You are on page 1of 7

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

D TENTANG DEMAM
BERDARAH ( DBD )
1.Identitas Kepala Keluarga

Nama : Tn.D
Umur : 35 Tahun
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : S1 Ekonomi
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : jln. Sudirman Air Molek II

2. Komposisi keluarga
Status
NO Nama JK Hub.keluarga umur pendidikan KB
imunisasi
1 Al. riski Laki-laki Suami 52 SMA - -
2 putra Perempuan Istri 45 SMA - PIL
3 Dian Perempuan Anak 19 SMA Lengkap -
4 Putrid Laki-laki Anak 11 SD lengkap -
anjani

4. Tipe Keluarga
Jenis Tipe Keluarga : keluarga single parent karna dalam rumah hanya terdapat Ibu dan anak-
anak, sehingga akan mempercepat penularan penyakit bilasalah satu anggota keluarga menderita
penyakit menular.

5. Suku Bangsa
a. Asal Suku Bangsa : Tn. D berasal dari suku jawa
b. Budaya Yang berhubungan dengan Kesehatan : Tidak ada

6. Agama dan kepercayaan yang memepengaruhi Kesehatan


Agama Tn.D adalah agama islam dan mengikuti ibadah

7. Status sosial ekonomi keluarga


a. Anggota keluarga yang mencari nafkah : Tn. D
1) Penghasilan Tn. D : Rp. 1.700.000
2) Upaya lain : meminjam uang kepada tetangga
b. Harta benda yang dimiliki ( perabotan transportasi, dll ) : Sebuah Rumah,TV, Lemari Es
c. Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan : kebutuhan yang di keluarkan keluarga dalam
setiap
bulannya sekitar 1.700.000
8. aktivitas rekreasi keluarga
Biasanya keluarga hanya melihat TV bersama, mendengarkan radio, anak laki-laki kadang
bermain sepak bola dengan teman dilingkungan rumahnya.

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga dengan anak usia remaja
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tahap yang belum adalah tahap dengan anak dewasa dan sebentar lagi mungkin terjadi
sehingga keluarga sudah memikirkan kearah sana.

C. Riwayat Kesehatan Keluarga inti


1. Riwayat keluarga dari pihak istri: Tn.D tidak begitu paham tentang kesehatan keluarga
suaminya, dikarenakan keluarga suaminya tinggal jauh di luar kota.
hipertensi. Riwayat keluarga dari pihak istri: Ny.S mengatakan bahwa ayahnya meninggal
karna hipertensi dan ibunya tidak memiliki riwayat penyakit tertentu.
2. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga
Tindakan
Keadaan
NO Nama umur BB Imunisasi Masalah kesehatan yang telah
kesehatan
dilakukan
1 Ny.S 45 th 68 baik - - -
2 An. D 19 th 56 baik Lengkap - -
3 An. K 11 th 38 Demam Lengkap Ketidakmampuan -
berdarah mengenal masalah
DBD dan merawat
An. K yang sedang
sakit

3. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan


Jika sakit keluarga Tn.D ke puskesmas dan Rumah sakit dengan menggunakan Bpjs

D. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
1. Karakteristik Rumah
a. gambaran tipe tempat tinggal
status rumah yang sedang ditinggali adalah sudah milik sendiri
b. Denah rumah
c. gambaran kondisi rumah
Rumah terdiri dari ruang tamu, 2 kamar tidur, dapur dan kamar mandi. Didepan rumah terdapat
teras dengan satu meja berisi sepatu-sepatu usang. Penataan perabotan dalam rumah terkesan
sedikit tidak rapi dan sempit.ventilasi dirasa kurang dan penerangan cukup, lantai bukan kramik,
tembok semi permanen, kuat dan dapat melindungi dari suhu dingin maupun gangguan
keamanan yang lain. Untuk kamar tidur paling depan ventilasi dan penerangan sudah adekuat
sedangkan untuk kamar-kamar yang lain penerangan terkesan kurang.
d. Dapur
Dapur terkesan bersih namun cukup sempit. Sumber air bersih PAM, alat masak lengkap dan
bersih karna setiap selesai dipakai selalu dicuci, tidak terdapat alat pengamanan untuk kebakaran.
Penempatan alat-alat dapur tidak terjangkau oleh anak kecil sehingga tidak membahayakan.
e. Kamar mandi
Peralatan mandi lengkap dengan pemakaian seluruh anggota keluarga, bak mandi dikuras sekali
sebulan tampak terdapat jentik-jentik nyamuk.
f. Kaji pengaturan tidur dalam rumah
Hunian tempat tidur untuk satu kamar dihuni maksimal 2 orang, privasi orang yang ada dikamar
terjamin karena kamar memiliki pintu dan kunci
g. Keadaan umum kebersihan dan sanitasi lingkungan
Terdapat binatang peliharaan, saat pengkajian terlihat anak anjing sedang tidur-tiduran di lantai
rumah dan banyak nyamuk.
h. Perasaan-perasaan subyektif keluarga terhadap rumah
Keluarga mengatakan bahwa mereka merasa aman tinggal didalam rumah dan dapat lebih
melakukan kegiatan lebih leluasa, keluarga merasa aman karna terdapat pintu yang kuat.
i. Evaluasi pengaturan privasi dan bagaimana keluarga merasa privasi mereka memadai
Anggota keluarga mengatakan bahwa mereka dapat melakukan aktivitas dengan leluasa dan
tidak merasa tergaggu orang dari luar.
j. Evaluasi adekuasi pembuangan sampah
Sampah rumah tangga kadang dibuang di sungai dekat rumah
k. Perasaan anggota keluarga tentang penataan rumah
Anggota keluarga merasa puas terhadap penataan rumah karena menyadari rumahnya sempit.

2. Karakteristik Tetangga
Tetangga sebelah kanan dan kiri rumah selalu memperhatikan kesehatan keluarga Tn.D dengan
selalu menjenguk dan kadang-kadang memberikan solusi tentang tindakn yang harus dilakukan
jika anggota keluarga sakit.

3. Mobilitas Geografis Keluarga


Keluarga adalah penduduk pendatang, tetapi saat ini sudah menetap di kecamatan Helvetia sejak
tahun 2004

4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat


Ibu selalu mengikuti pendalaman alkitab yang diadakan di lingkungan tiap minggu sore

5. sistem pendukung keluarga


Jika anggota keluarga sakit dan perlu biaya yang dirasakan berat maka keluarga biasanya
meminta bantuan kepada saudara ibu atau kepada tetangga dekat sering membantu.

E. SRUKTUR KELUARGA
1. Pola Komunikasi Keluarga
Pola komunikasi keluarga dilakukan secara terbuka, bahasa uang dipakai sehari-hari adalah
bahasa batak dan kadang-kadang bahasa indonesia, keluarga tidak memiliki kesulitan bahasa
dalam menerima pesan, frekuensi komunikasi dalam keluarga setiap hari dilakukan dan selama
ini tidak ada masalah dalam keluarga mengenai komunikasi.
2. Struktur kekuatan keluarga
Pengendali keluarga adalah Tn.D sebagai kepala keluarga. Keputusan diambil oleh kepala
keluarga melalui musyawarah dengan seluruhanggota keluarga dan setelah pengambilan
keputusan tidak ada permasalahan dalam anggota keluarga dan secara umum ada yang
mendominasi kekuasaan hanya struktur tertinggi dipegang oleh kepala keluarga.

3. Struktur Peran
Peran kepala keluarga adalah mencari nafkah dan merawat anak.
4. Nilai atau norma dalam keluarga
Nilai keluarga yang berkaitan dengan kesehatan adalah bila ada anggota keluarga yang sakit
periksa kesarana kesehatan dan dalam kehidupan sehari-hari keluarga menjalani hidup
berdasarkan tuntutan agama kristen.

F. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi afektif
Sikap dan hubungan anggota keluarga baik dan keluarga mengembangkan sikap saling
menghargai
2. Fungsi Sosialisasi
Interaksi keluarga baik dan keluarga mendidik anak-anaknya dengan disiplin tinggi dengan cara
berpakaian rapi
3. Fungsi perawatan keluarga
Kemampuan mengenal masalah keluarga belum mengenali sakit anaknya
Kemampuan keluarga mengambil keputusan, apabila ada permasalahan kesehatan
keluarga merundingkan secara bersama-sama
Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, belum mampu oleh
karna itu melakukan tindakan sesuai dengan anjuran dokter atau perawat.
Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah, keluarga belum mampu
memelihara lingkungan dengan baik, saat melakukan kunjungan halama rumah
tampak kurang bersih dan banyak sampah serta nyamuk.
Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan, bila sakit periksa kerumah
sakit sari mutiara dengan menggunakan Bpjs.
4. Fungsi Reproduksi
Jumlah anak 2 orang, 1 wanita dan 1 laki-laki. Jarak anak I dan ke II adalah 8 tahun. Dan ibu
mengikuti KB Pil.

5. Fungsi Ekonomi
Keluarga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari

G. STRESS DAN KOPING KELUARGA


1. Stresor jangka pendek
Ny. S mengatakan tidak ada masalah yang berat saat ini
2. Kemampuan keluarga bereaksi terhadap situasi atau stressor
Bila ada masalah kesehatan secepatnya dibawa ke rumah sakit
3. Strategi koping yang digunakan
Jika ada masalah selalu dibicarakan bersama anggota keluarga untuk dimusyawarahkan.
4. strategi adaptasi disfungsional
Tn.D jika ada masalah berat sering sakit kepala dan kadang menangis. Tetapi setelah meminta
solusi kepada keluarga isti dan suami, Tn.D tenang kembali

H. PEMERIKSAAN FISIK
1. Tn.D
Kesadaran : Compos Mentis
BB : 68 kg
TD : 120/90 mmhg
RR : 22 x/menit
Nadi : 83 x/menit
Suhu : 36 0C
Keluhan saat ini :-
Sistem kardiovaskuler : Baik
Sistem gastrointestinal : Baik
Sistem muskuloskletal : Baik

2. An. D
Kesadaran : Compos Mentis
BB : 56
TD : 110/80 mmhg
RR : 20 x/menit
Nadi : 70 x/menit
Suhu : 36 0C
Keluhan saat ini :-
Sistem kardiovaskuler : Baik
Sistem gastrointestinal : Baik
Sistem muskuloskletal : Baik

3. An. K
Kesadaran : Compos Mentis
BB : 38
TD : 110/80 mmhg
RR : 24 x/menit
Nadi : 85 x/menit
Suhu : 39 0C
Keluhan saat ini : Demam berdarah
Sistem Integumen : Terdapat ruam, dan bercak-bercak merah pada kulit
Sistem kardiovaskuler : Baik
Sistem gastrointestinal : Baik
Sistem muskuloskletal : tampak lemah dan pegal-pegal

I. HARAPAN KELUARGA
1. terhadap masalah kesehatannya, Ny. S berharap An.K cepat sembuh
2. terhadap petugas kesehatan yang ada, Ny. S berharap semoga petugas kesehatan semakin ahli
dalam bidangnya.

ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


1 Data subyektif Ketidakmampuan Kurangnya pemahaman
Tn.D dan An.K mengatakan keluarga Tn.D dalam keluarga Tn.D terhadap
badan An.K pegal-pegal dan mengenal masalah penyakit DBD yang
panas, kulitnya penuh bintik- penyakit DBD diderita oleh An. K
bintik merah

Data obyektif
Diagnosa dokter menunjukkan
An.K mengidap penyakit
demam berdarah
Suhu : 39 0C
adanya ruam atau bintik merah
pada kulit.
Keluarga Tn.D menanyakan
tentang penyakit DBD
2 An. K menderita DBD sejak 3 Ketidakmampuan resiko penularan
hari yang lalu, bak keluarga penyakit kepada anggota
penampungan air minum, bak mempertahankan suasana keluarga lainnya
untuk mencuci pakaian, bak di rumah yang
WC dikuras sekali sebulan. menguntungkan
adanya pakaian yang kesehatan.
bergelantungan disembarangan
tempat

RUMUSAN MASALAH

1. Kurangnya pemahaman keluarga Tn.D terhadap penyakit DBD yang diderita oleh An. K
berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga Tn.D dalam mengenal masalah penyakit
DBD
2. resiko penularan penyakit kepada anggota keluarga lainnya berhubungan dangan
ketidakmampuan keluarga mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan
kesehatan.

Diagnosa berdasarkan prioritas masalah :

1. Kurangnya pemahaman keluarga Tn.D terhadap penyakit DBD yang diderita oleh An. K
berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga Ny.s dalam mengenal masalah penyakit
DBD
2. Resiko penularan penyakit kepada anggota keluarga lainnya berhubungan dangan
ketidakmampuan keluarga mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan
kesehatan.
RENCANA INTERVENSI BERDASARKAN PRIORITAS MASALAH

NO DIAGNOSA TUJ.UMUM TUJ.KHUSUS KRITERIA STANDARD INTERVENSI


1 1. Kurangnya Setelah 1. keluarga Knowladge Keluarga 1. Gali
pengetahuan diberikan Ny.s mampu dapat pengetahuan
keluarga Tn.D penjelasan mengenal mengerti keluarga tentang
dalam merawat selama 30 masalah tentang : DBD
anggota keluarga menit kesehatan Defensi, 2. Diskusikan
dengan penyakit keluarga yang terjadi gejala dan kepada keluarga
DBD Tn.D pada An. K penyebab tentang faktor-
berhubungan memahami dengan terjadinya faktor penyebab
dengan Ketidak cara penyakit DBD DBD dbd dan cara
mampuan melakukan mencegahnya
keluarga Ny.S perawatan 2. Keluarga Knowladge Keluarga 3. Berikan
merawat anggota kepada Ny.s mampu dapat penjelasan
keluarga yang anggota memutuskan mengenal: apabila keluarga
sakit keluarga tindakan yang Macam- belum mengeti
yang sakit tepat bagi macam 4. Puji keluarga
DBD kesehatan An. tindakan atas jawaban atau
K yang tindakan yang
diberikan tepat.
Mampu
memutuskan 1. beri penjelasan
tindakanyang kepada keluarga
harus tentang macam-
diberikan macam tindakan
pada anggota yang diberikan
keluarga pada anggota
dengan DBD keluarga dengan
dbd
2. jelaskan manfaat
masing-masing
tindakan yang
dilaksanakan
2 2. Resiko Setelah Keluarga knowladge Keluarga An. Berikan
penularan dilakukan mengetahui K mampu penyuluhan
penyakit kepada penyuluhan dan menjelaskan kepada keluarga
anggota keluarga dengan memahami tentang cara tentang cara
lainnya keluarga cara pencegahan pencegahan
berhubungan akan pencegahan penularan penularan
dangan memahami penularan penyakit penyakit DBD
ketidakmampuan dan penyakit DBD DBD pada pada anggota
keluarga mengetahui dengan anggota keluarga yang
mempertahankan tentang anggota keluarga lain
suasana rumah pencegahan keluarga lain yang lain
yang penularan
menguntungkan penyakit
kesehatan. DBD dengan
anggota
keluarga
yang lain