You are on page 1of 40

Republik Indonesia

LEMBAR FAKTA SDGs SDGs FACTSHEETS

INDONESIA
LEMBAR FAKTA SDGs SDGs FACTSHEETS

INDONESIA
LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 1 Pada periode 1999-2016,


persentase orang miskin
DAERAH TERMISKIN DI INDONESIA

Tiga provinsi dengan


TANPA menurun lebih dari setengahnya
yaitu dari 23,4% menjadi 10,7% PAPUA tingkat kemiskinan
tertinggi yaitu
KEMISKINAN (Sumber: Susenas)

Mengakhiri segala bentuk


kemiskinan dimanapun 23,4%
NTT, Papua,
10,7% NTT PAPUA
& Papua Barat
BARAT
(sumber: Susenas 2016)

INDEKS KEDALAMAN KEMISKINAN


1999 2016
Indeks kedalaman kemiskinan
menurun dari 3,43 (2006) menjadi 1,94
tetapi (2016) mengindikasikan kesenjangan
rata-rata pengeluaran penduduk miskin
terhadap garis kemiskinan semakin
kecil
(sumber: Susenas)

PERLINDUNGAN SOSIAL

27,76 juta
Cakupan JKN melalui Kartu Indonesia
Sehat (KIS) meningkat dari 113,4 juta
penduduk Indonesia penduduk (2014) menjdi 171,9 juta
penduduk (2016)
masih hidup di bawah (Sumber: BPJS Kesehatan)

garis kemiskinan nasional


(sumber: Susenas 2016)
SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 1 From 1999-2016, percentage of


people living in poverty
POOREST REGION IN INDONESIA

The three provinces with


NO decreased by more than a half
from 23.4% to 10.7% PAPUA
the highest rates of
poverty were:
POVERTY (source: National Socio-Economic Survey)

End poverty in all its forms East Nusa Tenggara,


everywhere 23.4%
Papua, & West Papua
10.7% NTT WEST
PAPUA
(source: National Socio-Economic Survey 2016)

POVERTY GAP INDEX


1999 2016
The Poverty Gap Index declined from
3.43 (2006) to 1.94 (2016) indicating the
but average gap in poor people's spending
on the poverty line is getting smaller

(source: National Socio-Economic Survey)

SOCIAL WELFARE

The National Health Insurance


27.76 million coverage through Healthy Indonesia
Card (Kartu Indonesia Sehat / KIS)
Indonesians increased from 113.4 million people
(2014) to 171.9 million people (2016)
still live below the
national poverty line (source: National Healthcare Security Agency/
BPJS Kesehatan)

(source: National Socio-Economic Survey 2016)


LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 2 Pada periode 2007-2013, 18,4% 19,6%

TANPA prevalensi kekurangan gizi


(underweight) meningkat dari 5,4% 5,7%

KELAPARAN gizi buruk gizi buruk


18,4% menjadi 19,6% 13% 13,9%
gizi kurang
gizi kurang
Menghilangkan kelaparan,
(Sumber: Riskesdas) 2007 2013
mencapai ketahanan
pangan dan gizi yang baik,
serta meningkatkan Prevalensi stunting (pendek Prevalensi balita kurus (wasting)
pertanian berkelanjutan kg < cm
dan sangat pendek) pada menunjukkan penurunan yang
balita meningkat dari 35,6% cukup signifikan dari 13,6%
(2010) menjadi 37,2% (2013) (2007) menjadi 12,1% (2013)
(Sumber: Riskesdas) (Sumber: Riskesdas)

Prevalensi obesitas pada Pada 2013, cakupan ASI


penduduk di atas 18 tahun Padi merupakan Eksklusif pada bayi usia
meningkat dari 10,3% (2007) komoditas dengan enam bulan meningkat
menjadi 15,4% (2013) tingkat produksi nasional menjadi 30,2% dari 15,3%
(Sumber: Riskesdas) tertinggi dari tahun pada tahun 2010
2012 -2015 (Sumber: Riskesdas)

(Sumber: BPS)
SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 2 In the period of 2007-2013, the 18.4% 19.6%

ZERO prevalence of underweight in


Indonesia increased from 5.4% 5.7%

HUNGER
Severe
Severe
Underweight

18.4% to 19.6%
Underweight

13% 13.9%
Mild underweight Mild underweight
End hunger, achieve food
(Source: Basic Health Research) 2007 2013
security and improved
nutrition and promote
sustainable agriculture The prevalence of stunting in The prevalence of wasting in
kg < cm
children under-five increased children under-five decreased
from 35.6% (2010) to 37.2% from 13.6% (2007) to 12.1%
(2013) (2013)
(Source: Basic Health Research) (Source: Basic Health Research)

The prevalence of obesity in Exclusive breastfeeding


adult population (age > 18 Rice was the commodity coverage in infants aged six
years) increased from 10.3% with the highest national months increased from
(2007) to 15.4% (2013) production level from 15.3% (2010) to 30.2% (2013)
(Source: Basic Health Research) 2012-2015
(Source: Basic Health Research)

(Source: BPS - Statistics Indonesia)


LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 3
Pada periode 1991-2015, Angka Kematian
Bayi (AKB) turun dari 68 per 1000
Pada periode 1991-2015, kelahiran hidup menjadi 23 per

KEHIDUPAN
Angka Kematian Ibu (AKI) 1000 kelahiran hidup
menurun dari 390 per (Sumber: SDKI 1991, SUPAS 2015)

100.000 kelahiran hidup


SEHAT DAN menjadi 305 per 100.000
kelahiran hidup
Kabupaten/kota yang mencapai 80%
imunisasi dasar lengkap pada bayi

SEJAHTERA
meningkat menjadi 80,7% (2016) dari
(Sumber: SDKI 1991, SUPAS 2015) 71,2% (2013)
(Sumber: Kementerian Kesehatan)

Menjamin kehidupan yang


sehat dan meningkatkan
kesejahteraan seluruh
penduduk semua usia
Pada tahun 2013, prevalensi
hipertensi adalah sebesar 25,8%
(hampir 40 juta penduduk di atas
18 tahun) dan diabetes melitus
Prevalensi tuberkolusis menurun dari
297 per 100.000 penduduk (2013)
(DM) adalah sebesar 6,9%
menjadi 257 per 100.000 penduduk (Sumber: Riskesdas)
(2015) (metode mikroskopis)
(Sumber: Kementerian Kesehatan)

Total Fertility Rate (TFR) terus Unmet need pelayanan kesehatan terus Persentase ketersediaan obat dan vaksin di
mengalami penurunan sejak 1991, menurun dari 9,9% (2006) menjadi puskesmas terus meningkat dari 75,5%
namun stagnan pada 2007-2012 4,3% (2016) (2014) menjadi 79,4% (2015) dan 81,57%
(2016)
(Sumber: SDKI) (Sumber: Susenas) (Sumber: Sirkesnas)
SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 3
In the period of 1991-2015, the
infant mortality rate reduced
From 1991 to 2015, from 68 per 1,000 live births
to 23 per 1,000 live births

GOOD HEALTH
Maternal Mortality Rate
(MMR) declined from (Source: IDHS 1991, Inter-census Population

390 per 100,000 live Survey 2015)

AND births to 305 per


100,000 live births
The districts / municipalities that reach
80% of complete basic immunization

WELL-BEING
for infants increased from 71.2% (2013)
(Source: IDHS 1991, Inter-census Population Survey 2015) to 80.7% (2016)
(Source: Ministry of Health)

Ensure healthy lives and


promote well-being for all
at all ages
In 2013, the hypertension
prevalence was 25.8% (nearly
40 million population age > 18
years) and diabetes mellitus
TB prevalence decreased from 297 per
100,000 population (2013) to 257 per
(DM) was 6.9%
100,000 population (2015) (Source: Basic Health Research)
(microscopic method)
(Source: Ministry of Health)

Total Fertility Rate (TFR) has continued The percentage of medicines and vaccines
to decline since 1991, but stagnated in Unmet need of health services has availability at the community health center
2007-2012 continued to decline from 9.9% (2006) (Puskesmas) has continued to increase from
to 4.3% (2016). 75.5% (2014) to 79.4% (2015) and 81.57%
(2016)
(Source: IDHS) (Source: National Socio-Economic Survey)
(Source: National Health Indicator Survey)
LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 4 Pada tahun 2016, Angka


Partisipasi Kasar (APK):
Pada tahun 2015, 35,28% anak usia
3-6 tahun mengenyam pendidikan
usia dini

PENDIDIKAN 1. SD/MI/sederajat = 109,31%


(Sumber: Susenas)

BERKUALITAS 2. SMP/MTs/sederajat = 90,12%


3. SMA/SMK/MA/sederajat = 80,89%
Menjamin kualitas
(Sumber: Susenas)
pendidikan yang inklusif
dan merata serta Pada tahun 2015, rata-rata lama bersekolah
penduduk usia 15 tahun ke atas adalah 8,32
meningkatkan kesempatan tahun
belajar sepanjang hayat (Sumber: Susenas)
untuk semua

Persentase guru yang bersertifikat


pendidik tahun 2016:

Pada tahun 2015,


99,7% populasi berusia 15-24
tahun sudah melek huruf
(Sumber: Susenas)
TK: 35,99% SD: 47,52% SMP: 49,98%

Pada tahun 2015, 51,83% remaja


usia 1524 tahun memiliki
keterampilan teknologi
informasi dan komputer SMA: 50,53% SMK: 38,39% PLB: 45,81%
(Sumber: Susenas)
(Sumber: DAPODIK Tahun Ajaran 2016/2017 Semester 1)
SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 4 In 2016, Gross


Enrollment Rate:
In 2015, 35.28% of children aged
3-6 years joined in early childhood
education programs

QUALITY 1. Primary School - equivalent = 109.31%


(Source: National Socio-Economic Survey)

EDUCATION 2. Junior High School - equivalent = 90.12%


3. Senior High School - equivalent = 80.89%
Ensure inclusive and
(Source: National Socio-Economic Survey)
equitable quality education
and promote lifelong In 2015, average length of school for people
aged above 15 was 8.32 years
learning opportunities
for all (Source: National Socio-Economic Survey)

In 2016, percentage of certified teachers:

In 2015, 99.7% people aged 15-24


years were literate
(Source: National Socio-Economic Survey) Kindergarten: Primary School: Junior High
35.99% 47.52% School:
49.98%

In 2015, 51.83% of adolescents


aged 15-24 years had
information technology and
Senior High Vocational: Special Needs:
computer skills School: 38.39% 45.81%
(Source: National Socio-Economic Survey) 50.53% (Source: DAPODIK 2016/2017 Semester 1)
LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 5
KESETARAAN
GENDER
Mencapai kesetaraan
gender dan
memberdayakan kaum Pada tahun 2014, proporsi Usia nikah
perempuan
perempuan di lembaga Kekerasan terhadap Proporsi perempuan umur 20-24
legislatif tingkat pusat
sebesar 17,32% perempuan tahun yang berstatus kawin
atau hidup bersama:
Sekitar 2 dari 5 (41,7 %) a. sebelum umur 18 tahun = 22,4%
(Sumber: BPS)
perempuan umur 15-64 tahun b. sebelum umur 15 tahun = 1,1%
mengalami sedikitnya 1 dari 4
jenis kekerasan (fisik, seksual,
emosional, ekonomi) selama (Sumber: Susenas 2016)
hidupnya

Sekitar 1 dari 3
perempuan (15-64 tahun)
pernah mengalami kekerasan
fisik dan/atau seksual oleh
pasangan dan selain pasangan
selama hidupnya;

Persentase kekerasan terhadap


perempuan di perkotaan lebih
Persentase pengetahuan Pasangan tinggi (sebesar 36,3%)
Usia Subur (PUS) tentang metode dibandingkan perempuan di Pada tahun 2012, median umur
kontrasepsi modern sebesar 98,9% perdesaan (sebesar 29,8%) kawin pertama perempuan pernah
pada perempuan kawin umur kawin umur 25-49 tahun yaitu
15-49 tahun dan 97,2% pada (Sumber: SPHPN 2016) 20,1 tahun
laki-laki kawin umur 15-54 tahun (Sumber: SDKI)

(Sumber: SDKI 2012)


SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 5
GENDER
EQUALITY
Achieve gender equality
and empower all women
and girls Married Age
In 2014, the proportion of seat Violence against The proportion of women aged
held by women in national
parliament was 17.32% women 20-24 years who were married for
the first time or living together
About 2 of 5 (41.7%) of women without married status:
(Source: BPS-Statistics Indonesia)
aged 15-64 years experienced at
least 1 of 4 types of violence A. Before the age of 18 years =
(physical, sexual, emotional, 22.4%
economic) during their lifetime B. Before the age of 15 years = 1.1%
About 1 of 3 women (aged 15-64 (Source: National Socio-Economic Survey 2016)
years) experienced physical and
/ or sexual abuse by a spouse
and other than a spouse during
their lifetime;

this number was higher for


women living in urban areas
(36.3%) than in rural areas
The knowledge and understanding (29.8%)
on modern contraceptive method (Source: National Womens Live
In 2012, the median age at first
of all married women at age of Experience Survey 2016)
marriage of women aged 25-49
15-49 years was 98.9% and married years who ever married was 20.1
men at age 15-54 years was 97.2% years
(Source: IDHS 2012) (Source: IDHS)
LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 6 Pada tahun 2015, sekitar 70,97%


rumah tangga di Indonesia telah
memiliki akses

AIR BERSIH air minum layak


Pada tahun 2013, sekitar 65,83%
penduduk Indonesia mencuci tangan

DAN dengan air bersih dan sabun setelah


buang air besar/kecil

SANITASI LAYAK Perkotaan


81,30%
Perdesaan
60,58%
(sumber: BPS) (sumber: Statistik Kesehatan 2013)
Menjamin ketersediaan
serta pengelolaan air bersih
dan sanitasi yang
berkelanjutan untuk semua
Pada tahun 2015,
sekitar 62,14% rumah tangga
Periode tahun 2011-2015
di Indonesia memiliki telah dibangun:
sanitasi layak
244 unit
dam pengendali;

1.372 unit
dam pengendali jurang;
Perkotaan
76,36% 3.988 unit
dam penahan;

8.781 unit
sumur resapan;

Perdesaan 556 unit


47,84% embung air
(sumber: BPS)
(sumber: Statistik KLHK 2015)
SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 6 By 2015,
about 70.97% of households
in Indonesia already have

CLEAN WATER access to improved drinking water


In 2013, about 65.83% of Indonesia's
population washes hands with clean

AND water and soap after


defecation/urination

SANITATION Urban
81.30%
Rural
60.58%
(Source: BPS - Statistics Indonesia) (Source: Indonesia Health Statistic 2013)
Ensure availability and
sustainable management of
By 2015,
water and sanitation for all
about 62.14% of households in
From 2011 to 2015,
Indonesia have improved the following have been built:
sanitation

244 units
check dam;

1,372 units
gully plug;
Urban
76.36% 3,988 units
gabion;

8,781 units
infiltration well;

Rural 556 units


47.84% retention basin
(Source: BPS - Statistics Indonesia)
(Source: Statistik KLHK 2015)
LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 7
Pada tahun 2016,

Konsumsi Rasio 8,84%


ENERGI BERSIH Listrik Elektrifikasi
di Indonesia
masyarakat
Indonesia
DAN
artinya
per kapita mencapai belum
menikmati
TERJANGKAU pencapaian 2016: 91,16% listrik
Menjamin akses energi
yang terjangkau, andal,
berkelanjutan, dan modern
untuk semua
956,4 kWh
(sumber: Kementerian ESDM)

(sumber: Kementerian ESDM)


Bauran energi terbarukan
di Indonesia 2016:
Pada tahun 2016

7%
Jumlah sambungan
jaringan gas untuk
rumah tangga sebanyak

323.863 SR
(sumber: Kementerian ESDM)
(sumber: Kementerian ESDM)
SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 7
In 2016,

Electricity Electrification 8.84%


AFFORDABLE Consumption Ratio in of
Indonesia meaning Indonesian
AND CLEAN per capita reached people have
not enjoyed
ENERGY achievement 2016: 91.16% electricity
Ensure access to affordable,

956.4
(Source: Ministry of Energy and Mineral
reliable, sustainable and Resources)
modern energy for all kWh

(Source: Ministry of Energy and Mineral Resources)


Renewable Energy Mix
in 2016:
In 2016

7%
the number of
households gas pipeline
network is
323,863 households
gas pipeline
(Source: Ministry of Energy and Mineral Resources)
(Source: Ministry of Energy and Mineral Resources)
LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

Pada tahun 2016:


Pada tahun 2016:
TUJUAN 8 43 juta kaum muda

Dari 43 juta penduduk usia muda 42,4% 57,6%

PEKERJAAN (15-24 tahun), sebanyak 25% tidak


dalam pendidikan, pekerjaan, atau
pelatihan (NEET) Penduduk Penduduk
41,1%
LAYAK DAN Dari total NEET tersebut, proporsi
bekerja di sektor bekerja di sektor
formal informal
Mayoritas pekerja informal (49%)

PERTUMBUHAN laki-laki (38%) dan perempuan


(62%)
bekerja di sektor pertanian.

EKONOMI 38% 62% 65,45% 34,55%

TINGKAT PENGANGGURAN NASIONAL Tingkat Pengangguran Terbuka


Meningkatkan pertumbuhan Laki-laki Perempuan
ekonomi yang inklusif dan 5,61% Nasional: 5,61%
KAUM MUDA Tingkat Pengangguran Terbuka Sektor formal masih didominasi
berkelanjutan, kesempatan 19,54% Kaum Muda (15-24 tahun): 19,54% oleh pekerja laki-laki
kerja yang produktif dan
menyeluruh, serta pekerjaan (Sumber: Sakernas) (Sumber: Sakernas)
yang layak untuk semua
Proporsi kredit UMKM terhadap total Pariwisata dan Ekonomi
kredit : 18,22% (Sumber: BI) tahun 2016
Tahun 2016, Pekerja laki-laki memiliki Jumlah devisa sektor pariwisata
rata-rata upah yang lebih tinggi dari pada tahun 2016:
pekerja perempuan (Sumber: BPS)
Pada Tahun 2016,
2016, Pekerja difabel
memiliki rata-rata Perbandingan Upah Pekerja
USD 12,2 Miliar
upah yang lebih Berdasarkan Jenis Kelamin, Keahlian,
Pertumbuhan
rendah dari dan Pengalaman Kerja Maks.1 Tahun
PDB riil 133,31
pekerja non

5,02% 11,52
3000000
Jumlah Jumlah
difabel dengan 2500000
2.600.000
wisatawan
juta wisatawan
pengalaman kerja manca juta orang nusantara
2000000
yang sama, 1.527.817 negara orang
PDB per Kapita
kecuali pada 1500000
1.243.243 1.187.845
(USD) tingkat keahlian 1000000

3.605 tinggi 493.247


500000
185.392
0
(Sumber: BPS) Tinggi Menengah Rendah
Difabel Non-Difabel
(Sumber: BPS) (Sumber: BPS) (Sumber: BPS)
SDGs FACTSHEET

INDONESIA

In 2016: In 2016:

GOAL 8 43 million youths

42.4% 57.6%

DECENT WORK 25% of 43 million young people


(15-24 years) are not in education,
employment or training (NEET)
population population

AND worked in the


formal sector
41,1%
worked in the
informal sector
49% of informal workers work in the

ECONOMIC with the proportion of total NEET:


male (38%) and female (62%)
agricultural sector

GROWTH 38% 62% National Unemployment Rate:


5.61%
65.45% 34.55%

NATIONAL UNEMPLOYMENT RATE


Promote sustained, inclusive Male Female
and sustainable economic 5.61% Youth Unemployment Rate (15-24
growth, full and productive YOUTH UNEMPLOYMENT
years): 19.54% Formal sector is still dominated
19.54%
RATE

employment and decent work by male


for all (Source: The National Labour Force Survey) (Source: The National
Labour Force Survey)

The proportion of MSME loans: 18.22% Tourism and Economy


(Source: Bank of Indonesia)
in 2016
In 2016, male workers have an average
wage higher than female workers Total of tourism reserve asset:
(Source: BPS - Statistics Indonesia)
In In 2016, Disabled
workers have
2016,
lower average Comparison of Worker's Wages by USD 12.2 Billion
Real GDP wages than Sex, Expertise and Maximum 1 Year
Growth non-disabled Work Experience

5.02%
workers with the 3000000
133.31
same work 2500000
2.600.000
Total 11.52
million Total
experience, International million
2000000
Tourist people Domestic
GDP per Capita except at a high 1.527.817 people Tourist

(USD) level of expertisee 1500000


1.243.243 1.187.845

1000000

3,605
(Source: BPS - Statistics
(Source: BPS - Statistics
500000

0
High
185.392

Medium
493.247

Low

Indonesia) Difabel Non-Difabel


(Source: BPS - Statistics Indonesia)
Indonesia) (Source: BPS - Statistics Indonesia)
LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 9 INDUSTRI MANUFAKTUR 2016


Tahun 2014,
93,95%
INDUSTRI, Laju pertumbuhan industri
manufaktur mencapai 4,29% dan
Jalan Nasional masuk dalam kondisi

mantap
INOVASI sektor ini menyerap 13,24%
tenaga kerja

DAN 6,05%
Jalan Nasional masuk dalam kondisi
INFRASTRUKTUR tidak mantap
Membangun infrastruktur
yang tangguh, meningkatkan
industri inklusif dan (Sumber: Kementerian PUPR)
Sektor industri manufaktur
berkelanjutan, serta
mendorong inovasi menyumbang 21,39% PDB PADA TAHUN 2016:
Indonesia (Sumber: BPS)
Proporsi individu yang mengakses
internet

Jumlah pelabuhan 25,37%


penyeberangan Proporsi individu
Indonesia yang menggunakan
meningkat dari telpon genggam
58,3%
175 pelabuhan
(2008)
menjadi 64,43% 52,13% 27,2% 23,52%
210 pelabuhan Laki-laki Perempuan

(2014) Laki-laki Perempuan


(Sumber: Kementerian Perhubungan)
(Sumber: BPS) (Sumber: BPS)
SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 9 MANUFACTURING
IN 2014,

INDUSTRY 2016 93.95%


INDUSTRY, Manufacturing Industry growth National roads are in STEADY
INNOVATION rate reached 4.29% and this
sector absorbed 13.24% labors
condition

AND 6.05%
INFRASTRUCTURE National roads are

STEADY condition
NOT in
Build resilient infrastructure,
promote inclusive and
sustainable industrialization (Source: Ministry of Public Works and Public Housing)
the manufacturing sector
and foster innovation
contributed 21.39% of IN 2016:
Indonesias GDP
(Source: BPS - Proportion of population who
Statistics Indonesia)
accessed the internet reached

Number of ports 25.37%


in Indonesia proportion of
population
increased
owning/using cellular
from phones reached 58.3%
175 ports
to
(2008)
64.43% 52.13%
27.2% 23.52%
Male Female
210 ports
(2014) Male Female

(Source: Ministry of Transportation)


(Source: BPS - Statistics Indonesia) (Source: BPS - Statistics Indonesia)
LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 10 0,41 0,39 Sebanyak 122 daerah/kabupaten


ditetapkan sebagai daerah
BERKURANGNYA 2015 2016
tertinggal tahun 20152019
oleh pemerintah

KESENJANGAN Koefisien GINI Indonesia (Sumber: Peraturan Presiden, No 131 Tahun 2015)

menurun dari 0,41 pada 2015


Mengurangi kesenjangan
intra- dan antarnegara menjadi 0,39 pada 2016

Koefisien GINI sering digunakan untuk


mengukur kesenjangan. Koefisien bervariasi
antara 0 (kesetaraan penuh) dan 1 Pada tahun 2015, rata-rata
(kesenjangan penuh), yang artinya hanya persentase penduduk miskin
satu orang yang memiliki kekayaan dan daerah tertinggal sebesar
daya beli sementara yang lain dalam
kondisi sebaliknya 18,87%
(Sumber: BPS)
(Sumber: BPS)

Rata-rata pertumbuhan
Rp ekonomi di daerah tertinggal
Dalam kurun waktu 2012-2016 pada tahun 2015 sebesar
terjadi peningkatan persentase
belanja perlindungan sosial
6,52%
mencapai 11,54% (Sumber: BPS)

(Sumber: BPS)
SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 10 In 2015 - 2019, as many as 122

REDUCED
areas/districts were determined
0.41 0.39 by the government as
disadvantaged areas
INEQUALITIES 2015 2016

(Source: Presidential Decree, No. 131, Year 2015)

Reduce inequality within and


Indonesias Gini Ratio
among countries decreased from 0.41 in 2015 to
0.39 in 2016
The Gini ratio is often used to measure
inequality. The ratio ranges from 0,
represents a complete equality, and 1, In 2015, the proportion of
represents a complete inequality (means population under the poverty line
only one individual owns all the wealth and in disadvantaged areas was
purchasing power, while others are in the
opposite situation) 18.87%
(Source: BPS - Statistics Indonesia)
(Source: BPS - Statistics Indonesia)

The average rate of economic


Rp growth in disadvantaged
In 2016, the proportion of social areas in 2015 was
expenditure had increased up to
PADA TAHUN 2016: 11.54%
6.52%
(Source: BPS - Statistics Indonesia)

(Source: BPS - Statistics Indonesia)


LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

Pada tahun 2015, sekitar 87,92%


TUJUAN 11 rumah tangga di Indonesia telah
menempati rumah layak huni

KOTA DAN
PERMUKIMAN Pada periode tahun

YANG
2014-2015,
Perkotaan Perdesaan sebanyak 357 kota/kabupaten
97,65% 92,80% (61%) telah memenuhi kriteria
BERKELANJUTAN (Sumber: BPS) sebagai kota berskala baik
(Sumber: Statistik KLHK 2015) Pada periode tahun
Menjadikan kota dan 2014-2015, sebanyak
permukiman inklusif, aman,
tangguh, dan berkelanjutan Pada tahun 2014, 58,6 juta ton sampah
ditangani dengan
pengguna kendaraan pengelolaan sampah
umum (4,69%) jauh lebih yang baik
kecil dibanding (Sumber: Statistik KLHK 2015)

kendaraan bermotor 40,03%


pribadi (40,03%)

(Sumber: Indikator perilaku peduli lingkungan hidup) 4,69%

Pada tahun 2013, sebanyak 323 dari


496 Kabupaten/Kota termasuk
dalam wilayah dengan tingkat
resiko bencana tinggi

(Sumber: RPJMN 2015-2019)


SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 11 In 2015, about 87.92% of


Indonesian household live in
adquate housings

SUSTAINABLE
CITIES In the period of 2014-2015,

AND Urban
97.65%
Rural
92.80%
357 municipalities/districts
(61%) fulfilled the criteria of

COMMUNITIES (Source: BPS - Statistics Indonesia)


good cities
(Source: Statistik KLHK 2015)
In the period of
Make cities and human 2014-2015, about 58.6
settlements inclusive, safe,
resilient and sustainable In 2014, the percentage of million tons of waste
were handled with
public transportation proper waste
users (4.69%) was far management
smaller than private (Source: Statistik KLHK 2015)

transportation users 40.03%


(40.03%)

(Source: Indikator perilaku peduli lingkungan hidup) 4.69%

In 2013, 323 out of 496 districts /


municipalities are high disaster
risk areas

(Source: RPJMN 2015-2019)


LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 12
Lima kolaborasi nasional pelaksanaan
Pada tahun 2016, Pola Konsumsi dan Produksi
hampir 100% limbah B3 Berkelanjutan telah ditetapkan:

KONSUMSI DAN dari 1.640 perusahaan


(121.655.524,23 ton) telah
1. Ekolabel dan Pengadaan Publik
Ramah Lingkungan
2. Bangunan Ramah Lingkungan

PRODUKSI YANG dikelola (Sumber: KLHK)


3. Industri Ramah Lingkungan
4. Pariwisata Berkelanjutan
5. Fasilitas Publik Ramah Lingkungan

BERTANGGUNG Jenis sampah yang dikelola:


(Sumber: KLHK)

JAWAB Lainnya
Pada tahun 2015,
Menjamin pola produksi dan Plastik sebanyak 1.526 perusahaan telah
konsumsi yang berkelanjutan melakukan upaya pengelolaan
11% lingkungan sesuai dengan regulasi
Botol/ (peringkat Proper: emas 12, hijau
Kaca 30% 106, biru 1.406)
(Sumber: KLHK)
15%
Pada tahun 2015,
sebanyak 2.239 perusahaan
telah memiliki Sertifikat Sistem
18% Manajemen Lingkungan

26% (Sumber: ISO Survey 2015)


Alumunium/
Besi/Seng Kertas Indonesia mengeluarkan logo Ekolabel untuk produk
ramah lingkungan yang teregistrasi
(Sumber: KLHK)

Penerapan prinsip 3R
(Reduce, Reuse, Recycle) di
bank sampah hanya
mengurangi 0,014% Ekolabel Tipe I (Produk yang Ekolabel Tipe II (Produk yang memiliki
memenuhi SNI kriteria ekolabel) klaim lingkungan deklarasi yang
timbulan sampah digunakan sebanyak 13 SNI, dan diverifikasi) digunakan sebanyak 18 nama
37 merek dari 4 jenis produk produk
(Sumber: KLHK) (Sumber: KLHK)
SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 12
Five national collaborations between
In 2016, almost 100% of consumption patterns and sustainable
B3 waste from 1,640 production that have been determined:

RESPONSIBLE companies
(121,655,524.23 tons) was
1. Ecolabels and the procurement of an
environmentally friendly public
2. Environmentally friendly buildings

CONSUMPTION managed (Source: KLHK)


3. Environmentally friendly industries
4. Sustainable tourism
5. Environmentally friendly public

AND
facilities

Types of wastes that are processed: (Source: KLHK)

PRODUCTION Others
In 2015, 1,526 companies
Ensure sustainable Plastic conducted environmental
consumption and production management efforts in line with
patterns 11% regulations (ranked of proper: 12
Bottle/ gold, 106 green, 1,406 blue)
glass 30% (Source: KLHK)
15%
In 2015,
2,239 companies had
Environmental Management
18% System Certificates

26% (Source: ISO Survey 2015)


Alumunium/
iron/ zinc Paper Indonesia released the Ekolabel logo for registered
environmentally-friendly products.
(Source: KLHK)

The application of the 3R


principle (Reduce, Reuse,
Recycle) in the waste bank
just reduced 0.014% of Ekolabel Type I (products that fulfill Ekolabel Type II (products that have verifiied
Indonesia National Standard criterias environmental claims) used by 18 product names
waste generation of ecolabel) used by 13 National
Standarization, and 37 brands of 4
product types
(Source: KLHK) (Source: KLHK)
LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

Data dan Informasi


LIMA BIDANG PRIORITAS DALAM
TUJUAN 13 Bencana Tahun 2016
RENCANA AKSI NASIONAL DAN
DAERAH UNTUK MENURUNKAN EMISI
PENANGANAN GRK (GAS RUMAH KACA) DI
PERUBAHAN 109 369
INDONESIA

IKLIM
orang hilang Orang Meninggal (Sesuai Perpres No.61 Tahun 2011)

Mengambil tindakan cepat


untuk mengatasi perubahan
iklim dan dampaknya
457 282.038
Orang Terluka Orang Mengungsi

2.139.124
KEHUTANAN DAN LAHAN PERTANIAN ENERGI DAN TRANSPORTASI
Orang Menderita GAMBUT

(Sumber: Data dan Informasi


Bencana Indonesia)

1,2% rumah tangga


pernah mengikuti
pelatihan simulasi
dan penyelamatan
bencana alam

9,71% rumah tangga INDUSTRI LIMBAH


mengetahui
(Sumber: RPJMN 2015 - 2019)
tanda-tanda dan
peringatan untuk
mengatasi kejadian
darurat bencana alam Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
di tempat tinggalnya telah disusun oleh 33 dari 34 provinsi

(Sumber: Susenas Modul Hansos 2014) (Sumber: Sekretariat RAN GRK)


SDGs FACTSHEET

INDONESIA

Disaster Data and FIVE PRIORITIZED SECTORS IN


GOAL 13 Information year 2016
NATIONAL AND SUBNATIONAL

CLIMATE ACTION PLAN TO REDUCE


GREENHOUSE GAS EMISSIONS IN
ACTION 109
people missing
369
people died
INDONESIA
(In accordance to Presidential Decree No.61 Year 2011)
Take urgent action to combat
climate change and its
impacts

457 282,038
people injured people migrate

2,139,124
FORESTRY AND FARMING ENERGY AND
people suffered PEATLANDS TRANSPORTATION

(Source: Indonesia Disaster


Data and Information)

1.2% of households
have undertaken
natural disaster
rescue training and
simulation

9.71% of households INDUSTRY WASTE


recognize the signs
(Source: RPJMN 2015 - 2019)
and warnings for
resolving emergency
situations during
Reduction of Greenhouse Gas Emissions Subnational Action
natural disasters in
Plan has been arranged in 33 out of 34 provinces
their residency
(Source: National Socio-Economic Survey, (Source: Sekretariat RAN GRK)
Social Resillience Module 2014)
LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 14
EKOSISTEM
LAUTAN Pada tahun 2016, total
produksi penangkapan ikan
Indonesia memiliki regulasi Periode tahun 2012-2016,
untuk memerangi IUU Fishing jumlah penerima kredit kecil
Melestarikan dan (6,58 juta ton) masih berada
(UU No. 45/2009 dan Perpres No. di sektor perikanan meningkat
memanfaatkan secara di bawah tangkapan yang (2012: 6.644 penerima, 2014:
berkelanjutan sumber daya 115/2015)
diperbolehkan dari estimasi 16.532 penerima, 2016: 48.513
kelautan dan samudera MSY (9,9 juta ton) (Sumber: KKP) penerima)
untuk pembangunan (Sumber: KKP) (Sumber: KKP)
berkelanjutan
Indonesia memiliki luas mangrove
hampir mencapai 3,24 juta ha yang Indonesia memiliki ekosistem
mencakup 243 jenis mangrove. terumbu karang terluas di dunia
Indonesia memiliki biota laut sebanyak yang mencapai 2,5 juta ha sekitar
5.319 jenis fauna, 143 jenis flora, 971 6,20% dalam kondisi sangat bagus
jenis alga, dan 406 jenis mikroba (Sumber: LIPI)
(Sumber: BIG, IBSAP 2015)

Pada tahun 2016, Pada tahun 2016 telah ditetapkan Pada tahun 2016, telah
73% pelaku usaha bidang 11 Wilayah Pengelolaan ditetapkan 165 Kawasan
perikanan dan kelautan Perikanan (WPP) Konservasi Perairan (Marine
telah mentaati peraturan Protected Area/MPA) seluas
(Sumber: KKP)
yang berlaku 17,9 juta hektar
(Sumber: KKP) (Sumber: KKP)
SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 14
LIFE BELOW
WATER In 2016, the total yield of
fish (6.58 million tonnes)
Indonesia has a regulation in In the period of 2012-2016, the
Conserve and sustainably combating IUU Fishing (Law No. number of small credit recipients
was still below the allowed
use the oceans, seas and 45/2009 and Presidential Decree in the fishing sector increased
fishing capacity determined (2012: 6,644 recipients, 2014:
marine resources for No. 115/2015 )
by MSY (9.9 million tonnes) 16,532 recipients, 2016: 48,513
sustainable development (Source: KKP) recipients)
(Source: KKP) (Source: KKP)

Indonesia has an area of mangrove of


nearly 3.24 million hectares with 243 Indonesia has the widest ecosystem
types of mangrove. Indonesia's marine of coral reefs in the world, totalling
biota consists of 5,319 types of fauna, 2.5 million hectares with 6.2% in very
143 types of flora, 971 types of algae, good condition
and 406 types of microbes. (Source: LIPI)
(Source: BIG, IBSAP 2015)

In 2016, 73% of In 2016, there are 11 Fisheries In 2016, Indonesia has


businessmen in the fishing Management Areas established 17.9 million
and maritime industry hectares of 165 Marine
followed applicable Protected Areas
(Source: KKP)
regulations
(Source: KKP) (Source: KKP)
LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

Pada tahun 2015, sebanyak 10


TUJUAN 15 dari 25 jenis satwa terancam
punah prioritas meningkat

EKOSISTEM populasinya sebesar 6,54%

DARATAN Proporsi tutupan hutan terhadap


Melindungi, merestorasi, dan luas lahan keseluruhan pada Macan Tutul
meningkatkan pemanfaatan tahun 2015 sebesar 95 juta ha Pada periode tahun 2011-2015
berkelanjutan ekosistem (50,6%) telah dilakukan kegiatan
daratan, mengelola hutan rehabilitasi hutan seluas
secara lestari, menghentikan Luas tutupan lahan berhutan 2.326.812 Ha
penggurunan, memulihkan pada kawasan hutan:
degradasi lahan, serta (Sumber: Statistik KLHK 2015)
86,6 juta ha Badak Owa Rusa
menghentikan kehilangan Bawean
keanekaragaman hayati Luas Tutupan Lahan berhutan
pada area penggunaan lain:
8,4 juta ha
Total Luas Daratan:
Kasus peredaran ilegal TSL (Tanaman dan
187,8 juta ha
Satwa Liar) yang ditangani sampai
Julang Cenderawasih Tarsius
(Sumber: Statistik KLHK 2015) dengan P.21:
Sumba

2015: 43 kasus
Kasturi Celepuk
2016: 51 kasus
Monyet Hitam
Sulawesi Tengkuk-Ungu Rinjani

(Sumber: Refleksi Akhir Tahun KLHK 2016)

Tahun 2016, sebanyak 40 unit Pada 2016 telah beroperasi 135 KPH
kawasan konservasi 2017 hingga Mei: (Kesatuan Pengelolaan Hutan), terdiri
atas 111 unit KPH Produksi dan 24 unit
memperoleh nilai indeks METT
(Management Effectiveness 15 kasus KPH Lindung dan terbentuk 89 unit KPH
Konservasi serta telah beroperasinya 57
Tracking Tool) minimal 70 unit KPH Konservasi non taman nasional
(Sumber: Ditjen Gakum KLHK) (Sumber: Laporan Kinerja dan Refleksi KLHK 2016,
(Sumber: Laporan Kinerja KLHK 2016, Dit KK KLHK) Laporan Kinerja KSDAE)
SDGs FACTSHEET

INDONESIA

In 2015, 10 of the 25 threatened


GOAL 15 species priorities increased
their populations as much as

LIFE ON 6.54%

LAND The proportion of forest land


Protect, restore and promote
cover to total land area in 2015 In the period of 2011-2015, Leopard
sustainable use of terrestrial
amounted to 95 million ha forest rehabilitation
ecosystems, sustainably
(50.6%)
manage forests, combat activities have been carried
desertification, halt and
Area of forested land cover in out of 2,326,812 Ha
reverse land degradation and
forest area: (Source: Statistik KLHK 2015)
halt biodiversity loss
86.6 million ha Rhino Silvery Bawean
Area of forested land cover in Gibbon Deer
other use areas:
8.4 million ha
Total Land Area:
187.8 million ha
Cases of distribution of wild plants and
(Source: Statistik KLHK 2015) animals handled up to P.21: Sumba Bird of Tarsius
Hornbill Paradise

2015: 43 cases

2016: 51 cases Celebes


Black Monkey
Black-capped
Lory
Rinjani
Scops Owl

2017 until May: (Source: Refleksi Akhir Tahun KLHK 2016)

In 2016, 40 conservation areas In 2016, there are 135 KPH (Forest


achieved a METT index score 15 cases Management Unit) units, consisting of 111
units of Production FMU and 24 units of
(Management Effectiveness Protection FMU, formed 89 units of
Tracking Tool) of at least 70 conservation FMU and formed 57 units of
non-park conservations FMU
(Source: Ditjen Gakum KLHK) (Source: Laporan Kinerja dan Refleksi KLHK 2016,
(Source: Laporan Kinerja KLHK 2016) Laporan Kinerja KSDAE)
LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 16 Indeks Demokrasi Indonesia pada


Pada tahun 2015,
2015 sebesar 72,82 Laporan Keuangan Rp
PERDAMAIAN, tahun (Sumber: IDI 2015)

71% Kementerian/Lembaga,
KEADILAN DAN 49,14% 85% Provinsi,

KELEMBAGAAN Badan Publik melaksanakan


Ketentuan Keterbukaan Informasi
54% Kabupaten,
dan
65% Kota
YANG TANGGUH Publik
(Sumber: KIP 2015)
mendapatkan Opini Wajar Tanpa
Pengecualian (WTP)
Menguatkan masyarakat yang Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Rp (Sumber: BPK)
inklusif dan damai untuk
pembangunan berkelanjutan,
pada tahun 2015 sebesar
Pada tahun 2016, terdapat
3,59
menyediakan akses keadilan
untuk semua, dan 72,53% anak umur 0-4
tahun dan 81,68% anak
membangun kelembagaan
(Sumber: SPAK 2015) umur 0-17 tahun yang
yang efektif, akuntabel, dan memiliki akta kelahiran
inklusif di semua tingkatan
(Sumber: Susenas)

Prevalensi anak Prevalensi anak


laki-laki umur 13-17 perempuan umur
yang mengalami 13-17 yang
kekerasan dalam mengalami kekerasan
12 bulan terakhir dalam 12 bulan
adalah 38,62% terakhir adalah
20,48% Pada tahun 2014,
(Sumber: SKtA 2013)
73,57%
penduduk Indonesia merasa aman
54,98% rumah tangga memiliki anak umur 1-14 tahun yang berjalan sendirian di area tempat
mengalami hukuman fisik dan atau agresi psikologis dari tinggalnya
pengasuh dalam sebulan terakhir (Sumber: Susenas Modul Hansos 2014)

(Sumber: Susenas Modul Hansos 2014)


SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 16 The Indonesian Democracy Index is


In 2015,
72.82 in 2015 the Financial Report of Rp
PEACE AND (Source: IDI 2015)

71% Ministries/Institutions,
JUSTICE 49.14% 85% Province,

STRONG Public institutions/agencies


implement the provisions of public
54% District,
and
65% Municipalities
INSTITUTIONS information disclosure
(Source: Central Information Comission 2015)
received Unqualified Opinion
Promote peaceful and The Corruption Behavior Index is Rp (Source: The Audit Board)
inclusive societies for
sustainable development,
provide access to justice for all 3.59 In 2016, 72.53% of children
aged 0-4 and 81.68%
and build effective, in 2015
between the ages of 0 and
accountable and inclusive
(Source: Anti Corruption Behaviour Survey 2015) 17 have birth certificates
institutions at all levels
(Source: National Socio-Economic
Survey)

The prevalence of The prevalence of


male children aged female children
13-17 who had aged 13-17 who
experienced had experienced
violence in the past violence in the past
12 months was 12 months was
38.62% 20.48% In 2014,
(Source: Survey of Violence Against Children 2013)
73.57%
population feel safe walking alone in
54.98% of households have children aged 1-14 who had the area they live
experienced physical punishment or psycholgical
aggression from their caregiver in the past month (Source: National Socio-Economic Survey,
Social Resillience Module 2014)

(Source: National Socio-Economic Survey, Social Resillience Module 2014)


LEMBAR FAKTA SDGs

INDONESIA

TUJUAN 17
Jumlah kegiatan saling berbagi pengetahuan
Kerjasama Selatan Selatan dan Triangular (KSST)
Remitansi yang diterima Indonesia pada tahun 2015 sebesar 57 meningkat menjadi

KEMITRAAN meningkat dari 6.736 juta USD pada


tahun 2011 menjadi 8.860 juta USD
pada tahun 2016
84 pada tahun 2016

UNTUK MENCAPAI (Sumber: BI)

TUJUAN Kontribusi Remitansi tenaga kerja


Indonesia terhadap PDB meningkat
dari 0,75% pada 2011 menjadi 0,95%
Menguatkan sarana pada tahun 2016 Pada periode 2014-2016, jenis program KSST yang
pelaksanaan dan (Sumber: BI dan BPS) paling banyak dilakukan adalah Training
merevitalisasi kemitraan (Sumber: Laporan Tim Kornas KSST)

global untuk pembangunan


berkelanjutan

Pada tahun 2016,


;D 89,30% konsumen data merasa
puas dengan data BPS
EKSPOR NON MIGAS sejak tahun 2012 terus
turun. Tahun 2016 turun 0,34%. Tanda-tanda
Pada tahun 2016, pemulihan mulai terlihat di tahun 2017
91,35% pengguna data Januari-Maret 2017 meningkat 21,6% (yoy)
(Sumber: BPS)
memanfaatkan data BPS
sebagai rujukan utama
Pada tahun 2011-2016, mayoritas pengguna
Pada tahun 2016 persentase internet berusia 25 tahun ke atas
konsumen yang menggunakan data (Sumber: Susenas)
BPS untuk keperluan perencanaan
sebesar 11,46% dan mayoritas
pengguna data BPS untuk keperluan
skripsi/tesis/disertasi sebesar 50,80%

(Sumber: Survei Kebutuhan Data)


SDGs FACTSHEET

INDONESIA

GOAL 17
The number of knowledge sharing activities for
South-South and Triangular Cooperation (SSTC)
Remittance received by Indonesia increased from 57 in 2015 to 84 in 2016

PARTNERSHIPS increased from 6,736 million USD in


2011 to 8,860 million USD in 2016
(Source: Bank of Indonesia)

FOR
THE GOALS The contribution of the migrant
worker's remittance towards the
Indonesian GDP increased from 0.75%
Strengthen the means of in 2011 to 0.95% in 2016 In the period of 2014-2016 type of
implementation and revitalize (Source: Bank of Indonesia and BPS - Statistics SSTC program was mostly Training
Indonesia)
the global partnership for
sustainable development (Source: SSTC Report)

In 2016, 89.30% of consumers


;D satisfied with the quality of BPS
data
Non-oil and gas exports since 2012 have been decreasing.
In 2016, non-oil and gas exports decreased by 0.34%.
It started to grow in 2017. From January to March 2017,
In 2016, 91.35% consumers non-oil and gas exports raised by 21.6%
utilized BPS information and
data as a main reference (Source: BPS - Statistics Indonesia)

From 2011-2016, main internet users are


In the year 2016, the percentage above 25 years of age
of consumers who used BPS data (Source: National Socio-Economic Survey)
for planning purposes was 11.46%
and a majority (50.80%) utilized
BPS statistics for essays / thesis /
dissertations.

(Source: Data Needs Survey, BPS)


6/JO*OEPOFTJB 4%(T4FDSFUBSJBU
IUUQXXXVOPSJE IUUQXXXTEHTJOEPOFTJBPSJE
6/JO*OEPOFTJB]VOJOJOEPOFTJB !4%(4*%]4%(T*OEPOFTJB
JOGP!VOPSJE TFLSFUBSJBUTEHT!CBQQFOBTHPJE
FYU %JU,FIVUBOBOEBO,POTFSWBTJ4VNCFS%BZB"JS

4FLSFUBSJBU4%(T