TUGAS MANAJEMEN PROYEK PEMBANGUNAN

Oleh : YUSUF RANDY INES OKNIARTI CANGGIH NUGROHO (060810101121) (060810101129) (060810101141)

ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER 2009

1.

PENDAHULUAN
Pembangunan Merupakan salah satu elemen penting bagi negara yang sedang

berkembang untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan mengejar katertinggalan dari negara-negara lain. Upaya pembangunan nasional yang sedang dilakukan pada hakekatnya adalah upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. Pembangunan ekonomi di Indonesia diarahkan pada terwujudnya perekonomian nasional yang baru dan andal berdasarkan demokrasi ekonomi intuk meningkatkan kemakmuran seluruh rakyat, dan dapat terwujud apabila ada pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi sebagai penggerak dan pemacu pembangunan di bidang-bidang lain (Dekdikbud) Berdasarkan bentuknya, pembangunan dapat dikelompokkan menjadi pembangunan fisik dan pembangunan nonfisik. Pembangunan fisik dapat diartikan sebagai pembangunan yang wujudnya nyata, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, dan fasilitas publik yang lainnya. Sedangkan yang dimaksud dengan pembangunan merupakan pembangunan yang sifatnya tak nyata atau tidak dapat dilihat, namun manfaat dari adanya pembanguan tersebut dapat dirasakan, seperti perubahan standarisasi pendidikan, program pelatihan, dll. Dalam pelaksanannya, proses pembangunan yang dilakukan terutama pembangunan fisik, sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan kemakmuran bagi masyrakatnya tentunya tidak mungkin semuanya dijalankan oleh pemerintah. Didalam kegitan ini, merupakan bentuk kerjasama antara pemerintah dengan pihak swasta dalam negri ataupun pihak asing. Pemerintah disini hanya sebagai pihak pemberi tender yang hanya bertanggungjawab pada pendanaan proyek, sedangkan untuk tahap perencanaan hiangga evaluasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penerima tender pembangunan tersebut. Dalam penyusunan tugas prosedur proyek ini, dimana dalam proyek pembanguan. Kami memfokuskan pada proyek yang sifatnya adalah penunjukkan secara langsung oleh pemberi tender. Dengan harapan, nantinnya dapat mengetahui bagaimana prosedur, tahapan, mekanisme dalam kegiatan tersebut.

2. Pembahasan
Perjanjian adalah suatu ikatan atau hubungan hukum mengenai benda-benda (barang) atau kebendaan (jasa) antara dua pihak atau lebih, dimana para pihak tersebut saling berjanji atau dianggap saling berjanji untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Unsur-Unsur Perjanjian atau Kontrak: a. Adanya para pihak yaitu pihak pengguna barang/jasa dan pihak penyedia barang/jasa; b. Adanya kesepakatan dari para pihak; c. Obyek perjanjian yaitu barang/jasa; Manajemen proyek adalah merupakan suatu konsep yang biasanya digunakan pada proyek berskala besar dalam nilai uang dan mempunyai kompleksitas yang tinggi dalam skala desain, teknologi yang digunakan, penjadwalan serta melibatkan banyak pihak (konsultan dan kontraktornya) pada pelaksanaan proyeknya. Aktivitas manajemen proyek terjadi selama perancanaan proyek dan pelaksanaan proyek. Perencanaan proyek meliputi penjadwalan tugas proyek dan menentukan sumber daya yang diperlukan. Rencana proyek adalah tahap pertama dalam fase pengembangan konsep, meskipun hal ini merupakan kesatuan yang dinamis dan berkelanjutan yang terus terjadi selama proses pengembangan. Proses pemilihan proyek dipengaruhi oleh ketersediaan sumberdaya, termasuk : • Sumberdana ketersediaan modal berupa uang tunai, penyertaan modal, pinjaman • Tanah termasuk status kepemilikaan tanah (hak milik atau sewa) • Teknologi akses terhadap praktek yang terbaik, fasilitas penelitian dan pengembangan • Prasarana dan sarana • Sumber daya manusia keahlian manajemen dan teknik, tenaga kerja konstruksi dan pelaksanaan

Dalam proses pemilihan proyek, sangatlah penting untuk mengidentifikasi sedari awal batasan dan halangan yang dapat menyebabkan proyek menjadi tidak ekonomis atau sama sekali tidak dapat dilaksanakan. Batasan-batasan tersebut dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti : • Ketersediaan dana dan sumberdaya • Ketersediaan tenaga ahli • Waktu penyelesaian proyek tidak dapat dikerjakan sesuai waktu • Kompleksitas organisasi yang melibatkan lembaga-lembaga lain. • Ketersediaan teknologi Perhitungan Anggaran Proyek Perkiraan biaya terdiri dari tiga dasar perhitungan, yaitu berdasarkan rancangan, perencanaan dan harga.  Berdasarkan rancangan, apa yang akan dibuat? yang menjadi dasar perhitungannya adalah gambar, sketsa dan spesifikasi. Hal yang terpenting dalam perhitungan adalah tingkatan definisi dan potensi adanya perubahan. Rancangan awal biasanya dipersiapkan dengan asumsi bahwa produk yang akan dibuat dapat dikerjakan dengan cara sederhana.  Berdasarkan perencanaan , Bagaimana membuatnya? hasil perencanaan yang dijadikan dasar perhitungan biaya biasanya terdiri dari rencana jaringan, jadwal kegiatan dan jadwal sumberdaya. Perhitungan yang didapat akan benar selama sesuai dengan prencanaan dan perkiraan bagaimana sebenarnya proyek tersebut akan dibuat.  Berdasarkan biaya, tingkatan harga seperti apa yang akan didapat? pada jenis ini estimasi dilakukan berdasarkan biaya atau harga. Biasanya terdiri dari data yang digunakan untuk perhitungan, asumsi yang digunakan terhadap secara askalasi dan parameter lainya.

Pembiayaan siklus hidup diekspresikan dalam bentuk nilai uang yang sepadan dan dapat dibagi menjadi komponen berikut : 1. Biaya awal (capital cost) Biaya awal adalah seluruh biaya yang diperlukn untuk pengadaan termasuk perencanaan, perancangan, konstruksi dan commisioning. Kemungkinan biaya yang diperlukan adalah: Biaya penggunaan lahan, pengukuran, perobohan dan relokasi, biaya admisistrasi. Biaya perancangan termasuk biaya untuk konsultan dan atau tenaga perusahaan sendiri dan juga biaya untuk studi khusus dalam pengujian.Biaya penggunaan lahan, pengukuran, perobohan dan relokasi, biaya admisistrasi. Biaya pengujian. Biaya konstruksi termasuk upah pekerja, biaya untuk material, peralatan, administrasi overhead, biaya lembur, keuntungan asuransi, ijin dan pengeluaran lainnnya 2. Biaya penggunaan (cost in use) Biaya penggunaan adalah biaya kepemilikan proyek secara keseluruhan atau komponen-komponennya, termasuk perawatan, pembersihan, perubahan, penggantian dan penunjang. Biaya awal serta biaya pembonngkaran dan disposal tidak termasuk dalam biaya penggunaan. Biaya yang masuk dalam biaya ini adalah : Biaya operasi terdiri dari biaya bahan bakar, sumber dan beban tenaga dan seluruh biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk menjalankan fasilitas secara efektif, termasuk keamanan Biaya perawatan, biaya yang diperlukan untuk menjaga atau meningkatkan asset serta kondisi yang disetujui termasuk seluruh biaya yang berhubungan dengan pemeliharaan dan perbaikan. Biaya pembersihan, biaya yang diperlukan untuk mengurangi tingkat pencemaran sesuai standar yang dapat diterima

-

Biaya perubahan dan penggantian, biaya yang berhubungan perubahan fungsi, biaya untuk mengganti peralatan dan material utama yang tidak ekonomis dalam kurun umur fasilitas

-

Biaya penunjang, termasuk asuransi pengeluaran manajamen dan lainya.

3. Biaya uang (cost in money) Uang tidak dapat dijadikan suatu acuan yang pasti dalam mengukur nilai sumber daya yang digunakan untuk menciptakan suatu system. Nilai rupiah suatu sumber daya yang digunakan pada suatu waktu tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan nilai rupiah sumberdaya yang sama pada waktu yang lain. Uang saat ini memiliki nilai yang lebih besar daripada uang di waktu yang akan datang. Prosedur Pemilihan Proyek Meningkatnya harga tanah dan harga bahan-bahan bangunan membuat para pengembang properti terpaksa mengeluarkan biaya yang cukup besar dalam pembangunan suatu proyek. Sehingga diperlukan pemilihan kontraktor yang memiliki efisiensi tinggi, yaitu dengan biaya yang seoptimal mungkin, beserta perencanaan dan pelaksanaan waktu yang optimal, mampu menghasilkan kualitas kerja yang baik yang sesuai dengan konsep serta spesifikasi proyek perumahan yang dipersyaratkan. Ada dua prosedur atau proses dalam pemilihan kontraktor , yaitu proses prakualifikasi, proses penyeleksian awal, dan proses tender, proses lanjutan dari prakualifikasi. a. Untuk proses prakualifikasi, pengambilan data dilakukan dengan wawancara kepada ahli yang berkaitan langsung dengan proses tersebut. Data-data yang diperlukan antara lain: Kriteria-kriteria yang digunakan pada proses prakualifikasi. Data sejumlah objek (perusahaan kontraktor) yang pernah mengikuti proses Penilaian perusahaan terhadap kontraktor-kontraktor tersebut berdasarkan

prakualifikasi. kriteria-kriteria yang digunakan

Setelah didapatkan data-data yang diperlukan, kemudian melakukan estimasi model diskriminan dengan bantuan software SPSS. Selanjutnya menginterpretasi hasil dan kemudian melakukan validasi hasil terhadap fungsi atau model diskriminan b. Proses kedua, yaitu proses evaluasi tender, pengambilan data dilakukan untuk menentukan kriteria-kriteria serta subkriteria-subkriteria yang akan digunakan dalam proses evaluasi tender, melalui kuesioner yang terdiri dari tiga proses antara lain : Rekomendasi kriteria berdasarkan tingkat kepentingan Rekomendasi subkriteria berdasarkan tingkat kepentingan. Penilaian perbandingan berpasangan, nilai rata-rata dari seluruh responden antar elemen-elemen hirarki. Kemudian melakukan pengolahan data kuesioner dimana kriteria-kriteria serta subkriteria-subkriteria dipilih berdasarkan nilai tingkat kepentingan tertinggi. Kemudian untuk penilaian perbandingan berpasangan, nilai rata-rata dari seluruh responden dihitung terlebih dahulu menggunakan Microsoft excel. Selanjutnya memasukkan hasil perhitungan tersebut dimasukkan ke dalam matriks perbandingan dan diolah lebih lanjut dengan menggunakan metode AHP melalui software Expert Choice 2000. Setelah itu, menganalisa hasil pemilihan kontraktor utama dan menguji kevalidan data dengan menggunakan inconsistency ratio. Jika penilaian tidak valid, maka data kuesioner penilaian perbandingan berpasangan dicek kembali. Untuk proses prakualifikasi, didapatkan variabel dependen : kontraktor layak dan kontraktor tidak layak. Sedangkan variabel independen yang mempengaruhi penilaian terhadap kontraktor-kontraktor tersebut adalah:        Kepemilikan akte pendirian perusahaan Kepemilikan ijin usaha Keikutsertaan dalam asosiasi kontraktor Indonesia Nilai neraca Pengalaman dalam proyek pembangunan Nilai kualitas bangunan dari proyek sebelumnya Curriculum vitae manajer proyek

b. Sedangkan untuk proses tender, sebagai berikut:  Kriteria dan Subkriteria o Harga BOQ Bill of Quantity merupakan item-item detail dari setiap pekerjaan yang disertai bobot pekerjaan untuk masing-masing item pekerjaan, yang didalamnya juga tercantum harga satuan atau harga per item pekerjaan. Subkriteria: Total Harga BOQ yang Ditawarkan Total keseluruhan harga yang ditawarkan kontraktor, dimana total harga BOQ ini merupakan akumulasi keseluruhan dari harga-harga per item pekerjaan. Harga Per Item Pekerjaan Harga satuan per item pekerjaan, yang mencakup harga material, tenaga kerja serta peralatan. o Kesanggupan Kontraktor Kesanggupan kontraktor dalam memenuhi persyaratan yang diajukan oleh perusahaan developer. Subkriteria: Waktu Pelaksanaan Persyaratan akan target waktu penyelesaian proyek. Jumlah Unit yang Akan dibangun Jumlah unit rumah yang dibangun untuk satu proyek. Kualitas yang Diinginkan Owner Kualitas fisik dari bangunan proyek, baik dilihat dari segi kerapihan hasil, kebersihan. o Spesifikasi Bahan Spesifikasi bahan atau material yang ditawarkan oleh kontraktor untuk digunakan dalam membangun proyek. Subkriteria: Finishing Arsitek Pemilihan material untuk finishing arsitek. Finishing ME

Pemilihan material untuk mekanikal dan elektrikal. Konstruksi Pemilihan material untuk konstruksi bangunan. o Tenaga Kerja Tenaga kerja untuk pembangunan proyek. Subkriteria: Kualifikasi Pendidikan Latar belakang pendidikan dari setiap tenaga kerja proyek. Pengalaman dalam mengerjakan proyek Lamanya pengalaman yang dimiliki dari setiap tenaga kerja di dalam mengerjakan suatu proyek. Performa Manajer Proyek Hasil kinerja dalam mengelola suatu proyek dilihat dari hasil proyekproyek yang pernah dikerjakan. o Peralatan Peralatan-perlatan yang digunakan untuk pembangunan proyek. Subkriteria: Kondisi Peralatan Kondisi peralatan yang dimiliki kontraktor Ketersediaan Peralatan Jumlah serta jenis peralatan yang dimiliki oleh kontraktor untuk membangun proyek perumahan. o Cash Flow Kontraktor Kemampuan kontraktor dalam mengelola keuangan, baik transaksi uang masuk maupun transaksi uang keluar secara baik, sampai dengan pekerjaan selesai, sehingga tidak terjadi defisit keuangan. Subkriteria: Kekuatan Keuangan Kemampuan kontraktor dalam me-manage keuangan disertai dengan permodalan yang cukup. Kredibilitas di Mata Supplier Nama baik kontraktor, selama ini dalam berhubungan dengan supplier, contohnya pembayaran yang baik dan tidak pernah cidera janji (wan prestasi).

-

Kredibilitas di Mata Bank Mempunyai reputasi yang baik di mata perbankan yang ditunjukkan dengan karakter yang baik, kemampuan mengelola usaha dengan baik, usaha yang lancar, dan tidak pernah melakukan penarikan cek kosong.

o Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kepedulian akan masalah kesehatan dan keselamatan kerja bagi tenaga kerjanya. Performa kesehatan dan keselamatan kerja dari proyek-proyek sebelumnya Program kesehatan dan keselamatan kerja yang selama ini dikerjakan oleh kontraktor. Asuransi Keselamatan Kerja Perusahaan kontraktor mengikutsertakan tenaga kerjanya ke dalam asuransi keselamatan kerja. Jenis dalam proyek: • • • • Pelelangan Umum Pelelangan Terbatas Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung

Pelelangan Umum: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Segmen pasar dan kualifikasi Jadual waktu pelaksanaan pelelangan umum Syarat peserta lelang Isi pengumuman Prakualifikasi dan Pascakualifikasi Undangan dan penjelasan lelang Pembukaan dokumen penawaran Evaluasi umum ( umum ) Evaluasi administrasi

10. 11. 12. 13.

Evaluasi teknis Evaluasi harga BA Pelelangan, penetapan pemenang, pengumuman pemenang, sanggahan dan pengaduan, penunjukan pemenang, dan tanda tangan kontrak Pelelangan gagal dan pelelangan ulang

Pelelangan Terbatas: 1. Prinsipnya sama dengan proses pelelangan umum 2. Dilakukan apabila diyakini pesertanya terbatas dan untuk pekerjaan bersifat kompleks 3. Pengumuman mencantumkan peserta yang diundang 4. Bila ada peserta lain di luar yang diundang dan memenuhi kualifikasi, wajib diikutsertakan dalam pelelangan terbatas. 5. Pesertanya harus lulus prakualifikasi Pemilihan Langsung 1. Hanya untuk proyek bernilai sampai dengan Rp.100 juta 2. Tetapkan calon peserta yang diundang dan diumumkan pada papan pengumuman resmi 3. Sekurang-kurangnya 3 penawaran 4. Dilakukan prakualifikasi 5. Tetap harus memenuhi prinsip-prinsip proyek 6. Dilakukan klarifikasi dan negosiasi penawaran 7. Tidak memerlukan persetujuan Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota 8. Tetap diumumkan pemenangnya 9. Diberikan kesempatan sanggahan dan pengaduan Penunjukan Langsung 1. Kriteria: a. Keadaan tertentu: 1) Penanganan darurat/bencana alam

2) Pekerjaan perlu dirahasiakan 3) Pekerjaan < Rp. 50 juta b. Keadaan khusus: 1) Tarif resmi 2) Spesifik/satu penyedia jasa / hak paten 3) Kompleks/teknologi khusus / hanya satu penyedia jasa. 2. Memenuhi asas keterbukaan dan keadilan 3. Dengan prakualifikasi dan diumumkan di papan pengumuman resmi 4. Dilakukan klarifikasi dan negosiasi 5. Tanpa persetujuan Menteri / Gubernur / Bupati / Walikota Sebagai contoh, kita mengambil proyek perbaikan pembangunan rel kereta api. Dalam kasus proyek tersebut dekategorikan sebagai proyek penunjukan langsung karena tanpa melewati adanya proses pelelangan.Tender proyek ini merupakan jenis proyek penunjukan secara langsung dengan didasarkan atas adanya hubungan internal anatara CV Joyo Makmur sebagai penerima tender dan PT. Kereta api sebagai pihak pertama atau pihak pemberi tender. Meskipun nilai pengerjaan proyek diatas 50 juta, dimana dapat dikategorikan dalam proyek lelang, namun proyek ini berjenis proyek penunjukan langsung oleh PT. Kereta Api kepada CV. Joyo Makmur. Alasan penunjukan langsung pengerjaan prooyek ini karena CV. Joyo Makmur merupakan CV. Yang bergerak secara khusus dalam hal pengerjaan atau perbaikan rel kereta apisehingga PT. Kereta Api menimbang bahwa CV. Joyo Makmur telah memiliki banyak pengalaman dalam pengerjaan tender ini. Untuk lebih jelasnya, kami lampirkan proposal penunjukan langsung perbaikan rel oleh PT. Kereata Api kepada CV. Joyo Makmur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful