You are on page 1of 3

III Deskripsi Pasien

Pasien bernama Ny. Ratmin Humanggito umur 50 tahun, tinggal di desa Bongo
Kabupaten Bone Bolango. Beliau merupakan pasien rujukan dari puskesmas Bongo II
dengan penyakit melena ec. Dan suspek peptic ulcer. Beliau memiliki riwayat penyakit
terdahulu hipertensi dan gagal jantung kongestif

Pasien mengeluhkan sesak dada dan nyeri ulu hati sejak 2 hari selama masih di rumah
sakit. Sesak bertambah saat beraktivitas , sering batuk kering pada malam hari, nyeri
dada namun tidak bengkak pada kaki. Keluhan juga disertai dengan mual dan muntah,
dada terasa panas serta mulut terasa masam.

Hasil pemeriksaan fisik beliau positif hipertensi dari data pemeriksaan fisik tensi yaitu
160/100 mmhg dan nadi 100. Selain itu Beliau didiagnosis gagal jantung kongestif,
hipertensi kelas II, sindrom dyspepsia dan hipokalemia.

Dokter memberikan kombinasi obat seperti O2 via NK Ipm, IVFD kaen 3b 20 tpm, injeksi
ranitidine setiap 12 jam secara intravena, ondetsetron setiap 8 jam secara intravena,
injeksi furosemide 1-0-0 secara intravena, clopidegrol 75 mg 0-1-0 peroral dan ISDn 5
mg 3x1 peroral.

IV Studi Kasus
4.1 Identitas Pasien
Nama : Ny. Ratmin Humanggito
Umur : 50 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
4.2 Riwayat Kesehatan
Keluhan utama
Pasien mengeluhkan sesak dada dan nyeri ulu hati. Sesak bertambah saat
beraktivitas , sering batuk kering pada malam hari mual dan muntah, mulut
terasa masam.
Riwayat Penyakit Sekarang
melena ec., suspek peptic ulcer, gagal jantung kongestif, hipertensi kelas II,
sindrom dyspepsia dan hipokalemia.
Riwayat penyakit terdahulu
hipertensi dan gagal jantung kongestif
Riwayat penyakit Keluarga
-
4.3 Pemeriksaan Fisik
Ku/kes : tss/CM
Tensi : 160/100 mmhg
Suhu : 36OC
Nadi : 100
Respi : 25 kali permenit
Saturasi : 94%
Mata : KA -/-, SI -/-, e
THT : tonsil T1 T1, jvp meninggi
Thoraks: simetris
Cor: murni reguler, murmur (-)
Pulmo: vesikular , rh-/-, wh-/-
Abdomen : H/L TTB
NT abd.epjgastrium (+)
Ekstrimitas : hangat, edema (-), crt krg dari 2 detik.
4.4 Pemeriksaan Penunjang
Darah rutin normal
-GDS 85
- kalium : 2.98
-cr :1.3
-sgpt :122

4.5 Uraian Kasus
Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa pasien memiliki tekanan darah
160/100 mmHg, menurut Farmakologi dan terapi edisi 4, pasien dengan tekanan darah
sistolik (TDS) 160-179 dan tekanan darah diastolic (TDD) 100-109 merupakan hipertensi
kelas II (Sedang).
Dokter memberikan kombinasi obat seperti O2 via NK Ipm, IVFD kaen 3b 20
tpm, injeksi ranitidine setiap 12 jam secara intravena, ondansetron setiap 8 jam secara
intravena, injeksi furosemide 1-0-0 secara intravena, clopidegrol 75 mg 0-1-0 peroral
dan ISDn 5 mg 3x1 peroral. Menurut Farmakologi dan Terapi Edisi 4, obat Ranitidin
merupakan salah satu obat ulkus peptikum golongan H2 Histamin Bloker, obat
ondansetron merupakan salah satu obat mual muntah golongan 5-HT3 yang bekerja
pada reseptor serotonin sedangkan menurut Katzung (2003) , Clopidogrel merupakan
turunan dari derivat thienopyridine yang menghambat agregasi platelet.
Obat yang digunakan sebagai antihipertensi adalah Furosemide, menurut
Farmakologi dan Terapi Edisi 4 merupakan obat golongan diuretik kuat yang digunakan
pada tahap awal hipertensi. Selain itu Furosemid merupakan obat golongan loop
diuretik yang banyak digunakan untuk berbagai macam indikasi, diantaranya:
antihipertensi, asites, sindrom kekurangan hormon antidiuretik, hiperkalemi, serta
dapat mengurangi odem perifer dan odem paru pada kompensasi gagal jantung
menengah sampai berat (Wells et al., 2009).
Mekanisme kerja furosemid adalah menghambat reabsorbsi natrium dan klorida
di tubulus proksimal pada bagian naik yang tebal pada loop of Henle (Neal, 2002).
Bagian ini memiliki kapasitas reabsorbsi NaCl tinggi sehingga furosemid memiliki efek
diuresis yang lebih besar dibandingkan diuretik lain. Efek diuresis ini akan semakin besar
pada loop diuretik generasi terbaru misalnya torasemid dan bumetanid. Namun efek
terapi yang besar tersebut juga diikuti dengan efek samping yang besar pula sehingga
pemakaian furosemid tetap menjadi pilihan (Knauf & Mutschler, 1998).