You are on page 1of 6

E-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 3 Nomor 2, Oktober 2015

HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS PADA


ANAK USIA SEKOLAH DI DESA TABANG BARAT KECAMATAN RAINIS
KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD

Andrep Jusak Lawita


Sisifiani Sarimin
Michael Y. Karundeng

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran


Universitas Sam Ratulangi
Email :24andrep07lawita93@gmail.com

ABSTRACT:Dermatitis is derived from the word derm/o-(skin) and and itis (inflammation),
so that dermatitis can be translated as a condition in which the skin is inflamed. This
research purpose is to know whether there is a relationship to environmental factors with
dermatitis incident in children of school age in the village of West Tabang, Rainis District of
Talaud Island. The research design is descriptive analytic with a cross sectional approach.
Engineering samples of data collection is done by sampling the total number of 35 children.
The results of this study using the chi-square test, of 35 respondents (100%) found that
elementary school-age children have a good environment (LBA) with acute dermatitis as
many as 11 respondents (31.4%), and chronic dermatitis as one respondent (2.9 %). While
elementary school children who have a bad neighborhood (LKB) with acute dermatitis is as
much as 4 respondents (11.7%) and chronic dermatitis 19 respondents (54.3%). So that the
value is p = 0.00 smaller than = 0.005. Conclusions from the research that has been
conducted in the village of West tabang Rainis District of Talaud Islands is there a
relationship between environmental factors with dermatitis incident in children of school age.
Constructive suggestions are expected to be a scientific contribution and information for
further research on the relationship of environmental factors with dermatitis incident in
children of school age.

Keyword : Dermatitis, Environmental Factors

ABSTRAK:Dermatitis berasal dari kata derm/o- (kulit) dan itis (Radang/inflamasi), sehingga
dermatitis dapat diterjemahkan sebagai suatu keadaan di mana kulit mengalami inflamasi.
Tujuan Penelitian Untuk mengetahui apakah ada hubungan faktor lingkungan dengan
kejadian dermatitis pada anak usia sekolah di Desa Tabang Barat Kecamatan Rainis
Kabupaten Talaud. Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif analitik
dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel Teknik pengambilan data
dilakukan dengan total sampling dengan jumlah 35 Anak. Hasil Penelitian dengan
menggunakan uji chi-square dari 35 responden (100%) didapatkan,bahwa anak usia sekolah
dasar memiliki lingkungan baik (LBA) dengan dermatitis akut sebanyak 11 responden
(31,4%), dermatitis kronik sebanyak 1 responden (2,9%). Sedangkan anak sekolah dasar yang
memiliki lingkungan kurang baik (LKB) dengan dermatitis akut sebanyak 4 responden
(11,7%) dan dermatitis kronik 19 responden (54,3%). diperoleh nilai yaitu p=0,00 yang lebih
kecil dari = 0,005. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Tabang
Barat Kecamatan Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud, terdapat hubungan antara
faktor lingkungan dengan kejadian dermatitis pada anak usia sekolah. Saran diharapkan
menjadi sumbangan ilmiah dan informasi untuk peneliti selanjutnya tentang hubungan faktor
lingkungan dengan kejadian dermatitis pada anak usia sekolah.
Kata Kunci : Dermatitis, Faktor Lingkungan
E-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 3 Nomor 2, Oktober 2015

PENDAHULUAN individual akan tergantung dari banyak


variabel seperti vaktor individu, jumlah
Masalah kesehatan menjadi fenomena paparan konsetrasi maksimal yang
yang serius di dunia, bahkan masalah digunakan dan cara pemakaian
kesehatan tidak hanya menimpa orang- (Trihapsoro, 2003).
orang dewasa. Banyak anak-anak dapat Menurut Djuanda (2007) penyakit
mengalami gangguan kesehatan Fida, dan dermatitis merupakan masalah kesehatan
Maya (2012). yang terjadi pada balita.. Berdasarkan
Menurut World Health Organization rekapitulasi yang dilakukan oleh
(WHO) menyatakan kesehatan merupakan Kelompok Studi Dermatologi Anak
suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan Indonesia (KSDAI) dari lima kota besar
kesejahteraan sosial, tidak hanya di Indonesia pada tahun 2000, dermatitis
ketiadaan penyakit atau kelemahan. atopik masih menempati peringkat
Kemajuan medis meningkatkan pertama (23,67%) dari 10 besar penyakit
kesembuhan dan menekan angka kulit anak dan dari sepuluh rumah sakit
kematian, oleh sebab itu penting untuk besar yag tersebar di seluruh Indonesia
mengukur kesehatan tidak hanya dalam dan pada tahun 2010 kejadian dermatitis
aspek penyelamat kehidupan tetapi juga mencapai 36% angka kejadian (Ludfi dkk,
kualitas hidup mereka (Nuradilah, Andi, 2012) (dalam Nuradilah, Andi dan
dan Ansariadi 2013). Ansariadi 2013).
Berbagai macam penyakit kulit saat Dermatitis Kontak adalah respon dari
ini masih menjadi masalah kesehatan bagi kulit dalam bentuk peradangan yang dapat
masyarakat di dunia, tak terkecuali di bersifat akut maupun kronik, karena
Indonesia. Kejadian dermatitis di Amerika paparan dari bahan iritan eksternal yang
Serikat, Eropa, Jepang, Australia, dan mengenai kulit. Terdapat dua jenis
negara Industri lain memiliki prevalensi dermatitis kontak yaitu dermatitis kontak
dermatitis atopik 10 sampai 20% pada iritan dan dermatitis kontak alergik.
anak dan 1-3% terjadi pada orang dewasa. Dermatitis kontak iritan merupakan reaksi
Sedangkan di Negara Agraris misalnya inflamasi lokal pada kulit yang bersifat
China, Eropa Timur, Asia Tengah non imunologik, ditandai dengan adanya
memiliki prevalensi Dermatitis Atopik eritema dan edema setelah terjadi pajanan
lebih rendah (Brown, 2005) (Nurfadilah, bahan kontaktan dari luar (Trihapsoro,
andi dan Ansariadi 2013). 2003).
Berdasarkan data gambaran kasus Prevalensi nasional Dermatitis adalah
penyakit kulit dan subkutan lainnya 6,8% (berdasarkan keluhan responden).
merupakan peringkat ketiga dari sepuluh Sebanyak 14 provinsi mempunyai
penyakit utama dengan 86% adalah prevalensi Dermatitis diatas prevalensi
dermatitis diantara 192.414 kasus nasional, yaitu Nanggroe Aceh
penyakit kulit di beberapa Rumah Sakit Darussalam, Sumatera Barat, Bengkulu,
Umum di Indonesia tahun 2011 Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa
(Kemenkes, 2011) (dalam Nuradilah Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Nusa
Syarif, Andi Zulkifli dan Ansariadi 2013). Tenggara Timur, Kalimantan Tengah,
Timbulnya bahan pemeka atau bahan Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara,
yang dapart mempengaruhi sensitivitas Sulawesi Tengah, dan Gorontalo
yang baru akan mempengaruhi insiden (Riskesdas tahun 2007).
dermatitis kontak pada populasi. Pada saat Penyakit dermatitis memiliki dampak
yang sama beberapa alergen yang semula besar pada kesejahteraan penderita
sering menimbulkan dermatitis kontak khususnya anak, baik secara fisik maupun
akan ber kurang atau menghilang. Insiden psikologis. Pasien dengan dermatitis akan
kepekaan terhadapa suatu supstansi mengalami kesulitan melakukan aktivitas
E-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 3 Nomor 2, Oktober 2015

seperti bermain, bersekolah, dan dapat Sampel yang digunakan dalam


mengganggu tidur dan kegiatan normal penelitian ini yaitu total sampling.
lainnya, penderita dermatitis sering di Instrumen pada penelitian ini
ejek dan mengalami kesulita bergaul menggunakan daftar pertanyaan yang
dengan teman-teman dan masyarkat sosial terdiri dari karakteristik responden yaitu
(Brown, Bourke dan tim Cunliffe 2012). berupa kuesioner dan lembar observasi
Setelah dilakukan studi pendahuluan kejadian dermatitis. Faktor lingkungan
di desa Tabang Barat kecamatan Rainis diukun dengan menggunakan Kuesioner
Talaud maka didapatkan data jumlah anak yang telah diuji validitas dan reabilitas
usia sekolah berjumlah 105 anak. yang terdiri dari 14 pertanyaan dimana
Berdasarkan observasi awal dari dari jika pertanyaan dijawab ya maka diberi
puskesmas Rainis terdapat 35 anak skor 1, jika pertanyaan dijawab tidak
dengan kejadian dermatitis. Sesuai dengan diberi skor 0. Kusioner faktor lingkungan
wawancara langsung dan pendataan yang diberi total skoring, dengan kategori
dilakukan oleh peneliti dengan kepala lingkungan baik diberi skor 7 dan
puskesmas dan anak usia sekolah sekolah kategori lingkungan buruk diberi skor < 7.
di Desa Tabang Barat Kecamatan Rainis. Penentuan skornya ditentukan dengan
Berdasarkan uraian latar belakang di mencari nilai median sebagai cut off untuk
atas, maka penulis perlu untuk melakukan menentukan kriteria lingkungan baik dan
penelitian di Desa Tabang Barat lingkungan kurang baik. Responden akan
kecamatan Rainis Kabupaten Talaud yaitu diwakilkan oleh orangtua/wali untuk
tentang Hubungan Faktor Lingkungan mengisi kuesioner. Lembar observasi
Dengan Kejadian Dermatitis di Desa yang dinguanak adalah untuk mengetahui
Tabang Barat kecamatan Rainis tentang kejadian dermatitis pada anak.
Kabupaten Talaud. Adapun lembar obsevasi yang digunakan
didapat dari dokter puskesmas dengan
kategori dermatitis akut yaitu kejadian
METODE PENELITIAN dermatitis yang terjadi pada anak diatas 6
bulan sedangkan kategori dermatitis
Penelitian ini termasuk dalam jenis
kronis dengan kejadian yaitu kejadian
penelitian kuantitatif dengan
dermatitis yang terjadi pada anak dibawah
menggunakan metode penelitian survei
6 bulan.
analitik untuk menganalisis hubungan
antara 2 variabel yaitu variabel
HASIL dan PENELITIAN
independen (Faktor lingkungan) dan
variabel dependen (Dermatitis pada anak A. Hasil Penelitian
Tabel 1 Distribusi Frekuensi
usia sekolah). Dalam penelitian ini
Responden Berdasarkan Jenis
menggunakan desain penelitian cross
kelamin
sectional, dimana melakukan observasi
dan pengukuran variabel sekali dan Jenis n %
sekaligus pada waktu yang bersamaan Kelamin
(Riyanto. 2011).
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Laki-laki 18 51,4
Tabang Barat Kecamatan Rainis
Kabupaten Kepulauan Talaud pada Perempuan 17 48,6
tanggal 16 Maret sampai dengan 28 Maret
2015. Populasi yang diambil pada Total 35 100
penelitian ini adalah anak-anak usia Sumber : Data Primer 2015
sekolah di Desa Tabang Barat Kecamatan
Rainis Kabupaten talaud dengan Populasi
pada penelitian ini berjumlah 35 anak.
E-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 3 Nomor 2, Oktober 2015

Tabel 2 Distribusi Frekuensi Umur Tabel 5 Hubungan Faktor Lingkungan


Responden Dengan Kejadian Dermatitis Pada
Anak Usia Sekolah Dasar di Desa
Umur n % Tabang Barat Kecamatan Rainis
Kabupaten kepulauan Talaud.
10 Tahun 5 14,3
Faktor Dermatitis Total PValue OR
11 Tahun 6 17,1
lingkungan
12 Tahun 6 17,1 Akut kronik

7 Tahun 6 17,1 N % n % n %

8 Tahun 8 22,9 LBA 11 31,4 1 2,9 12 34,3 0,000 52,250

9 Tahun 4 11,4 LKB 4 11,7 19 54,3 23 65,7

Total 35 100 Total 15 42,9 20 57,1 35 100,0

Sumber : Data Primer 2015 Sumber : Data Primer 2015

Tabel3 Distribusi Frekuensi B. PEMBAHASAN


Responden Berdasarkan faktor Penelitian yang dilakukan berdasarkan
lingkungan jenis kelamin didapatkan responden
terbanyak, yaitu laki-laki berjumlah 18
Faktor n % responden (51,4%) sedangkan perempuan
Lingkungan berjumlah 17 responden (48,6%).
Penelitian ini juga sejalan dengan
LBA 12 34,3 penelitian yang dilakukan Wistian Dkk
(2011) dimana terbanyak laki-laki 11
LKB 23 65,7 responden dan perempuan 7 responden.
Total 35 100,0 Berdasarkan umur responden yang
dilakukan penelitian didapatkan
Sumber : Data Primer 2015 responden terbanyak 8 tahun yaitu 8
responden (22,9%) dan sedikit yaitu 9
tahun yaitu 4 responden (11,4%). Dapat
Tabel 4 Distribusi Frekuensi dikatakan bahwa berdasarkan umur
Responden Berdasarkan frekuensi responden prefalensi kejadian dermatitis
Dermatitis pada anak usia sekolah adalah pada usia 8
tahun, sedangkat paling sedikit yang
Dermatitis n %
mengalami kejadian dermatitis padan
Akut 15 42,9 Anak usia sekolah adalah pada usia 9
tahun.
Kronik 20 57,1 Penelitian ini juga sejalan dengan
penelitian yang dilakukan Wistian Dkk
Total 35 100,0 (2011) dimana terbanyak 7 tahun yaitu 7
responden dan paling sedikit 6 responden.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan
Sumber : Data Primer 2015
didapatkan responden terbanyak 8 tahun
(22,9%) dan sedikit yaitu 9 tahun
(11,4%).
Hasil penelitian yang dilakukan pada
untuk mengetahui hubungan Faktor
E-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 3 Nomor 2, Oktober 2015

lingkungan dengan kejadian dermatatis 2. Kejadian dermatitis pada anak usia


pada anak usia sekolah di Desa Tabang sekolah sebagian besar adalah
Barat Kecamatan Rainis Kabupaten dermatitis Kronik didapatkan
Kepulauan Talaud dilakukan dengan sebanyak 20 responden (57,1%).
menggunakan kuesioner faktor 3. Ada Hubungan Faktor Lingkungan
lingkungan dengan 35 responden (100%) Dengan Kejadian Dermatitis pada
didapatkan bahwa anak usia sekolah dasar anak usia sekolah di Desa Tabang
memiliki lingkungan baik (LBA) dengan Barat kecamatan Rainis Kabupaten
dermatitis akut sebanyak 11 responden Kepulauan Talaud.
(31,4%), dermatitis kronik sebanyak 1
responden (2,9%). Sedangkan anak
sekolah dasar yang memiliki lingkungan DAFTAR PUSTAKA
kurang baik (LKB) dengan dermatitis akut
sebanyak 4 responden (11,7%) dan Adilah A. (2012). Faktor-faktor yang
dermatitis kronik 19 responden (54,3%). berhubungan dengan Terjadinya
Hasil analisa statistik menggunakan uji dermatitis kontak akibat kerja Pada
chi-square pada tingkat kemaknaan = karyawan binatu.
0,05 atau interval kepercayaan p < 0,05. eprints.undip.ac.id/37287/1/ADILA
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 H_G2A008006_LAPORAN_KTI.p
< (0,05), dapat dikatakan bahwa hasil df (Diakses tanggal 9 Oktober 2014,
penelitian menunjukan terdapat hubungan Pukul 21. 30).
antara faktor lingkungan dengan kejadian
dermatitis pada anak usia sekolah di Desa Akhsi, Z. (2011). Prrasitologi.
Tabang Barat Kecamatan Rainis Yogyakarta. Nuha medika.
Kabupaten Kepulauan Talaud. Nilai OR
atau Odds Ratio sebesar 52, 250 %, jadi Bakhtiar, (2010). Faktor Risiko,
lingkungan yang kurang baik Diagnosis, dan Tatalaksana
mendapatkan dermatitis akut dan kronik Dermatitis Atopik pada Bayi dan
berpeluang sebesar 52 kali. Anak.
Penelitian ini juga sejalan dengan http://majour.maranatha.edu/index.p
penelitian yang dilakukan oleh Wistian hp/jurnal-
dkk (2011) di Poli Klinik Rawat Jalan kedokteran/article/viewFile/832/pdf
RSUP Dr. Kariadi Semarang yang (Diakses tanggal 10 Oktober 2014,
menyatakan terdapat hubungan antara Pukul 21. 40).
alergen terhadap kejadian alergen pada
anak. Behrman dkk, (2002). Ilmi Kesehatan
Anak Nelso Vol 3. edisi 15. Jakarta
SIMPULAN : buku kedokteran EGC

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan Brown, bourke, dan tim kunlifle, (2012).
di Desa Tabang Barat Kecamatan Rainis Dermatologi. Jakarta. Buku
Kabupaten Kepulauan Talaud pada kedokteran EGC
tanggal 16 Maret 2015 28 Maret 2015
maka dapat disimpulkan bahwa: Fatma L, Hari S. U. (2007). Faktor-Faktor
1. Faktor Lingkungan di Desa Tabang Yang Berhubungan Dengan
Barat kecamatan Rainis Kabupaten Dermatitis Kontak Pada Pekerja Di
Kepulauan Talaud sebagian besar Pt Inti Pantja Press Industri
adalah lingkungan kurang baik http://journal.ui.ac.id/index.php/heal
didapatkan sebanyak 23 Responden th/article/download/257/253(Diakse
(65, 7 %) .
E-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 3 Nomor 2, Oktober 2015

s tanggal 4 Oktober 2014, Pukul 15. 6106-2-babii.pdf. Skripsi. Diakses


30). tanggal 5 Desember 2014 pukul
22.05.
Fida dan Maya. (2012). Pengantar Ilmu
Kesehatan Anak. Jogjakarta. D-Medika. Setiadi. 2013. Konsep Dan Praktik
Penulisan Riset Keperawatan.
Khadijah A dan Miko H. (2011) Yogyakarta. Graha Ilmu.
Hubungan Proses Kerja Dengan
Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Suyanto. (2011). Metodologi dan aplikasi
Pada Petani Rumput Laut penelitian keperawatan. Yogyakarta.
Dikabupaten Bantaeng Sulawesi Nuha medika.
Selatan.
http://ejournal.litbang.depkes.go.id/i Trihapsoro. 2003. DermatitisKontak
ndex.php/jek/article/download/1690 Alergik Pada Pasien Rawat Jalan di
/pdf(Diakses tanggal 20 Oktober RSUP Haji Adam Malik Medan.
2014, Pukul 19. 15). http://library.usu.ac.id/download/fk/
kulit-iwan.pdf. (Diakses tanggal 21
Muhammad A. S, S. Farm. Dkk. (2011). Oktober 2015 Pukul 13. 20).
Dermatitis Kontak.
http://toshiworld.site90.com/cadang Wisnu N, dkk. (2008). Faktor-Faktor
an/DERMATITIS%20KONTAK.pd Yang Mempengaruhi Kejadian
f (Diakses tanggal 21 Oktober 2014, Dermatitis Kontak Pada Pekerja
Jam 21. 40). Yang Terpajan Dengan Bahan
Kimia Di Perusahaan Industri
Muhammad. A. S, Hertanti. T. F, Otomotif Kawasan Industri
Sriwahyuni. T. M. (2010). Cibitung Jawa Barat.
Dermatitis Kontak. http://repository.ui.ac.id/contents/ko
http://toshiworld.site90.com/cadang leksi/2/97fd7e0804173769df94d7a2
an/DERMATITIS%20KONTAK.pd 7f794f4a23dd7f8d.pdf. (Diakses
f (Diakses tanggal 20 Oktober 2014, tanggal 5 November 2014, Jam 20.
Jam 22. 05). 30).

Nurfadilah S, Andi Z, Ansariadi. (2014). Wistiana, dkk. 2011. Hubungan Pajanan


Faktor Yang Berhubungan Dengan Alergen Terhadap Kejadfian
Kejadian Dermatitis Pada Anak Alergen Pada Anak.
Balita Di Wilayah Kerja Pkm http://saripediatri.idai.or.id/pdfile/13
Pattopakang Kecamatan -3-6.pdf Diakses Tanggal 20 April
Mangarabombang Kabupaten 2015 Pukul 15. 30).
Takalar
http://repository.unhas.ac.id/handle/ Wisnu Nuraga, Fatma L, L. Meily K.
123456789/9645 (Diakses tanggal (2008). Dermatitis kontak pada
10 Oktober 2014, Jam 22. 15). pekerja yang terpajan dengan
Bahan kimia di perusahaan
Rufaeda, E. (2011). Deskriptif Upaya industri otomotif kawasan Industri
Keluarga Dalam Meningkatan cibitung jawa barat.
Status Gizi Anak Usia Sekolah 6- http://journal.ui.ac.id/index.php/he
12 Tahun Di Desa Pilang Wetan alth/article/viewFile/299/295.
Kebon Agung Demak. (Diakses tanggal 5 November
http://digilib.unimus.ac.id/files/dis 2014, Jam 22.
k1/123/jtptunimus-gdl-enirufaeda-