You are on page 1of 6

PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3

)
RUMAH SAKIT
No. Dokumen No. Revisi Halaman
NAILI 036/SPO/K3RS/RS-NDBS/I/2017 00 1/6
DBS
Profesional,Empati,Komunikatif
Ditetapkan oleh
Standar Prosedur Tanggal Terbit Direktur,
Operasional 01 Januari 2017

Dr. Susi Rahmawati, MARS

Pengertian 1. B3 adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal
maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan
lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung dan mempunyai
sifat racun (toksik), karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan
iritatif.

Tujuan 1. Pengelolaan B3 dan limbah B3 aman untuk pasien,keluarga pasien,
pengunjung dan petugas.
2. Mencegah kecelakaan akibat kerja (KAK) dan penyakit akibat kerja
(PAK) karena pengelolaan B3 bagi pasien, keluarga pasien,
pengunjung dan petugas.
3. Melaksanakan pemantauan lingkungan dan kondisi tempat kerja yang
aman dari B3 dan limbah B3.
4. Memastikan penerapan pengelolaan B3 dan limbah B3 sesuai prosedur
serta penatalaksanaan/ penanganan apabila terjadi
kontaminasi/paparan B3 dan limbah B3 sesuai MSDS.

Kebijakan Pengelolaan B3 farmasi merupakan kegiatan perencanan, pengadaan,
penerimaan, penyimpanan, penanganan dan pembuangan B3 / limbah B3.

Prosedur 1.Perencanaan dan Pengadaan B3 Perencanaan kebutuhan pengadaan
B3 dibuat oleh Unit Laboratorium dan atau unit lain yang membutuhkan
B3i dengan mengajukan data kebutuhan B3 untuk 1 th dari masing
masing unit pelayanan.
2.Rencana kebutuhan tersebut diusulkan kepada Kepala Seksi Penunjang
Medis untuk dengan tembusan kepada Kepala Bidang Pelayanan Medis
dan Keperawatan dan Direktur.
3.Setelah mendapat persetujuan Direktur, Kepala Seksi Penunjang Medis
menyerahkan rencana kebutuhan B3 kepada Kepala Unit Kerja terkait.
4.Kepala Unit Kerja terkait menyerahkan data rencana kebutuhan B3
kepada kesling untuk dilakukan pengadaan.
5.Petugas pengadaan(kesling) membuat surat pesanan perbekalan dengan
menggunakan form surat pesanan yang dibutuhkan kepada unit terkait

1

B. A. Dokumen No. Petugas penerimaan mengecek tanggal kadaluwarsa B3 4. Surat pesanan tersebut ditanda-tangani oleh Kepala Ruang Pengelolaan Perbekalan labor/unit terkait. 2. tanggal terima barang. 3. 3. Penerimaan B3 1. stempel. MSDS dan Spill kit (perangkat untuk menangani tumpahan B3 dan limbah B3) 2 . Petugas gudang memasukan data kedalam kartu stok dan billing sistem.Komunikatif Lanjutan SPO “Pengelolaan Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3)” Prosedur 6. kemudian mengecek faktur dengan fisik B3 yang diterima dan sesuai dengan MSDS B3. Petugas penerimaan melakukan penerimaan terhadap B3. no SIK. PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) RUMAH SAKIT No. Revisi Halaman NAILI 036/SPO/K3RS/RS-NDBS/I/2017 00 2/6 DBS Profesional. Petugas penerimaan mengecek label B3 yang diterima dan tertempel di kemasan B3 (tidak boleh lepas) dan pictogram/ simbol B3. Tempat penyimpanan B3 diberi label / simbol B3. Penyimpanan B3 1. Apabila B3 yang diterima sudah sesuai maka petugas menandatangani faktur yang ada dengan mencantumkan nama terang. 2.Empati. Penyimpanan B3 dilakukan sesuai MSDS B3 yaitu di gudang / logistik atau dilemari khusus B3.

Sepatu pelindung atau sepatu boot e. Gaun pelindung 1 buah b. Jangan menyimpan B3 dirak paling atas (ditempat yang tinggi). 9. Masker penutup wajah dan kacamata pelindung d. Sarung tangan / handscoond 2 pasang c. Penyimpanan berdasarkan sifat fisika dan kimia yang sama. Air bersih satu botol f. Pada area penyimpanan dilengkapi Alat pemadam api ringan (APAR) dan terdapat kartu pemeriksaan serta dilarang merokok untuk B3 mudah terbakar dalam gudang tahan api. 5. C. Sarung tangan / handscoond 2 pasang c. dibawah bak cuci dan dekat kabel listrik. Sepatu pelindung atau sepatu boot e. 6. Suhu ruangan penyimpanan B3 disesuaikan dengan MSDS B3. Air bersih satu botol f. Penyimpanan B3 disesuaikam dengan MSDS B3. Kantong plastik dua buah warna ungu g. Tanda bahaya dan isolasi (yellow tape) untuk mengakarantina daerah berbahaya (dengan spill sock dan spill pilows) 2. Jangan menyimpan B3 melebihi pandangan mata. Sekop dan pengikis h. 7. 8. PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) RUMAH SAKIT No. Gaun pelindung 1 buah b. Revisi Halaman NAILI 036/SPO/K3RS/RS-NDBS/I/2017 00 3/6 DBS Profesional. Larutan detergen j. Wadah limbah benda tajam i. Tisue kertas absorben atau bahan katun bekas (minimal 3 potong) 3 . Chemical Spill kit terdiri dari: a. Dokumen No.Empati. Masker penutup wajah dan kacamata pelindung d. Penyimpanan B3 di satuan kerja/ unit pelayanan lain dalam jumlah kecil. Kantong plastik dua buah g. 10. Spill Kit 1.Komunikatif Lanjutan SPO “Pengelolaan Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3)” Prosedur 4. Penyimpanan B3 dengan sistem FEFO dan FIFO 11. Cytotoxic spill kit a. Tisue kertas absorben atau bahan katun bekas (minimal 3 potong) i. Sekop dan pengikis h.

Masker penutup wajah dan kacamata pelindung d. Air bersih satu botol g. Larutan detergen k. Tanda bahaya dan isolasi (yellow tape) untuk mengakarantina daerah berbahaya (dengan spill sock dan spill pilows) 4. Sarung tangan / handscoond 4 pasang d. Radiac wash h.Komunikatif Lanjutan SPO “Pengelolaan Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3)” Prosedur j. Larutan detergen k. Kantong plastik dua buah warna merah 2 buah i. Gaun pelindung 1 buah b. Sepatu pelindung atau sepatu boot f. Kantong plastik dua buah warna kuning g. Sekop dan pengikis h. Sekop dan pengikis k. Sepatu pelindung atau sepatu boot e. Air bersih satu botol f. Larutan detergen n. PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) RUMAH SAKIT No. Tisue kertas absorben lembab atau bahan katun bekas lembab (minimal 3 potong) m. Tanda bahaya radioaktif dan isolasi (yellow tape) untuk mengakarantina daerah berbahaya (dengan spill sock dan spill pilows) 4 . Tisue kertas absorben atau bahan katun bekas (minimal 3 potong) j. Sarung tangan / handscoond 2 pasang c. Tanda bahaya dan isolasi (yellow tape) untuk mengakarantina daerah berbahaya (dengan spill sock dan spill pilows) 3. Radioaktif spill Kit a. Gaun pelindung 2 buah c.Empati. Revisi Halaman NAILI 036/SPO/K3RS/RS-NDBS/I/2017 00 4/6 DBS Profesional. Wadah limbah benda tajam l. Wadah “radioactive waste bin” j. Masker penutup wajah dan mata @ 2 buah e. Wadah limbah benda tajam i. Infeksius spill kit a. Detektor radiasi (survey meter) b. Dokumen No.

Tabung gas disimpan harus dirantai. Wadah kosong yang akan diisi B3 diberi label “KOSONG” 3. PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) RUMAH SAKIT No. Revisi Halaman NAILI 036/SPO/K3RS/RS-NDBS/I/2017 00 5/6 DBS Profesional. Menggunakan alat pelindung diri ( Personal Protective equipment) PPE sesuai MSDS B3 4. Siapkan spill kit kimia dan mercuri. Oksigen : Putih b. E. Gunakan APD 3. N2O : Biru c. Masukkan semua bahan/ alat yang sudah terkontaminasi kedalam kantong plastik yang sesuai dan diberi label. Pewarnaan tabung gas medis yaitu: a. Simbol tidak boleh terlepas sampai B3 sudah kosong dan wadah sudah dibersihkan dari sisa B3. Penanganan/ Bekerja dengan B3 1. Dokumen No. 7. Bersihkan permukaan bekas kontaminasi dengan detergent dna air. Simbol tidak boleh terhalang oleh kemasan/ label lain dan mudah dilihat dari jarak 20 M. Siapkan MSDS dan spill kit dari masing-masing B3 dan diletakkan dekat B3 sehingga mudah didapat. 5 . CO2 : Abu abu 4. Penanganan tumpahan B3 dan limbah B3 (orange code) 1. 8. 5. Dibawa dan dibuang ke TPS Rumah sakit. Penanganan sesuai dengan prosedur untuk masing-masing B3 2. sitotoksik F. dibuang ke kantong plastik yang sesuai dengan jenis B3 nya 5. Terdapat emergency eye wash apabila mata terpercik atau emergency safety shower 6. Terdapat ventilasi dan exhaust fan di ruang tempat bekerja.Empati. 6. Letakkan tisue / kertas /majun pada tumpahan dan angkat dengan penjepit.Komunikatif Lanjutan SPO “Pengelolaan Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3)” Prosedur D. Siapkan spill kit dan MSDS spesifik untuk tiap B3 2. Membuat daftar B3 ditempat bekerja 7. 8. 2. Pasang tanda bahaya dan isolasi untuk karantina daerah berbahaya dengan police line 4. B3 dalam wadah / volume kecil. Ulangi sampai permukaan paparan dalam kondisi bersih. Pemasangan Label B3 1. 3. B3 diberi label simbol yang sesuai dengan karakteristik bahan yang dikemas / sesuai MSDS.

Wadah limbah diberi label / simbol “ LIMBAH B3” 5. Unit Sanitasi 2. 4. 2. Limbah infeksius : Kantong plastik warna kuning b. Dokumen No. Limbah benda tajam : safety box 3. Penanganan Dan Pembuangan B3 / Limbah B3. PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) RUMAH SAKIT No. Limbah tidak boleh di campur terutama limbah radioaktif. Unit Rawat Jalan 4.Empati.Komunikatif Lanjutan SPO “Pengelolaan Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3)” Prosedur G. 1. k3rs 6 . B3 dan limbahnya di tampung di tempat sebagai berikut: a. Revisi Halaman NAILI 036/SPO/K3RS/RS-NDBS/I/2017 00 6/6 DBS Profesional. Limbah dikirim ke TPS rumah sakit Unit terkait 1. Unit Rawat Inap 3. Unit Laboratorium 5. B3 dan limbahnya tidak boleh dibuang semabarangan.