You are on page 1of 11

ISSN 0125-9849, e-ISSN 2354-6638

Ris.Geo.Tam Vol. 27, No.1, Juni 2017 (111-121)


DOI: 10.14203/risetgeotam2017.v27.313

PENCITRAAN TAHANAN JENIS BAWAH PERMUKAAN DI


AREA PROSPEK PANAS BUMI GUNUNG SLAMET
BERDASARKAN DATA MAGNETOTELURIK
Sub Surface Structure Imaging Beneath Mount Slamet Geothermal
Prospect Area Based on Magnetotelluric Data

Dadan D. Wardhana1,2, Johanes Hutabarat2, Andi Agus Nur2,


Karit Lumban Gaol1
1
Pusat Penelitian Geoteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
2
Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran

ABSTRAK Penelitian geofisika dengan poros dan permeabel yang menyimpan fluida
menggunakan metode magnetotellurik (MT) panas, dapat berperan sebagai reservoir panas
telah dilakukan untuk mengidentifikasi struktur bumi. Lapisan lain dengan nilai tahanan jenis
bawah permukaan kawasan panas bumi Guci, antara 225-1000 m kemungkinan sebagai
Gunung Slamet. Tujuan penelitian untuk batuan sedimen Tersier. Dari kajian penampang
menganalisis struktur bawah permukaan tahanan jenis MT, lokasi yang kemungkinan
berdasarkan distribusi nilai tahanan jenis ini mempunyai prospek panas bumi, yaitu di daerah
dilakukan di kawasan yang terletak di Kecamatan depresi Guci, dengan ketebalan reservoir 600-
Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. 1000 m pada kedalaman 750-1600 m yang
Tahap pengolahan data dimulai dengan ditutupi oleh lapisan penudung berupa batuan
mengubah data dari domain waktu ke domain ubahan.
frekuensi, kemudian pembuatan grafik tahanan
Kata kunci: struktur bawah permukaan,
jenis semu terhadap frekuensi dan grafik fase
magnetotelurik, tahanan jenis, panas bumi,
terhadap frekuensi, smoothing grafik dan terakhir
Gunung Slamet.
pemodelan inversi dengan hasil akhir berupa
penampang tahanan jenis 2D. Hasil pengolahan ABSTRACT Magnetotelluric (MT) method has
data magnetotelurik (MT), menunjukkan ada tiga been applied to identify subsurface structures in
kelompok nilai tahanan jenis batuan. Nilai Guci Geothermal Area, Mount Slamet. The
tahanan jenis tinggi (>1000 .m) berkaitan objective of this research is to analyze the
dengan batuan dasar sebagai sumber panas. Nilai subsurface configuration based on the resistivity
tahanan jenis rendah (<10 .m) ditafsirkan value beneath the Bojong district, Tegal regency,
sebagai batuan ubahan yang menjadi batuan Central Java province. Stages of data processing
penudung. Nilai tahanan jenis antara 10-225 m started with transforming the data from the time
berasosiasi dengan lapisan batuan yang bersifat domain to the frequency domain, and then
_______________________________ graphing resistivity apparent to frequency and
graph phase versus frequency, smoothing the
Naskah masuk : 11 Februari 2016 graph and the last, inversion modeling with final
Naskah direvisi : 04 Maret 2017 result of 2D resistivity cross section. The results
Naskah diterima : 06 Maret 2017 of data processing magnetotelluric (MT)
____________________________________
revealed three groups of rock resistivity value.
Dadan D. Wardhana
The high resistivity value (> 1000 .m)
Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI
represented the basement as a heat source. Low
Kompleks LIPI Gd. 70, Jl Sangkuriang Bandung 40135 resistivity value (<10 .m) is interpreted as
Email : dhanswardhana@yahoo.com alterated rocks that became cap rock. The
resistivity value between 10-225 m assosiaed
with the porous and permeable rocks that store
thermal fluids as the geothermal reservoir. The
2017 Pusat Penelitian Geoteknologi other layer with resistivity value 225-1000 m
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

111
Wardhana et al. / Pencitraan Tahanan Jenis Bawah Permukaan di Area Prospek Panas Bumi Gunung Slamet Berdasarkan
Data Magnetotelurik

might be as Tertiary sediment. Base on MT ditentukan area prospek dan sistem


resistivity crosss section, the location that may pemanfaatannya.
have geothermal prospects, namely in the area of
Dalam rangka inventarisasi daerah prospek panas
Guci depression, with a reservoir thickness of
bumi maka dilakukan penelitian di lereng barat
600-1000m and at 750-1600m depth that
laut Gunung Slamet, yaitu kawasan air panas
covered by alterated rocks as cap rocks.
Guci yang masuk dalam wilayah Kecamatan
Keywords: subsurface structure, magnetotelluric, Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.
resistivity, geothermal, Mount Slamet. Kegiatan penelitian sistem panas bumi ini
meliputi kajian geologi permukaan dan bawah
PENDAHULUAN permukaan. Pemilihan lokasi didasari oleh
adanya anomali rendah gayaberat (Gambar 1)
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki dan struktur regional pada daerah sekitar Gunung
potensi energi panas bumi terbesar di dunia, yaitu Slamet, Jawa Tengah (Ismayanto el al., 2007).
sekitar 40% potensi panas bumi dunia tetapi Pada peta anomali gayaberat (Gambar 1),
pemanfaatannya di Indonesia baru mencapai 4% Komplek Gunung Slamet memperlihatkan
(Kasbani, 2014). Pemanfaatan energi ini perlu anomali gayaberat rendah berbentuk seperti
mendapat perhatian agar Indonesia tidak bekas kaldera (lingkaran merah). Bila
mengalami krisis energi listrik. Untuk itu dibandingkan dengan daerah Garut, Dieng dan
kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber energi Argopuro (lingkaran putih) yang telah terbukti
panas bumi ini perlu ditingkatkan, terutama untuk potensi panas buminya, Gunung Slamet
memenuhi kebutuhan energi nasional yang saat cenderung memiliki pola yang hampir sama.
ini masih mengandalkan bahan bakar minyak Kehadiran beberapa manifestasi panas bumi di
(BBM) yang kemungkinan ke depan semakin permukaan seperti alterasi hidrotermal
menipis cadangannya. ditemukan di puncak Gunung Mingkrik, Guci,
Igir Cowet, Igir Manis, dan Igir Kuning.
Secara singkat sistem panas bumi antara lain
Kemunculan mata airpanas dan kolam lumpur
dikontrol oleh keberadaan sumber panas (heat
panas di Desa Guci dan Sigedong. Berdasarkan
source), batuan sarang (reservoir) dan batuan
foto udara, terdapat bentuk-bentuk bekas kawah
penutup (cap rocks), serta hadirnya air meteorik
(circular feature) yang mengindikasikan adanya
(meteoric water) dan permeabilitas batuan primer
sumber panas (heat sources) (Situmorang, 2008).
maupun sekunder (rekahan, patahan). Kajian
Gambaran lapisan batuan bawah permukaan
karakteristik sistem panas bumi suatu daerah
seperti batuan reservoir, struktur geologi, dan
sangat berperan dalam perencanaan
batuan penutup menggunakan metoda geofisika
pembangunan lapangan panas bumi. Dengan
magnetotellurik. Metode magnetotellurik sering
memahami karakteristik dari komponen-
digunakan dalam eksplorasi panas bumi
komponen penyusun panas bumi maka dapat

Gambar 1. Peta anomali regional gayaberat P. Jawa (Ismayanto, 2007).

112
Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan, Vol.27, No.1, Juni 2017, 111 - 121

mengingat metoda ini memiliki kelebihan antara terbentuk akibat aktivitas Gunungapi Slamet. Di
lain penetrasinya lebih dalam (>5 km) dan lebih daerah tersebut banyak muncul manifestasi
sensitif terhadap lapisan konduktif yang berada di seperti mata air panas, batuan ubahan dan
bawah formasi resistif di lingkungan vulkanik bentukan kaldera. Dari peta anomali gaya berat
dibandingkan dengan seismik (Ushijima et al., tampak kelurusan kelurusan yang berarah
2005). Seperti telah dibahas oleh Anderson et al. timurlaut baratdaya yang ditafsirkan sebagai
(2000) dan Sumintadireja et al. (2010) bahwa patahan dan merupakan kontrol dari keluarnya
daerah prospek ditunjukkan oleh tahanan jenis sumber mata air panas Buaran Tonjong dan
rendah yang biasanya menggambarkan Paguyangan (Reswara dan Sehah, 2014).
temperatur tinggi dari reservoir panas bumi.
Tahanan jenis rendah ini berhubungan dengan LOKASI PENELITIAN
batuan yang bersifat konduktif akibat adanya
alterasi hidrotermal (Clay Cap) dan umumnya Penelitian MT difokuskan di sekitar area
sebagai indikator daerah prospek panas bumi. manifestasi panas bumi Gunung Slamet tepatnya
di daerah Guci, yang secara administratif berada
Keberadaan depresi Guci yang mempunyai di wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal,
kaitan erat dengan sistem panas bumi Gunung Provinsi Jawa Tengah. Daerah penelitian, secara
Slamet sudah diidentifikasi secara regional. geografi terletak pada koordinat 07 08' 00"LS -
Sejumlah penelitian telah dilakukan yang 07 19' 30" LS dan 109 05' 00" BT - 109 14' 00"
meliputi penelitian geologi, geokimia, maupun BT (Gambar 2), berada pada ketinggian antara
geofisika. Surmayadi (2014) dan Nurrohman et 1.000 - 3.436 m (G. Slamet) di atas permukaan
al. (2015) telah melakukan penelitian geokimia di laut. Daerah Guci terkenal sebagai daerah wisata
daerah Guci dan Baturaden. Kedua daerah ini air panas, berjarak 30 km ke arah timur dari
termasuk dalam satu sistem hidrotermal, yang simpang tiga Yomani yaitu simpang tiga jalur
memiliki sumber yang sama yaitu berkaitan Tegal-Purwokerto menuju Guci.
dengan aktivitas gunungapi Slamet muda dan
berbeda dengan di daerah Kalipedes yang Geologi Daerah Penelitian
berkaitan dengan sistem hidrotermal tua. Daerah penelitian termasuk dalam peta geologi
Situmorang (2008) telah melakukan pemetaan lembar Purwokerto dan Tegal terbitan Pusat
geologi Gunung Slamet, dan menyebutkan Survei Geologi (Djuri et al., 1996), merupakan
bahwa zona depresi Guci sebagai graben yang salah satu daerah yang berasosiasi dengan

Gambar 2. Lokasi penelitian (peta dasar dari google map).

113
Wardhana et al. / Pencitraan Tahanan Jenis Bawah Permukaan di Area Prospek Panas Bumi Gunung Slamet Berdasarkan
Data Magnetotelurik

kegiatan yang terjadi di Gunung Slamet. Secara Cendan dan Gunung Janer (Djuri et al., 1996).
umum, struktur yang berkembang di daerah ini Singkapan batuan ini terlihat membentuk suatu
berkaitan erat dengan kegiatan tektonik regional. bentuk topografi tersendiri yang agak tinggi
Struktur geologi tersebut mempunyai pola yang terpisah dan memanjang. Batuan ini menorobos
hampir sama dengan struktur sesar regional, yaitu lapisan sedimen Tersier Formasi Rambatan,
berarah Baratlaut Tenggara. Litologi di daerah berumur Kuarter.
penelitian hampir 80 % ditempati hasil endapan
Struktur geologi di kawasan Gunung Slamet,
primer seperti aliran lava, jatuhan piroklastik dan
umumnya berupa sesar normal yang banyak
aliran piroklastik, 15 % ditempati endapan
dijumpai pada kelompok Slamet Tua. Struktur
sekunder berupa guguran volkanik, aliran lahar
geologi di kawasan Gunung Slamet memiliki
dan aluvial berumur Kuarter (Plistosen dan
arah utama baratdaya - timurlaut dan baratlaut -
Holosen), serta 5 % oleh batuan sedimen Tersier
tenggara, sedikit berarah utara - selatan dan barat
dan intrusi andesit porfiri (Djuri et al., 1996).
- timur (Permana et al., 2014). Jejak-jejak sesar
Lava hasil erupsi Gunung Slamet tua cukup luas di lapangan dijumpai berupa breksiasi, gores
penyebarannya. Batuan terobosan bersusunan garis sesar, zona hancuran, kelurusan bukit dan
andesit porfir terdapat di dua lokasi yaitu Gunung

Gambar 3. Peta Geologi Gunung Slamet hasil penyederhanaan dari Peta Geologi Lembar Purwokerto
dan Tegal (Djuri et al., 1996).

114
Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan, Vol.27, No.1, Juni 2017, 111 - 121


lembah, gawir yang lurus dan terjal serta kontak B
tajam antara satuan batuan. xE (1)
t
Menurut Situmorang (2008), struktur geologi
D
yang ada di kawasan Gunung Slamet adalah sesar xH J (2)
t
normal, sesar geser normal dan struktur depresi.
D q (3)
Formasi batuan yang terdapat di daerah Gunung
Slamet dan sekitarnya berdasarkan pembagian B 0 (4)
stratigrafi oleh Djuri et al. (1996) adalah Formasi
Pemali, Formasi Halang, Formasi Kumbang,
dengan E (V/m) adalah medan listrik H (A/m)
Formasi Tapak, Formasi Kalibiuk, Formasi
Glagah, Formasi Linggopodo, dan Endapan adalah medan magnetik, B (Weber/m2 atau T)

Vulkanik G. Slamet dan Aluvial. Urutan adalah induksi magnetik, D (C/m2) adalah
stratigrafi menurut Djuri et al. (1996) yang perpindahan muatan listrik dan q (C/m3) adalah
dikorelasikan dengan hasil penyelidik terdahulu
rapat muatan listrik. J adalah rapat arus dan
adalah sebagai berikut: satuan batuan vulkanik
tua, vulkanik muda, endapan lahar permukaan D / t (A/m2) adalah perpindahan arus terhadap
berumur Kuarter serta batuan sedimen Tersier. waktu.
Formasi Rambatan merupakan formasi tertua Amplitudo gelombang EM mengalami atenuasi
berumur Tersier yang ditutupi oleh endapan tipis secara eksponensial terhadap kedalaman ketika
batuan vulkanik erupsi Gunung Slamet tua melewati lapisan konduktif. Untuk dapat
maupun Slamet muda (Gambar 3). Formasi memperkirakan kedalaman penetrasi atau
Rambatan terdiri dari serpih, napal dan batu pasir kedalaman investigasi gelombang EM dapat
gampingan. digunakan besaran skin depth. Skin depth
didefinisikan sebagai kedalaman pada suatu
METODE medium homogen dimana amplitude gelombang
EM telah tereduksi menjadi 1/e dari
Metode Magnetotellurik (MT) amplitudonya di permukaan bumi (Grandis,
Metoda Magnetotellurik (MT) adalah metoda 2013). Nilai skin depth dipengaruhi oleh tahanan
pendugaan (sounding) elektromagnetik (EM) jenis batuan dan frekuensi yang digunakan dan
untuk mengetahui struktur tahanan jenis bawah dirumuskan sebagai berikut:
permukaan dengan cara melakukan pengukuran
2
pasif komponen medan listrik (E) dan medan (5)
magnet (H) alam yang berubah terhadap waktu. 0
Medan EM mempunyai kawasan frekuensi
dengan rentang band frekuensi panjang yang Dengan adalah tahanan jenis medium homogen,
mampu untuk investigasi dari kedalaman o adalah permeabilitas magnetik pada ruang
beberapa puluh meter hingga ribuan meter di hampa udara (4 x 10-7) dan adalah frekuensi
bawah muka bumi. Makin rendah frekuensi yang sudut.
dipilih makin dalam jangkauan penetrasi. Medan
EM tersebut ditimbulkan oleh berbagai proses Akuisisi Data
fisik yang cukup kompleks dengan spektrum Data yang digunakan pada penelitian merupakan
frekuensi yang sangat lebar 10-5 Hz-104 Hz data primer yang diperoleh di lapangan. Data
(Simpson dan Bahr, 2005) magnetotellurik yang terukur merupakan data
Informasi mengenai tahanan jenis yang dalam domain waktu (time series). Lokasi survei
terkandung dalam data MT dapat diperoleh dari magnetotellurik berada di Kawasan Guci,
penyelesaian persamaan Maxwell menggunakan Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi
model-model yang relatif sederhana. Sifat-sifat Jawa Tengah. Pengukuran data MT
perambatan gelombang EM didasarkan pada menggunakan alat MTU-5A produk dari Phoenix
persamaan Maxwell sebagai berikut: Geophysics, Kanada. Pengukuran dilakukan pada
sore hingga pagi hari selama + 12 jam, dengan
harapan pada waktu tersebut gangguan selama

115
Wardhana et al. / Pencitraan Tahanan Jenis Bawah Permukaan di Area Prospek Panas Bumi Gunung Slamet Berdasarkan
Data Magnetotelurik

pengukuran yang dapat mengurangi kualitas data


akan lebih kecil. Jumlah titik ukur MT pada
lintasan berarah timurlaut-baratdaya adalah 18
titik. Titik awal (A-01) mulai dari Pekandangan Pada model 2D magnetotellurik, tahanan jenis
di timurlaut melewati depresi Guci, Kalipedes bervariasi baik dalam arah horisontal maupun
sampai di depresi Batursari (A-18) di sebelah arah vertikal atau kedalaman. Medium bawah
baratdaya. permukaan dibagi menjadi blok-blok atau grid
Pengolahan Data dengan ukuran bervariasi dan tahanan jenis
masing-masing blok menggambarkan variasi
Pengolahan data magnetotellurik pada penelitian tahanan jenis secara 2 dimensi. Dekomposisi
ini menggunakan tiga perangkat lunak yaitu persamaan yang dihasilkan dengan
SSMT 2000, MT EDITOR dan WinGLink. memperlihatkan geometri model 2D
Proses dimulai dengan mengubah data mentah menghasilkan persamaan medan EM yang
yang berasal dari MT unit yang memiliki format diidentifikasi sebagai polarisasi transverse
domain waktu ke domain frekuensi electric (TE) dan transverse magnetic (TM).
menggunakan perangkat lunak SSMT 2000. Pada polarisasi TE medan listrik Ex dan medan
Setelah itu data dengan domain frekuensi diplot magnet Hy masing-masing sejajar dan tegak lurus
menjadi kurva tahanan jenis semu dan fase dengan arah struktur. Persamaan yang berlaku
terhadap frekuensi yang dilakukan pada adalah (Grandis, 2013):
perangkat lunak MT EDITOR. Pada tahap ini
grafik juga akan diperhalus untuk menghasilkan
sebuah kurva tahanan jenis semu dengan cara
menghilangkan setiap cuplikan data cross powers
yang mengandung noise. Selanjutnya pembuatan
model 2D secara inversi menggunakan perangkat
lunak WinGLink yang menghasilkan penampang
Model tahanan jenis 2-dimensi. Pada polarisasi (TM) medan magnet Hx dan
Secara umum, permasalahan inversi dapat medan listrik Ey masing-masing sejajar dan tegak
dituliskan dalam bentuk persamaan hubungan lurus dengan arah struktur. Persamaan yang
antara data dan parameter model yang dinyatakan berlaku adalah (Grandis, 2013):
oleh:
d = F(m) + e (6)
dengan d adalah vektor data, m adalah vector
model, e adalah vektor error dan F adalah fungsi
forward modelling. Pemecahan masalah
menggunakan algoritma nonlinear conjugate Persamaan medan EM untuk masing-masing
gradient (NLCG) dilakukan dengan mencari polarisasi khususnya untuk persamaan (9) untuk
solusi model yang meminimumkan fungsi medan listrik Ex dan persamaan (11) untuk
objektif , yang didefinisikan sebagai berikut medan magnet Hx didekati dengan persamaan
(Rodi dan Mackie, 2001): beda-hingga (finite difference) yang dapat
dinyatakan sebagai sistem persamaan linier (Rodi
dan Mackie, 2001). Pada polarisasi TE, terlebih
dimana adalah bilangan positif sebagai bobot dahulu dilakukan perhitungan medan listrik Ex
relatif antara kedua faktor yang diminimumkan, pada grid dan hasilnya digunakan untuk
dan W adalah faktor smoothness yang merupakan memperkirakan Hy melalui pendekatan
fungsi kontinyu model yang dapat dinyatakan diferensiasi secara numerik dari persamaan (10).
oleh turunan pertama atau turunan keduanya. Hal yang sama juga dilakukan untuk polarisasi
Penerapan metode NLCG untuk meminimumkan TM menggunakan persamaan (11) dan (12)
persamaan (7) adalah dengan pendekatan beda-hingga.

116
Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan, Vol.27, No.1, Juni 2017, 111 - 121

HASIL DAN PEMBAHASAN bahwa secara umum nilai tahanan jenis di daerah
panas bumi Gunung Slamet bervariasi antara 5
Nilai tahanan-jenis batuan di daerah panas bumi .m (warna merah) hingga 1500 .m (warna
dikontrol erat oleh dua faktor utama yaitu jenis ungu). Batuan dasar dicirikan dengan nilai
batuan dan kondisi suhu batuan. Makin keras dan tahanan jenis lebih besar dari 1000 .m (warna
kompak batuan maka makin tinggi nilai tahanan- biru-ungu) dengan kedalaman mulai dari 2500
jenis batuan atau makin resistif batuan. Pada meter di bawah permukaan. Lapisan di atasnya
kondisi batuan kering dan panas nilai tahanan didominasi dengan batuan bernilai antara 10
jenis batuan juga tinggi (Sumintadireja et al., hingga 1000 .m (warna kuning ke biru). Pada
2010). beberapa tempat di bawah titik ukur MT terlihat
Untuk melihat konfigurasi tahanan jenis bawah keberadaan nilai tahanan jenis lebih rendah dari
permukaan dibuat lintasan MT berarah timurlaut- 10 .m (warna merah-jingga).
baratdaya terdiri dari 18 titik MT membentang Pada penampang tahanan jenis MT hasil
sepanjang kurang lebih 9 kilometer (Gambar 4). pemodelan 2-dimensi (Gambar 4), dilengkapi
Lintasan dimulai sekitar satu kilometer dari dengan struktur geologi berdasarkan hasil
depresi Guci (titk A-01) yaitu dari daerah penafsiran foto udara Situmorang (2008).
Pakandangan melalui Guci, Dukuhtengah, Morfologi batuan dasar dengan nilai tahanan
Kalipedes/ Sigedong dan berakhir di baratdaya di jenis lebih besar dari 1000 .m (warna biru)
daerah depresi Batursari/ Anggrang. Depresi tampak miring ke arah timurlaut mengikuti
Guci berada kurang lebih antara titik A-03 hingga topografi permukaan dengan kedalaman antara
A-06 dengan pusat berada antara titik A-04 dan 2000 hingga 2500 meter di bawah permukaan
A-05. Penampang tahanan jenis batuan hasil tanah. Di bawah depresi Batursari dan
pemodelan MT 2-dimensi memperlihatkan Sudikampir, batuan dasar membentuk tonjolan.

Gambar 4. Penampang tahanan jenis 2-dimensi.

117
Wardhana et al. / Pencitraan Tahanan Jenis Bawah Permukaan di Area Prospek Panas Bumi Gunung Slamet Berdasarkan
Data Magnetotelurik

Tonjolan batuan dasar tersebut mengindikasikan Batumirah (A-07 sampai A-12) di permukaan
telah terjadinya terobosan hidrotermal menuju tidak ditemukan batuan ubahan dan kemunculan
permukaan. mata air panas tetapi di bawah permukaan
menunjukkan adanya nilai tahanan jenis rendah
Kelompok nilai tahanan-jenis lebih kecil dari 10
(lapisan konduktif). Kemungkinan disebabkan
.m terlihat muncul dengan variasi intensitas
adanya lava tebal sebagai lapisan impermeabel
(warna merah-jingga) seperti membentuk lapisan
yang menutupinya sehingga tidak muncul mata
konduktif di bagian tengah hingga timurlaut
air panas di permukaan. Kedua, di bawah depresi
lintasan (garis hitam putus-putus). Lapisan
Batursari/ Anggrang (A-16 hingga A18) tidak
konduktif ini bisa jadi merupakan batuan ubahan
terlihat adanya nilai tahanan jenis rendah (lapisan
(altered rocks) karena adanya proses hidrotermal
konduktif) padahal di utaranya muncul mata air
yang masuk ke dalam batuan tersebut atau hanya
panas Kalipedes maupun batuan ubahan. Hal ini
karena adanya zona rekahan (fractures) dalam
kemungkinan karena adanya perbedaan litologi
batuan yang dikontrol oleh struktur karena
batuan antara bagian baratdaya dan timurlaut
adanya kegiatan gunungapi. Lapisan konduktif
yang mempengaruhi intensitas alterasinya dan
ini tampak jelas berada di bawah titik MT mulai
keduanya dibatasi sesar geser Sigedong sebagai
dari titik A-01 sampai A-12, dengan kedalaman
pengontrolnya. Ketiga, top lapisan sedimen
bervariasi. Dari arah timurlaut (Pekandangan),
Tersier berdasarkan penampang geologi (Gambar
lapisan konduktif ini berada pada kedalaman 500
5) pada Lintasan MT memotong lapisan
meter dan mendangkal kearah Guci. Dalam
konduktif. Ini menunjukkan bahwa alterasi
depresi Guci lapisan konduktif berada dekat
hidrotermal terjadi juga pada batuan sedimen dari
permukaan dan menerus sampai Batumirah. Dari
Formasi Rambatan yang terdiri dari serpih dan
data lapangan pada zona depresi Guci ditemukan
napal.
batuan ubahan dan mata air panas. Lapisan
konduktif ini berakhir ketika memasuki Manifestasi panas bumi seperti keluarnya mata
Kalipedes di Desa Sigedong dan tidak muncul di air panas dan terdapatnya batuan ubahan di
bagian baratdaya. Adanya sesar geser menganan daerah Guci merupakan salah satu data
di sekitar titik A-12 dan A-13 nampaknya pendukung keberadaan sumber panas di daerah
merupakan pembatasnya. Di daerah ini terdapat tersebut. Sehingga diharapkan aliran air panas
mata air panas Sigedong/ Kalipedes yang bersifat up-flow bukan out-flow. Namun,
kemunculannya dikontrol oleh sesar tersebut. hasil geokimia oleh Surmayadi (2014) dan
Nurohman et al. (2015) menunjukkan bahwa air
Kelompok nilai tahanan jenis antara 10 sampai
panas di daerah Guci dan Kalipedes merupakan
225 .m (warna kuning-hijau) yang hadir
tipe air bikarbonat yang terbentuk pada zona out
dibawah zona konduktif (tahanan jenis <10 .m)
flow dari sistem panas bumi Gunung Slamet.
diidentifikasi sebagai lapisan batuan yang
Suhu air pada mata air panas berkisar 35 oC51oC
kemungkinan berperan sebagai reservoir panas
dan pH = 6,87,9 atau relatif netral. Air panas
bumi. Batuan yang bersifat poros dan permeabel
yang muncul di permukaan berasal dari zona out
yang menyimpan panas cenderung memiliki
flow reservoir panas bumi dan mengalami proses
tahanan jenis yang cukup tinggi (resistif). Pada
pencampuran dengan batuan dan air meteorit
Lintasan, lapisan ini berada pada kedalaman 1600
selama perjalanannya ke permukaan, dengan
meter di ujung timurlaut lalu ke arah baratdaya
pergerakan dominan arah lateral. Dengan kata
mendangkal menjadi 700 meter di bawah titik A-
lain bahwa reservoir dan sumber panas berada
08 dan sekitar 1000 meter di bawah titik A-12.
cukup jauh dari lokasi penelitian.
Diduga sebagaian batuan vulkanik Gunung
Slamet yang bersifat poros dan permeabel dan Menurut Situmorang (2008), ketebalan batuan
batuan sedimen Tersier yaitu batupasir vulkanik Gunung Slamet untuk daerah ini tidak
gampingan dari Formasi Rambatan berperan lebih dari 1000 meter seperti pada penampang
sebagai batuan reservoir panas bumi Gunung geologi (Gambar 5). Di daerah Guci ketebalan
Slamet. batuan vulkanik Gunung Slamet sekitar 600
meter bahkan untuk daerah Sigedong hanya 350
Pada lintasan ini ada beberapa hal yang menjadi
meter. Penampang tahanan jenis MT (Gambar 4)
catatan. Pertama, di daerah Sudikampir dan
menunjukkan reservoir panas bumi yang ditandai

118
Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan, Vol.27, No.1, Juni 2017, 111 - 121

Gambar 5. Penampang geologi Lintasan MT.

dengan nilai tahanan jenis antara 10 sampai 225 flow. Namun pendapat ini perlu kajian yang lebih
.m, rata-rata berada pada kedalaman lebih dari mendalam terutama dengan melakukan pemetaan
800 meter. Oleh karena itu, kemungkinan besar geologi dan geokimia yang lebih rinci.
yang menjadi reservoir panas bumi selain dari
Dari kajian terhadap hasil penelitian MT yang
batuan vulkanik Gunung Slamet adalah batupasir
dikombinasikan dengan hasil kajian data
gampingan dari Formasi Rambatan yang berumur
sekunder berupa hasil analisis geokimia dan
Tersier. Karena reservoir mengandung
geologi meunjukkan bahwa daerah depresi Guci
karbonatan, maka hasil analisisi kimia oleh
merupakan daerah potensial sebagai suatu sistem
Surmayadi (2014) dan Nurrohman et al. (2014)
panas bumi Gunung Slamet. Di daerah Guci
pada mata air panas untuk daerah Guci yang
banyak ditemukan mata air panas dan batuan
menunjukkan kandungan HCO3 tinggi (tipe air
ubahan sebagai penenda adanya sumber panas di
bikarbonat) belum tentu menunjukkan tipe aliran
bawahnya. Hasil MT menunjukkan adanya
out flow, bisa jadi merupakan up flow.
kondisi ideal sistem panas bumi di mana adanya
Kemungkinannya bahwa reservoir maupun
lapisan penudung yang dicirikan munculnya
sumber panas berada dekat di lokasi penelitian
lapisan konduktif yang menutupi lapisan dengan
dan bukan berasal dari tempat lain.
tahanan jenis sedang-cukup tinggi sebagai
Meningkatnya kandungan bikarbonat
reservoir panas bumi dan di bawahnya ada
kemungkinan karena reaksi dengan batupasir
tonjolan batuan dasar yang dicirikan dengan
gampingan pada reservoir dan bukan karena
tahanan jenis tinggi sebagai sumber panas.
proses pencampuran selaman perjalanan ke
Diperkiraan kedalaman top lapisan reservoir
permukaan. Fakta lainnya adalah dari model MT,
berdasarkan penampang tahanan jenis adalah
tahanan jenis tinggi yang berasosiasi dengan
antara 750 sampai 1600 meter, dengan perkiraan
batuan dasar sebagai sumber panas juga
ketebalan 600 sampai 1000 meter.
memperlihatkan adanya tonjolan, dengan
kedalaman lebih dangkal dari lokasi lainnya. Ini KESIMPULAN
menunjukkan sumber panas berada dekat dengan
permukaan. Atas dasar hal tersebut, diperkirakan Dari penampang tahanan jenis MT, sebaran nilai
bahwa aliran fluida panas pada sistem panas bumi tahanan jenis <10 m yang menyebar dari
Gunung Slamet di kawasan Guci merupakan up Pekandangan di timurlaut menuju Kalipedes,

119
Wardhana et al. / Pencitraan Tahanan Jenis Bawah Permukaan di Area Prospek Panas Bumi Gunung Slamet Berdasarkan
Data Magnetotelurik

mulai dari titik A-01 sampai titik A-12, diduga Ismayanto, A.F., Fatah., T.A., Setiawan, I., dan
sebagai lapisan batuan penudung (caprock), Sudarsono, 2007. Interpretasi Struktur
sebagian besar berasosiasi dengan batuan Jawa Dari Relief Shaded Gravity.
Gunungapi Slamet dan batuan serpih dan napal Bandung, Seminar Geoteknologi.
dari Formasi Rambatan yang berumur Tersier. Kasbani, 2014. Statistik Energi Terbarukan.
Sebaran anomali tahanan jenis antara 10-225 m Direktorat Jenderal Energi Baru
yang mulai muncul di kedalaman 750 m hingga Terbarukan, dan Konservasi Energi,
1600 m di bawah permukaan diduga merupakan Kementerian Energi dan Sumber Daya
reservoir, yang kemungkinan berasosiasi dengan Mineral (KESDM), Jakarta.
batuan vulkanik Gunung Slamet. Lapisan ini
Nurohman, H., Bakti, H., and Indarto, S., 2015.
boleh jadi merupakan lapisan batu pasir
Geochemistry of Hot Water And
gampingan dari Formasi Rambatan yang lulus air
Interpretation of Permeable zone Aster-
dan berpori. Perkiraan ketebalan reservoir adalah
GDEM And Radon Concentration in
antara 600 sampai 1000 meter. Sebaran tahanan
Mount Slamet, Central Java, Indonesia,
jenis dengan nilai lebih dari 1000 m yang
Proceedings, 4th ITB Geothermal
berada di kedalaman mulai 2500 m di bawah
Workshop 2015, Institut Teknologi
permukaan tanah diduga merupakan lapisan
Bandung, Bandung, Indonesia, March
batuan dasar sebagai sumber panas. Batuan dasar
16-20.
ini membentuk tonjolan di bawah Sudikampir
dekat depresi Guci yang menunjukkan adanya Permana, H., Sudarsono, dan Indarto, S. 2014.
sumber panas yang dekat ke permukaan. Hal ini Studi Morfostratigrafi dan
menunjukkan bahwa daerah depresi Guci Morfostruktur: Studi Kasus Prospek
merupakan area potensial sistem panas bumi Lapangan Panasbumi Guci, Tegal, Jawa
Gunung Slamet. Tengah: Prosiding Pemaparan Hasil
Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi
UCAPAN TERIMAKASIH LIPI tahun 2014, 419-430.
Reswara, A., dan Sehah, S., 2014. Pendugaan
Ucapan terimakasih disampaikan kepada Kepala Lapisan Reservoir Panasbumi Di
Pusat Geoteknologi LIPI. Kepada Kelompok Kawasan Gunungapi Slamet Dengan
Penelitian Gempabumi dan Geodinamika terima Memanfaatkan Data Anomali Medan
kasih atas kerjasamanya terutama dalam diskusi- Gravitasi Citra Satelit. Berkala Fisika,
diskusi yang memperkaya tulisan ini. Tak lupa 17(2), 4554.
kami sampaikan penghargaan dan terimakasih
Rodi, W., dan Mackie, R. L., 2001. Nonlinear
kepada seluruh teknisi Lab. Geofisika yang telah
conjugate gradients algorithm for 2-D
menyiapkan peralatan dan fasilitas dalam
magnetotelluric inversion. Geophysics,
pengambilan dan pengolahan data.
66(1), 174-187.
DAFTAR PUSTAKA Simpson, F., dan Bahr, K., 2005. Practical
Magnetotellurics. Cambridge University
Anderson E., Crosby, D., Ussher, G., 2000. Press, USA.
Bulls-eye! Simple resistivity imaging to Situmorang, T., 2008. Laporan Pekerjaan:
reliably locate the geothermal reservoir: Interpretasi Foto Udara dan Landsat,
Proceedings world geothermal congress. WKP Panasbumi Guci, Jawa Tengah
Kyushu-Tohoku. Japan., 909914. (non-publikasi).
Djuri, M., Samodra, H., Amin, T.C., dan Gafoer, Surmayadi, M., 2014. Geokimia Panas Bumi
S., 1996. Peta Geologi Lembar Gunung Slamet, Jawa Tengah. Prosiding
Purwokerto dan Tegal, Jawa. Skala Seminar Nasional Fakultas Teknik
1:100.000. Pusat Survei Geologi. Geologi, Bandung 24 Mei 2014.
Bandung.
Sumintadireja, P., Suhanto, E., and Kasbani,
Grandis, H., 2013. Metoda Magnetotellurik 2010. Jaboi Geothermal Field Boundary,
(MT). Institut Teknologi Bandung, Nangroe Aceh Darussalam, based on
Bandung.

120
Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan, Vol.27, No.1, Juni 2017, 111 - 121

Geology and Geophysics Exploration


Data. Jurnal Geoaplika, 5(1), 011015.
Ushijima, K., Mustopa, E.J., Jotaki, H., and
Mizunaga, H., 2005. Magnetotelluric
Soundings in the Takigami Geothermal
Area, Japan. Proceedings World
Geothermal Congress 2005, Antalia,
Turkey.

121