You are on page 1of 5

IKLIM MIKRO DAN RESPON HEMATOLOGI KELINCI LOKAL

(Lepus nigricollis) PADA JENIS KANDANG BERBEDA
NURIYASA I.M.
FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS UDAYANA
madenuriyasa@yahoo.com.

ABSTRAK

Salah satu kendala dalam pengembangan ternak kelinci adalah ternak ini sensitif terhadap perubahan faktor
lingkungan. Pergeseran kondisi lingkungan (iklim mikro ) dari kebutuhan optmimum menyebabkan penurunan
produktivitas. Kandang yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan merupakan salah satu solusi untuk mengu-
rangi cekaman panas di daerah dataran rendah tropis. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan Rancang­
an Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan pertama adalah: kandang under
ground shelter (K0), Kandang alas semen (K1) dan perlakuan ketiga adalah: kandang battery (K2). Kelinci yang di-
pergunakan adalah kelinci jantan lokal lepas sapih dengan umur 4 – 5 minggu. Variabel yang diamati adalah iklim
mikro kandang dan respon hematologi ternak kelinci jantan lokal. Kandang K0 menyebabkan temperatur dalam
kandang lebih rendah (P<0,05) daripada kandang K2, namun tidak berbeda nyata (P>0,05) dibandingkan dengan
K1. Kelembaban udara dalam kandang K2 lebih tinggi (P<0,05) daripada K1 dan K0. Tidak terjadi perbedaan yang
nyata (P>0,05) pada variabel intensitas radiasi, suhu maksimum dan suhu minimum pada perlakuan kandang
berbeda. Tidak terjadi perbedaan yang nyata pada kandungan hematokrit, glukosa, dan trigliserida darah ternak
kelinci yang dipelihara pada kandang berbeda. Kelinci yang dipelihara pada kandang K0 dan K1 menghasilkan kan-
dungan haemoglobin dan eritrosit lebih tinggi (P<0,05) daripada K2, sedangkan kandungan leukosit darah kelinci
yang dipelihara pada kandang K2 lebih tinggi (P<0,05) daripada K0 dan K1 Dari hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa kandang under ground shelter dan kandang alas semen menyebabkan iklim mikro dan respon hematologi
lebih baik daripada kandang battery.

Kata kunci : Jenis kandang berbeda, Iklim mikro dan respon hematologi

MICRO CLIMATE AND HEMATOLOGIC RESPONSES OF MALE LOCAL RABBIT
(Lepus nigricollis) HOUSED IN THE DIFFERENT TYPE CAGES

ABSTRACT

Rabbit is an animal that is too sensitive to the environment changes (micro climate) Uncomfortable environmen-
tal conditions cause a decrease in productivity of the rabbit. Cage selection that is more ideal to the environmental
conditions is one of the solutions to reduce heat stress in rabbits lowland tropics. The experiment was conducted
by using Rendomized Complete Design with three treatments and five replications. The first treatment is: under
ground shelters (K0), the second treatment is: cement floor cage (K1) and the third treatment is: battery (K2). The
research used male local rabbits, aged 4 to 5 weeks. The variables observed on this study were namely microclimate
of cages and hematologic responses of the rabbit. Air temperature in the K0 cage was lower (P<0.05) than the K2
cage, but not significantly different (P>0.05) from K1. Humidity in the cage K2 was higher (P <0.05) than K1 and
K0 cages. There is no significant differences (P> 0.05) in the variables: intensity of the radiation, maximum tem-
perature and minimum temperature at different cages. There is no significant differences (P>0.05) in the content
of hematocrite, glucose, and blood triglycerides of rabbits that was housed in different cages. Rabbits housed in K0
and K1 cages produce hemoglobin and erythrocytes content of rabbit blood was higher (P<0.05) than the K2, while
the it leukocyte content of rabbit blood it could be housed in K2 cage was higher (P<0.05) than K0 and K1 cages.
From the results of this study concluded that under ground shelter and cement floor cage caused micro-climate and
hematologic responses is better than battery.

Key words : Different cage, micro climate and hematologic response.

ISSN : 0853-8999 11

informasi hasil penelitian tentang spon oleh ternak kelinci melalui mekanisme hematologi kelinci lokal yang berhubungan dengan faktor lingkung­ (Vanessa. MATERI DAN METODE Ternak kelinci tergolong homeotherm. Kandang bat- lubang untuk menyeimbangkan panas tubuh dengan tery dibuat dalam bentuk panggung dengan ketinggian panas lingkungan. panjang 35 cm dan lebar 30 cm dengan lubang masuk buh ternak (Esmay. dangkan temperatur udara dengan kandang battery an trobosan strategis dalam bidang peternakan untuk adalah 29. (1996) 20 cm. radiasi dan evapora. bangunan kandang dari tanah adalah 75 cm. toko setinggi 45 cm kelinci tidak mudah lepas. konveksi. temperatur nyaman 20oC. April sampai Juni 2011. memudahkan pengamatan. Kandang alas semen dibuat dengan cara yang adanya lubang tempat berlindung pada kandang under sama dengan under ground shelter namun tidak dileng- ground shelter memungkinkan kelinci ke luar masuk kapi dengan lubang tempat berlindung. nak kelinci dengan lantai tanah yang dilengkapi dengan lubang berlindung (under ground shelter) menyebab- 12 MAJALAH ILMIAH PETERNAKAN • Volume 15 Nomor 1 Tahun 2012 . Pemeliharaan ternak ternak kelinci dengan sistem batako di pasang kawat agar kandang tidak gelap dan under ground shelter dan kandang lantai semen me. 2012) yang kerena kandungan protein daging tinggi dan rendah le.87oC sampai 31. manarik untuk dikaji sih belum banyak. Bali beriklim tropika basah. Bagian bawah kandang terbuat dari anyaman kawat bagai penyumbang panas yang terukur dalam kandang agar ternak faeses dan air kencing dapat terbuang de­ dengan proporsi terbesar. kayu 3 ternak dengan bahan atap kandang dan penyesuaian cm x 5 cm dan kayu reng. sesungguhnya kurang ideal untuk pengembangan ter- mak. Ta- tubuhnya dengan cara mengatur produksi panas dan banan dengan ketinggian tempat 150 m dari permukaan jumlah panas yang dilepaskan ke lingkungan. 2008). 2005). Temperatur dan kelembaban udara. (1996). Di atas si.Iklim Mikro dan Respon Hematologi Kelinci Lokal (Lepus nigricollis) pada Jenis Kandang Berbeda PENDAHULUAN kan temperatur udara rata-rata dalam lubang berlin­ dung adalah 25.4% se- Pengembangan usaha peternakan kelinci merupak. kelinci juga memiliki faktor penghambat yaitu sensitif Menurut Yan dan Li (2008) ternak kelinci memerlukan terhadap perubahan faktor lingkungan. Dibalik karakteristik unggul yang dimiliki. Ternak berkisar 21. protein kasar 16% dan serat kasar (12%). Pengelompokan dilakukan berdasarkan kelinci.9oC dan kelembaban udara 80. Pada kondisi ini ternak kelinci akan mengalami berat badan. an khususnya iklim mikro dan respon hematologi ma.4oC dan kelembabab udara 75. Menurut Suc et al. sesuai (1996) mendapatkan bahwa sistem pemeliharaan ter. cekaman (stress). Penelitian menggunakan Ran- tis tidak akan berjalan epektif bila kondisi lingkungan cangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan melampaui batas yang dapat ditoleransi oleh ternak dan 5 ulangan.45g±1. kkal/kg. Radiasi matahari ekor dengan berat badan 199. kandang. ketinggian tempat. Petak kandang battery berukuran pan- kan makin dekat jarak antara ternak dengan bahan atap jang 70 cm. yang bertemperatur lebih rendah dari temperatur tu. standard McNitt et al. Rangka tery (panggung) berarti memperpendek jarak antara kandang terbuat dari kayu ukuran 4 cm x 6 cm.13oC dan kelembaban uda- kelinci mempunyai keunggulan dalam kualitas daging ra berada pada rentang 79%-86% (BMKG. Sisi samping kandang di tu- temperatur melalui pergerakan angin. lebar 50 cm dan tinggi petak kandang.05 dipergunakan (radiasi gelombang pendek) yang diterima mengalami dalam percobaan ini. 1978). mempercepat tercapainya swasembada pangan khusus. 2011). Dari uraian tersebut di atas. ternak nak kelinci. Adaptasi laut yang berlangsung selama 3 bulan yaitu dari bulan yang dilakukan ternak kelinci melalui proses hemeosta. Kandang under ground mungkinkan ternak untuk melepaskan panas tubuhnya shelter dilengkapi dengan lubang tempat berlindung dengan cara konduksi melalui media lantai kandang dengan sudut kemiringan tempat masuk adalah 45o. Ternak melepaskan panas tubuhnya Kandang under ground shelter dibuat pasangan ba- dengan cara konduksi. yang harus diperhatikan pada peternakan kelinci (Lick dan Hung. Ransum diberikan dalam ben- perubahan menjadi radiasi gelombang panjang (efek tuk pellet dengan kandungan energi termetabolis 2400 panas) dan diemisikan ke ruangan kandang. dengan temperatur nya daging pada tahun 2014 (Dirjennak. dimana ter- nak kelinci akan selalu berusaha mempertahan suhu Penelitian dilaksanakan di desa Dajan Peken. Cekaman panas akan dire- Sampai saat ini. Pemeliharaan ternak sistem bat. berarti makin tinggi pula temperatur udara Kelinci jantan lokal umur 5 minggu sebanyak 20 yang terukur di lingkungan ternak. Suc et al. cm. ngan mudah. akumulasi NH3 serta respon hematologi ternak kelinci sebagai respon dan kebisingan merupakan variabel faktor lingkungan terhadap perbedaan iklim mikro kandang. Nuriyasa (1991) tup dengan anyaman kawat dengan diameter lubang 3 mendapatkan bahwa bahan atap kandang berperan se. terlebih lagi pada daerah dataran rendah.9%. iklim mikro yang ditimbulkan oleh kandang berbeda lama penyinaran. Kondisi tersebut menyebab.

77a 40.82b 0.003 Pengukuran intensitas radiasi matahari dilakukan Leukosit (103/µl) 6.71a 41. masukkan ke dalam termos es dan pada hari itu dikirim peratur udara pada lubang tempat berlindung. kandungan glukosa darah (mg/100 ml).84a 0.27a 0.04 tur maksimum dan minimum selama penelitian. 13. Haemoglobin (g/100 ml) 14. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kandang un- ko (1995) sebagai berikut: der ground shelter atau K0 dan kandang alas semen (K1) Selanjutnya data rata-rata temperatur udara ha­rian menyebabkan temperatur udara dalam kandang lebih dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah hari penga.13 dengan menggunakan light meter digital merk Lutron Hematokrit (%) 42.75 Trigliserida (mg/100 ml) 100.84a 13. ripada kandang K2.01a 6. kemudian disedot dengan spyit plas- kandang dan titik tengah kandang.30 dan 17.53a 4. hematokrit (%).95 temperatur maksimum dan minimum dibagi dengan Temperatur Maksimum (oC) 30.30 wita.25% dan 2. dex pada kandang K0 dan K1 lebih rendah (P<0.05) dan superskrip berbeda pada baris yang sama menunjukkan perbedaan 13. kelinci diberi makan dan air minum.42a 175.30 wita.02b 27.05b 6.87a 30. Hasil pengukuran tik dan segera dipindahkan ke tabung reaksi yang telah pada lima titik ini di rata-ratakan untuk mendapatkan terisi zat anti beku darah. Temperature Humidity Index (THI) 25.31 × RH) (T – 14. THI = T . Jumlah tak kandang.18a 4. Iklim Mikro dan Respon Hematologi Ternak Kelinci pada Kan- RH : Kelembaban relatif/100 dang Berbeda Perlakuan Temperatur maksimum dan minimum mengindi. Pengamatan dilakukan Data temperatur dan kelembaban udara dalam kan. Temperatur Udara ( C) o 27.88a 14.30% lebih tinggi (P<0. Temperature Humidity In- (pagi. jumlah pada periode awal penelitian.07b 75.87a 21. ing 6. Dalam satu hari dilakukan tiga kali pengukuran yaitu dan kandungan trigliserida darah (mg/100 ml). Temperatur rata-rata harian didapat dengan menggunakan formulasi Hando.[(0.16 jumlah hari pengamatan merupakan rata-rata tempera.36a 180. Kelembaban udara rata-rata didapat. Pengukuran temperatur dan kelembaban sampel darah yang diambil adalah sebanyak 6 cc untuk udara pada kandang under ground shelter dilakukan satu ekor kelinci (Nugraha. Sampel darah diambil pagi hari sebelum digital tipe CE 11/08. kuran dilakukan pada setiap unit percobaan (petak kan. Denpasar untuk analisis hematologi.18 mum-minimum Six Bellani. dengan metode Nugraha (2010). Nuriyasa I.21a 1. temperatur dan kelembaban udara di an contoh darah dilakukan dengan menusukkan jarum ukur pada lima titik yaitu pada masing-masing sudut pada vena telinga.30 wita.05) terhadap variabel intensitas radiasi matahari.4)] temperatur maksimum dan temperatur minimum pada Keterangan: perlakuan kandang yang berbeda.M. THI : Temperature Humidity Index T : Temperatur rata-rata dalam petak kandang (oC) Tabel 1.30.30 wita dan 17. Pengukuran Kelembaban Udara (%) 75.11a 100.30 wita dan HASIL sore hari pada pukul 17.30 wita.39a 0. dang) dan dilakukan tiga kali sehari yaitu pagi hari pada pukul 7.96a 0.13b 0.83a 0. 13.64 yaitu pukul 7. Variabel Penelitian Variabel Hematologi Iklim Mikro Kandang Pengamatan terhadap variabel hematologi yang ter- Pengukuran variabel iklim mikro kandang dilakuan diri dari rata-rata kandungan hemoglobin (% ).18b 76.07 masing petak kandang pada satu hari. Cara pengambil­ dang alas semen.61a 14.99b 31.05) 3) SEM : Standard Error of The Treatment Means ISSN : 0853-8999 13 . 2008). Pada kandang battery dan kan. ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat. rendah (P<0.05 dilakukan dengan menggunakan termometer maksi.05a 105.05 tife LX-103 dan pengukuran dilakukan tiga kali sehari Glukosa (mg/100 ml) 181. Tidak terjadi perbedaan yang nyata tung dengan formulasi Marai (2002) sebagai berikut : (P>0.05) da­ ture Humidity Index (THI) untuk ternak kelinci dihi.30 wita.02a 21. sesuai pukul 7. siang dan sore) kemudian dibagi tiga.05) dibandingkan kan dengan menjumlahkan ketiga data pengamatan dengan kandang K1 dan K0. Segera setelah itu di- dengan cara yang sama dan ditambah pengukuran tem. kandungan dan akhir penelitian.31 – 0.30 wita kemudian dibagi tiga. jumlah leukosit (103/ µl). siang hari pada pukul 13.30.22 Temperatur Minimum (oC) 21.05) daripada kandang battery atau K2.19a 4.06b 6.11b 28. 2010).30 dan 17. Tempera.87a 0. Kelembaban udara pada kandang K2 masing-mas- selama penelitian. pertengahan penelitian eritrosit (106/ µl). Zat anti beku darah yang digu- satu data temperatur yang representatif pada satu pe­ nakan adalah lithium heparin (Xiangmei. 2) Superskrip yang sama pada baris yang sama menunjukkan perbedaan tidak nyata (P>0. Rata-rata inten- 1) K0 : Kandang under ground shelter sitas radiasi matahari dalam satu hari didapatkan de­ K1 : Kandang Battery ngan menjumlahkan data pengamatan pada pukul 7. Variabel SEM K0 K1 K2 kasikan rentang temperatur yang terjadi pada masing. hanya sekali pada akhir penelitian setelah kelinci beru- dang diukur dengan menggunakan thermohygrometer mur 17 minggu. masing-masing selama tujuh hari. Jumlah masing-masing Intensitas Radiasi Matahari (fc) 6. Bina Medika. nyata (P<0. Pengu. Eritrosit (106/µl) 4.09b 27.14b 5.91b 26.08a 0. (Ta- matan untuk mendapatkan temperatur udara rata-rata bel 1).

nah. dung yang dipergunakan. man pada ternak kelinci apabila nilai THI berada pada pakan faktor pengendali unsur iklim paling dominan kisaran di bawah 27. glukosa dan trigliserida darah kelinci Temperatur udara dalam kandang K2 lebih tinggi dari- pada perlakuan kandang berbeda.4oC). THI. daripada K1 dan K0. Radiasi matahari gelombang panjang ini yang dan radiasi baur dari atmosfer.24% lebih tinggi (P>0. perbedaan intensitas radiasi matahari yang diterima oleh Temperatur maksimum pada kandang K2 lebih jenis kandang berbeda (Tabel 1). Kandang K0 dan K1 menyebabkan nilai THI lebih Iklim Mikro rendah daripada kandang K2. 1978). dah daripada kandang battery bentuk panggung (K2). matahari yang masuk ke dalam kandang merupakan ra- tahari gelombang panjang yang sampai di petak kandang diasi pantulan dari permukaan tanah disekitar kandang lebih kecil. gas dan uap air) sehingga radiasi ma. berada dalam satu bangunan yang sama.16% dan 5. 1978). ber uap air yang terkandung dalam udara (Oke. dipelihara pada kandang K0 0. (1996) mendapatkan hasil yang gesek permukaan makin besar seiring dengan makin sama yaitu kandang under ground shelter menghasilkan dekat jarak antara aliran angin dengan permukaan ta- temperatur udara lebih rendah daripada kandang bat. Hal tersebut mengindi. Pasangan batako setinggi 40 temperatur yang didapat disebabkan karena perbedaan cm pada kandang K0 juga berfungsi sebagai pemecah ukuran kandang dan kedalaman lubang tempat berlin­ angin sehingga dapat menghambat laju aliran angin 14 MAJALAH ILMIAH PETERNAKAN • Volume 15 Nomor 1 Tahun 2012 . Jarak kasikan bahwa perbedaan temperatur yang terjadi pada antara petak kandang dengan bahan atap menyebabkan kandang berbeda bukan disebabkan oleh perbedaan in.05) pada vari.05) dibandingkan dengan K1 dan K0.05) daripada K1 dan 7. num. atap dengan lantai kandang menyebabkan makin banyak Tidak terjadi perbedaan intensitas radiasi matahari radiasi gelombang panjang yang diabsorbsi oleh material yang masuk ke dalam kandang yang berbeda. Gaya gesek permukaan menyebabkan laju aliran tery (25.14% lebih tinggi (P<0. sisi bangunan terbuka (tanpa tembok) sehingga inten- dang K0 dalebih rendah daripada K1. radiasi gelombang panjang dari bahan atap intensitas- tensitas radiasi matahari yang diterima. Dilihat dari nilai kelembaban udara. petak kandang di dalam ruangan kandang mendapat nakan light meter digital didapatkan bahwa tidak terjadi intensitas radiasi matahari yang sama. (2002) memberikan batasan kondisi nya- Menurut Lean dan Rind (1996) radiasi matahari meru. Perbedaan hasil pengukuran angin makin berkurang. Dari data pengukuran dengan menggu. Ternak dalam nya lebih tinggi pada kandang K2 sehingga tempera- kandang akan menyeimbangkan panas tubuhnya dengan tur maksimum yang terukur lebih tinggi.83 pada kandang K0 dan K1. Temperatur dan kelem­ Kandang under ground shelter (K0) dan kandang alas baban udara yang lebih rendah pada kandang K0 dan K1 semen (K1) menyebabkan temperatur udara lebih ren. Marai et al. sedangkan nilai THI pada kan- dalam kandang disamping faktor lain seperti angin dan dang K0 mempunyai nilai THI 25.12% lebih tinggi (P<0.27% lebih tinggi kedalaman lubang lebih besar mempunyai kemampuan (P>0. Pantulan radiasi sitas radiasi matahari yang diterima oleh masing-ma­ matahari gelombang pendek dari lingkungan kandang sing petak kandang tidak jauh berbeda. saluran pernafasan dan ekskreta merupakan sum- Tidak terjadi perbedaan yang nyata (P>0. kandang K0 (25.91.9oC vs 29. Kandungan eritrosit kelinci yang kandang.09) berada dalam gung dengan ketinggian 0. menyebabkan nilai THI berada dalam kisaran nyaman. dipelihara pada kandang K2 dengan nilai THI 27. Temperatur cara melepas kelebihan panas tubuhnya melalui proses minimum pada kandang K2 lebih rendah dibandingkan konduksi. Kandang dengan ukuran dan babkan kandungan haemoglobin 0.75 cm dari permukaan tanah kondisi nyaman bagi ternak kelinci.05) daripada daripada K0 dan K1.05) Kelembaban udara pada kandang K2 lebih tinggi daripada K1 dan 1. konveksi dan radiasi. Kedaan ini juga juga berpengaruh terhadap temperatur udara di dalam menunjukkan pengacakan petak kandang atau lokasi petak kandang. Kondisi ini disebabkan karena aliran angin dilepaskan ke lingkungan kandang mempengaruhi tem. dengan satu Keadaan ini menyebabkan temperatur udara pada kan. Evaporasi dari air mi- lebih tinggi (P<0. Kandang K2 meneyebabkan kandungan pakan perbandingan antara uap air yang ada di udara leukosit darah kelinci masing-masing 5. pada kandang K1 dan K0 sehingga evaporasi dari sum- ber air pada kandang K2 lebih tinggi dan kelembaban PEMBAHASAN udara yang ditimbulkan lebih tinggi. Kandang K2 yang berbentuk pang.91) dan K1 (26.32% dengan kandungan uap air jenuh.Iklim Mikro dan Respon Hematologi Kelinci Lokal (Lepus nigricollis) pada Jenis Kandang Berbeda Kelinci yang dipelihara pada kandang K0 menye. Rozari (1987) menyatakan gaya Hasil penelitian Suc et al. dingin di luar kandang lebih kencang pada kandang K2 peratur yang terukur di dalam kandang (Esmay. Semua petak kandang akan terukur sebagai temperatur udara dalam kandang.05) yang lebih besar menurunkan temperatur dalam petak daripada kandang K2. tinggi dibandingkan dengan kandang K1 dan K0. abel hematokrit.8. Radiasi atmosfer (aerosol. Jarak yang lebih jauh antara mengalami cekaman panas tingkat sedang. Ternak kelinci yang menerima radiasi gelombang panjang lebih banyak dari. Besaran panas yang K1 dan K0. Kelembaban udara relatif meru- kandang K2.

leukosit darah lebih tinggi daripada kandang K0 dan 1996.H.G. Terima kasih dao.blogspot. sesuai dengan pendapat Vanessa et klinik-pemeriksaan-darah/html.M.R. nology of Breeding Rabbit in Hot Climate.M. Jakarta. Vietnam. J. Mr. Nephi. Disitir Tanggal 12 al. yang dipelihara pada kandang K2 memiliki kandungan Mc. Kandungan eritrosit darah kelinci yang dipelihara Lick.. Sapi.com/2010/02/laboratorium- cekaman panas. Qingdao serta staf yang telah membiayai penelitian ini melalaui Kanada Food Company Limited Kanada Group. I. Study and Design the pada K0 dan K1 lebih tinggi daripada K2. Avi K1 meyebabkan nilai THI lebih rendah (lebih nyaman) Publishing Company. Rabbits buhan meningkat.htm. Kandang K0 dan Esmay.. BMKG. Departemen of Agriculture Engineering. Latimer.vet.de. Habeeb.com.http:// menyebabkan iklim mikro kandang lebih nyaman untuk www. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geo- fisika Wilayah III. University of Agriculture and Forestry . Hue University of Agriculture and Forestry. Inc. Vanessa. kelembaban dan nilai THI pada kandang K2 lebih tinggi Nuriyasa. 2008. 09 September Kandungan haemoglobin kelinci yang dipelihara 2009. Departement karena sangat diperlukan dalam transportasi oksigen. Suatu Pendekatan Biometrik. D.uga. IPB . Preston. Hal Dirjen Peternakan. Keadaan ini menyebabkan proses pembentukan organ org/CONSEQUENCES/winter 96/index.D. Binh. nyaman ternak dalam kandang yang lebih tinggi me. Penerbit dalam kondisi lingkungan lebih nyaman menyebabkan Pustaka Jaya. A. Feeding Management and Tech- Bapak Rektor. J. 1991.A. Torrie. 2002. Laboratorium Klinik: Pemeriksaan K1. Jakarta.L.. Rozari. Zagazig. Peningkatan kandungan leukosit darah pada kan- Darah (Blood Analysis). 1987. dipelihara pada kandang under ground shelter dan lan.. Landasan Pemahaman Fisika Atmosfer dan Unsur-Unsur Iklim. L. 2008.A. Cheeke. 1996. Tanggal 24 Juli 2010. ISSN : 0853-8999 15 .F. T. Tingkat cekaman panas yang dialami kelinci pada kan.R. Diterjemahkan Oleh Sumantri.L. Keijakan dan Pengembangan Sapi ini berkaitan dengan tingkat kenyamanan ternak dalam Bali dalam Mendukung Program Swasemada Daging kandang yang selanjutnya berpengaruh pada proses me. Leuko- UCAPAN TERIMA KASIH cyte Identification in Rabbits and Guinea Pigs. dibandingkan dengan kandang battery. pada saat temperatur DAFTAR PUSTAKA minimum di luar kandang terjadi. China. D. Rabbit Production. Kandang terhadap Penampilan Ayam Pedaging (te- Perlakuan jenis kandang berbeda tidak berpengaruh sis). K.Irrd.Q.I. Klimatologi Dasar. terhadap kandungan glukosa dan trigliserida darah. K. juga penulis sampaikan kepada Bapak Dekan Fakultas Peternakan beserta staf atas ijin menggunakan fasilitas laboratorium sehingga penelitian ini dapat terlaksana.html. Oke. Nugraha. Penulis menyampaikan terima kasih banyak kepada Yan. Boundry Layer Climate. Steel. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. R. 2009.E. Agroklimatologi.Bogor. http://Komitekeperawatan- dang K2 merupakan respon ternak terhadap kondisi rsdsoreang. Bulletin. Nuriyasa I. Methmen dan Co. Suc. Tingkat ke. Pemeliharaan ternak Handoko. Iklim Mikro. Qing- dana DIPA Unud tahun angggaran 2011. Seminar Nasional Sapi Bali. Disitir Tanggal 12 ternak kelinci daripada kandang battery. Tingkat pertumbuhan yang lebih Productive.T. Connecticut. Universitas Udayana. Prinsip dan Prosedur tai semen menghasilkan respon hemetologi lebih baik Statistika. 2011. Effect Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kan. Westport.M.D. kebutuhan energi untuk hidup pokoknya lebih rendah. M. Lean. Zagazig Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa kelinci University. Faculty of Agiculture.H.T. Pengaruh Bahan Atap dan Kepadatan (kurang nyaman) dibandingkan kandang K0 dan K1. Informasi Cuaca. Lukefahr and P. N.Nitt. of Houshing System (Cage versus Underground Shel- dang under ground shelter dan kandang lantai semen ter) on Performance of Rabbits on Farm. M. Interstate Publishers. A.Bl. 2010. 1978. Pada Tabel 1 nampak bahwa temperatur. dibandingkan dengan kandang K2. and D.V. Principles of Animal Environment. 1980. Finca Eco- logica. Bahan Training Dosen dang berbeda belum berpengaruh terhadap mobilisasi Tinggi Negeri Indonesia Bagian Barat Dalam Bidang glukosa dari simpanan glikogen atau penggantian sum. Rin.sina. Nopember 2010.L. N. N. Q. Denpasar. 2005. of Animal Production. http://grico. Edisi kedua. Ketua LPPM Universitas Udayana be. pada kandang K0 dan K1 lebih tinggi daripada K2. 1995. nyebabkan efisiensi penggunaan ransum dan pertum- Marai.edu/vpp/clerk/lester/ . The Sun and Climate.V. dingin menuju petak kandang. Gramedia.M. 1996. Kelinci yang Nopember 2010. (2005). Ha and T. Tarpley and K. Y and Li.. Iklim dan Gempa Bumi Respon Hematologi Provinsi Bali. http:// www. and J. S. Tahun III No.org/Irrd8/4/cont 84. Disitir Tanggal 24 Pebruari 2012. 1978. London. I. tabolisme nutrien dalam tubuh ternak. Disitir tubuh termasuk haemoglobin darah lebih tinggi. Reproductive and Physiological Perfor- tinggi menyebabkan pembentukan eritrosit meningkat mance Traits as Affected by Heat Stress. Hung. Rabbit Coop Small-Scale Farm in Central of Vietnam.M. ber energi asal lemak (glukoneogenesis).R. Egyt.S. Gad. 266400.Yanyk@vip.