You are on page 1of 2

1) Genetika.

Faktor utama keturunan yang mempengaruhi kesehatan, contoh;


butawarna, asma, hemofili, dll
2) Umur dan keadaan imunologis. Mempengaruhi status kesehatan karena
kecenderungan penyskit menyerang umur tertentu. Misal, balita karena imunnya
belum stabil dan pada manula karena imun menurun
3) Jenis kelamin. Mempengaruhi status kesehatan karena ada penyakit yang terjadi
lebiih banyak atau hanya terjadi pada pria atau wanita saja. Misal, kanker
serviks pada wanita, dan kanker prostat pada pria
4) Etnis / ras / warna kulit. Mempengaruhi status kesehatan karena terdapat
perbedaan antara etnis atau ras tertentu. Misal, ras kulit putih lebih berisiko
terkena kanker kulit disbanding ras kulit hitam
5) Keadaan fisiologis tubuh. Mempengaruhi status kesehatan. Misal, kehamilan,
kelelahan, pubertas, keadaan gizi, dll
6) Perilaku dan kebiasaan (gaya hidup). Mempengaruhi status kesehatan. misalnya,
personal hygiene, hubungan antar pribadi, dll
7) Riwayat penyakit sebelumnya. Mempengaruhi status kesehatan karena ada
penyakit yang sudah pernah diderita maka ketika terjadinya serangan kedua
menimbulkan kondisi yang lebih parah atau jika penyakit sebelumnya telah
sembuh maka risiko kambuh lagi kecil atau tidak terjadi lagi (Muliani, 2010)
Karakteristik pejamu dalam menghadapi ancaman penykit antara lain :
1) Resistensi. Kemampuan dari pejamu untuk bertahan terhadap suatu infeksi
2) Imunitas. Kesanggupan host untuk mengembangkan suatu respon imunologis
sehingga tubuh kebal terhadap penyakit tertentu
3) Infektifnes. Potens pejamu yang terinfeksi untuk menularkan penyakit kepada
orang lain (H. H. S. Kasjono & Kristiawan, 2009)

Karakteristik Agen yang menyebabkan dapat terjadinya penyakit, antara lain


:

1) Infektivitas. Kemampuan dari organisme untuk beradaptasi sendiri terhadap


lingkungan dari pejamu untuk mampu tinggal dan berkembang biak dalam
jaringan pejamu
2) Patogenesitas. Kemampuan penyakit / organisme untuk menimbulkan suatu
reaksi klinik khusus yang patologis setelah terjadinya infeksi pada pejamu
yang diserang
3) Virulensi. Ukuran derajat kerusakan yang ditimbulkan oleh bibit penyakit.
4) Toksisitas. Kemampuan bibit penyakit untuk memproduksi reaksi kimia
yang toksis dari substansi kimia yang dibuatnya
5) Invasitas. Kemampuan organisme bibit penyakit untuk melakukan penetrasi
dan menyebar setelah memasuki jaringan
6) Antigenisitas. Kemampuan organisme bibit penyakit untuk merangsang
reaksi imunologis dari pejamu. (E. Kasjono, 2008)

Karakteristik lingkungan dalam menimbulkan status sakit, antara


lain:
a) Topografi. Berkaitan dengan situasi lokasi tertentu, baik natural maupun
buatan manusia yang mempengaruhi terjadinya dan penyebaran suatu
penyakit tertentu.
b) Geografi. Keadaan yang berkubungan dengan struktur geologi bumi
yang berhubungan dengan kejadian penyakit (Muliani, 2010)
Ketiga faktor dalam trias epidemiologi terus menerus berinterkasi
satu sama lain sehingga perubahan pada unsur triaas dapat menyebabkan
kesakitan yang tergantung pada karakterisktik dan interaksi antara ketiganya
(Muliani, 2010)