You are on page 1of 24

KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,

KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI


JATILUHUR DAERAH NAMBO, KECAMATAN KLAPANUNGGAL,
KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT
Baskoro Reiza Tri Putra
Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi
Universitas Trisakti
Jalan Kyai Tapa No. 1, Grogol, Jakarta Barat 11440

ABSTRACT
The Researched area is located in Nambo area, Klapanunggal Sub-District, Bogor
District, West Java Province. Located at 106 53 8 - 106 5536 NE and 6 27 20
6 31 20 SE. Morphologicaly this area had folding contour pattern and plains with
contour liniament that heading to North East- South West and North West South East
pattern. Fold Thrust Structure is the main component of structure in this area consisting
the strike slip fault and folding as secondary structure. The Development of thrust fault
estimated ranging back from Late Early Miocene, and classified as high angle fault
according to propagation fault classification. The results of petrographic analysis tells
the relationship between primary porosity in the form of intergranular and secondary
porosity in the form of dissolution has a close relationship with the structure in sorounding
area and its lithology are included in the results of mechanical analysis stratigraphy,
where the smaller the grain size will increase the intensity of the structure is accompanied
by the increase in the value of secondary porosity in the form of The dissolution.

Keywords: structural geology, thrust fault, mechanichal stratigraphiy, porosity, Jatiluhur


Formation.

SARI
Lokasi daerah penelitian berada pada daerah Nambo dan sekitarnya, Kecamatan
Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Terletak pada koordinat 106 53 8 - 106
5536 BT dan 6 27 20 6 31 20 LS. Secara Morfologi daerah ini memiliki pola
kontur lipatan dan dataran dengan arah kelurusan baratlaut tenggara dan baratdaya
timurlaut. Sesar anjak merupakan komponen struktur utama yang bekerja pada daerah
penelitian dengan struktur penyerta terdiri dari sesar geser dan lipatan. Sesar anjak yang
berkembang pada daerah penelitian diperkirakan berumur miosen, yang dibuktikan
dengan tidak terpengaruhnya breksi. Menurut model propagation fault, sesar anjak
diklasifikasikan sebagai high angle fault. Hasil dari analisa petrografi dapat diketahui
hubungan antara porositas primer berupa intergranular dan porositas sekunder berupa
disolusi memiliki hubungan erat dengan kontrol struktur dan litologinya yang disertakan
dalam hasil analisis mekanika stratigrafi, dimana semakin kecil ukuran butir akan semakin

1
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

meningkatkan intensitas struktur disertai dengan kenaikan nilai porositas sekunder berupa
disolusi.

Kata Kunci : struktur geologi, sesar anjak, mekanika stratigrafi, porositas, Formasi
Jatiluhur.

PENDAHULUAN
Lokasi penelitian berada pada km.(Gambar 1). Maksud dan tujuan dari
Daerah Klapanunggal, Provinsi Jawa penelitian ini adalah menjelaskan kontrol
Barat secara Administratif . Secara struktur terhadap nilai porositas suatu
Geografis daerah penelitian terletak pada lapisan sedimen yang ada di lapangan
koordinat 106 53 8 - 106 5536 dan sebagai nilai kualitatif suatu reservoir
6 27 20 6 31 20, dengan luasan 36
.

(Gambar 1. Lokasi daerah penelitian)

Secara tektonik, kepulauan pembentukannya. Dibedakan dengan


Indonesia khususnya Pulau Jawa terletak geotektonik atau tektonik, geologi struktur
pada batas kerak benua dari lempeng mempunyai ruang lingkup yang lebih
Eurasia (kerak benua) yang bergerak sempit, yang meliputi deformasi-deformasi
relatif ke ke arah selatan, karena pada isi cekungan, sedangkan tektonik
menyangkut skala yang lebih luas dari ini,
dipengaruhi oleh pergerakan lempeng misalnya proses pembentukan pegunungan
samudera Indo-Australia (kerak (orgenesa) dsb.Struktur sekunder meliputi
samudera) yang bergerak relatif menuju kekar (joint), sesar (fault) dan lipatan (fold).
ke arah utara. Struktur sekunder adalah Struktur kekar merupakan gejala yang paling
struktur geologi yang mempelajari umum dijumpai dan banyak dipelajari secara
danmembahas bentuk-bentuk deformasi
kerak bumi dan gejala-gejala penyebab

2
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

luas tetapi merupakan struktur yang paling 2. Kekar tarik (tension joint):
sukar untuk dianalisa. Adalah retakan atau rekahan
Berdasarkan cara terbentuknya kekar dapat yang berpola sejajar dengan
diklasifikasikan menjadi : arah gaya utama. Kekar tarik
terbentuk oleh gaya tarik,
1. Kekar gerus (shear joint): cirinya tidak lurus
Adalah retakan atau rekahan (lengkung), membuka, tidak
yang membentuk sudut lancip berpasangan, sering terisi
dengan arah gaya utama. meneral.
Kekar gerus terbentuk oleh
gaya kompresi, cirinya lurus, 3. Extension Joint (release
bidang rata, berpasangan, dan joint) adalah retakan atau rekahan
rapat. yang berpola tegak lurus dengan
arah gaya utama dan bentuk
rekahan umumnya terbuka.

(Gambar 2. Jenis jenis kekar)

METODE PENELITIAN geologi daerah penelitian, pengumpulan


data data dari studi sebelumnya pada
Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan data geologi umum berupa
daerah penelitan dan penelitian-
data lapangan yang kemudian di analisa penelitian sebelumnya yang berkaitan
untuk mengetahui jenis jatuan, kedudukan dengan hubungan rekahan dan
lapisan, struktur geologi dan aspek lainnya karakteristik batuan.
untuk membantu dan mengidentifikasi 2. Melakukan pencatatan aspek
kontrol struktur terhadap porositas untuk geologi umum (deskripsi batuan,
menentukan kualitas resevoir. Terdapat 4 kedudukan lapisan, struktur geologi,
tahapan utama yang dilakukan dalam pengambilan sample, dsb.), serta
pengerjaan penelitian ini, yaitu : pengukuran kekar dengan metode
1. Studi pustaka, yang terdiri dari scanline.
data data berkaitan dengan kondisi

3
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

3. Melakukan analisis, mengetahui dampak dari struktur


Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur detil, struktur geologi yang ada di daerah
Mekanika Stratigrafi, dan analisis penelitian terhadap perkembangan
Petrografi sebagai analisis tahap awal. porositas primer dan sekunder.
4. Melakukan pengaruh struktur
terhadap nilai porositas, untuk

TATANAN GEOLOGI

Tektonik dan Sedimentasi bagian utara ini kondisi tektonik relatif


stabil berdasarkan ciri sedimen yang
Cekungan Bogor mulai terbentuk diendapkan yaitu relatif halus.
pada akhir kala Oligosen ketika
pengangkatan di bagian utara Jawa Sedangkan pada bagian selatan
berkurang, dan terjadinya aktifitas dari Cekungan Bogor, terdapat aktifitas
penurunan disekitar Sesar Cimandiri. gunungapi baru yang dimulai pada kala
Pada kala Oligo-Miosen, di lepas pantai Oligo-Miosen. Pada Kala Miosen Awal
utara Jawa berupa daratan, makin selatan mulai terlihat bukti endapan asal
berubah menjadi laut dangkal, seterusnya gunungapi pada Cekungan Bogor yang
ke laut dalam di poros Cekungan Bogor. berasal dari selatan. Letak gunungapi ini
Daratan dibagian utara merupakan busur diperkirakan dengan jalur anomali gaya
magma pada kala Eosen Awal dan berat positif di selatan Pulau Jawa
terdapatnya batuan granit pada busur ini. (Martodjodjo,2003). Endapan yang
tebentuk didominasi endapan aliran
Keadaan cekungan pada kala gravitasi akibat gerak tektonik yang aktif
Miosen Awal hingga Miosen Tengah dan penurunan Cekungan Bogor yang
tidak mengalami perubahan yang cepat selama kala Miosen Awal hingga
signifikan. Formasi Jatiluhur yang Miosen Tengah. Pada kala Miosen Akhir
diendapkan pada kala Miosen Tengah keadaan Cekungan Bogor menempati
mendapatkan bahan pengendapan dari daerah yang sama seperti kala Miosen
Daratan Sunda, yaitu berupa hasil erosi Tengah (Martodjodjo,2003)
granit yang ada di daratan utara. Pada

4
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

(Gambar 3. Peta Lokasi Cekugan Bogor (Martodjojo, 2003))

Struktur Geologi Regional

Perkembangan tektonik pulau Sedangkan di bagian timur


Jawa dapat dipelajari dari pola-pola ditunjukkan oleh sesar pembatas
struktur geologi dari waktu ke waktu. Cekungan Pati, Florence timur,
Struktur geologi yang ada di pulau Jawa Central Deep. Cekungan Tuban dan
memiliki pola-pola yang teratur. juga tercermin dari pola konfigurasi
Tinggian Karimun Jawa, Tinggian
Secara geologi pulau Jawa Bawean dan Tinggian Masalembo. Pola
merupakan suatu komplek sejarah Meratus tampak lebih dominan
penurunan basin, pensesaran, perlipatan terekspresikan di bagian timur.
dan vulkanisme di bawah pengaruh stress Pola Sunda berarah Utara -
regime yang berbeda-beda dari waktu ke Selatan, di bagian barat tampak lebih
waktu. Secara umum, ada tiga arah pola dominan sementara perkembangan ke
umum struktur yaitu arah Timur Laut arah timur tidak terekspresikan.Ekspresi
Barat Daya (NE-SW) yang disebut pola yang mencerminkan pola ini adalah pola
Meratus, arah Utara Selatan (N-S) atau sesar-sesar pembatas Cekungan Asri,
pola Sunda dan arah Timur Barat (E- Cekungan Sunda dan Cekungan Arjuna.
W) Pola Sunda pada umumnya berupa
Pola Meratus di bagian barat struktur regangan.Pola Jawa di bagian
terekspresikan pada Sesar Cimandiri, di barat pola ini diwakili oleh sesar-sesar
bagian tengah terekspresikan dari pola naik seperti sesar Beribis dan sesar-sesar
penyebarab singkapan batuan pra- dalam Cekungan Bogor. Di bagian
Tersier di daerah KarangSambung. tengah tampak pola dari sesar-sesar yang

5
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

terdapat pada zona Serayu Utara dan Sesar ini teraktifkan kembali oleh
Serayu Selatan (Gambar 8). Di bagian aktivitas tektonik yang lebih muda.
Timur ditunjukkan oleh arah Sesar Pola Sunda lebih muda dari pola
Pegunungan Kendeng yang berupa sesar Meratus. Data seismik menunjukkan
naik. Pola Sunda telah mengaktifkan kembali
Dari data stratigrafi dan tektonik sesar-sesar yang berpola Meratus pada
diketahui bahwa pola Meratus Eosen Akhir hingga Oligosen Akhir.
merupakan pola yang paling tua. Sesar- Pola Jawa menunjukkan pola
sesar yang termasuk dalam pola ini termuda dan mengaktifkan kembali
berumur Kapur sampai Paleosen dan seluruh pola yang telah ada sebelumnya
tersebar dalam jalur Tinggian Karimun (Pulunggono, 1994 dalam Natalia dkk.,
Jawa menerus melalui Karang Sambung 2010 ). Data seismik menunjukkan
hingga di daerah Cimandiri Jawa Barat. bahwa pola sesar naik dengan arah barat-
timur masih aktif hingga sekarang.

(Gambar 4. Pola struktur dan sesar di Pulau Jawa ( Natalia dkk., 2010))

Stratigrafi Regional

Berdasarkan regional daerah Formasi Jatiluhur


pemetaan geologi lanjut termasuk dalam
lembar peta regional Bogor, Jakarta, Secara umum formasi ini
Karawang, Cianjur. Adapun formasi terdiri dari satuan napal dan
batuan yang terdapat di dalamnya yaitu: serpihan lempungan, dan sisipan
batu pasir kuarsa, bertambah
pasiran ke arah timur berumur
miosen tengah dan menjemari

6
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

dengan formasi klapanunggal. Di abu dan coklat, berbutir sangat


daerah Antiklin tipe Jatiluhur ini halus sampai halus.
satuannya terdiri dari napal Lingkungan pengendapan
bersisipan batugamping Formasi Jatiluhur adalah berupa
packstone. Napal disini laut dangkal, dengan temperatur
berwarna abu-abu, mengandung hangat (warm) dan kegaraman
fragmen karbon, banyak fosil normal.
foraminifera kecil, berlapis
buruk. Batugamping packstone Formasi Klapanunggal
berwarna coklat, terdiri dari
fragmen foraminifera besar dan Ciri umum batuan ini
kecil serta algae, berbutir sangat adalah batugamping, termasuk
kasar sampai halus, terpilah kedalamjenis batugamping
sedang, kemas tersusun terumbu. Umumnya gamping
membentuk perlapisan, padat, kaya akan fosil, berwarna abu-
berstruktur silang siur. Batupasir abu muda sampai putih
gampingan berwarna abu-abu kekuningan, jarang yang
kecoklatan, berbutir sedang berwarna coklat muda. Beberapa
sampai sangat halus, terpilah tempat sangat dolomitan,
sedang, menyudut tanggung, sedangkan di tempat lain dapat
semen gamping, porositas baik, berubah menjadi pasiran sampai
dapat diremas, berlapis tebal, napalan.
mengandung struktur acakan Lingkungan pengendapan
binatang. Formasi Klapanunggal adalah
Diawali dengan batu pasir, berupa laut dangkal, dengan
berubah keatas menjadi temperatur hangat (warm) dan
batugamping wackestone kegaraman normal.
setebal 3 sampai 30 cm
berselang-seling dengan serpih Formasi Serpong
gampingan setebal 1 sampai 10
cm, seperti terlihat di Sungai Tersusun oleh perselingan
Cihoe. Pada top lapisan terdapat konglomerat, batu pasir,batu
napal dengan sisipan lanau, batu lempung dengan sisa
batugamping packstone setebal tanaman, konglomerat batu
0,3 sampai 5 m. Batulempung apung dan tuf batu apung.
bagian bawah berwarna abu-abu Dalam formasi ini tidak
tua, getas, terkadang gampingan, ditemukan adanya fosil.
mengandung nodul batugamping Berdasarkan kedudukan
mudstone konkresi besi dan stratigrafinya yang menindih
retakan-retakan yang diisi oleh secara tidak selaras Formasi
kalsit kristalin. Sisipan-sisipan Bojongmanik dan Formasi
batupasir disini berwarna abu- Genteng, dan ditindih secara
selaras oleh batuan vulkanik

7
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

muda. Diduga Formasi Serpong ini diduga diendapkan pada


berumur Pliosen Akhir. sungai tua yang berpola
Berdasarkan kenampakan menganyam dan bertanggul
batuan, struktur sedimen dan (levee), dan sebagian di endapkan
bentuk sebarannya yang di pada lingkungan rawa.
sepanjang sungai, maka formasi

(Gambar 5. Satuan Stratigrafi Regional Daerah Penelitian (Effendi dkk, 1998 &

Turkandi dkk, 1992))

STRATIGRAFI DAERAH konsisten dengan ketebalan 10cm-1m di


PENELITIAN lokasi Kampung sawah LP 13. Serta
ditemukan pasir GrayWacke yang hadir
Satuan Batupasir Karbonatan berselingan dengan batupasir yang
Satuan ini dinamakan dengan diduga diakibatkan oleh depositional
satuan batupasir karbonat karena litologi systemnya yaitu turbidite secara lokal
yang mendominasi adalah batupasir pada LP 1,LP 24A dan LP 24B.
karbonat. Namun, pada beberapa LP dan Singkapan yang dijumpai umunya
Pos ditemukan batugamping pasiran dijumpai cukup segar karena tersingkap
yang hadir sebagai sisipan dan di lereng bukit dan sisi sungai
Batulempung yang hadir sebagai Satuan batuan ini memiliki penyebaran
perselingan dengan ketebalan yang tidak satuan litologi sekitar 35% dari total

8
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

daerah penelitian. Satuan ini baik hingga sedang, dengan ukuran butir
membentang dari NWW hingga NEE berkisar dari pasir sangat halus hingga
darah penelitian, dibatasi oleh satuan pasir sangat kasar, matriks tersusun oleh
batugamping dengan hubungan material berukuran lempung dengan
menjemari dan satuan breksi dengan semen karbonat. Memiliki porositas
hubungan tidak selaras. Secara sedang hingga baik. Memiliki struktur
keseluruhan, satuan batupasir ini laminasi dan terdapat beberapa lapisan
tersingkap di lapangan dengan ketebalan pasir yang massif tanpa ada bidang
3-8 meter. perlapisan. satuan ini memiliki kisaran
Pada satuan batuan ini dicirikan dengan umur N8 N9 dengan lingkungan
kenampakan fisik berwarna coklat gelap pengendapan satuan batuan ini adaalah
dengan warna lapuk coklat pucat, sortasi Middle Neritic (Shelf)

(Foto 1.Foto Satuan batuan Batupasir Karbonatan


pada LP 26 dengan kedudukan N 166E/20)

9
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

(Tabel 1. Kolom Stratigrafi Satuan Batupasir Karbonatan)

(Tabel 2. Tabel umur dan lingkungan pengendapan


satuan batupasir karbonatan)

Satuan Batugamping ini terdapat kegiatan penambangan yang


Satuan ini dinamakan satuan diadakan oleh perusahaan besar yang
batugamping dikarenakan litologi yang memudahkan penulis untuk pengambilan
mendominasi adalah batugamping. data untuk satuan batuan ini. Satuan ini
Namun pada beberapa lokasi memiliki penyebaran litologi dengan
pengamatan ditemukan perselingan kisaran 40% dari total kavling daerah
antara batugamping dan batupasir penelitian. Satuan ini membantang dari
karbonatan seperti di daerah Nambo. timur daerah penelitian hingga ke tengah
Kondisi singkapan di lapangan daerah penelitian, dibatasi oleh sungai
umumnya cukup segar karena di daerah cileungsi. Secara keseluruhan, satuan ini

10
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

tersingkap 6-20 meter di lapangan. abu gelap, dengan warna cerah krem
Satuan ini dicirikan dengan strukturnya terang. Memiliki ukuran butir pasir kasar
yang masif pada umumnya, namun pada hingga bongkah, dengan matriks mikrit
beberapa lp ditemukan sisipan dan semen karbonat. Satuan batuan ini
batugamping pasiran dengan ketebalan memiliki kisaran umur Miosen tengah
yang tidak konsisten. Kenampakan fisik dengan lingkungan pengendapan Middle
satuan batuan ini memiliki warna pucat Neritic (shelf),

(Foto 2. Foto Satuan Batugamping di LP 4 dengan


kedudukan N 135E/24)

11
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

(Tabel 3. Table Stratigrafi satuan batugamping)

(Tabel 4. Tabel umur dan lingkungan pengendapan


satuan batugamping)

Satuan Breksi perlapisan erosional dengan litologi yang


Satuan ini dinamakan dengan memiliki ukuran butir lebih halus. Secara
satuan breksi dikarenakan litologi yang kenampakan fisik satuan batuan ini
mendominasi adalah breksi. Satuan ini memiliki warna coklat dengan warna
memiliki penyebaran satuan litologi cerah krem. Memiliki sortasi buruk
sekitar 25% dari total luas daerah dengan ukuran butir kerikil hingga
penelitian. Satuan batuan ini dicirikan bongkah,kemas grain supported,
dengan struktur masifif namun beberapa kekompakan tinggi dengan matriks
lokasi pengamatan menunjukan bahawa material ukuran pasir kasar, dengan
satuan batuan ini memiliki bidan semen silika. Memiliki porositas buruk

12
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

dan permeabilitas yang buruk. Penentuan lingkungan pengendapan, pada satuan ini
umur dari satuan batuan ini didasarkan tidak ditemukan fossil dan menggunakan
pada kesebandingan oleh peneliti kesebandingan dengan stratigrafi
sebelumnya yaitu Effendi (1998) regional peneliti sebelumnya yaitu
memiliki umur pliosen awal dengan Effendi (2003) yaitu darat.
zonasi blow N12-N14. Pada penentuan

(Foto 3. Foto Satuan Batuan Breksi di LP 17 dengan kedudukan N210E/25)

(Tabel 5. Tabel Satuan Breksi)

13
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

(Gambar 6. Peta geologi daerah penelitian)

14
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

STRUKTUR DETIL DAERAH dikelompokkan atas dasar arah tersebut.


PENELITIAN Pola- pola shear joint yang berkembang
Pembahasan analisis struktur pada daerah penelitian berdasarkan
detil dikelompokkan menjadi tiga sigma satu terbagi menjadi dua arah
pembahasan, yaitu proyeksi stereografi, sigma satu yang relatif berbeda, yaitu
struktur lipatan, dan struktur sesar. arah NW SE dan NE- SW. Arah sigma
satu menghasilkan struktur lipatan
Proyeksi Streografi dengan arah relatif barat timur yang
Hasil dari analisis stereografi sesuai dengan daerah penelitian.
didapatkan arah sigma satu dan dan

(Tabel 7. Diagram stereografi daerah penelitian)

15
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

Struktur Lipatan dan penunjaman (plunge) sebesar


Struktur lipatan daerah penelitian 20/N302E, dan mekanisme gaya yang
dibagi menjadi dua, yaitu struktur mengakibatkan terjadinya lipatan ini
plunging antiklin dan struktur sinklin adalah bending (perlengkungan) karena
plunging yang berada di tengah daerah disebabkan oleh gaya utama yang
penelitian dan selatan daerah penelitian. bekerja tegak lurus terhadap bidang
Struktur Antiklin Menunjam (plunging perlapisan. Intepretasi struktur ini juga
anticline structure) ini di intepretasikan diperkuat dengan hasil analisis
berdasarkan nilai kedudukan dan arah stereografi yang telah disajikan dalam
bidang berlapisan yang saling peta struktur.
berlawanan dan memiliki arah (trend) ,

(Tabel 8.Streografi struktur lipatan)

Struktur Sesar tektonik yaitu kompresi yang


Struktur sesar daerah penelitian membentuk konfigurasi berupa sesar
dibagi menjadi tiga, yaitu sesar mendatar naik yang berhubungan dengan lipatan.
menganan (dextral) dan sesar mengiri Sehingga sesar anjakan lipatan pada
(sinistral) dan sesar anjak lipatan. Sesar lokasi pengamatan merupakan
geser di intepretasikan berdasarkan komponen utama dengan struktur sesar
perubahan atau disoreiantasi bidang mengiri (sinistral) dan sesar menganan
perlapisan pada daerah penelitian yang (dextral) yang hadir sebagai struktur
memusat pada LP 12, LP 13, LP,14 dan penyerta terjadi pada satu fase dibuktikan
LP 15, dimana arah bidang perlapisan dengan satuan breksi yang tidak
yang umunya berarah barat timur terpengaruh oleh struktur. Hal ini
berubah secara mendadak secara lokal diperkuat dengan model struktur geologi
yang memiliki orientasi relative utara oleh (Billings,1972) dengan tegasan
selatan. utama relative utara selatan.
Sedangkan untuk intepretasi
sesar anjak lipatan berdasarkan rezim

16
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

(Gambar 7.Peta struktur detil daerah penelitian)

menggunakan garis bantu dengan


Mekanika Stratigrafi interval 1 meter agar mendapatkan
Pada analisis ini penulis intensitas struktur yang memusat.
menggunakan metode scanline, metode Berdasarkan data shear joint
ini dilakukan untuk menunjukan yang didapat dengan menggunakan
intensitas struktur di daerah pemetaan. metode scanline, disusun menjadi profil
Dalam analisis ini memperhitungkan mekanika stratigrafi.
spasi atau jarak dimana dalam metode ini

17
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

S N

(Foto 4. Kenampakan Scanline dengan interval 1x1 meter)

PENGARUH STRUKTUR berkembang pada lokasi pengambilan


SEKUNDER TERHADAP nilai shear joint memiliki orientasi arah
POROSITAS dan intensitas yang berbeda beda. Hal ini
Hasil dari analisis ini diperoleh dikaitkan dengan kenampakan kekar
dari data lapangan menggunakan metode yang berasosiasi dengan lipatan (Twiss
scanline yang disusukan menjadi data dan Moores,1992). Dalam pembahasan
mekanika stratigrafi dan nilai porositas ini penulis menjelaskan pengaruh nilai
yang diperoleh dari analisis petrografi porositas yang disebabkan oleh strutktur
dipadukan dengan analisis mekanika berdasarkan intensitas rekahan yang ada
stratigrafi.. Dari analisis ini dapat pada lokasi pengamatan di lapangan.
disimpulkan bahwa shear fracture yang

18
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

(Table 10. Profil mekanika stratigrafi daerah penelitian)

Dari profil dapat dilihat dari jenis di lapangan merupakan tegasan utama di
litologi dan fracture intensity atau daerah penelitian yang membentuk
intensitas rekahan. Litologi yang lipatan dan sesar. Struktur struktur ini
tersusun atas sedimen berbutir halus membantu membuat celah pada batuan
cenderung memiliki intensitas rekahan untuk solusi atau cairan masuk ke zona
yang tinggi dibandingkan sedimen lemah yang mengakibatkan porositas
berbutir kasar. Pure shear yang terekam sekunder berupa disolusi.

19
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

1.LP 3 pada lokasi pengamatan ini. Diduga


Lokasi pengamatan ini memiliki aktivitas tektonik ini merupakan awal
intensitas struktur yang rendah,terlihat dari pembentukan porositas sekunder
dari nilai minimnya rekahan dalam lokasi tipe disolusi ini, dengan membentuk
pengamatan ini. Pada sekmen struktur lipatan maka terbentuk zona
batulempung diambil sampel dan didapat zona lemah yang menjadi jalur bagi
nilai porositas berdasarkan sayatan tipis fluida untuk masuk ke dalam batuan
dengan nilai porositas 4.2 % dari total tersebut. Struktur antiklin juga
visible porosity yang terlihat. Porositas menyebabkan porositas semakin tight
terdiri atas porositas primer yaitu dimana hal ini membuat butiran butiran
intergranular dengan ditandai hadirnya batuan tersebut semakin rapat dan
point contact. Keterdapatan porositas semakin mengunci antar butir, hal ini
sekunder berupa disolusi merupakan menyebabkan nilai porositas primer pada
hasil dari aktivitas tektonik dimana hal batuan ini rendah.
ini dapat dilihat dari pola disolusi yang
searah, didukung dengan adanya antiklin

(Tabel 11. Kolom mekanika stratigrafi LP 3)

2. LP 2 sedang. Memiliki nilai porositas primer


Lokasi pengamatan yang berada sebesar 4.3 % dengan jenis intergranular
cukup dekat dengan LP 3 ini memiliki dan porositas sekunder sebesar 9.5%
intensitas rekahan yang digolongkan dengan jenis disolusi. Porositas primer
kepada kategori tinggi, tersusun atas pada lokasi pengamatan ini dipengaruhi
batupasir dengan struktur laminasi yang oleh perubahan ukuran butir dimana
memiliki cukup banyak shear fracture. perubahan ukuran butir dari halus ke
Singkapan pada lokasi pengamatan ini sedang memberikan ruang antar butir dan
memiliki struktur laminasi dan sangat struktur antiklin yang menyebabkan
kompak. Mengalami perubahan ukuran hubungan antar butirnya semakin
butir dari LP 2 yang berukuran lempung mengunci yang mengakibatkan nilai
menjadi berukuran pasir halus hingga visible porosity pada lokasi ini relatif

20
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

rendah. Sedangkan untuk porositas porositas sekundernya, meskipun pada


sekunder pada lokasi pengamatan ini lokasi pengamatan ini terdapat struktur
tidak dipengaruhi oleh struktur lipatan.
dikarenakan tidak terdapat orientasi

(Tabel 12.Kolom mekanika stratigrafi LP 2)

3.LP 13 dalam pengambilan data. Perubahan


Pada lokasi pengamatan ini, ukuran butir dari butiran yang relatif
intensitas rekahan yang terekam pada kasar hingga menghalus mempengaruhi
sedimen digolongkan kepada kategori jumlah rekahan yang ada pada lokasi
tinggi.. Pada lokasi ini tersusun atas pengamatan ini, dapat dilihat dari profil
batupasir sisipan batulempung, dimana dimana sisipan batulempung memiliki
rekahan terekam baik pada kedua nilai kekar yang tinggi secara lokal pada
sedimen ini. Kondisi singkapan yang lokasi pengamatan ini.
berada pada sungai utama memudahkan

(Tabel 13.Kolom mekanika stratigrafi LP 13)

21
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

4.LP 23 tersusun atas batugamping dan


Pada lokasi pengamatan ini batulempung, dimensi rekahan yang
didapat intensitas rekahan yang sedang cukup besar mempengaruhi intensitas
namun terdistribusi secara seimbang struktur namun tidak diimbangi dengan
secara lokal di lokasi pengamatan ini. nilai porositas yang tinggi. Terdapatnya
Terdapat beberapa shear fracture yang struktur lipatan diduga membuat nilai
sangat besar pada lokasi pengamatan ini porositas semakin tight. Porositas
yang arahnya searah dengan tegasan karbonat yang hadir berupa intergranular
gaya utama. Lokasi pengamatan ini sebesar 1.2% dan vuggy sebesar 3.5%.

(Tabel 14. Kolom mekanika stratigrafi LP 23)

5.LP 15 Porositas yang terbentuk pada lokasi


Pada lokasi pengamatan yang pengamatan ini dipengaruhi oleh
terakhir ini didapatkan nilai intensitas struktur, dimana terdapat porositas
rekahan yang paling tinggi disbanding dengan jenis vuggy sebesar 12% dan
lokasi pengamatan yang lain. Jika porositas jenis vuggy yang dipengaruhi
disandingkan dengan peta struktur oleh diagenesis lanjut sebesar 14%
daerah penelitian, lokasi pengamatan ini dilihat dari keterdapatan orientasi
tidak jauh dengan sesar geser mengiri porositas pada sayatan tipis.
yang berada pada sungai utama.

(Tabel 15. Kolom mekanika stratigrafi LP 15)

22
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

KESIMPULAN Ade AkhyarNurdin , Belly


1. Analisis mekanika stratigrafi Dharana Kertiyasa , Novianto
menjelaskan kaitan porositas dan Dwi Nugrohao, Bayu Hari
struktur dimana Litologi yang Utomo. 2010.Geologi Pulau
tersusun atas sedimen berbutir Jawa. Univesitas Jenderal
halus cenderung memiliki Soedirman : Purbalingga.
intensitas rekahan yang tinggi
dibandingkan sedimen berbutir Pulunggono, A. dan Martodjojo, S.,
kasar. 1994, Perubahan Tektonik
2. Pada struktur lipatan terutama Paleogene Neogene
antiklin nilai porositas semakin Merupakan Peristiwa Tektonik
rendah dikarenakan adanya gaya Terpenting di Jawa, Proceeding
kompresi yang membuat Geologi dan Geotektonik
hubungan antar butir semakin Pulau Jawa, Percetakan NAFIRI,
menutup. Yogyakarta.
3. Pada struktur sesar geser nilai Twiss, R. J., and Moores, E. M., 1992.
porositas sekunder cenderung Structural Geology. W. H.
meningkat dibuktikan dengan Freeman and
keterdapatan porositas jenis Company, New York
vuggy dan disolusi yang cukup
besar dan memiliki arah atau
orientasi.
4. Secara garis besar porositas
batupasir pada formasi jatiluhur
secara mikroskopis cenderung
rendah dan nilai porositas
batugamping pada formasi
jatiluhur cenderung lebih tinggi
pada nilai porositas sekundernya
5.
DAFTAR PUSTAKA
Martodjoyo, Soejono., 1984. Evolusi
Cekungan Bogor. Penerbit ITB,
Bandung
Moody, J. D., and Hill, M. J. 1956.
Wrench Fault Tectonics. Bulletin
of Geological
Society of America.
Natalia, Eka P., Taufiq Andhika , Roid
Faqih M., Dharmaleksa S.E.P,

23
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POROSITAS FORMASI JATILUHUR DAERAH NAMBO,
KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

(Baskoro Reiza Tri Putra)

24
Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti