You are on page 1of 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam
bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan.
Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang
dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan
dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.
Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah
satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena
bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan
keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang
dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan
banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.
Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan
sampai sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk
bisa bertahan di dalam pangsa pasar. Oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang
dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan
produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu
memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Rumusan Masalah yang diangkat yaitu
1. Apa itu sistem informasi fungsional ?
2. Bagaimana evolusi konsep sistem informasi pemasaran ?
3. Bagaimana model sistem informasi pemasaran ?
4. Bagaimana penggunaan sisem informasi pemasaran oleh para manajer ?

1
1.3 TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan dari paper ini yaitu :
1. Untuk mengetahui sistem informasi fungsional
2. Untuk mengetahui evolusi konsep dari sistem informasi pemasaran
3. Untuk mengetahui model informasi pemasaran
4. Untuk mengetahui penggunaan sistem informasi pemasaran oleh para manajer

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 SISTEM INFORMASI FUNGSIONAL


Pengaruh organisasi fungsional sangat luas sehingga sistem informasi juga dapat
diorganisasikan secara fungsional. Sistem konseptual merupakan pencerminan sistem fisik
yang diwakilinya.

PRINSIP PRINSIP PEMASARAN


Banyak orang berpikir mengenai pemasaran dalam arti sempit. Namun, pemasar
mendefinisikannya sangat luas. Jadi, pemasaran adalah kegiatan perorangan dan organisasi
yang memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran yang memuaskan dalam
lingkungan yang dinamis melalui penciptaan, pendistribusian, promosi, dan penentuan harga
barang dan gagasan.
Strategi pemasaran terdiri dari campuran unsur-unsur yand dinamakan bauran
pemasaran yang meliputi produk, promosi, tempat, dan harga. Semua itu dikenal dengan 4P.
Produk (product) adalah apa yang dibeli oleh pelanggan untuk memuaskan keinginannya
atau kebutuhannya. Promosi (promotion) berhubungan dengan semua cara yang mendorong
penjualan produk, termasuk periklanan dan penjualan langsung. Tempat (place)
berhubungan dengan cara mendistribusikan produk secara fisik kepada pelanggan melalui
saluran distribusi. Harga (price) terdiri dari semua elemen yang berhubungan dengan apa
yang dibayar oleh pelanggan untuk produk itu.

2.2 EVOLUSI KONSEP SISTEM INFORMASI PEMASARAN


Pada tahun 1966 Profesor Philip Kotler dari Northwestern University menggunakan
istilah pusat saraf pemasaran untuk menggambarkan suatu unit baru di dalam pemasaran
yang mengumpulkan dan mengolah informasi pemasaran. Ia mengidentifikasi tiga jenis
informasi pemasaran, yaitu
1. Intelejen pemasaran yaitu informasi yang mengalir ke perusahaan dari lingkungan
2. Informasi pemasaran intern yaitu informasi yang dikumpulkan di dalam perusahaan
3. Komunikasi pemasaran yaitu informasi yang mengalir keluar dari perusahaan ke lingkungan

3
Jadi dapat didefenisikan sistem informasi pemasaran adalah sebagai suatu sistem
berbasis komputer yang bekerja sama dengan sistm informasi fungsional lain untuk
mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan
dengan pemasaran produk perusahaan.

2.3 MODEL SISTEM INFORMASI PEMASARAN

Gambar 1
Subsistem Input
1. Sistem Informasi Akuntansi : mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi
pemasaran perusahaan
2. Subsistem Penelitian Pemasaran : melakukan penelitian khusus mengenai operasi
pemasaran untuk tujuan mempelajari kebutuhan konsumen, dan meningkatkan efisiensi
pemasaran
3. Subsistem Intelijen Pemasaran : mengumpulkan informasi dari lingkungan perusahaan
yang berkaitan dengan operasi pemasaran.

4
Subsistem Output
Subsistem Output menyediakan informasi tentang subsistem itu sebagai bagian dari
bauran. Data yang digunakan oleh subsistem output berasal dari database.
1. Subsistem Produk : menyediakan informasi tentang produk perusahaan.
2. Subsistem Tempat : menyediakan informasi tentang jaringan distribusi perusahaan.
3. Subsistem Promosi : menyediakan informasi tentang kegiatan periklanan perusahaan
dan penjualan langsung.
4. Subsistem Harga : membantu manajer membuat keputusan harga.
5. Subsistem Bauran-Terpadu : memungkinkan manajer untuk mengembangkan strategi
yang mempertimbangkan dampak gabungan dari unsur-unsur tersebut. Contoh
informasi yang disediakan oleh subsistem bauran-terpadu adalah peramalan penjualan
(sales forecast) yang mempertimbangkan interaksi seluruh unsur-unsur bauran itu.

A SUBSISTEM INPUT
1. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Pemasaran berperan penting dalam SIA perusahaan dengan menyediakan data pesanan
penjualan. Data itu digunakan untuk menyiapkan informasi dalam bentuk laporan periodik
dan khusus. Data itu juga menyediakan input bagi model matematika dan sistem pakar.
1) Data untuk Persiapan Laporan Periodik
Contoh klasik tentang bagaimana informasi pemasaran disediakan oleh SIA adalah
analisis penjualan. Analisis penjualan adalah penelitian tentang kegiatan penjualan
perusahaan dalam hal produk apa yang terjual, pelanggan yang mana yang membeli produk
tersebut, dan wiraniaga yang mana yang menjualnya. Dengan mengurutkan produk yang
paling laku, manajer dapat memperhatikannya dan menyusun strategi untuk membuat
penjualannya lebih berhasil lagi.
2) Data untuk Persiapan Laporan Khusus
Sebagian besar data yang digunakan untuk menjawab database queries manajer berasal
dari data yang disediakan oleh SIA. Contoh seorang manajer dapat menggunakan 4GL untuk
menyiapkan laporan analisis penjualan dari produk yang terjual atau daftar wiraniaga dengan
keterampilan khusus.

5
3) Data untuk Model Matematika dan Sistem Pakar
Sebuah perusahaan akan menentukan model penentuan harga untuk memperkirakan
dampak perubahan harga terhadap profit. Semua informasi output dari model penentuan
harga dihasilkan dari data yang disediakan oleh SIA. Kuncinya adalah jika perusahaan tidak
memiliki SIA yang baik, perusahaan tidak dapat berharap untuk menyediakan informasi
yang baik untuk para pemecah masalahnya.

2. SUBSISTEM PENELITIAN PEMASARAN


Manajer pemasaran dapat menggunakan penelitian pemasaran untuk mengumpulkan
segala jenis informasi, tetapi sebagian besar kegiatan ditujukan pada pelanggan dan calon
pelanggan. Pemasar menggunakan istilah konsumen untuk menggambarkan kedua
kelompok itu.
1) Data Primer dan Sekunder
Terdapat dua jenis data dalampenelitian pemasaran, data primer dan data sekunder.
Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh perusahaan. Data sekunder adalah data yang
dikumpulkan oleh orang lain. Contoh data primer adalah data yang dikumpulkan oleh
wiraniaga perusahaan.
Menggunakan Penelitian Pemasaran untuk Mengumpulkan Data Sekunder
Beberapa data sekunder harus dibeli dan sering tersedia dalam bentuk pita magnetic
atau disket untuk memudahkan pemasukan ke dalam CBIS. Data sekunder lain, seperti
terdapat di perpustakaan dapat diperoleh secara cuma-cuma. Sistem pengambilan informasi
berbasis computer, tersedia di banyak perpustakaan, mengurangi waktu pengumpulan.
Daftar surat (mailing list) adalah contoh lain dari data sekunder. Daftar ini tersedia dalam
berbagai bentuk, termasuk pita magnetic, disket, label temple dan kartu indeks. Daftar ini
memungkinkan perusahaan membuat kontak dengan pasar sangat terpilih, biasanya dengan
surat langsung (direct mail).
Menggunakan Penelitian Pemasaran untuk Mengumpulkan Data Primer
Hampir tiap orang pernah didekati oleh seseorang yang melakukan survey. Suatu
survey mencakup menanyakan sejumlah orang dengan pertanyaan yang sama melalui
wawancara pribadi, telepon, atau surat. Jumlah responden mungkin relative sedikit, misalnya

6
30 atau agak besar misalnya beberapa ribu. Saat pengajuan pertanyaan, terdapat beberapa
teknik yang digunakan
- Wawancara Mendalam (In-Depth Interview). Waktu yang diperlukan untuk
wawancara lebih lama dari pada waktu yang digunakan oleh orang yang berpartisipasi dalam
survey. Juga, penekanan wawancara mendalam adalah mendapatkan penjelasan mengapa
konsumen bertindak demikian. Ini bertolak belakang dengan penekanan pada survey yaitu
apa yang konsumen lakukan.
- Pengamatan (Observation). Teknik ini mengamati perilaku tertentu atau juga
mencari bukti bahwa hal itu terjadi. Penelitian pemasaran sering mencatat plat nomor mobil
di tempat parkir pusat perbelanjaan untuk menentukan seberapa jauh orang itu mengemudi.
Ada kalanya peneliti juga memeriksa sampah orang untuk mempelajari produk apa yang
mereka beli.
- Pengujian Kendali (Controlled Experiment). Pemasar juga menerapkan teknik ini
dari ilmu fisika dan perilaku, dan pasar nyata maupun ruang kelas digunakan sebagai
laboratorium. Mahasiswa sering menjadi subyek dalam percobaan yang dirancang untuk
mengukur dampak dari suatu perlakuan tertentu (seperti jenis iklan tertentu) terhadap
perilaku (seperti kemampuan untuk mengingat iklan).
2) Perangkat Lunak Penelitian Pemasaran
Sampai beberapa tahun lalu hanya beberapa perusahaan besar yang dapat melakukan
riset pemasaran sendiri. Organisasi yang lebih kecil harus bergantung pada organisasi
penelitian atau tidak melakukannya. Sekarang, terdapat banyak perusahaan dan berbagai
paket perangkat lunak penelitian yang tersedia. Paket paket ini sebagian besar untuk
computer mikro, melaksanakan berbagai jenis aplikasi yang bervariasi dari membantu
pewawancara telepon hingga melakukan analisis statistik yang canggih. Ada juga paket yang
menghasilkan grafik dari penemuan riset. Peta berwarna merupakan cara yang popular untuk
menampilkan data riset yang berhubungan dengan area perdagangan.
Walaupun perangkat lunak membuat riset pemasaran dapat dilakukan oleh semua
perusahaan, ini bukan merupakan kunci bagi penelitian yang efektif. Kuncinya adalah
keahlian yang digunakan untuk merancang proyek penelitian dan menafsirkan
penemuannya. Jika keahlian tidak ada dalam perusahaan, keahlian itu dapat berasal dari

7
konsultan, atau perusahaan dapat mendaftarkan para pegawainya pada kursus penelitian
pemasaran.

3. SUBSISTEM INTELIJEN PEMASARAN


Tiap area fungsional bertanggung jawab untuk menghubungkan perusahaan dengan
elemen-elemen tertentu di lingkungan. Pemasaran memiliki tanggung jawab utama pada
pelanggan dan pesaing. Seperti area fungsional lainnya, pemasaran juga memiliki tanggung
jawab pada pemerintah.
SIA mengumpulkan data pelanggan, dan subsistem intelijen penelitian mengumpulkan
data pesaing. Pemasaran tidak bertanggung jawab untuk membuat arus keluar bagi pesaing
tetapi membuat arus masuk.
Istilah intelijen pemasar mungkin membuat kita membayangkan bahwa perusahaan
yang satu memata-matai perusahaan yang lain (disebut spionase industri atau industrial
espionage). Pekerjaan tersamar ini berlangsung di dunia bisnis kompetitif, tapi sedikit
kejadian yang telah dipublikasikan. Perusahaan enggan untuk melaporkan pencurian
informasi berharga karena takut merusak citra perusahaannya. Juga, pelanggaran ini sulit
untuk dituntut oleh yang berwajib.
Sama sekali tidak beralasan untuk melanggar hukum guna mendapatkan informasi
karena informasi sangat mudah didapatkan secara legal. Intelijen Pemasaran (marketing
intelligence) mengacu pada berbagai kegiatan yang etis yang dapat digunakan untuk
mendapatan informasi tentang pesaing.

B SUBSISTEM OUTPUT
1. SUBSISTEM PRODUK
Produk biasanya merupakan unsur pertama yang dijelaskan dalam bauran pemasaran.
Perusahaan memutuskan untuk menyediakan suatu produk untuk memenuhi kebutuhan
pasar tertentu.
1) Siklus Hidup Produk
Tugas manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi dan taktik untuk tiap unsur
dalam bauran pemasaran dan kemudian mengintegrasikannya menjadi suatu rencana

8
pemasaran yang menyeluruh. Suatu kerangka kerja yang disebut Siklus Hidup Produk
mengarahkan manajer dalam membuat keputusan.

Gambar 2
Periode pertama mendahului perkenalan produk, saat dibuat keputusan apakah
manajer akan mengembangkan dan memasarkan produk. Periode kedua mencakup waktu
saat berbagai strategi perlu dipertimbangkan untuk membuat penjualan tetap berjalan.
Periode terakhir adalah selama terjadi penurunan, maka bagi manajer penghapusan produk
merupakan suatu alternative pilihan.
2) Model Evaluasi Produk Baru
Keputusan untuk mengembangkan produk baru harus dipertimbangkan secara matang,
dengan dasar keuangan yang baik, dan dibuat oleh eksekutif. Perusahaan yang
memperkenalkan banyak produk baru mengembangkan suatu prosedur formal yang
mempertimbangkan factor-faktor seperti potensi tingkat keuntungan dan efisiensi
penggunaan sumber daya. Perusahaan dapat memiliki komite produk baru (new product
committee) yang melakukan fungsi seleksi dengan menggunakan movel evaluasi produk
baru untuk menghitung nilai bagi calon produk baru.

9
Gambar 3
Gambar di atas merupakan output dari model evaluasi produk baru. Dalam gambar
tersebut, calon produk baru dievaluasi baik dari segi produksinya maupun pemasarannya.
Produk baru yang dapat diterima adalah produk yang cocok dengan kemampuan produksi
dan pemasaran perusahaan.
Kriteria keputusan untuk mempertimbangkan aspek produksi dari calon produk
tampak di sebelah atas. Kriteria untuk aspek pemasaran tampak di sebelah tengah. Untuk
setiap kriteria produksi dan pemasaran, dimasukkan factor penimbang (weighting
factor/criteria weight) yang mencerminkan nilai pentingnya secara relative. Bagian tengah
dari table terdiri dari berbagai peringkat yang diterima oleh tiap kriteria, dari sangat baik
sampai sangat buruk. Tiap peringkat memiliki nilai, dari 10 untuk sangat baik hingga 2 untuk
sangat buruk. Dalam kolom di bawah peringkat didaftarkab probabilitas (P) produk baru
mencapai nilai peringkat yang ditunjukkan tiap kriteria tertentu.
Misalnya komite produk baru memutuskan bahwa probabilitas kinerja produk baru
menjadi sangat baik dalam hal dampaknya terhadap kapasitas pabrik adalah 0,2. Probabilitas
ini dikalikan dengan nilai 10 untuk peringkat sangat baik lalu menghasilkan nilai yang
diharapkan yaitu 2,0. Kolom kedua dari kanan berisi penjumlahan nilai yang diharapkan
untuk tiap kriteria, dan nilai ini dikalikan dengan bobot konerja yang sesuai untuk

10
mendapatkan angka pada kolom sebelah kanan. Total dari angka di sebelah kanan
menunjukkan nilai total sumber daya produksi sebesar 6,52 untuk produk baru tersebut.
Pertimbangan pemasaran juga dievaluasi dengan cara yang sama. Lalu, nilai
penggunaan produksi dan pemasaran dikalikan dengan bobot masing-masing yang terdapat
di bagian bawah gambar, dan ditambahkan nilai tertimbang. Total nilai 6,70 menggambarkan
penggunaan sumber daya produksi dan pemasaran untuk produk baru. Nilai yang serupa juga
dihitung untuk produk-produk lain yang sedang dipertimbangkan guna membantu eksekutif
membuat keputusan produk baru.

2. SUBSISTEM TEMPAT
Berbagai saluran distribusi yang digunakan perusahaan untuk menyalurkan produknya
ke konsumen merupakan unsur tempat dalam bauran pemasaran. Untuk beberapa perusahaan
saluran itu pendek yaitu penjual langsung kepada konsumen. Untuk operasi lainnya, saluran
itu panjang yaitu melalui jaringan perantara yang meliputu pedagang besar, pedagang
perantara dan penyalur.
Berikut adalah sumber daya yang mengalir melalui suatu saluran yang berupa
informasi dua arah yang menghubungkan semua peserta.
Gambar 4

11
Tiap anggota saluran harus mengetahui rincian arus produk ehubungan dengan peran
mereka dalam proses distribusi. Misalnya, produsen harus mengetahui tingkat harga yang
akan dibeli pedagang besar (grosir), tingkat harga yang dibeli pengecer dari pedagang besar,
dan tingkat harga yang akan dibeli konsumen dari pengecer. Hal ini merupakan suatu
kesalahan jika perusahaan manufaktur (produsen) terus memproduksi produk yang hanya
akan mengumpulkan debu di rak-rak pengecer.
Informasi umpan balik (feedback information) adalah informasi yang mengalir dengan
arah yang berlawanan dari arus material. Jika produsen mengharapkan umpan balik dari para
anggota saluran, maka sesuatu haris ditawarkan sebagai imbalannya. Mungkin kebutuhan ini
hanya informasi. Istilah informasi feedforward menjelaskan arus informasi kepada
konsumen. Informasi feedforward dari produsen kepada grosir dan pengecer dapat
mencakup pengumuman produk baru, alat bantu penjualan dan promosi, dan peramalan
permintaan. Informasi feedforward kepada konsumen dapat berupa petunjuk penggunaan,
kiat keselamatan dan garansi.
Subsistem tempat menyebabkan terjadinya suatu sistem saluran yang memungkinkan
informasi mengalir bebas di antara banyak perusahaan dengan berbasis computer.
Kemampuan ini disebut dengan electronic data interchange (EDI).

3. SUBSISTEM PROMOSI
Sangat sulit untuk menerapkan computer pada area promosi. Berbagai perusahaan
telah melakukan analisis penjualan sejak jaman dulu, tetapi laporan-laporan itu hanya
menyediakan gambaran masa lalu. Bahkan lebih sedikit yang dicapai dalam periklanan
karena sifat kreatifnya. Satu area promosi tempat computer dapat diterapkan adalah
komunikasi wiraniaga. Jika perusahaan ingin melengkapi tenaga penjualnya dengan cara
komunikasi yang fleksibel, hal ini dapat dicapai dengan computer mikro portable. Para
wiraniaga membawa computer portable saat mereka menjelajahi wilayahnya dan
menggunakannya untuk :
1) Bertanya (query) pada database untuk menjawab pertanyaan yang diajukan konsumen
tentang produk yang ingin dibeli (ketersediaan, harga, biaya pengiriman)
2) Memasukkan data pesanan penjualan ke dalam sistem pemasukan pesanan

12
3) Menyerahkan laporan panggilan (call reports) yang mengikhtisarkan tiap panggilan
penjualan, menspesifikasikan siapa yang dihubungi, apa yang dibahas, apa tujuan
penjualan selanjunya, dll. Dengan mudah laporan panggilan dapat dirancang sehingga
memuat ruang untuk mencatat intelijen persaingan.
Saat manajemen pemasaran memutuskan untuk menerapkan sistem komunikasi
elektronik tersebut, para wiraniaga perlu mengerti bagaimana penjual mereka akan
meningkat. Misalnya sistem dapat memberikan wiraniaga : (1) Informasi tentang calon
konsumen baru, (2) informasi tentang konsumen yang ada seperti pola historis dari
pembelian terdahulu, dan (3) informasi tentang produk yang paling menguntungkan untuk
dijual, dengan mempertimbangkan factor seperti tingkat komisi, bonus, dan kontes.
Semua informasi ini memungkinkan wiraniaga melakukan tugasnya dengan lebih baik.
Semua aspek merasakan keuntungannya, wiraniaga meningkatkan komisinya, perusahaan
meningkatkan penjualannya, serta konsumen menerima pelayanan dengan lebih baik.

4. SUBSISTEM HARGA
Area harga hampir mendekati area promosi dalam hal kesulitan dukungan keputusan,
tergantung dari kebijakan harga perusahaan.
1) Penentuan Harga Berdasarkan Biaya
Beberapa perusahaan menggunakan penentuan harga berdasarkan biaya dengan
menentukan biaya biaya mereka dan menambahkan mark-up yang diinginkan. Pendekatan
ini bersifat agak hati-hati. Anda mendapatkan untung yang diharapkan saat anda menjual
barang-barang tersebut, tetapi ada kemungkinan bahwa konsumen akan membayar lebih.
Jika perusahaan memiliki SIA yang baik, ketersediaan data biaya yang akurat membuat tugas
subsistem harga menjadi mudah untuk mendukung penentuan harga berdasarkan biaya.
2) Penentuan Harga Berdasarkan Permintaan
Kebijakan harga yang kurang berhati-hati adalah penentuan harga berdasarkan
permintaan, yang menerapkan harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh konsumen
terhadap produk. Kunci pendekatan ini adalah memperkirakan permintaan dengan teliti. Ini
memerlukan pemahaman yang baik tentang konsumen serta pasar, termasuk keadaan
ekonomi dan persaingan.

13
Saat perusahaan mengikuti penentuan harga berdasarkan permintaan, dukungan
computer dapat berupa model matematika. Model ini memungkinkan manajer untuk
memainkan permainan what if dalam menentukan tingkat harga yang memaksimumkan
profit tetapi tidak menaikkan intensitas kegiatan persaingan.

5. SUBSISTEM BAURAN-TERPADU
Subsistem bauran-terpadu mendukung manajer saat unsur-unsur bauran pemasaran
dikombinasikan untuk membentuk strategi tertentu. Ini dicapai dengan memproyeksikan
berbagai kemungkinan hasil dari berbagai kombinasi.
Penjelasan tentang subsistem bauran-terpadu jarang terdapat di dalam literature,
kenyataan yang mungkin lebih dikarenakan sukarnya tugas itu daripada keinginan
perusahaan untuk menjaga kerahasiaan. Model subsistem bauran-terpadu yang banyak
dipublikasi adalah BRANDAID yang dikembangkan oleh Profesor John D.C. Little dari
MIT.
BRANDAID mencakup beberapa submodel untuk periklanan, promosi, harga,
penjualan perorangan, dan distribusi eceran. BRANDAID merangsang kegiatan produsen
yang menjual ke konsumen melalui para pengecer dalam lingkungan yang kompetitif.

Gambar 5
Tanda panah penuh menggambarkan berbagai pengaruh yang mengalir dari perusaan
manufaktur (produsen), pengecer, pesaing dan lingkungan bisnis. Tanda panah terputus-

14
putus menggambarkan tanggapan terhadap berbagai pengaruh tersebut. Pendekatan dasar
dari model ini adalah memperkirakan dampak dari berbagai pengaruh pada penjualan
perusahaan manufaktur.

Gambar 6
Gambar diatas menunjukkan perilaku keempat variable; jika hanya satu yang aktif,
maka penjualan akan berfluktuasi seperti pada gambar.

Gambar 7
Sedangkan gambar ini menunjukkan pengaruh kombinasi seperti yang diproyeksikan
oleh model serta penjualan aktualnya

Namun model matematika tidak dapat menangani kejadian yang tak terduga. Hal ini
terjadi jika perusahaan yang menggunakan BRANDAID dilanda pemogokan, lalu diikuti

15
dengan tanggapan yang baik dan tak terduga atas penjualan paket baru. Efek dari pengaruh
ini dapat digambarkan sebagai berikut

Gambar 8
Model subsistem bauran-terpadu seperti BRANDAID dapat menjadi alat yang penuh
daya, tidak hanya bagi manajer pemasaran tapi juga bagi manajer lain dalam perusahaan.

2.4 PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN OLEH MANAJER


Manajer pemasaran menggunakan model sistem informasi pemasaran (MKIS) untuk
mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, memformulasikan bauran pemasarn, dan
membuat tindak lanjut sampai sejauh mana bauran ini diterima oleh konsumen. Salah satu contoh
bagaimana manajer menggunakan sistem informasi pemasaran adalah penelitian pada perusahaan
Fortune 500 memberikan gambaran yang baik mengenai cara raksasa-raksasa industri
menggunakan komputer sebagai alat pemasaran.
1. Manajer pemasaran menggunakan Sistem Informasi Pemasaran untuk mempelajari
kebutuhan dan keinginan konsumen, memformulasikan bauran pemasaran, dan membuat
tindak lanjut sampai sejauh mana bauran tersebut diterima oleh konsumen.
2. Para manajer lain dalam perusahaan juga menggunakan Sistem Informasi Pemasaran.
3. Kita telah mengetahui bahwa intelijen pemasaran menarik bagi perusahaan secara
keseluruhan dan bahwa eksekutif terlibat dalam penentuan harga.

16
4. Walaupun nama sistem informasi fungsional mengimplikasikan bahwa sisetm tersebut
hanya untuk menejer di area tersebut, output informasi juga dapat bernilai bagi manajer lain
yang ada dalam perusahaan.

17
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan materi diatas, adapun beberapa kesimpulan yang dapat penulis tarik yaitu:
1. Pengaruh organisasi fungsional sangat luas sehingga sistem informasi juga dapat
diorganisasikan secara fungsional. Sistem konseptual merupakan pencerminan sistem fisik
yang diwakilinya.
2. Pada tahun 1966 Profesor Philip Kotler dari Northwestern University menggunakan
istilah pusat saraf pemasaran untuk menggambarkan suatu unit baru di dalam pemasaran
yang mengumpulkan dan mengolah informasi pemasaran. Dapat didefenisikan sistem
informasi pemasaran adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang bekerja sama
dengan sistm informasi fungsional lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam
menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pemasaran produk perusahaan.
3. Model sistem informasi pemasaran terdiri dari 2 subsistem yaitu subsistem input dan
output. Subsistem input meliputi Sistem Informasi Akuntansi, Subsistem Penelitian
Pemasaran, dan Subsistem Intelijen Pemasaran. Subsistem Output terdiri dari Subsistem
Produk, Subsistem Tempat, Subsistem Promosi, Subsistem Harga, dan Subsistem bauran-
terpadu.
4. Manajer pemasaran menggunakan model sistem informasi pemasaran (MKIS) untuk
mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, memformulasikan bauran pemasarn, dan
membuat tindak lanjut sampai sejauh mana bauran ini diterima oleh konsumen.

18
DAFTAR PUSTAKA

McLeod Jr., Raymond dkk. 2004. Sistem Informasi Manajemen Edisi 8. Jakarta : INDEKS
http://thesimfour.blogspot.co.id/2014/11/sistem-informasi-pemasaran.html
Diunduh pada tanggal 9 April 2017
https://www.google.com/search?channel=fs&tbm=isch&q=arus+informasi+dua+arah&imgrc=q
M5gOYUOTFUArM:&ei=Ww_qWPC2NYH7vAT5oreQDQ&emsg=NCSR&noj=1#imgrc=qM
5gOYUOTFUArM
Diunduh pada tanggal 1 April 2017
https://www.google.com/search?q=model+evaluasi+produk+baru&client=ubuntu&hs=UDU&ch
annel=fs&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjGkv6u6ZbTAhVMsY8KHagWD84
Q_AUICSgC&biw=1366&bih=628#imgrc=acHhy6H8a79DSM:
Diunduh pada tanggal 1 april 2017
https://www.google.com/search?q=model+sistem+informasi+pemasaran&client=ubuntu&hs=8z
m&channel=fs&tbm=isch&imgil=XR6U56oEiArq9M%253A%253BFkqqKqpou8mswM%253B
https%25253A%25252F%25252Fmutiarakharisma.wordpress.com%25252Flalu-sistem-
informasi-
pemasaran%25252F&source=iu&pf=m&fir=XR6U56oEiArq9M%253A%252CFkqqKqpou8ms
wM%252C_&usg=__6vZUDzmz5VrnzaIeCdSq0aB64eE%3D&biw=1366&bih=628&ved=0ah
UKEwjUn-
K1zpbTAhXCs48KHTyVAvIQyjcILg&ei=rMLpWNSZDsLnvgS8qoqQDw#imgrc=JhE79bIHB
M2qLM:
Diunduh pada tanggal 1 april 2017
https://www.google.com/search?q=siklus+hidup+produk&client=ubuntu&hs=cZo&channel=fs&
source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiMrYH45JbTAhUZTY8KHRTdA9IQ_AUICCg
B&biw=1366&bih=628#imgrc=XPWxuJPpSZ42OM:
Diunduh pada tanggal 1 april 2017

19