You are on page 1of 8

PERSEPSI DAN PENGALAMAN WANITA PUS TENTANG ALAT

KONTRASEPSI KB SUNTIK 3 BULAN DI KELURAHAN BINCAR


KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN UTARA
KOTA PADANGSIDIMPUAN
TAHUN 2017
Nisma Lubis1, Dady Hidayah Damanik2, Henniyati Harahap2
1
Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Stikes Aufa Royhan Padangsidimpuan
2
Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Stikes Aufa Royhan Padangsidimpuan

ABSTRACT

The 3-month injection contraception method is one of the most effective, selected and large
number of users, but side effects caused by users of 3-month injection method often cause anxiety
to the acceptors.
The purpose of this research is to know perception and experience of woman about 3 month
injection contraception in Bincar District North Padangsidimpuan year 2017.
The research used qualitative approach method. The research was conducted in Bincar
District North Padangsidimpuan year 2017. The data collection process was conducted in July
2017. The number of acceptors in this study amounted to 4 people. The data were taken by indepth
interview method with the tape recorder. Data analysis in this research using Collaizi technique.
This study resulted in perception of female about 3 month injection contraceptive tool and
woman experience about 3 month injection contraception.
Suggestions from this study are expected to be input for new and old acceptors to be able to
overcome the impact of contraception injection 3 month because acceptor can consult to health
worker or other more experienced person.

Keywords : Injectable contraception 3 months, Perception and Experience, Women


of fertile couples

PENDAHULUAN

Kontrasepsi berasal dari kata kontra kontrasepsi adalah menghindari atau


berarti mencegah atau melawan dan mencegah terjadinya kehamilan sebagai
konsepsi yang berarti pertemuan antara sel akibat pertemuan antara sel telur yang
telur yang matang dan sel sperma yang matang dengan sel sperma tersebut
mengakibatkan kehamilan. Maksud (Maritalia, 2012).

Keluarga berencana adalah suatu upaya World Health Organization (WHO)


yang dilakukan manusia untuk mengatur tahun 2014 mengatakan bahwa jumlah
secara sengaja kehamilan dalam keluarga pengguna kontrasepsi suntik yaitu sebanyak
secara tidak melawan hukum dan moral 4.000.000 orang. Di Amerika Serikat jumlah
Pancasila untuk kesejahteraan keluarga. pengguna kontrasepsi suntik sebanyak 30%.
Departemen Kesehatan Republik (8,82 %), MOW (3,49 %), MOP (0,71 %),
Indonesia (2011), prevalensi kontrasepsi dan kondom (2,96 %). Menurut Dinkes
menurut alat atau cara kontrasepsi hasil Provinsi Jawa Tengah (2011), peserta aktif
survey peserta aktif tahun 2011, menunjukan KB sebesar 79,32 %. Alat atau cara
bahwa prevalensi pengguna kontrasepsi di kontrasepsi yang dominan dipakai adalah
Indonesia 75,96 %, alat atau cara kontrasepsi suntikan (54,67 %), pil (17,83 %), IUD (7,37
yang dominan dipakai adalah suntik (46,47 %), implan (11,63 %), MOW (2,03 %), MOP
%), pil (25,81 %), IUD (11,28 %), implan (0,30 %), dan kondom (6,17 %).
Metode kontrasepsi suntikan menghambat sekresi hormon pemicu folikel
merupakan salah satu metode keluarga (FSH) dan LH serta lonjakan LH.
berencana yang popular dan menjadi gerakan Salah satu jenis kontrasepsi efektif
keluarga berencana nasional serta yang menjadi pilihan kaum ibu yaitu KB
peminatnya dari tahun ke tahun semakin suntik. Ini di sebabkan karena aman, efektif,
bertambah. Hal ini dikarenakan kontrasepsi sederhana dan murah. Cara ini mulai di sukai
suntikan memiliki keuntungan yang sangat masyarakat kita dan di perkirakan setengah
banyak terutama efektifitasnya yang tinggi juta pasangan memakai kontrasepsi suntikan
untuk mencegah kehamilan. KB suntik 3 untuk mencegah kehamilan. Namun
bulan mengandung Depo Medroksi demikian KB suntik juga mempunyai banyak
Progesteron Asetat (DMPA) yang memiliki efek samping, seperti amenorea (30%),
dua efek samping utama yang mempengaruhi spotting (35%) (bercak darah) dan
semua wanita yang menerima suntikan menoragia, seperti halnya dengan kontrasepsi
DMPA: perubahan menstruasi dan tertunda hormonal lainnya dan dijumpai pula keluhan
untuk kembali subur (Prawirohardjo, 2009). mual, sakit kepala atau pusing, galaktorea,
Berdasarkan Survei Demografi dan dan perubahan berat badan (Hartanto ,2005).
Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2010 Data yang diperoleh dari Badan Pusat
terdapat kecenderungan peningkatan jumlah Statistik Kota Padangsidimpuan, jumlah
pemakai kontrasepsi jenis injeksi dari 11,7% penduduk di Kecamatan Padangsidimpuan
pada tahun 2008, pada tahun 2009 menjadi Utara pada tahun 2015 adalah 64.375 jiwa
15,2%, dan 21,1% pada tahun 2010, dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS)
kemudian tahun 2011 meningkat menjadi sebanyak 8,424 orang. Jumlah peserta KB
27,8%. Metode kontrasepsi jenis injeksi aktif 5.404 orang (64,15%). Jenis kontrasepsi
merupakan kontrasepsi yang paling banyak yang digunakan antara lain IUD 617 orang,
digunakan di Indonesia (Surbakti, 2003). MOW 36 orang, Implan 535 orang, Suntik
Jumlah data akseptor KB aktif di 1.951 orang, Pil 1.787 orang, dan Kondom
Jakarta yaitu sekitar 85,5% di mana 40,69% 478 orang.
pengguna kontrasepsi suntik sedangkan di Kelurahan Bincar merupakan salah
Propinsi Sumatera Utara pencapaian tersebut satu kelurahan dari 16 kelurahan yang berada
didapatkan penggunaan suntik 417.856 dalam wilayah Kecamatan Padangsidimpuan
peserta atau sekitar (30,86%). Kontrasepsi Utara. Jumlah penduduk di Kelurahan Bincar
suntik yang lebih banyak dipilih adalah Depo 3268 orang, yang terdiri dari 648 KK. Data
Provera atau suntikan 3 bulan. Depo Provera dari Puskesmas Sadabuan untuk Kelurahan
merupakan suspensi cair yang mengandung Bincar, jumlah PUS 285 dan jumlah peserta
kristal depot medroksiprogesteron asetat KB aktif 244 orang, hanya 112 akseptor yang
(DMPA). DMPA merupakan suatu progestin memakai KB suntik dan yang lainnya
yang mekanisme kerjanya bertujuan untuk menggunakan KB implant, pil, IUD,
kondom, MOW dan MOP.
Berdasarkan survey awal yang bulan banyak menemukan permasalahan
dilakukan di Kelurahan Bincar Kecamatan yang muncul seperti gangguan haid tidak
Padangsidimpuan Utara Kota teratur, permasalahan berat badan yang
Padangsidimpuan terdapat 285 PUS. Hasil mengurangi kepercayaan diri mereka dan
wawancara yang peneliti lakukan kepada 10 yang lainnya setelah pemakaian kontrasepsi
wanita PUS yang menggunakan KB suntik 3 suntik 3 bulan.
PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, kontrasepsi KB suntik 3 bulan di Kelurahan
maka perumusan masalah dalam penelitian Bincar Kecamatan Padangsidimpuan Utara
ini adalah Bagaimana persepsi dan Kota Padangsidimpuan Tahun 2017 ?
pengalaman wanita PUS tentang alat TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Umum bulan di Kelurahan Bincar Kecamatan
Mengetahui persepsi dan pengalaman Padangsidimpuan Utara Kota
wanita PUS tentang alat kontrasepsi KB Padangsidimpuan Tahun 2017.
suntik 3 bulan di Kelurahan Bincar b. Mengetahui pengalaman wanita PUS
Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota tentang alat kontrasepsi KB suntik 3
Padangsidimpuan Tahun 2017. bulan di Kelurahan Bincar Kecamatan
Tujuan Khusus Padangsidimpuan Utara Kota
a. Mengetahui persepsi wanita PUS Padangsidimpuan Tahun 2017.
tentang alat kontrasepsi KB suntik 3
MANFAAT PENELITIAN
a. Bagi Perkembangan Ilmu Kesehatan Sebagai bahan untuk menambah
Masyarakat wawasan dan pengetahuan terkait
Sebagai referensi yang dapat tentang Persepsi dan pengalaman
memperkaya khasanah keilmuan wanita PUS tentang alat kontrasepsi Kb
mengenai Persepsi dan pengalaman suntik 3 bulan.
wanita PUS tentang alat kontrasepsi d. Bagi Instansi Pendidikan
KB suntik 3 bulan. Sebagai bahan refrensi dan bacaan, dan
b. Bagi Wanita PUS diharapkan penelitian ini dapat
Sebagai bahan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan acuan
meningkatkan pengetahuan wanita penelitian lebih lanjut.
PUS tentang alat kontrasepsi KB suntik
3 bulan.
c. Bagi Peneliti
DEFENISI dirasai, ditanggung dsb) baik yang sudah
Persepsi adalah pengalaman tentang lama atau baru saja terjadi.
objek, peristiwa, atau hubungan- hubungan Suntik 3 bulan adalah suatu suntikan
yang diperoleh dengan menyimpulkan yang mengandung 150 mg DMPA (Depo
informasi dan menafsirkannya.Persepsi Medroksiprogesteron Asetat ) yang diberikan
adalah memberikan makna kepada stimulus. setiap 3 bulan dengan cara disuntik
Pengalaman dapat diartikan sebagai intramuskular (di daerah bokong) (Saifuddin,
sesuatu yang pernah dialami (dijalani, 2006).
DESAIN DAN JENIS PENELITIAN menghasilkan data deskriftif berupa hasil
Penelitian ini menggunakan wawancara baik berupa kata- kata tertulis
pendekatan kualitatif yang didefenisikan atau lisan dari orang-orang yang ditentukan
sebagai prosedur penelitian yang sebagai informan. (Patilima,2005). Dengan
tujuan untuk menganalisis persepsi dan dijumpai di lapangan. Peneliti terjun
pengalaman wanita PUS tentang alat langsung ke lapangan dan berinteraksi
kontrasepsi KB suntik 3 bulan. langsung dengan informan sampai
Desain dalam penelitian ini bersifat mendapatkan informasi yang diinginkan dan
terbuka, disesuaikan dengan kondisi yang lengkap.
LOKASI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari
Penelitian ini dilaksanakan di sampai dengan Agustus 2017. Kegiatan
Kelurahan Bincar Kecamatan penelitian meliputi penyusunan proposal
Padangsidimpuan Utara Kota penelitian, pengambilan data lapangan,
Padangsidimpuan. pengolahan data dan analisa data, penulisan
WAKTU PENELITIAN skripsi, sidang skripsi dan perbaikan skripsi.
HASIL PENELITIAN suntik 3 bulan bisa mencegah kehamilan,
Hasil wawancara dengan informan untuk perencanaan kehamilan, mengatur
terhadap persepsi dan pengalaman wanita jarak anak, dan untuk menunda kehamilan.
PUS tentang kontrasepsi KB suntik 3 Jawaban para informan dapat dilihat pada
bulan tabel dibawah ini.
1. Distribusi persepsi informan tentang Bisa mencegah kehamilan dan mengatur
alat kontrasepsi jarak anak(Partisipan 1)
Berdasarkan hasil wawancara kepada Untuk menunda kehamilan, mengatur
seluruh informan mengenai persepsi tentang jarak anak dan perencanaan
KB, maka diperoleh pernyataan bahwa KB kehamilan(Partisipan 2)
sangat penting karena bisa mengatur jarak Dapat mencegah kehamilan, bisa juga
kehamilan, merencanakan kehamilan. Selain mengatur jarak anak(Partisipan 3)
itu KB bisa merencanakan jumlah anak yang KB 3 bulan itu dapat mengatur jarak
diinginkan. Jawaban para informan dapat anak, menjarangkan kehamilan, menunda
dilihat pada tabel di bawah ini. kehamilan, dan perencanaan kehamilan
KB bisa mengatur jarak kehamilan kita yang diinginkan(Partisipan 4)
selain itu bisa juga merencanakan
kehamilan yang kita inginkan(Partisipan
1) 3. Distribusi pengalaman memakai alat
Mengatur jarak kehamilan, KB bisa juga kontrasepsi KB suntik 3 bulan
merencanakan jumlah anak yang Berdasarkan hasil wawancara kepada
diinginkan(Partisipan 2) seluruh informan mengenai persepsi
KB dapat mengatur jarak kehamilan informan tentang pengalaman memakai
serta perencanaan kehamilan(Partisipan kontrasepsi KB suntik 3 bulan, maka
3) diperoleh pernyataan bahwa akibat
Mengatur jarak kehamilan, pemakaian KB suntik 3 bulan terjadi
merencanakan kehamilan kita dan perubahan pada berat badan, perubahan pada
perencanaan jumlah anak yang kita menstruasi seperti tidak haid sama sekali dan
inginkan(Partisipan 4) hanya bercak. Selain itu akibat memakai KB
2. Distribusi persepsi informan tentang suntik 3 bulan terjadi juga haid yang
alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan memanjang, haid yang banyak, sedikit, ada
Berdasarkan hasil wawancara kepada juga informan yang mengalami sakit kepala.
seluruh informan mengenai persepsi Jawaban para informan dapat dilihat pada
informan tentang kontrasepsi KB suntik 3 tabel dibawah ini.
bulan, maka diperoleh pernyataan bahwa KB
Terjadi perubahan berat badan yang suntik di rumah, tidak mengganggu
drastis tidak seperti biasanya, menstruasi hubungan suami istri, tidak berpengaruh pada
juga berubah seperti tidak haid terkadang ASI, dapat mencegah kehamilan dalam
hanya bercak saja(Partisipan 1) waktu yang lama dibandingkan pil , aman
Haid yang berubah yaitu waktu haidnya untuk ibu yang menyusui selain itu tidak
lebih lama...selain itu mengalami sakit berpengaruh terhadap pertumbuhan bayi.
kepala juga(Partisipan 2) Jawaban para informan dapat dilihat pada
Berat badan bertambah... selain itu haid tabel di bawah ini.
tidak tentu terkadang banyak terkadang Aman untuk ibu yang menyusui, tidak
sedikit(Partisipan 3) perlu menyimpan obat... bisa digunakan
Perubahan menstruasi seperti waktu haid waktu yang lama(Partisipan 1)
lebih lama dengan jumlah yang darah Keuntungannya tidak perlu meyimpan
yang sedikit terkadang hanya bercak... obat, tidak mengganggu hubungan suami
selain itu berat badan yang istri...bisa juga untuk ibu yang
beruba(Partisipan 4) menyusui(Partisipan 2)
4. Distribusi keuntungan dari Tidak perlu menyimpan obat dan bisa
penggunaan kontrasepsi KB suntik 3 penggunaan waktu yang lama
bulan dibandingkan pil...(Partisipan 3)
Berdasarkan hasil wawancara kepada Aman untuk ibu yang menyusui selain itu
seluruh informan mengenai persepsi tidak ada pengaruhnya terhadap
informan tentang keuntungan dari pertumbuhan bayi , bisa digunakan waktu
penggunaan kontrasepsi KB suntik 3 bulan, yang panjang, tidak perlu meyimpan
maka diperoleh pernyataan bahwa informan obat(Partisipan 4)
mengatakan tidak perlu menyimpan obat KB
5. Distribusi alasan pemakaian alat Alasannya KB suntik 3 bulan lebih murah
kontrasepsi KB suntik 3 bulan dan irit juga(Partisipan 1)
Berdasarkan hasil wawancara kepada Dimana pemakaiannya juga mudah..
seluruh informan mengenai persepsi selain itu murah(Partisipan 2)
informan tentang alasan pemakaian Lebih Murah dan cara pemakaiannya
kontrasepsi KB suntik 3 bulan, maka mudah(Partisipan 3)
diperoleh pernyataan bahwa alasan Cara pemakaiannya mudah hanya di
pemakaiannya ialah harganya lebih murah suntikan di bokong, murah dan
dan irit, cara pemakaiannya juga praktis dan irit(Partisipan 4)
mudah yaitu hanya di suntikan di bokong. PEMBAHASAN
Jawaban para informan dapat dilihat pada
tabel dibawah ini.
1. Persepsi tentang alat kontrasepsi dilakukan manusia untuk mengatur secara
Berdasarkan hasil wawancara dengan sengaja kehamilan dalam keluarga secara
semua informan diperoleh pernyataan tidak melawan hukum dan moral Pancasila
informan tentang KB, yaitu KB sangat untuk kesejahteraan keluarga.
penting karena bisa mengatur jarak dalam Menurut WHO (Expert Committe,
kehamilan, merencanakan kehamilan. Selain 1970),Keluarga berencana (KB) adalah
itu KB bisa merencanakan jumlah anak yang tindakan yang membantu individu atau
diinginkan. pasangan suami istri untuk menghindari
Menurut Maritalia (2012), Keluarga kelahiran yang tidak diinginkan /
Berencana (KB) adalah suatu upaya yang direncanakan, mendapatkan kelahiran yang
memang diinginkan, mengatur interval Pencegahan kematian ibu merupakan
diantara kehamilan, mengontrol waktu saat alasan utama diperlukan pelayanan Keluarga
kehamilan dalam hubungan dengan umur Berencana. Masih banyak alasan lain,
suami istri dan menentukan jumlah anak misalnya membebaskan wanita dari rasa
dalam keluarga. khawatir terhadap terjadinya kehamilan yang
Tujuan KB adalah membentuk tidak diinginkan, terjadinya gangguan fisik
keluarga bahagia dan sejahtera sesuai dengan atau psikologik akibat tindakan abortus yang
keadaan sosial ekonomi suatu keluarga tidak aman, serta tuntutan perkembangan
dengan cara pengaturan kelahiran anak, sosial terhadap peningkatan status
pendewasaan usia perkawinan, peningkatan perempuan di masyarakat.
ketahanan dan kesejahteraan keluarga agar
dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
2. Persepsi tentang alat kontrasepsi KB kelahiran yang tidak diinginkan /
suntik 3 bulan direncanakan, mendapatkan kelahiran yang
Berdasarkan hasil wawancara dengan memang diinginkan, mengatur interval
semua informan diperoleh pernyataan diantara kehamilan, mengontrol waktu saat
informan tentang kontrasepsi KB suntik 3 kehamilan dalam hubungan dengan umur
bulan, yaitu KB suntik 3 bulan bisa suami istri dan menentukan jumlah anak
mencegah kehamilan, untuk perencanaan dalam keluarga (Maritalia 2012).
kehamilan, mengatur jarak anak, dan untuk Suntik 3 bulan adalah suatu suntikan
menunda kehamilan. yang mengandung 150 mg DMPA (Depo
Keluarga berencana (KB) adalah Medroksiprogesteron Asetat ) yang diberikan
tindakan yang membantu individu atau setiap 3 bulan dengan cara disuntik
pasangan suami istri untuk menghindari intramuskular (di daerah bokong).
3. Pengalaman memakai alat Pengalaman dapat diartikan sebagai
kontrasepsi KB suntik 3 bulan sesuatu yang pernah dialami (dijalani,
Berdasarkan hasil wawancara dengan dirasai, ditanggung dsb) baik yang sudah
semua informan diperoleh pernyataan lama atau baru saja terjadi.
informan tentang pengalaman memakai Menurut Hartanto ( 2010), Efek samping
kontrasepsi KB suntik 3 bulan, yaitu terjadi yang terjadi pada penggunaan kontrasepsi
perubahan pada berat badan, perubahan pada suntik progestin antara lain ialah gangguan
menstruasi seperti tidak haid sama sekali haid pada akseptor dapat berupa: amenore,
terkadang hanya bercak. Selain itu akibat perdarahan berat, ireguler, bercak, perubahan
memakai KB suntik 3 bulan terjadi juga haid dalam frekuensi, lama dan jumlah darah yang
yang memanjang, haid yang banyak hilang, insiden yang tinggi dari amenorea
terkadang sedikit,ada juga informan yang diduga karena atrofi endometrium, berat
mengalami sakit kepala. badan bertambah, sakit kepala, efek pada
sistem kardiovaskuler.
4. Keuntungan dari penggunaan alat mengganggu hubungan suami istri, tidak
kontrasepsi KB suntik 3 bulan berpengaruh pada ASI, dapat mencegah
Berdasarkan hasil wawancara dengan kehamilan dalam waktu yang lama
semua informan diperoleh pernyataan dibandingkan pil , aman untuk ibu yang
informan tentang keuntungan dari menyusui selain itu tidak berpengaruh
penggunaan kontrasepsi KB suntik 3 bulan, terhadap pertumbuhan bayi.
yaitu informan mengatakan tidak perlu Menurut Saifuddin (2006), keuntungan
menyimpan obat KB suntik di rumah, tidak pemakaian KB suntik 3 bulan yaitu: sangat
efektif, mencegah kehamilan jangka panjang, digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun
tidak berpengaruh pada hubungan suami istri, sampai perimenopause, membantu mencegah
tidak mengandung estrogen sehingga tidak kanker endometrium dan kehamilan ektopik,
berdampak serius terhadap penyakit jantung, menurunkan kejadian penyakit jinak
dan gangguan pembekuan darah, tidak payudara, mencegah penyebab penyakit
memiliki pengaruh terhadap ASI dan tumbuh radang panggul, menurunkan krisis anemia
kembang bayi, sedikit efek samping, klien bulan sabit (sickle cell).
tidak perlu menyimpan obat suntik, dapat
5. Alasan pemakaian alat kontrasepsi dan irit, cara pemakaiannya juga praktis dan
KB suntik 3 bulan mudah yaitu hanya di suntikan di bokong.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Suntik 3 bulan adalah suatu suntikan
semua informan diperoleh pernyataan yang mengandung 150 mg DMPA (Depo
informan tentang alasan pemakaian Medroksiprogesteron Asetat ) yang diberikan
kontrasepsi KB suntik 3 bulan ,yaitu alasan setiap 3 bulan dengan cara disuntik
pemakaiannya ialah harganya lebih murah intramuskular (di daerah bokong) (Saifuddin,
2006).
KESIMPULAN seminggu dua kali guna membakar timbunan
a. Persepsi wanita PUS tentang alat lemak di dalam tubuh.
kontrasepsi KB suntik 3 bulan adalah dapat c. Bagi Peneliti
mencegah kehamilan, mengatur jarak anak, Sebagai bahan untuk menambah
menunda kehamilan, perencanaan wawasan dan pengetahuan terkait tentang
kehamilan, aman untuk ibu yang menyusui, Persepsi dan pengalaman wanita PUS tentang
tidak perlu menyimpan obat, bisa digunakan alat kontrasepsi Kb suntik 3 bulan.
waktu yang lama, tidak mengganggu d. Bagi Instansi Pendidikan
hubungan suami istri, tidak berpengaruh Sebagai bahan refrensi dan bacaan,
terhadap pertumbuhan bayi, pemakaiannya dan diharapkan penelitian ini dapat
mudah dan lebih murah, digunakan sebagai bahan acuan penelitian
b. Pengalaman wanita PUS tentang alat lebih lanjut.
kontrasepsi KB suntik 3 bulan adalah terjadi DAFTAR PUSTAKA
perubahan berat badan, perubahan pada Aristhyar, 2013. Psikologi Umum.
menstruasi dan mengalami sakit kepala. Diperoleh tanggal 5 Maret 2017, dari
SARAN http://aristhyar.wordpress.com
a. Bagi Tenaga Kesehatan Cakrawati, Ary Sussendha. Studi
Menyarankan kepada petugas KB Fenomenologi tentang Pengalaman Akseptor
untuk memberikan informasi yang lengkap KB terhadap pemakaian KB Suntik 3 Bulan.
mengenai cara mengatasi efek samping dari Diperoleh tanggal 5 Maret 2017, dari
alat kontrasepsi hormonal dan kontrasepsi stikeskusumahusada.ac.id
yang baik digunakan sesuai dengan umur Documents tips, 2015. Pengertian
para peserta KB. pengalaman. Diperoleh tanggal 5 Maret
b. Bagi Akseptor KB 2017.
Bagi pengguna kontrasepsi KB suntik 3 Fitri, Meri Juwita. 2015. Lingkup Promosi
bulan dalam mengatasi masalah penambahan Kesehatan Dalam Praktek Kebidanan
berat badan dan juga perut yang membuncit, Pasangan Usia Subur dan Wanita Usia
diharapkan akseptor melakukan diet dengan Subur. Diperoleh tanggal 5 Maret 2017, dari
mengurangi asupan karbohidrat dan lemak. merijuwitaf.blogspot.co.id
Rutin melakukan olahraga minimal
Hartanto, Hanafi. 2010. Keluarga Rukima, 2012. Kajian Sastra Daerah.
Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta:Pustaka Diperoleh tanggal 5 Maret 2017, dari
Sinar Harapan. murnihabaru.blogspot.co.id
Iksan, khairul.2012. Konsep Persepsi Satori, Djaman, 2013. Metodologi
Menurut Para Ahli. Diperoleh tanggal 5 Penelitian kualitatif. Penerbit : Alfabet
Maret 2017, dari Bandung.
http://khairuliksan.blogspot.co.id Saifuddin, Abdul Bari. 2006. Buku Panduan
Maritalia, Dewi. 2012. Asuhan Kebidanan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Edisi 2.
Nifas dan Menyusui. Yogyakarta:Pustaka Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Pelajar. Prawirohardjo.
Notoatmodjo, Soekidjo.2010. Ilmu Perilaku Surbakti, 2003. Kontrasepsi. Jakarta : EGC
Kesehatan. Jakarta:PT Rineka Cipta. Varney, Helen. 2006. Buku Ajar Asuhan
Prawirohardjo, Sarwono.2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta:EGC.
Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Wiwik, 2012. Gambaran Pengetahuan Ibu
Prawirohardjo. Tentang Efek Samping Kontrasepsi Suntik
Patilima, Hamid.2005. Metode Penelitian DMPA. Diperoleh tanggal 5 Maret 2017,
Kualitatif. Bandung : Alfabeta. dari http://Semua tentang
Polit, D.F & Beck, C.T (2008). Essentials of kebidanan.blogspot.co.id
nursing research : Appraising evidence for Winkjosastro, Hanafi. 2007. Ilmu
nursing practice. (7 th ed). Philadelphia : Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Lippincott. Sarwono Prawirohardjo.
Polit, D.F & Beck, C.T (2012). Nursing
research : Generating and assesing evidence
for nursing practice. (9 th ed). Philadelphia :
Lippincott.