You are on page 1of 11

STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN

DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
( RS, PUSKESMAS DAN APOTEK )

Oleh :
Direktur Pelayanan Kefarmasian

Disampaikan pada :
Pertemuan Pembinaan Wilayah di Lingkungan Kementerian
Kesehatan, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan
Padang, 07 Desember 2016

51/2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian) Pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien . PELAYANAN KEFARMASIAN (PP No.

. Tujuan Pelayanan kefarmasian menyediakan dan memberikan sediaan farmasi dan alat kesehatan disertai informasi agar masyarakat mendapatkan manfaat yang terbaik.

Pelayanan Kefarmasian di Fasilitas Kesehatan PENGELOLA KESELAMATAN PELAYANAN AN SEDIAAN FARMASI FARMASI PASIEN KLINIK SEDIAAN FARMASI YG PENINGKATAN OUTCOME AMAN. KHASIAT DAN MUTU TERAPI TERJAMIN Perencanaan Pengadaan Penerimaan Pengakajian Rekonsiliasi Konseling Resep Obat Penyimpanan Distribusi Pemantauan Visite Terapi 4 .

TUJUAN PENGATURAN STANDAR YANFAR Meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian Menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian Melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient safety) 5 .

f. Pelayanan Farmasi Klinik Pengelolaan Sediaan farmasi. pemantauan terapi Obat. Pengelolaan Obat dan BMHP B. penyerahan Obat. dan Bahan Medis g. Alkes dan BMHP pengkajian dan pelayanan Resep SUMBER DAYA • Pemilihan penelusuran riwayat penggunaan KEFARMASIAN Obat. Persyaratan SDM 3. ronde/visite pasien (khusus Sarana dan Peralatan Pemantauan Terapi Obat (PTO) 1.dispensing sediaan steril evaluasi penggunaan Obat Habis Pakai di Rumah Sakit harus Pemantauan Kadar Obat dalam Darah (PKOD) dilakukan oleh Instalasi Farmasi sistem satu pintu. Kualifikasi SDM Pelayanan Informasi Obat (PIO). 58 tahun 2014 (34/2016) tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit A. 2.konseling Pelayanan Informasi Obat (PIO). Beban Kerja dan • Penyimpanan b. dan Sediaan Farmasi. • Perencanaan kebutuhan a. Persyaratan Monitoring Efek Samping Obat • Administrasi e. • Penerimaan Obat. konseling. • Pemusnahan dan penarikan d. PENGENDALIAN MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN Perencanaan Pelaksanaantindakan hasil monitoring dan evaluasi . Penggunaan Obat (EPO) Pengelolaan Alat Kesehatan. 2. Sumber Daya Manusia • Pengadaan Obat. dan pemberian informasi 1.visite.rekonsiliasi pengkajian resep. Permenkes Nomor. Kebutuhan • Pendistribusian c.(MESO) pemantauan dan pelaporan efek Peralatan samping Evaluasi Obat. Persyaratan Sarana • Pengendalian Puskesmas rawat inap).

pemantauan dan danpelaporan pelaporanefekefek Sarana dan Prasarana pendistribus penerima samping Obat. Pelayanan resep dan d. Kompetensi Apoteker perencan (sbg. penyerahan dana. Penyerahan obat g. dan tenaga fungsional) kebutuha b. an. ronde/visite pasien (khusus ian. penyerahan Obat. Kefarmasian dan d. R. inap). Penanggungjawab aan Obat. 1. evaluasi penggunaan Obat 4. Pengembangan Tenaga d.c. BMHP a. BMHP c. konseling. an. f. Obat. R. konseling. pengkajian resep. Pengelolaan Obat B. peracikan penyimpa g. Permenkes Nomor. R. R. e. R. terapi dandan Obat.f. Penyimpanan Obat PENGENDALIAN MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN dan BMHP Perencanaan Pelaksanaantindakan hasil monitoring dan evaluasi 6. Arsip . 30 tahun 2014 (36/2016) tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas A. 2. Pendidikan dan Pelatihan f. Pelayanan Informasi Obat (PIO). pemantauan pemantauan terapi Obat. n. Penerima resep ian. Pelayanan Informasi Obat (PIO). e. 2. pengendal perminta c. Pelayanan Farmasi Klinik SUMBER DAYA KEFARMASIAN a. Pengelolaa ronde/visite pasien (khusus Program Pendidikan n obat dan Puskesmas Puskesmas rawatrawatinap). b. pengkajian resep. pemantauan e. samping Obat. Sumber Daya Manusia 1. 3. b. evaluasi penggunaan Obat nan: 3. R. Konseling 5. dan pemberian dan pemberian informasiinformasi Obat.

Penerima resep • penerimaan. Memahami dan mengikuti dan BMHP d. Pelayanan resep dan • penyimpanan: rumah (home samping Obat. Persyaratan administrasi dan BMHP Pengkajian Obat. R. R. 35 tahun 2014 (35 / 2016) tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek A.Pelayanan konseling. alkes dan BMHP 6.Pelayanan Kefarmasian pemantauan di dan pelaporan efek 1. Penyerahan obat 4.Informasi Obat (PIO) 5.(PTO) dan 3. R. Permenkes Nomor. R. pharmacy care) peracikan • Pemusnahan f. pengembangan diri Pengelolaan obat c. Puskesmas Sarana dan Prasarana • Pengadaan e. Continous Proffesional Obat. Pengelolaan Obat B. Development Dispensing 4. R. R. 2. Arsip EVALUASI MUTU DI APOTEK Mutu Manajerial Mutu Pelayanan Farmasi Klinik . Mengidentifikasi kebutuhan b. Penyimpanan Sediaan (MESO) farmasi. Attribut praktek 3.Monitoring evaluasi penggunaan Efek SampingObatObat 5. penyerahan 1. Pelayanan Farmasi Klinik SUMBER DAYA KEFARMASIAN Sumber Daya Manusia a. Resep dan pemberian informasi 2.Pemantauan pemantauanTerapi terapiObat Obat. Pelayanan Informasi Obat (PIO). ronde/visite pasien (khusus peraturan • perencanaan Konseling rawat inap). pengkajian resep. Konseling • Pengendalian • Pencataan dan pelaporan g.

Pembinaan dan Pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota serta pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Badan POM LAPORAN MENTERI KESEHATAN .

Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus terakreditasi dan memenuhi Standar Salah satu yang harus dipenuhi adalah Standar Pelayanan Kefarmasian di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (RS. Puskesmas dan Apotek) Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Kota harus Melaksanakan Pembinaan dalam Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian. 10 . Dinas Kesehatan Provinsi Wajib Melaporkan Hasil Pembinaan Dan Pengawasan Kepada Direktur Jenderal Kefarmasian Dan Alat Kesehatan-KEMENKES RI Standar pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan dimaksudkan untuk menjamin keselamatan pasien.

Terima Kasih .