You are on page 1of 17

MATA KULIAH DOSEN PENGAJAR

STRATEGI BELAJAR DAN IKA DARUWATI, S.Pd, M.Sc


PENGAJARAN FISIKA

METODE ATAU MODEL PEMBELAJARAN TERBARU


TAHUN 2016-2017

OLEH :
ABD ARRASYID. M 1531001

PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN
PASIR PENGARAIAN
2017

i
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt, karena atas berkat dan
rahmat-Nya lah penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Metode atau
Model Pembelajaran Terbaru tahun 2016-2017 dengan tepat waktu.

Dalam penyusunan makalah ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada


Dosen Pengampu Mata Kuliah Laboratorium Fisika Sekolah, Ibu Ika Daruwati ,S.Pd,
M.Sc. Kedua orang tua kami yang senantiasa memberikan dukungan dan nasihatnya,
serta sahabat-sahabat kami tercinta yang selalu memberikan dukungan serta
semangatnya dalam penyusunan makalah ini.

Meskipun telah berusaha dengan segenap kemampuan, namun penyusun


menyadari bahwa Makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, segala tegur
sapa, kritik, serta saran yang diberikan pembaca akan penyusun terima dengan
kelapangan hati guna perbaikan pada masa yang akan datang.

Akhir kata, penyusun berharap semoga makalah ini dapat memberikan


manfaat bagi para pembaca.

Pasir Pengaraian, Oktober 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ..................................................................................i
KATA PENGANTAR ................................................................................. ii
DAFTAR ISI .................................................................................................iii

BAB I: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ..................................................................... 2

BAB II: KAJIAN TEORI


2.1 Pengertian Pembelajaran, Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik,
Taktik, dan Model Pembelajaran ......................................... 3
2.2 Metode-metode Pembelajaran ................................................. 8

BAB III: PENUTUP


3.1 Kesimpulan ............................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA . .............................................................................. 14

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keberagaman budaya dan memperhatikan letak geografis Negara Indonesia jika
dihubungkan dengan pemerataan pendidikan merupakan salah satu faktor yang
menjadi kendala. Hal ini dikarena Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang
terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda dari pulau-pulau yang
memiliki ke-khas-an sendiri. Persoalan inilah yang masih menjadi penghambatan
dalam pemerataan pendidikan.
Pendidikan merupakan wahana dalam pengembangan sumber daya manusia.
Kemajuan teknologi dan pendidikan kini berjalan seiringan. Oleh karenanya, para
pemerhati pendidikan saat ini mulai memperhatikan teknologi yang di integrasikan
dalam pendidikan. Bukan hanya itu, pendidik sebagai komponen utama juga harus
memiliki kemampuan dalam mengaplikasikan teknologi yang dibaurkan dalam
pembelajaran.
Teknologi saat ini memudahkan dalam setiap pekerjaan, karena dengan teknologi
sumber informasi mudah didapatkan. Terutama dengan Internet yang merupakan
salah satu situs terbesar yang menyajikan berbagai informasi, pengetahuan, dan data-
data yang akan diperoleh. Teknologi komunikasi dan informasi saat ini telah melekat
dalam kehidupan sehari-hari, alat yang dugunakan untuk mendapatkan informasi
tersebut dirancang sedemikian rupa agar memudahkan para pengguna. Termasuk
dalam pembelajaran yang saat ini sedang berkembang pesat dengan berbagai model
yang mengarahkan peserta didik kepada pembelajaran berbasis teknologi, yang
dipadukan dengan nilai-nilai dasar yang melekat pada tujuan pembelajaran dan tujuan
institusional untuk menghadapi perkembangan zaman yang akan semakin canggih.
Hal ini jelas dapat kita kaitkan dalam kurikulum yang sedang di aplikasikan yaitu
kurikulum yang baru kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013 ini pendidik harus
mampu mengintegrasikan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Selain itu,
kemelekan teknologi sudah mulai terlihat dengan adanya video-video pembelajaran

1
yang berkarakter. Meskipun sederhana, tetapi video pembelajaran ini akan
memunculkan ketertarikan peserta didik dalam pembelajaran dikelas, yang dipadukan
dengan penyampaian materi, dan praktek yang sesuai dengan perkembangan peserta
didik. Para pendidik pada mulanya akan merasa kesulitan, tetapi seiring dengan
berjalannya waktu, hal itu akan menjadi suatu kebiasaaan. Tetapi, hal ini juga harus
diperhatikan karena pendidik tidak selalu harus menerapkan teknologi dalam
pembelajaran terutama pada tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah
pertama (SMP). Hal tersebut dikarenakan, pengaruh negatif dari peggunaan teknologi
akan menghambat tingkat perkembangan anak pada masa-masa remaja.
Berbeda untuk pendidikan tinggi yang mengharuskan mahasiswa dalam
mengintegrasikan teknologi dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, model-
model pembelajaran yang berbasis teknologi atau yang disebut pembelajaran online
saat ini sudah mulai sedikit demi sedikit diterapkan. Terutama pada pembelajaran
jarak jauh yang merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan pendidikan
terhadap kualitas dalam pembelajaran.
Berdasarkan pemaparan diatas, maka akan dijelaskan lebih lanjut dalam makalah
ini yang berkaitan dengan pengertian pembelajaran, pendekatan, strategi, metode, dan
model. Serta dijelaskankan pula bebrapa metode dalam pembelajaran interaktif dan
online.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa saja Pengertian Pembelajaran, Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik,
dan Model Pembelajaran
2. Apa-apa saja metode pembelajaran terbaru 2016-2017
1.3 Tujuan Penulisan
1. Dapat mengetahui Pengertian Pembelajaran, Pendekatan, Strategi, Metode,
Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran
2. Dapat mengetahui berbagai macam metode pembelajaran

2
BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Pembelajaran, Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan


Model Pembelajaran
Belajar adalah proses memahami, menganalisis pengetahuan baik yang diperoleh
melalui pengalaman atau melalui pembelajaran sehingga terjadinya perubahan
perilaku yang lebih baik. Perubahan dimaksud baik berupa fisik maupun psikis
meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Morgan (1978) dalam Sagala (2000:
13) mengatakan bahwa belajar adalah setiap perubahan relatif menetap dalam tingkah
laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Pembelajaran
merupakan proses yang terjadi didalam belajar sebagai suatu latihan atau
pengalaman. Pembelajaran sendiri dapat dibedakan berdasarkan pendekatannya yaitu
diantaranya, pembelajaran kooperatif, pembelajaran kontekstual, pembelajaran
kontruktivis, dan pembelajaran jarak jauh.
Pembelajaran kooperatif merupakan suaatu pendekatan pembelajaran dimana
siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok secara kolaboratif yang anggota
terdiri dari 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen (Slavin: 1995). Belajar
kooperatif menekankan pada kerja kelompok (siswa belajar bersama, saling
membantu). Kerja kelompok membuat siswa semangat untuk belajar aktif untuk
saling menampilkan diri atau berperan di antara teman-teman sebaya.
Pembelajaran kontektual adalah kaidah pembelajaran yang menggabungkan isi
kandungan dengan pengalaman harian individu, masyarakat dan alam pekerjaan.
Kaidah ini menyediakan pembelajaran secara kongkrit atau melibatkan handson dan
mind-on.
Pendekatan konstruktivis bahwa teori ini beranjak dari psikologi perkembangan
intelektual Piaget yang memandang belajar sebagai proses pengaturan sendiri (self
regulation)yang dilakukan seseorang dalam mengatasi konflik kognitif. Konflik
kognitif timbul pada saat terjadi ketidak selarasan (disequilibrasi) antara informasi
yang di terima siswa karena struktur kognitif yang telah dimilikinya. Adapun

3
pengaturan sendiri adalah proses internal unuk mencapai ekquilibrasi atau keselarasan
yang dilakukan melaui dwi fungsi yaitu organisasi dan adaptasi.
Pendekatan Pembelajaran Jarak Jauh menurut Jollife dkk. (2001: 32), secara
tradisional pembelajaran jarak jauh adalah merupakan pembelajaran di mana secara
geografis siswa (pembelajar) berada jauh dari fasilitator (guru) dan bekerja atau
belajar secara mandiri melalui serangkaian bahan-bahan pembelajaran.Dukungan
yang diberikan kepada siswa adalah dalam bentuk bantuan atau tutorial ketika mereka
menemukan kesulitan dalam pembelajaran. Namun dewasa ini, konsep pembelajaran
jarak jauh telah berkembang luas. Selanjutnya ada beberapa istilah dalam
pembelajaran yang perlu untuk dibedakan batasan atau pengertiannya, yaitu:
pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran. Masing-
masing istilah tersebut memiliki batasan yang berbeda. Pendekatan pembelajaran
menurut Senjaya (2009: 127) adalah suatu titik tolak atau sudut pandang mengenai
terjadinya proses pembelajaran secara umum berdasarkan cakupan teoritik tertentu.
Pendekatan pembelajaran dibagi menjadi dua yaitu student centered approach
pendekatan yang berpusat pada siswa dan teacher centered approach
pendekatan yang berpusat pada guru.
Level dibawah pendekatan pembelajaran yaitu strategi pembelajaran. Strategi
menurut David (Senjaya, 2009: 126) adalah a plan, method, or series of activities
designed to achieves a particular educational goal. Batasan tersebut menjelaskan
strategi adalah suatu perencanaan yang berisi metode, atau serangkaian kegiatan yang
didesain untuk mencapai suatu tujuan pendidikan.
Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah
suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan
pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip
pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi
pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya
masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam
suatu pelaksanaan pembelajaran.

4
Strategi pembelajaran menurut Rowntree (melalui Senjaya, 2008: 128) terdiri dari
dua jenis, yaitu: (1) exposition-discovery learning, dan (2) group-individual learning.
Exposition-discovery learning pada dasarnya terdiri dari dua strategi yang berbeda,
yaitu strategi penyampaian atau ekspositori; dan discovery learning yang berupaya
pada pembelajaran penemuan. Strategi exposition ekspositori adalah strategi
pembelajaran langsung (direct instruction) dengan menyajikan materi pelajaran yang
sudah jadi dan siswa diharapkan menguasai secara penuh. Strategi ekspositori
menempatkan guru sebagai penyampai informasi. Berbeda dengan strategi discovery,
dimana siswa mencari dan menemukan materi pelajaran sendiri melalui berbagai
aktivitas. Tugas guru dalam strategi discovery yaitu guru sebagai fasilitator dan
membimbing siswa dalam pembelajaran. Strategi discovery disebut juga strategi
pembelajaran tidak langsung.
Strategi group-individual learning merupakan strategi pembelajaran kelompok
dan strategi pembelajaran individual. Strategi pembelajaran individual adalah
perancangan aktivitas belajar mandiri bagi siswa. Kemampuan individu menentukan
tingkat kecepatan keberhasilan penguasaan materi pembelajaran. Materi
pembelajaran disajikan atau didesain untuk belajar sendiri, seperti halnya modul
pembelajaran. Adapun strategi pembelajaran kelompok yaitu menyajikan
pembelajaran dalam bentuk klasikal atau siswa belajar dalam kelompok-kelompok
kecil. Strategi ini menempatkan siswa sebagai individu yang sama.
Level dibawah strategi pembelajaran yaitu metode pembelajaran. Metode
pembelajaran menurut Sanjaya (2008: 187) adalah cara yang dapat digunakan untuk
melaksanakan strategi pembelajaran. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dijelaskan
bahwa metode merupakan upaya yang digunakan untuk mengimplementasikan
rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditentukan.
Penerapan satu strategi pembelajaran memungkinkan untuk diterapkannya beberapa
metode pembelajaran. Sebagai contoh penerapan strategi discovery dapat digunakan:
metode jigsaw, metode mind- mapping, metode example- non example, metode
problem- solving, dsb.

5
Level dibawah metode pembelajaran yaitu teknik pembelajaran. Teknik adalah
cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode
dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang spesifik. Misalnya, penerapan
metode problem-solving pada kelas yang jumlah siswanya sedikit membutuhkan
teknik tersendiri, berbeda dengan penerapan metode problem- solving dengan jumlah
siswa yang banyak. Dengan demikian penggunaan metode yang sama pada siswa
dengan kondisi yang berbeda akan memberikan teknik yang berbeda pula.
Level dibawah teknik pembelajaran adalah taktik pembelajaran. Taktik
pembelajaran adalah gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik
pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Adapun contoh penerapan taktik
pembelajaran yaitu seorang guru pada saat menyampaikan materi sering memberikan
motivasi dengan menceritakan pengalaman kesuksesan orang-orang besar, sesekali
disertai dengan humor. Ada juga guru yang lebih suka menggunakan alat bantu
elektronik untuk menarik minat belajar siswa, karena dia memang menguasai bidang
tersebut. Taktik pembelajaran bersifat individual, sesuai dengan kemampuan,
pengalaman, dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan.
Berbagai istilah pembelajaran seperti: pendekatan, strategi, metode, teknik, dan
taktik pembelajaran apabila menjadi satu kesatuan utuh, maka akan terbentuklah
suatu model pembelajaran. Model pembelajaran menurut Mulyatiningsih (2011: 211)
merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan penyelenggaraan
proses belajar mengajar dari awal sampai akhir. Model pembelajaran mencerminkan
penerapan suatu pendekatan, strategi, metode, teknik, ataupun taktik pembelajaran
secara sekaligus untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Berdasarkan paparan
tersebut dapat ditegaskan bahwa model pembelajaran berisi unsur tujuan, tahap-tahap
kegiatan, setting pembelajaran, kegiatan guru dan siswa, perangkat pembelajaran
(sarana, bahan, dan alat yang diperlukan), hasil pembelajaran yang akan dicapai
sebagai akibat proses belajar mengajar. Perancangan model pembelajaran hampir
sama dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang lengkap
dengan perangkatnya.

6
Adapun diagram alir sebagai gambaran secara hierarkis model pembelajaran,
pendekatan, strategi, metode, teknik, dan taktik pembelajaran dapat dicermati sebagai
berikut:

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi
Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok
model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan
informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku.
Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut
diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Seiring perkembangan zaman model pembelajaran sekarang juga telah
berkembang. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya model pembelajaran PAKEM
(Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan), kemudian berkembang
menjadi PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan).
Selain itu sekarang juga marak dikembangkan model pembelajaran dari Jepang yaitu
lesson study. Lesson study merupakan suatu upaya meningkatkan profesionalitas guru
dengan mengamati praktik mengajar mereka sendiri dibantu oleh teman sejawatnya
agar pembelajaran menjadi lebih efektif.

7
2.2 Metode-metode Pembelajaran
Metode pembelajaran dalam rangka aplikasi suatu model pembelajaran harus
disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai. Penerapan sebuah model pembelajaran
memungkinkan digunakannya metode pembelajaran lebih dari satu
2.2.1 Metode Ceramah
Metode ini pasti sudah tidak asing lagi di kalangan pendidik. Metode
ini dilakukan dengan cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara
lisan atau penjelasan langsung oleh guru kepada siswa. Ceramah merupakan
metode pembelajaran yang konvensional. Ceramah jika terlalu sering
digunakan tidak akan efektif. Materi yang disampaikan melalu metode
ceramah mudah terlupakan. Kondisi tersebut perlu diatasi dengan memberikan
daya penguat ceramah. Adapun cara untuk memberikan daya penguat dalam
metode ceramah, yaitu: aplikasi masalah dan review.
2.2.2 Metode Tanya Jawab
Metode tanya- jawab digunakan guru untuk mengetahui tingkat
pemahaman peserta didik terhadap suatu masalah. Pertanyaan terfokus adalah
pertanyaan yang hanya digunakan untuk mengetahui perhatian atau
pemahaman peserta didik pada topik yang dipelajari. Prompting question
adalah pertanyaan yang menggunakan isyarat (hint) dan petunjuk (clues).
Adapun probing questions adalah pertanyaan yang digunakan untuk mencari
klarifikasi dan mengarahkan peserta didik agar menjawab pertanyaan lebih
lengkap lagi.
2.2.3 Metode Resitasi
Metode resitasi biasanya digunakan untuk mendiagnosis kemajuan
belajar peserta didik. Resitasi diterapkan dengan menggunakan pola yaitu
guru bertanya, peserta didik memberikan respon, lalu guru memberikan
reaksi.
2.2.4 Metode Praktek / Drill
Metode praktik dilakukan setelah materi dipelajari atau guru
memberikan demonstrasi. Metode drill digunakan ketika peserta didik diminta

8
mengulang informasi pada topik-topik khusus sampai dapat menguasai topik-
topik yang diajarkan.
2.2.5 Metode Diskusi
Metode diskusi merupakan metode pembelajaran yang mengarahkan
pembelajaran untuk berpusat pada siswa. Pencapaian kompetensi pada mata
pelajaran teori sering menggunakan metode diskusi supaya peserta didik aktif
dan memperoleh pengetahuan berdasarkan hasil temuannya sendiri.
2.2.6 Metode Demonstrasi
Metode ini merupakan metode yang dilakukan dengan cara
menyajikan pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan suatu
proses, situasi, atau benda tertentu, baik sebenarnya, maupun tiruan, sehingga
pelajaran yang diajarkan akan lebih mudah dipahami oleh siswa
2.2.7 Metode Belajar sambil Bermain
Yaitu metode yang menggunakan berbagai permainan dalam proses
pembelajaran. Permainan tersebut diantaranya bisa dibuat sendiri dengan
menggunakan alat dan bahan sederhana sehingga siswa tertarik dan senang
dalam belajar. Dan dalam pembuatan permainan tersebut harus dikaitkan
dengan psikologis siswa, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor
2.2.8 Metode Belajar sambil Bermain
Yaitu metode yang menggunakan berbagai permainan dalam proses
pembelajaran. Permainan tersebut diantaranya bisa dibuat sendiri dengan
menggunakan alat dan bahan sederhana sehingga siswa tertarik dan senang
dalam belajar. Dan dalam pembuatan permainan tersebut harus dikaitkan
dengan psikologis siswa, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor.
2.2.9 Metode Eksperimental
Yaitu suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan
aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang
dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami
sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati

9
suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri
tentang obyek yang dipelajarinya.
2.2.10 Metode Study Tour (Karya wisata)
Yaitu suatu metode mengajar dengan mengajak peserta didik
mengunjungi suatu objek-obyek wisata guna memperluas pengetahuan dan
selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta
membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh guru.
2.2.11 Metode Latihan Keterampilan
Metode ini merupakan suatu metode mengajar dengan memberikan
pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan
mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses
tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat keranjang dari
bambu, dan lain-lain).
2.2.12 Metode Pengajaran Beregu
Yaitu sebuah metode mengajar yang mana pendidiknya lebih dari satu
orang yang masing-masing mempunyai tugas tertentu. Biasanya salah seorang
pendidik ditunjuk sebagai kordinator.
2.2.13 Metode Pemecahan Masalah
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir
untuk menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang
disampaikan oleh siswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang
siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya.
2.2.14 Project Method
Metode ini adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar
dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti
sebagai obyek kajian.
2.2.15 Metode Sosiodrama
Metode yang digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai dan
memecahkan masalah- masalah yang dihadapi dalam hubungan sosial
dengan orang-orang di lingkungan keluarga, sekolah maupun

10
masyarakat. Dalam pelaksanaannya siswa diberikan peran tertentu dan
melaksanakan peran tersebut serta mendiskusikannya di kelas.
2.2.16 Metode Predictive Analytics
PA atau analisis prediktif merupakan bagian dari strategi untuk
memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Teknologi ini memungkinkan
Guru meraba apa yang dibutuhkan setiap siswa.
2.2.17 Metode Virtual Reality (VR)
Di tahun 2017, para siswa bukan lagi membuka buku teks dan
mencoba untuk memvisualisasikan dunia firaun Mesir kuno Tutankhamun.
Dengan virtual reality (VR), siswa bisa menelusuri dunia virtual secara
interaktif, seakan-akan sedang berada langsung di Mesir, berjalan di atas
gurun, hingga mengunjungi makam para raja. Bahan mengajar yang bersifat
digital, seperti VR, memang dapat membantu siswa memahami suatu objek
tanpa harus membeli dan memegangnya secara langsung. Makanya, VR atau
dunia maya tiga dimensi kelak akan menjadi salah satu teknologi yang dapat
digunakan sebagai perantara untuk mempermudah dalam menyampaikan
materi, sekaligus media pembelajaran yang meningkatkan efektivitas belajar
siswa.
2.2.18 Metode Mobile Learning
Seiring meningkatnya popularitas perangkat mobile, proses belajar
mengajar tak melulu terbatas di dalam kelas dan mencatat tulisan Guraru di
papan tulis. Penggunaan gadget, seperti tablet, smartphone maupun laptop,
juga bermanfaat dalam metode pembelajaran mobile learning (pembelajaran
online) yang efektif.
Karakteristik gadget tidak hanya menghilangkan hambatan jarak dan
biaya, tetapi juga memberikan kolaborasi dan interaksi antara siswa dan
Guraru. Sebagai contoh, siswa pemalu bisa lebih terbuka untuk
berkomunikasi. Selain itu, para siswa dapat mengakses bahan belajar di mana
saja dan kapan saja secara berulang-ulang.
2.2.19 Metode Inqury (Penemuan)

11
Metode inquiry adalah metode yang melibatkan peserta didik dalam
proses pengumpulan data dan pengujian hipotesis. Metode ini memberikan
kesempatan pada siswa untuk belajar secara aktif dan kreatif dalam mencari
pengetahuan.
2.2.20 Metode Mind Mapping Pemetaan Pikiran
Metode mind mapping adalah metode pembelajaran dengan cara
meringkas bahan yang perlu dipelajari, dan memproyeksikan masalah yang
dihadapi ke dalam bentuk peta atau grafik sehingga lebih mudah
memahaminya, mind mapping dapat mendorong peserta didik untuk mencatat
hanya dengan menggunakan kata kunci dan gambar.
2.2.21 Metode Think Pair and Share
Metode think pair and share merupakan metode pembelajaran yang
dilakukan dengan cara sharing pendapat siswa. Metode ini dapat digunakan
sebagai umpan balik materi yang diajarkan guru.
2.2.22 Metode Numbered Heads Together
Metode Numbered Heads Together merupakan metode pembelajaran
diskusi kelompok yang dilakukan dengan cara memberi nomor kepada semua
peserta dan kuis untuk didiskusikan. Diskusi dilakukan dengan cara
memanggil nomor secara acak untuk melaporkan hasil diskusi kelompok di
depan kelas. Peserta didik dari kelompok lain memberikan tanggapan kepada
peserta yang melaporkan. Selanjutnya guru memanggil nomor peserta dari
kelompok lain.
2.2.23 Metode Belajar Blended atau Hybrid Learning
Blended atau hybrid learning melibatkan campuran tatap muka dan
secara online instruksi 30 sampai 79 persen dari yang terakhir (lihat tabel 2.3).
Pembelajaran Hybrid ini merupakan perpaduan antara pembelajaran online
dan tatap muka langsung di kelas secara berkesinambungan.

12
BAB IV
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Belajar adalah proses memahami, menganalisis pengetahuan baik yang diperoleh
melalui pengalaman atau melalui pembelajaran sehingga terjadinya perubahan perilaku
yang lebih baik. Perubahan dimaksud baik berupa fisik maupun psikis meliputi aspek
kognitif, afektif dan psikomotor. Pembelajaran merupakan proses yang terjadi didalam
belajar sebagai suatu latihan atau pengalaman.
Seorang guru sebelum melaksankan pembelajaran harus menguasai pendekatan,
strategi, metode, teknik, taktik, dan model dalam pembelajaran. Karena dengan begitu
guru dapat mengukur keberhasilan dalam pembelajaran dengan mudah. Selain itu,
dengan memahami hal tersebut guru dapat menentukan metode mana yang akan
dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas untuk menarik minat belajar siswa. Ada
beberapa metode interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran, yaitu
diantaranya metode ceramah, metode diskusi, metode role playing, metode jigsaw,
metode inquiry, dan metode lainnya.
Kegiatan pembelajaran agar dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien
dilaksanakan berdasarkan perencanaan pembelajaran yang tertuang dalam RPP.
Sedangkan dalam pelaksanaan RPP ini kadang kala guru juga harus memperhatikan
beberapa hal diantaranya, fktor guru itu sendiri, faktor siswa, faktor kurikulum, dan
faktor lingkungan.

13
DAFTAR PUSTAKA

Arends, Richard. 2008. Learning to Teach. New York: McGraw Hill Companies. Diakses
di: http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/
195404021980112001 IHAT_HATIMAH/Pengertian_Pendekatan,_strategi,_metode,_
teknik,_taktik_dan.pdf

Burns Mary. (_______). Distance Education for Teacher Training:Modes, Models, and
Methodes. Whasington DC: Education Development Center, Inc.

Buzan, T. (2002). Mind Maps. London: Thorsons. Diakses di:


http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/195404021980112
001-IHAT_HATIMAH/Pengertian_Pendekatan,_strategi,_metode,_teknik,_taktik_
dan.pdf

Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega. (1990). Strategi Belajar Mengajar (Diktat
Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Hadisoewita. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Depdiknas.

Joyce, Bruce. (2009). Models of Teaching. New Jersey: Upper Saddle River. Diakses di:
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/195404021980112
001-IHAT_HATIMAH/Pengertian_Pendekatan,_strategi,_metode,_teknik,_taktik_
dan.pdf

Makmun, Abidin. (2003). Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.

Mulyatiningsih, Endang. (2011). Penelitian Terapan. Yogyakarta: UNY Press.

Nasution. (2010). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi
Aksara.

Paul Eggen dan Kauchak Don. (2012). Strategi dan Model Pembelajaran. Jakarta: Index.

Senjaya Wina. (2008). Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan.


Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

14