You are on page 1of 9

Artinya :

Ya Allah ! Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan


muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka
dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka.





Artinya :
Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir ahli kitab (yahudi dan nashrani) yang senantiasa
menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu.





Artinya :
Ya Allah! Cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah
langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak
akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat.





Artinya :
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah!
Sesungguhnya hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan, meminta
ampunan, dan senantiasa memuji-Mu atas kebaikan yang diberikan. Kami tidak
kufur kepada-Mu, dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang
durhaka kepada-Mu.
.




Artinya :
Ya Allah! Hanya kepada Engkau kami beribadah, hanya karena Engkau kami
shalat dan sujud, hanya kepada Engkau pula kami berusaha dan berkhidmat.
Kami sangat mengharap rahmat-Mu dan kami pun takut akan siksa-Mu, karena
sesungguhnya siksa-Mu itu tidak akan pernah berkurang atas orang-orang
kafir.

Doa Qunut Nazilah untuk Palestina dan Iraq



, ,

,

Artinya :
Ya Allah! Muliakan Islam dan orang islam. Ya Allah! Hinakan Syirik dan
musyrikin. Ya Allah! Tolonglah saudara-saudara kami yang muslim dan
mujahidin dan golongan-golongan lemah, di Palestine, di Lubnan, di Iraq dan di
semua tempat dan di semua masa.

DOA KHUTBAH JUMAT

1. Berdoa untuk kaum muslimin ketika khotbah kedua

Ulama berselisih pendapat tentang hukum berdoa bagi kaum muslimin ketika
khotbah kedua.

o Pendapat pertama, hukum berdoa ketika khotbah adalah sunah. Ini adalah pendapat

Hanafiyah, Syafiiyah dalam salah satu pendapat mereka, dan pendapat Hanabilah.
o Pendapat kedua, berdoa ketika khotbah merupakan rukun khotbah kedua. Karena itu, wajib

untuk berdoa pada khotbah kedua. Ini adalah pendapat yang dijadikan acuan dalam Mazhab

Syafiiyah.
Insya Allah, pendapat yang lebih kuat dalam hal ini adalah pendapat pertama,
yang menyatakan bahwa berdoa saat khotbah kedua itu hukumnya
dianjurkan, bukan termasuk rukun. Semua ulama sepakat bahwa mendoakan
kebaikan kepada kaum muslimin termasuk sesuatu yang disyariatkan.

Syekh Muhammad bin Ibrahim mengatakan, Hendaknya doa ketika khotbah


adalah doa yang penting bagi kaum muslimim, seperti: kemenangan untuk
Islam dan kaum muslimin, serta kekalahan bagi orang kafir. (Fatawa wa
Rasail Syaikh Muhammad bin Ibrahim, 3:21)

Di antara dalil bahwa berdoa pada kesempatan ini hukumnya dianjurkan


adalah:

o Hadis dari Samurah bin Jundab radhiallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa

sallam meminta ampunan untuk kaum mukminin-mukminat dan muslimin-muslimat setiap hari

Jumat. (H.r. Al-Bazzar dan Thabrani. Ibnu Hajar berkata, Sanadnya layyin karena dalam sanadnya

ada Yusuf bin Khalid As-Samti, dan dia termasuk perawi dhaif)
o Waktu berkhotbah termasuk waktu yang mustajab, sehingga dianjurkan untuk

memanfaatkan waktu ini untuk berdoa.

Teks doa

Doa pertama:






Ya Allah, ampunilah kaum mukminin laki-laki dan wanita, kaum muslimin laki-
laki dan wanita, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
Sesungguhnya, Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar, Mahadekat,
Dzat yang mengabulkan doa.
Keterangan:
Teks doa ini tidak ada dalilnya dalam Alquran maupun hadis. Karena itu, boleh
divariasikan. Yang penting, mengandung doa permohonan ampunan untuk
kaum mukminin laki-laki dan wanita.

Doa kedua:

Ya Rabb kami, berilah ampunan kepada kami dan saudara-saudara kami


yang telah beriman lebih dahulu sebelum kami, dan janganlah Engkau
membiarkan ada kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang
beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha
Penyayang.

Keterangan:
Teks doa ini merupakan firman Allah di surat Al-Hasyr, ayat 10.

2. Mendoakan kebaikan untuk pemimpin secara umum

Mendoakan kebaikan bagi penguasa kaum muslimin secara umum dalam


khotbah Jumat termasuk amalan yang dianjurkan. Imam An-Nawawi
mengatakan, Mendoakan kebaikan untuk penguasa kaum muslimin dan
pemimpin mereka, agar mendapatkan kebaikan, kemudahan dalam
menegakkan kebenaran serta keadilan, dan semacamnya termasuk doa yang
dianjurkan menurut kesepakatan ulama. (Al-Majmu Syarh Muhadzab, 4:521)

Imam Ahmad bin Hanbal pernah mengatakan, Andaikan saya memiliki satu
doa yang pasti dikabulkan, niscaya saya berikan doa itu untuk kebaikan
pemimpin yang adil, karena ketika pemimpin baik maka itu akan memberikan
kebaikan kepada kaum muslimin. (Al-Furu, 2:120). Beliau juga mengatakan,
Aku doakan pemimpin agar mendapatkan taufik dan petunjuk menuju jalan
yang lurus. (Al-Furu, 2:120)

Imam Al-Barbahari mengatakan, Apabila engkau melihat seseorang


mendoakan keburukan untuk pemimpinnya, ketahuilah, dia adalah pengikut
hawa nafsu (ahli bidah). Sebaliknya, jika engkau mendengar seseorang
mendoakan kebaikan bagi penguasanya, ketahuilah, dia termasuk ahlus
sunnah, insya Allah. (Syarhus Sunnah, no. 107)

Kemudian, beliau mengutip perkataan Fudhail bin Iyadh; beliau mengatakan,


Andaikan aku memiliki satu doa yang pasti dikabulkan, aku tidak akan
menggunakan doa itu kecuali untuk kebaikan penguasa. Beliau ditanya,
Wahai Abu Ali (kun-yah Fudhail), mohon jelaskan kepada kami perkataan
Anda. Beliau menjawab, Jika aku gunakan doa yang baik ini untuk
kepentingan diriku maka manfaatnya tidak meluas. Namun, jika aku gunakan
untuk kebaikan penguasa, kemudian dia menjadi baik, seluruh masyarakat
dan negara akan menjadi baik. Karena itu, kita diperintah untuk mendoakan
kebaikan bagi penguasa, dan kita tidak boleh mendoakan keburukan bagi
mereka, meskipun mereka berbuat jahat dan zalim, karena kejahatan dan
kezaliman mereka akan menimpa diri mereka sendiri, sedangkan kebaikan
mereka akan memberikan dampak baik untuk dirinya dan kaum muslimin.
(Syarhus Sunnah, no. 107)

Teks doa

Doa pertama:



.






Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik


kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi
Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan
tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta
alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman
yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat
yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah
pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka
berada.

Keterangan:
Doa ini merupakan doa Syekh Shaleh Al-Fauzan dalam khotbah beliau.

Doa kedua:





Ya Allah, berikanlah taufik kepada pemimpin kami untuk menempuh jalan
yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Ya Allah, bantulah meraka dalam
melakukan ketaatan kepada-Mu dan berilah mereka petunjuk ke jalan yang
lurus. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari setiap fitnah dan masalah, baik yang
tampak jelas maupun yang tersembunyi. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa
atas segala sesuatu.

Doa ketiga:




.


Ya Allah, berilah kami keamanan di negeri kami, jadikanlah pemimpin kami
dan penguasa kami orang yang baik. Jadikanlah loyalitas kami untuk orang
yang takut kepada-Mu, bertakwa kepada-Mu, dan mengikuti ridha-Mu, yaa
Rabbal alamin. Ya Allah, berikanlah taufik kepada pemimpin kami untuk
menempuh jalan petunjuk-Mu, jadikanlah sikap dan perbuatan mereka sesuai
ridha-Mu, dan berikanlah teman dekat yang baik untuk mereka, yaa Rabbal
alamin.

Keterangan:
Doa ini termasuk salah satu doa Syekh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin pada
salah satu khotbah Jumat beliau.

Selain doa-doa di atas, khatib juga bisa menambahkan doa-doa yang lainnya,
baik yang ada dalam Alquran maupun As-Sunnah. Di antaranya:

a. Doa agar mendapatkan keturunan yang baik



Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan
keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam
bagi orang-orang yang bertakwa.

b. Doa untuk kebaikan dunia dan akhirat




Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat
serta lindungilah kami dari siksa neraka.

c. Doa mohon ampunan atas sikap yang melampui batas




Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan segala tindakan kami
yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, teguhkanlah pendirian kami, dan
tolonglah kami atas kaum yang kafir.

d. Doa memohon ampunan untuk orang tua dan seluruh kaum muslimin



Wahai Rabb kami, ampunilah kami, orang tua kami, dan setiap orang yang
masuk ke rumah kami dengan beriman, juga semua laki-laki yang beriman
dan perempuan yang beriman.

Catatan:
Doa khatib ketika berkhotbah adalah doa jamai, yang diaminkan oleh
sebagian makmum. Karena itu, hindari penggunaan kata ganti aku atau -
ku, karena doa dengan kata ganti aku berarti doa untuk kepentingan
pribadi, padahal makmum mengaminkannya. Sebagian ulama menganggap
tindakan ini sebagai bentuk pengkhianatan kepada makmum.

Contoh yang sering terjadi, doa memohonkan ampunan untuk diri sendiri dan
orang tua:



Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta berilah rahmat kepada
keduanya, sebagaimana mereka mendidikku di waktu kecil.

Doa ini tidak boleh dibaca pada saat doa jemaah, termasuk ketika khotbah.
Karena doa ini kembali untuk kepentingan khatib sendiri. Yang benar, kata
ganti aku diubah menjadi kami, sehingga teks doanya adalah:



Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, serta berilah rahmat
kepada keduanya, sebagaimana mereka mendidik kami di waktu kecil.

Allahu alam.