You are on page 1of 16

MAKALAH KIMIA

TEKNIK DASAR BEKERJA DILABORATORIUM DAN

LARUTAN,KONSENTRSI DAN PENGENCERAN

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK : V (LIMA)

ANGGOTA KELOMPOK :1. RISKI NOVRIANTI (F1D315013)

2. ADO MUHAMMADYUSHA (F1D315014)

3. M.BONARDO BAJORA (F1D315026)

4. ARDIYANTO (F1D315031)

DOSEN PENGAMPU : ANDITA UTAMI M.SI

TEKNIK GEOFISIKA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS JAMBI

2015

...................2................................................................2 Tujuan Penulisan.............................................................................2 Saran.....2 Konsentrasi...1 Larutan.........................1 Kesimpulan...........................................................................6-8 2...............iii ii .............................................. Daftar Isi KATA PENGANTAR.....................................................1 BAB II PEMBAHASAN 2.......................2 Larutan.......................3 Pengenceran..........1 Teknik Dasar Bekerja di Laboratorium.........................................................12 DAFTAR PUSTAKA........................1 1.................................6 2...................................................2-6 2.....................i DAFTAR PUSTAKA..............................................9-11 BAB III PENUTUP 3.................................................................ii BAB I PENDAHULUAN 1......................................................2..............1 Latar Belakang..................................12 3......Konsentrasi dan Pengenceran......2...................................................................................................................................8-9 2.....................................................

keluarga. Kata Pengantar Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Kritik dan saran sangat kami harapkan dalam pembuatan makalah ini.karena kami sadar akan kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Jambi. serta sampai kepada kita selaku umatnya.kepada para Sahabatnya. 1 Oktober 2015 Penyusun i . Untuk itu kepada pembaca diharapkan kritik dan saran nya.dan referensi. karena alhamdulillah dengan limpahan karunia dan nikmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini.Makalah ini kami buat untk memenuhi salah satu tugas yang diberikan selain memenuhi tugas tersebut.semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi khalayak pembaca khususnya Mahasiswa Univerrsitas Jambi.Tak lupa shalawat serta salam semoga tetap tercurah pada Nabi kita Muhammad SAW. Makalah berjudul “Teknik Dasar Bekerja di Laboratorium dan Larutan Konsentrasi dan Pengenceran” ini disajikan dari berbagai sumber internet.jurnal.

asam klorida. dan masih banyak lagi.Mengetahui dan dapat melakukanteknik dasar bekerja dilaboratorium .2 Tujuan Penulisan . natrium hidroksida.oleh karna itu makalah ini kami buat.Mampu menimbang zat kimia dengan benar . asam sulfat. Selain memperkaya rasa masakan ternyata garam dapur (NaCl) yang kita kenal selama ini mempunyai kegunaan lain. asam asetat. 1.Terampil melakukan pengenceran zat 1 . Dan untuk selengkapnya akan dibahas pada bab selanjutya. Larutan elektrolit dibagi lagi menjadi dua yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah.karna alat laboratorium akan kita gunakan dala m beberapa eksperimen bahkan selama kita melakukan eksperimen. Pengenalan alat alat laboratorium sangat penting dan keselamatan kerja di labor.Membuat larutan dengan berbagai konsentrasi . selama ini kehidupan kita sangat berkaitan dengan zat kimia yang dapat kita temui dalam berbagi macam bentuk. natrium klorida. Ternyata garam dapur (NaCl) dalam bentuk larutan jika disambungkan dengan power supply dapat menghantarkan arus listrik dan membuat lampu menyala.1 Latar Belakang Laboratorium adalah suatu bangunan atau ruangan untuk melakukan eksperimen dalam bidang sains. Secara garis besar larutan dibagi menjadi dua yaitu larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. misalnya air suling. Tanpa kita sadari. Misalnya garam dapur atau Natrium Klorida (NaCl). BAB I PENDAHULUAN 1. amonia. Demikian juga halnya dengan larutan-larutan lainnya. larutan gula. Salah satunya dalam larutan yang akan dibahas lebih jauh dalam makalah ini.

Pentingnya teknologi eksperimen praktis untuk kesuksesan ilmu kimia pertama kali diakui oleh Justus von Leibig yang pertama kali melengkapi instruksi laboratorium pada tahun 1826. Pengetahuan dan kemampuan ini sebagai suatu bagian terintegrasi dari praktikum adalah sangat penting dan sangat diapresiasi serta kadang-kadang juga didefinisikan sebagai “seni sintesis kimia”. Salah satu bahan yang umum digunakan dalam pembuatan gelas laboratorium adalah bahan borosilikat. inilah sebabnya kenapa detergen yang dilarutkan tidak boleh melebihi dari 2%. kelengkapan peralatan keselamatan. Syarat tersebut meliputi kondisi ruangan. dll. petugas medis). Kondisi kerja dan persyaratan keselamatan untuk eksperimen kimiaberubah total sejak saat itu. Syarat Laboratorium yang Baik Ruangan laboratorium yang memenuhi standar adalah salah satu faktor untuk menghindari kecelakaan kerja. Alat Gelas yang terbuat dari borosilikat mempunyai pertahanan yang sempurna dari kebanyakan asam kecuali Asam Hidroflorat. Sirkulasi udara segar yang masuk ke dalam ruangan. Semakin baik sirkulasi udara. maka kondisi laboratorium 2 . Menghindari reaksi terhadap deterjen dalam jangka waktu panjang dan menghindari pengeringan yang sama pada alat gelas harus dibersihkan secepatnya untuk mencegah pengerasan residu. Metode Kerja Laboratorium Diperlukan kecakapan dan peralatan yang benar agar eksperimen kimia dapat berhasil dan bahan berbahaya dapat ditangani denganaman.perhatian. ketekunan danlatihan merupakan hal yang diperlukan juga untuk keberhasilan dankeamanan eksperimen kimia-meskipun menggunakan peralatan paling modern sekalipun.1 TEKNIK DASAR BEKERJA DI LABORATORIUM a. Bagaimanapun. BAB II PEMBAHASAN 2. b. tetap menjadi kenyataan bahwakecakapan. Cara Membersihkan Alat Gelas Laboratorium Proses pembersihan suatu alat gelas dalam sebuah laboratorium tergantung dari kegiatan apa yang dilakukan alat ini sebelum dibersihkan dan tipe material apa yang terkandung di dalamnya.. Proses keluar masuk udara yang stabil. Larutan Basa kuat akan mempengaruhi gelas. c. Keduanya harus diperhatikan dengan baik. nomor telepon penting (pemadam kebakaran. susunan ruangan.Ruangan laboratorium yang memiliki sistem ventilasi yang baik.

Penempatan bahan kimia dan peralatan percobaan harus ditata dengan rapi supaya memudahkan untuk mencarinya. sirkulasi udara berada pada posisi utama dan tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Tata tertib Keselamatan Kerja Aturan umum dalam tata tertib keselamatan kerja adalah sebagai berikut: 1. dan minum di laboratorium. dan alat keselamatan kerja yang lainnya. d. 14. 9. 4. dan cara pemakaiannya. 7. Jangan melakukan eksperimen sebelum mengetahui informasi mengenai bahaya bahan kimia. Bahan kimia yang berbahaya harus ditempatkan di rak khusus dan pisahkan dua bahan kimia yang dapat menimbulkan ledakan bila bereaksi. Alat keselamatan kerja harus selalu tersedia dan dalam kondisi yang baik. Berikan juga nomor telepon penting seperti pemadam kebakaran dan petugas medis supaya saat terjadi kecelakaan yang cukup parah dapat ditangani dengan segera. eye shower. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 15. Dilarang merokok. Usahakan untuk tidak sendirian di ruang laboratorium. 11. Pakailah jas laboratorium saat bekerja di laboratorium. Lakukan latihan keselamatan kerja secara periodik. Dilarang mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium. 16. Bertanyalah jika Anda merasa ragu atau tidak mengerti saat melakukan percobaan. Harus mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran. Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja. makan. alat-alat. Berikan juga lembaran tentang cara penggunaan alat pemadam api dan tata tertib laboratorium. berikan denah dan panduan penempatan bahan kimia di raknya supaya semakin memudahkan untuk mencari bahan kimia tertentu. Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan. Jangan bermain-main di dalam ruangan laboratorium. reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar. 10. Laboratorium harus memiliki jalur evakuasi yang baik.juga akan sehat. Setiap pekerja di laboratorium harus mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). respirator. 5. 3 . 12. Bila perlu. Supaya bila terjadi kecelakaan dapat dibantu dengan segera. Laboratorium setidaknya memiliki dua pintu keluar dengan jarak yang cukup jauh. Ruangan laboratorium harus ditata dengan rapi. 13. Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke laboratorium. sebaiknya segera melaporkannya ke petugas laboratorium. Gunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan. Berhati-hatilah bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif. Buanglah sampah pada tempatnya. 8. Terutama kotak P3K dan alat pemadam api. Seperti halnya rumah. 6. 3. 2.

Simbol Keselamatan Kerja 4 . Pemadam kebakaran (hidrant) 2. Obat-obatan 8. 1. Kapas 9. itu bisa diatasi dengan cepat. Peralatan pembersih 7. Berikut adalah alat- alat keselamatan kerja yang ada di laboratorium. Eye washer 3. Jas Laboratorium 6. Water shower 4. Pastikan semuanya tersedia dan Anda tahu dimana letaknya. Plaster pembalut 4. Alat Keselamatan Kerja Di dalam ruang laboratorium harus sudah tersedia seluruh alat keselamatan kerja supaya saat terjadi kecelakaan atau darurat. Kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) 5.e.

5 . Eye & face hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang dapat membuat iritasi pada mata dan wajah. 4. dll. Untuk memindahkan bahan kimia yang berwujud padat. 11. jangan dikembalikan ke tempatnya semula karena dapat menyebabkan kontaminasi pada bahan kimia. Gunakan masker atau pelindung wajah sebelum menggunakan bahan tersebut. Bisa saja bahan kimia itu dapat membuat kulit kita gatal dan iritasi. Hindari menggunakan satu sendok untuk mengambil beberapa jenis zat kimia supaya terhindar dari kontaminasi. 8. Electrical hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang mengeluarkan listrik. Jangan menaruh tutup botol diatas meja supaya tutup botol tidak kotor oleh kotoran di atas meja. 1. Simbol ini harus diperhatikan dan dipahami supaya Anda mengetahui bahaya yang ada pada suatu benda atau zat kimia. Jauhkan benda tersebut dari api. pindahkan dengan menggunakan batang pengaduk atau pipet tetes. 6. 5. Tangan Anda akan kepanasan jika menyentuh benda tersebut dalam keadaan aktif atau menyala. Mungkin saja hewan itu beracun karena telah disuntik bermacam-macam zat hasil eksperimen atau dapat menggigit dan mencakar Anda. 2. Glassware hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah pecah. hal yang harus dilakukan adalah mengetahui segala informasi tentang bahan kimia yang akan digunakan.Gambar diatas adalah simbol-simbol yang umumnya ada di laboratorium. Biohazard adalah bahaya yang berasal dari bahan biologis. f. Radioactive hazard adalah bahaya yang berasal dari benda radioaktif. Berikut adalah penjelasan simbol-simbol tersebut. Bila ada sisa bahan kimia. 10. Pindahkanlah sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan. 3. Contohnya adalah kerosin (minyak tanah) dan spiritus. Hati-hati dalam menggunakannya supaya tidak tersengat listrik. Benda ini dapat mengeluarkan radiasi dan jika terpapar terlalu lama maka akan menyebabkan kanker. gunakan sendok atau alat lain yang tidak terbuat dari logam. Contohnya adalah tempat pembuangan jarum suntik. BIasanya berupa gelas kimia. Hindari percikan karena bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Seperti cara membawa. Bahan tersebut bisa dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti AIDS. Explosive hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah meledak. Chemical hazard adalah bahaya yang berasal dari bahan kimia. Sharp instrument hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang tajam. Heat hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang panas. 9. Cara Memindahkan Bahan Kimia Sebelum memindahkan bahan kimia. 7. Animal hazard adalah bahaya yang berasal dari hewan. Untuk memindahkan bahan kimia yang berwujud cair. bahaya yang ditimbulkan. Laser radiation hazard adalah bahaya yang berasal dari sinar laser. 12. Benda itu jika tidak digunakan dengan benar maka dapat melukai Anda. Fire hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah terbakar.

Hal yang paling utama adalah jangan panik dan ikuti prosedur penanganan kecelakaan yang baik dan benar. Maka dari itu. Gunakan hidran untuk memadamkan api. Penanganan Kecelkaan Kecelakaan saat kerja biasa terjadi walaupun kita telah bekerja dengan hati-hati. h. panggil petugas medis atau pemadam kebakaran. 6 . Cari bantuan petugas laboratorium untuk membantu Anda. dan lainnya dibuang di tempat sampah. Hal ini juga dapat diterapkan pada larutan gula. Pengertian Larutan Larutan ialah suatu zat/materi yang didalamnya tercampur materi/zat lainnya.2. Jangan langsung disiram dengan air. larutan teh yang kanan memiliki perbandingan komposisi teh lebih banyak daripada yang kiri. Bila perlu. Sementara limbah lainnya seperti kertas. segera panggil petugas pemadam kebakaran. Bila kondisi cukup parah. Di dalam larutan.KONSENTRASI DAN PENGENCERAN 2. Pembuangan Limbah Seperti yang kita ketahui bahwa limbah dapat mencemari lingkungan. Bila kebakaran meluas. Sebaiknya pisahkan limbah organik dan nonorganik supaya pengolahan sampahnya lebih mudah. bersihkan bagian kulit yang terkena bahan kimia sampai bersih. Contohnya saja kalian dapat membuat larutan yang pekat dan tidak terlalu pekat berdasarkan perbandingan komposisi dari dua zat tersebut. Pada gambar berikut ini. korek api. Untuk limbah kimia hendaknya dibuang di tempat khusus karena beberapa jenis zat kimia sangat berbahaya bagi lingkungan. Pelarut merupakan zat yang jumlahnya lebih banyak. Hindari menghirup asap. Bila terkena bahan kimia. terdapat pelarut (solvent) dan zat terlarut (solutes). Perbandingan komposisi ini menyatakan rasio jumlah dari dua atau lebih zat yang membentuk larutan. garam dan larutan lainnya. kita perlu menangani limbah tersebut dengan tepat. Kulit yang terkena jangan digaruk supaya tidak menyebar. Bawa keluar korban dari laboratorium supaya mendapatkan oksigen. Buang segera limbah sehabis melakukan percobaan.2 LARUTAN. Tetapi larutan juga memiliki perbandingan komposisi. Bila terjadi kebakaran karena bahan kimia atau korsleting listrik. segera bunyikan alarm tanda bahaya. dan zat dengan jumlah yang lebih sedikit ialah zat terlarut.1 Larutan a. panggil petugas kesehatan secepatnya.g. 2.

larutan teh pekat Ketika suatu zat terlarut dilarutkan oleh pelarut untuk membentuk larutan (solvent) tidak terjadi reaksi kimia. pengendapan. asetilen oksigen Minuman Berkarbonasi. Larutan itu dapat berupa padatan. asam dalam air Cair Padat Amalgam seperti merkuri dalam perak Padat Gas Partikel debu di udara Padat Cair Larutan gula. air di sungai(mengandung oksigen Gas Cair terlarut) Gas Padat Hidrogen dalam Platinum Cair Gas Uap air di udara. Sehingga pelarut dan zat terlarut dapat dipisahkan hanya dengan pemisahan fisik. seperti penyaringan. ataupun distilasi. garam dll Padat Padat Alloy 7 . bensin di udara Cair Cair Alkohol dalam air. dan sprit). gas alam. Beragam kombinasi dari pelarut dan zat terlarut mungkin saja terjadi. panta. Jadi jangan kembali berfikir secara tradisional bahwa larutan itu adalah cairan saja. Berikut ini contoh lainnya dari larutan dari tiga fasa. cairan maupun gas. contohnya saja karbonat pada minuman berkarbonasi (kokakola. Beberapa tipe larutan Zat Pelarut Contoh Terlarut Gas Gas Udara. Contohnya saja gas bisa saja larut dalam cairan.

istilah pekat dan encer digunakan untuk membandingkan konsentrasi dua atau lebih larutan. Namun. Kedua isitilah ini menyatakan bagian relatif zat terlarut dan pelarut dalam larutan. Cara pernyataan konsentrasi seperti ini banyak digunakan dalam ilmu lingkungan 3. Biasanya. Untuk ukuran secara kualitatif.2. Prinsip yang digunakan pada dasarnya adalah persen massa dengan konsentrasi yang sangat kecil. Persen mass/volum banyak digunakan dalam bidang medi dn farmasi. maka kita menuliskannya larutan 0. konsentrasi larutan dinyatakan dengan istilah larutan pekat (concentrated) dan encer (dilute). konsentrasi larutan dinyatakan dalam g/mL (sama seperti satuan untuk densitas).9% NaCl.2 Konsentrasi Konsentrasi adalah istilah umum untuk menyatakan banyaknya bagian zat terlarut dan pelarut yang terdapat dalam larutan. miliar. jikakita melarutkan 0. Larutan pekat berarti jumlah zat terlarut relatif besar.2. Fraksi mol dan persen mol Fraksi mol (i) merupakan perbandingan mol dari pelarut atau zat terlarut nilai total fraksi mol zat terlarut dan pelarut haruslah sama dengan 1 Persen mol merupakan nilai mol yang dikalikan 100% 4. Contohnya. 1. 8 . 2. Cara lain untuk menytakan konsentrasi adalah persen massa/volum. Persen massa. atau triliun. Molaritas Molaritas larutan didefinisikan sebagai jumlah mol suatu solut (terlarut) dalam larutan dibagi dengan volume larutan yang ditentukan dalam liter. Dibawah ini adalah berbagai cara untuk menyatakan konsentrasi larutan. dan bagian per triliun Cara lain untuk menuliskan konsentrasi suatu larutan yang konsentrasinya sangat kecil adalah dengan bagian perjuta. Dalam ukuran kuantitatif. bagian per miliar. Bagian per juta.9 gram NaCl dalam 100 ml air. Konsentrasi dapat dinyatakan secara kuantitatif maupun secara kualitatif. sedangkan larutan encer berarti jumlah zat terlarut relatif lebih sedikit. Konsentrasi dalam mol/L atau mmol/mL dikenal dengan istilah molaritas atau konsentrasi molar. dalam perhitungan stoikiometri satuan gram diganti dengan satuan mol sehingga diperoleh satuan mol/L. dan persen massa/volum Persen massa dan volum adalah cara paling sederhana untuk menyatakan konsentras suatu larutan dengan membandingkan massa atau volum masing-masing bagian. persen volum.

contohnya garam yang dilarutkan dalam air. Pertama-tama dilakukan teknik pengukuran volume menggunakan pipet volume. terkadang dilepaskan sejumlah panas (eksotermik). alat-alat laboraturium yang digunakan juga harus dipilih agar dapat diperoleh hasil yang valid. sejumlah zat padat dituangi pelarut dalam voume tertentu. pembuatan stok pereaksi berupa larutan harus menggunakan teknik atau cara pembuatan tertentu yang disesuaikan dengan sifat larutan yang ditangani. Percikan zat asam ini berbahaya dan dapat merusak kulit. Maka selain harus mengetahui persamaan kimia yang terjadi.10. Jika suatu larutan senyawa kimia dilarutkan dalam pelarut.2. 2. Maka untuk mengetahui konsentrasi yang sebenarnya.3 Pengenceran Pengenceran adalah pencampuran larutan pekat (berkonsentrasi tinggi) dengan pelarut umum yang bertujuan untuk meningkatkan volume dari larutan dan menurunkan kepekatan larutan. berkembang sesuai dengan sifat larut dari senyawa yang terlibat. Sebagai contohnya ialah pembuatan larutan NaCl 1M dan 0. asam sulfat akan memercik karena reaksi kimia eksotermik yang tejadi. Dalam Pembuatan larutan baku dengan konsentrasi tertentu sering diperoleh konsentrasi yang tidak diinginkan. Begitu pula dengan proses pembuatan larutan dari zat pekatnya disebut dengan pengenceran.Setiap zat padat. 9 .10 M. kemudian dilakukan pengenceran dengan menggunakan labu takar. Pelarutan zat pada untuk menghasilkan larutannya sering dilakukan dalam kedidupan sehari-hari. Molalitas Molalitas larutan didefinisikan sebagai jumlah mol solut per kilogram solven (pelarut). kemudian diikuti dengan pengadukan hingga terbentuk larutan. maka pelarutnya ialah air yang jumlahnya lebih banyak.cair dan gas memiliki kemampuan larut yang berbeda-beda pada setiap pelarut. Proses pembuatan larutan dari zat padatnya disebut dengan pengenceran. atau pembuatan HCl 1M dan 0. perlu kita lakukan standarisasi.5. Contohnya saja pada pengenceran H2SO4. Sifat analisis atau eksperimen yang diterapkan disesuaikan dengan reaksi tertentu agar analisis tersebut dapat memberikan hasil yang dapat diteliti dengan benar. Maka salah satu teknik dasar laboraturium yang diperlukan ialah melakukan penambahan asam sulfat ke dalam pelarutnya(air) dan tidak boleh sebaliknya. Selain itu. karena jika air yang dituangkan ke dalam asam sulfat. Standarisasi larutan sering dilakukan dengan metode titrasi. Pelarut ialah senyawa yang mendominasi jumlahnya dalam suatu larutan. Perbedaan wujud ini juga membeirkan indikasi bahwa pelarutan suatu senyawa harus menggunakan cara cara tertentu. Contohnya saja. Rencana dan prosedur dari setiap pelarutannya pun berbeda-beda.

Teknik pengenceran ini melibatkan teknik penghitungan konsentrasi. Untuk mengetahui konsentrasinya. Teknik pengenceran cairan pekat asam anorganik dan organik pada dasarnya tidak terlalu berbeda. larutan tersebut harus dibakukan atau di-standarisasi dengan ketentuan khusus sehingga disebut larutan baku. Teknik pengenceran tersebut dijelaskan secara lebih rinci terutama pada proses hidrolisis. pengambilan volume dan pengenceran larutan. 10 . Pada umumnya asam-asam anorganik berupa cairan pekat ada yang berasap atau bersifat sangat korosif. Cara paling umum yang dilakukan untuk standarisasi larutan ini ialah dengan menggunakan tekanik titrasi. titrasi pembakuan larutan Larutan baku atau larutan standard merupakan larutan yang konsentrasinya telah diketahui dengan pasti. Pembuatannya harus mengikuti prosedur kerja yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Pengenceran merupakan penambahan pelarut ke dalam suatu larutan. Kesemua dampak buruk itu harus dihindari. Asam-asam anorganik dan beberapa cairan organik seringkali harus disediakan dalam laboraturium berupa stok larutannya yang lebih encer dalam suatu pelarut.V1=M2. Prinsip dasar dari pengenceran ialah jumlah mol dari zat terlarut tidak akan berubah. Sedangkan zat cair organik umumnya bersifat mudah menguap (volatile) dan mudah terbakar. Karena bila terjadi kesalahan akan menyebabkan pemborosan zat kimia yang berharga mahal.V2 Dengan M1= Konsentrasi Pekat V1 = Volume Zat Pekat V2 = Volume Total (Zat Pekat + Pelarut) Teknik Pengenceran daat dicontohkan pada proses preparasi Boehmite oleh hidrotermal dimana pengolahannya dibantu oleh sol-gel yang berasal dari alumunium alkoksida. Pembuatan larutan dari zat padat biasanya dilakukan untuk membuat pereaksi pada analisa kuantitatif atau pada penggunaan lainnya di laboraturium. tenaga dan waktu yang terbuang sia-sia dan data pengamatan yang tidak valid. shingga dapat dirumuskan dalam persaman: M1.

Alumunium alkoksida yang telah terhidrolisis kemudian akan berdifusi dengan air menjadi larutan alumunium alkoksida pada kondisi hidrothermal. alumunium alkoksida diencerkan dengan toluen kemudian ditampung dalam wadah kaca. 11 . Untuk hidrolisis menggunakan hidrothermal. Wadah kaca tersebut kemudian diletakkan di sebuah baja stainless.

pengenceran adalah mencampur lautan pekat dengan cara menambahkan pelarutgar diperoleh volume akhir yang lebh besar 3.laboratorium merupakan suatu bangunan atau ruangan untuk melakukan eksperimen .konsentrasi dinyatakan dalam perbandinan jumlah zat terlarut dengan jumlah total zat larutan .larutan terdiri dari dua komponen yaitu zat terlarut dan pelarut . BAB III PENUTUP 3. 12 .agar pehitungan konsentrasi lebih tepat.2 Saran Sebaiknya di dalam eksperimen atau praktikum diharapkan ketelitian dan hati-hati.1 Kesimpulan .

Um L. 1999.2005. Anonym..id/sites/default/files/pengabdian/sunarto-drs-msi/keselamatan-kerja- di-laboratorium.. Universitas Lambung Mangkurat : Banjarbaru Brady J. Universitas Indonesia : Jakarta Semishin V.Pengertian Larutan dan Konsep Pelarutan. Konsep Dasar Kimia Analitik. Kimia Universitas Asas dan Struktur.1975. Springer Science Business Media. Effect of Solution Chemistry on Preparation of Boehmite by Hydrothermal Assisted Sol-Gel Processing of Alumunium Alkoxides.com/2014/10/pengertian-larutan-dan-konsep-kelarutan.pdf (diakses tanggal 1 Oktober 2015) Baroroh.Keselamatan Kerja di Laboratorium http://staff.2007.pdf (diakses tanggal 1 Oktober 2015) iii . Harcout Brace College Publisher : USA Khopkar S. Experiment in General Chemistry. M. http://www. U. file:///C:/Users/Owner/Downloads/KIMIA/LaboratoryMethods_id.uny. E. 1990.. Laboratory Exercise in General Chemistry. Kimia Dasar I.. 1992. USA.html (diakses tanggal 1 Oktober 2015) Anonym.mystupidtheory. 2004. Peace Publisher : Moscow Sunarto. Daftar Pustaka Amini and Mirzae. 2005.2003.Metode Kerja Laboratorium. Inc.ac. Binarupa Aksara : Jakarta Henneth.