You are on page 1of 4

LEARNING ORGANISATION

Senge (1992), organisasi pembelajaran adalah:

1. Organisasi yang terus menerus mau berkembang untuk meningkatkan kinerjanya


termasuk didalamnya perubahan budaya organisasi.
2. Organisasi yang berusaha mengatasi ketidakmampuan belajar untuk memahami
secara jelas ancaman dan berusaha untuk mengenal peluang baru untuk kemajuan
organisasi.

Peter Senge (1990) mengatakan sebuah organisasi pembelajar adalah organisasi yang terus
menerus memperbesar kemampuannya untuk menciptakan masa depannya dan berpendapat
mereka dibedakan oleh lima disiplin, yaitu:

DIMENSI
Penguasaan pribadi,
Model mental,
Visi bersama,
Pembelajaran tim, dan
Pemikiran sistem.

INDIKATOR
1. Adaptif terhadap lingkungan eksternal (secara dinamis)
2. Secara berlanjut meningkatkan kemampuan organisasi terhadap perubahan-perubahan
3. Menghargai perbedaan pendapat di antara anggota dan manajemen organisasi
(perbedaan pendapat untuk tujuan enrichment (pengayaan). Konflik tidak harus
menimbulkan friksi/gesekan)
4. Mengembangkan proses berpikir kreatif (ciptakan suasana yang nyaman dan bangun
infrastruktur pendukung serta adanya leadership)
5. Mengembangkan kolektivitas, seperti halnya proses belajar individual (membantu
terbangunnya kultur. Dengan kesepakatan, bila ada pelanggaran maka ada punishment
atau sanksi sosial dari komunitas)
6. Menggunakan hasil belajar untuk mencapai hasil yang lebih baik, dan (setiap hasil
pembelajaran baik negatif maupun positif, mendapatkan pengalaman yang berharga
untuk meningkatkan kinerja)
7. Organisasi berbasis pengetahuan

1.Proses pembelajaran individu berjalan dengan baik. 2. Proses knowledge sharing berjalan
baik. 3. Budaya perusahaan mendukung proses dan aktifitas pembelajaran. 4. Karyawan
dimotivasi dan didukung penuh untuk mampu berpikir kritis dan berani mengambil resiko
atas inovasi dan ide baru yang dijalankannya. 5. Organisasi berpandangan bahwa karyawan
memiliki kontribusi penting terhadap kemajuan organisasi

https://huxleyi.wordpress.com/2010/12/18/learning-organization-organisasi-pembelajaran/

Pengertian Learning Organization (Oganisasi Belajar) menurut Marquardt (1996:19) adalah:


A learning organization is an organization which learns powerfully and collectively and is
continually transforming itself to better collect, manage, and use knowledge for corporate
success. It empowers people within and outside the company to learn as they work.
Technology is utilized to optimize both learning and productivity.
Organisasi yang mau belajar secara kuat dan kolektif serta secara terus-menerus
meningkatkan dirinya untuk memperoleh, mengatur, dan menggunakan pengetahuan demi
keberhasilan bersama. Organisasi belajar juga memberdayakan sumber daya manusia di
dalam dan di sekitarnya, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan proses belajar dan
produktivitasnya.
Secara sistematik Marquardt (1996 : 19) memberikan penjelasan tentang pengertian Learning
Organization sebagai berikut :
A Learning Organization is an organization which learns powerfully and collectiviely and is
continually transforming itself to better collect, manage and use knowledge for corporate
success. It empowers people within and outside the company to learn as they
work.Technology isutilized to optimized both learning and productivity.
Suatu organisasi yang belajar secara bersungguh-sungguh dan bersama-sama,dan secara terus
menerus mentransformasikan dirinya menjadi lebih baik dalam mengumpulkan, mengelola,
dan menggunakan pengetahuan untuk kesuksesan organisasi. Organisasi memberdayakan
manusia di dalam dan diluar organisasi dan diluar organisasi untuk belajar sebagaimana
mereka bekerja.Teknologi dimanfaatkan organisasi untuk mengoptimalkan pembelajaran
maupun produktivitas.
Menurut Marquardt (1996:1-2) kemampuan organisasi beradaptasi dengan lingkungannya
ditentukan oleh keberadaan suprastruktur yaitu sumber daya manusia (SDM), dan
infrastruktur berupa iklim organisasi. Organisasi akan beradaptasi secara cepat bila memiliki
SDM yang sensitif terhadap perubahan diluar organisasi dan mampu belajar secara cepat,
serta apabila
organisasi memiliki lingkungan yang kondusif untuk mendorong proses belajar.

Marquardt (1996:21-27) menyajikan komponen tersebut kedalam system dan subsistem.


Sistem belajar yang dimaksud terdiri atas belajar itu sendiri, organisasi, orang, pengetahuan,
dan teknologi. Masing-masing komponen dalam system tersebut memiliki subsistem.
Subsistem belajar terdiri atas; tingkat yang mencakup tingkat individu, kelompok, dan
organisasi, jenis belajar yang terdiri atas adaptif, antisipatori, deutero, dan tindakan,
keterampilan belajar yang mencakup system berpikir, model mental, penguasaan perorangan,
belajar beregu, visi bersama, dan dialog.

Marquardt mengidentifikasi ciri organisasi belajar:


1) Belajar dilakukan melalui sistem organisasi secara keseluruhan dan organisasi seakan-akan
mempunyai satu otak;
2) Semua anggota organisasi menyadari betapa pentingnya organisasi belajar secara terus
menerus untuk keberhasilan organisasi pada waktu sekarang dan akan datang;
3) Belajar merupakan proses yang berlangsung secara terus menerus serta dilakukan
berbarengan dengan kegiatan bekerja;
4) Berfokus pada kreativitas dan generative learning;
5) Menganggap berpikir system adalah sangat penting,
6) Dapat memperoleh akses ke sumber informasi dan data untuk keperluan keberhasilan
organisasi;
7) Iklim organisasi mendorong, memberikan imbalan, dan mempercepat masing-masing
individu dan kelompok untuk belajar;
8) Orang saling berhubungan dalam suatu jaringan yang inovatif sebagai suatu komunitas di
dalam dan di luar orgaisasi;
9) Perubahan disambut dengan baik, kejutan-kejutan dan bahkan kegagalan dianggap sebagai
kesempatan belajar;
10) Mudah bergerak cepat dan fleksibel;
11) Setiap orang terdorong untuk meningkatkan mutu secara terus menerus;
12) Kegiatan didasarkan pada aspirasi, reffleksi, dan konseptualisasi;
13) Memiliki kompetensi inti (core competence) yang dikembangkan dengan baik sebagai
acuan untuk pelayanan dan produksi; dan
14) Memiliki kemampu untuk melakukan adaptasi, pembaharuan, dan revitalisasi sebagai
jawaban atas lingkungan yang berubah.
Persamaan dan Perbedaan
Perbedaan kedua teori dari Peter Senge dan Marquardt hanya terletak pada keterampilan
terakhir, yakni dialog. Dalam teori Peter Senge tidak memasukkan dialog sebagai salah satu
disiplin dalam organisasi belajar sebagaimana yang Marquardt lakukan. Hal ini menurut Peter
Senge karena unsur dialog sudah terdapat pada kelima disiplin tersebut sehingga walaupun
dialog tidak diletakkan kedalam salah satu disiplin belajar tetapi sudah mewarnai setiap unsur
dalam disiplin belajar.
Disisi lain, meskipun Learning Organization dirumuskan secara berbeda oleh Peter Senge dan
Marquardt, kedua pengertian tersebut mempunyai asumsi yang sama. Bahwa setiap individu
memiliki kemampuan atau potensi yang tersimpan pada dirinya yang dapat dan perlu
dikembangkan untuk mencapai tujuan organisasi. Kedua-duanya juga mengandung makna
bahwa semua orang, mulai dari tingkat individu, kelompok hingga organisasi dapat dan perlu
melakukan kegiatan belajar secara bebas dan terus menerus untuk meningkatkan kinerja
organisasi.

https://dameriasinaga.wordpress.com/2012/03/19/hello-world/

Organisasi Pembelajaran menurut Stephen P. Robbins (1993) adalah suatu organisasi yang
telah mengembangkan kapasitas berkesinambungan untuk menyesuaikan diri dan berubah.
Menurut Andrzej A. Huczynsk & David Buhaman (1994) Organisasi pembelajaran adalah
suatu proses untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman yang menunjukkan suatu
perubahan dalam perilaku.

DIMENSI

1. Keahlian dan kemampuan


2. Kesadaran dan kepekaan

3. Sikap dan keyakinan

INDIKATOR

1. Adanya visi bersama


2. Meninggalkan cara berpikir lama
3. Berkomunikasi

4. Mewujudkan visi organisasi

http://www.academia.edu/9848268/Learning_Organization