You are on page 1of 12

ACARA IV

LENSA

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan Praktikum
a. Memahami prinsip kerja lensa.
b. Memahami persamaan lensa tipis.
2. Waktu praktikum
Jumat, 12 Mei 2017
3. Tempat praktikum
Lantai II, Laboraturium Fisika Dasar, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Mataram.

B. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM


1. Alat-alat Praktikum
a. Bangku optis
b. Layar
c. Lensa Negatif
d. Lensa Positif
e. Meteran
f. Power Supply
2. Bahan-bahan Praktikum
Sumber cahaya

C. LANDASAN TEORI
Lensa adalah benda yang dibuat dari bahan optic transparan(biasanya kaca)
yang membentuk permukaan-permukaan cembung atau cekung. Berdasarkan bentuk
lensa ini mak sebuah sinar setelah melalui lensa akan dikumpulkan disuatu titik atau
disebar. Semua efek-efek yang diperlihatkan lensa adalah karena bentuk permukaan
dan juga karena indeks bias yang dimilikinya. Kita dapat menganalisis lensa menurut
rumus pembiasan pada bidang sebelumnya. Lensa tipis adalah sebuah lesa yang
ketebalannya dapat diabaikan jika dibandingkan jarak okus lensa ke objek atau
bayagan yang terjadi ( Sutrisno,1984 ).
Lensa konvergen atau lensa positif adalah lensa yang lebih tebal dipusat
daripada disisi dan akan memusatkan suatu berkas sinar sejajar pada titik api nyata.
Lensa divergen atau lensa negative adalah lensa yang lebih tipis dipusat daripada disisi
dan akan memancarkan suaru berkas sinar sinar sejajar dan suatu titik api nyata.
Dalam sistem lensa dikenal sumbu utama optik, pusat optik, titik fokus dan panjang
fokus(f) dan bidang fokus.. Suatu lensa tipis mempunyai dua titik fokus yang ebrjarak
fokus (f) dikiri kanan dari pusat optik ( Soedojo, 1986 ).
Pada percobaan lensa tipis sering digunakan rumus lensa :
1 1 1
= +

Keterangan :
s = jarak benda
s= jarak bayangan
lensa cembung sifat lensa cembung yaitu bila tiga berkas sinar sejajar yang
keluar dari kotak cahay dikenalkan pada lensa cembung, berkas sinar-sinar tersebut
dibiaskan oleh lensa dan berpotongan pada sebuah titik. Titik tersebut dinamakan
fokus (titik api ) yang diberi tanda F. titik api lensa cembung nyata karena merupakan
titik potong sinar-sinar bias, sehingga jarak titik api lensa ( + ) bernilai positif. Sifat
lensa cembung mengumpulkan sinar sehingga disebut lensa konvergen atau
mengumpulkan cahaya ( Sahidah, 2013 ).

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menentukan jarak Fokus lensa positif
a. Disusun alat seperti gambar
b. Diatur jarak benda ke layar 40 cm.
c. Diatur dan dicatat jarak benda ke layar ( L ).
d. Lensa digeser-geserkan hingga diperoleh bayangan yang jelas pada layar.
e. Diacatat jarak benda terhadap lensa ( s ) dan jarak bayangan ( s ).
f. Diulangi percobaan c sampai e dengan l yang berbeda ( 45, 50,55, 60 ).
2. Menentukan jarak fokus lensa negatif dengan lensa gabungan
a. Disusun alat seperti gambar.

b. Diletakkan benda pada jarak 20 cm terhadap lensa pertama dan diatur jarak
ekdua lensa ( d ) = 10 cm.
c. Diatur posisi layar sehingga bayangan tertangkap dengan jelas dan dicatat
jaraknya terhadap kedua lensa tersebut.
d. Dilakukan langkah b dan c untuk jarak benda ( 25, 30 , 35, 40 ) cm dengan
jarak kedua lensa tetap.
e. Diulangi langkah b, c, dan d untuk d = 15 cm.

E. HASIL PENGMATAN
1. Percobaan pertama
No S1( cm ) S1 ( cm ) L ( cm )
1. 18 22 40
2. 27 18 45
3. 34 16 50
4. 40 15 55
5. 45 15 60
2. Percobaan kedua
a. Jarak lensa ( d ) = 10 cm
No S1 ( cm ) S1 ( cm )
1. 20 15
2. 25 14
3. 30 12.5
4. 35 10
5. 40 7.8

b. Jarak lensa ( d ) = 15 cm
No SI ( cm ) SI ( cm )
1. 20 9.7
2. 25 7.6
3. 30 6
4. 35 5.4
5. 40 2.3

F. ANALISIS DATA
1. Menentukan jarak fokus lensa positif
Diketahui : S1 = 18 cm
S2 = 22 cm
Ditanya : F1 =..?
Penyeleaian
1 1 1
= +

. 1
1 = +

18 .22
= 18+22

396
= 40

= 9.9 cm
Jadi jarak fokus lensa positif untuk percobaan pertama adalah 9.9 cm.
Tabel hasil perhitungan
No SI ( cm ) SI ( cm ) f1 ( cm ) 1 ( cm ) (1 1 )2cm
1. 18 22 9.9 10.7 0.64
2. 27 18 10.8 10.7 0.01
3. 34 16 10.88 10.7 0.524
4. 40 15 10.9 10.7 0.04
5. 45 15 11.25 10.7 0.3025
- - 53, 73 - 1. 0249

(11)2
SD =
1

1.0249
SD = 51

SD = 0.256225

= 0.6256

f 1 = 1 SD

= ( 10.7 0.0656 ) cm

f 1 = 10.76 cm atau f 1 = 10.6394 cm

2. Menentukan jarak fokus lensa negatif dengan lensa gabungan


a. Untuk jarak antar lensa ( d ) = 10 cm
Diketahui : S1 = 20 cm
: S1 = 15 cm
P d = 10 cm
Ditanya : f2 = .?
Penyelesain :
1 1 1
= +1

. 1
1 = 1
10.7 . 20
= 10.720

= -23.01 cm

1 1 1
= 2 +1
2

Dimana d = S1 + S2
S2 = d S1
1 1 1
= 2 +2
2

1 1 1
= ( 1 ) +2
2

1 . ( 1 )
f 2 = 1 + ( 1 )
15 . ( 10(23.01))
f2 = 15 + ( 10(23.01))
495.15
= 48.01

= 10.31 cm
Tabel hasil perhitungan
No SI ( cm ) S2 ( cm ) S1 ( cm ) f 2 ( cm ) 2 (cm) (2 1 )2cm
1. 20 15 -23.01 10.31 8.26 4.2025
2. 25 14 -18.71 9.41 8.26 1.3225
3. 30 12.5 -16.83 8.51 8.26 0.0625
4. 35 10 -15.41 7.18 8.26 1.1664
5. 40 7.8 -14.61 5.92 8.26 5.4756
- - - 41.33 - 12.2295

(11)2
SD = 1

12.2295
SD = 51

SD = 3.057375
= 1.7485

f 2 = 2 SD

= ( 8.26 1.7485 ) cm

f 2 = 10.0085 cm atau f 2 = 6.5115 cm

b. Untuk jarak antar lensa ( d ) = 15 cm


Diketahui : S1 = 20 cm
: S1 = 9.5 cm
d = 15 cm
Ditanya : f2 = .?
Penyelesain :
1 1 1
= +1

. 1
1 = 1

10.7 . 20
= 10.720

= -23.01 cm

1 1 1
= 2 +1
2

Dimana , d = s1 + s2
S2 = d s1
1 1 1
= 2 +2
2
1 1 1
= ( 1 ) +2
2

1 . ( 1 )
f 2 = 1 + ( 1 )

9.5 . ( 15(23.01))
f2 = 9.5 + ( 15(23.01))
361.095
= 47.51

= 7.60 cm

Tabel hasil perhitungan


No S1 ( cm ) S2 ( cm ) S1 ( cm ) f 2 ( cm ) 2 (2 1 )2cm
1. 20 9.5 -23.01 7.60 5.11 16.2001
2. 25 7.6 -18.71 6.20 5.11 1.1881
3. 30 6 -16.63 5.04 5.11 0.0049
4. 35 5.4 -15.41 4.59 5.11 0.2704
5. 40 2.3 -14.61 2.13 5.11 8.8804
- - - 25.56 - 16.5439

(11)2
SD = 1

16.5439
SD = 51

SD = 4.135975

= 2.0337

f 2 = 2 SD

= ( 5.11 2.0337 ) cm

f 2 = 7.1437 cm atau f 2 = 3.0763 cm

G. PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini dilakukan untuk menentukan jarak fokus pada lensa
positif dan lensa negative dengan gabungan. Pada pertama yaitu menentukan jarak
fokus lensa positif dilakukan sebanyak 5 kali percobaan. Dimana jarak yang
digunakan pada benda percobaan ini berturut-turut sebesar 18cm, 27cm, 34cm, 40cm,
dan 45cm dan diperoleh jarak bayangan S1 berturut-turut sebesar 22cm, 18cm, 16cm,
15cm, dan 15cm serta diperoleh jarak fokus lensa positif (f1) berturut-turut sebesar
9,9cm, 10,8 cm, 10,88cm, 10,9cm, dan 11,25cm, sehingga diperoleh rata-rata jarak
fokus lensa yang didapat sebesar 10,7cm. hasil tersebut mendekati nilai fokus yang
tertera pada lensa cembung yaitu 100mm atau 10cm. Perbedaan nilai fokus lensa
positif pada percobaan dengan yang tertera pada lensa yaitu 0,3cm. perbedaan hasil
tersebut dikarenakan kurang telitinya praktikan saat mengukur jarak antara bayangan
dengan fokus terbaik dengan letak lensa positif.
Dengan percobaan kedua yaitu menentukan jarak fokus lensa negative dengan
lensa gabungan yaitu menggunakan lensa cembung dan cekung , dimana jarak antara
lensa positif dan negative dibuat sama yaitu percobaan pertama menggunakan jarak
10cm dan percobaan kedua menggunakan jarak 15cm. pada percobaan pertama yang
menggunakan jarak 10cm digunakan jarak benda (S1) berturut-turut sebesar 20 cm, 25
cm, 30 cm, 35 cm dan 40 cm dan diperoleh jarak bayangan (S2) berturut-turut sebesar
15cm, 14cm, 12,5cm, 10cm, 7,8cm, sehingga diperoleh jarak bayangan (S2) berturut-
turut sebesar 15 cm, 14 cm,12 cm, 10 cm dan 7,8 cm sehingga dapat di tentukan harga
jarak bayangan negatife (S1) berturut-turut sebesar -23,47 cm,-18,71 cm,-7,31 cm,-
16,63 cm dan -15,41 cm dan diperoleh harga jarak fokus lensa negative (f2) berturut-
turut sebesar 10.31 cm, 9.41 cm, 8.51 cm, 7.18 cm,dan 5.29 cm. Sedangkan pada
percobaan yang menggunakan jarak 15 cm,digunakan jarak benda (S1) berturut-turut
sebesar 20 cm, 25 cm, 30 cm, 35 cm, 40cm dan diperoleh jarak bayangan positif (S2)
berturut-turut sebesar 9.5cm, 7.6cm, 6cm, 5.4cm, 2.3cm, Sehingga dapat diperoleh
besar jarak bayangan (S1) berturut-turut -23.01cm, -18.71cm, -16.63cm, -15.41cm,
dan -16.61cm sehingga dapat diperoleh harga jarak fokus lensa negative (f2) beturut-
turt sebesar 7.60cm, 6.20cm, 5.04cm, 4.59cm, dan 2.13cm, Dimana pada masing-
masing percobaan pertama dan kedua didapatkan rata-rata jarak fokus lensa negative
berturut-turut 8.26cm, dan 5.11cm. Hasil yang didapatkan terbilang cukup berbeda
dengan yang tertera pada lensa cekung yaitu -100mm atau -10cm. Perbedaan nilai
fokus sedangkan pada percobaan pertama (d=10cm) yaitu 1.74 cm.Sedangkan pada
percobaan kedua(d=15cm)yaitu sebesar 4.89cm. Perbedaan itu terjadi dikarenakan
kurang telitinya praktikan saat mengukur jarak antara bayangan dengan fokus terbaik.
Dari data yang dijabarkan diatas dapat diketahui bahwa hasil yang diperoleh
antara jarak fokus lensa positif dan negative berbeda,hal tersebut dikarenkan pada
lensa positif hanya menggunakan satu jenis lensa yaitu lensa cembung saja.Sedangkan
dalam menentukan lensa negative menggunakan dua lensa yaitu lensa cembung dan
lensa cekung.Cahaya yang masuk pada lensa Cembung positif akan diteruskan melalui
lensa cekung negative,kemudian membentuk bayangan pada lensa negative.Bayangan
yang dibentuk lensa saat benda tetap dan jarak lensanya dirubah-rubah sangat
berpengaruh terhadap hasilnya,saat jarak anatar lensa dengan sumber cahaya dekat
maka bayangannya belum tentu jelas, juga sebaliknya apabila jarak anatra benda
dengan layar terlalu jauh maka bentuknya tidak jelas atau semu. Bayangan hanya akan
terlihat jelas apabila anatara layar dengan lensa terhadap sumber cahaya cepat. Hal
tersebut terlihat pada hasil percobaan yang telah dilakukan pada lensa cembung yaitu
jarak bayangan yang terbalik dengan jarak benda semakin kecil jarak bayangan yang
terbentuk pada layar. Untuk sifat bayangan yang terbentuk dari percobaan menentukan
jarak fokus sehingga diperoleh lensa positif yaitu nyata, terbaik dan diperbesar.
Sedangkan pada percobaan kedua yaitu meentukan jarak fokus lensa negatif
dengan lensa gabungan ( menggunakan lensa cembung dan cekung ), untuk nilai dari
titik fokus pada lensa cekung bahwa semakin jauh benda maka jarak fokus fokusnya
semakin besar. Tanda negative pada lensa cekung tidak mempengaruhi nilainya,
namun hanya untuk menandakan bahwa bayangan yang terbentuk tidak berada
dibelakang lensa melainkan didepan lensa dalam hal itu adalah bayangan maya. Jarak
bayangan yang terbentuk berbanding lurus dengan jarak benda. Semakin besar jarak
benda terhadap lensa negative maka jarak bayangan yang dibentuk juga semakin besar
dimana lensa cekung tidak membentuk bayangan didepan lensa, melainkan dibelakang
lensa, sehingga sifat bayangan maya, terbalik dan diperkecil.

H. PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil perobaan yang telah dilakukan diperoleh bahwa :
a. prinsip kerja lensa positif yaitu mengumpulkan cahaya (konvergen). Besar
pembiasan cahaya pada suatu lensa bergantung pada indeks bias bahan lensa dan
lengkung permukaan lensa, sedangkan indeks bias bergantung pada cepat rambat
cahaya dalam bahan lensa tersebut. sedangkan prinsip kerja lensa negatif yaitu
menyebarkan cahaya (divergen). Cahaya yang lewat melalui sebuah lnesa
cembung dibelokkan kearah tepi lensa atau menjauhi sumbu lensa. Sinar-sinar
sejajar dikarenakan pada lensa cekung. Sinar-sinar biasnya akan menyebar seolah-
olah berasal dari satu titik yang disebut titik fokus. Titik fokus lensa cekung berada
pada sisi yang sama dengan sinar datang sehingga titik fokus lensa cekung bersifat
maya atau semu dan bernilai negative.
b. jarak fokus lensa positif dapat ditentukan dengan menentukan jarak benda dan
jarak bayangan. Semakin besar jarak benda maka jarak bayangan yang dihasilkan
semakin kecil dan jarak fokus yang dihasilkan relative mendekati 10 sesuai dengan
fokus lensa. Sedangkan titik lensa negative semakin besar jarak benda, maka jarak
bayangan pada lensa negative semakin besar pula dani jarak fokus yang dihasilkan
relative mendekati 10 sesuai dengan fokus lensa.

2. Saran
a. Dalam melakukan praktikum praktikan seharsunya lebih teliti dalam
melakukan pengukuran sehingga hasil data yang diperoleh tidak jauh berbeda
dari nilai yang telah ditetapkan.
b. Dalam melakukan praktikum, praktikan seharusnya lebih serius lagi dan tidak
bermain-main dalam melakukan praktikum.
DAFTAR PUSTAKA

Sahidah,dkk.2013.Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation


pada Materi Lensa Cembung. Jawa Tengah : Universitas Kristen Satya Wacana.(
diakses pada 11 Mei 2017, pukul 10:40).

Soedarjo,P.1986.Azas-azas Fisika Dasar. Jawa Timur : Universitas Gadjah Mada.

Sutrisno.1984. Seri Fisika Dasar. Bandung : ITB