Pembelajaran Kemampuan Berpikir Kritis

Selasa, 26 Agustus 2008 12:50

KAJIAN KRITIS TENTANG PERMASALAHAN SEKITAR PEMBELAJARAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS

Sudaryanto Program Diploma Ilmu Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
PENDAHULUAN

Ilmu kedokteran merupakan bidang ilmu terapan, dimana pengetahuan yang kompleks digunakan untuk memecahkan satu masalah yang sama. Hal ini berbeda dengan ilmu murni dimana pengetahuan dan masalah yang dicari pemecahannya bersifat horisontal. Proses berpikir logis lebih tepat digunakan pada penelitian ilmu murni, sedangkan masalah di kedokteran menggunakan proses berpikir yang lebih luas yaitu rasional dan obyektif. Proses berpikir rasional dan obyektif dikenal dengan istilah berpikir kritis. Berpikir kritis merupakan kunci utama keberhasilan dalam menyelesaikan masalah klinis sebagai prerequisite dari kompetensi clinical reasoning. Clinical reasoning tidak hanya ditentukan dari proses yang digunakan oleh seorang dokter untuk menentukan keputusan klinik, melainkan dari pemahaman individu terhadap materi pengetahuan dan pengorganisasian pengetahuan. Pemahaman individu terhadap materi pengetahuan ditentukan oleh cara yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan. Pengetahuan yang didapatkan melalui proses berpikir kritis mempunyai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Mahasiswa kedokteran seharusnya mengoleksi pengetahuan dengan kualitas pemahaman yang lebih baik. Hal ini memerlukan pengajaran yang menggunakan strategi perpikir kritis terhadap semua pokok bahasan di kedokteran. Pada prakteknya penerapan proses belajar mengajar kurang mendorong pada pencapaian kemampuan berpikir kritis. Dua faktor penyebab berpikir kritis tidak berkembang selama pendidikan adalah kurikulum yang umumnya dirancang dengan target materi yang luas sehingga dosen lebih terfokus pada penyelesaian materi dan kurangnya pemahaman dosen tentang metode pengajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis (Anderson et al., 1997; Bloomer, 1998; Kember, 1997 Cit in Pithers RT, Soden R., 2000).

Kesepakatan yang diperoleh dari hasil lokakarya American Philosophical Association (APA. dan evaluasi. Mahasiswa memerlukan suasana akademik yang memberikan kebebasan dan rasa aman bagi siswa untuk mengekspresikan pendapat dan keputusannya selama berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Berbagai jenis ketrampilan dapat dimasukkan sebagai ketrampilan intelektual yang menjadi kompetensi yang akan dicapai pada pogram pengajaran. pemahaman. Jadi perkembangan kognitif dalam pendidikan merupakan proses yang harus difasilitasi dan dievaluasi pada diri mahasiswa sepanjang waktu mereka menempuh pendidikan termasuk kemampuan berpikir kritis. mensintesis. Ketrampilan menganalisis. Perkembangan merupakan proses perubahan yang terjadi sepanjang waktu ke arah positif. serta panduan dalam program pengembangan staf yang memberikan perhatian untuk membantu siswa menjadi seorang yang mampu berpikir kritis. explanation. sintesis.Tulisan ini bertujuan memberikan kajian tentang permasalahan cara belajar berpikir kritis terhadap pokok bahasan di kedokteran. dan self regulation (Duldt-Battey BW. penerapan. . analisis. KETRAMPILAN INTELEKTUAL DAN PERKEMBANGAN KOGNITIF Pendekatan belajar yang diperlukan dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi yang dipelajari dipengaruhi oleh perkembangan proses mental yang digunakan dalam berpikir (perkembangan kognitif) dan konsep yang digunakan dalam belajar. Ketrampilan tersebut perlu diidentifikasi untuk dimasukkan baik sebagai kompetensi yang ingin dicapai maupun menjadi pertimbangan dalam menentukan proses pengajaran. Salah satu komponen berpikir kritis yang perlu dikembangkan adalah ketrampilan intelektual. Ketrampilan intelektual merupakan seperangkat ketrampilan yang mengatur proses yang terjadi dalam benak seseorang. Bloom mengelompokkan ketrampilan intelektual dari ketrampilan yang sederhana sampai yang kompleks antara lain pengetahuan/pengenalan.. inference. analysis.1991). dan mengevaluasi pada taksonomi Bloom merupakan ketrampilan pada tingkat yang lebih tinggi (Higher Order Thinking) (Cotton K. 1990) tentang komponen ketrampilan intelektual yang diperlukan pada berpikir kritis antara lain interpretation. evaluation. 1997). Rath et al (1966) menyatakan bahwa salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan kemampuan berpikir kritis adalah interaksi antara pengajar dan siswa.

. pengayaan terhadap materi. meskipun kemampuan memecahkan masalah merupakan sebagian dari kemampuan berpikir kritis (Pithers RT. Review yang dilakukan dari 56 literatur tentang strategi pengajaran ketrampilan berpikir pada berbagai bidang studi pada siswa sekolah dasar dan menengah menyimpulkan bahwa beberapa strategi pengajaran seperti strategi pengajaran kelas dengan diskusi yang menggunakan pendekatan pengulangan. 1991). Faktor yang menentukan keberhasilan program pengajaran ketrampilan berpikir adalah pelatihan untuk para pengajar. Penulis menilai strategi belajar kelas lebih sesuai pada pengajaran tingkat dasar dan menengah seperti hasil-hasil penelitian yang dilaporkan pada artikel tersebut.. memberikan pertanyaan yang memerlukan jawaban pada tingkat berpikir yang lebih tinggi. serta program yang dijalankan tidak sesuai dengan populasi siswa (Cotton K. sehingga mahasiswa dapat mengatur cara belajarnya secara mandiri. Strategi pengajaran berpikir kritis pada program sarjana kedokteran yang dilakukan di Melaka Manipal Medical College India adalah dengan memberikan penilaian menggunakan . Pelatihan saja tidak akan berpengaruh terhadap peningkatan ketrampilan berpikir jika penerapannya tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan. yang paling baik adalah mengkombinasikan berbagai strategi. Soden R. 2000).Masing-masing komponen tersebut merupakan kompetensi yang perlu disusun dan disepakati oleh para dosen tentang perilaku apa saja yang seharusnya dapat ditunjukkan oleh mahasiswa pada tiap-tiap komponen di tiap-tiap tingkat sepanjang program pendidikan. memberikan waktu siswa berpikir sebelum memberikan jawaban dilaporkan membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir. STRATEGI PEMBELAJARAN BERPIKIR KRITIS Kember (1997) menyatakan bahwa kurangnya pemahaman pengajar tentang berpikir kritis menyebabkan adanya kecenderungan untuk tidak mengajarkan atau melakukan penilaian ketrampilan berpikir pada siswa. Pada pendidikan tingkat lanjut mahasiswa dipersiapkan untuk dapat belajar lebih mandiri sebagai modal yang diperlukan pada saat bekerja. Dari sejumlah strategi tersebut. Strategi tersebut dapat menjadi pilihan dalam pendidikan tinggi. tidak disertai dukungan administrasi yang memadai. Seringkali pengajaran berpikir kritis diartikan sebagai problem solving. Artikel tersebut juga melaporkan bahwa strategi pengajaran yang diarahkan melalui komputer (CAI) mempunyai hubungan positif terhadap perkembangan intelektual dan pencapaian prestasi.

mahasiswa diberikan kasus klinik serta sejumlah pertanyaan yang harus dijawab beserta alasan sebagai penugasan.. 1990. Gokhale A.. Setelah kuliah pendahuluan. Pembelajaran kolaboratif melalui diskusi kelompok kecil juga direkomendasikan sebagai strategi yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis (Resnick L. Hal ini menunjukkan bahwa informasi yang diberikan telah disusun oleh dosen dengan konsep yang jelas sehingga tidak memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menentukan informasi yang diperlukan untuk membangun konsep sendiri. Penelitian tersebut membuktikan dua hal dalam pengajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Dengan berdiskusi siswa mendapat kesempatan untuk .. 2005). Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa pada program tersebut menunjukkan prestasi yang lebih baik dalam mengerjakan soal-soal hapalan maupun soal yang menuntut jawaban yang memerlukan telaah yang lebih dalam. sehingga pengajaran tersebut dapat dikombinasikan dengan strategi lain agar mahasiswa dapat menentukan informasi secara mandiri.A. 2004). sehingga setiap mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan argumentasi dari jawaban pertanyaan yang diberikan.. Rimiene V. et al. Artikel tersebut juga tidak menjelaskan bagaimana proses diskusi yang dilakukan pada kelas besar. Mahasiswa juga termotivasi untuk belajar (Abraham RR.. Cara penilaian yang memerlukan telaah yang lebih dalam. Artikel di atas menyatakan bahwa pertanyaan diberikan setelah memperoleh kuliah pendahuluan konsep dasar dari ilmu dasar yang dipelajari. Dengan menggunakan konteks yang relevan seperti masalah klinik yang dipahami oleh mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan prestasi akademisnya. mendorong siswa untuk belajar secara lebih bermakna daripada sekedar belajar untuk menghapal. Penulis beranggapan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis dapat dimasukkan ke dalam study guide sebagai salah satu sumber belajar ketika mahasiswa dalam belajar mandiri pada strategi Problem Based Learning. 2002.pertanyaan yang memerlukan ketrampilan berpikir pada level yang lebih tinggi dan belajar ilmu dasar menggunakan kasus klinik untuk mata kuliah yang sudah terintegrasi menggunakan blok yang berbasis pada sistem organ. 2. yaitu: 1. Sedangkan salah satu karakter seorang yang berpikir kritis adalah self regulatory. Jawaban didiskusikan pada pertemuan berikutnya untuk meluruskan adanya kesalahan konsep dan memperjelas materi yang belum dipahami oleh mahasiswa.

serta sikap. menyusun pertanyaan atau membuat kerangka masalah. dan kesesuaian. mengobservasi strategi berpikir dari orang lain untuk dijadikan panutan. meningkatkan motivasi. KESIMPULAN <!--[if !supportLists]-->Strategi pengajaran yang mendorong mahasiswa berpikir kritis terhadap pokok bahasan di kedokteran dapat menggunakan berbagai strategi pengajaran yang menggunakan pendekatan di bawah ini: . Dia juga membandingkan dengan inventory yang sudah ada seperti California Critical Thinking Test (CCTT) untuk mengevaluasi ketrampilan berpikir kritis dan Critical Thinking Disposition Inventory (CTDI) untuk mengevaluasi sikap berpikir kritis2.mengklarifikasi pemahamannya dan mengevaluasi pemahaman siswa lain. menunjukkan bukti. EVALUASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Evaluasi merupakan proses pengukuran pencapaian tujuan yang diinginkan dengan menggunakan metode yang teruji validitas dan reliabilitasnya. Dengan kriteria antara lain: kejelasan. membantu siswa lain yang kurang untuk membangun pemahaman. dan mengevaluasi dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang berbasis taxonomi Bloom1. keterlibatan. Elemen tersebut antara lain menentukan tujuan. interpretasi. ketepatan.3. Evaluasi juga menilai kesesuaian rencana dengan penerapan di lapangan (evaluasi proses) yang termasuk di dalamnya adalah mengevaluasi budaya akademik dalam kelas dan budaya akademik dalam fakultas yang dilakukan secara sistematis baik oleh dosen maupun administrator yang dinyatakan oleh Orr and Klein. Sedangkan tujuan pengajaran berpikir kritis meliputi ketrampilan dan strategi kognitif. Beberapa penelitian mengevaluasi kemampuan berpikir kritis dari aspek ketrampilan intelektual seperti ketrampilan menganalisis. keluasan. menganalisis konsep. 19914. keterkaitan. Colucciello menggabungkan berbagai elemen yang digunakan dalam penelitian dan komponen pemecahan masalah keperawatan serta kriteria yang digunakan dengan komponen ketrampilan dan sikap berpikir kritis. dan logikal2. perspektif yang digunakan. mensintesis. asumsi. serta membentuk sikap yang diperlukan seperti menerima kritik dan menyampaikan kritik dengan cara yang santun. Penilaian mahasiswa terhadap dosen dapat menggunakan berbagai karakteristik sikap yang menghambat atau mendorong kemampuan berpikir kritis yang telah dibahas sebelumnya. ketelitian. kedalaman.

Pemahaman terhadap makna pokok bahasan yang dipelajari mempunyai hubungan dengan kemampuan clinical reasoning sebagai kompetensi seorang dokter. . akal sehat atau komunikasi. 21 April 2005 Berpikir Kritis Posted under: y y Infomation Opinion at 03:12 Berpikir kritis adalah proses mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Langkah-langkah Walaupun tidak ada langkah-langkah yang perlu diambil secara rigid.y y y y y Pembelajaran Aktif Pembelajaran Kolaboratif Pembelajaran Kontekstual Menggunakan pendekatan higher order thinking Self directed learning Kombinasi dari berbagai strategi di lebih dianjurkan oleh karena dapat mencapai berbagai aspek dari komponen berpikir kritis. langkah-langkah di bawah ini berguna dalam berpikir kritis: 1. Buatlah daftar pendapat dan kumpulkan argumentasi yang mendukung setiap pendapat tersebut. pengalaman. Informasi tersebut dapat didapatkan dari hasil pengamatan. Teknologi pengajaran yang menerapkan kombinasi dari berbagai strategi yang ada saat ini misalnya Problem Based Learning (PBL). Fakultas Kedokteran perlu mengembangkan strategi pengajaran tersebut dalam pengajaran agar mahasiswa dapat belajar materi kedokteran melalui proses berpikir kritis. Di bawah ini adalah metoda dari berpikir kritis yang diambil dari Wikipedia dan beberapa sumber lain. Dengan demikian mahasiswa dapat memberi makna yang lebih dalam (bukan sekedar mendapat materi yang dalam) dari materi yang dipelajari.

Kurangi bobot jika ada klaim yang memiliki kontradiksi o Ubahlah bobot tergantung dari relevansi dari informasi terhadap isu yang dibicarakan o Klaim yang besar membutuhkan bukti yang besar pula.2. Tinjaulah bobot dari setiap klaim o Opini yang memiliki bukti yang terkuat kemungkinan besar adalah benar o Mind map adalah alat yang efektif untuk mengevaluasi informasi ini. ada kemungkinan seseorang tidak memiliki seluruh informasi yang relevan. terutama jika memiliki alasan-alasan yang kuat. Gunakan metoda sokratis untuk mengevaluasi sebuah argumen dengan menanyakan pertanyaan terbuka. bobot numerik dapat diberikan pada cabang-cabang Mind map Tentunya berpikir kritis tidak menjamin seseorang akan mencapai kesimpulan yang tepat. abaikan klaim ini dalam membentuk opini anda. Jangan tanyakan ³Bagaimana hal ini bertentangan dengan pendapat saya?´. Pecahkan argumentasi yang anda dapatkan pada langkah pertama menjadi kalimatkalimat pendukungnya dan carilah implikasi dari kalimat-kalimat ini. Dari argumen-argumen yang anda dapatkan. Jangan lakukan penilaian terlalu dini pada tahap pengumpulan informasi 2. Informasi yang penting mungkin belum ditemukan atau informasi tersebut mungkin tidak akan dapat ditemukan. Pada tahaptahap akhir. Pertama. 4. pemihakan (bias) dari seseorang dapat saja menghalangi pengumpulan dan penilaian informasi secara efektif. Kedua. susunlah berdasarkan argumen-argumen yang saling bertentangan dan beri bobot untuk argumen-argumen tersebut o Tambahkan bobot jika sebuah klaim memiliki dukungan yang kuat. Anda harus sadar terhadap kekurangan anda sendiri dan orang lain dengan cara: o menerima bahwa setiap orang memiliki pemihakan di bawah sadar (pemihakan secara refleks) o bersikap tanpa ego o membuang pendapat semula anda jauh-jauh o sadar bahwa setiap orang memiliki kelemahan masing-masing 3. 5. Mengatasi Pemihakan (Bias) Untuk mengurangi pemihakan. Carilah kontradiksi pada kalimat-kalimat dan implikasinya yang anda dapatkan pada langkah 2. beberapa cara harus dilakukan jika seseorang ingin berpikir kritis. jika sebuah klaim besar tidak memiliki bukti yang cukup. 3. tapi tanyakanlah ³Apa artinya ini?´ 1. Sebagai contoh adalah: o Apa yang anda maksud dengan __________? o Bagaimana anda dapat berkesimpulan begitu? o Mengapa anda berpendapat bahwa itu adalah benar? o Dimana anda mendapatkan informasi tersebut? o Apa yang terjadi jika anda ternyata salah? o Dapatkah anda memberikan dua buah sumber yang tidak setuju dengan anda dan jelaskan mengapa? .

Pengamatan Pribadi Saya Sangat sulit bagi seseorang untuk dapat menghapus pendapat lamanya walaupun sudah disodori bukti-bukti yang belum mereka ketahui sebelumnya.o o o Mengapa hal ini penting? Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa anda mengatakan yang sebenarnya? Apa penjelasan alternatif dari fenomena ini? Berkesimpulan Janganlah membuat asumsi secara berlebihan. Pendidikan di Indonesia tidak mengedepankan faktor berpikir kritis ini. Sangat sulit bagi seseorang untuk dapat berpikir lurus untuk menyikapi sesuatu yang berhubungan dengan uang atau penghasilan walaupun ada bukti bahwa hal tersebut akan merugikan dirinya atau orang lain. Orang tua diharapkan dapat memberikan bimbingan kepada anak-anaknya tentang pentingnya berpikir kritis. Seseorang dapat mencapai sebuah kesimpulan tentatif berdasarkan evaluasi dari informasi yang ada. dengan kata lain: jangan memperumit masalah anda. . Pendidikan ini menurut saya jauh lebih penting daripada sekadar membandingkan µkapasitas otak¶ atau kemampuan menghafal dari siswa-siswi sekolah. padahal menurut saya ini adalah sesuatu yang sangat penting. Sangat sulit bagi seseorang untuk dapat mengatasi egonya dengan arif mengakui bahwa teori/pendapatnya adalah salah walaupun sudah ada yang memberi bukti. jika ada informasi baru yang ditemukan maka proses evaluasi harus dijalankan kembali. Tetapi. Berpikir kritis adalah sebuah proses yang tidak akan selesai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful