PANKREATITIS AKUT Definisi • proses inflamasi akut pada pankreas dengan keterlibatan bermacam-macam jaringan regional atau

system organ lain. • Secara klasik, ditandai dengan adanya nyeri abdomen dan terkait dengan adanya hiperamilasemia. Perhatian • Secara klasik, pankreatitis akut terkait dengan kadar serum amylase yang tinggi (nilai ambang dengan spesifisitas tinggi diatas 1000U/L atau 4 kali normal). Keadaan ini tidak selalu harus ada. • Pasien dengan eksaserbasi akut pankreatitis akut sering menunjukkan ‘subtreshold’ peningkatan serum amylase karena penurunan volume jaringan pancreas yang berfungsi. • Peningkatan kadar amylase dapat terlihat pada semua patologi abdomen yang akut namun tidak mencapai nilai ambang yang klasik. • Lihat tabel 1 untuk mengetahui ddx pankreatitis Tujuan penatalaksanaan Mengetahui: • Apa penyebab penkreatitis? Penyebab mungkin antara lain batu empedu dimana penderita memiliki riwayat kolik bilier sebelumnya atau fat dyspepsia. Konsumsi alkohol kronik juga merupakan penyebab umum, dimana keluhan nyeri abdomen ditemukan pada pengkonsumsi alkohol berat. Lihat tabel 2. • Seberapa parah pankreatitis? Lihat petunjuk sbb: 1. Tanda kehilangan cairan yang berlebihan (‘Third space losses’) dan compromised end organ perfusion. a. Secara klinis dehidrasi b. Kebingungan c. Ascites d. Hemokonsentrasi (hematokrit meningkat > 10%) e. Peningkatan urea/creatinin f. Asidosis metabolic 2. Tanda kegagalan organ a. Koagulopati (DIC screen posistif) b. Gagal ginjal (peningfkatan kreatinin, asidosis metabolic, hiperkalemia) c. Distress respiratori dan hipoksia (PaO2 dan SaO2 rendah) 3. Tanda sepsis a. komplikasi septic local (abses pankreatik, atau nekrosis pankreatik terinfeksi) tidak terjadi awal, namun setelah 1 minggu kemudian, disertai tanda sepsis (demam tinggi dan peningkatan TWC).

jika penderita muntah (karena gastroparesis) masukkan NGT untuk dekompresi lambung 5. bersamaan dedngan metronidazole. Mungkin di daerah flank (tanda Grey-Turner) atau area periumbilikal (tanda Cullen’s) b. Penyebab umum adalah kolangitis sekunder obstruksi bilier. Opiate seperti pethidin tidak secara tegas menjadi kontraindikasi dan memberikan penghilang nyeri yang terbaik. seperti pneumonia basalis atau perforasi viscus. berikan oksigen dengan masker 4. Jika demam tinggi terjadi pada awal prankreatitis. lakukan penentuan serum amylase. puasakan px 2. berikan profilaksis terapi supresi asam. Cari gambaran kolestatik pada hasil LFT.b. untuk mencari respiratory compromise dan mengeksklusi ddx lain. pada pasien dengan tanda kolangitis (demam tinggi. Jika penderita sensitive terhadap penicillin. lakukan EKG dan enzim kardiak untuk mengeksklusi angina atypical/AMI. . 6. Bila tidak ada dehidrasi. Gunakan cephalosporin generasi ketiga. jika pasien memiliki riwayat penyakit ulkus peptikum. c. 8. contoh : cefuroxime atau ceftriaxon. mulai drip PZ. 7. peningkatan hitung leucocyte dan kolestatik pada LFTs) berikan antibiotik IV setelah sebelumnya melakukan kultur darah. 10. contoh spasme karpopedal dan tetanus. Hindari gentamycin karena bersifat nefrotoksik. 9. ganti cephalosporin dengan ciprofloxacin. Hindari NSAID pada px dehidrasi atau organ compromise karena resiko nefrotoksik. berikan analgesik parenteral.5-3 liter/hari. Tanda lain dari pancreatitis berat a. 4. berikan dengan maintenance rate 2. Glukosa darah > 10mmol/l (180 mg/dl) Tabel 1 : Diagnosa Banding Pankreatitis Lokasi patologi Contoh Abdomen Perforasi Ulkus peptikum Eksaserbasi akut dyspepsia ulkus peptikum Kolik bilier Kolangitis Iskemik bowel Aneurisme aorta abdominal Diseksi aorta abdominal Supradiafragmatika Pneumonia basalis Acute coronary syndrome Protokol Penatalaksanaan • Pada semua pasien pankreatitis akut 1. pertimbangkan penyebab sepsis non pankreatik. lakukan CXR. 3. Reduksi asam tidak mempengaruhi keparahan pankreatitis. tanda hipokalsemi. pada px dengan factor resiko kardiak. ekimosis abdomen.

Pasien dengan tanda gagal organ harus MRS di SICU untuk perawatan definitive . 13. 6. Urea/elektrolit/kreatinin termasuk kalsium c. mulai pemberikan profilaksis antibiotik sistemik. BGA e. untuk kemungkinan intervensi pembedahan pada komplikasi yangmungkin terjadi cth nekrosis pakreatik terinfeksi atau abses pankreatik. Darah lengkap b. Liver function test d. kasus ringan pankreatitis akut dapat di MRS-kan pada bagian bedah umum atau bagian gastroenterology. konsul ke bedah umum. Pemeriksaan dapat dilakukan setelah penderita berada di bangsal. lakukan intubasi dan ventilasi pasien 4. 7. tidak ada penelitian mengenai manfaat menggunakan obat lain seperti somatostatin atau octreotide.Catatan : tidak perlu memberikan antibiotik untuk pankreatitis tanpa komplikasi 11. • Pada penderita dengan tanda pankreatitis berat: 1. lakukan pemeriksaan tersebut diatas 2. Pasien pankreatitis severe MRS di bagian high dependency care. atau jika pankretitis didiagnosa pada pasien lansia (>70th). monitor pasien 3. jika terjadi kegagalan nafas. Lakukan pemeriksaan lab: a. ketika terdapat gambaran pankreatitis akut. mulai hitung cairan input/output untuk pemeriksaan kehilangan cairan 12. Kultur darah 5. tidak perlu untuk selalu melakukan seluruh pemeriksaan lab pada saat di ED.