You are on page 1of 4

Pengaruh Salinitas Terhadap Biota Laut (Ikan Amphiprion sp.

)
Andi Virda Shavira Putri Deaniar L111 15 506 Kelompok 10

I. Pendahuluan

Sistem Osmoregulasi ialah sistem terlarut di dalam media. tingkat


pengaturan keseimbangan tekanan kepekaan osmolaritas larutan akan
osmotik cairan tubuh (air dan darah) semakin tinggi pula Sehingga akan
dengan tekanan osmotik habitat menyebabkan makin bertambah
(perairan). Tekanan osmotik adalah besarnya tekanan osmotik media.
tekanan yang diberikan pada larutan Demikian pula halnya dengan
yang dapat menghentikan perpindahan osmolaritas hemolimfe (cairan tubuh)
molekul-molekul pelarut ke dalam yang meningkat secara linier dengan
larutan melalui membran semi peningkatan salinitas media. Organisme
permeabel (proses osmosis) akuatik euryhaline yang memiliki
(Wahyuningtyas, 2012). kemampuan untuk menjaga lingkungan
Ikan hidup pada kondisi dimana internalnya dengan cara mengatur
lingkungannya memiliki tekanan osmolaritas (kandungan garam dan air)
osmotik yang berbeda dengan tekanan pada cairan internalnya. Dengan
osmotik cairan tubuhnya oleh karena demikian ikan nila akan bersifat
itu dalam upaya menyesuaikan diri hiperosmotik terhadap lingkungannya
dengan lingkungannya diperlukan suatu apabila berada pada media bersalinitas
pengaturan keseimbangan air dan rendah dan hipoosmotik pada media
garam dalam jaringan tubuhnya agar bersalinitas tinggi (Arfianto,2011).
proses-proses fisiologis di dalam
tubuhnya dapat berlangsung dengan II. Tujuan
normal. Pengaturan tekanan cairan
osmotik pada tubuh ikan ini disebut Tujuan praktikum ini adalah untuk
osmoregulasi. Penyesuaian ikan mengamati pengaruh salinitas yang
terhadap pengaruh lingkungan itu berbeda terhadap proses osmoregulasi
merupakan suatu homeostasis, dalam pada organisme biota laut (ikan
hal ini ikan akan mempertahankan Amphiprion sp)
keadaan yang stabil melalui suatu
proses aktif melawan perubahan yang III. Metode Praktikum
dimaksud. Homeostasis merupakan
kecenderungan organisme hidup untuk a) Waktu dan Tempat
mengontrol dan mengatur fluktuasi
lingkungan internalnya (Arfianto,2011). Praktikum Fisiologi Biota Laut
Osmolaritas media merupakan dilaksanakan pada hari Jumat, 31
penentu tingkat kerja osmotik yang Maret 2017, Pukul 15:4517:45 WITA,
dialami oleh ikan. Osmolaritas media yang bertempat di Laboratorium
makin besar dengan peningkatan Ekotoksitologi, Departemen Ilmu
salinitas, hal tersebut disebabkan Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan
peningkatan konsentrasi ion-ion Perikanan, Universitas Hasanuddin,
terlarut. Sifat osmotik dari media Makassar.
bergantung pada seluruh ion yang
terlarut di dalam media tersebut.
Dengan semakin besarnya jumlah ion
b) Prosedur Kerja

Adapun prosedur kerja yang dilakukan b) Pembahasan


pada saat praktikum adalah: Yang
pertama yaitu menyiapkan aquarium Air Tawar (0 ppt)
kecil yang telah bersih dan beri label Berdasarkan hasil pengamatan
masing-masing : 0,5,15,25 dan 32ppt, yang dilakukan pada 15 menit pertama,
Lalu menyiapkan air dengan ikan badut (Amphiprion clarckii) yang
konsentrasi yang diinginkan dengan dimasukkan pada salinitas 0 ppt
cara mengencerkan air laut yangt mengalami pergerakan yang cukup
bersalinitas tinggi (gunakan rumus aktif dan gesit dengan warna yang
pengenceran, N1V1=N2V2) Masing- masih cukup cerah dan operculum yang
masing aquarium diisi dengan air yang aktif. Namun pergerakan ikan semakin
salinitasnya sesuai dengan konsentrasi lambat pada 15 menit kedua, dan
label pada aquarium. Kemudian mengalami berubahan warna kulit yang
mengukur salinitas air atau media asal mulai gelap. Ikan ini juga terlihat
organisme yang dijadikan sebagai bergerak naik turun dari permukaan ke
hewan uji. Selanjutnya menimbang dasar air secara bergerombol yang
ikan, kemudian memasukkan secara dimana telah diketahui bahwa ikan
perlahan 1 ekor ikan (hewan uji) badut hidup secara bergerombol yang
kedalam tiap aquarium (toples) dan bersimbiosis dengan anemon. Pada 15
mengamati tingkah lakunya. Terakhir, menit ketiga tidak terjadi perubahan
melakukan pengamatan selanjutnya sama sekali pada ikan tersebut, dimana
setiap 15 menit selama 1 jam dan ikan tersebut masih bergerak lambat
mencatat semua tingkah lakunya. dan sering bergerak naik turun dari
permukaan ke dasar air serta warna
IV. Hasil dan Pembahasan yang masih gelap namun mengeluarkan
spesies yang banyak. Hal ini
a) Hasil disebabkan karena untuk mencegah
terganggunya aktivitas metabolik dalam
tubuh dapat dilakukan dengan cara
mengeksresikan zat buangan. Zat
buangan merupakan racun yang dapat
mengganggu kerja enzim yang sangat
penting dalam reaksi metabolik.

Air laut ( 5 ppt)


Ikan Badut (Amphiprion
clarckii) yang dimasukkan ke dalam
media dengan salinitas 10 ppt
menunjukkan bahwa, pada 15 menit
pertama pergerakan kembali aktif lagi.
Namun pada 15 menit kedua
pergerakan ikan tersebut menurun
(lambat) dan sering kali berada di
permukaan untuk menghirup langsung
oksigen dari udara. Perubahan warna
kulit pada Ikan Badut (Amphiprion
clarckii) ini tidak terlihat sama sekali, Air Laut (25 ppt)
warna kulit ikan ini masi sama pada Berdasarkan hasil pengamatan
menit 15 pertama yaitu gelap (sedikit yang dilakukan media dengan salinitas
memudar). Pada 15 menit ke tiga ikan 30 ppt dapat diperoleh bahwa, pada
tersebut masih bergerak dengan lambat waktu 15 menit pertama, ikan badut
dan mengeluarkan banyak feses serta (Amphiprion clarckii) terlihat bergerak
warna kulit yang memudar. Hal ini lambat, warna sudah mulai memudar
disebabkan karena pada ikan air laut dan naik naik turun dari permukaan ke
terjadi kehilangan air dari dalam tubuh dasar air, hal diakibatkan karena ikan
melalui kulit dan kemudian ikan akan tersebut mulai mengadaptasikan diri
mendapatkan garam-garam dari air laut terhadap perubahan lingkungannya.
yang masuk lewat mulutnya. Organ Pada 15 menit kedua pergerakan ikan
dalam tubuh ikan menyerap ion-ion tersebut masih lambat dan naik turun
garam seperti Na+, K+ dan Cl-, serta dari dasar ke permukaan atau
air masuk ke dalam darah dan sebaliknya dan warna masih tetap
selanjutnya disirkulasi. Kemudian memudar. Sedangkan pada 15 menit
insang ikan akan mengeluarkan ketiga ikan lebih dominan berada di
kembali ion-ion tersebut dari darah ke permukaan dengan warna yang masih
lingkungan luar. memudar (gelap) dan pergerakan yang
masih lambat pula. Hal ini disebabkan
Air Laut (15 ppt) karena telah kita ketahui bahwa ikan
Berdasarkan hasil pengamatan badut hidup pada perairan laut yang
pada media dengan salinitas 20 ppt bersimbiosis dengan anemon sehingga
dapat diperoleh bahwa pada waktu 15 ikan tersebut dapat melakukan proses
menit pertama ikan Badut (Amphiprion osmoregulasi dengan baik dimana
clarckii), mengalami pergerakan yang osmoregulasi merupakan proses
menurun drastis, dimana pergerakannya mengatur konsentrasi cairan dan
tidak aktif lagi, mengeluarkan banyak menyeimbangkan pemasukan serta
feses, lendir dan sering berada pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau
dipermukaan. Sedangkan pada 15 menit organisme hidup. Proses osmoregulasi
kedua pergerakan ikan tersebut mulai diperlukan karena adanya perbedaan
aktif kembali dan berenang di atas konsentrasi cairan tubuh dengan
permukaan. Pada 15 menit ketiga lingkungan disekitarnya. Jika sebuah
pergerakan ikan tersebut masi berjalan sel menerima terlalu banyak air maka ia
dengan normal dan sama sekali tidak akan meletus, begitu pula sebaliknya,
terjadi perubahan tingkah laku pada jika terlalu sedikit air, maka sel akan
ikan tersebut. Hal ini disebabkan karena mengerut dan mati.
ikan tersebut dapat menyesuaikan diri
dengan lingkungan atau dapat V. Kesimpulan
berosmoregulasi dengan baik yang
dimana telah diketahui bahwa Berdasarkan hasil praktikun yang dilakukan
osmoregulasi bagi ikan merupakan maka dapat disimpulkan bahwa proses
pengaturan tekanan osmotik cairan osmoregulasi diperlukan karena adanya
tubuh yang layak bagi kehidupan ikan, perbedaan konsentrasi cairan tubuh dengan
sehingga proses-proses fisiologis lingkungan disekitarnya. Jika sebuah sel
tubuhnya berfungsi normal menerima terlalu banyak air maka ia akan
(Homeostatis). meletus, begitu pula sebaliknya, jika terlalu
sedikit air sarana untuk membuang zat-zat
yang tidak diperlukan oleh sel atau organisme
hidup.

VI. Saran

Sebaiknya laboratorium memberikan


bahan dan peralatan yang lebih lengkap
untuk memperlancar percobaan yang akan
dilakukan