You are on page 1of 17

TUGAS

Motor Bakar
Peran Motor 4 Tak pada Mesin Tenaga Listrik

DOSEN PENGAJAR:
Abdul Wahab, Ir,M.T.

DISUSUN OLEH:
Bachtiar Hadi Yulianto
(21401052066)

UNIVERSITAS ISLAM MALANG


FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK MESIN
2017
BAB I

Pendahuluan

Motor bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi termal untuk
melakukan kerja mekanik, yaitu dengan mengubah energi kimia dari bahan bakar menjadi
energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk melakukan kerja mekanik. Jika ditinjau
dari cara memperoleh energi termal ini, maka motor bakar dapat dibagi menjadi dua golongan,
yaitu motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam (Anonim 2009).

Motor bakar memiliki kelebihan dalam dalam hal penempatannya. Penempatan motor
bakar dapat dilakukan dimana saja asalkan ada tempat yang baik dan aman untuk dijadikan
landasan. Hal ini dimungkinkan karena motor bakar tidak memerlukan fasilitas lain setelah
landasan tidak seperti motor listrik yang memerlukan instalasi listrik yang cocok dengan motor
tersebut.

Motor bakar ada dua jenis yakni motor bakar diesel dan motor bakar bensin. Motor
bakar bensin dibagi lagi menjadi dua jenis jika dilihat dari cara kerjanya yaitu motor bakar
konvensional, motor bakar yang menggunakan piston. Kedua jenis motor bakar dua langkah
dan motor bakar empat langkah. (Suteja, 1989).

Menurut Soedarmo 2008, tak dapat juga disebut dengan stroke/ langkah/ gerakan piston
motor. Artinya adalah jarak langkah atau gerakan zuiger atau piston dala silinder mulai dari
yang paling atas (rata dengan silinder blok) sampai dengan gerakan paling bawah. Batas
gerakan piston yang paling atas biasanya disebut dengan titik mati alias (TMA) dan gerakan
piston yang paling bawah disebut dengan titik mati bawah (TMB). Langkah yang sangat
terbatas itu disebabkan oleh adanya kruk as yang menggetakkan piston. Pergerakan piston
adalah TMA ke TMB dan atau sebaliknya. Oleh sebab itu, gerak piston disebut taka tau stroke
yang putaran kruknya sebanyak 180 derajat (1/2 putaran).

Motor 4 tak adalah setiap jenis motor bakar yang dalam setiap silindernya untuk
mendapatkan satu kali usaha memerlukan empat kali gerakan piston dan putaran kruk as-nya
sebanyak dua kali (total 720 derajat) yang disertai terbukanya klep masuk dan klep buang
masing- masing sebanyak satu kali.

Prinsip kerja motor 4 tak yang pertama adalah langkah intake. Pada langkah ini, katup
masuk terbuka, katup buang tertutup. Piston bergerak dari titik mati atas (TMA) ke titik mati
bawah (TMB). Oleh karena gerakan piston dari TMA ke TMB, di atas piston terjadi
pembesaran volume yang mengakibatkan ruang tersebut menjadi hampa (vakum). Perbedaan
tekanan udara luar yang tinggu dengan tekanan hampa mengakibatkan udara akan mengalir
dan bercampur dengan bensin di karburator untuk membentuk gas, selanjutnya, gas tersebut
mengalir ke dalam ruang silinder mlalui saluran masuk (intake manifold) dan katup masuk
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ialah Pembangkit listrik yang menggunakan mesin
diesel sebagai penggerak mula (prime mover). Prime mover merupakan peralatan yang
mempunyai fungsi menghasilkan energi mekanis yang diperlukan untuk memutar rotor
generator. Mesin diesel sebagai penggerak mula PLTD berfungsi menghasilkan tenaga
mekanis yang dipergunakan untuk memutar rotor generator.

Proses pembakaran pada mesin diesel tidak menghasilkan pembakaran yang sempurna.
Effisiensi PLTD sangat dipengaruhi oleh pemakaian bahan bakar, hal ini disebabkan biaya
yang terbesar dalam pengoperasian PLTD adalah biaya bahan bakar (70% dari keseluruhan
biaya operasional). Hal inilah yang menyebabkan efisiensi pembangkit jenis ini rendah, lebih
kecil dari 50%.
BAB II

Pembahasan

Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan


listrik dalam jumlah beban kecil, terutama untuk daerah baru yang terpencil atau untuk listrik
pedesaan dan untuk memasok kebutuhan listrik suatu pabrik.

PLTD merupakan suatu instalasi pemabangkit listrik yang terdiri dari suatu unit
pembangkit (SPD) dan sarana pembangkitan. Mesin Diesel adalah penggerak utama untuk
mendapatkan energi listrik dan dikeluarkan oleh Generator . Pada mesin Diesel Energi Bahan
bakar diubah menjadi energi mekanik dengan proses pembakaran di dalam mesin itu sendiri.
Mesin Diesel pada saat ini sudah banyak mengalami perkembangan dalam pemakaian untuk
angkutan darat dan laut, kemudian pembangkitan dalam daya kecil dan menengah bahkan
sampai daya besar sudah ada yang menggunakannya. Untuk mempermudah dalam melakukan
pemeliharaan Mesin Diesel para teknisi harus mempunyai dasar-dasar pengetahuan mengenai
Mesin Diesel yang baik, agar setiap melakukan pemeliharaan para teknisi dapat
memperlakukan setiap komponen yang berada dalam mesin, sesuai dengan konstruksinya.

Maksud dengan Unit PLTD adalah kesatuan peralatan-peralatan utama dan alat-alat
bantu serta perlengkapannya yang tersusun dalam hubungan kerja, membentuk sistem untuk
mengubah energi yang terkandung didalam bahan bakar minyak menjadi tenaga mekanis
dengan menggunakan mesin diesel sebagai penggerak utamanya.dan seterusnya tenaga
mekanis tersebut oleh generator diubah menjadi tenaga listrik

Pemilihan Lokasi PLTD

Dalam pembuatan PLTD, terdapat faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada saat
pemilihan lokasi PLTD, diantaranya sebagai berikut :

Jarak dari beban dekat

Pesediaan areal tanah dan air

Pondasi

Pengangkutan bahan bakar

Kebisingan dan kesulitan lingkungan


Bentuk dan Bagian-bagian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Perhatikan gambar Dibawah ini :

Gbr. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Dari gambar di atas dapat kita lihat bagian-bagian dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel,
yaitu:

1. Tangki penyimpanan bahan baker.


2. Penyaring bahan bakar.
3. Tangki penyimpanan bahan bakar sementara (bahan bakar yang disaring).
4. Pengabut (nozel)
5. Mesin diesel.
6. Turbo charger.
7. Penyaring gas pembuangan.
8. Tempat pembuangan gas (bahan bakar yang disaring).
9. Generator.
10. Trafo.
11. Saluran transmisi.

Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

1. Bahan bakar di dalam tangki penyimpanan bahan bakar dipompakan ke dalam


penyimpanan sementara namun sebelumnya disaring terlebih dahulu. Kemudian disimpan
di dalam tangki penyimpanan sementara (daily tank). Jika bahan bakar adalah bahan bakar
minyak (BBM) maka bahan bakar dari daily tank dipompakan ke Pengabut (nozzel), di sini
bahan bakar dinaikan temperaturnya hingga manjadi kabut. Sedangkan jika bahan bakar
adalah bahan bakar gas (BBG) maka dari daily tank dipompakan ke convertion kit
(pengatur tekanan gas) untuk diatur tekanannya.
2. Menggunakan kompresor udara bersih dimasukan ke dalam tangki udara start melalui
saluran masuk (intake manifold) kemudian dialirkan ke turbocharger. Di dalam
turbocharger tekanan dan temperatur udara dinaikan terlebih dahulu. Udara yang dialirkan
pada umumnya sebesar 500 psi dengan suhu mencapai 600C.

3. Udara yang bertekanan dan bertemperatur tinggi dimasukan ke dalam ruang bakar
(combustion chamber).
4. Bahan bakar dari convertion kit (untuk BBG) atau nozzel (untuk BBM) kemudian
diinjeksikan ke dalam ruang bakar (combustion chamber).

5. Di dalam mesin diesel terjadi penyalaan sendiri, karena proses kerjanya berdasarkan udara
murni yang dimanfaatkan di dalam silinder pada tekanan yang tinggi (35 - 50 atm),
sehingga temperatur di dalam silinder naik. Dan pada saat itu bahan bakar disemprotkan
dalam silinder yang bertemperatur dan bertekanan tinggi melebihi titik nyala bahan bakar
sehingga akan menyala secara otomatis yang menimbulkan ledakan bahan bakar.

6. Ledakan pada ruang bakar tersebut menggerak torak/piston yang kemudian pada poros
engkol dirubah menjadi energi mekanis. Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakar dan
udara akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang
torak, sehingga torak dapat bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak
akan diubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak
rotasi poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi.
7. Poros engkol mesin diesel digunakan untuk menggerakan poros rotor generator. Pada
generator energi mekanis ini dirubah menjadi energi listrik sehingga terjadi gaya gerak
listrik (ggl). Ggl terbentuk berdasarkan hukum faraday. Hukum faraday menyatakan
bahwa jika suatu penghantar berada dalam suatu medan magnet yang berubah-ubah dan
penghantar tersebut memotong gais-garis gaya magnet yang dihasilkan maka pada
penghantar tersebut akan diinduksikan gaya gerak listrik.
8. Tegangan yang dihasilkan generator dinaikan tegangannya menggunakan trafo step up agar
energi listrik yang dihasilkan sampai ke beban. Prinsip kerja trafo berdasarkan hukum
ampere dan hukum faraday yaitu arus listrik dapat menimbulkan medan magnet dan medan
magnet dapat menimbulkan arus listrik.

Jika pada salah satu sisi kumparan pada trafo dialiri arus bolak-balik maka timbul garis
gaya magnet berubah-ubah pada kumparan terjadi induksi. Kumparan sekunder satu inti
dengan kumparan primer akan menerima garis gaya magnet dari primer yang besarnya
berubah-ubah pula, maka di sisi sekunder juga timbul induksi, akibatnya antara dua ujung
kumparan terdapat beda tegangan.
9. Menggunakan saluran transmisi energi listrik dihasilkan/dikirim ke beban. Di sisi beban
tegangan listrik diturunkan kembali menggunakan trafo step down (jumlah lilitan sisi
primer lebih banyak dari jumlah lilitan sisi sekunder). Pembangkit Listrik tenaga diesel
adalah pembangkit tenaga listrik dengan penggerak utama (prime mover) mesin diesel,
untuk memutar generator.

Sistem Pada PLTD

1. Sistem Pada Bahan Bakar

Termasuk tangki bahan bakar, pompa pemindah bahan bakar, saringan alat pemanas
dan sambungan pipa kerja. Pompa pemindah bahan bakar membutuhkan pemindahan bahan
bakar dari ujung perantara ke tangki penyimpan dan dari tangki penyimpan ke mesin. Saringan
membutuhkan jaminan kebersihan bahan bakar. Alat pemanas untuk minyak diperlukan untuk
lokasi yang mempunyai temperature yang dingin yang menganggu aliran fluida.

2. Sistem Udara Masuk

Termasuk saringan udara, saluran pompa kompresor (bagian integral dari mesin).
Kegunaan saringan udara adalah untuk membersihkan debu dari udara yang disuplai ke mesin,
juga semua ini dapat menimbulkan kenaikan daya luaran.

3. Sistem Pembuangan Gas

Termasuk peredam dan penyambungan saluran. Temperature pembuangan gas


panasnya cukup tinggi, gas ini merupakan pemanas minyak atau persediaan udara pada mesin.
Peredam mengurangi kegaduhan suara.
4. Sistem Pendinginan

Termasuk pompa-pompa pendingin, menara pendingin, perawatan air atau mesin


penyaring dan sambungan pipa kerja. Kegunaan system pendinginan adalah untuk
meningkatkan panas dari mesin silinder yang menyimpan temperature sislinder dalam tempat
yang aman. Pompa mengedarkan air melewati silinder dan kepala selubung mengangkut panas.
System pendinginan membutuhkan sumber air, sebuah pompa dan tempat untuk pembuangan
air panas, penyebaran air oleh mesin pendingin ini seperti dalam alat radiator, pendingin uap,
menara pendingin, penyemprot dan sebagainya.

5. Sistem Pelumasan

Termasuk pompa minyak pelumas, tangki minyak, penyaring, pendingin, alat


pembersih dan sambungan pipa kerja. Fungsi system pelumasan yaitu untuk mengurangi
pergeseran dari bagian yang bergerak dan mengurangi pemakaian dan sobekan bagian-bagian
mesin.

6. Sistem Pendinginan

Termasuk aki, tangki hampa udara, starter sendiri dan sebagainya. Fungsi system
penggerak mula adalah menjalankan mesin. System ini memungkinkan mesin pada awalnya
berputar dan berjalan sampai terjadi pembakaran dan unit meninggalkannya untuk memperoleh
daya.

Skema Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Berikut ini adalah skema dasar dalam pembangkit listrik tenaga diesel.

Secara umum, skema di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:


1. Untuk melakukan pembakaran opmtimal pada diesel engine, maka diperlukan Oksigen dari
udara di sekitar. Disinilah peran air filter yang fungsinya untuk menyaring udara yang
masuk ke turbocharger dan enginer.
2. Di dalam diesel engine, solar yang dipakai sebagai bahan bakar, menghasilkan energi untuk
memutar generator yang kemudian menghasilkan listrik yang dihubungkan ke trafo dan
gardu listrik.
3. Pada proses PLTD satu hal yang sangat perlu diperhatikan adalah sistem pendingin pada
minyak pelumasan mesin (sistem yang sama dipakai pada kendaraan bermotor). Sistem
pendingin yang dipakai biasanya adalah sistem heat exchanger dan sistem radiator atau
kedua sistem ini digabungkan.
4. Heat exchanger adalah sistem pendingin minyak pelumas, dimana air digunakan sebagai
sarana pendingin. Proses heat exchanger ini memiliki konsep yaitu, air pendingin dialirkan
terus dari sumber air terdekat seperti danau, sungai ataupun kolam buatan. Air terus
dialirkan secara konstan melalui pipa-pipa yang kemudian dihubungkan dengan pipa
minyak pelumas. Pada aplikasi tertentu, pipa air pendingin ini akan menyelimuti pipa
minyak pelumas, sehingga terjadi perpindahan suhu tinggi dari minyak ke suhu rendah
(heat exchanging) dari air, yang menyebabkan suhu minyak menjadi berkurang. Sedangkan
air yang memiliki suhu yang lebih tinggi akan dialirkan kembali menuju sumber air.
Berikut seterusnya sistem ini bekerja.
5. Sedangkan untuk sistem pendingin radiator (aplikasi yang sama pada kendaraan bermotor),
minyak pelumas didinginkan dengan menggunakan kipas radiator. Dimana pada sistem ini
mengaplikasikan konsep perpindahan suhu melalui radiasi, kipas radiator yang terus
berputar akan menghasilkan angin untuk mendinginkan minyak pelumas.

Kegunaan utama PLTD

Kegunaan utama PLTD adalah penyedia daya listrik yang dapat berfungsi untuk :

Pusat pembangkit
Cadangan (Stand by plant)
Beban puncak
Cadangan untuk keadaan darurat. (emergency)

.
Kelas SPD

PLN membakukan kapasitas SPD (Satuan Pembangkit Diesel) sebagai berikut :

Kelas 1 : SPD berkapasitas 50 Kw PLTD bakal

Kelas 2 : SPD berkapasitas 100 Kw

Kelas 3 : SPD berkapasitas 250 Kw PLTD kecil

Kelas 4 : SPD berkapasitas 500 Kw

Kelas 5 : SPD berkapasitas 750 Kw

Kelas 6 : SPD berkapasitas 1000 Kw

Kelas 7 : SPD berkapasitas 2500 Kw

Kelas 8 : SPD berkapasitas 4000 Kw PLTD sedang

Kelas 9 : SPD berkapasitas 6000 Kw

Kelas 10 : SPD berkapasitas 8000 Kw

Kelas 11 : SPD berkapasitas 12000 Kw PLTD besar

Masalah Utama dalam Pembangkitan Tenaga Listrik

Proses pembangkitan tenaga listrik dalam prinsipnya merupakan konversi energi


primer menjadi energi mekanik penggerak generator yang selanjutnya energi mekanik ini
dikonversi oleh generator menjadi tenaga listrik. Proses demikian menimbulkan masalah-
masalah sebagai berikut:
1. Penyediaan energi primer.
Energi primer untuk pusat listrik termal adalah bahan bakar. Penyediaan bahan bakar
meliputi: pengadaan, transfortasi dan penyimpangan, terutama yang memerlukan perhatian
terhadap resiko kebakaran.
2. Penyediaan air pendingin

Masalah penyediaan air pendingin timbul pada pusat termal seperti PLTU dan PLTD.
PLTU dan PLTD dengan daya terpasang di atas 25 MW banyak yang dibangun di daerah pantai
karena membutuhkan air pendingin dengan jumlah yang besar sehingga pusat listrik ini dapat
menggunakan air laut sebagai pendingin. Untuk unit-unit PLTD yang kecil, di bawah 3 MW,
pendinginnya dapat menggunakan udara dengan menggunakan radiator.

Mutu Tegangan Listrik

Dengan makin pentingnya peranan tenaga listrik dalam keidupan sehari-hari,


khususnya bagi keperluan industri,maka mutu tenaga listrik juga menjadi tuntutan yang makin
besar dari pihak pemakai tenaga listrik.

Mutu tenaga listrik ini meliputi:

a. Kontinuitas penyediaan;apakah tersedia 24 jam sehari sepanjang tahun.


b. Nilai tegangan ; apakah selalu ada dalam batas-batas yang diijinkan.
c. Nilai frekuensi ; apakah selalu ada dalam batas-batas yang diijinkan.
d. Kedip tegangan ; apakah besarnya dan lamanya masih dapat diterima oleh pemakai tenaga
listrik.
e. Kandungan harmonisa ; apakah jumkahnya masih dalam batas-batas yang dapat ditrima
oleh pemakai tenaga listrik.

Kelebihan PLTD

Penggunaan bahan bakar menentukan tingkat efisiensi pembakaran dan prosesnya.lokasi


bisa dimana saja (pantai sampai pegunungan) dengan kapasitas bisa disesuaikan, malahan
di desa terpencil dengan pengguna sedikit,

Respon beban cepat sehingga bagus buat beban puncak (18.00-22.00), start up cepat

Effisiensi tinggi

Investasi murah, cepat konstruksinya, cocok untuk daerah2 yang tidak ada air
Plan lay out sederhana.

Sistem bahan bakar sederhana.

Bisa ditempatkan dekat dengan pusat beban.

Bisa distart dengan mudah dan cepat dan dibebani dalam waktu singkat.

Tidak ada stand-by losses.

Tidak memerlukan air pendingin yang banyak.

Dimensi PLTD lebih kecil dibanding PLTU untuk kapasitas yang sama.

Cara pengoprasian mudah dan memerlukan operator yang sedikit.

Effisiensi termal PLTD lebih besar dibanding PLTU untuk kapasitas yang sama.

menggunakan sumber daya alam terbatas/tak terbaharukan/fosil

Kekurangan PLTD

Tidak ramah lingkungan,kapasitas bisa hanya sampai puluhan MW

Tidak cocok jg untuk base load (beban dasar/harian)

Harga solar mahal ( solar sebagai bahan bakar utama PLTD ).

Biaya pelumas tinggi.

Tidak bisa dibebani overload pada waktu yang panjang.

Kapasitas PLTD kecil.


BAB III

Kesimpulan

Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) adalah sebuah pembangkit listrikyang


menggunakan mesin diesel sebagai penggerak mula (prime mover). Dimana pengerak mula ini
digerakan dengan menggunakan bahan bakar fosil (solar)

Walaupun PLTD ini dalam menghasilkan listrik relatif praktis namun biaya yang
digunakan sangat mahal dan polusi udara yang diakibatkan pun sangat tinggi.
Daftar Pustaka

https://franspower.wordpress.com/2015/08/30/prinsip-kerja-pltd/

http://bersamabelajaruntuktahu.blogspot.co.id/2011/08/pembangkit-listrik-tenaga-diesel.html

http://dilihatya.com/1709/pengertian-listrik-menurut-para-ahli

http://www.sekedarposting.com/2014/01/pembangkit-listrik-tenaga-diesel-pltd_18.html

http://wesnu13.blogspot.co.id/2015/10/makalah-pembangkit-listrik-tenaga.html