You are on page 1of 12

Jurnal Holistik, Tahun VIII No.

16 / Juli - Desember 2015

PENGARUH PENGGUNAAN MINUMAN KERAS


PADA KEHIDUPAN REMAJA DI DESA KALI
KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA

Peggy Lusita Patria Rori


NIM. 090816013

Abstract
Liquor or called also alcoholic beverages is a drink containing a
substance ethanol. Ethanol himself is the substances or ingredients that
when consumed would reduce the awareness of it has its consumers
(drunk). Liquor may destroy the thought processes and make somebody
unconscious or acting according to volition.
The assumption that many teenagers with the drink liquor their
confidence increased from a timid to be brave and all problems can be
handled with drink of liquor.
The opportunity to get liquor very easy especially in desa Kali. The seller
does not have formal permission to sell liquor. Because most liquor in
desa Kali produced by local people.
The dominant factor that causes behavior wassail the youth is the first
individual factors, curiosity every individual, especially for teenagers by
which either are first of all is want to try and new things and then into
the causes of consume liquor. Curiosity toward liquor who they regard
as something new and then try it, want to know that that is due to
finally become hooked.
A drinker liquor impact teen behavior on the psychological state that is
inclined to want to consume liquor consistently (addiction), to the
physical condition is associated with their health conditions, and in the
surrounding environment the things that relating to a response from his
family environment, the group and the surrounding community.

Keywords : Liquor, teenagers, drunk

1
Jurnal Holistik, Tahun VIII No. 16 / Juli - Desember 2015

Latar Belakang Etanol sendiri adalah zat atau bahan


Modernisasi yang dikatakan yang bila dikonsumsi akan menu-
sebagai tonggak awal kemajuan runkan tingkat kesadaran bagi
zaman telah memberikan pengaruh konsumennya (mabuk). Minuman
dan dampak kemanusiaan yang luar keras juga memiliki zat adiktif, yaitu
biasa pada abad kedua puluh ini. zat yang apabila dikonsumsi (walau
Modernisasi yang membawa dampak hanya sekali) akan membuat orang
perubahan fisik mental dalam tersebut merasa ingin terus meng-
berbagai bidang dan nilai kehidupan, konsusmsinya (kecanduan) dan akhir-
yang tentunya akan memberi konse- nya malah merasa bergantung pada
kuensi dan pengaruh bagi manusia minuman keras. Minuman keras juga
sebagai komponen dalam kehidupan. mempengaruhi sistem kerja otak
Pada dasarnya modernisasi meru- karena miras menghambat keku-
pakan kemajuan teknologi yang me- rangan oksigen oleh sebab itu
ngakibatkan perubahan cukup kom- pengguna miras merasakan pusing.
pleks, bahwasannya kemajuan ilmu Minuman keras banyak beredar
pengetahuan teknologi dan moderni- dan banyak dikonsumsi di Desa Kali
sasi merupakan faktor sosial ekonomi karena banyak penjual minuman
baru yang juga akan memberikan keras yang tidak legal/illegal, para
dampak pengaruh dalam bidang penjual tersebut tidak memiliki izin
kesehatan. resmi untuk menjual minuman keras.
Faktor sosial ekonomi yang ada di Karena itulah para konsumen
dalam masyarakat merupakan pemicu minuman keras di Desa Kali bisa
bagi individu untuk memunculkan leluasa mendapatkan.
perilaku dan pengalaman yang tidak Pada saat sekarang banyak remaja
sehat diantaranya adalah ketidak- yang mengatakan bahwa dengan
stabilan dalam rumah tangga, meminum minuman keras keperca-
kekerasan anak, orang tua perokok, yaan diri mereka bertambah dari yang
orang tua peminum, akses kesehatan pemalu menjadi pemberani, mereka
yang sulit, polusi lingkungan, beranggapan bahwa semua masalah
perokok berat, peminum berat, dapat teratasi dengan meminum
penyalahgunaan minuman keras dan minuman keras. Tapi sesuai Kenya-
narkoba oleh remaja. taan minuman keras dapat merusak
Salah satu dampak modernisasi proses berpikir dan menjadikan
dari faktor sosial ekonomi baru ini seseorang tidak sadarkan diri atau
cukup nyata di tengah masyarakat bertindak tidak sesuai kehendaknya.
kita adalah penyalahgunaan minuman Konsep Remaja
keras pada kalangan remaja. Bila Masa remaja telah didefinisikan
keadaan ini dibiarkan maka bencana oleh beberapa ahli seperti yang
yang akan terjadi, remaja yang telah dijelaskan di bawah ini: Masa remaja
keracunan alkohol atau minuman secara psikologi merupakan masa
keras ini adalah remaja yang tidak peralihan dari masa anakanak ke
efektif bagi kehidupan sosialnya. masa dewasa, pada masa remaja
Minuman keras atau disebut juga terjadi kematangan secara kognitif
minuman beralkohol adalah minu- yaitu interaksi dari struktur otak yang
man yang mengandung zat etanol. telah sempurna dan lingkungan sosial

2
Jurnal Holistik, Tahun VIII No. 16 / Juli - Desember 2015

yang semakin luas yang memung- pertengahan, 18-21 tahun masa


kinkan remaja untuk berfikir abstrak remaja akhir, akan mengemukakan
(Komalasari, 2008 dalam Hutagalung banyak faktor yang masing-masing
C, 2008). perlu mendapat tinjauan tersendiri
Masa remaja sering pula disebut (S.R.Haditono, 2004).
adalesensi (Lat. Adolesencere = Para ahli umumnya sepakat bahwa
adultus = menjadi dewasa atau dalam rentangan masa remaja berlangsung
perkembangan menjadi dewasa) dari usia 11-13 tahun sampai dengan
(S.R.Haditono, 2004). 18-20 tahun (Syamsuddin, 2003).
Pada rentangan periode ini terdapat
Menurut Knopka (2007), Fase beberapa indikator perbedaan yang
remaja merupakan segmen perkem- signifikan, baik secara kuantitatif
bangan individu yang sangat penting, maupun kualitatif. Oleh karena itu,
yang diawali matangnya organ-organ para ahli mengklasifikasikan masa
fisik (seksual) sehingga mampu remaja ini ke dalam dua bagian yaitu:
bereproduksi. 1) remaja awal (11-13 th s.d. 14-15
Menurut Slazman (2007) menge- th); dan 2) remaja akhir (14-16 th
mukakan, bahwa remaja merupakan s.d.18-20 th) (Sudrajat, A. 2008).
masa perkembangan sikap tergantung Menurut Sarwono, S. W. dalam
(dependence) terhadap orang tua ke Ulfah (2005) Batasan umur kapan
arah kemandirian (independence), diketahui atau dikatakan remaja
minat-minat seksual, perenungan diri, dijelaskan sebagai berikut : Sebagai
dan perhatian dan nilai-nilai estetika pedoman umur dapat menggunakan
dan isu-isu moral. batasan usia 11-24 tahun yang belum
Harold Alberty (1957) menge- menikah, untuk remaja Indonesia
mukakan bahwa masa remaja meru- dengan pertimbangan-pertimbangan
pakan suatu periode dalam perkem- sebagai berikut :
bangan yang dijalani seseorang yang a. Usia 11 tahun adalah usia dimana
terbentang sejak berakhirnya masa pada umumnya tanda-tanda
kanak-kanak sampai dengan awal seksual mulai tampak (masa
masa dewasa. puber).
Conger berpendapat bahwa masa b. Kebanyakan masyarakat Indonesia
remaja merupakan masa yang amat usia 12 tahun dianggap belum
kritis yang mungkin dapat merupakan dewasa tapi masyarakat tidak
the best of time and the worst of memperlakukan mereka sebagai
time. anak-anak.
Klasifikasi Remaja Menurut Umur c. Batas usia 24 tahun merupakan
Masa remaja ini meliputi remaja batas usia maksimum untuk
awal12-15 tahun; remaja madya15-18 memberi peluang bagi mereka
tahun dan remaja akhir 19-22 tahun. yang batas usia tersebut masih
menggantungkandiri pada orang
Analisis cermat mengenai semua lain.
aspek perkembangan masa remaja,
yang secara global berlangsung d. Dalam definisi di atas status
antara umur 12 dan 21 tahun, dengan perkawinan sangat menentukan
pembagian 12-15 tahun masa remaja karena arti perkawinan sangat
awal, 15-18 tahun masa remaja penting di negara kita secara

3
Jurnal Holistik, Tahun VIII No. 16 / Juli - Desember 2015

menyeluruh, seseorang yang memandang kehidupan dari kaca-


sudah menikah dalam usia berapa- mata berwarna merah jambu,
pun dianggap dan diperlakukan melihat dirinya sendiridan orang
sebagai seorang yang sudah lain sebagaimana yang diinginkan
dewasa, baik secara hukum. dan bukan sebagaimana adanya
Ciri-ciri Masa Remaja terlebih dalam cita-cita.
Ciri-ciri remaja menurut Hurlock g. Masa remaja sebagai masa
(1992), antara lain : dewasa. Remaja mengalami kebi-
ngungan atau kesulitan di dalam
a. Masa remaja sebagai periode yang usaha meninggalkan kebiasaan
penting yaitu perubahan-peru- pada usia sebelumnya dan di
bahan yang dialami masa remaja dalam memberikan kesan bahwa
akan memberikan dampak lang- mereka hampir atau sudah
sung pada individu yang bersang- dewasa, yaitu dengan merokok,
kutan dan akan mempengaruhi minum-minuman keras, menggu-
perkembangan selanjutnya. nakan obat-obatan dan terlibat
b. Masa remaja sebagai periode dalam perilaku seks. Mereka
pelatihan. Disini berarti perkem- menganggap bahwa perilaku ini
bangan masa kanak-kanak lagi dan akan memberikan citra yang
belum dapat dianggap sebagai mereka inginkan.
orang dewasa. Status remaja tidak h. Disimpulkan adanya perubahan
jelas, keadaan ini memberi waktu fisik maupun psikis pada diri
padanya untuk mencoba gaya remaja, kecenderungan remaja
hidup yang berbeda dan menen- akan mengalami masalah dalam
tukan pola perilaku, nilai dan sifat penyesuaian diri dengan ling-
yang paling sesuai dengan dirinya. kungan. Hal ini diharapkan agar
c. Masa remaja sebagai periode remaja dapat menjalani tugas
perubahan, yaitu perubahan pada perkembangan dengan baik-baik
emosi perubahan tubuh, minat dan penuh tanggung jawab.
dan peran (menjadi dewasa yang Perkembangan Masa Remaja
mandiri), perubahan pada nilai-
nilai yang dianut, serta keinginan a. Fase pubertas dan adolesensi
akan kebebasan. Arti adolesensi telah diterangkan
d. Masa remaja sebagai masa di atas, sedangakan kata pubertas
mencari identitas diri yang dicari berasal dari kata puber (pubescent).
remaja berupa usaha untuk Kata lain pubescere berarti
menjelaskan siapa dirinya dan apa mendapatkan pubes atau rambut
peranannya dalam masyarakat. kemaluan, yaitu suatu tanda kelamin
sekunder yang menunjukan perkem-
e. Masa remaja sebagai masa yang bangan seksual. (S.R.Haditono,
menimbulkan ketakutan. Dikata- 2004).
kan demikian karena sulit diatur,
cenderung berperilaku yang Remplein dalam S.R.Haditono
kurang baik. Hal ini yang mem- (2004) masih menyisipkan apa yang
buat banyak orang tua menjadi disebutnya jugencrise (krisis
takut. remaja) di antara masa pubertas dan
adolesensi. Dengan begitu maka usia
f. Masa remaja adalah masa yang antara 11-21 tahun dibaginya menjadi
tidak realistik. Remaja cenderung

4
Jurnal Holistik, Tahun VIII No. 16 / Juli - Desember 2015

pra pubertas 101/2-13 tahun (wanita), cabang yang membangun berpikir


12-14 tahun (pria), pubertas 13-151/2 operasi formal. Menurut dia, berfikir
tahun (wanita), 14-16 (pria), krisis formal itu memiliki dua isi yang
remaja 151/2-161/2 tahun (wanita), 16- khusus, yaitu: pengetahuan estetika
17 tahun (pria), dan adolesensi 16 1/2- yang bersumber dari pengalaman
20 tahun (wanita), 17-21 tahun main musik, membaca literatur atau
(pria).Menurut Remplein krisis seni; dan pengetahuan personalyang
remaja adalah suatu masa dengan bersumber dari hubungan inter-
gejala-gejala krisis yang menunjukkan personal dan pengalaman-pengala-
adanya pembelokan dalam perkem- man kongkrit. Lebih lanjut, kemam-
bangan suatu kepekaan dan labilitas puan mengaplikasikan operasi formal
yang meningkat. Usia yang diung- tidak hanya berkaitan dengan penga-
kapkan Remplein tidak dapat dipasti- laman belajar khusus, tetapi juga
kan bagi keadaan di Indonesia, dengan tingkah laku non verbal:
meskipun adanya krisis di salah satu sikap, motif atau keinginan, simbolik:
titik di masa remaja kemungkinannya simbol-simbol tertulis, sistematik:
ada. Hal ini sangat tergantung pada gagasan dan makna, danfigural:
keadaan lingkungan remaja. representasi visual dari objek-objek
b. Fase atau karakteristik perkem- konkret.
bangan 3) Perkembangan emosi
1) Perkembangan fisik dan seksual Gessel dalam Yusuf (2007)
Masa remaja merupakan salah mengemukakan bahwa remaja empat
satu di antara dua masa rentangan belas tahun seringkali mudah marah,
kehidupan individu, dimana terjadi mudah terangsang, dan emosinya
pertumbuhan fisik yang sangat pesat. cenderung meledak, tidak berusaha
Dalam perkembangan seksualitas mengendalikan perasaannya. Sebalik-
remaja, ditandai dengan dua ciri, nya, remaja enam belas tahun
yaitu ciri-ciri seks primer dan ciri-ciri mengatakan bahwa mereka tidak
seks sekunder. Yang diuraikan lebih mempunyai keprihatinan. Jadi ada-
lanjut sebagai berikut: nya badai dan tekanan dalam periode
ini berkurang menjelang berakhirnya
Ciri-ciri seks primer, pada masa awal masa remaja.
remaja pria ditandai dengan sangat
cepatnya pertumbuhan testis, yaitu 4) Perkembangan sosial
pada tahun pertama dan kedua, Remaja sebagai bunga dan
kemudian ciri-ciri seks sekunder, harapan bangsa serta pemimpin di
pada masa remaja, baik pria maupun masa depan sangat diharapkan dapat
wanita adalah: (wanita) tumbuh mencapai perkembangan sosial se-
rambut pubik di sekitar kemaluan, cara matang, dalam arti dia memiliki
bertambah besar buah dada, penyesuaian sosial (sosial adjusment)
bertambah besar pinggul; (pria) yang tepat. Penyesuaian sosial ini
tumbuh rambut pubik di sekitar dapat diartikan sebagai kemampuan
kemaluan, terjadi perubahan suara, untuk reaksi secara tepat terhadap
tumbuh kumis, tumbuh gondok laki realitas sosial, situasi dan relasi.
(jakun) (Yusuf, 2007). Remaja dituntut untuk memiliki
2) Perkembangan kognitif kemampuan penyesuaian sosial ini,
baik dalam lingkungan keluarga,
Berzonsky dalam Yusuf (2007)
sekolah dan masyarakat.
mengajukan suatu model cabang-

5
Jurnal Holistik, Tahun VIII No. 16 / Juli - Desember 2015

5) Perkembangan moral yang memungkinkan seseorang untuk


Keragaman tingkat moral remaja melakukan penyimpangan tersebut.
disebabkan oleh faktor penentunya Di bawah ini akan dijelaskan secara
yang beragam juga. Salah satu faktor lebih terperinci alasan utama kenapa
penentu atau mempengaruhi perkem- remaja tertarik dengan minuman
bangan moral remaja itu adalah keras :
orang tua. Menurut Adam dan 1. Meniru Orang lain
Gullota (1983) terdapat beberapa
Remaja melihat banyak orang
hasil penelitian yang menunjukkan
menggunakan minuman keras.
bahwa orang tua mempengaruhi
Mereka melihat orang tua
moral remaja, yaitu sebagai berikut: mereka dan orang dewasa
1) Terdapat hubungan yang lainnya menggunakan alkohol.
signifikan antara tingkat moral Ditambah lagi kehidupan remaja
remaja dengan tingkat moral saat ini dalam pertemanan tidak
orang tua (Haan, Langer, lepas dari minum minuman
Kohlberg, 1976). keras. Terkadang seorang teman
2) Ibu-ibu remaja yang anaknya menyarankan teman yang
tidak nakal mempunyai skor lainnya untuk minum alkohol
lebih tinggi dalam tahapan nalar sehingga tidak heran dari sini
moralnya daripada ibu yang mereka mulai menggunakannya
anaknya nakal; remaja yang karena selalu tersedia di
tidak nakal mempunyai skor kelompok sepermainannya dan
yang lebih tinggi dalam kemam- mereka melihat bahwa teman-
puan nalar moralnya daripada temannya sangat menikmati
remaja yang nakal (Hudgins & minuman keras ini.
Prentice, 1973)
2. Media
3) Terdapat dua faktor yang
meningkatkan perkembangan 42% dari remaja setuju bahwa
moral anak dan remaja, yaitu film dan tayangan itu membuat
orang tua yang mendorong anak alkohol menjadi sesuatu yang
berdiskusi secara demokratik menyenangkan untuk digunakan
dan terbuka mengenai berbagai maka tidak heran jika remaja
isu, dan orang tua yang mene- tertarik untuk mencobanya.
rapkan disiplin terhadap anak 3. Pelarian Diri dan Untuk Terapi
dengan teknik berfikir induktif
Ketika remaja terlihat tidak
(Parikh, 1980 dalam Yusuf,
bahagia dan tidak menemukan
2007).
cara sehat untuk mengobati
Faktor Penggunaan Minuman Keras frustasi/hilangnya rasa percaya
Mengkonsumsi minuman keras diri, mereka akan menggunakan
adalah salah satu bentuk penyim- ksebagai pelariannya. Apapun
pangan sosial. Penyimpangan sosial bahan kimia yang mungkin
yang terjadi di kalangan remaja tidak menyebabkan mereka lebih
akan begitu saja muncul apabila tidak bahagia, energik dan percaya
ada faktor penarik atau pendorong. diri mereka akan mencoba
Faktor penarik berada di luar diri menggunakannya.
seseorang sedangkan faktor pendo- 4. Kebosanan
rong berasal dari dalam diri/ keluarga

6
Jurnal Holistik, Tahun VIII No. 16 / Juli - Desember 2015

Remaja tidak biasa hidup Adapun faktor-faktor yang paling


sendiri, apalagi jika kedua orang berpengaruh berdasarkan hasil pene-
tua tidak memperhatikan litian yang penulis lakukan adalah :
mereka. Ada kecenderungan 1. Faktor Individu
remaja mulai bosan melihat
keadaan keluarganya yang tidak Biasanya anak muda mencoba
memperhatikan mereka sehi- sesuatu karena ingin membuktikan
ngga mereka mulai bergabung keberaniannya pada teman-temannya,
dengan kelompok remaja lain. ingin melepaskan diri dari masalah
Dari situ dimulailah mereka yang ada, ingin menemukan arti
mengenal minuman keras. hidup, dan solidaritas terhadap
kawan.
5. Informasi yang Salah
Rasa ingin tahu adalah kebutuhan
Terkadang para remaja selalu setiap individu yang berasal dari
didekati oleh teman dekatnya dalam dirinya, terutama bagi generasi
untuk meminum alkohol, karena muda dimana salah satu sifatnya
mereka berkeyakinan alkohol adalah ingin mencoba hal-hal yang
bisa mengurangi masalah yang baru. Rasa ingin tahu terhadap
saat ini mulai berkembang. minuman keras yang oleh mereka
Tetapi yang terpenting adalah dianggap sebagai sesuatu yang baru
bagaimana orang tua sebelum- dan kemudian mencobanya, akibat
nya memberikan informasi ingin tahu itulah akhirnya menjadi
mengenai bahaya penggunaan pengkonsumsi tetap.
minuman keras.
Perasaan ingin tahu biasanya
Kaum muda atau remaja lebih dimiliki oleh generasi muda. Bila
mudah terjerumus pada minuman dihadapan sekelompok anak muda
keras karena faktor-faktor sebagai ada seseorang yang memperagakan
berikut : nikmatnya mengkonsumsi minuman
1. Ingin membuktikan keberanian- keras, maka didorong oleh naluri
nya dalam melakukan tindakan alami anak muda, yaitu keingin
berbahaya. tahuan, maka salah seorang akan
2. Ingin menunjukan tindakan maju mencobanya. Selain didorong
menentang terhadap orang tua oleh keingintahuan, keberaniannya
yang otoriter. juga karena didesak oleh gejolak
dalam jiwanya yang ingin dianggap
3. Ingin melepaskan diri dari hebat, pemeberani, dan pahlawan
kesepian dan memperoleh diantara teman-teman sebayanya.
pengalaman emosional.
2. Faktor Keluarga
4. Ingin mencari dan menemukan
arti hidup. Konflik yang terjadi dalam
keluarga dapat membuat anggota
5. Ingin mengisi kekosongan dan keluarga merasa frustasi sehingga
kebosanan. memilih minuman keras sebagai
6. Ingin menghilangkan kegalauan/ solusinya. Banyak pengkonsumsi
kegelisahan. minuman keras yang berasal dari
7. Solidaritas di antara kawan. keluarga yang tidak harmonis.
Keluarga seharusnya menjadi wadah
8. Ingin tahu. untuk menikmati kebahagiaan dan

7
Jurnal Holistik, Tahun VIII No. 16 / Juli - Desember 2015

curahan kasih sayang. Namun pada Selain itu faktor lingkungan sering
kenyataannya, keluarga sering sekali pula menyebabkan pengkonsumsi
justru menjadi pemicu sang anak minuman keras bertambah. Salah
menjadi pengkonsumsi minuman satu bentuk faktor lingkungan yang
keras, hal tersebut disebabkan karena meyebabkan bertambahnya peng-
keluarga tersebut kacau balau. konsumsi minuman keras adalah
Hubungan antara anggota keluarga linfkungan tempat bergaul dengan
dingin, bahkan tegang atau teman yang selalu memberikan
bermusuhan. kesempatan pada mereka untuk
Komunikasi antara ayah, ibu, dan mengenal minuman keras ini
anak-anak sering sekali menciptakan sehingga motif coba-coba sampai
suasana konflik yang tidak ber- pada taraf ketagihan membuat
kesudahan, dimana bahwa penyebab mereka senantiasa mengkonsumsi
konflik tersebut sangat beragam. minuman keras.
Solusi semua konflik adalah komu- Perasaan setia kawan sangat kuat
nikasi yang baik, penuh pengertian, dimiliki oleh generasi muda. Jika
saling menghargai dan menyayangi, tidak mendapatkan penyaluran yang
serta ingin selalu membahagiakan. positif, sifat positif tersebut dapat
Interaksi antara orang tua dengan berbahaya dan menjadi negatif. Bila
anak tidak cukup hanya berdasarkan temannya mengkonsumsi minuman
niat baik. Cara berkomunikasi juga keras, maka individu tersebut ikut
harus baik. Masing-masing pihak juga mengkonsumsinya. Bila teman-
harus memiliki kesabaran untuk nya dimarahi orang tuanya atau
menjelaskan isi hatinya dengan cara dimusuhi masyarakat, maka peng-
tepat. Banyak sekali konflik di dalam konsumsi membela dan ikut ber-
rumah tangga yang terjadi hanya simpatik.
karena salah paham atau kekeliruan Sikap seperti itulah yang
berkomunikasi. menyebabkan anak ikut-ikutan. Awal-
Konflik di dalam keluarga dapat nya hanya satu orang yang meng-
mendorong anggota keluarga merasa konsumsi, kemudian semuanya men-
frustasi, sehingga memilih minuman jadi pengkonsumsi.
keras sebagai solusinya. Biasanya 4. Faktor Agama
yang paling rentan terhadap stress Pendidikan agama merupakan
adalah anak. Beberapa faktor yang pendidikan yang utama yang sangat
bersumber dari lingkungan keluarga dibutuhkan bagi anak, dimana hal
yang dapat mempengaruhi seseorang tersebut secara langsung ber-
atau individu tertentu terjun ke dalam pengaruh terhadap perilaku dan per-
lingkungan yang tidak baik. kembangan anak. Pendidikan ber-
3. Faktor Lingkungan agama pada anak merupakan awal
Faktor lingkungan juga sering pembentukan kepribadian, baik atau
membuat pengkonsumsi minuman buruk kepribadian anak tergantung
keras bertambah, karena lingkungan pada orang tua serta lingkungan yang
yang kurang baik selalu memberikan mengasuhnya. Oleh karena itu
kesempatan bagi mereka untuk sebagai orang tua mempunyai kewa-
mengenal sesuatu yang buruk seperti jiban memberikan pendidikan dan
minuman keras. bimbingan kepada anak. Mengingat
pentingnya pendidikan agama, maka

8
Jurnal Holistik, Tahun VIII No. 16 / Juli - Desember 2015

orang tua harus mempunyai penge- Beberapa remaja dapat terje-


tahuan yang cukup dalam menegakan rumus ke dalam masalah minuman
pilar-pilar pendidikan agama dalam keras (miras) karena pengaruh dari
lingkungan anak entah itu dalam lingkungan pergaulan. Mereka yang
keluarga maupun bermasyarakat. memakai mempunyai kelompok.
Jika agama atau iman seseorang Awalnya seseorang hanya mencoba-
kuat maka tidak akan mudah bagi coba karena keluarga atau teman-
oranglain uuntuk mempengaruhinya, teman menggunakannya, namun ada
karena dia memiliki keyakinan yang yang kemudian menjadi kebiasaan.
kuat terhadap Tuhannya, tapi jika Pada remaja yang kecewa dengan
imannya lemah sangat mudah bagi kondisi dirinya atau keluarganya,
orang untuk mempengaruhinya. sering menjadi lebih suka untuk
5. Faktor Pendidikan mengorbankan apa saja demi hubu-
ngan baik dengan teman-teman
Pendidikan adalah hal yang sangat khususnya. Adanya ajakan atau
penting bagi sebuah bangsa. Karena tawaran dari teman. Apabila sese-
perkembangan dan kemajuan suatu orang telah menjadi terbiasa meng-
bangsa dapat diukur melalui tingkat gunakannya dan karena mudah untuk
dan kualitas pendidikan serta tingkat mendapatkannya, maka dia akan
kualitas Sumber Daya Manusia mulai menggunakannya sendiri
(SDM). Pendidikan yang baik pada sampai tahu-tahu telah menjadi
seseorang sangat mempengaruhi cara ketagihan dan sulit disembuhkan.
berpikir, dia tahu benar mana yang
baik dan mana yang buruk. Penyalahgunaan minuman keras
akan membawa dampak yang tidak
Kehidupan Remaja Akibat baik buat kesehatan fisik dan psikis
Penggunaan Minuman Keras seseorang. Menurut Anang (2000)
Sering kita mendengar, membaca, akibat atau dampak dari penyalah-
bahkan menyaksikan baik melalui gunaan zat adiktif bagi pengguna
media massa, cetak maupun elek- adalah sebagai berikut :
tronik, khususnya televisi ditayang- 1. Kepribadian rusak
kan sebuah atraksi bulldozer yang
sedang memusnahkan ribuan bahkan 2. Tingkah laku (bohong,
jutaan botol minuman keras yang di manipulasi)
algojoi oleh Polri bersama pihak 3. Pola pikir khas
terkait lainnya. Sehingga menim- 4. Pelanggaran norma
bulkan berbagai tanggapan-tang-
gapan dari berbagai kalangan khusus- 5. Fisik (gemeteran, siang tidur
nya kalangan agama sangat bangga malam begadang).
akan sikap tegar Polri untuk Sedangkan tanda-tanda yang
memberantas peredaran minuman ditimbulkan akibat penggunaan
keras sampai ke akar-akarnya. Karena minuman keras (alkohol) umumnya
minuman keras dapat mengancam akan menyebabkan timbulnya kebera-
eksistensi bangsa kita, yang dalam nian mengarah pada perilaku kasar,
jangka panjang dapat mengancam pemarah, mudah tersinggung dan
masa depan bangsa khususnya para bertindak brutal. Dampak lain dari
remaja. mengkonsumsi minuman keras ada-
lah pada kehidupan sosial seperti ke-
tidak-mampuan bersosialisasi dengan

9
Jurnal Holistik, Tahun VIII No. 16 / Juli - Desember 2015

bukan pemakai, sering bersengketa Kasus penyalahgunaan minuman


dengan orang lain, ketidakmampuan keras saat ini sangat memprihatinkan.
fungsi sosial (bekerja atau ber- Banyak sekali remaja dibawah umur
sekolah), pekerjaan berantakan, drop yang menggunakan minuman keras.
out sekolah dan nilai rapot jelek. Sebagian besar remaja menggunakan
Kehidupan remaja yang meng- minuman beralkohol tersebut ter-
konsumsi minuman keras pasti me- bawa dengan pergaulannya dan ling-
ngalami perubahan sosial. Seseorang kungan sekitar tempat tinggalnya,
tidak akan berhenti mengkonsumsi pergaulan dengan teman-teman yang
minuman keras jika belum ada sering mengkonsusmsi minuman
dampak bahaya yang ditimbulkan keras dan untuk menyelesaikan
dalam dirinya. Remaja seringkali masalahnya mereka berpikir dengan
minum minuman keras itu karena menggunakan minuman keras akan
pergaulan dan ajakan dari teman- sedikit meringankan pikiran.
teman. Mereka hanya sekedar ikut- Beraneka ragam tingkah laku atau
ikutan atau masih dalam tahap coba- perbuatan remaja yang menyimpang
coba. Setiap orang yang meng- dari moral sering menimbulkan kege-
konsumsi minuman keras tidak lisahan dan permasalahan terhadap
semuanya dikatakan sebagai pecandu orang lain. Pergaulan remaja juga
alkohol karena peminum sendiri berpotensi menimbulkan keresahan
memiliki banyak tingkatan. Kalau sosial karena tidak sedikit para
hanya sekali atau dua kali minum, remaja terlibat pergaulan negatif
maka belum bisa dikatakan sebagai mabuk-mabukan. Perilaku remaja
pecandu. seperti itu mengandung resiko dan
Pengaruh Penggunaan Minuman dampak negatif yang berlipat ganda
Keras Pada Kehidupan Remaja baik terhadap kesehatan dirinya
sendiri maupun lingkungan sekitar-
Permasalahan remaja makin hari nya. Khususnya di daerah pedesaan
semakin kompleks dan mem- dampak ini mengakibatkan para
prihatinkan. Apalagi di era globalisasi remaja semakin dikucilkan dan
saat ini, remaja dapat mengakses mendapat reputasi buruk di-
segala macam informasi lewat masyarakatnya. Minuman keras
internet, informasi yang seharusnya sangat mempengaruhi kehidupan
untuk dewasa tapi dilihat oleh seseorang jika kita sudah terlibat di
remaja, hal inilah yang seringkali dalamnya.
memicu remaja berperilaku negatif.
Kesimpulan
Berbagai gejala yang menim-
bulkan perilaku remaja akhir-akhir ini Kasus penyalahgunaan minuman
tampak menonjol di masyarakat. keras yang terjadi di kalangan remaja
Remaja dengan segala sifat dan akhir-akhir ini semakin mempriha-
sistem nilai tidak jarang memun- tinkan. Banyak sekali remaja yang
culkan perilaku-perilaku yang ditang- masih di bawah umur mengkonsumsi
gapi masyarakat yang tidak seha- minuman keras tersebut.
rusnya diperbuat oleh remaja. Sejauh Pengaruh penggunaan minuman
ini kekhawatiran terbesar yang keras pada kehidupan remaja di desa
menjadi pusat perhatian banyak Kali kecamatan Pineleng kabupaten
kalangan adalah penyalahgunaan Minahasa, maka disimpulkan sebagai
minuman keras. berikut :

10
Jurnal Holistik, Tahun VIII No. 16 / Juli - Desember 2015

1. Sebagian besar remaja meng- man keras. Rasa ingin tahu


gunakan minuman keras terhadap minuman keras yang
(alkohol) tersebut untuk me- mereka anggap sebagai sesuatu
nyelesaikan masalahnya, mereka yang baru dan kemudian
berpikir dengan menggunakan mencobanya, akibat ingin tahu
minuman itu akan sedikit itulah akhirnya menjadi keta-
meringankan pikiran. Dapat gihan. Adapun karena faktor
disimpulkan bahwa remaja yang pergaulan/lingkungannya.
mabuk-mabukan karena termo- Walaupun ada permasalahan
tivasi beban pikiran dan rasa lain yang juga bisa dikatakan
frustasi yang selama ini mereka sebagai penyebab awal misalnya
rasakan, oleh karena itu mereka masalah yang berhubungan
mencari pelarian dengan cara dengan keluarga.
mabuk. Bagi mereka mabuk 3. Mengenai dampak yang ditim-
adalah cara untuk menye- bulkan, perilaku mereka ini
lesaikan dan menghilangkan berdampak pada kondisi psiko-
masalah dan beban pikiran. logis yaitu cenderung untuk
2. Dari aspek penyebabnya ter- ingin mengkonsumsi minuman
dapat 4 faktor, yaitu faktor keras secara terus menerus
keluarga, faktor individu, faktor (kecanduan), kondisi fisik yaitu
lingkungan, faktor agama, berhubungan dengan kondisi
faktor pendidikan. Faktor domi- kesehatannnya, dan pada ling-
nan yang menyebabkan perilaku kungan sekitarnya yaitu hal-hal
mabuk-mabukan mereka adalah yang berkaitan dengan respon
pertama faktor individu, rasa dari lingkungan keluarganya,
ingin tahu setiap individu, kelompok dan masyarakat
terutama bagi remaja dimana sekitar.
salah satu sifatnya adalah ingin
mencoba hal-hal yang baru dan
kemudian menjadi faktor
penyebab mengkonsumsi minu-

11
Jurnal Holistik, Tahun VIII No. 16 / Juli - Desember 2015

DAFTAR PUSTAKA

A. D Siwu 1998, Cap tikus sebagai Minuman Khas Orang Minahasa. Fakultas Teologi
Universitas Kristen Tomohon.
Anonimity A,____, Psikologi Remaja, http://duniapsikologi.dagdigdug.com
/category/psikologi-remaja/. Diakses 24 Mei 2009.
Anonimity, B, ____, Minuman Keras dan Narkoba, http://info-g-excess.com/id/
online/minuman-keras narkoba.info. Diakses 24 Mei
2009.
Basman, SH, 2004. Gangguan Orang Mabuk dan upaya Penanggulangannya,
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Diknas, ____, Kamus Besar Bahasa Indonesia, http://pusatbahasa.diknas.go.
Id/kbbi/index.php. Diakses 26 Mei 2009.
Erasco. Gunarsa, Y. 1995. Psikologi Anak Remaja dan Keluarga, Bandung.
Haditono, S. R., 2004, Psikologi Perkembangan, Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta.
Kartono, kartini dan Darajat, Zakiah dalam Rahayu, Uni, 2002. Faktor-faktor Penyebab
Tindakan Kenakalan Renakalan Remaja di Desa Karang
Sari Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalinga.
Skripsi. Semarang: Fakultas Ilmu Soaial UNNES. Jakarta :
Universitas Indonesia Press.
Lexy. L. J. Moleong, 1996, Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit Remaja
Rosdakarya Bandung.
Miles A dan N. Huberman, 2001. Metode Penelitian Kualitatif, PT. Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta.
Sudrajat,A.,2008 Problema Masa Remaja, http://akhmadsudrajat.wordpress.com
/2008/01/31//problema-masa-remaja-2/. Diakses 22 Mei
2009.
Ulfah, D. M., 2005, Skripsi Tentang Faktor-Faktor Penggunaan Minuman Keras Di
Kalangan Remaja Di Desa Losari Kecamatan Rembang
Kabupaten Purbalingga.
http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/wrdpdfe/index/
assoc/HASH01bd/17e47c4a.dir/doc.pdf.Diakses 24 Mei
2009.
Yusuf, S., 2007, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja, PT Remaja Rosdakarya,
Bandung.
Zulvikar, 2008, Minuman-Minuman Keras, http://zulv1ck4r.wordpress.com
/2008/12/30/minum-minuman-keras/. Diakses 24 mey
2009.

Z, Fikri., 2007. Keputusan Presiden Nomor: 3 Tahun 1997 (3/1997) Tentang:


Pengawasan Dan Pengendalian Minuman Berakohol,
12 http://zfikri.wordpress.com/2007/06/02/keppres-no-
31997pengawasan-dan-pengendalian-minuman-
beralkohol/.