MATERI 1 PEMATERI

: Kebijakan Pembangunan di Bidang Agama : Drs. IGAK Suthayasa, M.Si

Visi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali adalah terwujudnya masyarakat bali yang taat beragama, cerdas, sejahtera dan damai. Misi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali:
1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama

2. Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama 3. Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan 4. Meningkatkan kualitas pelayanan haji 5. Meningkatkan kualitas tata kelola dan Pencitraan Keputusan Menteri Agama (KMA) No : 397 / 2002 menyatakan bahwa tri program inti Departemen Agama (saat ini sudah berganti nama menjadi Kementerian Agama) adalah: 1. Terwujudnya masyarakat yang agamis, berperadaban luhur, berbasiskan hati nurani yang disuarai oleh ajaran agama. 2. Terhindarnya prilaku radikal, ekstrem, tidak toleransi dan eksklusif dalam khidupan beragama, sehingga terwujud masyarakat yang rukun & damai dalam kebersaman & ketentraman. 3. Terbinanya masyarakat agar menghormati, mengamalkan ajaran agama dengan sebenar-benarnya mengutamakan perasaan, menghormati perbedaan melalui internalisasi ajaran agama. Tugas pokok dan fungsi Kementerian Agama Republik Indonesia adalah melaksanakan sebagian pembangunan di bidang agama. Pada fungsi pariwisata dan budaya mencakup program pembinaan dan peningkatan partisipasi pemuda. Pada fungsi pendidikan, meliputi: Program Pendidikan Anak usia Dini, Program WAJAR 9 Tahun, Program Pendidikan Menengah, Program Pendidikan Non Formal, Program Pendidikan Tinggi, Program Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kependidikan, Program Manajemen Pelayanan Pendidikan, dan Tenaga Program

Peningkatan Pendidikan Agama & Keagamaan. Pada fungsi perlindungan social meliputi Program Penguatan Kelembagaan yang menangani Gender dan Anak Program prioritas tahun 2008: 1. Peningkatan Pelayanan Haji 2. Peningkatan Pelaksanaan Pendidikan Agama & Pendidikan Keagamaan 3. Peningkatan Pelayanan Kehidupan Beragama 4. Peningkatan Kerukunan Umat Beragama 5. Peningkatan Pemberantasan KKN

MATERI 2 PEMATERI

: Struktur Organisasi Kementerian Agama dan Peta Kekuatan Personil Kanwil Kementerian Agama Prov. Bali : Drs.H.Syamsul Bahri, M.PdI

Unit pelaksanaan tugas (UPT) yang dimiliki oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Bali meliputi: 1. K.U.A KEC. = 32 BUAH 2. MADRASAH / SEKOLAH - MIN - MTSN - MAN = 15 BUAH = 7 BUAH = 4 BUAH

3. STAIN, STAHN, UIN, IAIN 4. BALAI DIKLAT KEAGAMAAN 5. BALAI PENELITIAN & PENGEMBANGAN AGAMA Berikut ini adalah keadaan pegawai Kanwil Departemen Agama Prov Bali (Per Juni 2010) yang terdiri atas penyebaran pegawai di persatuan organisasi, jumlah pegawai sesuai golongan, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin. PENYEBARAN PERSATUAN ORGANISASI
1. Kanwil 2. Kandepag Buleleng 3. Kandepag Jembrana 4. Kandepag Tabanan 5. Kandepag Badung 6. Kandepag Gianyar 7. Kandepag Bangli 8. Kandepag Klungkung 9. Kandepag karangasem 10. Kandepag Denpasar 11. MAN/MTsN

: 137 orang : 303 orang : 244 orang : 177 orang : 158 orang : 167 orang : 98 orang : 130 orang : 224 orang : 226 orang : 276 orang : 2140 orang

JUMLAH

JUMLAH PEGAWAI PER GOLONGAN 1. Golongan III 2. Golongan II 3. Golongan IV
4. Golongan I

: 1421 orang : : : 379 orang 338 orang 2 orang

JUMLAH TINGKAT PENDIDIKAN

: 2140 orang

S-2 S-1 D-3 D-2 SMU SMP SD

: : : : : :

68 orang 79 orang 212 orang 257 orang 3 orang 4 orang

: 1517 orang

JUMLAH MENURUT JENIS KELAMIN 1. Laki-Laki
2. Perempuan

: : :

1109 orang 1031 orang 2140 orang

JUMLAH

STRUKTUR DEP. AGAMA RI (PMA NO.3 TAHUN 2006), STRUKTUR KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA PROVINSI BALI KMA NO. 373/2002 TYPELOGI II, STRUKTUR KANDEPAG KABUPATEN/KOTA PROV. BALI TYPELOGI 2 L, serta STRUKTUR KANDEPAG KABUPATEN/KOTA PROV. BALI TYPELOGI 2 K- BULELENG dapat dilihat pada halaman berikutnya. Permasalahan. Apakah kantor wilayah kementerian agama propinsi bali masih kekurangan pegawai ? Unit tertentu kelebihan pegawai, namun tugas-tugas belum bisa dilaksanakan dengan baik, karena kurangnya tenaga yang memiliki kualitas yang sesuai dengan kualifikasi , dedikasi dan loyalitas yang baik. RENUNGAN
 Sumber Daya manusia (SDM) merupakan unsur penting dalam organisasi

 Kemampuan SDM harus selalu ditingkatkan
 Dengan SDM yang terampil dan berakhlaq mulia, tujuan organisasi akan

mudah tercapai  Forum Orientasi Angka Kredit Guru sangat penting sebagai upaya peningkatan dan pembinaan SDM

MATERI 3 PEMATERI

: Basic Kompetensi Guru : Drs.H.M. Sholeh, M.PdI

Menurut Pasal. 1 UU No. 14 Tahun 2005 dan Pasal. 1 PP No. 74 Tahun 2008, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Pasal 8 UU No. 14 Tahun 2005 dan Pasal 2 PP No. 74 Tahun 2008). Tujuan Pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, andiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab (Pasal 3 UU No. 20/2003 SISDIKNAS). Kedudukan guru berdasarkan Pasal 2 UU No. 14 Tahun 2005: 1. Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah,dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundangundangan. 2. Pengakuaan kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan sertifikasi pendidik. Fungsi guru berdasarkan Pasal 4 UU No. 14 Tahun 2005 adalah kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu Pendidikan Nasional Prinsip profesionalisme berdasarkan Pasal 7 UU No. 14 Tahun 2005: A. B. C. D. tugas; E. F. prestasi kerja; Memiliki keprofesionalan; Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan tanggung jawab atas pelaksanaan tugas Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme; Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan ketaqwaan dan akhlak mulia; Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas; Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang

14 Th. kompetensi kepribadian. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik & dialogis f. Pemahaman terhadap peserta didik c. kemajemukan bangsa. 2005. tidak diskriminatif. dan kode etik profesi. nilai Keagamaan. bahwa pemebrdayaan profesi guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis. Berwibawa g. dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas dan keprofesionalan kompetensi guru yang diamanatkan oleh Pasal 10 (1) UU No. Evaluasi hasil belajar h. H. Demokratis e. dihayati. Beriman & bertakwa b. Pasal 3 (4) PP No. 14 Tahun 2005 adalah seperangkat pengetahuan. 74 Tahun 2008adalah kompetensi pedagogic. 74 Tahun 2008 menerangkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi pedagogic adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik dalam hal: a. Berakhlak mulia c. berkeadilan. nilai cultural. keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki. 74 Tahun 2008 menerangkan bahwa kompetensi kepribadian yang dimiliki seorang guru yaitu: a. dan Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. I. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya Pasal 3 (5) PP No. Kompetensi menurut Pasal 1 (10) UU No. Pemahaman wawasan / landasan kependidikan b. Stabil . 14 Tahun 2005 dan Pasal 3 (2) PP No. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. Pemanfaatan teknologi pembelajaran g. Pengembangan kurikulum atau silabus d. dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM). Arif & bijaksana d.G. Perancangan pembelajaran e. kompetensi social. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. dan kompetensi professional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Mantap f. Pemberdayaan profesi guru menurut Pasal 7 ayat (2) UU No.

sebagai berikut: bagian-bagian KOMPONEN : A.3) UU No. dan / atau seni dan budaya yang diampuny. Beberapa hal tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi a) b) c) Kurikulum 2004 (KBK) disempurnakan menjadi KTSP mulai tahun KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan Departemen Pendidikan Nasional mengharapkan paling lambat tahun 2006/2007 melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. SUBYEK C. orang tua / wali peserta didik d) Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku e) Menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan Kompetensi professional adalah kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan. teknologi. transparan. PENYESUAIAN DIRI F. 74 Tahun 2008) adalah kemampuan untuk: a) Berkomunikasi lisan. dan akuntabel Seorang guru diharapkan memiliki penampilan professional. teknologi. Jujur j. 74 Tahun 2008).h. KEPRIBADIAN B C E D F . mata pelajaran. Dewasa i. mata pelajaran. tulis. Teladan bagi peserta didik & masyarakat l. Penampilan ini A dapat digambarkan sebagai suatu piramida dengan KOMPONEN. Obyektif mengevaluasi kinerja sendiri m. PENAMPILAN B. tenaga kependidikan. Sportif k. dan /atau isyarat secara santun b) Menggunakan teknologi komunikasi & informasi c) Bergaul secara efektif dengan peserta didik. oleh masing-masing satuan pendidikan /sekolah. PROFESIONAL D. PROSES E.24/2006. atau seni yang relevan. 2009/2010. sesama pendidik. dan / atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu) serta konsep dan metode disiplin keilmuan. baik dalam hal materi (secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan. dan / atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu (Pasal 3 (7) PP No. Beberapa hal tentang sertifikasi Pasal 11 (1.2. pimpinan satuan pendidikan. Mengembangkan diri secara mandiri & berkelanjutan Kompetensi social yang harus dimiliki seorang guru (Pasal 3 (6) PP No. yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan. semua sekolah telah melaksanakan KTSP. 14 Tahun 2005: a) Sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan b) Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah c) Sertifikasi dilaksanakan secara objektif.

Kepribadian : kualitas keseluruhan perilaku sebagai prasyarat fundamental bagi terwujudnya penampilan kinerja secara keseluruhan Pengembangan Profesional Guru (1) Kode Etik Guru Indonesia 1. Subyek : kemampuan penguasaan substansi pengetahuan yang relevan dengan bidang jabatan & tugas pendidik secara tepat dan efektif C. semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial 8. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan . Guru memiliki dan me. Profesional : kemampuan penguasaan substansi pengetahuan & keterampilan teknis keahlian khusus dalam bidang jabatan & tugas pendidik diperoleh melalui pendidikan dan atau latihan khusus D. pembuatan keputusan. sebagai prasyarat bagi terwujudnya penampilan kinerja pendidik E. rasional. Penyesuaian diri : komponen penyerasian dan penyesuaian diri terhadap tuntutan lingkungan berdasarkan karakteristik pribadi untuk mencapai keefektifan kinerja kependidikan F. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan 4. Guru membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya 2. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua siswa`dan masyarakat mutu dan martabat profesinya 7. dsb. Proses : kemampuan penguasaan proses mental intelektual yang mencakup proses berfikir (logis.laksanakan kejujuran profesional 3. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian 6. Penampilan : kemampuan mewujudkan perilaku kinerja sesuai bidang jabatan & tugas pendidik B. Guru memelihara hubungan profesi. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar 5.Keterangan: A. kreatif) dlm pemecahan masalah. kritis.

mendengarkan dan mengungkapkan suara hati. 4. Memonitor dan menguatkan hubungan perkembangan guru dan siswa. Melakukan evaluasi diri tentang. Melaksanakan perbaikan yang berkesinambungan dan belajar sepanjang masa. Menghargai orang secara total ketika bekerja bersama-sama. 10. Strategi belajar aktif (active learning startegy): A. d) Kembangkan diskusi e) Klarifikasi Hasil Belajar . c) Undang volunter/sukarelawan untuk maju ke depan dan membacakan pertanyaan. b) Siswa diminta buat pertanyaan hal-hal yang belum dimengerti c) Kumpulkan semua pertanyaan dan kelompokkan jenisnya atau yang paling banyak dibutuhkan siswa d) Mulailah pelajaran dengan menjawab dan menjelaskan hal-hal yang mereka tanyakan. 6. 7. Menempatkan. Mempunyai keinginan bekerja dengan rekan guru yang lain. 9. Strategi Mengaktifkan Kelas 1. dan sesudah mengajar. dan bagikan kembali kepada siswa secara acak. Menyeimbangkan kerja dan hidup. ketika. 2. Meredefinisi perananya dalam kelas. Everyone is a teacher here: a) Bagikan kertas/card kepada siswa dan mintalah mereka untuk menuliskan pertanyaan tentang hasil belajar dan materi yang harus dikuasai b) Kumpulkan kertas-kertas tersebut. 5. 8. 11. 2. Mengembangkan sikap “mengambil resiko” (dalam melaksanakan tugas). 3. kocok. Mendukung kepala sekolah untuk mengembangkan kegiatan profesional yang interaktif. serta memberikan jawaban/ tanggapan atas pertanyaan tersebut. 12.9. Mencari variasi dan menghindari permusuhan (dalam bekerja). Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan Pengembangan Profesional Guru (2) 1. Percaya pada proses. Learning Starts with a Question a) Bagikan bahan belajar Minta mereka belajar berpasangan.

d) Mintalah mereka saling menjelaskan dan baru.3. The Power of Two: a) Ajukan satu atau dua pertanyaan/masalah yang membutuhkan perenungan (reflection) dan pemikiran (thinking) b) Siswa diminta menjawab tertulis secara perorangan c) Kelompokkan mereka berpasangan (dua-dua). e) Brainstorming (panel) membandingkan hasil diskusi kecil antar kelompok f) Klarifikasi dan kesimpulan mendiskusikan jawaban .

widyaiswara. bahwa untuk keperluan kenaikan pangkat/jabatan Guru Pembina /Golongan IIIb ke atas. Ada yang berbentuk laporan penelitian. 025/0/1995) Terdapat tiga macam kegiatan pengembangan profesi yang dapat dilakukan guru yaitu. Karena kegiatan ilmiah itu banyak macamnya. membuat/memodifikasi alat pelajaran. soal dan sejenisnya. (2) Publikasi ilmiah. S. Karya inovatif. buku pelajaran. karya terjemahan. tulisan ilmiah popular.. maka laporan kegiatan ilmiah (= KTI) juga beragam. buku dalam bidang pendidikan.Pd A. penghargaan. Karya Tulis Ilmiah Jenis pengembangan diri berupa diklat fungsional. sebagai tenaga pendidik. berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu. Pendahuluan Kiranya. tinjauan ilmiah. buku. serta Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala BAKN Nomor 0433/P/1993. buku pedoman guru. diktat . mengikuti pengembangan penyusunan standar. pada prinsipnya bertujuan untuk membina karier kepangkatan dan profesionalisme guru. nomor 25 tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dan diperbaharui menjadi Permenpan Nomor 16 tahun 2009. dosen dan lain-lain) memegang peran penting dalam upaya Karena itu. Tujuannya agar mereka lebih mampu bekerja secara profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 84/1993 penetapan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. diwajibkan adanya angka kredit yang harus diperoleh dari Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kegiatan pengembangan profesi guru adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan. pedoman. dan kegiatan kolektif guru. Publikasi ilmiah berupa: presentasi pada forum ilmiah. telah dan akan terus dilakukan. kita semua sependapat bahwa tenaga pendidik (seperti mencerdaskan bangsa. modul diklat.MATERI 4 : Tehnik Pembuatan Karya Tulis Pengembangan Profesi PEMATERI: I Wayan Surata. Pada aturan tersebut di antaranya dinyatakan. menemukan/menciptakan karya seni. 16 Tahun 2009) B. (1) pengembangan diri. hasil penelitian. menemukan teknologi tetap guna. M. pengawas. tulisan ilmiah populer.Pd. dan (3) karya inovatif (Permenpan No. dan kesejahteraannya. guru. Karya Tulis Ilmiah (selanjutnya disingkat KTI) pada dasarnya merupakan laporan tertulis tentang (hasil) suatu kegiatan ilmiah. artikel ilmiah. teknologi dan ketrampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar/kepengawasan dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan dan kebudayaan (berdasar definsi pada Kepmendidbud No.

. Sehingga. Besarnya angka kredit KTI berbeda-beda tergantung pada macam dan lingkup publikasinya. Sebagai gambaran. Bahkan.dan lain-lain. Hal itu karena berbedanya tugas dan tanggung jawab mereka. yang ditetapkan berdasar Guru • KTI hasil penelitian • KTI tinjauan/ulasan Widyaiswara • KTI hasil penelitian • KTI tinjauan/ulasan Pengawas • KTI hasil penelitian • KTI tinjauan/ulasan ilmiah • Tulisan Ilmiah Populer • Prasaran disampaikan ilmiah • Tulisan Ilmiah Populer • Prasaran disampaikan ilmiah • Tulisan Ilmiah Populer • Prasaran disampaikan dalam pertemuan ilmiah • Buku • Diktat • Karya terjemahan dalam pertemuan ilmiah • Buku • Karya terjemahan • Orasi ilmiah sesuai dalam pertemuan ilmiah dengan bidang yang diajarkan .5 angka kredit) adalah KTI hasil penelitian perorangan yang dipublikasi dalam bentuk buku. laporan hasil penelitian juga merupakan Karya Tulis Ilmiah. sebagaimana tampak pada tabel berikut. untuk KTI yang berupa diktat. Meskipun berbeda macam dan besaran angka kreditnya. widyaiswara atau pengawas berbeda-beda. Hubungan KTI dengan Kegiatan Penelitian Penelitian merupakan kegiatan ilmiah. KTI yang berangka kredit tertinggi (12. KTI juga berbeda bentuk penyajiannya sehubungan dengan berbedanya tujuan penulisan serta media yang menerbitkannya. Bila seorang guru menulis KTI (dengan benar) maka kepadanya diberikan penghargaan. C. Berdasar aturan yang berlaku. Dan yang terendah bernilai 1 angka kredit. berikut disajikan ringkasan macam kegiatan pengembangan profesi peraturan yang berlaku saat ini. berupa angka kredit yang dapat dipakai untuk memenuhi persyaratan dalam usulan kenaikan pangkat/jabatannya. guru dan pengawas. KTI yang merupakan laporan hasil penelitian. widyaiswara maupun pengawas. yaitu: • • • • hal yang dipermasalahkan berada pada kawasan pengetahuan keilmuan kebenaran isinya mengacu kepada kebenaran ilmiah kerangka sajiannya mencerminan penerapan metode ilmiah tampilan fisiknya sesuai dengan tata cara penulisan karya ilmiah Macam kegiatan pengembangan profesi yang dapat dilakukan oleh guru. semua KTI (sebagai tulisan yang bersifat ilmiah) mempunyai kesamaan. merupakan bagian penting dari macam KTI yang dapat dibuat oleh guru.

0 8.5 5 3 1 2. menunjukan jumlah yang semakin meningkat. Berupa buku yang diedarkan pengkajian. Salah satu bentuk KTI yang akhir-akhir ini.5 2.0 2 3 4 5 6 7 KTI hasil penelitian.5 terlihat bahwa KTI yang berupa laporan hasil penelitian dapat dipakai sebagai salah satu macam kegiatan pengembangan profesi tenaga pendidik.0 4.5 6. Berupa makalah dari prasaran gagasan. akhir-akhir ini kegiatan membuat KTI yang berupa laporan hasil penelitian.0 7. Bahkan. survei dan atau secara nasional evaluasi Berupa tulisan (artikel ilmiah) yang dimuat pada majalah ilmiah yang diakui oleh Depdiknas Berupa buku yang tidak diedarkan secara nasional Berupa makalah KTI yang merupakan tinjuan Berupa buku yang diedarkan atau gagasan sendiri dalam secara nasional bidang Berupa tulisan (artikel ilmiah) pendidikan/kepengawasan yang dimuat pada majalah ilmiah yang diakui oleh Depdiknas Berupa buku yang tidak diedarkan secara nasional Berupa makalah KTI yang berupa tulisan Berupa tulisan (artikel ilmiah) ilmiah popular yang yang dimuat pada media masa disebarkan melalui media masa KTI yang berupa tinjuan. tetapi didokumentasikan di perpustakaan sekolah dalam bentuk makalah. cenderung banyak dilakukan oleh para guru dan pengawas adalah KTI hasil penelitian perorangan yang tidak dipublikasikan. yang dapat dirinci sebagai berikut: No 1 Macam KTI Macam publikasinya Angka kredit 12. .0 2. atau ulasan ilmiah yang disampaikan pada yang disampaikan sebagai pertemuan ilmiah prasaran dalam pertemuan ilmiah KTI yang berupa buku Berupa buku yang bertaraf pelajaran nasional Berupa buku yang bertaraf propinsi KTI yang berupa diktat Berupa diktat yang digunakan di pelajaran sekolahnya KTI yang berupa karya Berupa karya terjemahan buku terjemahan pelajaran/ karya ilmiah yang bermanfaat bagi pendidikan Dari tabel di atas 6. KTI jenis ini mempunyai nilai angka kredit 4 (empat).0 3.0 4.KTI pada kegiatan pengembangan profesi terdiri dari 7 (tujuh) macam.

dan sistematis dan dapat teruji kebenarannya. konsisten dan merupakan satu kesatuan sistem terhadap pengetahuan keilmuan yang telah ada sebelumnya. atau penelitian tindakan yang semakin layak untuk menjadi prioritas kegiatan. baik secara rasional maupun secara empirik. Kegiatan Ilmiah Manusia mendapatkan ilmu berkat kemampuannya bernalar. 3. berdasarkan pada dengan akal dan indera. Penalaran yang mengacu pada kebenaran koherensi (mengandung kebenaran yang sesuai dengan pengetahuan ilmu yang telah ada) dan korespondensi (mengadung kebenararan yang sesuai dengan fakta empirik) merupakan salah satu proses berpikir dalam menarik kesimpulan. Saat ini. Ilmu berhubungan erat indera). Pikiran berangkat dari kebenaran pengetahuan (proposisi) yang berlaku umum (premis mayor. Kegiatan nyata dalam proses pembelajaran. karena hanya dengan cara itulah. Kesimpulan yang dihasilkannya merupakan hasil kegiatan berpikir dan berwujud pengetahuan dengan ciri yang spesifik. Menggunakan akal dapat tersusun pengetahuan yang bersifat rasional. harus dilaksanakan dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah. Kegiatan tersebut. sudah terbiasa dilakukan. 2.KTI yang berupa laporan hasil penelitian tersebut cenderung diminati dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan profesi. dapat berupa tindakan untuk “menguji atau menerapkan” hal-hal “baru” dalam praktik pembelajarannya. Dengan demikian. maka kegiatan tersebut dapat berupa penelitian eksperimen. Berpikir analitik (deduksi) bersandar pada logika silogisme. ilmu mengacu pada dunia rasional (yang didapat dari akal pikiran) dan dunia empirik (yang didapat melalui . D. Bagi sebagian besar guru. adalah dilakukannya kegiatan nyata di kelasnya yang ditujukan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajarannya. konsisten. Artinya. apa obyek telaahannya. Apabila kegiatan tersebut dilakukan di kelasnya. Para guru makin memahami bahwa salah satu tujuan kegiatan pengembangan profesi. yang disebut sebagai ilmu (science). berbagai inovasi baru dalam pembelajaran. Ilmu sebagai bagian dari pengetahuan mempunyai ciri-ciri khusus baik dilihat dari untuk apa ilmu itu. melakukan kegiatan seperti itu. Menurut Suriasumantri (1981) terdapat dua cara berpikir yang umum dipakai untuk memecahkan masalah: cara berpikir analitik (deduksi) dan cara berpikir sintetik (induksi). ilmu merupakan pengetahuan yang rasional. mereka akan mendapat jawaban yang benar secara keilmuan terhadap apa yang ingin dikajinya. dan bagaimana mendapatkannya. di antaranya karena: 1. memerlukan verifikasi maupun penerapan dalam proses pembelajaran. asumsi) untuk menyimpulkan persoalan yang khusus.

Hubungan Metode Ilmiah dengan Penelitian Pengetahuan yang benar dapat diperoleh manusia baik melalui pendekatan non-ilmiah maupun pendekatan ilmiah.Pendekatan ilmiah yang dilakukan melalui metode keilmuan dapat dilakukan baik secara informal dalam kehidupan sehari-hari. metode keilmuan juga sering disebut sebagai metode hipotetiko-deduktif-induktif.pengetahuan yang bersifat umum tersebut. Kesimpulan yang ditarik dari cara berpikir sintetis ini disebut induktif yang erat berkaitan dengan konsep peluang dan kaidah statistika. Berdasar daur tersebut. Namun. penelitian atau riset (research) merupakan penyelidikan suatu masalah secara sistematis. metode keilmuan merupakan rentetan daur berpikir induksi. Banyak sekali kesamaan antara penelitian dan metode ilmiah. Penggabungan cara berpikir deduktif dan cara berpikir induktif itu diharapkan dapat F. mengembangkan. dikenal dipadukanlah cara berpikir sebagai metode ilmiah. ilmiah. E. yang kemudian memberikan beberapa keuntungan. Hal itulah yang menjadikan pengetahuan keilmuan terus bertambah secara kumulatif. Sebaliknya. Metode Ilmiah Melihat kelemahan kedua cara berpikir itu. dan lebih formal dan yang umumnya bertujuan untuk menemukan. berpikir sintetik pikiran berangkat dari pengetahuan yang bersifat khusus (fakta-fakta) dan dengan menggunakan fakta-fakta tersebut diperoleh pengetahuan yang bersifat umum. Kebenaran penyimpulan deduktif tidak saja sangat tergantung pada kebenaran yang bersifat umum dan tetapi juga pada kebenaran dalam penarikan kesimpulannya. maupun secara lebih formal melalui kerja penelitian. deduktif dan induktif. deduksi. Metode keilmuan merupakan kerangka berpikir yang bersifat tanpa henti. Pengambilan kesimpulannya dilakukan secara deduktif. kritis. Sedangkan kebenaran penyimpulan induktif juga sangat tergantung pada kebenaran hasil pengamatan empiric yang tidak jarang menyesatkan. Baik cara berpikir deduktif maupun induktif keduanya mempunyai kelemahan. atau menguji kebenaran suatu pengetahuan yang memiliki kemampuan deskripsi . dan penyahihan (verifikasi) yang terus menerus tak kunjung henti. Selanjutnya Suriasumantri menyatakan. merupakan aplikasi logis dari kebenaran yang bersifat umum. Sehingga tidak sedikit yang menyamakan istilah penelitian dan metode ilmiah. Ditemukannya ilmu-baru akan menjadi pijakan penemuan banyak ilmu yang lain. Kebenaran persoalan khusus itu. yang merupakan suatu teknik penyimpulan yang dilandasi oleh logika matematika.

kritis. G. menganalisis. kritis. mengembangkan. atau menguji kebenaran suatu pengetahuan suatu pengetahuan yang memiliki kemampuan deskripsi dan/atau prediksi. Kerja penelitian menuntut obyektivitas. Proses tersebut dapat digunakan secara informal dalam kehidupan sehari-hari dan belum tentu dapat disebut sebagai kegiatan penelitian. Sedangkan metode keilmuan mengacu pada aplikasi berpikir deduktif-induktif di dalam pemecahan masalah. dan yang dilakukan dengan langkah yang sistematis. yang kemudian mampu memberikan berbagai dampak bagi hidup dan kehidupan manusia.dan ilmiah. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data f. Menyusun rancangan penelitian d. melakukan observasi. yaitu bersifat keilmuan. research) merupakan penyelidikan suatu masalah secara sistematis. Hasil pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan penelitian mempunyai sifat khusus.dan/atau prediksi. Menganalisis dan menginterpertasi data. Menyusun hipotesa c. langkah yang ditempuh mengikuti proses identifikasi masalah. Merumuskan kesimpulan dan atau teori. Apakah yang Dimaksud dengan Penelitian? Penelitian (riset. ilmiah. dan kemudian menyimpulkan. Artinya dalam pemecahan suatu masalah. sebagai suatu cara pelaksanaan yang sistemetik dan objektif yang mengikuti tahap-tahap sebagai berikut: a. Melakukan observasi dan menetapkan masalah dan tujuan b. Penelitian bertujuan untuk menemukan. pengembangan hipotesis. dan bila terkumpul secara sistematis membentuk khazanah pengetahuan yang disebut ilmu. baik dalam proses maupun dalam penyimpulan hasilnya. Namun yang jelas. setiap kegiatan penelitian merupakan operasionalisasi atau penerapan dari metode ilmiah. dan lebih formal. 025/0/1995 mengartikan metode ilmiah penelitian dan pengembangan. yaitu : secara . Kepmendidbud No. Melaksanakan percobaaan berdasarkan metode yang direncanakan e. Kerja penelitian umumnya terdiri dari beberapa langkah utama. dan g. Penelitian merupakan kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan logika proses berpikir eksplisit (artinya setiap langkahnya dilakukan secara terbuka sehingga dapat dikaji kembali baik oleh yang bersangkutan maupun oleh orang lain) dan informasinya dikumpulkan sistematis dan obyektif.

itulah hakikat tujuan dari kegiatan pengembangan profesi. lingkungan dan atapun kondisi pembelajaran spesifik. Ada faktor yang dapat diubah (seperti: cara mengajar. Ciri khas dari penelitian pendidikan/pembelajaran adalah adanya kajian yang berhubungan dengan penerapan rancangan. lingkungan sekolah. sajian maupun evaluasi yang dikaitkan dengan hasil belajar dan faktor pengaruh yang lain. dll). pada suatu tujuan. Kiranya. Diketahui banyak faktor yang mempengaruhi hasil pembelajaran. lingkungan dan kondisi tertentu dalam hubungannya dengan hasil pembelajaran. mengadakan uji hipotesis. • • • H. dan menarik kesimpulan. model evaluasi. Ciri khas dari penelitian tersebut adalah adanya kajian tentang penerapan rancangan. yang tidak ada hubungannya dengan proses . sajian dan evaluasi pembelajaran yang ditujukan untuk mencapai hasil belajar tertentu. mengumpukan data empirik guna pengujian hipotesis. sajian dan evaluasi untuk tujuan. mutu rancangan. gaji. dll) ada pula faktor yang harus diterima apa adanya (seperti: latar belakang siswa. Fokus masalah penelitian pembelajaran adalah pada hal-hal yang dapat dilakukan guru dalam praktik pembelajaran. karakteristik siswa. menyajikan sampai dengan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran) agar diperoleh hasil pembelajaran yang sesuai tujuan.• • melakukan kajian terhadap permasalahan. Penelitian tentang pengaruh karakteristik siswa terhadap hasil belajar. Hanya dengan cara itu. melakukan kajian teoritik dari permasalahan untuk kemudian secara deduksi dirumuskan menjadi hipotesis dari masalah yang dihadapi. Bagaimana Penelitian di Bidang Pendidikan Penelitian di bidang pendidikan ditandai adanya permasalahan tentang hal-hal yang bekaitan dengan pendidikan. diharapkan para guru dapat menyelesaikan masalah melalui kegiatan nyata di kelasnya yang ditujukan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajarannya yang dilaksanakan secara profesional. yaitu dalam proses pembelajaran yang dapat berupa rancangan. maka mereka akan dalam mengembangan profesinya. karakteristik siswa. Dengan demikian terdapat banyak masalah yang berhubungan dengan hasil pembelajaran dan peran guru dalam proses pembelajaran. penelitian di bidang pembelajaran ditandai adanya permasalahan kajian tentang hal-hal yang bekaitan dengan proses-mengajar-belajar. Dengan kata lain. Melalui kegiatan pengembangan profesi. Salah satu tugas guru adalah melakukan kegiatan pembelajaran (mulai dari merancang.

Apa Saja Penelitian Pembelajaran yang Dilakukan di Kelas? Berbagai kegiatan pengembangan profesi yang dapat dilakukan guru dengan melibatkan para siswanya. kejadian sebagaimana adanya. Ada dua macam penelitian yang dapat dilakukan di dalam kelas. Demikian pula manajemen pendidikan. penelitian diskriptif. lebih tepat berada pada kawasan I. ataupun ungkapan gagasan. dan • Dengan melakukan kegiatan penelitian tersebut. peristiwa. penelitian diskriptif yang merupakan paparan (diskripsi) informasi tentang suatu gejala. antara lain. Terdapat beberapa macam penelitian. lebih diharapkan dilakukan guru dalam upayanya menulis KTI tersebut merupakan laporan dari kegiatan nyata yang dilakukan para guru di kelasnya dalam upaya meningkatkan mutu pembelajarannya – (ini tentunya berbeda dengan KTI yang berupa laporan penelitian korelasi. yang umumnya tidak memberikan dampak langsung pada proses pembelajaran di kelasnya). yaitu: (a) penelitian eksperimen. Penelitian ini mengkaji dan memaparkan sesuatu keadaan sebagaimana adanya. dan (b) penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian eksperimen dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang akibat dari adanya suatu treatment atau perlakuan. lebih berada pada kawasan penelitian psikologi daripada penelitian teknologi pembelajaran. Berbeda dengan penelitian eksperimen pada penelitian diskriptif tidak diadakan perlakuan. .pembelajaran. maka para guru telah melakukan salah satu tugasnya dalam kegiatan pengembangan profesionnya. penelitian tentang pengaruh manajemen persekolahan terhadap prestasi belajar siswa. Berikut disajikan contoh judul dan rumusan masalah dari penelitian eksperimen yang dilakukan di dalam kelas. KTI karena: • eksperimen atau PTK. Penelitian eksperimen dilakukan untuk mengetes suatu hipotesis dengan ciri khusus : (a) (b) (c) adanya variabel bebas yang dimanipulasi. adanya pengendalian atau pengontrolan terhadap semua variabel lain adanya pengamatan dan pengukuran terhadap variabel terikat sebagai kecuali variabel bebas yang dimanipulasi. antara lain adalah dengan melakukan penelitian di Penelitian kelasnya. akibat dari tindakan manipulasi variabel bebas.

kepala sekolah. tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar-mengajar yang terjadi di kelas. materi. kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian siklus kegiatan. atau di tempat lain. dan bukan pada input kelas (silabus. Pada intinya PTK bertujuan untuk memperbaiki berbagai persoalan nyata dan praktis dalam peningkatan mutu pembelajaran di kelas. tetapi dapat juga ketika anak sedang melakukan karyawisata di objek wisata. Siswa yang belajar itu tidak hanya terbatas di dalam sebuah ruangan tertutup saja.dll) ataupun output (hasil belajar). Pengertian kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. di laboratorium. dan tanpa balikan memberi perbedaan perolehan belajar? Apakah ada hubungan antara motivasi berprestasi dengan perolehan belajar Apakah interaksi antara pemberian balikan dengan motivasi berprestasi memberikan pengaruh kepada perolehan belajar?   Di samping kedua macam penelitian tersebut. ketika siswa sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas. ada pula yang dinamakan penelitian tindakan (action research). yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedang belajar. PTK juga bertujuan untuk meningkatkan kegiatan nyata guru dalam pengembangan profesionalnya. widyaiswara) dalam . dll) dan peneliti (dosen. Kegiatan penelitian ini tidak saja bertujuan untuk memecahkan masalah. secara simbol. siswa. Pada penelitian tindakan. Salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi (kerjasama) antara praktisi (guru. di rumah.N o 1 Judul penelitian Pengaruh interaksi pemberian balikan dan motivasi berprestasi terhadap perolehan belajar  Rmusan masalah Apakah pemberian balikan secara ekspositorik. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. Tindakan itu dilakukan pada situasi alami dan ditujukan untuk memecahkan permasalahanpermasalahan praktis. PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. Tindakan tersebut adalah merupakan sesuatu kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Ciri khusus PTK adalah adanya tindakan (action) yang nyata.

Berupa tulisan (artikel ilmiah) yang dimuat pada majalah ilmiah (jurnal) yang diakui oleh Depdiknas. yang tidak diederkan secara nasional juga masih sangat terbatas jumlahnya. Angka kredit 12. pada pokok bahasan . Laporan hasil penelitian tersebut dapat disajikan dalam berbagai bentuk..pada mata pelajaran X. J. Peningkatan kreativitas siswa dalam proses belajar mata pelajaran X. Berupa buku yang tidak diedarkan secara nasional. Berupa tulisan (artikel ilmiah) yang dimuat pada media masa. akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action) Berikut adalah beberapa contoh judul PTK 1 2 pengambilan keputusan yang Meningkatkan hasil belajar melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD. namun yang merupakan laporan hasil penelitian. antara lain: No Macam bentuk publikasi laporan hasil penelitian 1 Berupa buku yang diedarkan secara nasional.. Meskipun cukup banyak tulisan ilmiah popular diajukan sebagai KTI. Sangat jarang guru mengirimkan KTI dalam bentuk ini. Masing-masing jurnal ilmiah umumnya mempunyai persyaratan dan tata cara penulisan artikel hasil penelitian yang spesifik dan berlaku untuk jurnal yang bersangkutan. KTI yang diajukan guru dalam bentuk publikasi ini. Buku yang ditulis berdasar hasil penelitian yang dilakukan oleh guru. Bagaimana macam KTI yang berasal dari Laporan Penelitian? Berdasar definsi pada Kepmendidbud No.5 Dari 6 (enam) macam KTI hasil penelitian di atas. sangat terbatas jumlahnya. Dengan demikian.pemahaman. masih sangat terbatas jumlahnya.0 5 2. Buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional yang ditulis berdasar hasil penelitian yang dilakukan oleh guru. makalah hasil penelitian adalah suatu karya tulis yang disusun oleh seseorang atau kelompok orang yang membahas suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian. namun yang merupakan makalah prasaran berdasarkan laporan hasil penelitian. sangat terbatas jumlahnya. KTI yang paling banyak dibuat oleh guru adalah yang berupa makalah yang disimpan di perpustakaan . kesepakatan tentang permasalahan.0 3 6. melalui penerapan model pembelajaran generatif. KTI ini merupakan laporan hasil dari suatu kegiatan penelitian yang telah dilakukan. akhir-akhir ini semakin meningkat jumlahnya. Berupa makalah yang disimpan di perpustakaan..5 2 6. Berupa makalah dari prasaran yang disampaikan pada pertemuan ilmiah. Meskipun cukup banyak makalah berupa prasasran diajukan sebagai KTI. Inilah bentuk laporan hasil penelitian yang paling banyak diajukan sebagai Karya Tulis Ilmiah oleh para guru.0 4 4.0 6 2. 025/0/1995.

Namun demikian. (g) pembahasan. (i) kesimpulan dan saran. (d) kata-kata kunci. kerangka dan tatacara penulisan. jumlah halaman maksimum yang diperbolehkan. upayakan variabel penelitian tercantum pada judul tersebut. dan (h) daftar diajukan untuk dimuat di jurnal. Dengan demikian Isi dan sistematika KTI laporan hasil penelitian yang berisi pembahasan kepustakaan dan tujuan penelitian. (b) katakata kunci. (d) pendahuluan yang berisi latar belakang dan tujuan atau ruang lingkup tulisan dan (e) daftar pustaka. ISSN 0854-7599). bahkan juga cara pengirimannya naskah (ada yang harus mengirimkan dalam bentuk disket berikut printoutnya) dll.(dengan angka kredit 4). (e) pendahuluan pustaka. sedikitnya terdiri dari : Judul penelitian Bab I Permasalahan / Pendahuluan Latar belakang masalah / Perumusan masalah Tujuan dan Manfaat Bab II Landasan Teori Bab III Metode Penelitian Bab IV Hasil dan Analisis Hasil Bab V Kesimpulan dan Saran Judul penelitian menyatakan secara jelas namun sesingkat mungkin permasalahan yang akan diteliti. Pertama KTI yang berupa laporan hasil penelitian. Selanjutnya. tulisan ini akan lebih memberikan fokus bahasan pada KTI hasil penelitian yang berupa makalah. terdapat kecenderungan semakin bertambah jumlah KTI hasil penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal (dengan angka kredit 6). tentang ukuran dan macam huruf. ulasan atau tinjauan ilmiah). Misalnya. (b)nama pengarang. Upayakan pula agar dengan membaca judul itu. Berikut contoh sistematika penulisan pada Jurnal Teknologi Pendidikan (PPS IKIP Malang. KTI yang dapat dimuat di Jurnal Ilmiah dapat dipilah menjadi dua kelompok. Hasil penelitian disajikan dengan sistematika sebagai berikut (a) judul. Masing-masing jurnal mempunyai tatacara penulisannya sendiri-sendiri. pembaca akan tertarik untuk membaca lebih jauh isi usulan penelitian. Berikut ini dijelaskan beberapa hal pokok yang berkaitan dengan KTI hasil penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal ilmiah. Ada perbedaan di antara satu jurnal dengan jurnal yang lain. (f) metode. . (c) identitas pengarang. Setiap karangan harus disertai (a) abstrak. dan kedua berupa KTI non-hasil penelitian (seperti misalnya paparan gagasan keilmuan. (c) anstrak.

bukan merupakan plagiat. Bukan hal yang mengada-ada. telah memenuhi syarat sebagai KTI yang benar dan baik. yang kemudian mengasilkan beberapa kesimpulan serta (bila ada) pengajuan saran. . permasalahan yang dikaji pada penelitian itu memang perlu. yang berkaitan dengan hal ini) Di samping kriteria-krietria di atas. diajukan.Bagian terpenting pada KTI hasil penelitian adalah ungkapan permasalahan (khususnya rumusan masalahnya). Mengapa? Karena hanya KTI yang benar dan baik sajalah yang akan dapat diberi nilai. KTI harus terlebih dahulu dinilai oleh si penulis. Akhirnya perlu disajikan diskusi singkat. agar isinya tetap terkomunikasikan dan terjaga. KTI hasil penelitian harus Alasan itu diperlukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat urgensi.”  A sli. Bagaimana kriteria KTI yang benar dan baik? Di samping memakai berbagai kriteria penulisan karya tulis ilmiah yang umum dipergunakan. K. atau memasalahkan sesuatu yang tidak perlu lagi dipermasalahkan. tujuan dan manfaat dari penelitian yang pula menuliskan tujuan dan manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. KTI laporan hasil penelitian itu harus pula memenuhi kriteria “APIK yang artinya adalah APIK. Latar Belakang Masalah merupakan penjelasan mengapa sesuatu itu dipermasalahkan. Karena itu kemampuan untuk memadatkan laporan. serta akan diuji berdasar fakta empirik. Bagaimana Menilai KTI hasil Penelitian? Sebelum diajukan untuk dinilai. menjadi kemampuan yang memerlukan latihan. hasil yang diperoleh serta analisis data juga harus dituliskan dengan singkat. yang terdiri dari cara pengumpulan. Rumusan masalah adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ingin dikaji melalui penelitian.  P erlu. Penulis hendaknya mampu menilai apakah KTI yang akan diajukannya. spasi dua). font 12. atau disusun dengan niat dan prosedur yang tidak jujur. dengan tetap enak dibaca dan mampu menarik minat. Hal yang tidak mudah dalam menulis KTI hasil penelitian untuk jurnal adalah keterbatasan halaman. Uraian tentang metode penelitian. terdapat beberapa kriteria dan persyaratan yang khusus yang digunakan untuk menilai KTI dalam pengembangan profesi guru (lihat peraturan dan pedoman yang telah dikeluarkan oleh Diknas. Syarat utama karya ilmiah adalah kejujuran. penelitian harus merupakan karya asli penyusunnya. Umumnya jumlah halaman dari satu artikel yang dimuat di jurnal antara 5 – 10 halaman (untuk ukuran kertas A4. mempunyai manfaat. jiplakan. Secara singkat hasil penelitian juga perlu mencantumkan pembahasan teori dari hal yang dipermasalahkan dan hipotesis yang dapat ditarik dari teori tersebut.

penelitian harus berbentuk.  K onsisten. maka penelitian haruslah berada pada bidang kelimuan yang sesuai dengan kemampuan guru tersebut. baik teorinya. Bila penulisnya seorang guru. faktanya maupun analisis yang digunakannya. penelitian harus disusun sesuai dengan kemampuan penyusunnya. . di kelas atau di sekolahnya. Penelitian di bidang pembelajaran yang semestinya dilakukan guru adalah yang bertujuan dengan upaya peningkatan mutu hasil pembelajaran dari siswanya. Penelitian harus benar. berisi. dan dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah kebenaran ilmiah. I lmiah.

. 1 TIDAK ASL I KTI harus merupakan karya diri si penulis. yang dirubah di sanasini dan digunakan sebagai KTI nya (seperti misalnya bentuk ketikan yang tidak sama. sangat mirip dengan KTI yang telah ada sebelumnya.. tulisan yang diajukan tidak termasuk pada macam KTI yang memenuhi syarat untuk dapat dinilai Lanjutan. format. Bukan karya orang lain. gaya penulisan yang sangat mencolok dengan KTI yang lain KTI yang tidak “perlu” . tidak langsung berhubungan dengan permasalahan yang berkaitan dengan upaya pengembangan profesi si penulis masalah yang ditulis tidak menunjukan adanya kegiatan nyata penulis dalam peningkatan / pengembangan profesinya sebagai guru permasalahan yang ditulis. atau menggunakan karya orang lain. terdapat tanggal pembuatan yang tidak sesuai. dapat terlihat antara lain dari… masalah yang dikaji terlalu luas. atau petunjuk lain yang menunjukkan bahwa karya tulis itu merupakan skripsi.. telah jelas jawabannya. KTI yang tidak “asli “ dapat terindentifikasi antara lain melalui.. Bukan “dibuatkan” oleh orang lain.. Sehingga apa yang dipermasalahkan haruslah sesuatu yang diperlukan dalam upaya ybs untuk mengembangkan profesinya. .. tempelan nama. tidak akurat waktu pelaksanaan pembuatan KTI yang kurang masuk akal (misalnya pembuatan KTI yang terlalu banyak dalam kurun waktu tertentu) adanya kesamaan isi. harus jelas apa manfaat penelitian yang dilakukan bagi siswa di kelas / sekolahnya. Ciri-ciri yang tampak. penelitian atau karya tulis orang lain. terdapat berbagai data yang tidak konsisten.N KTI yang ... terdapat bagian-bagian tulisan . Karena itu. Penjelasan. 2 TIDAK PER LU KTI merupakan “bukti” dari kegiatan pengembangan profesi dari si penulis. kurang jelas manfaatnya dan merupakan hal mengulang-ulang... dll) terdapat petunjuk adanya lokasi dan subyek yang tidak konsisten.

N KTI yang . (konsisten) dengan masalah yang dikaji tidak sesuai kompetensi si dengan tugas si penulis sebagai penulis. Berikut disajikan contoh beberapa Judul Penelitian KTI yang diajukan guru untuk memenuhi kegiatan pengembangan profesi yang belum memenuhi syarat baik dan benar dan tidak dapat diberi nilai. dan sesuai guru dengan tujuan si masalah yang dikaji tidak sesuai latar penulis untuk belakang keahlian atau tugas pengembangan pokok penulisnya profesinya sebagai masalah yang dikaji tidak berkaitan guru dengan upaya penulis untuk mengembangkan profesinya sebagai guru (misalnya masalah tersebut tidak mengkaji permasalahan di bidang pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu siswa di kelasnya yang sesuai dengan bidang tugasnya).... 3 4 TIDAK KO NSI STE N KTI yang tidak “ilmiah” dapat terlihat Sebagai karya ilmiah.. dari... No 1 Judul Membangun Intisari isi Mendiskripsikan berbagai Ditolak karena... dan saran yang diberikan Masalah yang dikaji terlalu . analisis hasil yang tidak / kurang benar.. Memakai tatacara rumusan masalah tidak jelas sehingga penulisan ilmiah kurang dapat diketahui apa sebenarnya yang akan diungkapkan pada KTInya kebenarannya tidak terdukung oleh kebenaran teori. sampling. kebenaran fakta dan kebenaran analisisnya landasan teori perlu perluas dan disesuaikan dengan permasalahan yang dibahas bila KTInya merupakan laporan hasil penelitian... kesimpulan tidak/belum menjawab permasalahan yang diajukan Hal yang ditulis dalam KTI yang tidak “konsisten” dapat KTI harus sesuai terlihat dari. data. TIDAK ILM IAH Penjelasan.Lanjutan. KTI harus : masalah yang dituliskan berada di luar Permasalah yang dikaji khasanah keilmuan berada di khasanah latar belakang masalah tidak jelas keilmuan sehingga tidak dapat menunjukkan Menggunakan kriteria pentingnya hal yang dibahas dan kebenaran ilmiah hubungan masalah tersebut dengan Mengunakan metode upayanya untuk mengembangkan ilmiah profesinya sebagai widyaiswara. tampak dari metode penelitian. Ciri-ciri yang tampak.

Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya. beton yang dilakukan oleh pada pengajaran keilmuan 4 Analisis kesalahan siswa dalam mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif Mengkaji kesalahan siswa dalam memahami mata pelajaran bahasa Indonesia. dan bukan beton. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya dan berkaitan dengan proses pembelajaran mata pelajarannya. Tidak ada kegiatan nyata yang Masalah yang dikaji merupakan penelitian tentang isi mata pelajaran. Mengkaji hubungan antara faktor air semen dengan kekuatan tekan seorang guru SMK Teknologi Bangunan. Masalah yang dikaji terlalu luas tidak berkaitan dengan permasalahan nyata yang terjadi di kelasnya.No Judul karakter bangsa melalui kegiatan ekstra kurikuler. Ditolak karena. 2 Dalam rangka HUT PGRI guru bertanggungjawab untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia Memaparkan berbagai pendapat pakar tentang tanggung jawab guru dalam peningkatan mutu pendidikan. Hanya berupa “kliping” berbagai pendapat. dan saran yang diberikan luas tidak berkaitan dengan permasalahan nyata yang terjadi di kelasnya. Intisari isi upaya guna membangun karakter bangsa. Uraian sangat umum dan merupakan kumpulan berbagai pendapat. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya. Bukan berada dalam penelitian pendidikan (pembelajaran) melainkan penelitian isi mata pelajaran. Masalah yang dikaji merupakan penelitian keilmuan beton. Hasil penelitian berupa paparan macam kesalahan . 3 Pengaruh jumlah faktor air semen pada kekuatan tekan beton.

sehingga kurang perlu dikaji kembali. . Tidak ada tindakan untuk memecahkan masalah tersebut. Permasalahan yang dikaji “sudah sangat umum” yang telah jelas jawabannya. Tidak ada tindakan nyata yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang dikaji “sudah sangat umum” yang telah jelas jawabannya. 6 Hubungan antara kondisi sosial ekonomi orangtua siswa dengan prestasi belajarnya. dan saran yang diberikan siswa. Sekedar paparan diskripsi dari hal yang terjadi dalam pembelajaran. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya dan berkaitan dengan proses pembelajaran.No Judul Intisari isi dilakukan untuk memperbaiki kedaaan. sehingga kurang perlu dikaji kembali. Ditolak karena. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya dan berkaitan dengan proses pembelajaran. 5 Peranan perpustakaan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa Studi korelasi antara pendapat siswa tentang mutu perputakaan sekolahnya dengan nilai mata pelajarannya. Studi korelasi antara pendapat siswa tentang kondisi sosial ekonomi orangtuanya (yang diambil melalui kuisener) dengan nilai mata pelajarannya Tidak ada tindakan nyata yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Disarankan untuk melanjutkan hasil penelitian tersebut dengan melakukan kegiatan yang nyata di kelasnya dalam upaya memecahkan masalah.

dan saran yang diberikan Masalah yang dikaji terlalu luas tidak berkaitan dengan permasalahan nyata yang terjadi di kelasnya. Tidak ada permasalahan yang nyata yang ingin dipecahkan dalam kelasnya. inovasi baru bagi dunia pendidikan Paparan tentang peranan IT dalam pembelajaran yang diambil dari berbagai media Terlalu umum. Tidak berkaitan dengan tugas guru dalam pembelajaran. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya yang berhubungan dengan pembelajaran matematika. 8 Pengaruh model pembelajaran melalui seting belajar kooperatif terhadap pemahaman konseptual dan algoritmik matematika realistic pada mahasiswa prodi sosial. KTI tersebut tidak ASLI. . 10 Teknologi Informasi. Kajian sangat rinci dan mendalam dengan sistematika serta format yang umum dipakai pada penulisan tesis atau disertasi (jumlah halaman 182. Penelitian ini dilakukan oleh guru matematika. 9 Pengaruh komunikasi kepala sekolah terhadap peningkatan semangat kerja guru Kajian diskriptif berdasar hasil angket tentang pandangan para guru terhadap kebijakan kepala sekolahnya.No 7 Judul Suatu tinjauan tentang pelaksanaan pembelajaran sejarah Intisari isi Uraian umum tentang berbagai konsep dalam pembelajaran sejarah Ditolak karena. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya. dengan 43 kepustakaan) Terdapat beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa KTI tersebut merupakan tesis atau desertasi. Tidak berkaitan dengan tugas guru dalam pembelajaran. Diperingatkan dan disarankan untuk membuat KTI baru karya sendiri yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya dan berkaitan dengan proses pembelajaran.

dengan jumlah siswa 132 dibagi secara random dalam dua kelompok. SD. Usulan penelitian merupakan langkah pertama dari kerja penelitian. Dilakukan selama 5 kali pertemuan. dan saran yang diberikan Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya. Bentuk tindakannya dirinci dengan sangat jelas. No 1 Judul Pengaruh penggunaan alat peraga gambar terhadap nilai sejarah pada siswa kelas III. Apa yang Dimaksud Dengan Usulan Penelitian? Kerja penelitian dimulai dengan membuat rencana. Rencana itu umum disebut sebagai usulan penelitian (proposal penelitian).No Judul Intisari isi Ditolak karena. PTK dilakukan dalam 2 siklus selama 4 bulan. tindakannya berupa penerapan pembelajaran matematika melalui model belajar kelompok kooperarif. yang merupakan laporan hasil penelitian. Intisari isi Mengkaji perbedaan prestasi siswa dengan penggunaan dua model pembelajaran sejarah (alat peraga gambar dan bagan vs media tertulis) untuk topik tertentu pada pelajaran sejarah. 2 Peningkatan hasil Penelitian tindakan kelas dengan bentuk belajar matematika melalui model belajar kelompok kooperatif . di kelas VI. sem 1. L. Pada umumnya usulan penelitian terdiri dari : • Judul Penelitian Makalah hasil penelitian dengan nilai 4 Dapat dinilai sebagai Makalah hasil penelitian dengan nilai 4 . SMP X. Penelitian eksperimen di kelas. merupakan langkah terakhir. yang melibatkan 4 kelas. Sedangkan KTI. demikian pula cara dan hasil pengumpulan data yang digunakan untuk evaluasi dan refleksi. Berikut disajikan contoh beberapa Judul Penelitian KTI yang diajukan guru untuk memenuhi kegiatan pengembangan profesi dan memenuhi syarat dan dapat diberi nilai.

Judul hendaknya ditulis dengan singkat dan spesifik.• Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah. Untuk itu. yang intinya adalah paparan alasan atau latar belakang penelitian. Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian (terutama: potensi untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas isi. Apa Isi Bab Pendahuluan? Tujuan utama penelitian pembelajaran dalam kegiatan pengembangan profesi guru adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran nyata yang terjadi ke kelasnya. lebih rinci tentang populasi. perencanaan tindakan. di kelas berapa. Perumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah. masukan. Umumnya di bawah judul dituliskan pula sub judul. Rincian dari langkah kegiatan di atas adalah sebagai berikut: Judul penelitian menyatakan secara jelas namun sesingkat mungkin permasalahan yang akan diteliti. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. • Bab Kajian / Tinjauan Pustaka yang menguraikan kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan Bab Metode Penelitian yang menjelaskan tentang Rencana dan Prosedur • Penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah. upayakan variabel penelitian tercantum pada judul tersebut. atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan). Upayakan pula agar dengan membaca judul itu. Sub judul sangat umum ditulis untuk menambahkan keterangan M. maka jelaskan pula proses atau kondisi yang terjadi. prosedur observasi dan evaluasi. Karena tersebut umumnya didapat dari pengamatan dan kajian (diagnosis) yang dilakukan oleh guru atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah. prosedur pelaksanaan tindakan. prosedur refleksi hasil penelitian). proses. . Hal utama yang seharusnya tertulis di dalam judul adalah gambaran dari apa dipermasalahkan. (misalnya: peningkatan hasil belajar) dan macam tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalahnya (misalnya penggunaan model pembelajaran kooperatif). pembaca akan tertarik untuk membaca lebih jauh isi usulan penelitian. seperti misalnya di mana penelitian dilakukan. hendaknya dapat dipaparkan bahwa: a) Masalah yang diteliti adalah benar-benar suatu masalah pembelajaran yang terjadi di sekolah atau di kelasnya. dan lain-lain. serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu. dalam bab pendahuluan. b) Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan. kapan.

jelaskan hal-hal yang diduga menjadi akar penyebab dari masalah tersebut. Sehinga.. sub bab ini mengungkapkan berbagai landasan. Dengan kata lain. Secara cermat dan sistematis berikan alasan (argumentasi) bagaimana dapat menarik kesimpulan tentang akar masalah itu. Dalam pembatasan ini. dari hasil penelitian yang diajukan Akibat banyaknya kemungkinan yang terjadi. waktu…)? . Variabel yang akan dikaji harus terungkap jelas demikian pula hubungan di antara variabel tersebut. permasalahan harus dibatasi. bahwa kegiatan penelitian yang dilakukan ditujukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas atau di sekolahnya. harus ada diri pada pengungkapan alasan yang mendasari pembatasan tersebut.. Perumusan dan pemecahan masalah : Bagian terpenting pada usulan penelitian adalah permasalahan. Penelitian Eksperimen : Adakah perbedaan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal matematika. maka sangat disarankan. dalam arti ditentukan batas-batas ruang lingkupnya. di antara kelompok yang diajar dengan metode pemecahan soal dan kelompok yang diajar dengan metode pemahaman konsep ( di . Alasan mengapa mempermasalahkan tersebut. diperlukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat urgensi. Pembatasan dan ruang lingkup masalah harus terungkapkan dengan jelas. Misalnya karena luasnya obyek kajian. berisi uraian yang jelas dan rinci mengapa sesuatu itu dipermasalahkan dan akan dijadikan sebagai penelitian. Contoh : a.. tujuan dan manfaat dari penelitian yang diajukan.. Sebagai pertanyaan sebaiknya dibuat dalam bentuk kalimat tanya. pada usulan penelitiannya harus tertulis dengan jelas apa tujuan dan manfaat yang akan diperoleh para siswa. Perumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah.c) Dari identifikasi masalah di atas.. Dengan membatasi permasalahan diharapkan masalah penelitian dapat lebih dipertegas. fakta atau berbagai alasan dari masalah yang akan dicari jawabannya. Hanya dengan adanya batas-batas permasalahan yang jelas dapat diketahui dan ditetapkan faktor-faktor apa saja yang perlu dibahas dan faktor-faktor apa yang tidak perlu. Sesuai dengan tujuan dari kegiatan pengembangan profesi guru. maka penelitian hanya membatasi ragam obyek tertentu dengan suatu kriteria yang ditetapkan berdasar pertimbangan dan alasan tertentu.. khususnya rumusan masalahnya. atau kelas atau sekolahnya. pada mata pelajaran…… kelas…. Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian dengan uraian sebagai berikut: Latar belakang masalah. Bab Pendahuluan menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah. Rumusan masalah adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ingin dikaji melalui penelitian.

karenanya hipotesis yang benar. Uraian ini. Apa Isi Bab Tinjauan Pustaka? Bab ini berisi jabaran berbagai kepustakaan tentang teori-teori (termasuk dan terutama hasil-hasil penelitian) yang berkaitan dengan variabel-variabel yang dipermasalahkan. Sedangkan kegunaaan penelitian menyatakan manfaat yang dapat dipetik dari pemecahan masalah yang didapat dari hasil penelitian yang berguna setidak-tidaknya bagi kepentingan ilmiah atau kepentingan terapan. Karena itu. Peneliti jangan sampai terjebak atau mempunyai kehendak untuk . N. termasuk pula penjelasan tentang populasi dan teknik samplingnya. dalam pernyataan yang jelas. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas. Dengan kata lain kebenaran dari pernyataan tersebut masih memerlukan pengujian. Hipotesis adalah dugaan jawaban yang ditarik dari teori. Dugaan jawaban yang diambil dari teori umum disebut sebagai hipotesis. Penelitian Tindakan Kelas : Adakah peningkatan kemampuan membaca pemahaman pada mata pelajaran X melalui penerapan Cooperative Learning ( di . intinya berisi penjelasan bagaimana data akan diperoleh. sehingga diukur tingkat pencapaian keberhasilannya... yang disajikan pada bab ketiga. serta rancangan analisisnya. waktu…)? Penelitian eksperimen di bidang pembelajaran... pada mata pelajaran…… kelas…. menggunakan alat apa.. Tujuan penelitian menyatakan target tertentu yang akan diperoleh dari kegiatan penelitian yang diusulkan. Jawaban sementara ini dirumuskan dari khasanah pengetahuan teori yang diperoleh dari tinjauan pustaka. Dengan demikian hipotesis adalah jawaban terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenaran teorinya. pada intinya dalah menguji hipotesis. sangatlah penting. Hipotesis pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan (thesis) yang masih kurang lengkap (hypo) kebenarannya. Tujuan penelitian harus dinyatakan secara spesifik. untuk dipakai menduga jawaban dari rumusan masalah. Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan.b. hipotesis tersebut harus mempunyai kebenaran teoritis. Dari definisi tersebut diketahui bahwa hipotesis bukan merupakan fakta yang sudah pasti benar dan kemudian penelitian dilakukan untuk membuktikan kebenaran tersebut.. Hipotesis merupakan suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap suatu rumusan masalah penelitian. Usulan penelitian harus pula menuliskan pula rancangan pengumpulan dan analisis data.

. (b) membantu dalam penentuan arah kegiatan yang harus ditempuh. dari suatu kegiatan O. 2) Membahas hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan apa yang dipermasalahkan. Jika penelitian itu adalah penelitian yang merupakan penerapan dari metode ilmiah jawabannya adalah ya. Argumentasi ilmiah juga dapat mendasarkan pada pandangan ahli. terdapat pula penelitianpenelitian yang komponennya tidak seperti itu. Namun. Argumentasi ilmiah tersebut. dan (c) menghindarkan peneliti pelaksanaan penelitian yang tidak terarah dan tidak bertujuan. dan 3) Mengajukan hipotesis dengan mendeduksi premis-premis yang terdapat dalam kumpulan teori menuju kesimpulan yang berupa jawaban sementara (hipotesis) terhadap rumusan masalah. cara ilmiah dalam memecahkan persoalan pada hakikatnya adalah digunakannya pengetahuan ilmiah sebagai dasar argumentasi. komponen metode keilmuan terdiri dari masalah teori .pengujian hipotesis -teori. Apakah setiap penelitian harus mempunyai hipotesis? Jawaban terhadap pertanyaan ini dapat ya dan dapat pula tidak. dipakainya referensi yang berisi argumentasi ilmiah yang sahih maupun berdasar hasil-hasil penelitian yang telah diverifikasi kebenarannya. Apa Isi Bab Metode Penelitian? Bab metode penelitian menjabarkan rancangan penelitian.membuktikan kebenaran hipotesisnya. Melalui bagian ini harus tampak informasi tentang berbagai fakta empirik yang akan digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil-hasil penelitian yang telah diverifikasi kebenarannya pada umumnya merupakan dasar argumentasi ilmiah yang sangat kokoh Pada umumnya urutan langkah yang dilakukan dalam melakukan kajian teoritis melalui sumber bacaan adalah sebagai berikut: 1) Mengkaji teori-teori ilmiah yang berhubungan dengan konsep-konsep yang dipermasalahkan dan akan dipakai dalam analisis. Yaitu. umumnya dilakukan melalui kajian pustaka. Peran hipotesis pada penelitian ilmiah adalah (a) memberikan tujuan yang tegas bagi peneliti. Pada bagian kajian / tinjauan kepustakaan dengan jelas diuraikan kajian berbagai teori dan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan variabel yang dipermasalahkan. memilih fakta. bagaimana mendapatkan dan menganalisis fakta tersebut serta mengapa fakta itu diperlukan. penjelasan variabel dan instrumen serta metode pengumpulan data. Karena sebagai dijelaskan sebelumnya. dan menentukan relevansi pelaksanaan kegiatan.hipotesis . Mengapa? Karena.dalam pembatasan ruang lingkup.fakta . serta rancangan tabulasi dan analisis data dalam pengujian hipotesis. sehingga berupaya untuk menyesuaikan data penelitiannya agar hipotesisnya terbukti kebenarannya.

(d) skala penilaian dan lain-lain. yang umum dipakai dalam peneloitian pembelajaran adalah (a) tes. Termasuk didalamnya uraian tentang variabel-variabel yang akan dikaji. (c) observasi atau pengamatan. Peneliti dalam hal ini mengamati obyek terhadap seluruh anggota sampel tanpa terkecuali. penyusunan dan penggunaan instrumen merupakan bagian penting pada pelaksanaan penelitian. Hasil pengamatannya. perencanaan tindakan. dana dan fasilitas lain serta yang paling utama adalah tujuan penelitiannya. prosedur observasi dan . sampling. dengan demikian. Penelitian yang dilakukan guru di dalam kelas umumnya tidak menggunakan sampel. Pada PTK bab ini terutama menjelaskan tentang prosedur diagnosis masalah. Populasi dan Sampel : Sampel adalah bagian kecil dari populasi yang mewakili populasi sebagai data empirik penelitian. prosedur pelaksanaan evaluasi. Dalam penelitian eksperimen terdapat berbagai model rancangan penelitian. populasi. Tentu saja jenis instrumen yang digunakan sangat tergantung kepada data yang akan diambil. (b) kuisener. Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengambil data atau informasi. usulan penelitian yang baik harus dapat secara spesifik menjabarkan rancangan penelitian mana yang akan dipilih. Dengan demikian penetapan. Untuk dapat mewakili populasi maka sampel harus mempunyai ciri-ciri/sifat/karakteristik yang sama dengan populasi. Penelitian ini disebut penelitian populasi. Pada penelitian eksperimen rumusan masalah harus secara jelas menyatakan hubungan di antara variabel-variabel yang dipermasalahkan. mentode pengambilan. instrumen pengukuran dan metode pencarian data dan rancangan analisis data yang akan digunakan. Jenis-jenis instrumen penelitian. Instrumen Penelitian. prosedur refleksi hasil penelitian Berikut disajikan beberapa penjelasan yang berkaitan dengan metode penelitian. ketersediaan waktu. hanya akan berlaku untuk populasi tersebut.Usulan penelitian harus mampu mengungkapkan macam data dan rancangan pencarian data tersebut. Guna memungkinkan pengujian secara empirik maka konsep-konsep yang diajukan harus dapat diamati dan diukur. Merumuskan masalah pada dasarnya adalah menyusun pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ingin dicari baik melalui kajian teoritis maupun dengan pembuktian empiris. Kebenaran data atau informasi yang diambil sangat tergantung dari kebenaran instrumen yang dipakai. Perlu diingat kembali bahwa rumusan masalah yang baik sangat menentukan keberhasilan langkah kegiatan berikutnya. tindakan.

harus dilaksanakan dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah. atau memasalahkan sesuatu yang tidak perlu lagi dipermasalahkan. maka . paparan ini akan memfokus pada penelitian pembelajaran yang dapat dilakukan guru dalam kegiatan pengembangan profesinya. P. sudah terbiasa dilakukan • Kegiatan tersebut. Bagi sebagian besar guru. di antaranya karena: • Para guru/pengawas memahami bahwa salah satu tujuan kegiatan pengembangan profesi. mereka akan dapat mengembangan profesinya. Data yang didapat baik melalui eksperimen maupun tidak. hasil penelitian. dan dilakukan sesuai dengan kebenaran ilmiah.” permasalahan yang dikaji pada penelitian itu memang mempunyai manfaat. • Kegiatan itu. memerlukan verifikasi maupun penerapan dalam proses pembelajaran. KTI yang dapat dinilai adalah KTI yang “APIK yaitu yang A sli. Penutup Salah satu bentuk KTI yang akhir-akhir ini. adalah dilakukannya kegiatan nyata di kelasnya yang ditujukan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajarannya. Usulan yang baik harus mampu mengungkapkan gambaran langkah dalam pengambilan sampel. cenderung banyak dilakukan oleh para guru/pengawas adalah KTI hasil penelitian perorangan KTI hasil penelitian cenderung sangat diminati dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan profesi. APIK. P erlu. Dalam hal ini. penelitian harus berbentuk. Dan K onsisten. I lmiah. Juga harus dapat terjabarkan teknik-teknik dan alat-alat yang akan digunakan untuk mengamati dan mengukur data. tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu “menguji atau menerapkan” hal-hal “baru” • Banyak inovasi baru dalam pembelajaran. melakukan kegiatan seperti itu. Pada kegiatan pembelajaran. karena hanya dengan cara itu. berisi. merupakan jenis penelitian yang disarankan. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya. Bukan hal yang mengada-ada.Rancangan Pengumpulan dan Analisis Data. akan diperlukan dalam pengujian hipotesis dengan menggunakan kaidah-kaidah statistika. bila penulisnya seorang guru. dapat berupa pelaksanaan penelitian tindakan di dalam kelas yang diyakini makin layak untuk menjadi prioritas pembelajaran adalah dengan dalam praktik pembelajarannya. dapat dipakai sebagai KTI guru/pengawas dalam Laporan pengembangan profesi. Usulan penelitian yang baik. macam penelitian ekseperimen dan penelitian tindakan kelas. harus mampu pula menunjukkan rancangan teknik analisis data yang akan dipakai dan formula statistika yang akan digunakan dalam pengujian hipotesis.

Suhardjono dan Supardi (2006) Penelitian Tindakan Kelas. di kelas atau di sekolahnya Kepustakaan Ardhana. dkk. Dikdasmen. makalah pada pelatihan peningkatan mutu guru di LPMP Makasar. (1996). Februari 2006 Suriasumantri. Jakarta: Depdikbud Dikti. Wayan (1987). Jakarta. Jujun S. Jakarta : PT Bumi Aksara Suhardjono. Suharsimi. Bacaan Pilihan dalam Metode Penelitian Pendidikan. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas sebagai KTI. (2005).penelitian haruslah berada pada bidang kelimuan yang sesuai dengan kemampuan guru tersebut. (1984). Penelitian di bidang pembelajaran yang semestinya dilakukan guru adalah yang merupakan kegiatan nyata yang dilakukan oleh guru di kelasnya dan bertujuan untuk meningkatkan mutu hasil pembelajaran dari siswanya. Maret 2005 Suhardjono (2006). Laporan Penelitian sebagai KTI. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Widyaiswara. makalah pada pelatihan peningkatan mutu guru dalam pengembangan profesi di Pusdiklat Diknas Sawangan. Jakarta: Sinar Harapan . Azis Hoesein. Suhardjono. Jakarta : Depdikbud.

dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemrintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. adalah suatu kedudukan yang menunjukkan tugas. tanggung jawab. UMUM 1. Jabatan Fungsional Tertentu. tanggung jawab. adalah kedudukan yang menunjukkan tugas. Pegawai Negeri Sipil Setelah memenuhi syarat yang .MATERI 6 : Teknik Penghitungan Angka Kredit PEMATERI : Ida Bagus Made Jaya Semara PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 28 TAHUN 2005 TANGGAL : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. adalah kedudukan yang menunjukkan tugas. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu 2. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.PSN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi 5. PENDAHULUAN A. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit 6. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi negara 4. Jabatan Karier. Jabatan struktural. Jabatan Fungsional. tanggung jawab. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki ditentukkan 3.

pendidikan menengah. adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku 4. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi pembina jabatan fungsional dan pejabat pembina kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian angka kredit khususnya sub unsur formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. ijazah dokter. Pimpinan lemabga Pemerintah Non Departemen. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil. dan ijazah lain yang setara. Kepala Kepolisian Negara. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan ijazah antara lain ijazah apoteker. Jaksa Agung. adalah Gubernur. . Pengangkatan Pertama. 6. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. C. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. Pendidikan Formal. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat 2. adalah pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural ataupun jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Angka kredit. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Keprisidenan. Kepala Pelaksanaan Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon! dan bukan merupakan merupakan bagian dari Departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen 8. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. dan pendidikan tinggi 3. adalah pengangkatan Pegawai Negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formal calon Pegawai Negeri Sipil 5.B. adalah golongan ruang III/b 7. adalah menetri. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. Instansi Pembina jabatan fungsional.

II/c Pengatur Tingkat I.I Guru Muda Guru Muda Tk. I Guru Utama Muda Guru Utama Madya Guru Utama 4 25 40 60 80 100 150 200 300 400 550 700 850 1. I Guru Dewasa Guru Dewasa Tk. III/a Penata Muda TingkatI. Pejabatan Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. pangkat dan golongan ruang serta persyaratan angka kredit kumulatif minimal untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi bagi setiap jabatan guru dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi adalah seperti berikut dalam tabel di bawah ini. 10 . IV/d Pembina Utama. 11 . 2. Pangkat dan Golongan Guru 3 Pengatur Muda. Jabatan Guru 2 Guru Pratama Guru Pratama Tk. golongan ruang angka kredit yang disyaratkan Jenjang jabatan. III/d Pembina. IV/b Pembina Utama Muda. II. adalah Bupati/Wali kota. I Guru Pembina Guru Pembina Tk. 7.000 5 15 20 20 20 50 50 100 100 150 150 150 150 .9. 8. III/b Penata. II/d Penata Muda. III/c Penata Tingkat I. Jenjang pangkat/jabatan guru. IV/e Persyaratan Angka Kredit Kenaikan Pangkat/Jabatan Kumulatif Minimal Perjenjang No 1 1. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : No 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III/Sarjana Muda Angka Kredit Lama Baru 25 25 50 40 50 60 No 1 2 3 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI Angka Kredit Pendidikan Lama Baru Sarjana (S1) / DIPLOMA IV 75 100 Dokter/Apoteker/Magister (S2) 100 150 Doktor (S3) 150 200 PEDOMAN TEKNIK PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT 1. I. 6. II/b Pengatur. 12 . 3. 4. II/a Pengatur Muda Tk. I Guru Madya Guru Madya Tk. 5. 9. IV/a Pembina Tingkat I. IV/c Pembina Utama Madya. 13 .

I dengan jumlah angka kredit yang diperoleh 230. yang terdiri dari sekurang-kurangnya 16 (enam belas) berasal dari unsur utama. 4) Sekurang-kurangnya telah dua tahun dalam pangkat terakhir Contoh : Seandainya anda seorang guru memiliki pangkat Penata Muda. maka anda dapat naik pangkat setingkat lebih tinggi apabila : 1) Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan 2 (dua) tahun terakhir dari semua unsur sekurang-kurangnya bernilai baik .2. dan sebanyakbanyaknya 4 (empat) berasal dari unsur penunjang atau sebanyak 20 seluruhnya dari unsur utama (unsur utama 100%) d. Pangkat dan golongan ruang pada kolom 3 merupakan pangkat tertinggi untuk jabatan pada kolom 2. apabila angka kredit 4 terpenuhi maka seorang guru dapat menduduki jabatan lebih tinggi dari pada pangkat dan golongan ruang pada kolom 3 b.Keterangan Tabel : a. persyaratan tersebut 80% (boleh sampai dengan 100%) dan unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20% (boleh hanya 0%) Contoh : Sandainya Anda seorang guru dengan pangkat dan jabatan Pengatur Muda tingkat I. kecuali kenaikan pangkat pengabdian/Istimewa c. Seandainya anda seorang guru dapat naik pangkat lebih tinggi apabila : 1) Telah memenuhi syarat yang telah ditentukkan. golongan II/b. apabila anda akan naik pangkat jabatan menjadi Pengatur. Seandainya anda seorang guru telah menduduki jabatan lebih tinggi dari pada pangkat anda. Guru Madya Tk. maka anda dapat naik pangkat dari golongan III/a menjadi III/b setelah memenuhi syarat yang ditetukkan sebagaimana tersebut pada huruf d angka 1. (III/a). kemudian 2 (dua) tahun lagi anda dapat naik pangkat menjadi Penata (III/c) . Guru Muda. Anda perlu mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20. Angka kredit pada kolom 5 adalah jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi. Guru Pratama tingkat I. golongan II/c.3 dan 4 diatas. 2) Telah melaksanakan proses belajar mengajar atau bimbingan sekurangkurangnya satu tahun 3) Tidak ada pernyataan keberatan dari pejabat yang berwenang. 2) Jenjang jabatannya lebih tinggi atau sekurang-kurangnya sama dengan pangkat yang akan diduduki.

guru mata pelajaran. dan sesuai dengan Kep. Sesuai dengan pasal 9 ayat (4) Keputusan menpan 84/1993 guru yang 80% dari angka kredit yang disyaratkan. tugas dan kegiatan di golongkan menjadi 4 (empat) jenis yaitu : guru kelas.Guru Dewasa dan hanya diwajibkan menambah angka kredit 20% saja dari unsur utama e. Prestasi Kerja Guru Yang Dinilai Dengan Angka Kredit. diperhitungkan untuk kenaikan pangkat jabatan berikutnya (dapat ditabung) 2. Rangkuman a. Jabatan guru merupakan jabatan fungsional. Tata Cara Pengajuan Penetapan Usul Angka Kredit) . Bagi anda yang menjabat Guru Pembina (IV/a) samapi dengan Guru Utama (IV/e) untuk naik pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi diwajibkan mengumpulkan angka kredit dari pengembangan profesi sekurang-kurangnya 12 angka kredit. 3. maka untuk kenaikan pangkat/jabatan harus dikaitkan dengan angka kredit. Tata Cara penilaian Angka Kredit. Guru yang mempunyai angka kredit melebihi jumlah angka kredit yang ditentukkan untuk kenaikan pangkat/ jabatan setingkat lebih tinggi dapat diperhitungkan untuk kenaikan pangkat/ jabatan berikutnya (ditabung). dengan memiliki angka kredit melebihi angka kredit melebihi angka krdit yang ditentukkan untuk kenaikan pangkat jabatan setingkat lebih tinggi. oleh karena itu persentase alokasi angka kredit untuk kenaikan pangakt/jabatan setiap jenjang pangkat/jabatan diwajibkan memperoleh angka kredit sebaagi berikut : 1) Unsur utama ≥ komposisi : a) Pendidikan dan proses belajar mengajar atau Bimbingan ≥ 72 % atau ≥ 108 angka kredit b) Pengembangan proses belajar mengajar atau bimbingan ≤ 8 % atau 12 angka kredit 2) Penunjang proses belajar mengajar atau bimbingan ≤ 20 % atau ≤ 30 Catatan : ≥ artinya sekurang-kurangnya (lebih besar atau sama dengan) ≤ artinya sebanyak-banyaknya (kurang atau sama dengan) f. disamping angka kredit proses belajar mengajar atau bimbingan. kemudian jenis guru berdasarkan sifat. Pembagian Tugas guru. MENPEN Nomor : 84 Tahun 1993 jenjang jabatan guru terdapat sebanyak (tiga belas) jenjang yaitu mulai dari Guru Pratama samapi dengan guru Utama. Tugas Pokok Guru (Tugas pokok Guru. guru praktik dan guru pembimbing b.

a. c. melaksanakan program bimbingan. evaluasi belajar. Khusus untuk unsur proses belajar mengajar atau bimbingan dan unsur pengembangan profesi adalah sebagai berikut : 1) Pada masing-masing jenis guru terdapat istilah yang berbeda dalam melaksanakan butir kegiatan unsur proses belajar mengajar atau bimbingan. b) Melaksanakan. b) Menyusun progran bimbingan. evaluasi pelaksanaan bimbingan dan analisis hasil pelaksanaan bimbingan. Standar Prestasi Kerja Guru Standar prestasi kerja guru adalah minimal yang wajib dilakukan guru dalam proses belajar mengajar atau bimbingan agar dapat naik pangkat/jabatan dalam waktu yang telah ditentukkan 1) Standar prestasi kerja Guru Pratama (II/a) samapi dnagn Guru Dewasa belajar mengajar atau bimbingan meliputi kegiatan : a) Penyusunan program pengajaran atau praktik atau bimbingan dan konseling b) Penyajian program pengajaran atau praktik atau bimbingan dan konseling c) Evaluasi belajar atau praktik bimbingan dan konseling 2) Standar prestasi kerja Guru Pembina (IV/a) sampai dengan guru Utama (IV/e) selain tersebut pada butir I) ditambah kegiatan. tanggung jawab. dan wewenangnya 3) Wewenang guru dalam PBM/bimbingan terdiri atas : a) Melaksanakan dengan bimbingan. a) Analisis hasil evaluasi belajar atau praktik bimbingan dan konseling. menyajikan program pengajaran. Tugas pokok guru berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84 Tahun 1993 adalah : a) Menyusun program pengajaran. b) Penyusunan program perbaikan dan pengayaan atau tindak lanjut pelaksanaan bimbingan dan konseling. analisis hasil evaluasi belajar dan menyusun program perbaikan dan pengayaan terhadap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. c) Membimbing guru lain yang berwenang melaksanakan dengan bimbingan. . tidak lanjut pelaksanaan bimbingan dan konseling. 2) Semakin tinggi jenjang jabatan guru semakin luas dan berat pula tugas. b. tindak lanjut dalam program bimbingan terhadap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya.

Guru Mata Pelajaran .c) Pengembanagn profesi dengan angka krdit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) 3) Standar prestasi Guru Kelas. wajib melaksanakan kegiatan. d. c) Evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling 3) Khusus Guru Kelas disamping wajib melaksanakan kegiatan sebagaimana tersebut pada butir 1) wajib melaksanakan pula program bimbingan dan konseling terhadap siswa di kelas yang menajdi tanggung jawabnya 4) Guru Pembina Disamping wajib melaksanakan kegiatan sebagaimanabutir 1) atau butir 2). c) Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan atau tindak lanjut bimbingan dan konseling . b) Melaksanakan analisis hasil evaluasi belajar atau praktik bimbingan dan konseling. dan guru Praktik. sesuai dengan jenjang jabatannya ditambah melaksanakan program bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. a) Penyusunan program pengajaran b) Penyajian program pengajaran sekurang-kurangnya 18 jam pelajaran perminggu c) Evaluasi belajar 2) Guru Pembimbing wajib melaksanakan kegiatan : a) Penyusunan program bimbingan dan konseling b) Pelaksanaan bimbingan dan konseling terhadap sekurang-kurangnya 150 siswa. Kewajiban Guru Kewajiban guru adalah kegiatan minimal yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar atau bimbingan agar memenuhi syarat untuk dapat diusulkan kenaikan pangkat/jabatannya 1) Guru Kelas. diwajibkan pula: a) Mengumpulkan angak kredit dari unsur pengembanagn profesi sekurang-kurangnya 12 angka kredit pada setiap jenjang jabatan. selain tersebut pada butir 1) dan butir 2).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful