You are on page 1of 4

BAB 3

ANALISA STRUKTUR

3.1 Analisis Statis


3.1.1 Statik Ekuivalen
Analisa statik ekivalen merupakan salah satu metode menganalisa struktur
gedung terhadap pembebanan gempa dengan menggunakan beban gempa nominal
statik ekivalen. Menurut standar perencanaan ketahanaan gempa untuk struktur
bangunan gedung (SNI-1726-2002), analisis statik ekivalen cukup dapat dilakukan
pada gedung yang memiliki struktur beraturan. Ketentuan-ketentuan mengenai
struktur gedung beraturan disebutkan dalam pasal 4.2.1 dari SNI-1726-2002.
Apabila gedung memiliki struktur yang tidak beraturan maka selain dilakukan
analisis statik ekuivalen juga diperlukan analisis lebih lanjut, yaitu analisis respon
dinamik. Perhitungan respon dinamik struktur gedung tidak beraturan terhadap
pembebanan gempa, dapat menggunakan metode analisis ragam spektrum respons
atau metode analisis respons dinamik riwayat waktu.
a. Beban Gempa Nominal Statik Ekivalen yang Ditetapkan SNI-1726-2002
Beban geser dasar nominal statik ekivalen V (base shear) yang terjadi di tingkat
dasar dapat di hitung menurut persamaan:
3.1.2 Pushover (Analisis Non Linier Statik)
a. Menurut SNI Gempa 03-1726-2002, analisis statik beban dorong (pushover)
adalah suatu analisis nonlinier statik, yang dalam analisisnya pengaruh gempa
rencana terhadap struktur bangunan gedung dianggap sebagai beban statik pada
pusat massa masing-masing lantai, yang nilainya ditingkatkan secara berangsur-
angsur sampai melampaui pembebanan sehingga menyebabkan terjadinya
pelelehan (sendi plastis) pertama di dalam struktur bangunan gedung, kemudian
dengan peningkatan beban lebih lanjut mengalami perubahan bentuk pasca-
elastik yang besar sampai mencapai target peralihan yang diharapkan atau sampai
mencapai kondisi plastik.
b. Tujuan analisis beban dorong adalah mengevaluasi perilaku seismik struktur
terhadap beban gempa rencana, yaitu memperoleh nilai faktor daktilitas aktual
dan faktor reduksi gempa aktual struktur, memperlihatkan kurva kapasitas
(capacity curve), dan memperlihatkan skema kelelehan (distribusi sendi plastis)
yang terjadi (Pranata, 2006).
c. Metode analisis statik beban dorong merupakan metode dengan pendekatan
nonlinier statik, yang dapat digunakan pada struktur bangunan gedung beraturan,
dengan karakteristik dinamik mode tinggi yang tidak dominan. Salah satu hasil
analisis yang mempunyai manfaat penting yaitu kurva kapasitas (kurva pushover)

Gambar 3.1 Kurva Kapasitas


Kurva kapasitas hasil dari analisis statik beban dorong menunjukkan hubungan
antara gaya geser dasar (base shear) dan perpindahan atap akibat beban lateral
yang diberikan pada struktur dengan pola pembebanan tertentu sampai pada
kondisi ultimit atau target peralihan yang diharapkan (Gambar 2.1).
Kurva kapasitas akan memperlihatkan suatu kondisi linier sebelum mencapai
kondisi leleh dan selanjutnya berperilaku non-linier. Perubahan perilaku struktur
dari linier menjadi non-linier berupa penurunan kekakuan yang diindikasikan
dengan penurunan kemiringan kurva akibat terbentuknya sendi plastis pada balok
dan kolom. Sendi plastis akibat momen lentur terjadi pada struktur jika beban
yang bekerja melebihi kapasitas momen lentur yang ditinjau. Semakin banyak
sendi plastis yang terjadi berarti kinerja struktur semakin bagus karena semakin
banyak terjadi pemancaran energi melalui terbentuknya sendi plastis sebelum
kapasitas struktur terlampaui (Pranata, 2006).
d. Tahapan utama dalam analisa pushover :
1) Menentukan titik kontrol untuk memonitor besarnya perpindahan struktur.
Rekaman besarnya perpindahan titik kontrol dan gaya geser dasar digunakan
untuk menyusun kurva pushover
2) Membuat kurva pushover berdasarkan pola distribusi gaya lateral terutama
yang ekivalen dengan distribusi dari gaya inersia, sehingga diharapkan
deformasi yang terjadi hampir sama atau mendekati deformasi yang terjadi
akibat gempa.
3) Estimasi besarnya perpindahan lateral saat gempa rencana (target
perpindahan). Titik kontrol didorong sampai taraf perpindahan tersebut, yang
mencerminkan perpindahan maksimum yang diakibatkan oleh intensitas
gempa rencana yang ditentukan.
4) Mengevaluasi level kinerja struktur ketika titik kontrol tepat berada pada
target perpindahan. Komponen struktur dan aksi perilakunya dapat dianggap
memuaskan jika memenuhi kriteria yang dari awal sudah ditetapkan, baik
terhadap persyaratan deformasi maupun kekuatan. Karena yang dievaluasi
adalah komponen maka jumlahnya relatif sangat banyak, oleh karena itu
proses ini sepenuhnya harus dikerjakan oleh komputer (fasilitas pushover dan
evaluasi kinerja yang terdapat secara built-in pada program ETABS, mengacu
pada FEMA - 440).

3.2 Analisis Dinamik


Analisis dinamis untuk perancangan struktur tahan gempa dilakukan jika
diperlukan evaluasi yang lebih akurat dari gaya-gaya gempa yang bekerja pada
struktur, serta untuk mengetahui perilaku dari struktur akibat pengaruh gempa.Pada
struktur bangunan tingkat tinggi atau struktur dengan bentuk atau konfigurasi yg
tidak teratur. Analisis dinamis dapat dilakukan dengan cara elastis dibedakan
Analisis Ragam Riwayat Waktu (Time History Modal Analysis), dimana pada cara
ini diperlukan rekaman percepatan gempa, dan Analsis Ragam Spektrum Respon
(Response Spectrum Modal Anaysis), dimana pada cara ini respon masksimum dari
tiap ragam getar yang terjadi didapat dari Spektrum Respon Rencana (Design
Spectra). Sedangkan pada analisis dinamis inelastis digunakan untuk mendapatkan
respon struktu akibat pengaruh gempayang sangat kuat dengan cara integrasi
langsung (Direct Integration Method).

3.2.1 Analisis Ragam Respon Spektrum


Suatu cara analisis untuk menentukan respons dinamik struktur gedung 3
dimensi yang berperilaku elastik penuh terhadap pengaruh suatu gempa melalui
suatu metoda analisis yang dikenal dengan analisis ragam spektrum respons, di
mana respons dinamik total struktur gedung tersebut didapat sebagai superposisi
dari respons dinamik maksimum masing-masing ragamnya yang didapat melalui
spektrum respons Gempa Rencana.
Berdasarkan SNI03-1726-2002 standar perencanaan ketahanan gempa untuk
struktur gedung,bahwa analisisragam spektrum (response spectrum analysis)
adalah cara analisis untuk menentukanrespon dinamik struktur tiga dimensi yang
berperilaku elastik penuh terhadap pengaruh gempamelalui suatu metode yang
dikenal dengan analisis ragam spektrum respons, dimanarespons dinamiktotal
struktur gedung tersebut, didapat sebagai superposisi dari respons dinamik
maksimum masing-masing ragamnya yang didapat melalui spektrum respons
gempa rencana. Analisis respons spectra atau catatan rekaman gempa yang sering
digunakansebagai dasar dalam perhitungan terdiri dari catatan rekaman gempa El
Centro 1940, Pacoima Dam 1971 dan beberapa catatan rekaman gempalainnya.
Sebagai catatan bahwa rekaman gempa El Centro 1940 yang paling banyak
digunakan disemua negara di dunia sebagailandasan dalam penggunaan respon
spectra. Analisis ragam spekturum dapat dilakukan untuk struktur dengan derajat
kebebasan tunggal (SDOF) dan banyak (MDOF).Struktur derajat kebebasan
tunggal (single degree of freedom) dalam analisis dinamik adalah struktur yang
dimodelisasikan sebagai sistem dengan koordinat perpindahan tunggal (single
coordinate displacement).

3.2.2 Analisa Respon Dinamik Riwayat Waktu Linier


Suatu cara analisis untuk menentukan riwayat waktu respons dinamik struktur
gedung 3 dimensi yang berperilaku elastik penuh terhadap gerakan tanah akibat
Gempa Rencana pada taraf pembebanan gempa nominal sebagai data masukan, di
mana respons dinamik dalam setiap interval waktu dihitung dengan metoda
integrasi langsung atau dapat juga melalui metoda analisis ragam.

3.2.3 Analisa Respon Dinamik Riwayat Waktu Non Linier


Belum adanya riwayat waktu gempa rencana yang disetujui untuk dipakai di
Indonesia menyebabkan harus digunakan minimal 4 (empat) riwayat waktu gempa
yang berbeda dalam analisis respons dinamik riwayat waktu. Hal ini menimbulkan
kesulitan tersendiri dalam penelitian, khususnya dalam melakukan analisis respons
dinamik riwayat waktu non-linear.