak Sekilas konsep cahaya dalam bidang fisika yang diajarkan pada Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) disajikan dalam tulisan ini. Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru OSN Tingkat SMP & SMA se-Aceh Batch III Bandung. cahaya. rambatan lurus dibahas lebih lanjut. Saat kita membaca buku hamburan cahaya pada halaman suatu buku. ini mudah diperoleh. cermin. orang. dewasa mengajarkannya pada tingkat SMP. mobil. adalah sesuatu yang merambat. baik untuk pembelajaran maupun dapat bersifat sebagai gelombang dan gelombang dalam ajang perlombaan sains. Indonesia 1 dudung@fi. tersebar dalam ruang. dan planet merupakan contoh lalu kemudian kaitan antar berbagai konsep tersebut partikel.ac.ac. difraksi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 12 Agustus . Dijelaskan pula kaitan antara berbagai konsep sehingga pengajar dapat lebih mudah memahami bahwa satu konsep disusun atas konsep lainnya dan tidak saling terpisahkan. sedangkan gelombang perguruan tinggi [4]. seperti pada tingkat Sekolah terlokalisasi dalam ruang dan berinteraksi antar Menengah Tingkat Atas (SMA) [3] ataupun sesamanya melalui tumbukan. menarik lain yang dapat dipelajari sehingga akan pemantulan cahaya oleh berbagai jenis cermin membuat orang terus bersemangat untuk belajar.itb. bola. Kedua pembiasan cahaya oleh pembias datar (prisma sifat inilah yang menyebabkan kita dapat melihat dan keping kaca sejajar/plan paralel) dan saat lampu dinyalakan atau suatu halaman buku pembias lengkung. yang merambat dan tersebar dalam ruang. Bandung 40132. kita berada di balik suatu benda yang menghalangi.1 September 2014 Cahaya dan Optik: Pemantulan-Cermin dan Pembiasan-Lensa Sparisoma Viridi1 dan Novitrian2 Program Studi Fisika. sedangkan elektron. Hal tersebut disinggung adalah cahaya. dalam ruang. Jalan Ganesha 10. ombak merupakan contoh gelombang. asteroid. kaca mata. Terkecuali pembiasan. walaupun hanya untuk Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP). Elektron. mikroskop. dan sehingga diharapkan dapat lebih mudah dipahami. cekung. konsep-konsep yang mendasari cahaya dan optik. pembiasan cahaya oleh dapat dibaca. dan dispersi: konsep dan di mana pun kita berada dalam ruangan yang sama contoh-contohnya. 2]. di mana dalam berbagai sumber tersebut contoh-contoh soal yang disajikan Partikel dan Gelombang merupakan arsip dari ajang olimpiade nasional Dalam fisika terdapat dua hal yang amat berbeda maupun internasional [1.itb. Saat lampu dinyalakan cahaya cahaya lensa tipis.

 suatu cahaya tidak dapat berinteraksi dengan cahaya lainnya (suatu cahaya tidak dapat Gelombang transversal merupakan gelombang yang mengendalikan cahaya lainnya).  frekuensi f: jumlah osilasi fasa medan listrik Gelombang EM dengan panjang gelombang sedikit (dan juga medan magnetik) dalam satu detik. Beberapa Parameter Fisis Terdapat beberapa parameter fisis yang dapat mendeskripsikan cahaya sebagai gelombang EM. dan Konsep adanya gelombang ultra dan infra adalah membentuk pola-pola yang kita kenal sebagai huruf analogi dalam gelombang bunyi (mekanik) dan dan gambar). antara lain adalah  periode T: waktu terpendek yang dibutuhkan medan listrik (dan juga medan magnetik) gelombang EM untuk berosilasi dari satu fasa Gambar 2. L NL Spektrum gelombang EM Gambar 3. ultrasonik dengan ultraviolet. gelombang cahaya kisaran 4. Gelombang EM membentang dari frekuensi rendah (105 Hz) sampai frekuensi tinggi (1018 Hz). linier. Ilustrasi suatu gelombang EM yang merambat melewati medium. serta kedua medan tersebut f1 f1 f1 f2 berosilasi secara sinusoidal dengan frekuensi dan fasa yang sama [5].  panjang gelombang λ: jarak yang dilampaui gelombang dalam waktu satu periode. Di dalam vakum dan umumnya Pembahasan yang diberikan dalam tulisan ini juga di udara. Pada di sebelah kita juga dapat membaca halaman yang gelombang bunyi daerah 20 Hz . yang memberikan sifat-sifat yang telah r E dikenal [9]. dan ke arah sumbu z positif. Spektrum gelombang EM (atas) [7] dan cahaya kembali ke fasa tersebut. 4-2 .29-7. cahaya dibatasi hanya pada sifat cahaya dalam bahan optik merupakan gelombang transversal. y  prinsip superposisi berlaku. r B  frekuensi cahaya tidak dapat berubah saat Gambar 1.1 September 2014 memberikan sensasi gelap dan terang.20 kHz adalah sama karena cahaya dihamburkan oleh halaman frekuensi audio (yang terdengar). Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru OSN Tingkat SMP & SMA se-Aceh Batch III Bandung. memiliki arah rambat tegak lurus dengan arah osilasinya. di atas rentang cahaya tampak (visible light) dikenal  frekuensi sudut ω: jumlah osilasi fasa medan sebagai gelombang infrared dan dengan panjang listrik (dan juga medan magnetik) dalam gelombang sedikit di bawahnya dikenal dengan radian tiap satuan waktu. Di sini juga berlaku gelombang cahaya (elektromagnetik): infrasonik yang hal yang sama sama. yaitu gelombang yang tersebut. 12 Agustus . di mana orang yang beada dengan infrared. Ilustrasi interaksi antar cahaya setelah melewati bahan optik linier L (kiri) dan nonlinier NL (kanan). di mana untuk gelombang EM arah Dalam bahan optik nonlinier semua hal di atas tidak r berlaku. Kedua Gelombang Elektromagnetik rentang tersebut menggambarkan daerah di mana dua dari panca indera kita dapat mendeteksi Cahaya termasuk ke dalam jenis gelombang keberadaan masing-masing jenis gelombang elektromagnetik (EM). yaitu x r  sifat optik seperti indeks bias dan koefisien z k absorbsi tidak bergantung pada intensitas cahaya. menuju mata kita. r melainkan melalui osilasi medan listrik E dan Bahan Optik r medan magnetik B . gelombang ultraviolet. sedangkan pada tersebut ke segala arah. merambat tanpa perlu perantaraan medium. frekuensi cahaya yang digunakan menjadi semakin mendalam dan marak setelah dikembangkannya berkas laser pada tahun 1960-an. tampak (bawah) [8].69 × 1014 Hz adalah frekuensi visible (yang terlihat). serta jauh dari sumbernya. rambat gelombang k tegak lurus dengan arah r r osilasi E dan B . Di mana Investigasi mengenai sifat bahan optik nonlinier secara umum mata manusia dapat melihat cahaya yang terkait dengan pengaruh intensitas dan dalam rentang panjang gelombang 390-700 nm [6].

garis lurus. dibuat berdasarkan keberlakukan aturan T dalam Persamaan (6) tersebut. Ilustrasi bagaimana cahaya dipantulkan Persamaan (5). atau secara mikroskopik untuk mendalami lebih jauh. garis normal θd (berkas berwarna merah) dipantulkan oleh Dengan melihat parameter-parameter tersebut. 2π k= . (5) selalu berukuran besar.  kecepatan rambat v: jarak yang dilampaui gelombang tiap satuan waktu. cekung. (2) θd = θ p . (6) T 2π Segala jenis cermin. Pada hamburan fenomena pemantulan tetap Untuk tingkat SMP cukup dipahami bahwa cahaya terjadi akan tetapi hanya secara makroskopik. Pembiasan Pemantulan Saat menemui bidang batas cahaya dapat pula Cahaya saat menemui bidang batas antara dua buah sebagiannya diteruskan akan tetapi kecepatan rambat medium akan dipantulkan sebagian atau seluruhnya. Akan tetapi sebagai pengajarnya secara makroskopik berkas-berkas sejajar sinar datang perlu pengetahuan bahwa ini merupakan hal khusus dihamburkan pada arah-arah yang berbeda. dapat bidang pantul dengan sudut terhadap garis normal θp (bekas berwarna biru). Ilustrasi bagaimana berkas-berkas mengintepretasikannya demikian. (1) bahwa sudut datang θd sama dengan sudut pantul θp 1 f = . sebagaimana bukti eksperimennya ditunjukkan oleh tampaknya beberapa bintang saat gerhana matahari. dituliskan persamaan-persamaan berikut ini Selalu berlaku pada setiap pemantulan pemantulan λ = vT . dengan mengambil lintasan dengan waktu tempuh Pada hamburan berkas-berkas sinar datang tetap terpendek. merambat secara melengkung (curvilinearly) dalam pengaruh medan gravitasi. (3) cembung. maupun ω= . Berkas cahaya datang dengan sudut terhadap satuan luas dari cahaya. (4) λ Hamburan c Bidang pantul yang diberikan dalam Gambar 4 tidak n= .  intensitas I: energi tiap satuan waktu tiap Gambar 4. kadang amat kecil dan antara v satu bidang dengan bidang lain memiliki arah garis normal yang berbeda sehingga secara makroskopik Prinsip Fermat efek pemantulan tidak lagi teramati. secara umum cahaya dipantulkan. dihamburkan pembiasan [10]. diberikan dalam Gambar 5. Apabila tertarik cahaya dihamburkan. melainkan efek Prinsip Fermat menyatakan bahwa cahaya merambat lain yang dikenal sebagai hamburan. baik datar. berbeda dengan kecepatan rambat pada medium Bila sebagian maka sebagian lain akan dibiaskan sebelumnya sebagaimana telah diberikan dalam atau diserap. yang seharusnya tertutup oleh posisi matahari [11]. Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru OSN Tingkat SMP & SMA se-Aceh Batch III Bandung. Hal ini merupakan satu hal sebagai akibat konsekuensi dari Teori Relativitas Umum. di mana prinsip ini mendasari hukum memenuhi Persamaan (6) akan tetapi berkas-berkas tentang pemantulan dan hukum Snell tentang cahaya datang yang awalnya sejajar. θd θp  indeks bias n: perbandingan kecepatan rambat cahaya dalam vakum c dengan kecepatan rambat cahaya dalam suatu medium v (cahaya bergerak lebih lambat dalam medium dibandingkan dalam vakum). Gambar 5. berikut ini. sehingga tidak kaget saat melanjutkan studi dan mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam Cermin menggambarkan fenomena pemantulan bahwa dalam ruang tertentu lintasan terpendek sedangkan lembar aluminium (aluminium foil) dan antara dua titik adalah garis melengkung dan bukan kertas menggambar fenomena hamburan. 12 Agustus . di mana merambat lurus.1 September 2014  bilangan gelombang k: jumlah panjang oleh satu bidang pantul diberikan dalam Gambar 4 gelombang dalam radian tiap satuan panjang. Mirip dengan penjelasana dalam peristiwa pemantulan. dalam pembiasan terdapat 4-3 . Mata kita mengamati bahwa cahaya ke berbagai arah sehingga tidak lagi teramati adanya merambat lurus dalam ruang dan otak kita juga pemantulan.

sinar-sinar istimewa pada cermin. θd nd nb θb Gambar 6. berkas-berkas pantul yang semula titik 0 akan menjadi titik 1. berwarna biru). yang tak lain merupakan konsekuensi dari Persamaan (6). Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru OSN Tingkat SMP & SMA se-Aceh Batch III Bandung. Terdapat tiga jenis cermin yaitu cermin 0 datar. Cermin datar akan fokus. yang dikenal pula sebagai titik fokus Aturan-aturan di atas dikenal juga sebagai aturan cermin (cekung). Cermin cembung dapat dibentuk dari suatu memantulkan berkas-berkas sejajar cahaya datang permukaan luar suatu silinder (atau bola). Berkas-berkas yang datang sejajar pada cermin utama dipantulkan melalui titik fokus (atau cekung dipantulkan melewati suatu titik 0 yang dekat seakan-akan dari titik fokus). cermin cekung. indeks bias medium datang nd. dan indeks Cermin cekung dibentuk dari permukaan dalam bias medium bias nb dalam bentuk suatu silinder (atau bola). Terdapat hubungan antara sudut datang θd.  berkas yang datang melalui titik fokus (atau seakan-akan melalui titik fokus) dipantulkan Bila berkas-berkas sejajar yang datang juga sejajar sejajar dengan sumbu utama. dan cermin cembung.1 September 2014 pula sudut datang θd dan sudut bias θb. Cermin datar memantulkan berkas-berkas yang bidang batas dengan sudut terhadap garis normal θb (bekas datang sejajar menjadi kembali sejajar. dengan titik fokus 1. 12 Agustus . Cermin 1 2 Devais optik paling sederhana salah satunya adalah cermin. Terdapat aturan-aturan yang mengaitkan sifat-sifat berkas yang datang dan dipantulkan oleh cermin. Berkas cahaya datang dengan sudut terhadap garis normal θd (berkas berwarna merah) dibiaskan oleh Gambar 7. Cermin cembung (convex mirror) Cermin datar (plane mirror) Pada cermin cembung berkas-berkas sejajar yang Cermin datar dibentuk dari permukaan datar atau datang akan dipantulkan saing menjauh satu sama dapat juga dikatakan sebagai bagian luar (atau lain. di mana berkas-berkas nd sin θ d = nb sin θ b . sudut Cermin cekung (concave mirror) bias θb. (7) sejajar cahaya yang datang tidak lagi dipantulkan sejajar sebagaimana dalam Gambar 7. Ilustrasi mengenai hal ini yang datang dari medium yang kurang rapat ke diberikan dalam Gambar 8. dipantulkan mendekati suatu titik yang dikenal Ungkapan yang menyatakan bahwa berkas cahaya sebagai titik fokus cermin. dan dengan sumbu utama (garis yang menghubungkan  berkas yang melalui pusat lingkaran lensa akan titik 1 dan 2 dalam Gambar 8) maka titik pertemuan dipantulkan kembali melalui titik tersebut. satu sama lain seperti ditunjukkan dalam Gambar 7. medium yang lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal. 4-4 . seakan-akan berkas-berkas pantul bersumber dalam) dari suatu permukaan silinder (atau bola) dekat dari suatu titik yang disebut sebagai titik dengan jari-jari tak hingga. melainkan yang dikenal sebagai hukum pembiasan Snell. yaitu  berkas yang datang sejajar dengan sumbu Gambar 8. tak lain hanya merupakan konsekuensi dari Persamaan (7). yang menjadi berkas-berkas cahaya pantul yang sejajar ilustrasinya diberikan dalam Gambar 6. sedangkan yang berasal dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal.

cermin cekung. di mana sebagai berlaku hubungan [12] obyeknya akan digunakan sebuah panah tegak yang telah umum digunakan. yaitu 0. II. (e) Pembentukan bayangan oleh cermin – Pada cermin bayangan yang terbentuk dapat diperkirakan dengan menggunakan sinar-sinar istimewa pada cermin. Gambar 10 kiri merupakan penyederhanaan dari Dalam membentuk bayangan suatu obyek. diberikan dalam Gambar 10. Berkas-berkas yang datang sejajar pada cermin cembung dipantulkan seakan-akan bersumber dari suatu titik 0 yang dekat dengan titik fokus 1. apabila Gambar 9. dan –. Akan tetapi Gambar 10. II. atau III) akan memiliki sifat bayangan ilustrasi sebenarnya seperti dalam Gambar 8 dan yang sama. dan cermin cembung dengan benda terletak pada ruang I (e). III (d). cermin cekung dengan benda memusatkan cahaya. cermin datar (0). dan III (g). Simbol ilustrasi ketiga jenis cermin: cermin untuk cermin cembung ketiga ilustrasi diberikan cekung (+). dan cermin cembung digambarkan dengan suatu simbol Gambar 11. seperti terletak pada ruang I (b). Untuk menyederhanakan ilustrasi cermin pada bagian ini – dan seterusnya cermin datar. Pembentukan bayangan oleh ketiga jenis dan juga menggunakan tanda kekuatannya untuk cermin: cermin datar (a). 12 Agustus . hanya untuk meyakinkan bahwa pada ketiga ruang Gambar 10 kanan merupakan penyederhanaan dari tersebut (I. Untuk jenis cermin + 0 – cekung terdapat hasil yang berbeda apabila benda diletakkan dalam ruang I. Dalam Gambar 11 untuk jenis cermin datar cukup digambarkan satu kondisi karena pada kondisi yang lain (benda berada di ruang I. Ilustrasi pembentukan bayangan oleh cahaya yang datang dari obyek membentuk sudut ketiga jenis cermin akan menggunakan notasi dalam yang relatif kecil terhadap sumbu utama maka Gambar 10 yang lebih sederhana. Setiap titik pada benda dapat (f) dipetakan menjadi setiap titik pada bayangan dengan menggunakan minimal dua berkas cahaya. sedangkan pada ruang yang lain (g) terhadap sisi cermin disebut bayangan maya. yang dikenal pula sebagai titik fokus cermin (cembung). II (c). (d) Bila berkas-berkas sejajar yang datang juga sejajar dengan sumbu utama (garis yang menghubungkan + titik 1 dan 2 dalam Gambar 9) maka titik pertemuan perpanjangan berkas-berkas pantul yang semula adalah titik 0 akan menjadi titik 1. II. II (f).1 September 2014 (a) 0 0 (b) 1 2 + (c) + Gambar 9. atau III. 4-5 . oleh – karena itu bayangan yang terletak pada ruang yang sama dengan benda terhadap sisi cermin disebut bayangan nyata. +. dan cermin cembung (–). Sifat cermin secara umum adalah memantulkan. Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru OSN Tingkat SMP & SMA se-Aceh Batch III Bandung. maupun III) akan memberikan hasil yang sama.

yaitu kaca sejajar. cembung. Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru OSN Tingkat SMP & SMA se-Aceh Batch III Bandung. Kemungkinan rentang nilai s dan s' untuk cermin udara maka n dalam Persamaan (12) harus serta deskripsinya. dan yang dibentuk dengan konsep pembentukan fokus cermin dan lensa. keduanya diukur terhadap permukaan = (n − 1) −  .1 September 2014 1 1 1 Untuk lensa tipis di udara. Apakah perbedaan dari convex jenis lensa apabila dianalogikan dengan jenis-jenis meniscus dan concave meniscus hanya karena cermin yang baru saja dibahas. (8) kedua permukaannya R1 dan R2. dimodifikasi mengikuti hukum pembiasan Snell Jenis cermin Variabel Deskripsi dalam Persamaan (7) yang mendasarinya. Dalam tingkat SMP lensa yang dimaksud dibatasi hanya untuk lensa tipis. convex menis- kerjanya berdasarkan fenomena pemantulan. Perbesaran atau perbandingan tinggi bayangan dengan tinggi benda diberikan oleh h' m = (9) h atau s' m=− . dan f > 0. dilihat dari sisi yang berbeda? Pertanyaan ini wajib lenca cembung (convergen). R2 = ∞. dan lensa cekung dapat dijawab oleh seorang pengajar fisika. cembung s' < 0 bayangan maya cekung s' < 0 bayangan maya s' > 0 bayangan nyata Kemungkinan rentang nilai s dan s' diberikan dalam Tabel 1. planoconvex R1 > 0. Fokus cermin dilambangkan dengan fc. mengulas penerapan persamaan cermin dan lensa 4-6 . maka cus R1 > 0. Tanda semua s>0 benda nyata untuk R1 dan R2 mengikuti aturan tanda sumbu kartesian [15]. (10) s di mana tanda + atau – selalu disertakan saat menyatakan perbesaran. 12 Agustus . Gambar 12. Persamaan (11) tak cermin dan lensa sehingga muncul persamaan yang lain merupakan konsekuensi dari Persamaan (7) mengaitkan antara jarak benda. double concave R1 < 0. yang memiliki persamaan [13] Penutup 1 1 1 Telah diberikan konsep-konsep yang mendasari + = . berturut-turut untuk cermin datar. Bila cermin adalah devais optik yang prinsip R2 < 0. apabila diketahui jari-jari + = . jarak bayangan. Terdapat tiga R1 < 0. Ilustrasi berbagai jenis lensa yang termasuk ke dalam lensa konvergen (atas) dan lensa divergen (bawah) [16]. Tanda – menyatakan bahwa bayangan yang terbentuk terbalik dibandingkan dengan bendanya. (lens maker's equation). di mana menuju sebelah kanan adalah datar s' < 0 bayangan maya positif dan menuju sebelah kiri adalah negatif. f < 0. fokusnya dapat s s' f c ditentukan melalui [14] di mana s adalah posisi benda dan s' adalah posisi 1  1 1  bayangan. Pemanfaatan lebih jauh dari bayangan mirip seperti dalam bagian pembentukan materi dalam tulisan ini dapat dilakukan dengan bayangan oleh cermin. di mana untuk ketiga jenis cermin tersebut berlaku bahwa f = ∞. yang s s' f l kemudian juga diaplikasikan pada prinsip kerja di mana fl adalah fokus lensa. R2 < 0. lensa adalah devais optik yang prinsip kerjanya planoconcave R1 < 0. (11) fenomena pemantulan dan pembiasan. R2 < 0. R2 > 0. Lensa dan Jenis-jenisnya Lensa double convex akan memberikan nilai R1 > 0. (divergen). fl  R1 R2  Penggunaan indeks c disebabkan telah digunakan sebelumnya simbol f untuk frekuensi dalam yang dikenal pula sebagai persamaan pembuat lensa Persamaan (2). dan concave meniscus berdasarkan fenomena pembiasan. Apabila lensa tidak berada dalam Tabel 1. R2 = ∞. dan cekung. di mana n adalah indeks bias bahan lensa. (12) cermin.

p. "Fundamentals Physics". "Fundamentals Physics". Molitoris. Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru OSN Tingkat SMP & SMA se-Aceh Batch III Bandung. Penerbit Pustaka Widayatama. Penerbit Erlangga. 2006. 391. 2010. Nave. pp. 7. Fifteenth Edition. 16. teleskop. Astronomy. pp. 805. 1991. Enstein. 10. “Introduction 6. "The Electromagnetic Spectrum" in HyperPhysics. pp. Johnson. C. "Tutor Senior 9. J. 3. dan mikroskop. Routledge Great Minds.edu Sons (Asia). Engle- "Strategi Meraih Medali Emas Olimpiade wood Cliffs. "Fundamentals of Photonics". Sons. "Relativity". Hoboken. 1994. D. 9 Concepts and Applications". Thomson Brooks/Cole. 00:28 UTC. Ibid. 2014. Cutnell and K. "Fundamentals Physics". pembesar. Georgia State University. and L. First Edition. C. Singapore.gsu. Ciracas. pp. Resnick. Meyer-Arendt. Brooks/Cole Edition. 12. of John Wiley & URL http://hyperphysics. John Wiley & Sons. Wikipedia contributors. 15. The Free Encyclopedia. Teich. 2008. Saleh and M. Physics". Toronto. Department of Physics and Astronomy. J.html [20140804]. First p. D.html#c3 [20140818]. HyperPhysics. 2012. op. A. "Biology: to Physics”. Nave. J. Starr. B. p. 12 Agustus .wikipedia. cit. 1989. Evers. 4. A.phy-astr. "Olimpiade Fisika SMA". Georgia State University. Tim SSCIntersolusi. and J.. "Visible Spectrum". First Published. C. Fisika SMP". and Modern Optics". 892. Prentice-Hall. 25 July 2014. Cetakan Pertama. C. R.org Referensi /w/index. biology series.edu /hbase/ems1. Rosella. Eighth Extended /hbase/geoopt/lenseq. cit. Starr. 86-90. C. 76-77. Olimpiade Fisika Lima Benua Tingkat SMP". "The Best Test Preparation for 13. Walker. URL http://en. John Wiley & Penerbit Jalur Mas Media. Cetakan Pertama. "Introduction to Classical 2. W. Halliday.phy-astr. Research & Education Association. 2012. Forum Fisikawan Filosofis dan Fundamental.1 September 2014 dalam alat-alat optik seperti periskop. kaca 8. 936. E. 11. R. S. A. pp. URL http://hyperphysics. p. Lestari dan E. loc. Edition. Yogyakarta. R. 4-7 View publication stats . Wikipedia. 2012. R. 14-16.php?title=Visible_spectrum&oldid=6 18348149 [20140804] 1. 88-107. J. 738. International Student Version. 2013. 2011. Third Edition.gsu. Edition. the Graduate Record Examination (GRE) in 14. Department of Physics and 5. "Cartesian Sign Convention" in Piscataway.