You are on page 1of 3

Pengajian of Dearest Friday – “PDF” (seri ke-59

)
Jum’at, 2 Nopember 2012

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

TEORI AL-QURAN : BAGAIMANA BERPIKIR ?

Manusia adalah khayawanun-nathiq (mahluk yang berakal / berpikir). Al-Quran
mengajarkan manusia bagaimana dan dengan apa berpikir. Beberapa metode pemikiran yang
dipergunakan dalam kitab suci tersebut adalah kebenaran yang jelas, observasi manusia,
pengalaman manusia, kepentingan manusia, dan kesadaran manusia.
Menurut al-Quran, pemikiran manusia harus menggunakan argumen yang berpijak
pada kebenaran yang jelas. Contoh kebenaran yang jelas adalah keharmonisan, keteraturan,
dan kesatuan alam semesta. Alam ini harmonis, ia terkontrol dengan hukum yang teratur,
dan di dalamnya tidak ada konflik. Hal ini menunjukkan keesaan penciptaan yang
merefleksikan keesaan pencipta. Jadi, Sang Pencipta adalah Allah yang Maha Esa.
"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka menciptakan diri
mereka sendiri ? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu ? Sebenarnya
mereka tidak meyakini apa yang mereka katakan" (QS. ath-Thuur 52:35-36). "Sekiranya ada
di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa..."
(QS. al-Anbiyaa 21:22).
Al-Quran sangat mendorong manusia untuk melakukan observasi terhadap isi
alam semesta. Dengan observasi manusia dituntut untuk berpikir. Artinya, manusia
memikirkan apa saja yang diamati seperti proses kejadian hujan, mewabahnya kemiskinan,
timbulnya kebodohan, dan sebagainya.
"Katakanlah, 'perhatikanlah apa-apa yang ada di langit dan di bumi...'" (QS. Yunus
10:101). "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya" (QS. 'Abasa 80:24).
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana diciptakan, dan langit
bagaimana ia ditinggikan, dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan, dan bumi
bagaimana ia dihamparkan ?" (QS. al-Ghaasiyah 88:17-20).
Pengalaman manusia berhubungan dengan observasi. Dengan kata lain, apa yang
diamati manusia adalah pengalaman. Pikiran manusia hendaknya memperhatikan
pengalaman dalam kehidupan nyata. Dalam hidupnya manusia menemui berbagai
pengalaman seperti pengalaman belajar, bekerja, menikah, melahirkan anak, mengalami
problem hidup, dan sebagainya.
Sehubungan dengan problem hidup, Islam memberi petunjuk bagaimana manusia
memecahkan problem. Jika manusia mengalami problem hidup seperti ketakutan,
kelaparan, kemiskinan, kehilangan orang yang dicintai, dan sebagainya, maka dia harus
berlaku sabar. Orang yang sabar adalah orang yang jika terkena musibah maka dia
meyakini bahwa sesungguhnya semua ini milik Allah dan pasti kembali kepada-Nya.
Untuk lebih jelasnya, al-Quran surat al-Baqarah ayat 153 - 157 dapat dipelajari.
Pemikiran manusia perlu memperhatikan kepentingannya, apa-apa yang dibutuhkan
manusia. al-Quran membimbing manusia untuk berpikir bagaimana memenuhi kebutuhan
hidupnya dan mencapai keinginan-keinginannya, baik material maupun spiritual. Al-Quran
memerintahkan manusia untuk mencari kebahagiaan akhirat tanpa melupakan kebutuhan di
dunia (QS. al-Qashash 28:77). Ibadah shalat dalam Islam tidak hanya sekedar ibadah ritual
tetapi juga mampu memenuhi kepentingan manusia seperti kebersihan,
ketenangan, kedisiplinan, standar moral, dan shalat dapat mencegah kemungkaran manusia

1

Allah tidak hendak menyulitkan kamu tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur" (QS. dan hati. Al-Quran membangun kesadaran dengan memberi banyak contoh. semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya" (QS. pengalaman. al-Maidah 5:6). Pemikiran memerlukan kesadaran. 'Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul'. terutama masalah keimanan. al-Israa' 17:36). 'Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya'. (QS. dan kepentingannya. Manusia juga disadarkan bahwa kebenaran itu pada hakekatnya datang dari Allah yang Maha Benar (QS. dugaan. Selain metode-metode di atas. imajinasi. Misalnya. ataupun kriteria kepentingan sesaat. Dugaan merupakan hambatan dalam pemikiran kreatif karena dugaan melahirkan ketidak-pastian terhadap kebenaran. Islam memerintahkan manusia agar merasa yakin dengan penuh pertimbangan. al-Hujuraat 49:12). baik secara halus maupun terang-terangan. al-Ankabut 29:45). orang yang memfitnah saudaranya seperti memakan bangkai mayat saudaranya (QS. Taklid ialah tindakan mengikuti sesuatu tanpa mengetahui apa yang diikuti. menyadarkan manusia terhadap bahaya fitnah. Taklid sering dilakukan terhadap nenek moyang. Dalam hal ini agama merupakan sistem 2 . Dan apakah mereka mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak pula mendapat petunjuk" (QS. dan sihir. ". Hal ini karena al-Quran tidak hanya bertujuan untuk meyakinkan manusia terhadap kebenaran tetapi juga membuat manusia beramal sesuai dengan kebenarann itu. orang tua. harus dibuang jauh dari pikiran manusia agar ia dapat mengapresiasikan kebenaran dengan bebas sesuai dengan fitrahnya.. ewuh-pekewuh. Allah berfirman. Al-Quran memasukkan akal sebagai satu kesatuan kepribadian manusia. "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. "Apabila dikatakan kepada mereka. ABS (asal bapak senang). al-Baqarah 2:147 . al-Maaidah 5:104). seseorang harus mengilmui apa yang diikuti. al- Mu'minuun 23:71).. al-Quran juga menawarkan metode pemikiran melalui cerita dan gambaran sejarah hidup suatu bangsa. mereka menjawab. perasaan. Sesungguhnya pendengaran. Dalam kaitannya dengan wudlu yang dapat memenuhi kebutuhan manusia yaitu hidup bersih. kesadaran. Hambatan Pemikiran Berpikir kreatif dalam prosesnya menemui hambatan-hambatan yang harus dihindari. al-Imran 3:60) dan jika kebenaran itu lahir dari nafsu manusia maka hancurlah kehidupan manusia (QS. dan untuk apa mengikuti. Kriteria yang diikuti adalah kriteria kebenaran. pemaksaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 256 disebutkan bahwa dalam agama (Islam) tidak ada paksaan. Islam melarang dugaan yang tidak berdasar sebagai landasan kebenaran. Pemaksaan dalam bentuk apapun. Metode pemikiran menurut al-Quran melibatkan berbagai aspek manusia seperti pemikiran. dan pertimbangan manusia. "Dan kebanyakan mereka (orang-orang kafir) tidak mengikuti kecuali dugaan saja. Selama mengikuti sesuatu. bukan kriteria kerabat. Yunus 10:36). adat-istiadat. argumen mengapa mengikuti. wawasan. Sesungguh- nya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan" (QS. dan tradisi leluhur. hawa nafsu. penglihatan. Dugaan ialah mempercayai ide-ide yang tidak diyakini kebenarannya sehingga masih dalam lingkaran ramalan. observasi. Hambatan-hambatan tersebut antara lain taklid. Mengikuti berbagai otoritas secara membabi-buta adalah dilarang.

"Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka. Ketika ahli sihir Fir'aun mengubah tongkat menjadi ular-ular kecil untuk mencelakakan Musa. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka peringatan mereka tetapi mereka berpaling dari peringatan itu" (QS. Allah juga memperingatkan. bersambung ) Wallaahu a’lam bish-shawwab. al-Mu'minuun 23:71). pendidikan.hidup yang komprehensif. dan tidak rasional. ( Insya Allah. Sihir dan perdukunan.praktek sihir maupun perdukunan membahayakan bagi pemikiran kreatif karena ia hanyalah takhayul. Yunus 10:81 . Thaha 20:69). pasti binasalah langit dan bumi ini. hukum. palsu.D Student di Information School. Oleh karena itu. & Tarbiyah IAIN 3 . an-Nisaa' 4:135). keamanan. Alumni Aberystwyth University UK. yang meliputi seluruh aspek kehidupan seperti iman. kesehatan. "Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran" (QS. ekonomi. University of Sheffield UK. dan sebagainya. Allah melindungi dan memenangkan Musa (lihat QS. Antropologi UGM. dan semua yang ada di dalamnya. Fas-aluu ahladz-dzikri inkuntum laa ta’lamuun Pengasuh Kajian : Muhammad Muhtar Arifin Sholeh Dosen di UNISSULA Semarang Ph. Hawa nafsu yang seharusnya dihindari merupakan keinginan yang tidak rasional karena cenderung membutakan manusia dari kebenaran. politik. akhlaq. sosial. Selain itu. koruptif. Allah berfirman. kebebasan berpikir (berpendapat) sangat dijamin oleh Islam sejauh dapat diper- tanggung-jawabkan. Praktek . Hawa nafsu menghambat dan bahkan merusak pemikiran kreatif. tidak dapat dijadikan sebagai cara yang sah untuk mengetahui kebenaran dan untuk beramal menurut kebenaran. menurut Islam.