You are on page 1of 2

KELAS X

BAB I (PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI)


A. PENGERTIAN GEOGRAFI
Geografi pertama kali diperkenalkan oleh Eratosthenes. Geografi berasal dari bahasa Yunani, geo berarti bumi,
sedangkan graphein yang artinya pecitraan/gambaran/pelukisan. Secara etimologi, geografi adalah ilmu yang
menggambarkan permukaan bumi.
B. KONSEP GEOGRAFI
1. Lokasi
Berhubungan dengan letak dimana fenomena geografi terjadi.
a. Lokasi absolut (tetap) adalah letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujur.
Contoh :
Indonesia terletak diantara 6o Lintang Utara - 11o Lintang Selatan sampai 95o Bujur Timur - 141o Bujur Timur.
b. Lokasi relatif (berubah) adalah letak suatu tempat berdasarkan daerah disekitarnya.
Contoh :
- Di daerah dingin, orang harus berpakaian tebal.
- Sebuah rumah mewah akan bernilai rendah jika terletak di kuburan.
2. Jarak
Berhubungan dengan jarak antara dua tempat.
a. Jarak mutlak adalah jarak yang diukur dengan m, km, mil dan sebagainya.
Contoh :
- Jarak antara Jakarta ke Bandung adalah 150 km.
b. Jarak relatif adalah jarak yang diukur menggunakan satuan waktu, seperti detik, jam, hari dan tahun.
- Jakarta-Bandung dapat ditempuh dalam 3 jam menggunakan kereta api.
3. Keterjangkauan
Berhubungan dengan sarana angkutan dalam melalui medan di suatu wilayah.
Contoh :
- Pusat perbelanjaan terletak di pusat kota agar mudah dicapai warga.
- Bantuan bencana sulit mencapai lokasi karena medan yang berat.
4. Pola
Berhubungan dengan fenomena/kejadian di muka bumi baik gejala alam maupun sosial.
Contoh :
- Permukiman di kota besar seperti Jakarta dibangun berhimpitan.
- Pertanian sawah umumnya di dataran rendah.
5. Morfologi
Berhubungan dengan relief muka bumi yang beragam sehingga kegunaannya pun berbeda.
Contoh :
- Jakarta merupakan dataran rendah, Bandung merupakan dataran tinggi.
- Daerah yang lahannya miring rawan terhadap erosi dan longsor.
6. Aglomerasi (Pengelompokan/Pemusatan)
Berhubungan dengan pengelompokan suatu hal menjadi satu bentuk atau struktur.
Contoh :
- Pemerintah DKI menetapkan Pulogadung sebagai kawasan industri.
- Pasar senen, minggu, rebo merupakan pengelompokan tempat berdagang berdasarkan hari pasaran.
7. Nilai Kegunaan
Berhubungan potensi suatu wilayah di bumi yang beragam.
Contoh :
- Lahan pertanian yang subur di daerah pegunungan dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.
8. Interaksi/Interdependensi
Berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang saling berhubungan.
Contoh :
- Kota sebagai pusat perindustrian akan menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan oleh penduduk desa.
Sebaliknya, desa sebagai sentra pertanian akan menghasilkan bahan pangan yang sangat diperlukan oleh penduduk
kota.
9. Diferensiasi Area
Konsep diferensiasi area berhubungan dengan adanya perbedaan ciri khas suatu wilayah dengan wilayah lain.
Contoh :
- Harga tanah di tengah kota lebih mahal daripada harga tanah di pinggir kota/di desa.
- Pendapatan penduduk berbeda-beda, ada yang berpenghasilan tinggi, sedang, dan rendah.
10. Keterkaitan Ruangan
Berhubungan dengan persebaran suatu fenomena di suatu tempat dengan tempat lainnya.
Contoh :
- Di Jakarta lalu lintasnya selalu macet karena banyak yang menggunakan kendaraan pribadi.
C. PENDEKATAN DALAM GEOGRAFI
1. Pendekatan Keruangan/Wilayah adalah upaya dalam mengkaji rangkaian persamaan dari perbedaan fenomena
geosfer dalam ruang. Berhubungan dengan pola persebaran gejala, keterkaitan antargejala, dan perubahan gejala yang
bersangkutan.
Contoh :
- Keterkaitan antara jarak rumah dari jalan dan harga rumah/tanah.
- Keterkaitan antara kesuburan tanah dan vegetasi.
2. Pendekatan Kelingkungan/Ekologi adalah interaksi antara mahluk hidup/organisme dan lingkungannya.
Contoh :
- Keterkaitan antara hutan bakau dan udang dengan nelayan udah di suatu wilayah.
- Keterkaitan antara petani dan perladangan dengan keadaan tanah yang tandus di suatu wilayah.
3. Pendekatan Kompleks Wilayah adalah menelaah perbedaan karakteristik wilayah melalui analisis keruangan dan
analis ekologi.
Contoh :
Untuk menetapkan suatu lokasi industri, hal pertama yang harus kita lakukan adalah menelaah kondisi fisik yang akan
mendukung kegiatan industri tersebut. Kedua, mengidentifikasi kondisi sosial yang akan medukung kegiatan industri
tersebut. Barulah kita menetapkan lokasi yang cocok untuk pembangunan industri tersebut.
D. PRINSIP GEOGRAFI
1. Prinsip Deskripsi adalah penjelasan secara detail yang dilengkapi dengan peta, tabel, grafik, dan diagram.
Contoh : Deskripsi mengenai gunung Merapi.
2. Prinsip Persebaran adalah penjelasan persebaran di muka bumi yang tidak merata (distribusi).
Contoh : Jenis tanah di Indonesia yang berbeda-beda.
3. Prinsip Interelasi (Keterkaitan/Hubungan) adalah menjelaskan hubungan antara fenomena yang satu dengan yang
lain yang saling berhubungan.
Contoh :
* Fisik dengan Fisik :
- Penebangan hutan menyebabkan banjir dan tanah longsor.
* Sosial dengan Sosial :
- Menurunnya tingkat kesejahteraan menyebabkan meningkatnya kriminalitas.
- Menurunnya kualitas SDM meningkatkan jumlah pengangguran.
* Sosial dengan Fisik :
- Sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani karena masih tersedianya lahan untuk digarap.
4. Prinsip Korologi (Keruangan) adalah analisis suatu fenomena geosfer dengan menggunakan gabungan 3 prinsip diatas
(Deskripsi, Persebaran dan Interelasi).
Contoh :
- Suhu udara di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan. Hal ini disebabkan salah satunya karena banyaknya sinar
matahari yang dipantulkan oleh bangunan-bangunan yang ada di perkotaan.
E. OBJEK STUDI GEOGRAFI
1. Objek Material Geografi, adalah semua gejala yang terjadi di muka bumi, baik yang bersifat alami maupun sosial
budaya.
a. Bersifat alami, Contoh : Semua fenomena geosfer.
Geosfer terdiri atas :
1) Litosfer, yaitu lapisan kerak bumi paling luar yang terdiri atas batuan.
2) Hidrosfer, yaitu suatu lapisan perairan yang ada di bumi, meliputi air daratan dan air lautan.
3) Atmosfer, yaitu lapisan udara yang menyelimuti bumi.
4) Biosfer, yaitu lapisan bumi yang menjadi tempat tinggal mahluk hidup.
b. Bersifat sosial budaya, Contoh : pola permukiman, pola persebaran penduduk, dan jenis mata pencaharian.
1) Antroposfer adalah lapisan manusia dan kehidupannya di permukaan bumi meliputi kelahiran, kematian, dan
migrasi.
2. Objek Formal Geografi, adalah cara menilai objek geografi dari sudut pandang keruangan dalam konteks kewilayahan.

F. ASPEK GEOGRAFI
Geografi akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
CATATAN
1. What (apa)
Gejala terdiri
Geografi dapat menunjukan gejala apa yang terjadi. atas :
2. Where (dimana) 1. Gejala alam
Geografi dapat menunjukan dimana (ruang dan tempat) gejala itu terjadi. 2. Gejala
manusia
3. When (kapan)
Geografi dapat menunjukan kapan gejala itu terjadi.
4. Why (mengapa)
Geografi dapat menunjukan mengapa gejala itu terjadi.
5. How (bagaimana)
Geografi dapat menunjukan bagaimana gejala itu terjadi.
Aspek-aspek Geografi diantaranya adalah :
a. Aspek Fisik yaitu berisi tentang penjelasan variasi dan fenomena alam beserta sejarahnya seperti pembentukan
dan perubahannya di masa lalu.
Meliputi : benda mati, kimiawi, astronomi, biologi, dsb.
Contoh : mineral dan struktur batuan bumi, air, cuaca dan iklim, flora fauna, tanah, dsb.
b. Aspek Sosial yaitu mempelajari manusia sebagai obyek dengan berbagai aktivitasnya di atas permukaan bumi.
Meliputi : politik, ekonomi, sosiologi, hukum, dsb
Contoh : pembuatan jalan, pembuatan bendungan, asal tarian, dsb.