You are on page 1of 14

SEMINAR AKK

HUBUNGAN ANTARA KEPESERTAAN BPJS DENGAN KUALITAS

PELAYANAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS X

NUR NILA SARI

70200114065

AKK 2014

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

2017
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam UU No. 40 Tahun 2004 Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah

sebuah system jaminan sosial yang ditetapkan di Indonesia dalam. Jaminan

sosialini adalah salah satu bentuk perlindungan sosial yang diselenggarakan

oleh Negara guna menjamin warga Negara nyauntuk memenuhi kebutuhan

hidup dasar yang layak. Undang-Undang No.40 Tahun 2004 tentang Sistem

Jaminan Sosial Nasional (SJSN) ini mengamanatkan bahwa jaminan social

wajib bagi seluruh penduduk di Indonesia, termasuk Jaminan Kesehatan

Nasional (JKN) melalui suatu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Baik institusi pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta dapat

memberikan layanan untuk program tersebut selama mereka menandatangani

sebuah kontrak kerjasama dengan pemerintah. Kementerian Kesehatan tengah

mengupayakan suatu regulasi berupa peraturan menteri, yang akan menjadi

payung hukum untuk mengatur antara lain pelayanan kesehatan, pelayanan

kesehatan tingkat pertama, dan pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan.

Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah tata cara penyelenggaraan

program jaminan social oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)

Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Jaminan Sosial adalah bentuk

perlindungan social untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi

kebutuhan dasar hidupnya dengan layak. Dengan demikian, Jaminan

Kesehatan Nasional (JKN) yang dikembangkan di Indonesia merupakan

bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)


Data yang di dapatkan dari BPJS kesehatan nasional, penduduk

Indonesia yang telah mendaftarkan diri menjadi anggota JKN-KIS tertanggal 1

Mei 2017 sebanyak 176.738.998 jiwa (70%) (BPJS Kesehatan, 2017,

http://bpjskesehatan.go.id/bpjs/ ,diperoleh tanggal 05 Mei 2017). Data dari

BPJS Kesehatan Regional IX Tahun 2016 bahwa penduduk Sulawesi Selatan

yang tercantum dalam kepesertaan BPJS Kesehatan sebanyak 6.270.704 jiwa

(66.33%%) dari total jumlah penduduk 9.453.168 jiwa, dengan rincian Kota

Makassar sebanyak 2.396.134 (69,82%), Bulukumba 723.895 (62,07%),

Watampone 1.119.392 (60,78%), Pare-pare 688.117 (64.40%) dan Palopo

829.363 (69.42%), Makale 513.803 (68.50%).

Data diatas menunjukkan bahwa sekitar 33 % penduduk Provinsi

Sulawesi Selatan belum menjadi anggota JKN. Padahal semua penduduk

Indonesia wajib menjadi anggota JKN termasuk didalamnya ibu hamil. Kota

Makassar menempati urutan pertama dalam kepesertaan JKN di Provinsi

Sulawesi Selatan. Data yang didapatkan dari Profil Kesehatan Idonesia Tahun

2015 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ibu hamil K1 dan K4 pada tahun

2015, K1 sebanyak 95.75% dan K4 sebanyak 87.8%. Cakupan pelayanan ibu

hamil K4 secara umum di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 91.72 %.

Minimnya pemanfaatan pemeriksaan bagi ibu hamil ini juga didukung data

dari Profil Kesehatan Indonesia 2015 dalam kurun waktu 3 tahun terakhir

2012-2014 didapatkan cakupan K4 ibu hamil 88,27 % (tahun 2012 dengan

target nasional 95%), 90,18 % (tahun 2013 dengan target 86,52%) dan 86,70%

(tahun 2014 dengan target nasional 95%).


Data diatas menunjukkan bahwa cakupan K4 di Sulawesi Selatan

dalam 3 tahun terakhir tersebut belum mencapai target nasional. Output

keberhasilan penggunaan JKN yang belum mampu tergambarkan yang dilihat

dari cakupan K4 ibu hamil yang akan menjadi focus utama penelitian. Dari hal

yang telah diuraikan di atas bahwa pentingnya JKN bagi ibu hamil, sehingga

penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Hubungan kepesertaan

BPJS Kesehatan dengan pelayanan ibu hamil di Puskesmas X di daerah

wilayah kerja Kota Makassar.

Penilaian terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu hamil dapat

dilakukan dengan melihat cakupan K1 dan K4. Cakupan K1 adalah jumlah ibu

hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal pertama kali oleh tenaga

kesehatan dibandingkan jumlah sasaran ibu hamil di satu wilayah kerja pada

kurun waktu satutahun. Sedangkan cakupan K4 adalah jumlah ibu hamil yang

telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar paling sedikit

empat kali sesuai jadwal yang dianjurkan di tiap trimester dibandingkan

jumlah sasaran ibu hamil di satu wilayah kerja pada kurun waktu satu tahun.

Indikator tersebut memperlihatkan akses pelayanan kesehatan terhadap ibu

hamil dan tingkat kepatuhan ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya ke

tenaga kesehatan. (Riskesdas, 2013)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti merumuskan

masalah penelitian sebagai Adakah hubungan antara kepesertaan BPJS

dengan kualitas pelayanan ibu hamil di puskesmas x


C. Fokus Penelitian

Untuk mempermudah penulis dalam menganalisis hasil penelitian, maka

Penelitian ini difokuskan pada ibu hamil yang memiliki kartu BPJS dan

berkunjung ke Puskesmas X, apakah mendapat pelayanan yang cocok atau

tidak.

D. Tujuan Penelitian

Diketahui hubungan kepesertaan bpjs kesehatan dengan pelayanan ibu


hamil

E. Manfaat Penelitian

1. Objek Penelitian

Menambah wawasan dan pengetahuan sehingga masyarakat

khususnya ibu hamil dapat berpartisipasi dalam meningkat kualitas

pelayanan menjadi lebih baik, sehingga pelayanan yang diberikan

sesuai dengan harapan pengguna jasa pelayanan kesehatan.

2. Manfaat Teoritis

Bagi jurusan ilmu kesehatan masyarakat khususnya

program peminatan administrasi dan kebijakan kesehatan,

harapkan penelitian ini bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan

kesehatan masyarakat,masukan serta bahan perbandingan atau

referensi dibidang mutu pelayanan sebagai bahan penelitian

selajutnya. Diharapkan penelitian ini bisa dijadikan bahan

pembelajaran melakukan penelitian dan sebagai referensi

penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan maternitas

(khususnya mutu pelayanan)


3. Manfaat Praktis

Penelitian ini dapat berguna sebagai masukan dalam

menentukan pelayanan untuk ibu hamil yang memiliki kepesertaan

BPJS dan masyarakat atau ibu hamil dapat lebih mengerti tentang

kegunaan kartu BPJS


TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian BPJS

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah Badan hukum

yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. BPJS

Kesehatan mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari 2014. Jaminan Kesehatan adalan

jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat

pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar

kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau

iurannya dibayar oleh pemerintah (Kemenkes, RI., 2013).

B. Kepesertaan BPJS

Peserta Jaminan Kesehatan yaitu setiap orang, termasuk orang asing yang

bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, yang telah membayar iuran,

meliputi:

1. Penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI): fakir miskin dan orang

yang tidak mampu, dengan penetapan peserta sesuai ketentuan peraturan

perundangundangan.

2. Bukan penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (Non PBI), terdiri dari:

a. Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya diantaranya sebagai

berikut:

1) Pegawai Negeri Sipil

2) Anggota TNI

3) Anggota POLRI

4) Pejabat Negara

5) Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri


6) Pegawai Swasta

7) Pekerja yang tidak termasuk angka 1 sampai dengan 6 yang

menerima upah termasuk WNA yang bekerja di Indonesia paling

singkat 6 (enam) bulan.

b. Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya, terdiri atas

pekerja di luar hubungan kerja dan pekerja mandiri.

c. Bukan pekerja dan anggota keluarganya, terdiri atas:

1) Investor

2) Pemberi kerja

3) Penerima pensiun, terdiri dari :

a) Pegawai negeri sipil yang berhenti dengan hak pensiun

b) anggota TNI dan anggota POLRI yang berhenti dengan hak

pensiun

c) Pejabat negara yang berhenti dengan hak pensiun

d) Janda, duda, atau anak yatim piatu dari penerima pensiun yang

mendapat hak pensiun

e) Penerima pensiun lain

f) Janda, duda, atau anak yatim piatu dari penerima pensiun lain

yang mendapat hak pensiun.

4) Veteran

5) Perintis Kemerdekaan

6) Bukan Pekerja yang tidak termasuk angka 1 sampai dengan 6 yang

mampu membayar iuran. Anggota keluarga yang ditanggung antara

lain:
a) Pekerja penerima upah:

(1) Keluarga inti meliputi istri/suami dan anak yang sah (anak

kandung, anak tiri dan/atau anak angkat), sebanyak-

banyaknya 5 (lima) orang.

(2) Anak kandung, anak tiri dari perkawinan yang sah, dan anak

angkat yang sah, dengan criteria tidak atau belum pernah

menikah atau tidak mempunyai penghasilan sendiri dan

belum berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau belum berusia

25 (dua puluh lima) tahun yang masih melanjutkan

pendidikan formal.

b) Bekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja : Peserta

dapat mengikut sertakan anggota keluarga yang diinginkan

(tidak terbatas).

c) Peserta dapat mengikut sertakan anggota keluarga tambahan

yang meliputi anak ke 4 dan seterusnya ayah, ibu dan mertua.

d) Peserta dapat mengikut sertakan anggota keluarga tambahan,

yang meliputi kerabat lain seperti saudara kandung/ipar, asisten

rumah tangga (Kemenkes, RI., 2013)

C. Pengertian Kehamilan

Kehamilan adalah suatu keadaan dimana seorang wanita berhenti

menstruasi karena terjadi konsepsi atau pertemuan sel telur dengan sperma dan

berakhir sampai permulaan persalinan (Saifuddin, 2006). Wibisono (2009),

mengatakan bahwa kehamilan dapat terjadi karena ada pertemuan sperma dan sel

telur didalam tuba falopi yang kemudian tertanam di dalam uterus. Istilah medis
untuk seorang wanita yang hamil adalah gravida, untuk kehamilan sendiri disebut

graviditas sedangkan seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut

primigravida (bobak, lowdermil, & jensen, 2005).

Saifuddin (2009) mengatakan bahwa kehamilan normal adalah masa

kehamilan di mulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal

adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) di hitung dari hari pertama haid

terakhir. Kehamilan dibagi dalam triwulan yaitu triwulan pertama mulai dari

konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan,

triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan.

Berdasarkan beberapa pengertian kehamilan di atas, peneliti menyimpulkan

bahwa seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida.

Kehamilan normal adalah selama 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung

dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan terjadi terjadi bila sel 10 telur dan sel

sperma bertemu didalam tuba falopi yang kemudian tertanam di dalam uterus.

D. Tinjauan Umum tentang Pelayan Ibu Hamil

Pelayanan kesehatan pada ibu hamil juga disebut Antenatal Care (ANC) yaitu

pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional untuk ibu hamil selama masa

kehamilannya yang dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang di

tetapkan. Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk

mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil, hingga mampu menghadapi

persalinan, kala nifas, persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya kesehatan

reproduksi secara wajar (Manuaba, 2008).

Menurut Prawiroharjo (2005), pemeriksaan kehamilan merupakan pemeriksaan

ibu hamil baik fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan,
persalinan dan masa nifas, sehingga keadaan mereka post partum sehat dan normal,

tidak hanya fisik tetapi juga mental.

Kunjungan Antenatal Care (ANC) adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau

dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan

pelayanan/asuhan antenatal. Pada setiap kunjungan Antenatal Care (ANC), petugas

mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kondisi ibu melalui anamnesis dan

pemeriksaan fisik untuk mendapatkan diagnosis kehamilan intra uterine serta ada

tidaknya masalah atau komplikasi (Saifudin, 2005).

Menurut Henderson (2006), kunjungan Antenatal Care (ANC) adalah kontak ibu

hamil dengan pemberi perawatan/asuhan dalam hal mengkaji kesehatan dan

kesejahteraan bayi serta kesempatan untuk memperoleh informasi dan memberi

informasi bagi ibu dan petugas kesehatan

E. Tinjauan Tentang Prosedur Pelayanan BPJS Kesehatan Bagi Ibu Hamil

BPJS Kesehatan bisa digunakan untuk periksa kehamilan, maka dari itu

bagi ibu hamil yang belum menjadi peserta BPJS untuk segera mendaftarkan

diri dan dapatkan manfaatnya. BPJS akan memberikan pelayanan khusus

untuk Ibu hamil sehingga dapat mengetahui kondisi kesehatan selama masa

kehamilan.

BPJS Kesehatan menerapkan prosedur berobat dengan sistem rujukan

berjenjang, mulai dari layanan di faskes 1 hingga ke faskes lanjutan. Untuk

bisa berobat ke faskes lanjutan seperti Rumah Sakit maka pasien perlu

mendapatkan surat rujukan terlebih dahulu, maka dari itu anda harus pergi

berobat ke faskes 1 terlebih dahulu seperti puskesmas, klinik, bidan dll.


Untuk mengkontrol kehamilan maka anda / ibu hamil harus pergi ke

faskes 1 yang tertera pada kartu BPJS Kesehatan Peserta / bidan jejaring BPJS

Kesehatan. Apabila faskes 1 tidak sanggup menangani maka anda akan

dirujuk ke faskes lanjutan (dengan membawa surat rujukan yang berlaku 30

hari).Adapun pelayanan yang dijamin meliputi:

1. Pelayanan pemeriksaan kehamilan (antenatal care / ANC) untuk

menjaga kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi,

2. Persalinan,

3. Pemeriksaan bayi baru lahir,

4. Pemeriksaan pasca persalinan (postnatal care / PNC) terutama selama

nifas awal selama 7 hari setelah melahirkan, dan

5. Pelayanan KB.

METODE PENELITIAN

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang mempelajari masalah-

masalah yang ada serta tata cara kerja yang berlaku. Penelitian deskriptif

kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang saat ini berlaku.

Di dalamnya terdapat upaya mendeskripsikan, mencatat, analisis dan

menginterpretasikan kondisi yang sekarang ini terjadi atau ada. Dengan kata

lain penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk memperoleh

informasi-informasi mengenai keadaan yang ada tentang hubungan

kepesertaan bpjs kesehatan dengan pelayanan ibu hamil di puskesmas.


2.

KERANGKA KONSEP

HUBUNGAN KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN DENGAN


PELAYANAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS

Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan

diantara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian yang

akan dilakukan (Notoatmodjo, 2010).

Berdasarkan landasan teori di atas dan dengan melihat permasalahan yang

ada serta keterbatasan penelitian, maka disusunlah kerangka konsep penelitian

sebagai berikut.

Variabel Independent Variabel

Dependent

Faktor Ibu Hamil/


Pasien
1. Kepersertaan
2. Tingkat
Pengetahuan Ibu HUBUNGAN
Hamil KEPESERTAAN BPJS
KESEHATAN DENGAN
PELAYANAN IBU
HAMIL DI PUSKESMAS
Faktor Pendukung
1. Pelayanan
Terhadap Ibu
Hamil
KERANGKA TEORI

HUBUNGAN KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN DENGAN


PELAYANAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS

Variabel Independent Variabel


Dependent

Faktor Kepesertaan 1. Umur


Ibu Hamil 2. Paritas
3. Pendidikan
4. Pekerjaan
5. Status
Kepesertaan

Faktor Pendukung 1. Prosedur


Pelayanan
(Pendaftaran/Ad
HUBUNGAN
ministrasi)
KEPESERTAAN
2. Pelayanan SDM
BPJS
( Tenaga
KESEHATAN
Kesehatan) :
DENGAN
Dokter, Perawat PELAYANAN
dan Bidan IBU HAMIL
3. Pelayanan
Pemeriksaan
kandungan
4. Fasilitas

Faktor Pendorong 1. Hubungan


pasien dengan
tenaga
kesehatan
2. Biaya