You are on page 1of 9

BAB I PENDAHULUAN

  • 1.1 Latar Belakang

Geologi Teknik adalah penerapan ilmu geologi dalam praktik rekayasa untuk tujuan menjamin faktor-faktor geologi yang memengaruhi lokasi, disain, konstruksi, operasi dan perawatan pekerjaan rekayasa telah dikenali dan diperhitungkan dengan matang. Penelitian geologi rekayasa dapat dilakukan pada waktu perencanaan, analisis dampak lingkungan, disain rekayasa sipil, rekayasa optimasi dan tahapan konstruksi proyek umum dan swasta, serta pada tahap setelah konstruksi dan penyelidikan proyek. Penelitian geologi rekayasa dilakukan oleh seorang ahli geologi atau ahli geologi rekayasa terdidik, tenaga profesional yang terlatih dan memiliki kemampuan untuk mengenali dan menganalisis bahaya geologi serta kondisi geologi yang merugikan. Keseluruhan tujuan tersebut adalah untuk melindungi jiwa dan harta benda dari kerusakan serta solusi untuk masalah-masalah geologi. Dalam suatu rekayasa geologi teknik diperlukan penyelidikan yang berguna untuk mengetahui kondisi dari massa batuan yang nantinya menginterpretasikan kondisi kekuatan dan kestabilan dari suatu batuan. Dalam rekayasa geologi teknik sering terjadi bencana yang diakibatkan kurang optimalisasi dalam penyeldikian geologi teknik yang mana berkaitan dengan tingkat kekuatan dan perthanan batuan. Perlunya kekuatan dan pertahanan batuan sangat mendukung dalam suatu konstruksi bangunan sehingga diperlukan adanya klasifikasi massa batuan dalam penyelidikan geologi teknik. Melalui penulisan karya seminar ini, diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya klasifikasi massa batuan dalam penyelidikan geologi teknik.

  • 1.2 Maksud

Menjelaskan penyelidikan geologi teknik

Menjelaskan klasifikasi massa batuan

Menjelaskan Rock Mass Rating dan Geological Strength Index

  • 1.3 Tujuan

Mengetahui pentingnya tahapan penyelidikan geologi teknik

Mengetahui tingkat kekuatan dan ketahanan batuan untuk pembuatan suatu konstruksi

  • 1.4 Kerangka Pikir

Penyusunan karya tulis seminar ini dirangkum dalam suatu bagan kerangka pikir yang memperlihatkan hal-hal pokok yang menjadi bahan pembahasan seminar refereat ini.

Klasifikasi massa batuan dengan metode Rock Mass Rating (RMR) dan Geological Strength Index (GSI) dalam penyelidikan geologi teknik

 Menjelaskan Rock Mass Rating dan Geological Strength Index 1.3 Tujuan  Mengetahui pentingnya tahapan penyelidikan

Penyelidikan

geologi teknik

Klasfikasi massa

Batuan: RMR dan GSI

Studi kasus

Pengertian RMR dan GSI Parameter yang digunakan darii masing-masing metode Tujuan metode RMR dan GSI
Pengertian RMR
dan GSI
Parameter yang
digunakan darii
masing-masing
metode
Tujuan metode
RMR dan GSI

Gambar 1.1 Kerangka Pikir penyusunan karya seminar

  • 1.5 Ruang Lingkup

Dalam penyusunan karya seminar ini, dibatasi dalam ruang lingkup yang

terdiri atas penyelidikan Geologi Teknik, Klasifikasi massa batuan, Rock Mass Rating dan Geological Strength Index.

  • 1.6 Metodologi Penulisan

Metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan karya seminar ini berupa metode studi pustaka yaitu penulisan dengan menggunakan referensi berupa literatur yang bersumber dari buku panduan, jurnal dan paper yang telah di publikasikan.

BAB II PENYELIDIKAN GEOLOGI TEKNIK

Geologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masa sekarang atau masa lampau dari bentuk-bentuk morfologi, struktur bumi, lingkungan dan kehidupan fosil yang terdapat pada batuan. Bidang utama yang dipelajari adalah semua jenis batuan, tanah dan air dalam tanah/batuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sedangkan Geologi teknik adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang batuan yang berhubungan dengan bangunan atau rekayasa bidang teknik sipil dan di definisikan sebagai berikut:

1. Geologi teknik adalah suatu cabang geologi sebagai ilmu terapan dalam teknik sipil yang mempergunakan data-data geologi untuk memecahkan persoalan yang berhubungan dengan konstruksi teknik. 2. Geologi Teknik adalah penerapan ilmu geologi pada praktek rekayasa dengan tujuan agar faktor-faktor geologis yang mempengaruhi lokasi, desain, konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan pekerjaan pekerjaan rekayasa telah

benar-benar dikenali dan disediakan dengan cukup.(The American Geological Institute). Penyelidikan geologi teknik dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi secara umum berdasarkan satuan tanah permukaan dan batuan. Penyusunan satuan tersebut dengan cara pengelompokan berdasarkan sifat-sifat fisik dan keteknikan yang hampir sama tentang jenis litologi, cara terjadinya, sifat fisik tanah secara umum, sehingga macam tanah dan batuan dapat dikelompokkan menjadi beberapa satuan tanah dan satuan batuan. Urutan penyelidikan geologi teknik yaitu :

  • 1. Persiapan

  • 2. Penyelidikan Pendahuluan

  • 3. Penyelidikan detail

  • 4. Maintanance

Dalam penelitian lapangan biasanya digunakan berbagai teknik dan cara seperti pemetaan geologi dan geologi teknik, klasifikasi batuan, pemboran inti & deskripsi inti pemboran, pengukuran geofisis, pengambilan contoh untuk penelitian di laboratorium, percobaan di lapangan, galian-galian percobaan. Data yang dikumpulkan dalam batuan antara lain berat jenis, porositas, permeabilitas, elastisitas, gaya tekan dan lain-lain. Peristilahan material bangunan sering terjadi masalah, oleh karena itu sebagai konsultan bidang geologi teknik harus memahami istilah-istilah atau batasan- batasan yang benar menurut bidang teknik sipil. Adapun perbedaan pengertian dalam bidang geologi dan teknik sipil antara lain tentang tanah dan batuan.

Fondasi
Fondasi

OBYEK

mekanika tanah

mekanika batuan

Gambar 2.1 : Obyek pembagian pekerjaan dan pondasi

Dalam Keteknikan

  • a. Tanah merupakan kumpulan alamiah butiran mineral yang dapat dipisahkan dengan mekanika dengan mudah, misal: agitasi air

  • b. Batuan merupakan kumpulan alamiah butiran mineral yang dihubungkan

dengan tenaga kohesif kuat dan tetap Peran ahli geologi dan teknik sipil dapat digambarkan sbb:

GEOLOGI : Pengunkapan jenis-jenis batuan, sifat mekanik & perkiraan pada struktur bawah tanah, bentuk lapangan dan hidrologi juga proses endogen, eksogen yang dapat berpengaruh terhadap bangunan. GEOLOGI TEKNIK : interpretasi

Dalam penelitian lapangan biasanya digunakan berbagai teknik dan cara seperti pemetaan geologi dan geologi teknik, klasifikasi

TEKNIK SIPIL : penyusunan konsep, perencanaan & konstruksi

Dalam pembangunan bangunan Teknik Sipil, seorang ahli geologi harus dapat memberikan analisa geologi mengenai suatu tempat. Ini sangat penting karena mengingat bangunan yang akan dibangun pada suatu daerah harus memperhitungkan faktor daya dukung tanah, ataupun aspek geologis lainnya (daerah gempa, daerah patahan, dan sebagainya). Secara umum seorang ahli geologi dalam suatu proyek Teknik Sipil hendaknya dapat :

  • 1. Menerangkan dengan tepat situasi teknik geologis

  • 2. Menentukan sejauh mana bawah-tanah (underground) akan bereaksi

terhadap suatu bangunan. Untuk dapat melakukan hal tersebut dibutuhkan adanya suatu Penyelidikan Geologi Teknik. Dalam standar internasional (British) kita mengenal kode etik mengenai investigasi lapangan, yakni BS 5930: 1981 dimana di dalamnya berisi definisi serta aturan investigasi lapangan (tujuan, cakupan, prosedur pengerjaan dan metode yang digunakan). Suatu eksplorasi lapangan minimal haruslah mengikuti prosedur lapangan berikut :

  • a. Investigasi awal, dengan menggunakan informasi dan data yang ada.

  • b. Survey Geologi Lapangan secara mendetail

  • c. Mengaplikasi survey geologi tersebut sebagai gambaran permukaan suatu lapangan

  • d. Boring, Drilling dan Excavation untuk mendapatkan hasil secara detail pada suatu titik

  • e. Uji Tanah dan batuan, terutama mengenai sifat mekanisnya. Penyelidikan Geologi Teknik dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yakni :

1. Penyelidikan Geologi Teknik Lapangan Penyelidikan Geologi Lapangan (Site Investigation) meliputi :

A. Penyelidikan di permukaan Survey permukaan sendiri meliputi 2 bagian, yaitu:

  • Morfologi merupakan survey permukaan yang mempelajari bentuk permukaan bumi, dimana dibagi menjadi :

Topografi, mempelajari roman muka bumi daratan.

Batimetri, mempelajari roman muka bumi lautan.

  • Hidrologi merupakan survey permukaan bumi yang mempelajari

tentang aliran air bumi dan juga siklus air. B. Survey Bawah Permukaan Survey bawah permukaan merupakan survey yang meliputi beberapa hal berikut:

Hand Boring

Sondir (DCPT)

Coring

2. Penyelidikan Geologi Teknik Laboratorium

BAB III KLASIFIKASI MASSA BATUAN

Komposisi mineral, umur, dan porositas dapat digunakan untuk memperkirakan sifat-sifat batuan utuh, sedangkan jaringan patahan, retakan, dan kekar untuk memperkirakan perilaku massa batuan sesuai dengan kekuatan, kekakuan, kelulusan air dan kinerja yang ada. Pola diskontinuitas massa batuan akan jelas terlihat dalam potongan inti yang diperoleh pada waktu penyelidikan lapangan dan permukaan batuan terbuka dan singkapan batuan di daerah topografi. Pemilihan jenis batuan terbuka untuk menunjukkan perbedaan kinerja yang terjadi akibat sifat pola patahan dan kekar. Pengujian jumlah tingkat, pengembangan dan sifat diskontinuitas merupakan hal penting dalam memperkirakan mutu dan kondisi massa batuan. Perkiraan mutu batuan (RQD, yang diperlihatkan dalam Gambar 59) adalah perkiraan orde pertama jumlah kekar dan celah alami dalam massa batuan. RQD digunakan untuk mengukur perkiraan perilaku massa batuan, tetapi baru dikembangkan dalam empat dekade yang lalu (Deere & Deere, 1989). Sejak itu metode yang lebih rinci dan kuantitatif untuk perkiraan kondisi massa batuan keseluruhan telah dikembangkan meliputi sistem geomekanik RMR (Bieniawski, 1989) berdasarkan pengalaman penambangan di Afrika Selatan, dan sistem NGI-Q (Barton, 1988) berdasarkan pengalaman pekerjaan terowongan di Norwegia. Sistem yang sangat terkait dengan RMR adalah indeks kekuatan geologi (GSI) yang berguna dalam memperkirakan tegangan/kekuatan massa batuan. Hal tersebut beserta sistem klasifikasi massa batuan lainnya diuraikan secara terperinci dan dirangkum dalam ASTM D 5878 (sistem klasifikasi massa batuan). Faktor-faktor pengaruh yang meliputi tingkat kekuatan massa batuan diuraikan secara ringkas dan diberikan sesuai dengan interpretasi hasil uji massa batuan untuk keperluan desain dan analisis lereng, terowongan, dan fondasi dalam satuan /formasi batuan.

  • 3.1 Rock Mass Rating (RMR)

  • 3.2 Geological Strength Indeks (GSI)

BAB IV STUDI KASUS

BAB V KESIMPULAN