You are on page 1of 14

A.

Hasil Pengkajian, Permasalahan, Perencanaan


Hasil Pengkajian dan Permasalahan pada Anak
- Identitas
Nama : Madeena Sahla Z.Q (Sahla)
Tempat Tangal Lahir : Semarang, 31 Desember 2015
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 1 tahun 2 bulan
- Anamnesis
a. Riwayat Penyakit Sekarang
Pada saat kami melakukan kunjungan pada tanggal 15 Maret 2017
anak dalam kondis yang sehat, akan tetapi seminggu yang lalu anak
mengalami demam dan telah dilakukan penanganan awal oleh keluarga
dengan pemberian obat tradisional yaitu jus daun jambu dan suhu tubuh
pada anak menurun
b. Riwayat Penyakit Dahulu
Pada pernah didiagnosis ISPA dengan gejala awal yaitu demam, sesak
nafas, hidung tersumbat dan batuk dan telah mendapatkan penanganan
atau terapi medis. Selain itu anak juga pernah didiagnosis megacolon
dengan gejala awal yaitu mual, muntah dan perut kembung bagian bawah
dan telah mendapatkan pengobatan.
c. Riwayat Penyakit Keluarga atau Genetik
Tidak ada riwayat penyakit genetik yang diderita oleh keluarga akan
tetapi ibu dari bapak Sayful mengalami kanker paru-paru dan kanker
rahim sehingga anak beresiko untuk terkena penyakit tersebut.
d. Riwayat Sosial Ekonomi
Sosial ekonomi keluarga Sahla tidak terdapat masalah, ayah Sahla bekerja
sebagai salah satu karyawan dan ibu Sahla sebagai penata rias,
sedangkan Sahla dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya di
komplek rumahnya berjalan dengan baik tanpa ada keluhan apapun.
e. Riwayat Perinatal
Berat lahir : 2700 gram
Umur kehamilan : 40 minggu
Riwayat persalinan : infus dan vakum
f. Riwayat Nutrisi
Berdasarkan recall 24 jam konsumsi yang kami lakukan didapatkan pola
konsumsi yang cukup baik akan tetapi pada anak masih kurang
energi dari angka kecukan gizi yang diajurkan AKG, untuk data
lengkap recall 24 jam dapat dilihat pada lampiran.
g. Riwayat Imunisasi
An. Sahla telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap yaitu Hepatitis B,
BCG, HiB, Campak, Polio dan DPT
- Penilaian Pertumbuhan
a. Berat Badan
Bulan februari : 8 kg
Bulan maret : 7,2 kg
b. Tinggi Badan
Bulan maret : 7 cm
Bulan april : 91 cm
- Penilaian Perkembangan
a. Tes Daya Dengar (TDD)
Hasil :
Anak tidak mengalami gangguan pendengaran
b. Tes Daya Lihat (TDL)
Hasil :
Anak tidak mengalami gangguan daya lihat
c. Cheklist for Autism in Todlers (CHAT)
Tidak dilakukan pengkajian karena kuisioner ini untuk anak umur 18 bulan
sampai 36 bulan
d. Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas (GPPH)
Tidak dilakukan pengkajian karena kuisioner ini untuk anak umur 36 bulan
keatas
e. Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMEE)
Tidak dilakukan pengkajian karena kuesioner ini untuk anak usia 36 bulan
sampai 72 bulan
f. Kuesiner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
Hasil : Skor 9 berarti perkembangan anak sesuai dengan tahap
perkembangan akan tetapi anak memiliki kemampuan bicara dan bahasa
yang kurang hal ini ditunjukan dengan ketidakmampuan mengucapkan dua
atau tiga kata lebih.

1. Jika anda bersembunyi di belakang sesuatu atau di Sosialisa Ya


pojok, kemudian muncul dan menghilang secara si dan
berulang-ulang di hadapan anak, apakah ia mencari anda kemandir
atau mengharapkan anda muncul kembali ? ian
2. Letakkan pensil di telapak tangan bayi. Coba ambil Gerak Ya
pensil tersebut dengan perlahan-lahan. Sulitkah anda halus
mendapatkan pensil itu kembali?
3. Apakah anak dapat berdiri selama 30 detik atau lebih Gerak Ya
dengan berpegangan pada kursi atau meja? kasar
4. Apakah anak dapat mengatakan 2 suku kata yang sama, Bicara Ya
misalnya: ma-ma, da-da atau pa-pa. Jawab YA dan
bila ia mengeluarkan salahsatu suara tadi. bahasa

5. Apakah anak dapat mengangkat badannya ke posisi Gerak Ya


berdiri tanpa bantuan anda? kasar
6. Apakah anak dapat membedakan anda dengan orang Sosialisa Ya
yang belum ia kenal? la akan menunjukkan sikap malu- si dan
malu atau ragu-ragu pada saat permulaan bertemu kemandir
dengan orang yang belum dikenalnya. ian
7. Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti Gerak Ya
kacang atau kismis, dengan meremas di antara ibu jari halus
dan jarinya?
8. Apakah anak dapat duduk sendiri tanpa bantuan? Gerak Ya
kasar
9. Sebut 2-3 kata yang dapat ditiru oleh anak (tidak perlu Bicara Tidak
kata-kata yang lengkap). Apakah ia mencoba meniru dan
menyebutkan kata-kata tadi ? bahasa
10. Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua Gerak Ya
kubus kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan halus
tutup panel tidak ikut dinilai.

- Kuesioner pola asuh


Identitas
Nama : An. S
Usia : 1 tahun 2 bulan

No. Pernyataan SS S TS STS


1. Saya biasanya akan menegur akan dengan keras V
untuk mengingatkan apabila mereka tidak
membereskan kembali mainannya usai bermain
2. Saya sengaja melibatkan anak-anak saat menyiapkan V
makanan karena saya suka kebersamaan dengan
mereka
3. Saya menanyakan kepada anak apa yang mereka V
inginkan di hari libur
4. Menurut saya, anak-anak perlu ditegur dengan keras V
bila mereka menghilangkan peralatan sehari-hari
rumah
5. Pada waktu saya sedang tidak punya uang dan anak V
saya menginginkan sesuatu, maka saya akan
berusaha menjelaskan keadaan saya kepada anak
6. Kami yang menentukan kemana kami akan berlibur V
pada hari libur
7. Kami jarang ikut serta sewaktu anak saya V
mengerjakan tugas sekolahnya di rumah
8. Sendau gurau meliputi rumah kami sehingga V
suasana rumah mengjadi hangat
9. Kami biasanya tidak ikut serta dalam kegiatan anak V
saya seperti bermain boneka atau mobil-mobilan
10. Orang tualah yang sebaiknya menentukan baju baru V
atau sepatu baru buat anak
11. Pada pagi hari, saya membebaskan anak saya untuk V
makan pagi atau tidak
12. Saya yang menentukan segala kegiatan diluar rumah V
bagi anak
13. Saya memberi batasan waktu bermain bagi anak dan V
memberi alasan mengapa saya melakukannya
14. Bila anak saya menginginkan alat tulis yang baru, V
saya pasti akan berusaha membelikannya walaupun
alat tulis lama masih bisa dipakai
15. Saya akan menegur apabila anak berbuat salah V
kepada temannya sewaktu bermain dan mengajak
anak berdiskusi mengenai hal tersebut
16. Saya sering membiarkan bilamana anak V
menghilangkan peralatan sehari-hari di rumah
17. Bila anak saya pulang bermain dengan menangis, V
biasanya akan saya tegur kenapa ia menangis tanpa
respon lebih lanjut
18. Saya akan menegur dengan keras bila anak-anak V
bertengkar sewaktu mereka bermain
19. Saya memberikan kebebasan kepada anak untuk V
bermain sesuka hatinya
20. Saya akan menegur dengan keras bila anak-anak V
bertengkar sewaktu mereka bermain
21. Menurut saya, pelukan dan ciuman pada anak hanya V
membuat mereka manja
22. Saya biasanya membelikan sepatu baru yang diminta V
anak saya seperti milik temannya walaupun sepatu
lama masih bagus
23. Saya akan meminta kepada anak untuk membantu V
mencari peralatan yang dia hilangkan
24. Saya memberitahu alasan kenapa anak-anak V
sebaiknya tidur siang, sehingga mereka dapat
mengerti alasan tersebut
25. Terserah kepada anak apakah ikut kegiatan diluar V
sekolah atau tidak
26. Bila saya mau membelikan mainan baru untuk anak, V
biasanya saya menanyakan kepada anak pilihan
mainan yang diinginkannya
27. Saya selalu menginginkan anak untuk membereskan V
mainan bilamana mereka lupa melakukannya
28. Saya akan menegur dengan keras anak saya apabila V
pada waktu kami berjalan-jalan ke mall atau pasar
tiba-tiba dia ingin dibelikan mainan yang dilihatnya
29. Aturan dalam rumah berjalan dengan mengikuti V
kehendak atau kemauan anak
30. Saya jarang ikut serta dalam kegiatan keseharian V
anak saya seperti bermain boneka atau mobil-
mobilan dan membiarkan mereka bermain sesuka
hati
Keterangan :

SS : Sangat sesuai : skor 4

S : Sesuai : skor 3

TS : Tidak sesuai : skor 2

STS: Sangat tidak sesuai : skor 1

Interpretasi :

Jenis pola Komponen Nomor Skor


asuh pernyataan
Otoriter Kasih sayang/ kehangatan 18 3
kurang 21 1
28 4
Keterlibatan orang tua 6 4
kurang 9 1
10 4
Pengawasan orang tua / 1 3
kontrol ketat 4 3
12 3
20 3
TOTAL 29
Demokratis Kasih sayang/ kehangatan 3 4
baik 5 4
8 4
Keterlibatan orang tua baik 2 4
15 4
23 3
27 3
Pengawasan orang tua / 13 3
kontrol baik 24 3
26 3
TOTAL 35
Permisif Kasih sayang/ kehangatan 14 2
berlebihan 19 3
22 1
Keterlibatan orang tua 7 2
kurang 17 3
30 2
Pengawasan orang tua / 11 4
kontrol longgar 16 2
25 3
29 2
TOTAL 24
Kesimpulan :

Pola asuh yang dilakukan Ny. D kepada An. S yaitu pola asuh demokratis.
KUESIONER IDENTIFIKASI MASALAH PERTUMBUHAN - PERKEMBANGAN

DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO (BILA KELUARGA TERDAPAT ANAK)

No Pola Asuh KETERANG


AN

1 Apakah tipe pola asuh orang tua yang diberikan pada


anak?(berdasarkan kuesioner pola asuh)

No Identifikasi Faktor Risiko Lingkungan Mikro YA TIDA


K

2 Apakah terdapat kelainan/penyakit yang diturunkan di keluarga? V

3 Apakah proses kelahiran anak normal tanpa masalah kesehatan? V

4 Apakah Anak sehat secara fisik? V

5 Apakah terdapat kelainan congenital atau dismorfik? V

6 Apakah Anak sehat secara mental emosional? V

7 Apakah Anak dapat bersosialisasi dengan baik? V

8 Apakah pertumbuhan anak normal?(sesuai buku KIA) V

9 Apakah perkembangan anak normal?(sesuai buku KIA) V

10 Apakah anak termasuk dalam tipe anak manja/penurut/pasif (pilih salah


satu)

No Identifikasi Faktor Risiko Lingkungan Mini YA TIDA


K

11 Apakah terdapat masalah kesehatan saat kehamilan? V

12 Apakah orangtua memiliki pengetahuan yang cukup untuk merawat V


anak?
13 Apakah orangtua mengetahui arti asi eksklusif? V

14 Apakah orangtua mempraktekkan asi eksklusif kepada anak? V

15 Apakah orangtua mengetahui tindakan apa yang dilakukan bila anak V


demam?

16 Apakah orangtua mengetahui tindakan apa yang dilakukan bila anak V


diare?

17 Apakah orangtua tahu cara memantau pertumbuhan dan perkembangan V


anak?

18 Apakah gaji orangtua cukup untuk kehidupan keluarga? V

19 Apakah orangtua mendukung dengan program wajib belajar pemerintah? V

20 Apakah orangtua mengetahui tentang kebutuhan nutrisi anak? V

21 Apakah hubungan suami dan istri harmonis dan konsisten dalam V


menerapkan pola asuh?

22 Apakah orangtua beranggapan terdapat program kesehatan yang V


bertentangan dengan agama/budaya?

23 Apakah orangtua selektif dalam menyikapi teknologi? V

24 Apakah orangtua memliki peraturan mengenai jam menonton V


televisi/bermain game atau gadget?

25 Apakah imunisasi dasar anak lengkap? V

26 Apakah seluruh anggota keluarga sudah mengikuti program BPJS? V

27 Apakah orangtua memiliki buku KIA untuk anak? V

28 Apakah orangtua mengetahui fungsi buku KIA? V

29 Apakah orangtua membawa anak ke fasilitas kesehatan/puskesmas bila V


anak sakit?
30 Apakah orangtua lebih percaya pengobatan alternative dibandingkan V
medis?

31 Apakah anak rutin dibawa ke posyandu? V

32 Apakah kedua orangtua bekerja diluar rumah? V

33 Apakah anak dititipkan di tempat penitipan anak? V

34 Apakah anak mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini V

35 Siapakah yang merawat anak sehari-hari?(ibu/bapak/kakek- Ibu


nenek/pengasuh)

No Identifikasi Faktor Risiko Lingkungan Meso YA TIDA


K

36 Apakah terdapat Posyandu di lingkungan anak? V

37 Apakah Puskesmas yang terdekat mudah dijangkau? V

38 Bila lokasi puskesmas jauh, apakah terdapat fasilitas kesehatan yang V


lebih dekat?

39 Apakah terdapat PAUD yang cukup dekat dengan tempat tinggal anak? V

40 Apakah terdapat fasilitas pendidikan formal (SD/SMP/SMU) yang V


cukup dekat dengan tempat tinggal anak?

41 Apakah terdapat Tempat penitipan anak yang cukup dekat dengan V


tempat tinggal anak?(bila kedua orangtua bekerja)

42 Menurut orangtua apakah program acara televisi nasional saat ini sudah Belum
baik?
B. Pembahasan
Pola Asuh Orang Tua
Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dimana anak dapat melakukan
interaksi. Pengaruh keluarga dalam pembentukan dan perkembangan kepribadian
anak memiliki arti yang sangat besar. Banyak faktor didalam keluarga yang memiliki
pengaruh dalam proses perkembangan anak. Salah satu faktor dalam keluarga yang
mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian anak adalah praktik
pengasuhan anak. Santrock (2002) mengatakan bahwa pola asuh adalah suatu cara
atau metode pengasuhan yang digunakan oleh orang tua agar anak-anaknya dapat
tumbuh menjadi individu-individu yang dewasa secara sosial. Bety Bea Septiari
(2012:162) mendefinisikan pola asuh orang tua merupakan bagaimana orang tua
memperlakukan anak, mendidik, membimbing dan mendisiplinkan anak dalam
mencapai proses kedewasaan hingga pada upaya pembentukan norma-norma yang
diharapkan masyarakat pada umumnya.
Pola asuh yang dilakukan orang tua memiliki 3 macam menurut Bety Bea
Septiari (2012:170-176), yaitu: Pola asuh otoriter (authotarian) adalah pola asuh yang
menggunakan pendekatan memaksakan kehendak orang tua kepada anak. Pola asuh
demokratis (authoritative) adalah pola asuh yang ditandai dengan pengakuan orang
tua terhadap kemampuan anak-anaknya, kemudian anak diberikan kesempatan untuk
tidak selalu tergantung kepada orang tua. Pola asuh permisif (permissive) adalah pola
asuh yang dilakukan dengan cara orang tua mendidik anak secara bebas mungkin,
orang tua menganggap anak sebagai orang dewasa atau muda sehingga diberi
kelonggaran seluas-luasnya apa saja yang dikendaki.
Berdasarkan pengkajian yang telah kami lakukan pola asuh yang telah
dilakukan Ny. D kepada An. S adalah pola asuh demokratis dimana pola asuh
demokratis ini memiliki dapak yang baik untuk kepribadian anak. Dampaknya yaitu
anak akan mandiri, mempunyai kontrol diri, percaya diri, dapat berinteraksi dengan
teman sebayanya dengan baik, mampu menghadapi stress, mempunyai minat terhadap
hal-hal baru, kooperatif dengan orang dewasa, patuh, dan berorientasi pada prestasi.

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Balita


Pertumbuhan anak merupakan bertambahnya jumlah dan besarnya sel
diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur (Alimul, 2005). Menurut
Marmi dan Rahardjo (2012), penilaian terhadap pertumbuhan anak dapat dilakukan
dengan cara pengukuran antropometri yaitu pengukuran berat badan dan tinggi badan.
Sedangkan perkembangan anak adalah perubahan psikofisik hasil proses pematangan
fungsi psikis dan fisik anak yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan proses
belajar dalam kurun waktu tertentu menuju kedewasaan. Perkembanga anak terdiri
dari perkembangan motorik, bahasa, bicara, dan perkembangan sosial. Perkembangan
gerakan motorik terdiri dari perkembangan motorik kasar dan motorik halus.
Perkembangan motorik kasar berkaitan dengan gerakan yang dipengaruhi oleh
ketrampilan otot besar seperti duduk, berdiri dan berjalan sedangkan kemampuan
motorik halus berkaitan dengan gerakan yang dipengaruhi oleh ketrampilan saraf-
saraf halus seperti memegang benda dengan telunjuk dan ibu jari. Kemampuan
tersebut berkembang sejalan dengan pertambahan usia dan kematangan saaf-saraf
serta otot-otot anak. Pemantauan perkembangan anak tersebut salah satunya dapat
dilakukan dengan menggunakan KPSP (Kuesioner Praskrining Perkembangan Anak).
KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) adalah suatu alat atau
instrumen deteksi dini dalam perkembangan anak usia 0 sampai 6 tahun. KPSP ini
bermanfaat untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan
dalam perkembangan. Instrumen KPSP ini dapat dilakukan di semua tingkat
pelayanan kesehatan dasar. Formulir KPSP terdiri dari 9-10 pertanyaan tentang
kemampuan perkembangan yang telah dicapai anak yang terdiri dari gerak kasar,
gerak halus, sosialisasi dan kemandirian serta berbicara dan berbahasa. Interpresasi
hasil KPSP berdasarkan jumlah jawaban "Ya" sebanyak 9 atau 10 yang berarti
perkembangan anak sesuai dengan tahap perkembangan (S). Jumlah jawaban "Ya"
sebanyak 7 atau 8 adalah perkembangan anak meragukan (M). Jumlah jawaban "Ya"
sebanyak 6 atau kurang kemungkinan ada penyimpangan (P). Sementara untuk
jawaban "Tidak, perlu dirinci jumlah jawaban "Tidak" menurut jenis keterlambatan.
KPSP digunakan bagi orang tua yang berpendidikan SLTA ke atas (Marmi &
Rahardjo, 2012). Berdasarkan pengkajian kuisioner KPSP yang telah kita lakukan
didapatkan skor anak 9 yang berarti perkembangan anak sesuai dengan tahap
perkembangannya akan tetapi anak memiliki kemampuan bicara dan bahasa yang
kurang.
Pemenuhan kebutuhan gizi pada balita
Kebutuhan gizi balita adalah jumlah yang diperkirakan cukup untuk
memelihara kesehatan pada umumnya. Secara garis besar, kebutuhan gizi ditentukan
oleh usia, jenis kelamin, aktivitas, berat badan, dan tinggi badan. Antara asupan zat
gizi dan pengeluarannya harus ada keseimbangan sehingga diperoleh status gizi yang
baik. Status gizi balita dapat dipantau dengan menimbang anak setiap bulan dan
dicocokkan dengan Kartu Menuju Sehat (KMS).
Balita sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, oleh
sebab itu diperlukan asupan makanan yang mengandung gizi seimbang, agar proses
tersebut tidak terganggu. Pada masa sekolah selain peran orang tua, kesadaran anak
sekolah juga diperlukan karena mereka sudah mampu memilih makanan mana yang
dia sukai. Status gizi baik atau status gizi optimal terjadi bila tubuh memperoleh
cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien, sehingga memungkinkan
pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara
umum pada tingkat setinggi mungkin. Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat
konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi (Almatsier, 2002). Berdasarkan
pengkajian yang telah kita lakukan dan menghitung recall 24 jam konsumsi yang
kami lakukan didapatkan pola konsumsi yang cukup baik akan tetapi pada anak
masih kurang energi dari angka kecukan gizi yang diajurkan AKG, untuk data
lengkap recall 24 jam dapat dilihat pada lampiran.
DAFTAR PUSTAKA

Santrock, J. W. 2002. Life Span Development (Perkembangan Masa Hidup). Jilid 1: Edisi
Kelima. Penerbit Erlangga.
Bety Bea Septiari. 2012. Mencetak Balita Cerdas dan Pola Asuh Orang Tua. Yogyakarta.
Nuha Medika.
Kartika V. 2002. Faktor- faktor yang mempengaruhi kemampuanmotorikAnak Usia 12 - 18
bulan di Keluarga miskin dan tidak miskin. Penelitian Gizi dan makanan. 2002;25:38-
48.
Marmi, & Rahardjo, K. 2012. Asuhan Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah.
Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Alimul, Azis. 2005. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak I. Jakarta: Salemba Medika.
Almatsier, Sunita. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama