You are on page 1of 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, bahwa penulis telah
menyelesaikan tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang membahas penalaran ilmiah dalam
bentuk makalah.

Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.
Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat
bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi
teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak dosen M. Yusuf, S.Pd., M.Pd. yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada
penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.
2. Teman- teman yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai
kesulitan sehingga tugas ini selesai.

Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak
yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai,
Amin.

Palembang, 26 April 2017

Kelompok 4

i

... DAFTAR ISI Kata Pengantar ………………………………………………....1 Penalaran Deduktif 1.......2.Pengertian Paragraf Generelisasi.......…………......…………… 4 2.......2 Tujuan ………………………………………….. PENDAHULUAN 1...... 6 2....1........................………......………… 7 ii ..........1 Penalaran Ilmiah .....7 Jenis Paragraf Induktif………………………………………… 7 A........1... PEMBAHASAN 2...... 3 2.....2....6 Ciri – cirri Paragraf Induktif…………………………………… 7 2....2...………………....... 4 2...5 penalaran induktif……………………………………………… 6 2......…………………………. 4 3. 4 2...2.2.....…………… 3 2....…………………….....2.………. Silogisme Alternatif.………….......... i Daftar Isi ………………………………………………………………… ii BAB I......1 Pengertian Penalaran Ilmiah..…………….2.………………. Silogisme Hipotensis........................................3 Penarikan Kesimpulan Secara Tidak Langsung………………....Silogisme Kategorial.....................2 Tujuan Penalaran Ilmiah .….....………................. Silogisme…………………………………………………… 5 B..2 Penarikan Kesimpulan Secara Langsung……………………........……….... Entimen……………………………………………………..… 4 4............. 5 A.. 4 2..........4 Contoh Paragraph Deduktif…………………………………… 6 2.………........ Entimen....2 Jenis – Jenis Penalaran Ilmiah .....1 Latar Belakang ……………………………………………………… 1 1........…… 3 2.. 2 BAB II.............

....3.... B.. iii iii .. PENUTUP 3..………...2..Pengertian Paragraf Analogi....………… 8 2.....………....... Jenis – jenis salah nalar………………………………………....8 Pendekatan Ilmiah……………………………………………...... 8 2....…… 8 D... Konsep dan simbol dalam penalaran………………………….. 8 E.. 8 2.....…..Pengertian Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2..........3.. Pengertian dan contoh salah nalar……………………………...... 10 BAB III....……………………………………………… 11 3..2 Saran.. 7 C.………….…….3...... Pengertian Paragraf Akibat Sebab..2..3. 8 2....3 Kesalahan Penalaran……………………………………………….....1 Kesimpulan ………….PengertianParagraf Sebab Akibat.. 9 2..……………………………………………… 12 Daftar Pustaka …………………………………………………………...........……….......1.

Apakah macam macam kesalahan dalam penalaran ? 1. Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Apakah yang dimaksud dengan Penalaran Induktif ? 4. Apa saja jenis jenis penalaran ilmiah ? 5. yaitu Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif. yaitu berdasarkan logika. Metode ini diawali dari pebentukan teori. Apakah yang dimaksud dengan Penalaran Deduktif ? 3. Latar Belakang Pencarian pengetahuan yang benar harus berlangsung menurut prosedur atau kaedah hukum. Dengan kata lain. hipotesis. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah makalah ini adalah sebagai berikut: 1. BAB I PENDAHULUAN 1. Dengan demikian. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut. untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.3. Tujuan Penulisan 1 . Apa yang dimaksud penalaran ilmiah ? 2. Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran. Sedangkan aplikasi dari logika dapat disebut dengan penalaran dan pengetahuan yang benar dapat disebut dengan pengetahuan ilmiah. instrumen dan operasionalisasi. yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini. dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah kedua penalaran tersebut dapat digunakan secara bersama-sama dan saling mengisi. definisi operasional. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum.2. dan dilaksanakan dalam suatu wujud penelitian ilmiah yang menggunakan metode ilmiah dan taat pada hukum-hukum logika 1.1.

Mengingat pentingnya mengetahui tentang penalaran ilmiah dalam penggunaannya di kehidupan sehari . 3. Mampu menjelaskan Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif 2 . Mengetahui definisi Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif. 2. maka makalah ini dibuat dengan tujuan sebagai berikut : 1. Memahami arti Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif.hari.

1 Penalaran Ilmiah Dalam kehidupan sehari-hari kita kerap kali menghadapi masalah. 2.1. sentiment pribadi atau sentiment kelompok. informasi. Pengertian Penalaran Ilmiah Adalah suatu proses berfikir dengan menghubung-hubungkan bukti. Dengan tujuan mencari jalan keluarnya. menghadapi serta mencari solusi. Tujuan Penalaran Ilmiah 3 . Penalaran menjadi bagian penting dalam proses melahirkan sebuah karya ilmiah. atau petunjuk menuju suatu kesimpulan.  Sifat analitik dari proses berfikir. Disini peran penalaran kita butuhkan dalam pencapaiannya. BAB II PEMBAHASAN 2. Ciri-ciri Penalaran :  Adanya suatu pola piker yang secara luas disebut logika. bahkan teori yang telah diperoleh.1.2. keputusan atau sikap yang baru. 2. Sedangkan berfikir deduktif yaitu cara berfikir dalam rangka menarik kesimpulan yang dimulai dari pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus (individual) kemudian dilanjutkan dengan pernyataan bersifat umum. Yang dimana fungsi dari proses tersebut amatlah dibutuhkan pada saat kita menarik kesimpulan. peristiwa dan pilihan yang mengharuskan diri kita untuk dapat memahami. atau pendapat para ahli (otoritas). Mengesampingkan unsur emosi. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berfikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. penalaran adalah proses berfikir yang sistematis dalam logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan atau informasi yang sebelumnya tidak diketahui. Dengan kata alur dari pernyataanlain. Dan tetap berdasarkan pada keilmuan.  Menghasilkan kesimpulan berupa pengetahuan.  Premis berupa pengalaman atau pengetahuan. pengalaman.1. Sebab dengan penalaran kita dapat mengetahui cara atau tahapan dalam proses pemahaman dan penarikan kesimpulan sehingga menghasilkan sebuah informasi yang sebelumnya kita tidak ketahui. Di dalam proses penalaran kita juga telah merasakan proses berfikir secara induktif yang merupakan cara berfikir dimana dalam menarik suatu kesimpulan dimulai dari yang bersifat umum dari berbagai kasus ke yang bersifat individual. fakta.

Kesimpulan Jenis penalaran deduktif yaitu: 1) Silogisme Kategorial = Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Penarikan simpulan secara langsung Simpulan secara langsung adalah penarikan simpulan yang ditarik dari satu premis. Penalaran Deduktif Metode berpikir deduktif adalah suatu metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus. Tujuan dari penalran adalah untuk menentukan secara logis atau objektif. Dasar pemikiran utama (premis mayor) 2. dilakukan melalui serangkaian pernyataan yang disebut silogisme dan terdiri atas beberapa unsur yaitu: 1. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.2. Dalam penalaran deduktif.1. (simpulan) 4 . Premis minor : Bob adalah siswa kelas X SMA Kesimpulan : Bob wajib mengikuti jam pelajaran Sosiologi 2. Hal ini adalah suatu sistem penyusunan fakta yang telah diketahui sebelumnya guna mencapai suatu kesimpulan yang logis. (premis) Sebagian P adalah S. 2) Silogisme Hipotesis = Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Semua S adalah P. Contoh: Premis mayor : Semua siswa SMA kelas X wajib mengikuti pelajaran Sosiologi.2. 4) Entimen = Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Premis yaitu prosisi tempat menarik simpulan. Simpulan secara langsung : 1.2. apakah yang kita lakukan itu benar atau tidak sehingga dapat dilaksanakan. Dasar pemikiran kedua (premis minor) 3. baik dalam tulisan maupun lisan. 3) Silogisme Akternatif = Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. 2. Jenis – Jenis Penalaran Ilmiah 2.2.

Dari dua premis tersebut akan menghasilkan sebuah simpulan. yaitu: 1. (premis) Sebagian yang mempunyai rambut adalah manusia. (premis) Tidak satu-pun S adalah tak P. (simpulan) 2. (simpulan) 2. (premis) Tidak satu pun S adalah tak-P. Semua S adalah P. Contohnya: . (premis) Semua S adalah tak-P. (simpulan) 4.2. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). (simpulan) 3. Jenis penalaran deduksi dengan penarikan simpulan tidak langsung. (premis) Tidak satu pun pistol adalah senjata tidak berbahaya.Contoh: Semua manusia mempunyai rambut. (premis) Tidak satu pun kucing adalah tak berbulu. (premis) Semua gajah adalah bukan jerapah. (simpulan) Tidak satu-pun tak P adalah S. (simpulan) Tidak satu pun yang tak berbulu adalah kucing. Silogisme Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. (simpulan) Contoh: Semua pistol adalah senjata berbahaya. Semua S adalah P. Tidak satu pun S adalah P.Semua manusia akan mati . (simpulan) Contoh: Semua kucing adalah berbulu.3. Penarikan simpulan secara tidak langsung Untuk penarikan simpulan secara tidak langsung diperlukan dua premis sebagai data. Premis yang pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang bersifat khusus.Ani adalah manusia 5 . (simpulan) Contoh: Tidak seekor pun gajah adalah jerapah.

Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis. Sebaliknya.5. corak. Ada yang menilai bahwa ia seorang yang kurang bermoral dan plagiat karena ada sebagian kecil dalam gubahannya merupakan jiplakan dari puisi asing. Penalaran Induktif Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal yang bersifat khusus untuk menentukan kesimpulan yang bersifat umum. Dan dapat dikatakan silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui. Anto adalah orang cerdas. dan isi. 2. (simpulan) 2.2. 6 .Anto adalah seorang ilmuwan. (simpulan) . semua dosen bijaksana. Namun. Contohnya : . Jadi. Penarikan kesimpulan deduktif dibagi menjadi dua. Dalam sajak-sajaknya yang dikumpulkan dalam "Deru Campur Debu" memperlihatkan adanya perbedaan bentuk. Entimen Entimen adalah penalaran deduksi secara tidak langsung.2. Jadi. 2. Ia disebut penyair yang membawa pembaharuan dalam puisi. Ada yang mengatakan dia sebagai seorang individualis. entimen juga dapat dijadikan silogisme. . Ani akan mati.Pada malam hari tidak ada sinar matahari . Tanggapan orang terhadap Chairil berbeda-beda.Jadi. dengan demikian silogisme dapat dijadikan entimen.Semua manusia bijaksana .Semua dosen adalah manusia Jadi.Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari .4 Contoh Paragraf Deduktif Chairil Anwar terkenal sebagai penyair. kesimpulan ditarik dari sekumpulan fakta peristiwa atau pernyataan yang bersifat umum. Dalam penalaran induktif ini. gaya. bagaimanapun ia tetap seorang penyair besar yang membawa kesegaran baru dalam bidang puisi pada 1945.Semua ilmuwan adalah orang cerdas . yaitu penarikan langsung dan tidak langsung.

ia akan semakin merunduk. kebesaran. Jenis Paragraf Induktif : · Generalisasi · Analogi · Sebab akibat (terbagi menjadi tiga jenis) .2.7.) B. anak kelas 3 cukup pandai mengarang. Menemukan Kalimat Utama. toto. Kalimat Penjelas 5. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut. dan Burhan mendapat nilai 8. ternyata Ali. menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus 3. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama 2. Broto (ed. Contoh: Bukti 1 : logam 1 apabila dipanaskan akan memuai Bukti 2 : logam 2 apabila dipanaskan akan memuai Bukti 3 : logam 3 apabila dipanaskan akan memuai Kesimpulan: Semua logam apabila dipanaskan akan memuai. Anda dapat menarik kesimpulan. Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus 2.Sebab akibat 1 akibat 2 A. Apabila padi itu kosong. ia akan berdiri tegak. 2. sifatnya akan menjadi rendah hati dan dermawan. 7 . Boleh dikatakan. Ketika manusia itu meraih kepandaian.6. dan kekayaan. yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus 8.2. A.Akibat sebab . Kesimpulan terdapat di akhir paragraph 4. Ciri-ciri Paragraf Induktif 1. Hanya Maman yang 6. dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Pengertian Paragraf Analogi Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya.Sebab akibat . Gagasan Utama. Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama. Contoh Paragraf Induktif Analogi Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas. Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama 7. Pengertian Paragraf Generalisasi Kata kunci: “General = umum” Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraph 6. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili Contoh Paragraf Induktif Generalisasi Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa. Alex. Begitu pula dengan padi yang semakin berisi.S. Kemudian. Anak-anak yang lain mendapat 7.

kemudian fakta itu dianalisis untuk diambil kesimpulan. 2. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. akan disimpulkan bahwa setiap anak yang makan banyak tidak akan cepat lapar. Pendekatan Ilmiah (Gabungan antara Deduktif dan Induktif) Metode berpikir pendekatan ilmiah adalah penalaran yang menggabungkan cara berpikir deduktif dengan cara berpikir induktif. tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal. dia tidak akan kelaparan hingga jam pelajaran berakhir. irigasi di desa ini tidak lancar. Misalkan seorang siswa yang apabila sebelum berangkat sekolah telah sarapan terlebih dahulu dalam porsi yang banyak. E. Pengertian Paragraf Sebab Akibat Paragraf hubungan sebab akibat adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab. pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Banyak tanaman yang mati sebelum berbuah karena diserang hama. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Dalam pendekatan ilmiah. Bukan itu saja. Demikian seterusnya hingga timbul beberapa akibat. penalaran disertai dengan suatu hipotesis.2. Contoh Paragraf Induktif Akibat Sebab Hasil panen para petani di Desa Cikaret hampir setiap musim tidak memuaskan. Banyak pula tanaman yang tidak berhasil tumbuh dengan baik. Secara deduktif.C. kita ajukan pertanyaan mengapa seorang siswa cepat lapar? Untuk itu. dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat. Selain itu. Di samping itu. Semua itu merupakan akibat dari kurangnya pengetahuan para petani dalam pengolahan pertanian. Pengertian Paragraf Akibat Sebab Paragraf hubungan akibat sebab adalah paragraf yang dimulai dengan fakta khusus yang menjadi akibat. suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Sebelumnya. Pengertian Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2 Dalam paragraf hubungan sebab akibat 1 akibat 2. distribusi beras ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung terganggu. Untuk menjawab kasus seperti ini. pengairan pun tidak berjalan dengan lancar dan penataan letak tanaman tidak sesuai dengan aturannya. kita ajukan hipotesis bahwa siswa akan cepat lapar jika makanan yang dimakan kurang memenuhi standar gizi dan energi yang dihasilkan oleh 8 . D. Contoh Paragraf Induktif Sebab Akibat 1 Akibat 2 Baru-baru ini petani Cimanuk gagal panen karena tanaman padi mereka diserang hama wereng. Contoh Paragraf Induktif Sebab Akibat Kemarau tahun ini cukup panjang. Oleh karena itu.8. Peristiwa ini menelan kerugian ratusan juta rupiah.

b. Gagasan. atau cacat. kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi. kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat. dan karena dorongan emosi. 3. Kesalahan Penalaran Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan. pikiran. 2. Gagasan. Ada kesalahan yang terjadi secara tak sadar karena kelelahan atau kondisi mental yang kurang menyenangkan. kesalahan analogi. Kesalahan deduktif dapat disebabkan : a. disamping kesalahan yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu. kepercayaan atau simpulan yang salah. pikiran. Pembahasan ini akan mencakup dua jenis kesalahan menurut penyebab utamanya. seperti salah ucap atau salah tulis misalnya. simpulan yang salah. Salah nalar dapat terjadi di dalam proses berpikir untuk mengambil keputusan. berupa : a. yaitu kesalahan karena bahasa yang merupakan kesalahan informal dan karena materi dan proses penalarannya yang merupan kesalahan formal. kesalahan karena adanya 2 premis negatif. kepercayaan. atau cacat disebut sebagai salah nalar. c. Dalam ucapan atau tulisan kerap kali kita dapati pernyataan yang mengandung kesalahan. c. Berikut ini salah nalar yang berhubungan dengan induktif. yaitu : 9 . Salah nalar ada dua macam: 1. kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas. Kesalahan yang kita persoalkan disini adalah kesalahan yang berhubungan dengan proses penalaran yang kita sebut salah nalar. Salah nalar induktif. 4. Fakta atau data yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan. b. kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi. 2. dan d. Ada pula kesalahan yang terjadi karena ketidaktahuan. keliru. Pengertian dan contoh salah nalar : 1. kesalahan karena adanya term keempat.3. 2. Kemudian secara induktif kita uji untuk mengetahui apakah hasil pengujian mendukung atau tidak mendukung hipotesis yang diajukan tersebut.1. makanan tersebut sedikit. 2. keliru. struktur kalimat.3.

Contoh:. ibu Lola seorang penjual batik.3. Jenis – jenis salah nalar A. 10 . Analogi yang Salah Salah nalar ini dapat terjadi bila orang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain. Analogi yang salah Contoh : ibu Yuni. Contoh : Orang itu membakar rumahnya agar kejahatan yang dilakukan tidak diketahui orang lain. C. Generelisasi terlalu luas Contoh : perekonomian Indonesia sangat berkembang B. -Semua gelas akan pecah bila dipukul dengan batu.Broto mendapat kenaikan jabatan setelah ia memperhatikan dan mengurusi makam leluhurnya. Contoh : -Setiap orang yang telah mengikuti Penataran P4 akan menjadi manusia Pancasilais sejati. B.2. seorang penjual batik. Contoh: Anto walaupun lulusan Akademi Amanah tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik. rakyat di daerah itu menjadi cerdas. yang dapat menjualnya dengan harga terjangkau. D. 2. Deduksi yang salah Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan. tentu dapat menjualya dengan harga terjangkau. A. E. Oleh sebab itu. -Anak wanita dilarang duduk di depan pintu agar tidak susah jodohnya. contoh : -Kalau listrik masuk desa. Penyebab Salah Nalar Salah nalar ini disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran maksud. -Anak-anak tidak boleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah. Generalisasi terlalu luas Salah nalar ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah. Pemilihan terbatas pada dua alternatif Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada.

Konsep dan simbol dalam penalaran Penalaran juga merupakan aktifitas pikiran yang abstrak. Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata. 11 . Argumentasi Bidik Orang Salah nalar jenis ini disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa.3. untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Contoh: Program keluarga berencana tidak dapat berjalan di desa kami karena petugas penyuluhannya memiliki enam orang anak.3. sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen. Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. 2. sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian. F. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran.

1 Kesimpulan Dalam melakukan penulisan. BAB III PENUTUP 5.2 Saran 12 . penalaran dibutuhkan agar penulis maupun pembaca dapat berfikir logis. Jadi semua premis harus benar. Pada intinya penalaran berguna untuk menambah daya berpikir logika sehingga menimbulkan disiplin intelektual untuk memperoleh kebenaran dan menghindari kesesatan.  Dalam penalaran. pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Logis yang mencakup fakta. Bentuk bentuk penalaran antara lain silogisme. generalisasi dan analogi. Penulis harus mengenal setiap kriteria dan mengetahui prinsip proses penarikan kesimpulan. Metode deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum yang kesimpulannya berupa pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Metode induktif adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasi pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. 5. Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubungkan fakta-fakta atau data yang sistematik menuju suatu kesimpulan berupa pengetahuan. Terdapat dua jenis metode penalaran yaitu penalaran deduktif dan induktif. entinem merupakan kesimpulan dari silogisme. Silogisme merupakan suatu cara penalaran yang formal. data dan informasi sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan. entinem. generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum dan analogi adalah membandingkan dua hal yang memiliki sifat yang sama. untuk menemukan kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi :  Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah. diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat. Aspek penalaran sangat diperhatikan dalam setiap penulisan karangan ataupun jenis tulisan lainnya.

kami sadar bahwa masih banyak kekurangan di dalamnya. 13 . kami menyarankan pembaca untuk mebaca literatur yang lebih resmi seperti literatur yang dikeluarkan oleh KEMENDIKBUD dan membaca pedoman mengenai Penalaran Ilmiah. Oleh karena itu.Dalam penulisan makalah ini.

Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan iv . 2007.Penalaran Induktif Bahasa Indonesia. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud. Pedoman Penalaran Bahasa Indonesia. 2011. DAFTAR PUSTAKA Kemendikbud. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud. Pedoman Umum Penalaran induktif dan Salah Nalar. 2015.

Maya Puspitasari 3. M. Yuni Khairunnisa 4. PENALARAN ILMIAH Oleh: KELAS/KELOMPOK : 4 KB/4 1. Jevika Berlian 2. Syahrawi JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG v .