You are on page 1of 17

MAKALAH GIZI DAN DIET

“Gagal Ginjal Kronik (GGK)”

Dosen Pembimbing:
YULASTRI, S.Pd, M.Biomed

Nama Kelompok: 7

Sri muliani
Ririn Syahriani
Silvia Lativani
Rila Miswanti
Sari Handini
IB

POLTEKKES KEMENKES RI PADANG
PRODI D-III KEPERAWATAN SOLOK
TAHUN 2017

dan inayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul ‘’Gagal Ginjal Kronik (GGK)” bertujuan memberikan informasi bahwa mengetahui dan mengembangkan bakat siswa itu sangatlah penting agar para siswa bisa dengan mudah menemukan jati dirinya untuk meraih kesuksesan dimasa depan dengan bakat yang dimilikinya. Alhamdulillah hambatan dan rintangan dapat penulis atasi berkat bantuan berbagai pihak. Penulis menyadari bahwa makalah ini kurang sempurna. Solok. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. Dalam penulisan makalah ini penulis menemui hambatan dan rintangan.Penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada guru bahasa indonesia yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan berbagai persoalan pada saat pembuatan makalah ini.maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Februari 2017 Penulis Kelompok .hidayah.

. Peranan Diet............... Daftar Isi.... Gejala Klinik Gagal Ginjal Kronik...................................................... C................................. C......................................... Kesimpulan. latar Belakang.................................................. B.................................................. B.................... D... BAB 1 PENDAHULUAN A......................................... Etiologi Gagal Ginjal Kronik................... BAB II PEMBAHASAN A........................................................................... Tujuan........... Perjalanan Klinis.. DAFTAR ISI Kata Pengantar...................... E.................................................................................. Defenisi Gagal Ginjal Kronik................................................................................................................................................ BAB III PENUTUP A............................................................................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... B........ Rumusan Masalah.................... F................................................................................. Pendekatan Diagnosis Gagal Ginjal Kronik.......................... Saran..............................................................

BAB I PENDAHULUAN 1.000 ml per menit). dan penyakit pembuluh darah perifer. Selama ini. Pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan fungsi ginjal yang memerlukan terapi pengganti yang membutuhkan biaya yang mahal. Penyakit ginjal kronik biasanya desertai berbagai komplikasi seperti penyakit kardiovaskuler. serta mengekskresi kelebihannya sebagai kemih. elektrolit dan non-elektrolit. Ginjal dilalui oleh sekitar 1. . reabsorbsi selektif air. diabetes melitus. dapat dicegah atau dihambat jika dilakukan penanganan secara dini. Ginjal mengatur keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit dan asam basa dengan cara menyaring darah yang melalui ginjal. Gangguan fungsi ginjal dapat menggambarkan kondisi sistem vaskuler sehingga dapat membantu upaya pencegahan penyakit lebih dini sebelum pasien mengalami komplikasi yang lebih parah seperti stroke. suatu volume yang sama dengan 20 sampai 25 persen curah jantung (5. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa komplikasi penyakit ginjal kronik. Fungsi primer ginjal adalah mempertahankan volume dan komposisi cairan ekstra sel dalam batas-batas normal. penyakit saluran napas. upaya yang harus dilaksanakan adalah diagnosis dini dan pencegahan yang efektif terhadap penyakit ginjal kronik. penyakit jantung koroner. Oleh karena itu. gagal ginjal. sudah menggantikan penyakit menular (communicable diseases) sebagai masalah kesehatan masyarakat utama. pengelolaan penyakit ginjal kronik lebih mengutamakan diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit ginjal spesifik yang merupakan penyebab penyakit ginjal kronik serta dialisis atau transplantasi ginjal jika sudah terjadi gagal ginjal. Latar Belakang Ginjal merupakan organ vital yang berperan sangat penting sangat penting dalam mempertahankan kestabilan lingkungan dalam tubuh. dan hal ini dimungkinkan karena berbagai faktor risiko untuk penyakit ginjal kronik dapat dikendalikan.200 ml darah per menit. Di negara maju. dan penyakit ginjal kronik. kelainan di tulang dan otot serta anemia. Lebih 90% darah yang masuk ke ginjal berada pada korteks. Komposisi dan volume cairan ekstrasel ini dikontrol oleh filtrasi glomerulus. hipertensi. sedangkan sisanya dialirkan ke medulla. penyakit saluran cerna. penyakit kronik tidak menular (cronic non-communicable diseases) terutama penyakit kardiovaskuler. tidak bergantung pada etiologi. reabsorbsi dan sekresi tubulus.

Bagaimana pendekatan diagnostiknya? F. Untuk mengetahui perjalanan klinis GGK d. Apa yang di maksud dengan gagal ginjal kronik? B. Untuk mengetahui pendekatan diagnostic GGK f. Bagaimana etiologi gagal ginjal kronik? C. Apa saja diet gagal ginjal kronik? 3. Tujuan penulisan a. Bagaimana perjalanan klinisnya ? D. Rumusan masalah A. Untuk mengetahui tanda dan gejala GGK e. Untuk mengetahui etiologi gagal ginjal kronik c. Apa tanda dan gejalanya? E.2. Untuk menjelaskan pengertian gagal ginjal kronik b. Untuk mengetahui diet GGK .

Gagal ginjal kronik : penurunan semua faal ginjal secara bertahap. BAB II PEMBAHASAN A. Long (1996 : 368) mengemukakan bahwa gagal ginjal kronik adalah ginjal sudah tidak mampu lagi mempertahankan lingkugan internal yang konsisten dengan kehidupan dan pemulihan fungsi sudah tidak ada. Sesuai rekomendasi dariNKF-DOQI (2202). Ada beberapa pengertian gagal ginjal kronik yang dikemukakan oleh beberapa ahli yaitu : Gagal ginjal kronik merupakan kegagalan fungsi ginjal (unit nefron) yang berlangsung perlahan-lahan karena penyebab berlangsung lama dan menetap yang mengakibatkan penumpukan sisa metabolit (toksin uremik) sehingga ginjal tidak dapat memenuhi kebutuhan biasa lagi dan menimbulkan gejala sakit (Hudak & Gallo. 1996). diikuti penimbunan sisa metabolisme protein dan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah kerusakan ginjal atau penurunan faal ginjal lebihatau sama dengan 3 bulan sebelum diagnosis ditegakkan. Definisi Gagal Ginjal Kronik Gagal ginjal kronik (GGK) : ketidak mampuan ginjal untuk mempertahankan keseimbangan dan itergritas tubuh yang mncul secara bertahap sebelum terjun ke fase penurunan faal ginjal tahap akhir. .

Glomerulonefritis hipertensi essensial dan pielonefritis merupakan penyebab paling sering dari gagal ginjal kronik kira-kira 60%. Kira-kira 10 -15% pasien-pasien dengan gagal ginjal kronik disebabkan penyakit ginjal Pada orang dewasa. Nefropati asam urat menempati urutan pertama dari etiolgi nefrotis interstisial. Granulomatosus Wagener. dan arthritis rheumatoid. Seperti diketahui. Etiologi Gagal Ginjal Kronik Umumnya gagal ginjal kronik disebabkan penyakit ginjal intrinsic difus dan menahun. missal nefropati obstruktif dapat menyebabkan kelainan ginjal intrinsic dan berakhir dengan gagal ginjal kronik. seringkali berakhir dengan gagal ginjal kronik. Penyakit ginjal hipertensif (arteriolar nefrosklerosis) merupakan salah satu penyebab gagal ginjal kronik. kecuali tuberculosis. Glomerulonefritis mungkin berhubungan dengan penyakit-penyakit system (Glomerulonefritis sekunder) seperti Lupus Eritomatosus Sitemik.B. Glomerulonefritis kronik merupakan penyakit parenkim ginjal progresif dan difus. dan myeloma. gagal ginjal kronik yang berhubungan dengan infeksi saluran kemih dan ginjal (Pielonefritis) tipe uncomplicated jarang dijumpai. Poliarthritis Nodosa.nefritis interstisial menunjukkan kelainan histopatologi berupa fibrosis dan reaksi inflamasi atau radang dari jaringan interstisial dengan etiologi yang banyak. abses multiple. Gagal ginjal kronik yang berhubungan dengan penyakit ginjal polikistik dan nefropati obstruktif hanya 15 – 20 %. vaskuler. Laki-laki lebih sering dari wanita. Glomerulonefritis (Glomerulopati) yang berhubungan dengan diabetes melitus (Glomerulosklerosis) tidak jarang dijumpai dan dapat berakhir dengan gagal ginjal kronik. lepra. osteomielitis. nekrosis papilla renalis yang tidak mendapatkan pengobatan adekuat. Umumnya penyakit diluar ginjal. umur 20 – 40 tahun. . Kadang dijumpai juga kelainan-kelainan mengenai glomerulus dan pembuluh darah. Glomerulonefritis yang berhubungan dengan amiloidosis sering dijumpai pada pasien- pasien dengan penyakit menahun sperti tuberkolosis. Sebagian besar pasien relatif muda dan merupakan calon utama untuk transplantasi ginjal. Insiden hipertensi essensial berat yang berekhir dengan gagal ginjal kronik kurang dari 10 %. Tetapi hampir semua nefropati bilateral dan progresif akan berakhir dengan gagal ginjal kronik.

faal ginjal jelas sangat menurun dan timbul gejala gejala kekurangan darah. Peningkatan konsentrasi BUN ini berbeda beda. Stadum akhir timbul pada sekitar 90 % dari massa nefron telah hancur. kurang tidur. pusing. kejang kejang dan akhirnya terjadi penurunan kesadaran sampai koma. dimana faal ginjal masih baik. sakit kepala.. tergantung dari kadar protein dalam diit. nafsu makan berkurang. Perjalanan klinis Perjalanan umum gagal ginjal progresif dapat dibagi menjadi 3 stadium: a. tekanan darah akan naik. aktifitas penderita mulai terganggu. b. Pada stadium ini pengobatan harus cepat dalam hal mengatasi kekurangan cairan. Kadar BUN baru mulai meningkat diatas batas normal. sesak nafas. Gejal gejal yang timbul antara lain mual. Stadium I Penurunan cadangan ginjal (faal ginjal antar 40 % – 75 %). . air kemih berkurang. Pada tahap ini penderita ini belum merasasakan gejala gejala dan pemeriksaan laboratorium faal ginjal masih dalam masih dalam batas normal. c. Pada tahap ini lebih dari 75 % jaringan yang berfungsi telah rusak. Bila langkah langkah ini dilakukan secepatnya dengan tepat dapat mencegah penderita masuk ketahap yang lebih berat. . Poliuria akibat gagal ginjal biasanya lebih besar pada penyakit yang terutama menyerang tubulus. Semua gejala sudah jelas dan penderita masuk dalam keadaan diman tak dapat melakukan tugas sehari hair sebaimana mestinya. Gangguan fungsi ginjal mungkin hanya dapat diketahui dengan memberikan beban kerja yang berat. Selama tahap ini kreatinin serum dan kadar BUN (Blood Urea Nitrogen) dalam batas normal dan penderita asimtomatik. meskipun poliuria bersifat sedang dan jarang lebih dari 3 liter / hari. Tahap inilah yang paling ringan.C. Biasanya ditemukan anemia pada gagal ginjal dengan faal ginjal diantara 5 % – 25 % . munta. Stadium II Insufiensi ginjal (faal ginjal antar 20 % – 50 %). Nilai GFR nya 10 % dari keadaan normal dan kadar kreatinin mungkin sebesar 5-10 ml / menit atau kurang. gangguan jantung dan pencegahan pemberian obat obatan yang bersifat menggnggu faal ginjal. sepersti tes pemekatan kemih yang lama atau dengan mengadakan test GFR yang teliti. Pada tahap ini penderita dapat melakukan tugas tugas seperti biasa padahal daya dan konsentrasi ginjal menurun.pada stadium ini kadar kreatinin serum mulai meningkat melebihi kadar normal. Stadium III Uremi gagal ginjal (faal ginjal kurang dari 10 %). kekurangan garam.

keramotot-otot. penderita bisa menderita ulkus dan perdarahan saluran pencernaan. penderita mulai merasakan gejala yang cukup parah karena ginjal tidak sanggup lagi mempertahankan homeostatis caiaran dan elektrolit dalam tubuh. insomia. b) Mulut bau amonia disebabkan oleh ureum yang berlebihan pada air liur. nausea. Pada stadium akhir gagal ginjal. mual muntah. Pada keadaan ini kreatinin serum dan kadar BUN akan meningkat dengan sangat mencolok sebagai penurunan.nafsumakanturun. oliguria. tungkai lemah. Beberapa penderita merasakan gatal di seluruh tubuh. penurunan berat badan letih. batuk. Gejala Klinik Gagal Ginjal Kroni k Pada gagal ginjal kronis. parastesi. kelainan fungsi ginjal hanya dapat diketahui dari pemeriksaan laboratorium. Penderita biasanya menjadi oliguri (pengeluaran kemih) kurang dari 500/ hari karena kegagalan glomerulus meskipun proses penyakit mula mula menyerang tubulus ginjal. penderita pasti akan menggal kecuali ia mendapat pengobatan dalam bentuk transplantasi ginjal atau dialisis. D. Sejalan dengan perkembangan penyakit. sulitkonsentrasi. manifestasi klinik yang muncul pada pasien dengan gagal ginjal kronik yaitu: 1) Gangguan pada sistem gastrointestinal a) Anoreksia. dan vomitus yang berhubungan dengan gangguan metaboslimeprotein dalam usus.Pada gagal ginjal kronis ringan sampai sedang. kompleks menyerang tubulus gijal. Pada stadium akhir gagal ginjal. sembab. nyeri perikardial. Pada awalnya tidak ada gejala sama sekali. kompleks perubahan biokimia dan gejala gejala yang dinamakan sindrom uremik mempengaruhi setiap sistem dalam tubuh. maka lama kelamaan akan terjadi peningkatan kadar ureum darah semakin tinggi. Pada stadium ini terdapat nokturia dan hipertensi. Kulitnya berwarna kuning kecoklatan dan kadang konsentrasi urea sangat tinggi sehingga terkristalisasi dari keringat dan membentuk serbuk putih di kulit (bekuan uremik). cegukan. nokturai. Pada stadium yang sudah sangat lanjut.malnutrisi. mudahlelah.Pada stadium ini.sesaknafas. gejalanya ringan meskipun terdapat peningkatan urea dalam darah. penderita menunjukkan gejala-gejala: letih. Menurut Suhardjono (2001). c) Cegukan (hiccup) . gejala-gejalanya berkembang secara perlahan.

-Gangguan metabolisme glukosa. -Gangguan metabolisme vitamin D. -Nyeri dada dan sesak nafas -Gangguan irama jantung -Edema akibat penimbunan cairan. . dan gangguan sekresi insulin. c) Sistem saraf dan otot -Restles leg syndrome -Burning feet syndrome -Ensefalopati metabolic -Miopati d) Sistem Kardiovaskuler -Hipertensi -Akibat penimbunan cairan dan garam. Sistem Hematologi b) Sistem Anemia -Gangguan fungsi trombosit dan trombositopenia -Gangguan fungsi leukosit. e) Sistem Endokrin -Gangguan seksual: libido. fertilitas dan ereksi menurun pada laki-laki. -Ekimosis akibat gangguan hematologis -Urea frost akibat kristalisasi urea -Bekas-bekas garukan karena gatal – Kulit kering bersisik – Kuku tipis dan rapuh – Rambut tipis dan kasarb. Gatal dengan ekskoriasi akibat toksin uremik. dan kolitis uremik. ulkus peptik. -Gangguan metabolisme lemak. resistensi insulin. a) Sistem Integumen -Kulit berwarna pucat akibat anemia.2) Gastritis erosif.

kalsium menurun.E. 2. dan neuropsikatri. saluran cerna yang lebih berat. protein menurun. Pemeriksaan Laboratorium Untuk menentukan ada tidaknya kegawatan. Semua factor etiologi yang mungkin dapat dikoreksi biasanya sulit terungkap pada anamnesis dan pemeriksaan fisik diagnosis tetapi informasi ini sangat penting sebagai panduan pengejaran diagnosis dengan memakai sarana penunjang laboratorium dan pemeriksaan yang lebih spesifik. mata. Tujuan pemeriksaan laboratorium yaitu (1) memastikan dan menentukan derajat penurunan faal ginjal LFG. Pemeriksaan fisik diagnosis Gambaran klinik mempunyai spectrum klinik luas dan melibatkan banyak dan tergantung dari derajat penurunan faal ginjal dan lebih makin nyata bila pasien sudah terjun ke fase terminal dari gagal ginjal terminal (GGT) dengan melibatkan banyak organ seperti system hemopoiesis. kulit. Pada anamnesis dan pemeriksaan fisik harus dapat mengungkapkan etiologi GGK yang dapat dikoreksi maupun yang tidak dapat dikoreksi. system kardiovaskuler. magnesium meningkat. kalium meningkat. (3) menentukan perjalanan penyakit termasuk semua factor pemburuk faal ginjal yang sifatnya terbalikan (reversible). menentukan gangguan sistem. (2) identifikasi etiologi. menentukan derajat GGK. saluran nafas. Blood ureum nitrogen (BUN)/kreatinin meningkat. Pendekatan Diagnosis Gagal Ginjal Kronik Sasarannya yaitu : a) Memastikan adanya penurunan faal ginjal (LFG) b) Mengejar etiologi GGK yang mungkin dapat di koreksi c) Mengidentifikasi semua factor pemburuk faal ginjal (reversible factors) d) Menentukan strategi terapi rasional e) Meramalkan prognosis 1. . selaput serosa (pluritis dan perikarditis). dan membantu menetapkan etiologi.

yaitu: a) mencegah memburuknya faal ginjal secara progresif b) meringankan keluhan-keluhan akibat akumulasi toksin azotemia c) mempertahankan dan memperbaiki metabolisma secara optimal d) memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit. hindari keadaan yang menyebabkan deplesi volume cairan ekstraseluler dan hipotensi hindari gangguan keseimbangan elektrolit hindari pembatasan ketat konsumsi protein hewani hindari proses kehamilan dan pemberian obat kontrasepsi hindari instrumentsasi (keteterisasi dan sistoskopi). Intervensi terhadap perubahan. Protein hewani. Tujuan terapi konservatif.perubahan patogenesis dan patofisiologi ini merupakan kunci keberhasilan upaya untuk mencegah/ mengurangi penurunan faal ginjal (LFG) yang berakhir dengan penyakit Perubahan faal ginjal (LFG) bersifat individual untuk setiap pasien GGK. hipertensi sistemik. .Beberapa pemeriksaan penunjang diagnosis : a) Foto polos perut b) USG c) Nefrotomogram d) Pielografi retrograde e) Pielografi antegrade f) Micturatingcysto urography (MCU) Sebagian besar pasien GGK harus menjalani program terapi simtomatik untuk mencegah atau mengurangi populasi gagal ginjal terminal (GGT). Beberapa prinsip terapi konservatif a) Mencegah buruknya faal ginjal (LFG) Hati-hati pemberian obat yang bersifat nefrotoksik. lama terapi konservatif bervariasi dari bulan sampai tahun.Banyak faktor perlu dikendalikan untuk mencegah/memperlambat progresivitas penurunan faal ginjal (LFG). Kelainan hemodinamik intrarenal (hipertensi intraglomerulus) seperti terdapat pada hipertensi essensial dan nefropati diabetik merupakan faktor yang harus diantisipasi dan dikendalikan untuk mencegah penyakit ginjal terminal. hiperkolesterolemia. gangguan elektrolit (hipokalsemia & hipokalemia) merupakan faktor-faktor yang memperburuk faal ginjal.

diabetes. perlu dilakukan diet khusus bagi pederita penyakit ginjal kronik. edema pada tangan dan kaki serta uremia. sesak nafas. gaya hidup dan pola makan juga sangat berpengaruh kejadian penyakit ginjal kronik yang berakibat pada gagal ginjal. bila perlu diberikan suplemen piridoksin. hipertensi. terapi setiap infeksi (bakteri. batu ginjal. F. mempertahankan keadaan nutrisi optimal b. mengurangi atau mencegah akumulasi toksin azotemia c. Vitamin cukup. Peranan diet Terapi diet rendah protein (DRP). dapat dinaikkan 40 mg per hari (interval 2 hari) sampai jumlah takaran maksimal 3 gram per hari. Cairan dibatasi. vitamin C dan vitamin D. Terapi diet rendah protein menguntungkan untuk mencegah atau mengurangi toksik azotemia tetapi untuk jangka lama dapat merugikan terutama gangguan keseimbangan negatif nitrogen Tujuan program diet rendah protein(DRE) a. Diet Rendah Protein untuk Penyakit Ginjal Kronik: Selain faktor keturunan. terapi anemia. b) Program memperlambat penurunan progresif faal ginjal kendalikan hipertensi sistemik dan intraglomerularkendalikan terapi ISKdiet protein yang proporsionalkendalikan hiperfosfatemiaterapi hiperurikemia bila asam urat serum > 10 mg% terapi keadaan asidosis metabolik kendalikan keadaan hiperglikemia c) Terapi alleviative gejala azotemia pembatasan konsumsi protein hewani terapi gatal-gatal terapi keluhan gastrointestinal terapi gejala neuromuskuler terapi kelainan tulang badan sendi. asam folat. Gejalanya biasanya ditandai dengan menurunnya nafsu makan. Agar kondisi ginjal tidak semakin parah. yaitu sebanyak jumlah urin sehari ditambah pengeluaran melalui keringat dan pernafasan (± 500 ml). Penyakit ini bersifat progresif dan umumnya tidak dapat pulih kembali (irreversible). mencegah menbruknyafaal ginjal (LFG) akibat proses glomerulosklerosis Pasien kelompok GGK dengan LFG ≤ 5 ml per hari dan sindrom nefrotik dapat diberikan diuretika untuk memperlancar diuresis. muntah. Penyakit ginjal kronik (Chronic Kidney Disease) adalah keadaan dimana terjadi penurunan fungsi ginjal yang menahun disebabkan oleh berbagai penyakit ginjal. rasa lelah. misal furosemide.5 mEq). Takaran furosemide 40-80 mg per hari. pusing. Apabila Tes Kliren Kreatinin (TKK) <> 5. virus HBV atau HCV). . oliguria atau anuria. mual. infeksi.

Berdasarkan Penuntun Diet yang disarankan oleh Instalasi Gizi Perjan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Ginjal juga memiliki berbagai fungsi lain yang tidak kalah penting. pasien gagal ginjal yang melakukan cuci darah paling banyak disebabkan karena hipertensi (37%).5% dari total jumlah penduduk di provinsi tersebut. kondisi-kondisi ini menyebabkan kerusakan pada ginjal sehingga fungsi ginjal menurun. Beberapa kondisi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi menjadi beberapa penyebab terjadinya gagal ginjal kronis. Kebutuhan nutrisi tubuh sangat dipengaruhi dengan berat badan. Makanan diberikan dalam bentuk makanan cair atau lunak untuk meringankan organ pencernaan. 0.  Memproduksi hormon glikoprotein disebut erythropoietin yang membantu merangsang produksi sel-sel darah merah. Diikuti diabetes (27%). diberikan kepada pasien dengan berat badan 65 kg. yaitu diet rendah protein I: Asupan protein 30 g dan diberikan kepada pasien dengan berat badan 50 kg. yaitu:  Mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sehingga membantu jantung dan otot agar bekerja dengan baik.2% dari total jumlah penduduk Indonesia mengalami kondisi ini. jenis diet digolongkan menjadi tiga. Dari data 7th Report of Indonesian Renal Registry tahun 2014. Fungsi Ginjal dan Penyebab Gagal Ginjal Kronis Ginjal terletak di bawah tulang rusuk. Diet protein rendah II. asupan protein 35 g diberikan pasien dengan berat badan 60 kg. karenanya diet diberikan disesuaikan dengan berat badan pasien.  Memproduksi zat sejenis vitamin D yang menjaga kesehatan tulang. Dalam jangka panjang. Pengidap Penyakit Gagal Ginjal Kronis di Indonesia Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 oleh Kementrian Kesehatan RI. Ginjal berfungsi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah sebelum dibuang melalui cairan urine.  Membantu mengatur tekanan darah. sebanyak 0. Diet protein rendah III. dan kelainan bawaan (10%). Provinsi Sulawesi Tengah merupakan daerah dengan angka tertinggi yaitu. Bentuknya menyerupai sepasang kacang di kedua sisi tubuh. .

Selain itu. Ini dikarenakan memang tidak ada obat yang dapat menyembuhkan gagal ginjal. Perubahan yang terjadi dalam sirkulasi tubuh membuat pengidap penyakit ginjal kronis menjadi lebih berisiko menderita stroke atau penyakit jantung. Perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat. menghindari konsumsi obat-obatan yang dapat merusak ginjal dan menghindari kelebihan konsumsi minuman keras akan membantu mencegah terjadinya gagal ginjal . Berkonsultasi dengan dokter dan sesama pengidap dapat membuat Anda menemukan cara agar penyakit ini tidak mengambil alih hidup Anda.Berbagai Cara Penanganan Gagal Ginjal Kronis Terdiagnosis mengidap GGK dapat membuat Anda dan kerabat merasa cemas. terapi juga bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul akibat GGK. berolahraga teratur. Perawatan terhadap penyakit ini hanya berfokus memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit dan mencegah munculnya kondisi serius lain. Pada penderita gagal ginjal stadium akhir (End-Stage Renal Disease/ESRD) harus dilakukan cuci darah atau transplantasi ginjal untuk menggantikan fungsi ginjal yang telah rusak. Agar Terhindar dari Gagal Ginjal Kronis Pengidap kondisi-kondisi tertentu yang berisiko mengarah ke penyakit ginjal kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi disarankan untuk mewaspadai perkembangan penyakit mereka.

asupan protein 35 g diberikan pasien dengan berat badan 60 kg. daging ayam. Gout. Diet protein rendah II. singkong. minyak sawit. Nefropati. kelapa. lemak hewan dan sayuran dan buah yang tinggi kalium. Dm. Saran Jadi diet untuk penyakit Gagal Ginjal Kronis sebaiknya: a) Makanan yang Dianjurkan: Nasi. Amilordosis ginjal. Makanan diberikan dalam bentuk makanan cair atau lunak untuk meringankan organ pencernaan. Diet protein rendah III. 2. madu. bihun. Mielonefritis. makaroni. daging. jenis diet digolongkan menjadi tiga. yaitu diet rendah protein I: Asupan protein 30 g dan diberikan kepada pasien dengan berat badan 50 kg. ikan. Tbc ginjal Penyakit ginjal sekunder : Nefritis lupus. Destruksi pembuluh darah akibat diabetes dan hipertensi yang lama Kebutuhan nutrisi tubuh sangat dipengaruhi dengan berat badan. Poliarteritis nodasa. susu. minyak kelapa. tepung-tepungan. santan. Sclerosis sistemik progresif. ubi. selai. margarin. Kesimpulan Penyebab gagak ginjal kronik cukup banyak tetapi untuk keperluan klinis dapat dibagi dalam 2 kelompok: a. mi. telur. BAB III KESIMPULAN 1. jagung. diberikan kepada pasien dengan berat badan 65 kg. minyak jagung. . kentang. karenanya diet diberikan disesuaikan dengan berat badan pasien. Ginjal Polikistik. Penyakit parenkim ginjal Penyakit ginjal primer : Glomerulonefritis. b. Berdasarkan Penuntun Diet yang disarankan oleh Instalasi Gizi Perjan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). semua sayuran dan buah kecuali yan mengandung kalium tinggi bagi penderita hiperkalemia tidak disarankan b) Makanan yang Tidak Dianjurkan: Kacang-kacangan dan hasil olahannya (tahu tempe). Penyakit ginjal obstruktif Secara garis besar penyebab gagal ginjal dapat dikategorikan Infeksi yang berulang dan nefron yang memburuk Obstruksi saluran kemih.

IPP.html 5. Bahan Ajar Ilmu Gizi Klinik. Kapantow.1997. Lintong. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. http://hanif. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam Diagnosis dan Terapi Edisi 2. Manado 7. Nova. 2. http://jiptunair/gdlsuharto-cox. 2006. Jakarta 6.id/gagal-ginjal-kronik. Enday. Ginjal Dan Saluran Kencing Bagian Bawah. Jakarta. 2005.ac. Bagian Patolog . Universitas Sam Ratulangi. 2007. Pusat Informasi Ilmiah Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK. Gagal Ginjal dan Panduan Terapi Dialisis. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2006. Guyton and Hall. FKUI. Balai Penerbitan Dep. Poppy M. Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran. DAFTAR PUSTAKA 1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1 Edisi 4.UNPAD.web.ugm. EGC. 2008. 8. Halim.html 4. Mubin. Sukandar. Jakarta 3. Bandung. EGC.