You are on page 1of 6

ANALISA SINTESA KEPERAWATAN (DOPS)

Nama Mahasiswa : Hana Wartini Tanggal : Jumat


NPM : 1614901110073 Ruang : IGD RSUD Banjarmasin

1. Identitas klien : Ny.N Umur 60 tahun


2. Diagnosa medis : Asma
3. Tindakan keperawatan dan rasional : Pengambilan Sampel Darah Vena
4. Diagnosa Keperawatan: Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan
penurunan kemampuan bernafas
5. Data
Ny.N umur 60 tahun datang ke IGD dengan diagnosa medis Asma brochial
sementara tanda vital HR: 100/80 mmhg, Suhu: 38,5 derajat, N: 81 x/menit
regular, RR: 30 x/menit , kesadaran composmentis, klien tampak pucat dan
sesak.
6. Prinsip tindakan & rasional
No. Prosedur Rasional
1. Lakukan penjelasan kepada penderita Mengurangi rasa cemas dan
(tentang apa yang dilakukan terhadap meningkatkan kerjasama.
penderita, kerjasama penderita, sensasi Mencegah hiperventilasi akibat
yang dirasakan penderita, dsb). ansietas, yang menimbulkan
perubahan sementara pada gas
darah.
2. Cari vena yang akan ditusuk (superfisisal, -Meningkatkan kemudahan insersi
cukup besar, lurus, tidak ada peradangan, jarum.
tidak diiinfus). -Memungkinkan perawat
menempatkan jarum menjadi
paralel dengan vena. Sehingga saat
vena dipungsi, risiko menusuk
vena sampai tembus ke luar
berkurang.
-Vena yang diinfus harus dihindari
karena meningkatkan risiko
bercampurnya cairan infuse
dengan sampel darah yang akan
diambil yang dapat mengakibatkan
hasil test tidak valid.
3. Letakkan tangan lurus serta ekstensikan Memungkinkan dilatasi vena
dengan bantuan tangan kiri operator atau sehingga vena dapat dilihat.
diganjal dengan telapak menghadap ke atas
sambil mengepal.
4. Lakukan desinfeksi daerah yang akan Mengurangi risiko bakteri yang
ditusuk dengan kapas steril yang telah berada di kulit memasuki tempat
dibasahi alcohol 70% dan biarkan sampai pungsi.
kering.
5. a. Lakukan pembendungan pada daerah a. Meningkatkan dilatasi vena.
proximal kira-kira 4-5 jari dari tempat Tourniquet harus menghambat
penusukan agar vena tampak lebih jelas aliran vena, bukan aliran arteri.
(bila tourniquet berupa ikatan simpul Aliran arteri yang terhenti
terbuka dan arahnya ke atas) mencegah pengisian vena.
b. Pembendungan tidak boleh terlalu lama b. Mencegah hemokonsentrasi dan
(maksimal 2 menit, terbaik 1 menit). hematoma.
6. Ambil spuit dengan ukuran sesuai jumlah Memastikan spuit cukup untuk
darah yang akan diambil, cek jarum dan jumlah darah yang diambil.
karetnya. Memastikan spuit tidak rusak dan
dalam keadaan baik.
7. Pegang spuit dengan tangan kanan, Mencegah terlepasnya jarum dari
kencangkan jarumnya dan dorong spuit.
penghisap sampai ke ujung depan. Mengeluarkan udara dalam spuit
8. Fiksasi pembuluh darah yang akan ditusuk Meningkatkan dilatasi vena.
dengan ibu jari tangan kiri. Mencegah bergesernya vena.
9. Tusukkan jarum dengan sisi menghadap ke Memungkinkan perawat
atas membentuk sudut 15-30 sampai ujung menempatkan jarum menjadi
jarum masuk ke dalam vena dan terlihat paralel dengan vena. Sehingga saat
darah dari pangkal jarum. vena dipungsi, risiko menusuk
vena sampai tembus ke luar
berkurang.
10. Fiksasi spuit dengan tangan kiri dengan Menghindari pergeseran jarum.
membentuk sudut.
11. Penghisap spuit ditarik pelan-pelan sampai Memastikan jumlah darah yang
didapatkan volume darah yang didinginkan. diambil sesuai dengan yang
diinginkan.
12. a. Kepalan tangan dibuka, lepaskan a. Mengurangi aliran balik darah.
bendungan. Mencegah hemokonsentrasi dan
b. Letakkan kapas alcohol 70% di atas hematoma.Memperlancar aliran
jarum, cabut jarum dengan menekan kapas darah kembali.
menggunakan tangan kanan pada bekas b. Mencegah perdarahan.
tusukan selama beberapa menit untuk
mencegah perdarahan, plester, tekan
dengan telunjuk dan ibu jari penderita
selama 5 menit.
13. Lepaskan jarum, alirkan darah dalam Mencegah terjadinya hemolisa.
wadah melalui dindingnya supaya tidak
terjadi hemolisa.
14. Tuangkan darah ke dalam botol Mengamankan specimen untuk
penampungan yang volumenya sesuai diantar ke laboratorium terkait.
(sesuai dengan jenis pemeriksaan yang
diminta).
15. Jika menggunakan antikoagulan, kocok Mencegah terjadinya pembekuan
botol beberapa menit agar antikoagulan darah.
tercampur dengan darah dan tidak terjadi
pembekuan.
7. Tujuan tindakan
Pemeriksaan diagnostik sampel darah klien
8. Bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara
pencegahannya
a. Hematoma
Cara pencegahannya: Jika terjadi hematoma lepaskan jarum dan tekan
dengan kuat sehingga darah tidak menyebar dan mencegah pembengkakan.
Apabila ingin cepat hilang, kompres dengan air hangat seraya diurut dan
diberi salep trombopop.
b. Nyeri pada bekas tusukan
Cara pencegahannya:
Setelah kulit didesinfeksi, tunggu alkohol hingga mengering
sebelum dilakukan pengambilan darah.
Penarikan jarum jangan terlalu kuat.
c. Kerusakan vena
Cara pencegahannya: Dengan menghindari pengambilan berulang kali pada
tempat yang sama.
d. Alergi
Cara pencegahannya: Tenangkan pasien dan beri penjelasan
Panggil dokter untuk penanganan selanjutnya
9. Analisa Sintesa
Penurunan tingkat pernapasan

Sesak nafas

Akumulasi secret dijalan nafas dan alveoli

Pertukaran O2 dan CO2 dimembran kapiler alveolar terganggu

Dapat diketahui dengan hasil pemeriksaan darah

10. Evaluasi (hasil yang didapat dan maknanya)


a. Darah vena telah berhasil diambil 5cc
b. Pasien tidak merasa sakit saat diambil darah
c. Maknanya : Darah telah selesai diambil melalui arteri brachialis
sebanyak 5 cc melalui IV.
Banjarmasin, ...........................2016

Ners muda,

(...............................................)

Preseptor klinik,

(...............................................................)