You are on page 1of 37

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

SEDIAAN SIRUP DAN DROP PARASETAMOL

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktikum Farmasetika Sediaan Likuida

KELOMPOK : 6

KELAS : E

1. NELLY AGUSTIN (201310410311086)
2. REFFANY DYAH S (201310410311274)
3. MAGHFIRA VARRA (201510410311004)
4. SYAHRUL FALAH R (201510410311155)
5. M. ROHMANU N (201510410311198)

DOSEN PEMBIMBING :

PROGRAM STUDI FARMASI-FAKULTAS ILMU KESEHATAN

MUHAMMADIYAH MALANG SEPTEMBE,2017

BAB I

PENDAHULUAN

A. Definisi Parasetamol
Parasetamol atau acetaminophen adalah obat analgesik dan antipiretik yang
digunakan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal atau sakit ringan dan demam.
Parasetamol merupakan metabolit aktif dari ferasetin yang bertanggung jawab akan efek
analgesiknya, merupakan penghambat prostaglandin lemah dalam jaringan perifer dan
tidak memiliki efek inflamasi yang signifikan. Efek antipiretik ditimbulkan oleh gugus
amino benzen. Parasetamol mengandung tidak kurang 98% dan tidak lebih dari 101,0%
C8H9NO2 dihitung zat yang telah dikeringkan.
Berbeda dengan obat analgesik lain seperti aspirin dan ibuprofen, parasetamol tidak
memiliki sifat antiradang. Cara kerja parasetamol sebagai analgetik dengan meningkatkan
ambang rasa sakit pada prostaglandin, sedangkan pada antipiretik diduga bekerja langsung
pada pusat pengatur panas di hipotalamus. Parasetamol merupakan obat yang sangat aman,
tetapi bukan berarti tidak berbahaya dan tidak tergolong dalam obat jenis NSAID serta tidak
menimbulkan iritasi pada lambung atau mengganggu gumpalan darah,ginjal atau duktus
arterious pada janin.
1) Karakteristik paracetamol
- Nama bahan obat : Paracetamol (FI V hal 984,985)
- Sinonim : Acetaminophen, 4-hidroksiasetanilida
- Struktur kimia : C8H9NO2

- BM : 151,16
- Kemurnian : Paracetamol mengandung tidak kurang dari 98,0 % dan tidak lebih
dari 101,0 % C8H9NO2 dihitung terhadap zat yang telah di keringkan(anhidrat)
- Efek teraupetik : analgesik,antipiretik
- Pemerian : serbuk hablur,putih tidak berbau, rasa sedikit pahit

2) Organoleptis bahan obat
- Warna : putih
- Bau : tidak berbau
- Rasa : sedikit pahit

3) Mikroskopis
- Bentuk kristal : serbuk hablur

4) Karakteristik fisika mekanik
- Titik lebur : 168°C - 172°C
- Higroskopisitas : tidak higroskopis

5) Karakteristik fisika kimia
- Kelarutan : larut dalam air mendidih dan dalam natrium hidroksida 1N, mudah larut
dalam etanol (FI V hal 988)
- Stabilitas :
Bahan padat
 Terhadap suhu : stabil
 Terhadap cahaya : tidak stabil
 Terhadap kelembapan : stabil

Bahan larutan

 Terhadap pelarut :stabil

6) Higroskopisitas
- Pada kelembapan relatif sampai 90% (Pharmaceutical codex)
- pKa : 9,5 pada suhu 25°C
- Nama kimia : 4- hidroksiasetanilida

7) Kelarutan (Martindale The Extra Pharmacopeia 28 th ed)
1 bagian parasetamol larut dalam 70 bagian air,20 bagian air mendidih, dalam 7 sampai 10
bagian etanol (95%) , dalam 13 bagian aseton,40 bagian gliserol dan dalam 9 bagian
propilenglikol,sangat mudah larut dalam kloroform, agak sukar larut dalam eter, larut dalam
larutan alkali hidroksida membentuk larutan jenuh dalam air dengan Ph 5,1 sampai 6,5
8) Khasiat dan penggunaan : analgetikum dan antipiretikum
9) Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya. Simpan
dalam suhu ruang,hindarkan dari kelembapan dan panas (FI V hal 986)
10) Stabilitas
Parasetamol sangat stabil dalam aquades. Waktu paruhnya yang didapat pada ph 6
diperkirakan 21,8 tahun, degradasi dikatalisis oleh asam dan basa dan waktu paruhnya
0,73 tahun pada ph 2 dan 2,28 tahun pada ph 9. Hasil degradasinya adalah p-aminofenol
dan asam asetat (Martindale extra pharmacopeia 28 th ed)
Dalam larutan,parasetamol membutuhkan proteksi dari cahay. Dalam keadaan kering
parasetamol murni stabil pada temperatur sampai 45°C. Jika hasil di hidrolisis parasetamol
p-aminofenol terdapat sebagai kontaminan/ sebagai hasil pemaparan kondisi yang lemah.
P-aminofenol dapat terdegradasi dengan oksidasi pada qurnnonimine. Parasetamol relatif
stabil terhadap oksidasi (The pharmaceutical codex)
Hidrolisis parasetamol baik yang dikatalisis oleh asam maupun basa mengikuti reaksi
orde 1 karena dipengaruhi oleh satu reaktan. Degradasi parasetamol tergantung pada
konsentrasi dan tidak berkaitan dengan kekuatan ionik.

B. Tinjauan Bahan Obat

Dosis 4 g anak-anak dan 15 g pada dewasa dapat menyebabkan hepatotoksik berat sehingga terjadi nekrosis sentrolobuler hati.tidak mempunyai daya kerja antiradang dan tidak menyebabkan iritasi serta peradangan lambung (Sartono. hepatotoksik meningkat karena produksi metabolit meningkat. kerusakan hati lebih berat. Hepatotoksisitas dapat terjadi pada pemberian dosis tunggal 10-15 mg (200-250 mg/kg BB).antipiretik. didetoksifikasi oleh glutation membentuk asam merkapturi yang bersifat non toksik dan di ekskresikan melalui urin. Fenasetin dapat menyebabkan anemia hemolitik. 5) Toksisitas akut Akibat dosis toksik yang paling sering adalah nekrosis hati.2002) Parasetamol adalah p-aminofenol yang merupakan metabolit fenasetin dan telah digunakan sejak tahun 1893(Wilmana. Penggunaan semua jenis analgesik dosis besar secara menahun terutama dalam kombinasi dapat menyebabkan nefropati analgesik. Pada alkoholisme. Insiden nefropati anlgesik berbanding lurus dengan penggunaan fenasetin. 4) Dosis Toksik Parasetamol dosis 140 mg/kg pada anak-anak dan 6 gram pada orang dewasa berpotensi hepatotoksik. Dosis lebih dari 20 g bersifat fatal. Gejala pada hari pertama keracunan akut parasetamol belum mencerminkan bahaya yang mengancam . Paracetamol mempunyai daya kerja analgetik.1993) 2) Efek samping Reaksi alergi terhadap derivat p-aminofenol jarang terjadi. Nekrosis tubuh renalis serta koma. Manifestasinya berupa aritmia atau urtikaria dan gejala yang lebih berat berupa demam dan lesi pada mukosa.1) Farmakologi Parasetamol (asetaminophen) merupakan obat analgesik non narkotik. hubungan sebab akibat sukar disimpulkan. salah satu metabolit parasetamol bersifat hepatotoksik. dengan cara kerja menghambat sintesis prostaglandin terutama di sistem saraf pusat(Lusiana Darsono. terutama pada pemakaian kronik. tetapi karena fenasetin jarang digunakan sebagai obat tunggal. Oleh karena itu pada penanggulangan keracunan paracetamol terapi dianjurkan untuk menstimulasi sintesa glutation. hipoglikemik dapat juga terjadi. Dengan proses yang sama parasetamol juga bersifat nefrotoksik.tetapi pada dosis berlebih produksi metabolit hepatotoksik meningkat melebihi kemampuan glutation untuk mendetoksifikasi sehingga metabolit tersebut bereaksi dengan sel-sel hepar dan timbulah nekrosis sentro-lobuler.1995). Eksperimen pada hewan coba menunjukkan bahwa ganguan ginjal lebih mudah terjadi akibat asetosal daripada fenasetin. 3) Mekanisme toksisitas Pada dosis terapi.penderita mengkonsumsi obat-obat yang menginduksi enzim hati.

Parasetamol tidak mempengaruhi rasa nyeri yang ditimbulkan efek langsung prostaglandin. parasetamol menghambat siklooksigenase pusat lebih kuat dari asprin. Kedua nya menurunkan suhu tubuh dengan mekanisme yang diduga juga berdasarkan efek sentral seperti salisilat.oleh karena itu parasetamol dan fenasetin tidak digunakan sebagai antireumatik. Obat ini menekan efek zat pirogen endogen dengan menghambat sintesa prostglandin. Inilah yang menyebabkan parasetamol menjadi obat antipiretik yang kuat melalui efek pada pusat pengaturan nafas.2009) . Inilah yang menyebabkan parasetamol hanya menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri ringan sampai sedang. Waktu paruh kira-kira 2 jam . tetapi demam yang ditimbulkan akibat pemberian prostaglandin tidak dipengaruhi. demikian pula peningkatan suhu oleh sebab lain seperti latihan fisik (Anis. ini menunjukkan bahwa parasetamol menghambat sintesa prostglandin dan bukan blokade langsung prostaglandin. Parasetamol hanya mempunyai efek ringan pada siklooksigenase perifer. Pada dosis normal bereaksi dengan gugus sulfihidrilasi dari gutation menjadi substansi nontoksik. Pada dosis besar akan berikatan dengan sulfihidril dari protein hati (Lusiana Darsono. Metabolisme di hati. Efek iritai. anoreksia. erosi dan perdarahan lambung tidak terlihat pada ke dua obat ini. Kerusakan hati yang tidak berat dapat pulih dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan.mual dan muntah serta sakit perut terjadi selama 24 jam pertama dan dapat berlangsung selama satu minggu atau lebih. 6) Farmakokinetik Parasetamol cepat di absorbsi dari saluran cerna. Gangguan hepar dapat terjadi pada hari kedua dengan gejala peningkatan aktivita serumtransminase. demikian juga gangguan pernafasan dan keseimbagan asam basa(Mahar Mardjono 1971).dengan kadar serum puncak dicapai dalam 30-60 menit . laktat dehidrogenase dan kadar albumin serum tetap norma. Keracunan parasetamol disebabkan karena akumulasi salah satu metabolitnya yaitu N-asetil-p-benzoquenonermine (NAPQI) yang terjadi karena overdosis pada pasien malnutrisi atau pada peminum alkohol kronik.2002) 7) Farmakodinamik Efek analgesik parasetamol dan fenasetin serupa dengan salisilat yaitu menghilangkan atau mengurangi nyeri ringan sampai sedang. Efek antiinflamasinya sangat lemah. Semua obat analgesik non opioid bekerja melalui penghambatan siklooksigenase. Parasetamol merupakan penghambat biosintesis prostaglandin (PG) yang lemah. N- Asetil sistem cukup efektif bila diberikan per-oral 24 jam sesudah meminum dosis toksik paraceramol. sebagian di hidroksilasi menjadi N-asetil benzokuinon yang sangat reaktif dan berpotensi menjadi metabolit berbahaya. sekitar 3% diekskresi dalam bentuk tidak berubah melalui urin dalam satu hari pertama.

Na benzoat. propilenglikol. Diberi flavor Sacharin Na. pemanis Pengawet dalam wadah kosolven untuk perasa tertutup rapat dan meningkatkan botol gelap kelarutan parasetamol Gliserin. sorbitol nipasol Stabil pada ph 6 Diberi dapar Dapar fosfat . buah-buahan glukosa. Parasetamol digunakan bagi nyeri yang ringan sampai sedang (Cranswick. nipain . 8) Indikasi Parasetamol merupakan pilihan lini pertama bagi penanganan demam dan nyeri sebagai antipiretik dan analgesik. PEG 400 sukrosa.2009) 9) Kontraindikasi Penderita gangguan fungsi hati yang berat dan penderita hipersensitif terhadap parasetamol (Yulida.2009) 10) Skema Parasetamol Tidak stabil bila Agak sukar larut Tidak berbau Rasa pahit Media air terkena cahaya Penyimpanan Penambahan Pengaroma.

kelainan darah.23 1:40 gliserol 1: 9 propilenglikol 1:70 etanol 95% Dari daftar tabel diatas bahan dan sediaan yang kami pilih adalah : 1) Bahan aktif terpilih : parasetamol Alasan : karena bahan aktif parasetamol efek sampingnnya sedikit jika dibandingkan dengan analgesik lainnya. Misalnya asetosal yang dapat menimbulkan iritasi pada lambung dan asetosal tidak stabil jika di buat larutan karena jika tercampur air dapat terurai menjadi asam asetat dan asam salisilat.memudahkan pemberian obat pada bayi -memperkecil volume pemberian Macam-macam bahan eksipien yang dapat digunakan: .absrobsi lebih cepat . Analgesik . antipiretik hipersensitivitas.1 Digunakan untuk per oral dalam air mendidih dan pKa = 9. anoreksia Karakteristik fisika Karakteristik kimia Keterangan khusus Kelarutan dalam air larut Stabil pada Ph 3.8-6. BAB II Pemilihan Bahan Aktif a) Tabel dan khasiat serta efek samping parasetamol Senyawa aktif Efek samping Khasiat Parasetamol Gangguan pencernaan.hipertoksisitas .absorbsi dapat lebih cepat .rasa dan bau dari bahan aktif yang tidak enak dapat tertutupi 3) Sediaan terpilih : drop Alasan : . Dalam : TL = 168-172 1:70 air BJ = 1.5 dalam NAOH 1N dan mudah tidak mudah teroksidasi larut dalam etanol.21 – 1.merupakan campuran homogen .penggunaan yang mudah bagi orang yang sulit menelan . 2) Sediaan terpilih : sirup Alasan : . mual muntah.

metanol.6 kali sukrosa  Kelarutan Sedikit larut dalam aseton. praktis tidak larut dalam eter. PEG 400 Cairan jernih. 624 )  Bentuk Cairan jernih. larut dalam etanol 95%. rasa manis. 301 )  Bentuk Cairan jernih. 504 )  Bentuk Cairan kental. larut 1 : 500 dengan eter dan 1 : 1 dengan etil asetat Propilen Glikol ( HPE hal. kental. tidak berbau. dalam aseton. sedikit pahit  Kelarutan Carmpur dengan aseton. tidak berwarna. tidak bewarna. kental. agak higroskopik  Kelarutan Larut dalam air. higroskopik. Gliserin dan tidak berasa Glyserin ( HPE hal. tidak berwarna. khas lemah. etanol 95%. glyserin. larut dengan perbandingan 1 : 6 dengan eter. air. dalam etanol 95%. tidak larut dengan minyak mineral PEG ( Polietilen Glikol ) 400 ( FI III hal. rasa manis 0. tidak larut dalam benzena. 96 ) . dalam glikol lain dan dalam hidrokarbol aromatik. jernih. Propilenglycol  Bentuk . eter. dan dalam hidrokarbon alifatik . tidak berbau. atau praktis tidak berwarna. air. tidak berwarna. kloroform minyak. Bahan terpilih Bahan Karakteristiknya Pelarut Aquadestilata ( FI III hal. kloroform. tidak berbau . Fungsi Macam – Macam Bahan.

sedikit pahit  Kelarutan Carmpur dengan aseton.6  Gliserin 1:250  Minyak mineral 1:3330  Minyak Ikan 1:70  Air 1:2000  Sangat larut dalam aseton dan eter Pemanis Propilen Glikol ( HPE hal. 662 )  Bentuk Granul putih/kristalin.8  Air 100% 1:1 Nipagin ( Metil Paraben ) ( HPE hal. glyserin.624 ) . tidak berbau. tidak berbau atau berbau lemah.Pengawet Natrium Benzoat ( HPE hal. tidak . air. dan tidak berasa  Kelarutan Pada suhu 20 0C larut dalam:  Etanol 50% 1:5. Gliserin berbau. 466 )  Bentuk Kristal tidak berwarna atau serbuk kristalin. Propilenglycol  Bentuk . larut dengan perbandingan 1 : 6 dengan eter. eter. Saccharin Na Cairan jernih. tidak larut dengan minyak mineral . tidak berwana. 629 )  Bentuk Kristal putih. etanol 95%. berwarna putih. tidak berbau. kloroform. rasa sedikit membakar  Kelarutan Pada suhu 25 0C larut dalam:  Etanol 95% 1:3  Etanol 50% 1:6  Eter 1:50  Glyserin 1:60 Nipasol ( Propil Paraben ) ( HPE hal. rasa manis. tidak manis dan asin  Kelarutan Pada suhu 20 0C kelarutan dalam:  Etanol 95% 1:75  Etanol 90% 1:50  Air 1:1. sedikit higroskopik. kental. tidak berwarna.

larut 1 : 500 dengan eter dan 1 : 1 dengan etil asetat Sukrosa ( FI IV hal. 748 )  Bentuk Serbuk atau hablur putih. kental. higroskopik. tidak larut dalam benzena. dalam kloroform dan dalam eter. higroskopik. granul. sangat manis. larutan encer. atau lempengan. tidak larut dalam kloroform dan dalam eter Sorbitol ( FI IV hal. tidak berbau. Saccharin ( FI IV hal. rasa manis . sukar larut dalam etanol. tidak bewarna. dalam larutan alkali hidroksida dan dalam alkali karbonat dengan pembentukan karbondioksida Glyserin ( HPE hal. 301 )  Bentuk Cairan jernih.6 kali sukrosa  Kelarutan Sedikit larut dalam aseton. 762 )  Bentuk Hablur putih/tidak berwarna. massa hablur atau berbentuk halus atau serbuk hablur putih. rasa manis. larutan bereaksi dengan lakmus  Kelarutan Agak sukar larut dalam air. metanol. stabil di udara. mudah larut dalam larutan amoniak encer. sukar larut dalam etanol. 756 )  Bentuk Serbuk. warna putih. kloroform minyak. tidak berbau atau berbau aromatik lemah. air. larutannya netral terhadap lakmus  Kelarutan Sangat mudah larut dalam air. rasa manis 0. lebih mudah larut dalam air mendidih. tidak berbau. larut dalam etanol 95%. larut dalam air mendidih.

Larutan encernya lebih kurang 300 kali manisnya sukrosa  Kelarutan Mudah larut dalam air. 750 )  Bentuk Hablur atau serbuk hablur. serkai. kadar sakarosa C12H22O11 tidak kurang dari 64. agak aromatik. Tambahkan air mendidih secukupnya hingga diperoleh bobot yang dikehendaku. 2) Menurut farmakope Indonesia IV 1995 hal 15 Larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain dalam kadar tinggu. buang busa yang terjadi. sukar larut dalam etanol. rasa sangat manis. Larutan parasetamol (asetaminophen oral solution) . walaupun dalam larutan encer. Definisi sirup 1) Menurut farmakope Indonesia III 1979 hal 31 Sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa.0 % dan tidak lebih dari 66. 3) Menurut farmakope Indonesia V 2014 hal 51 Larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain dalam kadar tinggu. agak sukar larut dalam etanol BAB II Persyaratan Umum Sediaan A. Kecuali dinyatakan lain.  Kelarutan Sangat mudah larut dalam air. panaskan. putih. dinyatakan sebagai sirup. dalam metanol dan dalam asam asetat Saccharin Na ( FI IV hal. tidak berbau. tambahkan gula jika perlu di didihkan hingga larut.0% Pembuatan kecuali dinyatakan lain . sirup dibuat sebagai berikut : buat cairan untuk sirup. dinyatakan sebagai sirup.

5 – 1 g diatas 4 g perhari dalam dosis terbagi untuk anak-anak diatas 1 tahun 120 mg. Dosis pemakaian Anak-anak 1-6 tahun : 120 mg-250mg Anak. Dosis dalam literatur 0.lebih efisien . mudah diberi bau-bauan dan warna sehingga menimbulkan daya tarik untuk anak 6. 6- 12 tahun 250 mg-500 mg.rasa tidak terlalu pahit . Syarat sediaan sirup : . . maka dosis pakai : 1-6 tahun : 1-2 sendok takar 6-12 tahun : 2-4 sendok takar 5.1 . Dosis dan jumlah kemasan Perhitungan dosis 1. Lama pengobatan 3 hari 4. . Bila dalam satu sendok takar mengandung 120mg parasetamol.berasa manis . hal ini terjadi karena konsentrasi lebih besar. Dosis 250mg/5ml Kelebihan : jumlah takaran lebih sedikit karena dosisnya lebih besar dari 120 mg Kekurangan : rasa lebih pahit dan lebih sukar larut . C. dosis dapat diubah-ubah dalam pembuatan’ 3. merupakan campuran yang homogen 2. mempunyai rasa manis 5. dewasa 500mg-1000mg 2. Keuntungan dan kerugian sediaan sirup  keuntungan : 1.anak 6-12 tahun : 250 mg-500mg 3.0% dari jumlah yang tertera pada etiket.lebih acceptable .8-6. keseragaman sediaan untuk larutan oral dalam wadah dosis tunggal . Larutan oral parasetamol mengandung parasetamol C8H9NO2 tidak kurang 90.mengandung satu jenis obat atau lebih dapat juga berupa cairan berwarna. wadah dan penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat pada suhu ruang terkendali (FI V hal 986) B. ada obat yang tidak stabil dalam larutan 2.larutan berwarna jernih .lebih mudah larut Kekurangan : takaran lebih banyak apabila diberikan pada pasien usia 6-12 tahun 6. Dosis 120mg/ml Kelebihan : .0% dan tidak lebih dari 110. obat lebih mudah di absorbsi 4. pH (1071) antara 3. membantu pasien yang tidak dapat menelan obat tablet  kerugian : 1. volume dan bentuk larutan lebih besar dan ada yang sukar ditutupi rasa dan baunya D.

obat tetes adalah sediaan cair berupa larutan. Menurut Farmakope Indonesia III 1979 hal 9 Drop atau guttae. Menggunakan kemasan botol 60 ml Alasan : lebih efektif dan efisien untuk semua konsumen yang dituju dan juga karena pertimbangan jumlah pemakaian (untuk 3 hari) dibuat dalam jumlah obat karena memperhitungkan stabilitas bahan saat penyimpanan. Volume yang dibutuhkan 1-5 tahun : 1-2 sendok takar (120mg/5ml) 1 hari : (5ml-10ml)x 4 = 20-40 ml 3 hari : (20-40 ml) x 3 = 60-120 ml 6-12 tahun : 2-4 sendok takar (120mg/5ml) 1 hari : (10ml-20ml)x 4 = 40-80 ml 3 hari : (40-80 ml) x 3 = 120-240 ml 8. emulsi atau suspensi dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar.0% dan tidak lebih dari 110. digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan Farmakope Indonesia Larutan parasetamol (asetaminophen oral solution) Larutan oral parasetamol mengandung parasetamol C8H9NO2 tidak kurang 90. Dipilih dosis 120mg/5ml karena lebih efisien dalam pembuatan sediaan dan pemakaiannya bisa untuk anak-anak 1-6 tahun. Definisi sediaan drop 1. A.0% dari jumlah yang tertera pada etiket. . 7.

Syarat sediaan drop .Memenuhi persyaratan uji mikrobiologi . warna dan bau dapat di atur  Kerugian : .1 tahun sehingga takarannya sesuai dan efisien untuk pemberian. Konsumen yang dituju : anak-anak usia 0 bulan-1 tahun Alasan . 3.4 ml . keseragaman sediaan untuk larutan oral dalam wadah dosis tunggal .8 ml)x 3 = 2. Volume yang dibutuhkan -anak-anak usia 0 bulan-3 bulan Dosis sekali pemakaian 30mg-60mg (1/2 tetes-1 tetes) = 0. bila perlu 4 kali dalam sehari 2.. Perhitungan dosis Dosis oral parasetamol pada anak .Memberi kemudahan dalam pemberian khususnya bagi bayi yang belum bisa menelan obat dengan baik .120mg Dosis tersebut dapat diberikan tiap 4-6 jam .6 ml mengandung 60 mg parasetamol( 60mg/0. Keuntungan dan Kerugian sediaan drop  Keuntungan : .6 ml 1 hari = (0.3 ml-0.Memenuhi persyaratan uji homogenitas . Diperlukan ketepatan dosis yang presisi .9 ml-1.6 ml)x 3 = 0.3 ml-0. pH (1071) antara 3. rasa . karena dosis sekali pakai 60mg/0. usia : 0-3 bulan = 30mg-60mg 3-6 bulan = 60mg-90mg 6 bulan – 1 tahun = 80mg.Sangat baik digunakan untuk pemberian dosis kecil .Memenuhi persyaratan uji kekentalan atau viskositas .61 ml) Alasan . karena pada anak usia 0 bulan – 1 tahun lebih mudah untuk meminum obat berupa cairan/larutan dalam bentuk sediaan drop karena pada anak usia tersebut masih susah jika diberikan obat melalui sendok takar(sirup) maupun bentuk tablet. Dosis. Obat lebih mudah di absorbsi .Memenuhi persyaratan uji bobot jenis . Stabilitas bentuk larutan biasanya kurang baik . Dosis dan jumlah perkemasan 1. Kandungan parasetamo : dalam 1 tetes pipet drop 0.7ml -5. wadah dan penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat pada suhu ruang terkendali (FI V hal 986) B.8 ml 3 hari = (0.9 ml-1.8-6.1 . 4.6ml masuk dalam rentang dosis usia 0 bulan.Memenuhi persyaratan uji Ph . Kesulitan dlam masalah formulasi untuk menutupi rasa zat aktif yang pahit dan tidak menyenangkan D.Dosis dapat terjaga dengan penggunaan droper (penetes) yang akurat dan telah dilakukan pra kalibrasi sesuai dosis yang diresepkan C.

6ml-0.4 ml-3.2 ml) x 3 = 7. Amber glass bottles No Ingredients Quantity Averages 1 Paracetamol 19kg 1.2 ml 3 hari = (2.9 ml)x 4 = 2.6 ml PARACETAMOL SYRUP 1 LABELLED FORMULA Each 5ml contains Parasetamol 125mg colour qs flavoured syrup base qs BATCH SIZE : 750 Liters PRATICAL YIELD : 12.250 bottles of 60 ml USUAL PACKING :60 ml.4 ml-3. -anak.6ml-0.5% 2 Propylene glycol 200kg 3 Sodium benzoate 800kg 4 Methyl paraben 800kg sodium 5 propyl paraben 80kg sodium 6 Sugar 450kg 7 Glycerin 12kg .anak usia 3bulan-6 bulan Dosis sekali pemakaian 60mg-90mg = 0.9 ml 1 hari = (0.2 ml-9.

8 Citric acid 380kg 9 Disodium edetat 380kg 10 Colour 1og 11 2kg Flavour 750 lit 12 D. add the flavours and make up the volume to 750 liters with water . In a separate mixing tank transfer the propylene glycol and add paracetamol under stirring tell completely dissolved. Dissolve the colour in water and add to teh syrup 7. Water and add to the syrup 5. Lastly. methyl paraben sodium and propyl paraben sodium in 25 liters water and add to the syrup under stirrung. Add this solution to the main bulk. filter through cloth and transfer with the filter pree to the mixing tank fitted with stirrer 2.4 to 6.M Water Manufacturing specifications 1. Dissolve disodium edetate in 25 lit. Prepare the primary syrup as usual. Dissolve citric acid in 25 lit. 6. Use 60 ml amber glass bottles with 25 mm PD caps 2. Water and add to the syrup 4. Ph range 5. Keep the strirrer on 3. Dissolve sodium benzoate. Add glycerin to the syrup 8.9 Manufacturing process 1.

Ph – 5.0 4.6 to 6.0 lit 3 Sugar syrup 66% 40.20 to 1. Specific gravity – 1.5 kg 2 Propylene glycol 40.0 lit 4 Saccharin sodium 5g 5 Colour erythrosine 20 g 6 Essense cherry 170 ml 7 Essense raspberry 170 ml 8 Essense vanilla 115 ml 9 Glycerin 100 ml Manufacturing specifications 1. Amber glass bottle No Ingredients Quantity Average 1 Paracetamol 2. Appearance – pink coloured clear solution free foreign matter 2. PARACETAMOL SYRUP 2 LABELLED FORMULA Each 5ml contains Parasetamol 125mg colour: erythrosine qs flavoured syrup base qs BATCH SIZE : 100 Liters PRATICAL YIELD : 1600 bottles of 60 ml USUAL PACKING :60 ml.27 . Potency – 98 to 102 % of labelled claim 3.

0 kg 2 Propylene glycol 60.Manufacturing process Adopt generally the same process as given in formulation 1 PARACETAMOL SYRUP 3 LABELLED FORMULA Each 5ml contains Parasetamol 150mg colour: erythrosine qs propylene glicol/ syrup base qs BATCH SIZE : 200 Liters PRATICAL YIELD : 3880 bottles of 60 ml USUAL PACKING : 50 ml.M.0 kg 9 Banana essense 400 ml 10 Cocoa essense 200 ml 11 Saffaron essense 400 ml 12 Chloroform water 10 lit 13 D. Amber glass bottles No Ingredients Quantity Averages 1 Paracetamol 6.4 kg 5 Sodium hydeoxide 500 g 6 Colour erythrosine 30 g 7 Sodium benzoate 200 g 8 Sodium chloride 2. Water 200 lit .0kg 3 Sugar 80.0kg 4 Saccharin 2.

0 65.5 3 Saccharin sodium powder 17.5 6 Water purified 2.0 8 Alcohol(ethanol) 150 proof non beverage 65.0 1 Propylene glycol 739.0 7 Flavor wild cherrt artofical 2.Manufacturing specifications dan process Adopt the same process as given in formulation 1 FORMULA DROPS Acetamminiphen Drops Bill of materials Scale (mg/ml) Item Material name Quantity /L 739.5 2.75 0.0 qs 9 Water purified Qs to 1 L  Check for local regulatory allowance to use red dyer .5 8.0 17.05 5 Dye red FD & c No 40 0.05 2.0 90.75 4 Sodium chloride 8.0 2 Acetaminophen 90.

5 0.97% (ml) (g/100ml) 90 10 5.44 10 90 7.5 0.6 0.52 80 20 6.42 Larutan dapar borat Larutan NaH2PO.8 0.05 4 6 6.2H2O Ph (ml) 0.5 5.3 3 7 7.05 9 1 5.larutan dapar borat dan larutan dapar lain yang mempuyai kapasitas dapar rendah.40 50 50 6.2 0.2H2O 2.45 7 3 6.25 8 2 6.50 60 40 6.97% (ml) 1 9 7.0 0.46 30 70 7.55% Larutan Na2HPO4.2H2O untuk isotonis (ml) 0.55% Larutan Na2HPO4.basa/larutan dapar yang tertera pada daftar berikut ini hingga ph dikehendaki Larutan Dapar Fosfat Larutan NaH2PO.2H2O Ph .43 5 95 8.2H2O 2.48 40 60 7.6 2 8 7.9 0.7 0.3 Larutan Dapar Isotonis Larutan Larutan ph NaCl yang fiperlukan NaH2PO.85 5 5 6.LARUTAN DAPAR (FI III hal 14 -15) Larutan dapar pada umumnya digunakan larutan dapar fosfat.2 0.4 0. Jika disebut pH dalam paparan obat jadi.45 20 80 7.0 0.7 9.2H2O 80% Na2HPO4. putaran Ph dilakukan dengan menambah asam.51 70 30 6.65 6 4 6.

6 campur 6.65 9 1 7.1 M dengan natrium fosfat dibasa dosekahidrat 0.5 6.biasanya dengan bahan alkali dan karbonat ADI : up to 100 mmol of phospat dayli PERHITUNGAN DAPAR PARACETAMOL SIRUP Sediaan yang digunakan ph : 6.65 5 5 8.2 campur 87. Dapar fosfat-sitrat ph 7.kloralhidrat. tidak berwarna.05 8 2 7.dalam udara kering Kelarutan : larut dalam bagian air. Dapar fosfat-sitrat ph 7. slighly deliquecent crystal(bentuk hidrat) granul Kelarutan : larut dalam satu bagian air.sukar larut dalam etanol (95%) Incompabilitas : dengan alkaloida.21 (H2PO4 .5 0.resotsinol. tidak berbau. dan asam glukonate dan ciproid ADI : untuk sediaan oral maksimal penggunaan adalah 100 mmol phospat perhari 2.0 Pka 1 : 2.85 0.rasa asin.15 6. NaH2PO4 Pemerian : tidak berbau.80 4 6 8.30 Dalam farmakope Indonesia edisi IV hal 144 disebutkan tentang dapar fosfat sitrat : .15 % dengan 13.05 2 8 8.ion aseton. (ml) 0. Na2HPO4 Pemerian : hablur tidak berwarna.0 ml larutan natrium fosfat di basa dodekahidrat 7.sangat mudah larut dalam etanol 95% Incompactibilitas : dengan asam mineral.proganol.50 6 4 8. Karakteristik dapar fosfat 1.a sitrat p: 2.67 (HPO4 2-) ~~NaH2PO4 .) ~~Na2HPO4 Pka3 : 12.antopynine.80 9.21 (H3PO4) ~~ Na3PO4 Pka2 : 7.00 9.95 3 7 8.0 ml larutan asa.97% (ml) 1 9 9.2 M secukupnya hingga 100 ml a.1 % .30 7 3 8.35 ml asam sitrat 0.

02 = 2.1497= x 156.0983 g PERHITUNGAN DAPAR PARCETAMOL DROP Sediaan yang digunakan ph : 6.3 C ¿ ¿ ( Ka ) x (H 3 PO 4) ¿ 6.2 X 10−3 M garam 1000 9.02 = 0.Ph yang digunakan 6.4013 g C = Garam + asam gram 1000 Garam = x 0.1497 M 0.158 = 1.0 garam Ph = pka + log asam Na 2 HPO 4 6.158 M C = Garam + asam g ram 1000 Asam = x 0.0 = 7.0617 NaH2PO4 + NaH2PO4 asam v 0.99 60 Gram = 0.01 60 Gram= 1. Ka : 6.0617 H 2 PO 4 Na2HPO4 = 0.) ~~Na2HPO4 Pka3 : 12.3 C ¿ ¿ ( 6.21 = log H 2 PO 4 Na 2 HPO 4 = 0.0617 NaH2PO4 garam 1000 NaH2PO4= 0. H3O+ : 10−6 Persamaan Van Styye ( H 3 PO 4) ( Ka ) X ¿ β = 2.2 x 10 −3 = x 177.158 = 0.17 x 10−18 ) x (10−6) ¿ 0.21 + log H 2 PO 4 Na 2 HPO 4 -1.1497 asam v NA2HPO4 = 9.17 x 10−18 Ph : 6 maka .1259 C C = 0.21 maka .158 g = Na2HPO4 + 0.0617 H2PO4 Kapasitas dapar Pka : 7.21 (H3PO4) ~~ Na3PO4 Pka2 : 7.21 (H2PO4 .17 x 10 (¿ ¿−18)+(10−6 )¿2 0.0 Pka 1 : 2.67 (HPO4 2-) ~~NaH2PO4 .

17 x 10−18 Ph : 6 maka .158 M C = Garam + asam NaH2PO4.97 = 0.0617 NaH2PO4 15 ml x 0.0617 NaH2PO4 + NaH2PO4 0.21 + log H 2 PO 4 Na 2 HPO 4 -1.3 C ¿ ¿ ( 6.17 x 10−18 ) x (10−6) ¿ 0.158 = 1.06 = H 2 PO 4 Na2HPO4 = 0.01 M .02 = 2.1259 C C = 0.17 x 10 −6 2 (¿ ¿−18)+(10 )¿ 0.15 m x 154.158 = 0.15 M 1000 ml Bila sediaan yang dibuat 15 ml. maka : = (0.06 NaH2PO4 Kapasitas dapar Pka : 7.35 g NaH2PO4= 0.3 C ¿ ¿ ( Ka ) x (H 3 PO 4) ¿ 6.21 = log H 2 PO 4 Na 2 HPO 4 0.16 – 0.02 = 0.2H2O = 0.15) Na2HPO4 = C – NaH2PO4 = 0.Ph yang digunakan 6.0 = 7.0 garam Ph = pka + log asam Na 2 HPO 4 6.21 maka . Ka : 6. H3O+ : 10−6 Persamaan Van Styye ( H 3 PO 4) ( Ka ) X ¿ β = 2.

303 Log k = x log 1 21.8 ∝ 2 2. NaH2PO4.97 = 0.2H2O = Bila sediaan yang dibuat 15 ml.03 g 1000 ml PERHITUNGAN EXPIRED DATE Paracetamol pada Ph : 6 T1/2 :21. maka : 15 ml x 0.303 Co Log k = x log t 1/2 Ct ∝ 2.0318 t 90 .8 Log k = 0.8 2.01 m x 177.303 Log k = x log2 21.

9% Formula 2 sirup Paracetamol : (% PG x konstanta dielektrik)+( (% PEG x konstanta dielektrik)+ (% aquadest x konstanta dielektrik) : (15%x 32.1)+(15%x12.303 1 0.22%x 80) .5)+(30%x46)+(44.31 tahun ( 3 tahun.1)+(40% x 46)+(2.9∝ 2.9% x 80) : 26.22%x 80) : 56.6%x80) : 55.0318 = x log t 90 0.0318 = x log t 90 0.06 % PERHITUNGAN KONSTANTA DIELEKTRIK DROP Formula 1 drop Paracetamol : (% PG x konstanta dielektrik)+ (% gliserin x konstanta dielektrik)+ (% aquadest x konstanta dielektrik) : (20% x 32. 2.303 ∝ 0.9 T 90 = 3. 3 bulan.5)+(24.61% Formula 3 sirup Paracetamol : (% PG x konstanta dielektrik)+ (% Gliserin x konstanta dielektrik)+ (% aquadest x konstanta dielektrik) : (20%x 32.303 Co Log k = x log t 1/2 Ct 2. 21 hari) PERHITUNGAN KONSTANTA DIELEKTRIK SIRUP Formula 1 sirup Paracetamol : (% PG x konstanta dielektrik)+(%Gliserin x konstanta dielektrik)+ (% aquadest x konstanta dielektrik) : (20% x 32.1)+(40% x 46)+(2.

02-0.4013 g Essense Perasa Pewarna Pewarna Aquadest Pelarut 44.456 g Gliserin Kosolven <50 % 30 % 22.44 g 5 ml 1.16 % 0.5 % 0.258 g Na benzoat Pengawet 0.4% 60 ml .5 % Perhitungan : 120 mg 1. Paracetamol = x 60 ml = 1.02-0. : 26.62 % Formula 3 Paracetamol : (% PEG x konstanta dielektrik)+ (% PG x konstanta dielektrik)+ (% aquadest x konstanta dielektrik) : (25%x 12.5 % 0.1)+(5%x 46)+(17.5)+(20%x 32.44 g Propilen glikol Kosolven 10-25 % 20 % 12.5 % 0.0983 g NAH2PO4 Dapar 2.34 % 1.22% x 80) : 25.44 g % = x 100 % = 2.09 g Na2HPO4 Dapar 0.60% Formula 2 drop Paracetamol : (% PEG x konstanta dielektrik)+( (% PG x konstanta dielektrik)+ (% Gliserin x konstanta dielektrik)+ (% aquadest x konstanta dielektrik) : (25%x 12.5) + ( FORMULA 1 SIRUP NAMA BAHAN FUNGSI KADAR % DIGUNAKAN JUMLAH Paracetamol Bahan aktif 120mg/ml 1.1 % 0.716 g Saccharin Na Pemanis 0.

86 g/ml = 0. Propilen glikol (1:9) 12 3. Na benzoat = x 60 ml = 0.45 g 70 40 Kesimpulan : propilen glikol.06 ml x 1.716 g 100 0. Propilen glikol = x 60 ml = 12 ml x 1. Perhitungan ADI 1.038 g/ml = 12.038 = 8.038 = 4. Gliserin ( 1:40) 28. Aquadest (1:70) = x 1 g = 1.2 ml 100 2.4029 g = x 1 g = 0.33 g 47 9 = x 60 ml = 28.152 g Dalam 40 ml = 20% x 20 ml = 8 ml x 1. Aquadest = x 60 ml = 26.258 g 100 0 . gliserin dapat melarutkan bahan aktif. 20 2.304 g Batas ADI = 250 mg – 375 mg Pemakaian tiap hari = 4152 mg – 8304 mg Umur 6-12 tahun ADI = 400-575 mg Sehari paracetamol = 4x(10ml-20ml) = 40 – 80 ml Dalam 40 ml = 20% x 40 ml = 8 ml x 1.456 g 100 30 3.7 ml 100 Perhitungan kosolven 1. Gliserin = x 60 ml = 18 ml x 1.2620 g/ml = 22.038 g/ml = 12.5 4.456 g Sehari paracetamol = 4x(5ml-10ml) = 20-40 ml Dalam 20 ml = 20% x 20 ml = 4 ml x 1.038 = 8.09 g 100 44.5 6. Saccharin Na = x 60 ml = 0.5 g/ml = 0.1 5.575 mg Umur 1-5 tahun ADI = 250-375 mg Propilen glikol = 20% x 60 ml 12 ml = 12 ml x 1.2 18 = x1g = 0. Propilen glikol (25mg/kgBB) Umur BB (kg) 25 mg/kg BB 1-5 tahun 10-15 kg 250 mg-375 mg 6-12 tahun 16-23 kg 400 mg.304 g .3 ml x 0.

5 mg/kg BB 1-5 tahun 10-15 kg 25 mg-37. Dalam 80 ml = 20% x 80 ml = 16 ml x 1.5 mg 6-12 tahun 16-23 kg 40 mg.5g) Sehari paracetamol = 4x(10ml-20ml) = 40 – 80 ml Dalam 40 ml = 30% x 40 ml = 12 ml x 1.086 g = 86mg Dalam 40 ml = 0.0-1.5 mg Saccharin Na = 0.86 = 172 mg Dalam 80 ml = 0.572g-15.86 = 0.5 mg/kg BB 1-5 tahun 10-15 kg (10-15) / (15-22.144g-30.5) mg Sehari paracetamol = 4x(5ml-10ml) = 20-40 ml Dalam 20 ml = 30% x 20 ml = 6 ml x 1.5 mg Umur 1-5 tahun ADI = 25-37.57.2620 = 7.2 ml x 0.5% x 40 ml = 0.2620 = 15.1 ml x 0.0-1.2 ml x 0.288 g Batas ADI = (16-23) / (23-34.5) mg Pemakaian tiap hari = 15.4 ml x 0.5 mg Sehari paracetamol = 4x(10ml-20ml) = 40 – 80 ml Dalam 40 ml = 0.5mg/kgBB) Umur BB (kg) 1.5% x 80 ml = 0.2620 = 30.288g Kesimpulan = tidak masuk rentang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari 3.86 = 0.304 g – 16.5) mg Pemakaian tiap hari = 7.5) mg 6-12 tahun 16-23 kg (16-23) / (23-34.608 g Pemakaian tiap hari = 8.86 = 344 mg Pemakaian tiap hari = 172mg – 344mg .86 g/ml = 0.608 g Kesimpulan = tidak masuk rentang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari 2.172 g = 172mg Pemakaian tiap hari = 86mg-172mg Umur 6-12 tahun ADI = 40-57.144g ~ 7572mg-15144mg Umur 6-12 tahun ADI = (16g-23g) / (23g-34.3 ml x 0. Gliserin (1.5% x 20 ml = 0. Saccharin Na (2.258 g Sehari paracetamol = 4x(5ml-10ml) = 20-40 ml Dalam 20 ml = 0.144 g Dalam 80 ml = 30% x 80 ml = 16 ml x 1.038 = 16.2620 = 15.5mg/kgBB) Umur BB (kg) 2.5) mg Umur 1-5 tahun ADI = (10-15) / (15-22.572 g Dalam 40 ml = 30% x 20 ml =12 ml x 1.144 g Batas ADI = (10-15) / (15-22.5% x 60 ml 12 ml = 0.5% x 20 ml = 0.

Kesimpulan = tidak masuk rentang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari 4. .

125 g 100 .5 % 0.05-0.811 g Na2HPO4 Dapar 0.0983 g NAH2PO4 Dapar 2.02-0.82 Saccharin Na Pemanis 0. Paracetamol = x 60 ml = 1.44 g 5 ml 1.1 % 0.16 % 0.1013 g Nipagin Pengawet 0. Propilen glikol = x 60 ml = 9 ml x 1.342 g Gliserin Kosolven <50 % 10 % 7.44 g Propilen glikol Kosolven 10-25 % 15 % 9.8 % Perhitungan : 120 mg 1.2620 g/ml = 7.4% 60 ml 15 2.038 g/ml = 9.572 g PEG 400 Kosolven 5-25% 15% 10.125g Sorbitol Pemanis 20-35% 30% 26.572 g 100 15 4.2 % 0.44 g % = x 100 % = 2. Gliserin = x 60 ml = 6 ml x 1.2 % 0.120 g/ml = 0.4013 g Essense Perasa Pewarna Pewarna Aquadest Pelarut 24.34 % 1.FORMULA 2 SIRUP NAMA BAHAN FUNGSI KADAR % DIGUNAKAN JUMLAH Paracetamol Bahan aktif 120mg/5ml 1. PEG 400 = x 60 ml = 9 ml x 1.342 g 100 10 3.

Soritol = x 60 ml = 18 ml x 1. Propilen glikol (25mg/kgBB) Umur BB (kg) 25 mg/kg BB 1-5 tahun 10-15 kg 250 mg-375 mg 6-12 tahun 16-23 kg 400 mg.24g 70 Kesimpulan : propilen glikol.228g .4 = x 60ml = 16.352g g/ml = 0. Gliserin ( 1:40) 10 = x 60ml = 10ml 60 10 = 1:40 = x 1g = 0.49 g/ml = 26.44ml 100 16. peg 400 dapat melarutkan bahan aktif. Nipagin = x 60 ml = 0.82 g 100 0.114g-6.25g 40 3.114 g Dalam 40 ml = 15% x 40 ml = 6ml x 1.0811 g 100 Perhitungan kosolven 1.038 = 6. gliserin.2 6. Saccharin Na = x 60 ml = 0.06 ml x 1.575 mg Umur 1-5 tahun ADI = 250-375 mg Sehari paracetamol = 4x(5ml-10ml) = 20-40 ml Dalam 20 ml = 15% x 20 ml = 3 ml x 1. Propilen glikol (1:9) 15 = x 60ml = 9ml 100 9 = 1:9 = x 1g = 1g 9 2. Perhitungan ADI 1.12 ml x 0. Peg 400 (1:7) 15 = x 60ml = 9ml 100 9 = 1:7 = x 1g = 1.1013 g 100 0.228 g Batas ADI = 250 mg – 375 mg Pemakaian tiap hari = 3.44 = 1:70 = x 1g = 0.29g 7 4.86 g/ml = 0.038 = 3. 30 5. Aquadest (1:70) 27.1 7.

2620 = 5.5 mg/kg BB 1-5 tahun 10-15 kg (10-15) / (15-22.125 = 13.2620 = 10. PEG 400 (10mg/kgBB) Umur BB (kg) 10mg/kg BB 1-5 tahun 10-15 kg 100-150 mg 6-12 tahun 16-23 kg 160-230 mg Umur 1-5 tahun ADI 100mg-150mg Sehari paracetamol = 4x(5ml-10ml) = 20-40 ml Dalam 20 ml = 15% x 20 ml = 3 ml x 1.228g-12.125 = 3.456g Kesimpulan = tidak masuk rentang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari 2.228 g Dalam 80 ml = 15% x 80 ml = 12 ml x 1.5) mg Umur 1-5 tahun ADI = (10-15) / (15-22.5g) Sehari paracetamol = 4x(10ml-20ml) = 40 – 80 ml Dalam 40 ml = 10% x 40 ml = 14 ml x 1.50 g Pemakaian tiap hari = 6.375g-6.2620 = 5.750 g Pemakaian tiap hari = 3.048g-10.096g Kesimpulan = tidak masuk rentang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari 3. Gliserin (1.524 g Dalam 40 ml = 10% x 40 ml =4 ml x 1.2620 = 2.125 = 6.038 = 6.524g-5.038 = 12.456 g Pemakaian tiap hari = 6.048 g Pemakaian tiap hari = 2.375 g Dalam 40 ml = 15% x 40 ml =6 ml x 1.048 g Dalam 80 ml = 10% x 80 ml = 8 ml x 1.5) mg Sehari paracetamol = 4x(5ml-10ml) = 20-40 ml Dalam 20 ml = 10% x 20 ml = 2 ml x 1.5) mg 6-12 tahun 16-23 kg (16-23) / (23-34.096 g Pemakaian tiap hari = 5.048g Umur 6-12 tahun ADI = (16g-23g) / (23g-34.0-1.750g-13.0-1.5mg/kgBB) Umur BB (kg) 1.750 g Dalam 80 ml = 15% x 80 ml = 12 ml x 1. Umur 6-12 tahun ADI = 400-575 mg Sehari paracetamol = 4x(10ml-20ml) = 40 – 80 ml Dalam 20 ml = 15% x 40 ml = 6 ml x 1.750g Umur 6-12 tahun ADI = 160mg-230mg Sehari paracetamol = 4x(10ml-20ml) = 40 – 80 ml Dalam 40 ml = 15% x 40 ml = 6 ml x 1.125 = 6.50g .

5mg Sehari paracetamol = 4x(10ml-20ml) = 40 – 80 ml Dalam 40 ml = 0.88g-35.49 = 35.0344 g Dalam 40 ml = 0.5mg/kgBB) Umur BB (kg) 2.86 = 0.76 g Pemakaian tiap hari = 17.49 = 17.5mg Sehari paracetamol = 4x(5ml-10ml) = 20-40 ml Dalam 20 ml = 0. Kesimpulan = tidak masuk rentang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari 4.2% x 80 ml = 0.94 g Dalam 40 ml = 30% x 20 ml =12 ml x 1.16 ml x 0.2% x 40 ml =0.49 = 8.0688g-0.1376 g Pemakaian tiap hari = 0.0688 g Pemakaian tiap hari = 0.04 ml x 0.76g Kesimpulan = tidak masuk rentang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari 5.2% x 40 ml = 0.0688g Umur 6-12 tahun ADI = 40mg-57.1376g Kesimpulan = tidak masuk rentang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari .86 = 0.86 = 0.2% x 20 ml = 0.5 mg Umur 1-5 tahun ADI = 25mg-37.94g-17.0344g-0.88 g Dalam 80 ml = 30% x 80 ml = 24 ml x 1.5 mg 6-12 tahun 16-23 kg 40-57.0688 g Dalam 80 ml = 0.04 ml x 0.5 mg/kg BB 1-5 tahun 10-15 kg 25-37. Sorbitol Umur BB (kg) 1-5 tahun 10-15 kg 6-12 tahun 16-23 kg Umur 1-5 tahun Sehari paracetamol = 4x(5ml-10ml) = 20-40 ml Dalam 20 ml = 30% x 20 ml = 6 ml x 1. Saccharin Na (2.08 ml x 0.49 = 17.88 g Pemakaian tiap hari = 8.86 = 0.88g Umur 6-12 tahun Sehari paracetamol = 4x(10ml-20ml) = 40 – 80 ml Dalam 40 ml = 30% x 40 ml = 12 ml x 1.

0983 g NAH2PO4 Dapar 2.5 % 0.103 g Na benzoat Pengawet 0.1 % 0.716 g Saccharin Na Pemanis 0. Paracetamol = x 60 ml = 1.34 % 1.44 g 5 ml .16 % 0.2 % 0.02-0.44 g Propilen glikol Kosolven 10-25 % 20 % 12.09 g Na2HPO4 Dapar 0.456 g Gliserin Kosolven <50 % 30 % 22.02-0.5 % 0.8 % Perhitungan : 120 mg 7.FORMULA 3 SIRUP NAMA BAHAN FUNGSI KADAR % DIGUNAKAN JUMLAH Paracetamol Bahan aktif 120mg/ml 1.4013 g Essense Perasa Pewarna Pewarna Aquadest Pelarut 44.

Propilen glikol (1:9) 12 3.09 g 100 44. Aquadest (1:70) = x 1 g = 1.06 ml x 1. Aquadest = x 60 ml = 26.12 ml x 0.5 g/ml = 0.716 g 100 0.2 9 = x1g = 0.2620 g/ml = 22. Propilen glikol = x 60 ml = 12 ml x 1. Na benzoat = x 60 ml = 0.4% 60 ml 20 8. 1.33 g 28.1032 g 100 0.038 g/ml = 12. Saccharin Na = x 60 ml = 0.45 g 40 .41 g 2.8 12.86 g/ml = 0.88 ml 100 Perhitungan kosolven 1.456 g 100 30 9. Gliserin ( 1:40) 70 18 = x 1 g = 0.44 g % = x 100 % = 2.2 10.1 11. Gliserin = x 60 ml = 18 ml x 1.

5144 g Pemakaian tiap hari = 6.038 = 4. Gliserin (1.5) mg Sehari paracetamol = 4x(5ml-10ml) = 20-40 ml Dalam 20 ml = 30% x 20 ml = 6 ml x 1.304 g Dalam 80 ml = 20% x 80 ml = 16 ml x 1.75729-13.2620 = 13.038 = 8.304 g Batas ADI = 250 mg – 375 mg Pemakaian tiap hari = 4152 mg – 8304 mg Umur 6-12 tahun ADI = 400-575 mg Sehari paracetamol = 4x(10ml-20ml) = 40 – 80 ml Dalam 40 ml = 20% x 40 ml = 8 ml x 1.5144 g .5) mg Umur 1-5 tahun ADI = (10-15) / (15-22.038 = 16.038 g/ml = 12.0-1. Perhitungan ADI 1.5) mg 6-12 tahun 16-23 kg (16-23) / (23-34.575 mg Umur 1-5 tahun ADI = 250-375 mg Propilen glikol = 20% x 60 ml 12 ml = 12 ml x 1.2620 = 6.456 g Sehari paracetamol = 4x(5ml-10ml) = 20-40 ml Dalam 20 ml = 20% x 20 ml = 4 ml x 1.5 mg/kg BB 1-5 tahun 10-15 kg (10-15) / (15-22.7572 g Dalam 40 ml = 30% x 40 ml =12 ml x 1. Propilen glikol (25mg/kgBB) Umur BB (kg) 25 mg/kg BB 1-5 tahun 10-15 kg 250 mg-375 mg 6-12 tahun 16-23 kg 400 mg.5mg/kgBB) Umur BB (kg) 1.304 g – 16.2620 = 13.608 g Pemakaian tiap hari = 8. gliserin dapat melarutkan bahan aktif.0-1. Kesimpulan : propilen glikol.5g) Sehari paracetamol = 4x(10ml-20ml) = 40 – 80 ml Dalam 40 ml = 30% x 40 ml = 12 ml x 1.608 g Kesimpulan = tidak masuk rentang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari 2.152 g Dalam 40 ml = 20% x 20 ml = 8 ml x 1.5144g Umur 6-12 tahun ADI = (16g-23g) / (23g-34.038 = 8.

2620 = 27.6 mg Pemakaian tiap hari = 68.2% x 20 ml = 0.2mg Dalam 80 ml = 0.86 = 0.0288g Kesimpulan = tidak masuk rentang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari 3.57.86 = 0.04ml x 0.5144g-27. Saccharin Na (2.5 mg Umur 1-5 tahun ADI = 25-37.86 = 68.5 mg 6-12 tahun 16-23 kg 40 mg.08 ml x 0.5 mg Sehari paracetamol = 4x(10ml-20ml) = 40 – 80 ml Dalam 40 ml = 0.6mg Kesimpulan = tidak masuk rentang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari .8mg Umur 6-12 tahun ADI = 40-57.08 ml x 0.2% x 80 ml = 0.2% x 20 ml = 0.2% x 40 ml = 0.0288 g Pemakaian tiap hari = 13.16ml x 0.5 mg Sehari paracetamol = 4x(5ml-10ml) = 20-40 ml Dalam 20 ml = 0.0688 g = 68.0344 g = 34.5 mg/kg BB 1-5 tahun 10-15 kg 25 mg-37.4mg Dalam 40 ml = 0.8mg Pemakaian tiap hari = 34.86 = 137.2mg-137.4mg-68. Dalam 80 ml = 30% x 80 ml = 24 ml x 1.5mg/kgBB) Umur BB (kg) 2.