You are on page 1of 3

Brahmacari dan Grhasta Asmara

Dalam pendidikan Hindu kita mengenal adanya Catur Asrama sebagai landasan
konsepsional pendidikan Hindu Dharma dimana didalamnya menyangkut jenjang pendidikan
seumur hidup, dari tingkat anak-anak sampai menjelang kematian.

Catur Asrama berasal dari kata catur dan asrama, Catur berarti empat dan Asrama
berarti tahap kehidupan, tingkat atau jenjang kehidupan seseorag atau tempat bertapa
(pertapaan).Dengan demikian catur asrama dapat diartikan sebagai empat jenjang kehidupan
masyarakat. Tahap, tingkat atau jenjang kehidupan ini dihubungkan dengan umur, tingkat
lmu pengetahuan suci, tingkat spiritualitas atau rohani, sifat dan perilaku atau moralitas
seseorang (Suhardana,2007:143). Catur Asrama merupakan empat tataran jenjang kehidupan
yang berlandaskan petunjuk kerohanian Hindu. Bagian bagian catur asrama meliputi :

1. Brahmacari
2. Grhasta
3. Wanaprasta
4. Bhiksuka

A. BRAHAMACARI ASRAMA
Brahmacari Asrama yaitu suatu masa kehidupan berguru untuk mendapatkan ilmu
pengetahuan Weda.Weda mengajarkan ilmu pengetahuan untuk memperoleh kebahagian,
material (Jagadhita) dan juga mengajarkan tentang tujuan hidup kerohanian/Moksha (Wiana,
1997: 54). Pada zaman sekarang fase hidup dalam mencari pengetahuan ini disebuat masa
belajar, yaitu dari sekitar umur 6 tahun sampai dengan sekitar 18 tahun (Pidarta, 1999:127) .

Didalam penjelasan sloka pertama dari naskah Slokantara disebutkan adanya tiga
macam brahmacari yaitu :

1) Sukla Brahmacari: orang yang tidak kawin seumur hidupnya bukan karena cacat badan
seperti wangdu, bahkan ia tidak pernah mambicarakan tentang perkawinan sampai dihari
tuanya.

2) Sewala Brahmacari: orang yang kawin hanya sekali saja sekalipun ditinggal mati oleh
istrinya.

1
3) Krsna Brahmacari: orang yang kawin lebih dari sekali dan paling banyak empat kali

Kewajiban seorang Brahmacari :


a. Menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan berbagai keterampilan diharapkan dapat
dijadikan bekal dalam mengarungi hidup.
b. Tabah dan sederhana dalam.
c. Melakukakn sandhya & gayatri.
d. Melaksanakan pendidikan guna meningkatkan mutu SDM.
e. Menjadi generasi yang suputra.
f. Mengembangkan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan
spiritual (SQ).
g. Mengembangkan semua kecerdasan secara seimbang.
h. Berkonsentrasi penuh untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya.
i. Disiplin dalam menimba segala pengetahuan.
j. Mempelajari ilmu pengetahuan dan ilmu tentang hidup.
k. Dapat memberi ilmu dan menerima ilmu.
l. Mempergunakan dharma sebagai pedoman hidupnya.
m. Berguru untuk mendapatkan ilmu pengetahuan Weda.
n. Meningkatkan kedewasaan rohani dalam menghadapi perjalanan hidup ini.
o. Memperoleh berbagai keterampilan untuk mendapatkan pekerjaan dalam memelihara
dan meningkatkan mutu hidup ini.
p. Mengembangkan sifat-sifat baik untuk membangun watak dan karakter yang luhur.
q. Mempelajari ilmu pengetahuan (sastra) dan yang mengetahui ilmu huruf (aksara)
r. Tidak terikat nafsu keduniawian, dan tidak beristri.

B.1 GRHASTA ASRAMA


Grahasta artinya hidup berumah tangga, bersuami istri. Tahapan ini dimasuki
pada saat perkawinan. Pada masa kehidupan Grhasta tujuan hidup diprioritaskan
untuk mendapatkan Artha dan memenuhi Kama, oleh karena itu, suatu rumah tangga
belum dapat dilaksanakan kalau belum siap dengan sumber Artha berupa pekerjaan
yang tetap yang memberi hasil yang memadai untuk menjalankan rumah tangga.
Demikian pula dengan Kama yang menyangkut dorongan hidup seperti nafsu haus,
lapar dan seks. Tiga dorongan hidup itu harus dipenuhi dengan berlandaskan Dharma.

2
Kewajiban seorang Grhasta :
a. Lebih memprioritaskan pada pencapaian artha dan kama.
b. Menggunakan ilmu pengetahuan yang dipelajari pada masa Brahmacari agar
kesulitan-kesulitan dalam kehidupan masa berumah tangga dapat disiasati
dengan baik.
c. Memprioritaskan untuk mendapatkan Artha dan memenuhi Kama
d. Memberi hasil yang memadai untuk menjalankan rumah tangga.
e. Memenuhi 3 dorongan hidup seperti nafsu haus, lapar dan seks dengan
berlandaskan Dharma.
f. Mampu membatasi Kama, jangan sampai Kama itu memperalat diri manusia.
g. Memiliki keturunan.
h. Menjalankan kehidupan berumah tangga dengan berlandaskan dharma.
i. Memiliki abdi.
j. Memupuk kebajikan yang berhubungan dengan pembinaan diri pribadi
(kayikadharma).

DAFTAR PUSTAKA

Catur Asrama Dalam Pendidikan Sekarang. http://www.hindubatam.com/catur-asrama.html.


Diakses pada tanggal 19 Oktober 2016

Hubungan Catur Purusa Artha Dengan Catur Asrama Pada Pendidikan Sekarang.
http://nitapurnamiasih.blogspot.co.id/2014/01/jurnalistikcatur-asrama.html. Diakses tanggal
19 Oktober 2016.

Pengertian dan Penjelasan Catur Asrama. http://www.pecintaipa.info/2015/11/pengertian-


dan-penjelasan-catur-asrama.html. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2016.

Pengertian Catur Asrama dan Bagiannya. http://www.akriko.com/2015/09/pengertian-catur-


asrama-dan-bagiannya.html. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2016.