You are on page 1of 2

Tugas 2 (Sri Ariani, NIM 14231010100)

a. Sarana yang dipersiapkan untuk menanggulangi kebakaran di RS

Berdasarkan ketentuan Pedoman Teknis Prasarana Rumah Sakit Sistem Proteksi Kebakaran
Aktif dari Kementerian Kesehatan Tahun 2007 dalam Sanjaya dan Ulfa, menyebutkan bahwa
sarana menghadapi bencana kebakaran di rumah sakit meliputi tanda dilarang merokok,
tanda/ petunjuk keluar, alarm kebakaran, alat detektor panas, alat detekror asap, alat
pemadam kebakaran api ringan (APAR), slang air dan/atau hidran, serta saluran telepon
khusus keadaan darurat.

b. Sebutkan dan jelaskan 5 upaya pencegahan dalam penanggulangan kebakaran di RS


1) Pencegahan kecelakaan sebagai akibat kecelakaan atau keadaan panik
Ketika terjadi kebakaran, jangan panik. Hal itu untuk mengurangi kecelakaan yang
lebih akibat dari kepanikan. Sehingga jika terjadi kebakaran, harus tenang dan berfikir
jernih untuk terbebas dari kebakaran dan mencari pertolongan.
2) Pembuatan bangunan yang tahan api
Bangunan RS seharusnya terbuat dari materian anti api seperti, bata, semes, dll.
Material bangunan yang gampang terbakar seperti kayu, bambu, harus dihindari dan
dinimalkan utnuk mencegah trjadinya kebakaran dan kebakaran yang lebih parah.
3) Pengawasan yang teratur dan berkala.
Pengecekan dan pengawasan terhadap listrik dan bahan-bahan atau alat mudah
terbakar yang ada di RS.
4) Penemuan kebakaran pada tingkat awal dan pemadamannya
Ketika ada tanda-tanda adanya kebakarang seperti bau material terbakar dan adanya
asap, segera dicek.
5) Pengendalian kerusakan untuk membatasi kerusakan sebagai akibat kebakaran dan
tindakan-tindakannya
Jika ada kebakarang segera mungkin menghentikan kebakaran dengan alat pemadam
kebakaran yang tersedia di RS.

Berdasarkan Kepmenaker RI No. Kep. 186/ MEN/ 1999 dalam Mulyantyo, 2011,
pengurus wajib mencegah, mengurangi, dan memamdamkan kebakaran, mengikuti
pelatihan penanggulangan kebakaran ditempat kerja. Upaya-upaya tersebut meliputi:

1) Pengendalian setiap bentuk energi


2) Penyediaan alat pemadam kebakaran
3) Pengendalian penyebaran asap, panas, dan gas
4) Pembentukan unit penanggulangan kebakaran ditempat kerjat kebakaran dan sarana
evakuasi serta pengendalian penyebaran asap, panas, dan gas.
5) Penyelenggaraan latihan dan gladi penangulangan secara berkala
6) Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darur

Daftar referensi

Sanjaya, M., dan M. Ulfa. (tanpa tahun). Evaluasi Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit
Dalam Menghadapi Bencana Kebakaran (Studi Kasus Di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta Unit II). https://media.neliti.com/media/publications/113890-ID-evaluasi-sarana-
dan-prasarana-rumah-saki.pdf. [Diakses pada 24 Oktober 2017].

Mulyantyo, A. S. 2011. Penyediaan Alat Pemadam Kebakaran Sebagai Upaya Pencegahan


Dan Penanggulangan Kebakaran di RSU Moewardi Surakarta. Tugas Akhir. Program
Diploma III Hiperkes dan Keselamatan Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret
Surakarta.