You are on page 1of 7

MATERI : LINGKUNGAN EKSTERNAL PERUSAHAAN DAN FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI

Lingkungan eksternal adalah faktor-faktor diluar kendali perusahaan yang dapat


mempengaruhi pilihan arah dan tindakan, struktur organisasi, proses internal perusahaan
(Pearce II dan Robinson, Manajemen StrategisFormulasi, Implementasi, dan
Pengendalian). Pearce II dan Robinson (1997) membagi lingkungan eksternal menjadi 3
sub-kategori yang saling berkaitan yaitu : lingkungan jauh, lingkungan industri, dan
lingkungan operasional. Faktor-faktor yang ada dalam ketiga lingkungan tersebut saling
bersinergik dalam rangka membentuk dasar dari kemungkinan munculnya peluang dan
ancaman yang akan dihadapi dalam persaingan kompetitif suatu perusahaan.

I. Lingkungan Jauh

Faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan dan tidak berkaitan dengan
operasi suatu perusahaan merupakan faktor yang ada dalam faktor Lingkungan Jauh
(remote environment). Lingkungan jauh ini dapat memberikan peluang, ancaman,
ataupun batasan-batasan bagi suatu perusahaan. Faktor-faktor yang ada dalam
lingkungan ekternal ini adalah faktor ekonomi, sosial, politik, dan teknologi.

1. Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi berhubungan dengan sifat dan lingkungan dimana suatu


perusahaan itu melakukan kegiatan operasi, di pangsa pasar mana perusahaan ini
melakukan persaingan bisnis. Karena adanya pola konsumsi yang dinamis diakibatkan
oleh perbedaan tingkat kemakmuran dari berbagai segmen pasar, perusahaan harus
selalu memperhatikan kecenderungan ekonomi pada segmen yang akan memberikan
dampak terhadap kegiatan industri perusahaan tersebut.. Dalam bukunya yang
berjudul Manajemen StrategisFormulasi, Implementasi, dan Pengendalian, Pearce
II dan Robinson mengatakan bahwa baik pada tingkat nasional maupun
internasional, perusahaan harus mempertimbangkan ketersediaan kredit, tingkat
pendapatan bersih sesudah pajak, dan kecenderungan konsumsi. Suku bunga utama,
tingkat inflasi, dan tren pertumbuhan Produk Nasional Bruto merupakan faktor-faktor
ekonomi lain yang harus dipantau.
2. Faktor Sosial

Beberapa faktor yang mempengaruhi suatu perusahaan dilihat dari segi


sosial adalah faktor kepercayaan, sikap, opini, dan gaya hidup masyarakat yang
ada dalam lingkungan eksternal perusahaan. Faktor-faktor ini muncul karena
adanya perbedaan-perbedaan dalam lingkungan sosial secara umum seperti
perbedaan budaya, ekologi, demografi, agama, pendidikan, dan etnis. Ketika
terjadi perubahan pada pola sikap sosial maka secara langsung akan
mempengaruhi permintaan akan kebutuhannya, misalnya pakaian, buku, aktivitas
waktu luang, dan kebutuhan lainnya juga akan berubah.

Emansipasi wanita, merupakan salah satu perubahan sosial yang sudah


lazim di zaman yang modern ini. Dimana kaum wanita juga sudah bisa masuk
dalam berbagai kegiatan pengaktualisasian diri, misalnya menjadi wanita karir
dengan langsung terjun ke lapangan kerja. Hal ini akan memberikan dampak pada
perusahaan dalam hal kebijakan perekrutan, kompensasi, serta kapabilitas dari
sumber daya dalam perusahaan tersebut. Selain itu, karena para wanita
memutuskan untuk bekerja di lapangan otomatis akan jarang berada di rumah, dari
sini perusahaan bisa mengambil inisiatif untuk menciptakan permintaan akan
berbagai produk barang atau jasa yang dibutuhkan untuk menggantikan perannya
dirumah. Misalnya, perusahaan membuat jasa penitipan anak, menyediakan
makanan cepat saji, dan lain sebagainya.

Ada beberapa perubahan sosial mendasar menurut Pearce II dan


Robinson yaitu (1) tumbuhnya minat konsumen dan karyawan terhadap masalah
kualitas hidup dan (2) perubahan distribusi usia dari populasi.

3. Faktor Politik

Dalam merumuskan strategi perusahaan, manajer memperhatikan arah dan


stabilitas faktor politik sebagai pertimbangan utama. Faktor politik ini akan
menjadi penentu parameter-parameter dan aturan dimana perusahaan harus
beroperasi. Batasan politik yang dikenakan pada perusahaan biasanya
diberlakukan melalui keputusan tentang perdagangan yang adil, undang-undang
antimonopoli, program perpajakan, aturan upah minimum, kebijakan tentang
polusi dan penetapan harga, penambahan administratif, dan tindakan lain yang
dimaksudkan untuk melindungi karyawan, konsumen, masyarakat umum, dan
lingkungan. Dengan adanya batasan ini, maka akan berpengaruh terhadap
berkurangnya potensi laba perusahaan. Tidak semua tindakan politik akan bersifat
membatasi, ada pula tidakan yang memang dirancang dengan tujuan untuk
melindungi dan menguntungkan perusahaan, misalnya undang-undang paten,
subsidi pemerintah, dan dana penelitian produk.

4. Faktor Teknologi

Perusahaan sangat perlu untuk terus memantau perkembangan teknologi


yang saat itu telah mengalami perkembangan pesat. Hal ini dimaksudkan untuk
menghindari adanya teknologi yang sudah seharusnya diperbaharui tetapi
perusahaan belum mengetahui bahwa telah muncul versi yang lebih mudah dan
efisien. Perusahaan juga bisa melakukan inovasi terhadap teknologi yang sudah
dimiliki sesuai dengan kebutuhan perusahaanya. Selain itu, dengan munculnya
teknologi-teknologi kreatif terlebih pada masa sekarang ini, inovasi-inovasi yang
dihasilkan itu dapat memiliki ciri khas tersendiri dengan menggunakan beberapa
modifikasi-modifikasi.

Dalam faktor teknologi ini ada istilah yang disebut sebagai peramalan
teknologi (technological forecasting). Fungsi dari peramalan teknologi ini adalah
untuk membantu melindungi dan memperbaiki profitabilitas perusahaan dalam
industri yang sedang tumbuh. Dengan adanya fungsi ini, manajer strategis akan
waspada terhadap tantangan yang menghalangi dan peluang yang menjanjikan.
Hal yang menjadikan peramalan kemajuan teknologi ini penting bagi perusahaan
ada pada kemampuan untuk memprediksikan kapabilitas teknologi masa depan
dan dampak yang mungkin ditimbulkan secara akurat.

II. Lingkungan Industri

Di dalam lingkungan industri membahas mengenai kondisi umum persaingan


yang mempengaruhi seluruh bisnis yang menyediakan produk atau jasa serupa. Dalam
bukunya Prof. Harvard Michael E. Porter yang berjudul Competitive Stategy
konsep lingkungan industri dikaitkan dengan pemikiran strategik dan perencanaan
usaha. Perter menjelaskan lima faktor yang mempengaruhi persaingan dalam suatu
industri (Porter, 1995:4), yaitu masuknya pendatang baru, produk subtitusi, dan
persaingan antarperusahaan.

1. Masuknya Pendatang Baru

Munculnya suatu perusahaan baru dalam lingkup industri tertentu akan


tentunya akan membawa kapasitas baru dan keinginan untuk menguasai pangsa
pasar di lingkungan industri tersebut. Tingkat ancaman dari munculnya pendatang
baru ini dapat dilihat dari hambatan yang ada dan sikap dari para pesaing ketika
memutuskan untuk bergabung dalam lingkungan industrinya. Pendatang baru
tidak akan memberikan ancaman yang serius apabila hambatan yang dihadapi
ketika memasuki lingkungan industri cukup tinggi dan pendatang baru ini dapat
mengharapkan umpan balik yang keras dari para pesaing yang ada. Pearce II dan
Robinson dalam bukunya menyebutkan bahwa terdapat enam sumber utama
hambatan terhadap masuknya pendatang baru :

1) Skala Ekonomi
2) Diferensiasi Produk
3) Persyaratan Modal
4) Kerugian Biaya yang Tidak Dipengaruhi oleh Ukuran Perusahaan
5) Akses terhadap Saluran Distribusi
6) Kebijakan Pemerintah

2. Produk Subsitusi

Produk atau jasa subtitusi dapat membatasi potensi suatu industri dengan
cara menetapkan batas harga tertinggi dan dapat pula menyebabkan menurunnya
pertumbuhan serta laba perusahaan apabila produk dari perusahaan tidak mampu
meningkatkan kualitasnya dibandingkan dengan produk subtitusi. Produk subtitusi
yang secara strategis layak diperhatikan adalah :

1) Produk yang kualitasnya mampu menandingi produk industri.


2) Produk yang dihasilkan oleh industri yang menikmati laba tinggi.

Produk subtitusi mengambil kesempatan ketika tejadi persaingan yang


ketat antaranggota yang ada dalam suatu lingkup industri yang menyebabkan
turunnya harga atau naiknya kinerja, sehingga produk industri ini dapat mudah
diterima dan berkembang pesat.

3. Persaingan Antarperusahaan

Persaingan yang terjadi diantara perusahaan yang merupakan anggota


lingkup industri tertentu disebabkan oleh adanya perebutan posisi, bentuk
persainganya dilakukan dengan menggunakan taktik seperti persaingan harga,
pengenalan produk, dan iklan besar-besaran. Bentuk persaingan ini berkaitan
dengan beberapa faktor :

1) Adanya banyak pesaing atau pesaing yang ada memiliki ukuran dan kekuatan
yang hampir sama.
2) Pertumbuhan industri lambat, sehingga mempercepat perebutan pangsa pasar
yang melibatkan anggota-anggota yang ingin melakukan ekspansi.
3) Produk atau jasa yang ditawarkan kurang memiliki diferensiasi (perbedaan)
atau biaya menukar, yang dapat mengunci pembeli dan melindungi perusahaan
agar pelanggannya tidak direbut oleh pesaing.
4) Biaya tetap tinggi atau produknya tidak tahan lama.
5) Kapasitas biasanya ditambah dalam jumlah besar.
6) Hambatan untuk keluar sangat tinggi.
7) Para pesaing memiliki strategi, asal, dan kepribadian yang beragam.

III. Lingkungan Operasi

Lingkungan operasi (operating encironment) biasa juga disebut dengan


lingkungan kompetitif. Faktor-faktor yang ada dalam lingkungan operasi adalah
faktor-faktor dalam situasi kompetitif yang memengaruhi keberhasilan perusahaan
dalam memperoleh sumber daya yang dibutuhkan atau dalam memasarkan produk
dan jasanya secara menguntungkan (Pearce II dan Robinson), diantaranya faktor
posisi kompetitif perusahaan, komposisi pelanggan, dan sumber daya manusia.

1. Posisi Kompetitif

Dengan menilai posisi kompetitifnya, perusahaan dapat meningkatkan


peluang untuk mendesain sebuah strategi yang bertujuan untuk mengoptimalkan
peluang yang dihasilkan dari lingkungan industrinya. Perlunya dilakukan
pengembangan profil pesaing agar perusahaan lebih akurat dalam meramalkan
pertumbuhan dan potensi laba jangka pendek maupun jangka panjangnya. Dalam
membuat profil pesaing digunakan kriteria-kriteria sebagai penilai sesuai dengan
tingkat pengaruhnya terhadap keberhasilan perusahaan. Proses pengengembanga
profil pesaing ini juga dapat digunakan sebagai media untuk membandingkan
profil pesaing dengan profil perusahaan untuk membantu manajer
mengindentifikasi faktor-faktor yang menjadi kelemahan pesaing yang dapat
digunakan dalam penyusunan rencana strategis perusahaan.

2. Profil Pelanggan

Pengembangan profil pelanggan dan calon pelanggan dapat meningkatkan


kemampuan para manajer dalam hal menyusun rencana strategis, merelokasi
sumber daya, serta kemampuan dalam mengantisipasi adanya perubahan besar
pada segmen pasar. Merupakan hal penting dalam proses memenuhi targer pasar
adalah menilai perilaku dari konsumen. Pendekatan yang dipakai untuk
mensegmentasi pelanggan didasarkan pada profil pelanggan adalah pendekatan
tradisional yang disusun menurut informasi: geografis, demografis, psikografis,
dan perliaku pembeli. Ancangan kedua adalah dengan mensegmentasi pasar
industrial.

3. Sumber Daya Manusia

Sangatlah penting untuk kesuksesan sebuah perusahaan berkaitan dengan


bagaimana perusahaan dalam upaya merekrut SDM yang berkompeten sekaligus
cara untuk mempertahankan karyawan yang berkompeten pula. Ada beberapa
faktor yang mempengaruhi bagaimana perusahaan dalam memberikan pelayanan
kepada karyawannya, yaitu :

1) Reputasi perusahaan sebagai pemberi kerja.


2) Tingkat pengangguran setempat.
3) Ketersediaan tenaga kerja dengan keahlian yang diperlukan.
4) Hubungan perusahaan kepada serikat pekerja.
DAFTAR PUSTAKA

Pearce II, John A., dan R. B. Robinson. 2008. Manajemen StrategisFormulasi,


Implementasi, dan Pengendalian, Edisi 10 Buku I (terjemahan). Salemba Empat :
Jakarta

Saputra, Tunggal Ika. 2016. Makalah Manajemen Strategi Lingkungan Eksternal.


http://tunggalikasaputra.blogspot.co.id/2016/02/makalah-manajemen-strategi-
lingkungan.html (24 September 2017)

Matheos, Hendra. 2015. BAB VI LINGKUNGAN PERUSAHAAN.


http://hendramth.blogspot.co.id/2015/03/bab-vi.html (24 September 2017)

Miftahul Jannah

A31115501

Akuntansi