You are on page 1of 14

PRAKTIKUM MESIN-MESIN LISTRIK 2

MODUL 1 Dan MODUL 2


MOTOR DC PENGUAT LUAR TANPA BEBAN dan
MOTOR DC PENGUAT LUAR BERBEBAN

Disusun oleh :
Nama : Muhamad Irfan khoiri
NIM : 3332140478
Kelompok : ST-4

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
CILEGON
2017
BAB I
METODOLOGI PENELITIAN

1.1 Prosedur Percobaan Modul 1


1. Membuka Simulink pada MATLAB
2. Membuat lembar kerja baru dengan cara klik icon New
3. Pada jendela Simulink Library Browser, memilih SimPowerSystem
Machines kemudian mendrag DC Machine ke lembar kerja
4. Mengklik 2x pada DC Machine
5. Pada tab configuration, memilih preset model nomer 2 dan pada
Mechanical Input pilih Torque TL, kemudian klik OK
6. Membuka Simulink Library Browser kembali,
a. Memasukkan Constant dengan cara klik Simulink Commonly Used
Blocks
b. Memasukkan Gain dengan cara klik Simulink Commonly Used
Blocks
c. Menglik 2x Gain, kemudian isikan rumus Rad to RPM
60/(2*3.14).(1)
d. Memasukkan Bus Selector dengan cara klik Simulink Commonly
Used Blocks
e. Menyambungkan Bus Selector ke output pada DC Machine (m),
kemudian
f. Mengklik 2x Bus Selector
g. Pada Jendela Bus Selector, memilih semua parameter yang terdapat
pada kolom sebelah kiri, kemudian klik select.
h. Memasukkan DC Voltage Source dengan cara klik SimPowerSystem
Electrical Source DC Voltage Source
i. Memasukkan Voltage Measurement dengan cara klik
SimPowerSystem Measurement Voltage Measurement
j. Memasukkan Current Measurement dengan cara klik
SimPowerSystem Measurement Current Measurement
k. Memasukkan Display dengan cara klik Simulink Sinks Display
l. Memasukkan Scope dengan cara klik Simulink Sinks Scope
7. Memasukkan Power GUI dan rubahlah jenis sinyal menjadi diskrit

Gambar 1.1 Percobaan Motor DC Penguat Luar Tanpa Beban


1.2 Prosedur Percobaan Modul 2
1. Membuka Simulink pada MATLAB
2. Membuat lembar kerja baru dengan cara klik icon New
3. Pada jendela Simulink Library Browser, memilih SimPowerSystem
Machines kemudian mendrag DC Machine ke lembar kerja
4. Mengklik 2x pada DC Machine
5. Pada tab configuration, memilih preset model nomer 2 dan pada
Mechanical Input pilih Torque TL, kemudian klik OK
6. Membuka Simulink Library Browser kembali,
m. Memasukkan Constant dengan cara klik Simulink Commonly Used
Blocks
n. Memasukkan Gain dengan cara klik Simulink Commonly Used
Blocks
o. Menglik 2x Gain, kemudian isikan rumus Rad to RPM
60/(2*3.14).(1)
p. Memasukkan Bus Selector dengan cara klik Simulink Commonly
Used Blocks
q. Menyambungkan Bus Selector ke output pada DC Machine (m),
kemudian
r. Mengklik 2x Bus Selector
s. Pada Jendela Bus Selector, memilih semua parameter yang terdapat
pada kolom sebelah kiri, kemudian klik select.
t. Memasukkan DC Voltage Source dengan cara klik SimPowerSystem
Electrical Source DC Voltage Source
u. Memasukkan Voltage Measurement dengan cara klik
SimPowerSystem Measurement Voltage Measurement
v. Memasukkan Current Measurement dengan cara klik
SimPowerSystem Measurement Current Measurement
w. Memasukkan Display dengan cara klik Simulink Sinks Display
x. Memasukkan Scope dengan cara klik Simulink Sinks Scope
7. Memasukkan Power GUI dan rubahlah jenis sinyal menjadi diskrit

Gambar 1.2 Percobaan Motor DC Penguat Luar Berbeban


BAB II
TUGAS
1.1 Tugas Tambahan
1. Jelaskan perbedaan antara Motor AC dan Motor DC!
Jawab:
Ada dua jenis utama motor listrik:
Ada arus searah atau DC dan motor bolak atau AC. Referensi dari DC
atau AC mengacu pada bagaimana arus listrik ditransfer melalui dan dari motor.
Kedua jenis motor memiliki fungsi yang berbeda dan menggunakan.
Dc motor datang dalam dua jenis umum. Mereka dapat memiliki kuas atau
menjadi brushless. Motor AC juga datang dalam dua jenis yang berbeda. Mereka
dapat dua fase atau tiga fase. Perbedaan DC dan motor AC kadang-kadang halus
tetapi perbedaan ini adalah apa yang membuat satu jenis yang lebih baik untuk
penggunaan tertentu.
Arus searah atau DC motor listrik bekerja untuk situasi di mana kecepatan
perlu dikontrol. DC motor memiliki arus stabil dan berkesinambungan. Motor DC
adalah motor pertama dan paling awal digunakan. Mereka menemukan
bagaimanapun untuk tidak menjadi bagus dalam menghasilkan tenaga lebih
panjang panjang. Perusahaan listrik ditemukan dengan menggunakan motor DC
untuk menghasilkan listrik tidak bekerja karena kekuasaan itu hilang karena listrik
ditransmisikan. Brush motor DC menggunakan cincin yang melakukan arus dan
membentuk drive magnetik yang kekuatan rotor. Brushless
DC motor menggunakan switch untuk menghasilkan drive magnetik yang
kekuatan rotor. Motor arus searah sering ditemukan dalam peralatan sekitar
rumah.
Alternating current atau AC motor listrik digunakan berbeda berdasarkan
pada jenis motor AC itu. Single phase motor AC dikenal sebagai motor tujuan
umum. Mereka bekerja dengan baik dalam berbagai situasi. Motor-motor AC
bekerja besar untuk sistem yang sulit untuk memulai karena mereka
membutuhkan banyak tenaga di depan. Tiga fase juga disebut
polyphase motor AC biasanya ditemukan dalam pengaturan industri. Motor ini
juga sudah tinggi mulai membangun kekuatan mengirimkan tingkat lebih rendah
dari daya keseluruhan. Listrik AC mendapatkan namanya dari fakta bahwa itu
bergantian berkuasa. Jumlah daya yang dilepaskan oleh motor AC ditentukan
oleh jumlah daya yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem.
DC dan AC motor listrik ditemukan di mana-mana dari rumah ke mobil
untuk tanaman industri. Motor penting bagi kehidupan sehari-hari.
Dc motor diperkenalkan dan menyebabkan sebuah revolusi besar dalam cara
banyak hal yang dilakukan. Ketika motor AC datang di pasar dengan
cara motor yang melihat berubah karena potensi kekuatan luar biasa mereka
mulai. Motor DC dan motor AC berbeda dalam banyak hal tetapi mereka masih
keduanya usede kekuasaan dunia.
BAB III
ANALISA

3.1 Analisa percobaan Motor Dc penguat luar tanpa beban


Berdasarkan percobaan Motor Dc penguat luar tanpa beban, didapatkan
data hasil pengamatan sebagai berikut:
Tabel 3.1 Hasil pengamatan untuk Vf tetap dan Vt berubah
Vt (Volt) Ia (A) Vf (Volt) If (A) N (rpm)
70 4,578 50 0,3333 1544
80 5,233 50 0,3333 1765
90 5,888 50 0,3333 1985
100 6,542 50 0,3333 2206
110 7,197 50 0,3333 2426
Tabel 3.2 Hasil pengamatan untuk Vf berubah dan Vt tetap
Vt (Volt) Ia (A) Vf (Volt) If (A) N (rpm)
90 12,59 40 0,2667 2335
90 5,888 50 0,3333 1985
90 3,647 60 0,4 1687
90 2,654 70 0,4667 1459
90 2,041 80 0,5333 1283

hal-hal yang dapat dianalisa, di antaranya:


A. Hubungan karakteristik antara Arus jangkar (Ia), Arus medan (If) dan
juiga kecepatan putaran (n(rpm)) dengan tegangan terminal (Vt)
a. Arus Jangkar dengan Tegangan terminal (Vt)

Grafik karakteristik
8,000
110, 7,197
Arus Jangkar (Ia)

6,542
6,000 5,888
5,233
4,578
4,000

2,000 Ia

0
0 20 40 60 80 100 120
Tegangan Terminal (Vt)

Gambar 3.1 Grafik karakteristik hubungan antara arus jangkar (Ia) dan Tegangan
terminal (Vt)
Dari grafik di atas didapatkan hasil bahwa nilai Arus jangkar(Ia)
berbanding lurus dengan nilai tegangan terminal (Vt), artinya semakin besar nilai
Vt maka nilai Ia akan semakin besar pula. Hasil tersebut sesuai dengan teori
hokum ohm bahwa besarnya nilai tegangan berbanding lurus dengan nilai arus.

b. Kecepatan putar (Nrpm) dengan Tegangan terminal (Vt)

Grafik karakteristik
3000
Kecepatan Putaran (rpm)

2500 2426
2206
2000 1985
1765
1500 1544
1000 N(rpm)
500
0
0 50 100 150
Tegangan Terminal (Vt)

Gambar 3.2 Grafik karakteristik hubungan antara kecepatan putar Nrpm dan
Tegangan terminal (Vt)

Dari grafik di atas didapatkan hasil bahwa nilai kecepatan putaran (Nrpm)
berbanding lurus dengan nilai tegangan terminal (Vt), artinya semakin besar nilai
Vt maka nilai Nrpm akan semakin besar pula.
c. Arus medan (If) dengan Tegangan terminal (Vt)

Grafik Karakteristik
1
Arus Medan (If)

0.8
0.6
0.4
0.2 0 0 0 0110, 0 If
0
0 50 100 150
Tegangan Terminal (Vt)

Gambar 3.3 Grafik karakteristik hubungan antara arus medan (If) dan Tegangan
terminal (Vt)
Berdasarkan grafik pada gambar 3.3 di atas didapatkan grafik
karakteristik yang lurus (tetap), ini terjadi karena nilai arus medan tidak
terpengaruh oleh kecil besarnya nilai tegangan terminal. Nilai arus medan
terpengaruh oleh besarnya nilai tegangan medan dan tahanan medan yang
digunakan pada percobaan. Secara perhitungan dapat dibutikn dengan rumus
hokum ohm, diketahuihambatan medan (Rf) = 150 ohm dan Vf= 50 volt, maka If
= Vf/Rf = 50/150 = 0,3333 A.

B. Hubungan karakteristik antara Arus jangkar (Ia), Arus medan (If) dan
juiga kecepatan putaran (n(rpm)) dengan tegangan medan (Vf)
a. Arus jangkar (Ia) dengan Tegangan Medan (Vf)

Grafik karakteristik
14
12 12.59
Arus Jangkar (Ia)

10
8
6 6
4 Ia (A)
4
2 3 2
0
0 20 40 60 80 100
Tegangan Medan (Vf)

Gambar 3.4 Grafik karakteristik hubungan antara arus jangkar (Ia) dan Tegangan
medan (Vf)

Grafik di atas menunjukan grafik yang menurun, karena karakteristik arus


jangkar akan cenderung meurun ketika tegangan medan semakin besar.
Grafik karakteristik
2500
2335
Kecepatan Putaran (Nrpm)
2000 1985
1687
1500 1459
1283
1000
N (rpm)
500

0
0 20 40 60 80 100
Tegangan Medan (V)

Gambar 3.5 Grafik karakteristik hubungan antara kecepatan putar Nrpm dan
Tegangan medan (Vf)

Pada grafik tersebut perubahan nilai kecepatan putar terhadap


beban berbanding terbalik, karena semakin besar nilai suatu beban atau
hambatan maka nilai arus yang mengalir akan semakin kecil sehingga
menyebabkan putaran yang dihasilkan akan semakin kecil pula.

Grafik karakteristik
0.6
0.5333
0.5
0.4667
Arus Medan (If)

0.4 0.4
0.3333
0.3
0.2667
0.2 If (A)
0.1
0
0 20 40 60 80 100
Tegangan Medan (Vf)

Gambar 3.6 Grafik karakteristik hubungan antara arus medan (If) dan Tegangan
medan (Vf)

Dari grafik di atas didapatkan hasil bahwa nilai Arus medan (If)
berbanding lurus dengan nilai tegangan medan (Vf), artinya semakin besar nilai
Vf maka nilai If akan semakin besar pula. Hasil tersebut sesuai dengan teori
hokum ohm bahwa besarnya nilai tegangan berbanding lurus dengan nilai arus.

C. Tegangan Armatur (Va)


Diketahui Va = Ia.Ra, dengan Ra = 0,78ohm

1) Pada Vf tetap

Ia= 4,578 A. Ia= 5,233 A.


= . = .
= 4,578 0,78 = 5,233 0,78
= 3,57 = 4,082

Ia= 5,888 A. Ia= 6,542 A. Ia= 7,197 A.


= . = . = .
= 5,888 0,78 = 6,542 0,78 = 7,197 0,78
= 4,6 = 5,103 = 7,174

2) Pada Vt tetap dan Vf berubah

Ia= 12,59A. Ia= 5,888 A.


= . = .
= 12,59 0,78 = 5,888 0,78
= 9,82 = 4,6

Ia= 3,647 A.
Ia= 2,654 A.
= .
= .
= 3,647 0,78
= 2,654 0,78
= 2,845
= 2,07

Ia= 2,041 A.
= .
= 2,041 0,78
= 1,592
3.2 Analisa percobaan Motor Dc penguat luar berbeban
Berdasarkan percobaan Motor Dc penguat luar berbeban, didapatkan data
hasil pengamatan sebagai berikut:
Tabel 3.3 Hasil pengamatan untuk Vf tetap dan Vt berubah
Beban N(rpm) If (A) Ia(A)
1,0 1943 0,3333 8,195
1,2 1935 0,3333 8,656
1,4 1927 0,3333 9,177
1,6 1918 0,3333 9,579
1,8 1910 0,3333 10,04
2,0 1902 0,3333 10,5

A. Hubungan karakteristik Arus jangkar (Ia), kecepatan putar (n), Arus


medan (If)

Grafik Karakteristik
1950
kecepatan putar (rpm)

1940 1943
1935
1930
1927
1920 1918
1910 1910
1900 1902
1890
0 0.5 1 1.5 2 2.5
Beban (Nm)

Gambar 3.7 Grafik karakteristik hubungan antara kecepatan putar Nrpm dan
Beban (Nm)

Pada grafik tersebut perubahan nilai kecepatan putar terhadap


beban berbanding terbalik, karena semakin besar nilai suatu beban akan
menyebabkan putaran yang dihasilkan akan semakin kecil pula.
Grafik karakteristik
0.35
Arus meda (If) 0.3
0.25
0.2
0.15
0.1 Arus medan
0.05
0
0 1 2 3
Beban (Nm)

Gambar 3.8 Grafik karakteristik hubungan antara arus medan (If) dan Tegangan
terminal (Vt)

Berdasarkan grafik pada gambar 3.8 di atas didapatkan grafik


karakteristik yang lurus (tetap), ini terjadi karena nilai arus medan tidak
terpengaruh oleh kecil besarnya nilai beban. Nilai arus medan terpengaruh oleh
besarnya nilai tegangan medan dan tahanan medan yang digunakan pada
percobaan. Secara perhitungan dapat dibutikn dengan rumus hokum ohm,
diketahuihambatan medan (Rf) = 150 ohm dan Vf= 50 volt, maka If = Vf/Rf =
50/150 = 0,3333 A.

Grafik karakteristik
15
Arus jangkar (Ia)

10

5
Arus jangkar
0
0 0.5 1 1.5 2 2.5
Beban (Nm)

Gambar 3.9 Grafik karakteristik hubungan antara arus jangkar (Ia) dan Tegangan
terminal (Vt)
Dari grafik di atas didapatkan hasil bahwa nilai Arus jangkar(Ia)
berbanding lurus dengan nilai beban (Nm), artinya semakin besar nilai beban
maka nilai Ia akan semakin besar pula.
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan percobaan motor dc penguat luar tanpa beban


1. Kecepatan putar berbanding terbalik dengan arus medan, semakin besar
arus medan akan mempengaruhi kecepatan putar yang semakin menurun.
2. Kecepatan putar berbanding lurus dengan arus jangkar, semakin besar arus
jangkar akan mempengaruhi kecepatan putar yang semakin cepat.
DAFTAR PUSTAKA

https://motorantik777.wordpress.com/2012/07/09/motor-perbedaan-antara-ac-dan-
dc-motor-listrik/