You are on page 1of 3

Gagal Jantung Kongestif (CHF) adalah ketidakmampuan (kegagalan) jantung dalam memompa

darah secara optimal. Hal ini terjadi akibat ruang-ruang pompa utama jantung (ventrikel)
menjadi lebih besar atau lebih tebal, dan otot-otot jantung tidak dapat berkontraksi (mengempis)
ataupun berdilatasi (melebar) sebagaimana mestinya. Kondisi ini akan memicu
penumpukan cairan, terutama di paru-paru, kaki dan perut yang terlihat membengkak.
Penyebab utama CHF yaitu penyakit jantung koroner, hipertensi, kardiomiopati dan penyakit
jantung lainnya. Dari sejumlah penyebab tersebut, penyakit jantung koroner (biasanya disertai
dengan riwayat serangan jantung sebelumnya) adalah yang paling umum. Faktor-faktor utama
yang berkontribusi pada penyakit jantung koroner meliputi: kegemukan, diet tinggi lemak jenuh
dan kolesterol, tekanan darah tinggi, diabetes, merokok, dan aktivitas fisik. Gagal jantung
kongestif (CHF) lebih sering terjadi pada orang lanjut usia. Tingkat kelangsungan hidup untuk
orang-orang dengan gangguan ini tergantung pada tingkat keparahannya. Penanganan CHF
yang dapat digunakan termasuk obat-obatan, perubahan gaya hidup dan (kadang-kadang)
operasi. Penyebab Terjadinya CHF Jantung adalah pompa ganda yang terdiri dari empat ruang.
Darah yang kaya karbondioksida karena oksigen sudah terpakai oleh tubuh akan memasuki
ruang kanan atas (atrium kanan) kemudian turun ke ruang kanan bawah (ventrikel kanan), dan
kemudian dipompa ke paru-paru. Di paru-paru sel darah merah akan melepaskan
karbondioksida dan menangkan oksigen. Darah kaya oksigen dari paru-paru kemudian
memasuki ruang atas kiri (atrium kiri) dan kemudian memasuki ruang kiri bawah (ventrikel kiri).
Darah kemudian dipompa ke seluruh tubuh oleh jantung dengan tekanan tertentu untuk
disalurkan melalui arteri. Pada orang dengan CHF, ventrikel kiri tidak kosong dengan benar,
masih banyak darah yang tidak terpompa keluar, sedangkan darah terus mengalir ke arah
jantung. Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan di atrium (ruang atas) dan pembuluh darah
di dekatnya. Darah yang menuju jantung menjadi tertahan dan memicu retensi atau
penumpukan cairan (edema) di paru-paru, organ perut dan kaki. Hal ini juga mempengaruhi
ginjal, mengganggu fungsi ginjal dan menyebabkan retensi garam dan air, menyebabkan
edema. Pada beberapa orang dengan gagal jantung kogestif (CHF), yang terjadi bukan
gagal ventrikel kiri, tetapi ada juga gagal relaksasi (dilatasi) dari ventrikel kiri. Hal ini juga
menyebabkan sulitnya darah untuk mengisi ventrikel dan yang terjadi adalah
sama, penumpukan darah dan cairan. CHF dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, termasuk:
Serangan jantung koroner dapat menyebabkan jaringan parut pada otot jantung kinerja otot
jantung menjadi lemah. Ini adalah penyebab gagal jantung congestif yang paling. Tekanan
darah tinggi (hipertensi) tekanan tinggi dalam arteri berarti jantung harus terus memompa
lebih kuat. Ini mungkin tidak dapat untuk tetap up. Penyakit katup jantung katup jantung yang
rusak dapat memungkinkan darah mengalir balik atau mungkin menghalangi laju aliran darah
ke dan dari jantung. Penyakit jantung bawaan kelainan jantung mungkin sudah ada sejak
lahir, seperti katup yang rusak atau hubungan yang abnormal antara bilik jantung, misalnya
jantung bocor. Kardiomiopati kondisi ini ditandai dengan pembesaran otot jantung, dimana
ventrikel kiri membesar untuk mengkompensasi kontraksi yang buruk, kondisi bisa
menyebabkan jantung bengkak. Miokarditis virus atau infeksi lain dapat merusak otot jantung.
Jantung aritmia denyut jantung yang cepat dengan frekuensi tak teratur, selama jangka waktu
yang panjang, juga dapat menyebabkan kontraksi tidak efisien dan gagal jantung. Penyakit
tiroid kelenjar tiroid yang menghasilkan terlalu banyak hormon tiroksin( baca: hipertiroid). Hal
ini meningkatkan kerja jantung dan dapat menyebabkan gagal jantung ketika jantung sudah
kelelahan. Gejala Gagal Jantung Kongestif (CHF) Orang dengan gagal jantung kongestif
terkadang tidak menduga bahwa dirinya memiliki masalah dengan jantung atau memiliki gejala
tidak enak badan namun tidak mengetahui bahwa itu disebabkan oleh masalah jantung. Gejala
awal CHF mungkin termasuk sesak napas, batuk, atau perasaan tidak mampu untuk
tarik napas dalam-dalam, terutama ketika berbaring. Jika seseorang memang sudah memiliki
masalah pernapasan, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik( PPOK ), atau emfisema,
biasanya mereka menduga bahwa gejala tersebut bersumber dari penyakit yang sudah ada itu
tanpa menyadari adanya gangguan jantung. Gejala gagal jantung kongestif yang utama adalah
sebagai berikut: # Keterbatasan aktifitas fisik Seseorang mungkin tidak dapat mentolerir jenis
olahraga tertentu seperti jalan cepat atau lari, bahkan aktivitas fisik ringan yang sebelumnya
sering dilakukan sekarang menjadi tidak mampu untuk melakukannya. Hal ini terjadi karena
tubuh membutuhkan oksigen dan nutrisi lainnya selama aktivitas fisik. Sedangkan pada gagal
jantung CHF, jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memberikan nutrisi bagi tubuh.
Ketidakmampuan berolahraga, atau bahkan untuk berjalan pada kecepatan normal, mungkin
dibatasi oleh rasa lelah ( fatigue ) dan sesak napas. # Sesak napas Jika seseorang
memiliki gagal jantung kongestif, ia mungkin mengalami kesulitan bernapas (dyspnea),
terutama ketika aktif secara fisik. Kegiatan biasa, seperti menyapu atau bahkan berjalan di
sekitar rumah, mungkin sulit atau tidak mungkin. Sesak napas akibat CHF seperti ini biasanya
akan lebih baik dengan istirahat. Ketika gagal jantung kongestif memburuk, bisa terjadi
penumpukan cairan di dalam paru-paru dan mengganggu oksigen untuk masuk ke dalam
darah, menyebabkan dyspnea pada saat istirahat dan pada malam hari (ortopnea). Jika
seseorang memiliki gagal jantung kongestif, ia bisa terbangun di malam hari akibat sesak napas
dan harus duduk atau berdiri untuk bisa meringankan sesak. Kondisi ini dikenal sebagai
paroxysmal nocturnal dyspnea. Beberapa bantal (bantal tinggi) dapat membantu untuk tidur
lebih nyaman. Terkadang mereka lebih memilih tidur di kursi daripada di tempat tidur.
Ketika penumpukan cairan di paru-paru menjadi sangat parah, maka bisa terjadi batuk dengan
dahak bercampur darah berwarna merah muda. # Retensi cairan dan pembengkakan Bengkak
atau pembengkakan (edema) bisa terjadi di kaki, tungkai bawah, dan pergelangan kaki,
terutama pada akhir hari atau setelah duduk lama. Seringkali, pembengkakan lebih terlihat di
pergelangan kaki atau tungkai bawah di depan tulang tibia. Pitting edema dapat terjadi ketika
menekan kulit di daerah bengkak. Edema pitting ditandai dengan lekukan yang tetap terlihat
selama beberapa menit setelah penekanan. Edema pitting tidak identik dengan gagal
jantung;dapat memiliki penyebab lain, termasuk gagal hati dan gagal ginjal. Edema Nonpitting
umumnya tidak disebabkan oleh gagal jantung. Pembengkakan mungkin begitu parah
sehingga mencapai pinggul, skrotum, dinding perut, dan akhirnya, pada rongga perut(ascites).
Cek berat badan setiap hari diperlukan pada orang dengan gagal jantung karena jumlah retensi
cairan biasanya tercermin dari bertambahnya jumlah berat badan secara drastis dan
meningkatnya sesak napas. Orang dengan gagal jantung harus tahu berat kering sebelumnya,
yaitu berat badan ketika tidak ada edem, ascites atau sesak nafas. Berat ringannya gejala atau
keterbatasan fisik di atas tergantung pada kemajuan penyakit. Untuk itu The New York Heart
Association (NYHA) mengklasifikasikan pasien CHF berdasarkan keterbatasan fisik. Klasifikasi
CHF berdasarkan NYHA adalah sebagai berikut: Kelas I: Bila pasien dapat melakukan aktivitas
berat tanpa keluhan CHF Kelas II: Bila pasien tidak dapat melakukan aktivitas lebih berat dari
aktivitas sehari hari tanpa keluhan Kelas III: Bila pasien tidak dapat melakukan aktivitas sehari
hari tanpa keluhan CHF Kelas IV: Bila pasien sama sekali tidak dapat melakukan aktivits
apapun dan harus tirah baring. Mereka yang Lebih Berisiko Terkena CHF Berdasarkan sebuah
studi klinis, ditetapkan bahwa satu dari lima orang akan mengembangkan gagal jantung.
Beberapa faktor risiko yang paling umum untuk gagal jantung meliputi: Usia Hipertensi Aktivitas
fisik Diabetes Kegemukan Merokok Sindrom metabolik Riwayat keluarga gagal jantung
Pembesaran ventrikel kiri Beberapa jenis penyakit katup jantung, termasuk infeksi Penyakit
arteri koroner Kolesterol tinggi dan trigliserida Konsumsi alkohol yang berlebihan serangan
jantung sebelumnya eksposur tertentu, seperti radiasi dan beberapa jenis kemoterapi Infeksi
otot jantung (biasanya virus) Penegakan Diagnosis CHF Dengan memperhatikan setiap gejala
yang muncul dan dari pemeriksaan fisik yang dilakukan, seorang dokter sudah dapat
mencurigai bahwa seseorang memiliki CHF, namun untuk memastikan hal itu, maka diperlukan
pemeriksaan penunjang sebagai berikut: EKG atau rekam jantung yang dapat mendeteksi
kelistrikan jantung, pembesaran jantung, dan otot-otot jantung. Rontgen dada; dapat
menunjukkan pembesaran jantung, bayangan dapat menunjukkan dilatasi / hipertropi bilik atau
perubahan pembuluh darah mencerminkan peningkatan tekanan pulmonalis. Kateterisasi
Jantung; digunakan untuk mengukur tekanan di dalam ruang jantung. tekanan abnormal
merupakan indikasi dan membantu membedakan gagal jantung kanan versus kiri, stenosis atau
insufisiensi, juga mengkaji potensi arteri koroner. Pemeriksaan Elektrolit; untuk mendeteksi
perubahan elektrolit dalam tubuh, akan terlihat perubahan karena adanya perpindahan cairan /
penurunan fungsi ginjal. Langkah Pengobatan Anda dan dokter dapat mempertimbangkan
perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Karena pengobatan bisa berbeda tergantung
pada kondisi kesehatan secara keseluruhan dan seberapa jauh kondisi CHF telah
berkembang. Obat Gagal Jantung Ada beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengobati
CHF: angiotensin-converting enzyme inhibitor (ACE inhibitor) fungsinya untuk membuka
penyempitan pembuluh darah sehingga akan meningkatkan aliran darah .Vasodilator adalah
pilihan lain jika tidak bisa mentolerir inhibitor ACE. Beta-blocker dapat menurunkan tekanan
darah dan memperlambat irama jantung yang cepat. Diuretik mengurangi isi cairan tubuh
sehingga akan mengurangi pembengkakan pada tungkai kaki, perut, dan mengatasi sesak
akibat edema paru. Contoh obatnya furosemide, HCT, dan sebagainya. Jika diperhatikan,
sebagian sama dengan obat darah tinggi. Operasi untuk CHF Jika obat-obatan tidak cukup
efektif mengatasi gejala, maka prosedur yang lebih invasif mungkin diperlukan. Angioplasty,
prosedur untuk membuka arteri yang tersumbat, adalah salah satu pilihan. Ahli jantung juga
dapat mempertimbangkan operasi perbaikan katup jantung untuk membantu katup agar fungsi
membuka dan menutup berjalan dengan benar. Gagal jantung kongestif (CHF) dapat
diperbaiki dengan obat atau operasi seperti penjelasan di atas. Prospek keberhasilan terapi
tergantung pada seberapa parah CHF yang Anda dimiliki dan apakah ada penyakit lain yang
menyertai, seperti diabetes atau hipertensi. Semakin dini penyakit ini didiagnosis dan diterapu,
maka akan semakin baik pula prospek keberhasilan terapi. Selalu berkonsultasilah
dengan dokter untuk menentukan rencana pengobatan yang terbaik untuk Anda.
Bersumber dari: CHF (Congestive Heart Failure) Gagal Jantung Kongestif - Mediskus