You are on page 1of 35

ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA PADA PASIEN TN.

NS
DENGAN HARGA DIRI RENDAH KRONIS DI PUSKESMAS BANGLI
DARI TANGGAL 03-07 OKTOBER 2016

OLEH :

MAHASISWA PRODI D-IV KEPERAWATAN


TINGKAT III,SEMESTER V

I GUSTI AYU INDAH JULIARI


P07120214031

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
2016
ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA PADA PASIEN TN. NS
DENGAN HARGA DIRI RENDAH KRONIS DI PUSKESMAS BANGLI
DARI TANGGAL 03-07 OKTOBER 2016

I. IDENTITAS KLIEN
Nama : Tn. NS
Tanggal Pengkajian:03 Oktober 2016
Umur : 25 tahun
Alamat : Br. Guliang Kawan, Kabupaten Bangli
Pendidikan : SLB
Agama : Hindu
Status : Belum Menikah
Pekerjaan :-
Jenis Kelamin : Laki-laki

II. ALASAN MASUK


Saat pengkajian pasien tidak bisa diajak wawancara, karena sulit berbicara sejak
kecil. Saat diajak berkenalan pasien menghindar sambil tertawa malu, dan tidak
mau bersalaman. Keluarga pasien mengatakan ketika pasien berumur 8 bulan
pasien mengalami Step, timbul saat mengalami panas tinggi dan hilang saat
diberi obat, hal tersebut terjadi sampai pasien berumur 8 tahun. Saat itu
keluarga langsung membawa pasien ke Puskesmas Bangli di Taman Bali dan
mendapatkan pengobatan berupa obat tablet (keluarga lupa akan nama obatnya)
dan tidak disuntik. Semenjak Saat itu, pertumbuhan dan perkembangan pasien
mengalami keterlambatan, seperti pasien baru mampu berjalan saat pasien
berusia 3 tahun dan sulit berbicara sampai saat ini. Pasien juga sempat
bersekolah di SLB Bangli, namun belum sampai seminggu pasien sering dijaili
oleh temannya, dan pasien tidak bisa mengikuti kegiatan, sampai akhirnya
keluarga pasien selesai menyekolahkan pasien. Saat pengkajian, keluarga
pasien mengatakan bahwa pasien sempat dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi
Bali di Bangli pada tahun 2011 karena pergi ke tengah jalan raya dan mengejar-
ngejar sepeda motor yang lewat. Setelah dilakukan pemeriksaan,pasien
disarankan untuk dirawat inap. Selang waktu 4 hari pasien dipulangkan oleh
keluarga karena menurut keluarga, pasien tidak mengalami perubahan apapun
dan pasien tidak mau minum obat. Akhirnya keluarga memilih untuk
memberikan rawat jalan di rumah, di rumah pasien tetap tidak mau minum obat,
walaupun keluarga sudah berusaha memasukkan obat ke dalam makanan
pasien, tetap saja pasien tahu dan tidak mau memakan obat tersebut (keluarga
lupa nama pasien). Keluarga pasien sudah mengupayakan segala cara untuk
memberikan pengobatan kepada pasien, sampai membawa pasien ke
pengobatan non medis (dukun) namun tetap tidak membuahkan hasil. Hingga
saat ini keluarga hanya merawat pasien di rumah.

III.FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu ? []ya [] tidak
Jelaskan :
Keluarga pasien mengatakan pada tahun 2011 pasien pernah dirujuk ke
Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali di Bangli karena pergi ke tengah jalan raya
dan mengejar-ngejar sepeda motor yang lewat kemudian menjalani rawat
inap selama 4 hari.
2. Pengobatan sebelumnya ?
[ ] berhasil [ ] kurang berhasil [] tidak berhasil
Jelaskan :
Keluarga pasien mengatakan ketika pasien dirawat di Rumah Sakit Jiwa,
pasien diberikan obat penenang (pasien lupa nama obatnya). Pasien mau
tenang tapi itu hanya terjadi di hari pertama saja. Keluarga pasien
mengatakan bahwa setelah itu pasien sulit untuk dirawat, minum obat tidak
mau, selalu berontak, dan menjauh jika diberikan obat. Keluarga pasien
mengatakan bahwa pasien tidak mengalami perubahan apapun.
3. Riwayat Trauma
Pelaku/usia Korban/usia Saksi/usia

Aniaya fisik - - - - - -
Aniaya seksual - - - - - -
Penolakan - - - - - -
Kekerasan dalam keluarga - - - - - -
Tindakan kriminal - - - - - -
Jelaskan : -
Masalah/ Diagnosa Keperawatan : -
1. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan -
2. Berduka antisipasi -
3. Berduka disfungsional -
4. Respon paska trauma -
5. Sindroma trauma perkosaan -
6. Resiko tinggi kekerasan -
7. Ketidakefektifan penatalaksanaan regiment terapeutik -

4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?


[ ] ya [] tidak
Masalah Keperawatan : -
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan saat pasien masih berumur 8
bulan jika badan pasien panas, pasien langsung mengalami Step. Kejadian
tersebut berlangsung sampai pasien berusia 8 tahun. Pasien sempat hilang
seharian saat bermain di dekat rumahnya, keluarga pasien mengatakan
pasien sempat disembunyikan oleh memedi.
Masalah Keperawatan : -

IV. PEMERIKSAAN FISIK


1. Ukuran vital :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 36,4 oC
R : 20 x/menit
2. Ukuran : TB : 168 cm BB : 55 kg
Jelaskan : Keluarga pasien mengatakan pasien makan 3x sehari masing-
masing 1 porsi, minum 5/6 gelas per hari.

3. Keluhan fisik [ ] Ya [ ] Tidak


Jelaskan : Keluarga pasien mengatakan pasien tidak memiliki keluhan
fisik atau mengalami sakit pada tubuhnya.
Masalah Keperawatan : -
V. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
1. Genogram :
Gambar 1. Genogram Tn. NS di Banjar Guliang Kawan, Kabupaten Bangli
Puskesmas Bangli Tanggal 03-07 Oktober 2016.

Keterangan :

= Laki-laki = Hubungan dekat

= Perempuan = Tinggal satu rumah

= Meninggal

= Pasien

Jelaskan :
Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa kakek dan nenek
Tn. NS dari kedua belah pihak sudah meninggal dunia. Ayah dari
Tn.NS mempunyai lima saudara, ayah pasien merupakan anak laki-laki
satu-satunya dan sisanya perempuan, semuanya sudah menikah. Ibu
dari Tn.NS bersaudara betiga, ibu pasien merupakan anak ketiga, kakak
dari ibu pasien laki-laki dan adik dari ibu pasien perempuan. Semaunya
sudah menikah. Pasien bersaudara bertiga, anak pertama laki-laki
berumur 27 tahun, pasien merupakan anak kedua, sedangkan adik
pasien perempuan kelas 3 SMP beumur 14 tahun. Keluarga pasien
mengatakan bahwa di keluarganya tidak mempunyai riwayat gangguan
jiwa atau penyakit seperti yang dialami pasien.
Masalah Keperawatan : -
2. Konsep Diri
a. Citra Tubuh
Kelurga pasien mengatakan tidak tahu ada atau tidak anggota tubuh
yang pasien tidak suka maupun yang paling pasien suka.
Masalah Keperawatan : -
b. Identitas diri
Keluarga pasien mengatakan setiap hari pasien hanya duduk di Bale
rumahnya, sesekali berjalan-jalan disekitar rumahnya. Pasien tidak
dapat dikaji.
Masalah Keperawatan : -
c. Peran
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak mempunyai tugas
apapun dengan keadaan pasien yang seperti ini. Konflik peran (-),
ketegangan peran (-), peran berlebih (-). Pasien tidak dapat dikaji.
Masalah Keperawatan : -
d. Ideal Diri
Keluarga pasien berharap bahwa pasien cepat sembuh walaupun
harapannya kecil, tetapi keluarga pasien tidak pernah bosan untuk selalu
bersyukur dan meminta kepada yang di atas. Pasien tidak dapat dikaji.
Masalah Keperawatan : -
e. Harga Diri
Saat diajak berkenalan pasien menghindar sambil tertawa malu, pasien
tidak mau bersalaman. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien
selalu menjauh dengan orang yang baru dikenal, terlihat malu-malu.
Keluarga pasien juga mengatakan, jika perilaku pasien yang seperti itu
sudah berlangsung sejak pasien kecil hingga sekarang (20 tahun yang
lalu). Kontak mata kurang sesekali menunduk. Kebiasaan tersebut
sudah terjadi cukup lama, kira-kira semenjak pasien berumur 8 tahun
tahun. Sehari-hari pasien hanya bermain sendiri. Pasien tidak dapat
dikaji, hanya tampak dari perilaku pasien.
Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah Kronis
3. Hubungan Sosial
a. Keluarga yang paling berarti :
Keluarga pasien mengatakan bahwa orang yang berarti dalam hidup
pasien adalah keluarga, karena bagaimanapun juga pasien masih
mempunyai keluarga yang sangat mendukung dan menyayanginya.
Pasien tidak dapat dikaji.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat :
Keluarga pasien mengatakan karena kondisi pasien, dari dulu hingga
sekarang pasien tidak pernah aktif di lingkungannya.
Masalah Keperawatan : -
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien sering menghindar dan
malu-malu dengan orang lain. Karena kondisi pasien, sehingga pasien
sulit berkomunikasi dengan orang di sekitar pasien. Saat pengkajian,
pasien tidak mau bersalaman dan terkadang menunduk, kontak mata ada
tapi seperlunya. Sehari-hari pasien hanya bengong, duduk sendirian,
jalan-jalan sendiri di dekat rumahnya.
Masalah Keperawatan : Kerusakan Interaksi Sosial.

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan
Keluarga pasien mengatakan dengan kondisi pasien seperti saat ini
pasien tidak mengerti dengan nilai dan keyakinannya. Jika ada hari
raya pasien tetap dibiarkan dirumah, pasien tidak pernah sembahyang,
keluarga hanya menyiasati dengan nunas tirta saja.
b. Kegiatan ibadah
Keluarga pasien mengatakan bahwa sehari-hari pasien tidak melakukan
kegiatan ibadah apapun.
Masalah Keperawatan: -

VI. STATUS MENTAL


1. Penampilan :
Pasien nampak bersih dan rapi karena keluarga selau memperhatikan
kebersihan pasien. Baju yang dikenakan sudah sesuai, sopan, rambut tertata
rapi dan kulit nampak bersih. Bajunya pasien diganti setiap hari atau
sebelum satu hari (saat baju pasien kotor).
Masalah Keperawatan : -

2. Pembicaraan :
( ) Cepat (v) Apatis
( ) Kasar ( ) Lambat
( ) Gagap (v) Membisu
( ) Inkoherensi (v)Tidak mampu memulai pembicaraan
Pasien tidak bisa bicara sejak kecil, pasien terkadang menggunakan gerak-
gerik saat mengutarakan keinginannya dan keluarga juga sudah mengerti
arti dari gerak-gerik pasien, misalnya ketika pasien ingin makan pasien
menggerak-gerakkan tangannya ke mulut.
Masalah keperawatan : Gangguan Mental Organik

3. Aktivitas motorik/psikomotor :
( -) Hipokinesia, hipoaktifitas
(- ) Katalepsi
(-) Sub stupor katatonik
(- ) Fleksibilitas serea
Jelaskan : Pasien tidak dapat bicara sejak kecil, setiap hari pasien hanya
duduk, bermain sendiri dan jalan-jalan di sekitar rumahnya.

Peningkatan :
(-) Hyperkinesia, hiperaktifitas (-) Grimace
(-) Gagap (-) Otomatisma
(-) Stereotipi (-) Negativisme
(-) Gaduh gelisah Katatonik (-) Reaksi konversi
(-) Mannarism (-) Verbigerasi
(-) Katapleksi (-) Berjalan kaku/rigid
(-) TIK (-) Kompulsif
(-) Ekhopraxia (-) Command automatism
Jelaskan : saat pengkajian pasien tidak mengalami peningkatan aktivitas
motorik.
Masalah Keperawatan : Gangguan Mental Organik

4. Alam perasaan :

( ) Sedih ( ) Putus Asa ( ) Gembira berlebihan


(v) Ketakutan ( ) Khawatir
Jelaskan : Tidak dapat dikaji. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien
terkadang merasa takut dengan orang yang baru dikenal.
Masalah keperawatan : -

5. Afek/ emosi :
(v) Datar ( ) Tumpul ( ) Labil ()Tidak sesuai
Jelaskan : Selama pengkajian khususnya saat diajak berbicara wajah pasien
biasa-biasa saja, seperti tidak ada yng sedang berbicara dengannya.
Masalah Keperawatan : -

6. Interaksi selama wawancara :


( ) Bermusuhan
( ) Mudah tersinggung
( ) Defensif
( ) Tidak kooperatif
(v) Kontak mata kurang
( ) Curiga
Jelaskan : Selama pengkajian, pasien kurang kooperatif, kontak mata
kurang, bersikap malu-malu, pasien tidak mau diajak bersalaman.
Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah Kronis.

7. Persepsi
[ - ]Pendengaran [ - ]Pengelihatan [ - ]Perabaan
[ - ]Pengecapan [ - ]Penghidu
Jelaskan : Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak memiliki
gangguan persepsi sensori. Keluarga tidak pernah melihat atau mendengar
pasien berbicara sendiri.
Masalah Keperawatan : -

8. Proses pikir
(-) Sirkumstansial (-) Tangensial (-) Kehilangan asosiasi
(-) Flight of ideas (-) Blocking (-) Pengulangan pembicaraan
Jelaskan : pasien tidak bisa bicara sejak kecil hingga saat ini.
Masalah Keperawatan : -

9. Isi pikir
(-) Obsesi (-) Hipokondria (-) Ide yang terkait
(-) Phobia (-) Depersonalisasi (-) Pikiran magis
Waham
(-) Agama (-) Somatik (-) Kebesaran (-) Curiga
(-) Nihilistik (-) Sisip pikir (-) Siar pikir (-) Kontrol pikir
Jelaskan : Keluarga pasien tidak memiliki gangguan isi pikir dan tidak
memiliki keyakinan terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan
yang ada.
Masalah Keperawatan : -

10. Tingkat kesadaran


(v) Bingung (-) Sedasi (-) Stupor
Disorientasi:
(v) Waktu (v) Tempat (v) Orang
Jelaskan : Selama pengkajian, pasien tampak bingung, keluarga pasien
mengatakan orientasi pasien terhadap waktu, tempat dan orang tidak jelas.
Masalah keperawatan : -
11. Memori :
(v) Gangguan daya ingat jangka panjang
(v) Gangguan daya ingat jangka pendek
(v) Gangguan daya ingat saat ini
(-) Konfabulasi
Jelaskan : Pasien tidak dapat dikaji. Keluarga pasien mengatakan bahwa
pasien tidak mengingat apa-apa
Masalah Keperawatan : -

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung


(v) Mudah beralih
(v) Tidak mampu berkonsentrasi
(v) Tidak mampu berhitung sederhana
Jelaskan : Pasien tidak dapat dilakukan wawancara, pasien tidak
mempunyai tingkat konsentrasi dan tidak bisa berhitung.
Masalah Keperawatan : -

13. Kemampuan penilaian


(-) Gangguan ringan (-) Gangguan bermakna
Jelaskan : Pasien tidak dapat dilakukan wawancara. Keluarga pasien
mengatakan bahwa pasien tidak dapat menilai kemampuan yang dimiliki
Masalah keperawatan : -

14. Daya tilik diri


(-) Mengingkari penyakit yang diderita
(-) Menyalahkan hal-hal di luar dirinya
Jelaskan : Pasien tidak dapat dilakukan wawancara
Masalah Keperawatan : -

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan :
(v) Bantuan minimal
( ) Bantual total
Jelaskan : Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak mampu makan
dan minum sendiri, pasien disuapi oleh keluarga (Ibu). Makan 3 x sehari
dengan porsi satu piring dan habis dimakan oleh pasien. Pasien minum air
perhari 5-6 gelas.
Masalah Keperawatan : -
2. Defekasi/berkemih :
(v) Bantuan minimal
() Bantual total
Jelaskan : Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien bisa untuk BAK dan
BAB sendiri tetapi harus dipantau. Pasien biasa BAB 1x dalam sehari pada
pagi hari, dan BAK 6-7 kali dalam sehari.
Masalah Keperawatan : -
3. Mandi :
() Bantuan minimal
(v) Bantual total
Jelaskan : Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien mandi dimandikan
oleh keluarga (Ibu). Pasien mandi 2-3x dalam sehari, jika badan pasien kotor,
Ibu pasien akan memandikan pasien.
Masalah Keperawatan : -

4. Berpakaian/berhias :
() Bantuan minimal
(v) Bantual total
Jelaskan: Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak mampu memilih,
mengambil dan mengenakan pakaian dan alas kaki. Semua dilakukan dengan
bantuan keluarga pasien.
Masalah Keperawatan : -
5. Istirahat dan tidur
(-) Tidur siang lama : Pasien tidak pernah tidur siang
(v) Tidur malam lama : 21.00 s/d 06.00 WITA
(-) Aktivitas sebelum/setelah tidur : Keluarga pasien mengatakan tidak
ada aktivitas baik itu sebelum maupun
sesudah tidur.
Masalah Keperawatan : -
6. Penggunaan obat :
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak meminum obat apapun.
Pasien sudah putus obat sejak lama (4 tahun yang lalu).
Masalah Keperawatan : -
7. Pemeliharaan kesehatan :
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah dikontrol lagi, dan
sudah putus obat sejak lama (4 tahun yang lalu).
Masalah Keperawatan : -
8. Aktivitas di dalam rumah
Ya Tidak
Mempersiapkan makanan

Menjaga kerapian rumah

Mencuci pakaian

Mengatur kebutuhan biaya sehari-hari


Jelaskan : Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu
mempersiapkan makanan, menjaga kerapian rumah, mencuci pakaian, dan
mengatur kebutuhan biaya sehari-hari karena kondisi pasien saat ini yang
bingung-bingungan.
Masalah Keperawatan : -
9. Aktivitas di luar rumah :
Ya Tidak
Belanja

Transportasi

Lain-lain
Jelaskan : Keluarga pasien mengatakan terkadang pasien pergi ke rumah
tetangganya untuk bermain atau sekedar berjalan-jalan.
Masalah Keperawatan : -

VIII. MEKANISME KOPING


Adaptif Maladaptif
( ) Bicara dengan orang lain ( ) Minum alcohol
( ) Mampu menyelesaikan masalah ( ) Reaksi lambat
( ) Teknik relokasi ( ) Berkerja berlebihan
( ) Aktivitas konstruktif (v) Menghindar
( ) Olahraga ( ) Mencederai diri
( ) Lainnya ( ) Reaksi berlebih
Jelaskan :
Keluarga pasien mengatakan jika pasien sedang mengalami suatu masalah
pasien akan menghindar dari masalah.
Masalah Keperawatan : -

IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


(-) Masalah dengan dukungan Kelompok :
Keluarga pasien mengatakan pasien tidak memiliki masalah dengan teman-
teman di sekitar. Pasien tidak bisa berbicara.
(-) Masalah dengan Lingkungan:
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak memiliki masalah dengan
lingkungannya saat ini. Lingkungan sekitar pasien sudah mengerti dengan
kondisi pasien.
(-) Masalah dengan Pekerjaan :
Pasien tidak bekerja, sehari-hari pasien hanya diam di rumah, bermain dan
sesekali jalan-jalan keluar rumah.
(-) Masalah dengan perumahan :
Pasien tidak memiliki masalah di rumah atau di lingkungan skeitar tempat
tinggal pasien.
(-) Masalah dengan ekonomi :
Keluarga pasien mengatakan tidak ada masalah ekonomi, perekonomian
keluarganya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
(v) Masalah lainnya :-

X. KURANG PENGETAHUAN TENTANG


(v) Penyakit jiwa
(v) Faktor presipitasi
(v) Koping
(-) Sistem pendukung
(v) Penyakit fisik
(v) Obat-obatan
( ) Lainnya
Keluarga pasien mengatakan bahwa keluarga pasien kurang mengetahui tentang
penyakit jiwa, penyebabnya apa saja, koping, penyakit fisik dan obat-obatan.

XI. ASPEK MEDIK


1. Diagnosa medik : Retardasi Mental
2. Terapi medik : Tidak ada terapi medik

XII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


1. Kerusakan Interaksi Sosial
2. Harga Diri Rendah Kronis
3. Gangguan Mental Organik

XIII. POHON MASALAH

Kerusakan Interaksi Sosial Akibat


Harga Diri Rendah Core Problem

Gangguan Mental Organik


Penyebab

XIV. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Harga Diri Rendah Kronis
2. Gangguan Mental Organik
3. Kerusakan Interaksi Sosial.

Bangli, 2016

Pembimbing Praktik / CI Mahasiswa

( ) (I Gusti Ayu Indah Juliari)


NIP. NIM.P07120214031
Pembimbing Akademik / CT

(I Wayan Candra,S.Pd.,S.Kep.,Ns.,M.Si)
NIP. 196510081986031001
XV. RENCANA KEPERAWATAN
Diagnosa Hari/Tanggal/Jam Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Keperawatan
Harga Diri Senin, 3 Oktober TUM :
Rendah 2016, Pukul Klien memiliki harga diri
Kronis 13.00 13.20 tinggi
WITA
TUK 1 : Setelah diberikan asuhan 1. Sapa keluarga dengan Hubungan saling
Pasien dan keluarga keperawatan selama 1x20 ramah dan baik secara percaya merupakan
mampu membina menit dalam 1 x pertemuan verbal dan non verbal dasar untuk kelancaran
hubungan saling percaya diharapkan pasien 2. Berjabat tangan sambil hubungan interaksi
dengan perawat menunjukkan tanda-tanda tersenyum selanjutnya.
percaya dengan perawat 3. Perkenalkan diri dengan
dengan kriteria hasil : sopan
1. Mau menjawab salam
4. Tanyakan nama lengkap
2. Mau berjabat tangan
3. Mau menyebutkan keluarga dan nama
identitas seperti nama dan panggilan yang disukai
lain-lain 5. Ajak keluarga untuk
4. Ekspresi wajah senang dan
duduk berdampingan
tersenyum kepada perawat
6. Jelaskan tujuan
5. Ada kontak mata
6. Mau duduk berdampingan pertemuan
dengan perawat 7. Tunjukkan sikap empati
7. Menunjukkan rasa senang
dan menerima keluarga
dan ramah ketika berjumpa
apa adanya
dengan perawat
8. Beri perhatian pada
8. Mau mengutarakan
keluarga dan perhatikan
masalah yang dihadapi
kebutuhan dasar keluarga
9. Jujur dan menepati janji
Selasa, 4 Oktober TUK 2 : Setelah diberikan asuhan 1. Diskusikan masalah yang 1. Untuk mengajak
2016 Keluarga membantu keperawatan selama 1x20 dihadapi keluarga dalam keluarga mengetahui
Pukul 14.00-14.20 pasien mengidentifikasi menit dalam 1 x pertemuan merawat pasien masalah yang ada
WITA kemampuan yang dimiliki diharapkan keluarga 2. Jelaskan kepada keluarga 2. Agar keluarga
pasien mengetahui kemampuan tentang harga diri rendah mengetahui tentang
positif yang dimilikinya pasien yang ada pada pasien keadaan yang
dengan kriteria hasil : 3. Keterbukaan dan sedang pasien
1. Mengetahui masalah yang
pengertian tentang hadapi
ada
kemampuan yang dimiliki 3. Agar saling percaya
2. Mengetahui tentang
4. Diskusi dengan keluarga antara keluarga dan
keadaan pasien
3. Mengetahui kemampuan kemampuan yang dimiliki perawat
pasien yang tersembunyi pasien dan memuji pasien 4. Agar keluaga mau
4. Mau berdiskusi tentang
atas kemampuannya. terbuka dan
kemampuan pasien
mengutarakan
pendapatnya
Rabu, 5 Oktober TUK 3 : Setelah diberikan asuhan 1. Latih keluarga 1. Melatih keluarga
2016, Keluarga memfasilitasi keperawatan selama 1x20 mempraktekkan cara untuk mengetahui
Pukul 13.00-13.20 pelaksanaan kemampuan menit dalam 1 x pertemuan merawat pasien dengan cara mempraktekkan
WITA yang masih dimiliki diharapkan keluarga pasien harga diri rendah yang baik
2. Melatih keluarga
pasien dalam kondisi sakit mampu memfasilitasi 2. Latih keluarga untuk
memfasilitasi
pelaksanan kegiatan sesuai memfasilitasi kemampuan
kemampuan pasien
kemampuan yang yang dimiliki pasien saat
3. Melatih keluarga
dimilikipasien saat sakit sakit
untuk mandiri
dengan kriteria hasil : 3. Latih keluarga melakukan
1. Mengetahui cara cara merawat langsung
merawat pasien dengan kepada pasien harga diri
baik dan benar rendah
2. Pasien mampu
melakukan kegiatan
yang telah dilatih,
3. Pasien mau diajak kerja
sama

XVI. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Hari/tgl/jam No Implementasi Respon klien Paraf


dx
Senin3 1 SP 1
Oktober Membina hubungan saling percaya dengan keluarga dan Subjektif :
2016, Pukul pasien Selamat pagi.saya Ny.Kasih, ini anak saya
13.00-13.20 Selamat pagi, Ibu, perkenalkan nama saya Indah, saya Ng.Sukra, bisa dipanggil Sukra
WITA Mahasiswa Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Keadaan anak saya memang seperti ini, tidak bisa
Denpasar yang sedang bertugas di Puskesmas Bangli, saya bicara dan bingung-bingungan sejak kecil
yang hari ini akan berbincang-bincang dengan Ibu dan anak Baik-baik saja
Ibu, saya ingin menanyakan tentang keadaan anak ibu saat Boleh, iya 30 menit boleh juga saya juga tidak
ini, apakah ibu keberatan? Nama lengkap Ibu siapa? Nama memiliki kesibukan apa-apa, saya tinggal disini
lengkap anak Ibu siapa ? Anak Ibu biasa dipanggil siapa ? sudah lama sejak kecil di Banjar Guliang Kawan
Tapi sebelumnya kalau boleh tau bagaimana perasaan Ibu Kabupaten Bangli. Beginilah kondisi anak saya
hari ini? awalnya karena dia panas dingin waktu umur 8
Dapatkah kita berbincang-bincang sekarang mengenai bulan gek, dibilangnya step panasnya sampai 39
pengalaman dan perasaan yang ibu rasakan dengan keadaan derajat gek, terus kami sekeluarga bawa dia ke
anak ibu yang seperti ini? puskesmas terdekat hanya diaksi obat aja gek, kami
Berapa lama kita akan berbincang-bincang? Bagaimana
tidak mampu membawa ke ruamh sakit karena
kalau 30 menit? Apakah Ibu bersedia?
tidak punya biaya saat itu. Sampai umur 8 tahun
Dimana enaknya kita berbincang-bincang Bu? Bagaimana
kayak gini gek, tidak ada perkembangan sehari bisa
kalau disini bu? Baik bu kita akan berbincang-bincang disini
2x kali step gek, tidak dapat obat atau perawatan
selama 20 menit bu ya?
apapun. Anak saya sempat sekolah di SLB gek
Bagaimana perasaan dan keadaan Ibu hari ini? Apakah ada
cuma satu minggu aja, terus keluar. Pernah juga
yang dikeluhkan atau ditanyakan sebelum kita berbincang-
dirawat di RSJ cuma 4 hari saja juga gek, karena
bincang? anak saya tidak bisa dirawat disana susah diaturnya,
disana juga katanya susah minum obat, suka
sekarang saya mau menanyakan tentang anak ibu, apakah
ngejauh gitu gk, jadinya kami sekeluarga
ibu keberatan? siapa nama lengkap anak ibu? Berapa
memutuskan untuk merawat anak saya dirumah gek
umurnya sekarang? Kira-kira apakah ibu ingat sejak kapan
biar terpantau juga, kalau di RSJ kan jarang ada
anak ibu seperti ini? Oh begitu, apakah ibu langsung
yang bisa bolak-balik kesana ngawasin gek, selain
membawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat?
itu biaya juga kurang gek. Pernah juga setelah
Bagaimana dengan pendidikannya? Apakah anak ibu pernah
keluar dari RSJ, anak saya diiket sama bapaknya
bersekolah? Berapa lama anak ibu di RSJ? Lalu kenapa anak
karena terus keluar aja tapi itu tidak lama gek,
ibu dipulangkan? Selanjutnya bagaimana penanganannnya?
Cuma sebentar saja. Iya gek, di keluarga saya tidak
Baiklah ibu termikasih karena sudah mau bercerita dengan
ada yang punya keturunan kayak gini gek,
saya Wah terima kasih Ibu karena sudah mau berkenalan
semuanya baik-baiak saja.
dengan saya dan sekarang saya akan memberitahu identitas
Perawat berusaha berinteraksi dengan pasien,
saya, Ibu mau kan mendengarkan?
pasien berespons malu-malu ketawa-ketawa,

Siapa namanya pak? Coba kenalan dulu dengan saya? Siapa kemudian memalingkan wajahnya, lalu perawat
nama bapak? memutuskan untuk berhenti berinteraksi dengan
pasien
Bagaimana perasaan Ibu setelah kita berbincang bincang?

ibu pasien mau menjawab setiap pertanyaan yang diberikan


Objektif :
perawat dengan teratur. Kontak mata ada dan gerak motorik
Pasien menghindar, tidak mau bersalaman, dan
normal.
Coba bisa diulang tadi, nama saya siapa? Wah, bagus ibu tampak malu-malu saat diajak berkenalan. Ibu
masih ingat nama saya pasien menjawab sapaan perawat dan mau berjabat
Saya sangat senang bisa berkenalan dengan Ibu dan Ibu
tangan. Ibu pasien mau membalas salam, kontak
sudah bisa mengungkapkan perasaan dengan baik dan mau
mata ada, bicaranya nyambung, apabila berbicara
berkenalan dan berteman dengan saya dan ibu juga sudah
masalah kondisi pasien ibunya tampak sedih
mau menceritak tentang anak ibu (pasien)
tampak berkaca-kaca dan ibu pasien mau menjawab
Baiklah, sesuai janji di awal, hari ini kita akan berbincang-
semua pertanyaan perawat. Sedangkan pasien,
bincang selama 20 menit dan ternyata waktunya sudah
sempat ada kontak mata, walaupun sedikit sekali,
habis.
Bagaimana jika nanti kita berbincang-bincang lagi? berespon dengan gerakan malu-malu sambil
Sayaingin berkenalan kembali dengan anak IBu mengeluarkan suara seperti erangan malu-malu
Mau dimana kita bincang-bincang, Bu? Bagaimana kalau
tetap disini?
Kira-kira kita ngobrol pukul 15.00 ya. Kalau begitu, Saya
pamit dulu. Terima kasih Ibu. Sampai jumpa lagi.
Senin, 3 1 SP 1
Oktober Membina hubungan saling percaya dengan keluarga dan Subjektif :
2016, Pukul pasien
15.00-15.20 Selamat pagi, Ibu, nama saya Indah, saya saya ingin Selamat Pagi gek, silahkan
WITA berkenalan dengan anak Ibu Baik-baik saja gek
Tapi sebelumnya kalau boleh tau bagaimana perasaan Ibu Baik akan saya temani
hari ini? Ayo kenalan dulu nak, ini gek Indah
Dapatkah saya berbincang-bincang dengan anak ibu? Tidak perlu malu-malu
Mungkin sekitar 20 menit Baik gek
Dimana enaknya kita berbincang-bincang ? Bagaimana
tentu bisa gek, kesni saja
kalau disini bu? Tolong bantu saya ya bu Baik gek, disini saja, triakasih gek
Selamat pagi Bli Sukra, ayo kenalan dulu, nama saya Indah
dari Poltekkes Denpasar, nama Bli siapa ? Objektif :
Pasien mau diajak bersalaman walaupun masih
Tidak perlu taku dengan saya Bli, saya datang kesini untuk
malu-malu. Sesekali pasien menunduk dan
mengetahui kondisi Blu Sukra
tersenyum.

Mari kita berkenalan, ayo salaman dengan saya

Sekarang kita menjadi teman ya Bli, jadi bli tidak perlu


malu-malu dengan saya

Bli mau kemana sekarang ? owh senang berjalan-jalan di


sekitar sini?

Sudah makan ?

Ibu, anak Ibu sudah mau bersalaman itu merupakan suatu


perkembangan, saya harap kedepannya Bli Sukra tidak malu-
malu lagi

Bli Sukra memang biasa jalan-jalan disekitar sini ?

Bagaimana perasaan Ibu setelah kita berbincang bincang?


Saya sangat senang bisa berkenalan dengan Ibu dan anak
ibu
Baiklah, sesuai janji di awal, hari ini kita akan berbincang-
bincang selama 20 menit dan ternyata waktunya sudah
habis.
Bagaimana jika besok kita berbincang-bincang lagi? Nanti
kita akan membahas tentang bagaimana peran keluarga
membantu anak ibu mengidentifikasi kemampuan yang
dimiliki oleh anak ibu pukul 14.00 WITA, apakah Ibu bisa ?
Mau dimana kita bincang-bincang, Bu? Bagaimana kalau
tetap disini?
Selasa, 4 SP 2 Subjektif :
Oktober Keluarga membantu pasien mengidentifikasi kemampuan Ibu pasien menjawab sapaan perawat dan
2016, yang dimiliki pasien mengatakan selamat sore
Pukul 14.00- Om, Swastiastu. Selamat sore, Ibu. Apa kabar saat ini ?. Anak saya memang bingung-bingungan dan malu
14.20 WITA Masih ingat dengan saya ? Bagus, Ibu masih ingat " kepada orang
Bagaimana, Ibu, apa yang Ibu rasakan saat ini? Bagaimana Anak saya tidak bisa ngapain, paling membantu
keadaan anak ibu? saya mengambilkan alat-alat metanding, karena
kondisi anak saya yang seperti ini saya bisa
Sesuai janji, kita akan melanjutkan berbincang-bincang lagi
mengerti
untuk lebih saling mengenal tentang anak ibu nggih dan
saya sempat melatih dia membersihkan rumah,
bagaimana cara mengidentifikasi kemampuan anak ibu "
tapi tidak bisa dilakukannya
Janji kita kemarin, kita akan berbincang-bincang jam 14.00 oh begitu, baiklah, terimakasih informasinya ya
WITA hari ini. Untuk membicarakan hal tersebut bagaimana Dik
kalau kita bicara 20 menit. Setuju?" Saya belum pernah memberikan kertas atau
pulpen kepada anak saya, jadi saya belum tahu anak
"Ibu,bagaimana kalau kita ngobrol disini saja bu?
saya bisa menggambar atau tidak
Apa yang bapak/Ibu ketahui tentang keadaan anak ibu iya
Boleh-boleh saya juga diam di rumah saja
ibu, yang saya lihat sekarang ini anak ibu mempunyai harga
Owh, beoleh saja Dik
diri yang rendah, apa ibu tau maksudnya? Harga diri rendah
Iya dik, disini saja
itu adalah sikap negatif yang dimiliki oleh anak ibu, seperti
malu dengan orang lain dan juga dirinya, dan menarik diri.
Apakah ibu mengerti? Iya ibu, kalau tidak diawasi dan tidak
Objektif :
dipantau ini akan menjadi lebih serius lagi, pasien bisa-bisa
Ibu pasien mau membalas salam, kontak mata
tidak mau berinteraksi sama sekali dengan orang lain. Setelah
bagus, pembicaraan nyambung. Ketika melakukan
kita mengerti bahwa masalah dapat menjadi masalah serius,
kontak mata dan interaksi dengan pasien, pasien
maka kita perlu memberikan perawatan yang baik
tampak malu-malu dan ingin menjauh, tetapi
untuk Bapak Bpk/Ibu, Kegiatan apa saja yang biasa
kemudian diatahan oleh ibu pasien dan menyuruh
dilakukan pasien setiap hari ?
pasien untuk tetap duduk disana.
Apakah bli Sukra bisa membantu kegiatan Ibu di Rumah ?
Baiklah, paling tidak pasien bisa membantu ibu sedikit-
sedikit
Apakah ibu sudah mencoba yang lain, seperti menggambar
atau menulis? Iya bu, ibu bisa mencobanya terlebih dahulu,
kalau memang tidak bisa jangan dipaksakan, jangan pernah
dipaksa anaknya bu ya kalau memang tidak mau
Apakah pasien bisa menggambar atau sekedar mencorat-
coret kertas ?
Kalau begitu, bagaimana kalau besok saya mencoba
memberikan kertas dan pulpen untuk Bli Sukra? Untuk tahu
apakah Bli Sukra mampu menggambar walaupun hanya
sekedar corat-coter saja Bu
Setelah kita ngobrol 20 menit tadi, bagaimana perasaan
Ibu ? Ibu ini sudah 20 menit jadi kita cukupkan saja dulu
pembicaraan kita. Sekarang Ibu bisa melanjutkan pekerjaan
ibu. Kalau ada yang mau diceritakan atau ditanyakan kepada
saya, Ibu bisa sampaikan sekarang. Bagaimana kalau besok
kita bertemu lagi ?

Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi ya Ibu, kita


ngobrol tentang bagaimana peran keluarga dalam
memfasilitasi pelaksanaan kemampuan yang masih dimiliki
oleh pasien.

Jam berapa Ibu bisa? Bagaimana kalau jam 13.00 WITA?

Bagaimana kalau kita berbincang di tempat ini lagi ?


Rabu, 5 1 SP 3 Subjektif :
Oktober Keluarga memfasilitasi pelaksanaan kemampuan yang
2016 masih dimiliki oleh pasien Baik-baik Gek
Pukul 13.00- Om, Swastiastu. Selamat sore, Ibu Apa kabar hari ini ? Masih, Indah kan ?
13.20 WITA Masih ingat dengan saya ? Bagus, Ibu masih ingat Iya gek, 20 menit saja
Oke, baiklah gek
Bagaimana perasaan ibu sore hari ini?
Iya gek anak saya memang seperti itu, sudah
Sesuai dengan perjanjian kita kemarin ,kalau hari ini menyuruh anak saya untuk melakukan sesuatu
kita akan melanjutkan kembali berbincang-bincang lagi Owh begitu ya gek, baiklah kalau begitu, saya
tentang bagaimana keluarga memfasilitasi pelaksanaan akan mencoba melatih kemampuan yang dimilikki
kemamuan yang masih dimiiki pasien anak saya

Janji kita kemarin, kita akan ngobrol-ngobrol jam 13.00


Objektif :
WITA selama 20 menit lagi?
Ibu klien tampak antusias mendengar pembicaraan,
iya bu sesuai janji kemarin, disini saja kontak mata ada dan sesekali ibu pasien bertanya
balik apabila idak ada yang dipahami. Pasien malu-
Ibu kemarin saya kan sudah menjelaskan kepada ibu tentang
malu, dan belum mau menggambar atau mencorat-
bagaimana cara mengetahui kemampuan dari pasien seperti
coret kertas yang diberikan
menggambar dan menulis sesuatu? Bagaimana kalau sekarang
kita praktekkan ke anak ibu?ini saya sudah bawakan kertas
dan pulpen, Bli Sukra, bli? Mau gambar bli? Apa mau
menulis? Mau gambar bli Sukra? Oh iya bli kalau tidak mau,
saya ambil lagi kertas dan pensilnya ya bli?
Ibu tadi kita sudah mempraktekkan kegiatan yang kita
bincangkan kemarin bu ya langsung dengan bli Nengah,
disini bisa kita lihat bli nengah hanya mencoret-coret kertas
yang diberikan, setidaknya pasien mau berinteraksi walaupun
hanya sedikit
Kalau pasien sudah mau mencoret berarti itu juga
merupakan sebuah perkembangan dengan anak ibu. Ibu
jangan pernah memaksakan kepada pasien untuk menulis atau
menggambar suatu objek yang dilakukan oleh anak normal
lainnya. Apabila pasien sudah bisa mengambarkan bentuk
bulat maupun garis itu juga merupakan sebuah
perkembangan. Tetap awasi dan pantau kegiatan pasien

Setelah kita ngobrol 20 menit tadi, bagaimana perasaan Ibu


terhadap aktivitas yang dilakukan oleh pasien?
Ibu bisa terus mencoba kegiatan yang mampu dimiliki anak
ibu
Ibu ini sudah 20 menit jadi kita cukupkan saja dulu
pembicaraan kita. Sekarang Ibu bisa beristirahat. Kalau ada
yang mau diceritakan atau ditanyakan kepada saya, Ibu bisa
sampaikan sekarang

Pertemuan kita sudah tuntas ya Bu dalam menyikapi


kemampuan yang dimiliki oleh pasien. Jika masih ada hal
yang ingin Ibu tanyakan, Ibu bisa langsung menemui saya di
Puskesmas Bangli I atau bisa membuat janji terlebih dahulu.
Ini nomor telepon nama saya Bu. Semoga perbincangan kita
hari ini bermanfaat bagi Ibu dan keluarga. Saya pamit dulu,
sekali lagi terimakasih.

XVII. EVALUASI
Hari/tanggal/jam Diagnosa TUK Evaluasi Paraf
Keperawatan
Senin, 3 Oktober Harga Diri Rendah TUK 1 : S:
2016 Kronis Membina hubungan saling percaya Ibu pasien mengatakan namanya Bu
Pukul 15.20 WITA dengan keluarga dan pasien Nyoman Kasih, nama anaknya Nengah
Sukra, bisa dipanggil Bli Sukra
Ibu pasien membalas salam yaitu selamat
pagi,
Ibu pasien menceritakan kondisi anaknya
kalau anaknya sudah tidak bisa bicara sejak
kecil, dulu sering mengalami Step beberapa
kali sampai usia 8 tahun, sempat bersekolah
di SLB dan sempat dibwa ke Rumah Sakit
Jiwa Provinsi Bali selama 4 hari.
Ibu pasien mengatakan pasien memang
sering malu-malu ketika ada orang yang
datang

O:
Awalnya pasien malu-malu saat diajak
berkenalan, kontak mata kurang, akhirnya
pasien mau bersalaman dan sesekali
menunduk kemudian tersenyum
Ibu pasien mau membalas salam, kontak
mata bagus, apabila berbicara masalah
kondisi anaknya, ibu pasien tampak sedih
dan mau menjawab semua pertanyaan
perawat.

A:
TUK 1 (Membina hubungan saling percaya
dengan pasien dan keluarga pasien) tercapai
P:
Lanjutkan tindakan keperawatan untuk
mencapai TUK 2 (Keluarga mampu
mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif
yang dimiliki pasien)
Selasa, 4 Oktober Harga Diri Rendah SP 2 S:
2016, pukul 14.20 Kronis Keluarga membantu pasien Keluarga mengatakan pasien sehari-hari hanya
WITA mengidentifikasi kemampuan yang bengong, jalan-jalan sendiri, biasanya membantu
dimiliki pasien mengambilkan hal sederhana, seperti
mengambilkan semat.
O:
Keluarga pasien mampu menjawab kemampuan
yang dimiliki oleh pasien, keluarga bersedia
memfasilitasi kempaun yang dimiliki pasien
A:
TUK 2 (Keluarga membantu pasien
mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
pasien) tercapai
P:
Lanjutkan tindakan keperawaatan untuk
mencapai TUK 3 (Keluarga memfasilitasi
kemampuan yang dimiliki pasien)
Rabu, 5 Oktober Harga Diri Rendah SP 3 S:
2016, pukul 13.20 Kronis Keluarga memfasilitasi kemampuan Keluarga pasien mengatakan pasien memang
WITA yang dimiliki pasien sulit untuk menggambar, hanya bisa mencorat-
coret. Keluarga akan terus melatih kemampuan
yang dimiliki pasien.
O:
Pasine tidak bisa menggambar, hanya mencorat-
coret kertas yang diberikan, walaupun masih
dibimbing.
A:
TUK 3 (Keluarga memfasilitasi kemampuan
yang dimiliki pasien) tercapai.
P:
Tindak lanjut dan mempertahankan kondisi
sehat.