You are on page 1of 66

Klasifikasi Materi - Padat, Cair, Gas, Plasma, & "Bose-Einstein Condensate

"

Sumber Gambar
: http://www.firsthdwallpapers.comuploads201306wallpaper811534.jpg

Materi adalah sesuatu yang dapat menempati ruang dan mempunyai
massa. Materidapat dikelompokkan berdasarkan wujudnya, sifat kemagnetannya,
sifat daya hantar listriknya, sifat kimianya, sifat fisikanya, sifat intensifnya, sifat
ekstensifnya, dan sifat perubahannya.
Berdasarkan wujudnya, materi dapat dikelompokkan menjadi padat, cair, dan
gas. Contoh sederhana untuk memahami ketiga zat tersebut dapat kita lihat dari
perubahan wujud air. Ketika temperaturnya rendah, maka energi kinetik dari
molekul-molekul air kecil, sehingga tidak menimbulkan pergerakan berpindah tempat
pada partikel-partikelnya. Dapat dikatakan partikel-partikel air tersebut hanya
melakukan pergerakan secara vibrasi, tetapi tidak mampu melakukan pergerakan
secara rotasi ataupun translasi. Dalam hal ini air berupa es dengan wujud padat.
Ketika es (air yang membeku) menyerap kalor/ panas, maka temperaturnya
akan berubah, sehingga partikel-partikelnya secara otomatis mendapatkan energi,
sehingga dapat melakukan “kerja”. Dalam hal tersebut, partikel-partikel mengalami
kenaikan energi kinetik, sehingga mampu melakukan pergerakan secara rotasi. Dalam
hal ini zat berupa air, berwujud cair.
Lalu, ketika air tersebut terus dipanaskan, maka pada titik tertentu (katakanlah
pada suhu 1000C), air tersebut akan berubah wujud menjadi uap. Dalam hal ini zat
berwujudgas.

Sumber Gambar :
https://oumaabde.files.wordpress.com/2011/12/particlearrangementstates.jpg

Gambaran perbedaan antara zat padat, cair, dan gas adalah sebagai berikut :

Sumber : http://id.static.z-dn.net/files/dcb/f21cb1436f27cb30a18b5e0fdc5ef0c6.jpg
Sumber : https://sitajullanarzahra.files.wordpress.com/2013/04/tabel.jpg

Sumber : http://2.bp.blogspot.com/-
1BBVRAhlPJk/T9mnfYflhMI/AAAAAAAAAR4/NFhQF_b_aZk/s1600/zat2.jpg

Ya, itu adalah pengelompokan materi yang sering saya dan Saudara pelajari
di bangku sekolah. Padat, cair, dan gas bisa disebut sebagai wujud zat pertama,
kedua, dan ketiga zat. Namun, pada kenyataannya, masih ada wujud zat lain,
yaitu plasma.
Plasma hanya dapat terbentuk ketika gas terionisasi secara sempurna
(sehingga memiliki muatan listrik) dan biasanya memiliki temperatur yang tinggi.
Dalam pembentukan plasma, terdapat eksitasi electron, sehingga ion-ion atom dan
electron bebas bercampur. Interaksi ionik antar molekul-molekul bermuatan yang ada
dalam plasma memberikan plasma sifat-sifat yang berbeda dari tiga wujud lain. Inilah
yang menjadi alasan kenapa plasma disebut wujud zat keempat (the fourth state of
matterial).
Karena partikel bermuatan positif dan negatif tidak saling
menempel, plasmamerupakan konduktor listrik yang baik. Seperti yang kita ketahui,
udara adalah penghantar listrik yang buruk. Namun, dalam sambaran petir, atom di
udara mendapatkan begitu banyak energi yang mereka tidak
lagi dapat mempertahankan elektron mereka, dan menjadi plasma untuk waktu yang
singkat. Maka arus listrik dapat mengalir melaluiplasma, membuat petir.

Gambar Petir yang Terjadi ketika Letusan Gunung Berapi
Sumber :
http://www.wallsave.com/wallpapers/1920x1080/thunderstorm/173571/thunderstor
m-173571.jpg

Klik untuk melihat video : https://www.youtube.com/watch?v=aZTMmgycfKI
Sumber Gambar :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0b/Phase_change_-
_en.svg/2000px-Phase_change_-_en.svg.png
Sumber Gambar : http://media-1.web.britannica.com/eb-media/65/63065-004-
07B69F7B.jpg

Sumber Gambar :
http://www.nasa.gov/sites/default/files/images/147515main_phases_large.jpg

Selain pada petir, plasma juga dapat ditemukan di dalam tabung televisi
(bukan monitor datar seperti pada laptop) dan lampu neon. Menurut
NASA, plasma terdapat pada debu-debu kosmik (debu kosmik adalah cikal-bakal
bintang berwujud plasma). Materi penyusun angin surya (solar wind), inti Matahari,
bahkan planet Jupiter sebagian besar juga berwujud plasma. Karena banyaknya
plasma mengisi ruang di luar angkasa, plasma menjadi salah satu kunci untuk
mempelajari Alam Semesta kita. Dalam fisika, pengkajianplasma secara khusus
dilakukan oleh cabang ilmu yang disebut fisika plasma (plasma physics).

Quark-gluon plasma
Plasma quark-gluon adalah fase yang ditemukan pada 2 triliun Kelvin. Para
ilmuwan percaya bahwa proton dan neutron dibentuk quark (yang
"menempel" bersamadengan "gluon").

Berbagai macam zat tersebut dimanfanfaatkan pada alat musik. Gambarannya adalah
sebagai berikut :

Sumber Gambar : http://wearcam.org/symphones/symphone.png

Apakah ada wujud zat kelima (the fifth state of material)?

Menurut Heinrich Jaeger (University of Chicago), ada wujud zat kelima yang disebut
dengan butiran (granular). Menurutnya, proses pembentukan butiran-butiran pasir
terjadi karena ketidakstabilan gaya atomik yang menarik bijih-bijih pasir sehingga
membentuk butiran.
Bose-Einstein Condensate - A new State of Matter???

Bose-Einstein kondensat dan kondensat fermion adalah fase materi yang
berlaku untuk partikel yang disebut boson dan fermion. (Lebih dari satu boson bisa
eksis di tempat yang sama pada waktu yang sama. Hanya satu fermion bisa eksis di
tempat yang samapada waktu yang sama). Bose-Einstein kondensat dan
kondensat fermion terjadi pada suhuyang sangat rendah mendekati 0
Kelvin. Dalam keadaan mendekati 0 Kelvin, semuapartikel mulai bertindak
seperti satu keadaan kuantum yang besar (memiliki hambatan listrik mendekati
nol, hampir tidak ada gesekan). Pada keadaan ini, zat memiliki sifat-sifat unik yang
tidak dimiliki oleh wujud lainnya. Sebagian orang mengatakan bahwa
kondensasi Bose-Einstein inilah yang merupakan wujud zat kelima.

http://nugraha999.blogspot.co.id/2015/01/klasifikasi-materi-padat-cair-gas.html
Fisika Material ( sejarah dan pengklasifikasiannya )

Posted by F IQR OTU L on S EP TEMBER 15, 2011

Sebagai mahasiswa fisika tentunya tak asing lagi dengan matakuliah yang
satu ini , oleh karana itu disini saya ingin membagi sedikit pengetahuan dengan
kawan-kawan semua. untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut .

Sejak jaman dahulu kala material sudah menjadi bagian dari peradaban manusia ,
sebagai contoh pada masa lampau kita kenal ada beberapa periode yakni Zaman batu,
Zaman Perunggu dan Zaman besi. Apalagi teknologi–teknologi mutakhir masakini
pastinya sangat bergantung pada meterial canggih ,sehingga tak heran jika semuanya
memanfaatkan perangkat produk dan sistem yang terbuat dari meterial .
Setiap bagian dari kehidupan kitapun tak luput dari peranan metiral seperti pakaian,
bangunan, transportasi, produk makanan, komunikasi serta hiburan . Semakin
banyaknya penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dan ahli teknologi selama ini
maka banyak orang yang dapat membuat produk-produk lebih baik. Menurut sejarah ,
kemajuan dan perkemabangan dari kehidupan manusia ternyata berkaitan dengan
kemampuan untuk membuat dan merekayasa material untuk memenuhi kebutuhan
hidup.
Saat pertamakali manusia berada dibumi hanya sedikit materal yang dikenal, seperti
misalnya kayu, batu, kulit dan tanah. Namun dengan seiring berjalannya waktu dan
semakin berkembangnya manusia maka kebutuhan akan materialpun semakin hari
semakin bertambah sehingga memaksa manusia untuk menciptakan inofasi-inofasi
baru dengan melakukan beberapa teknik sehingga mampu menciptakan material baru
yang memiliki sifat lebih unggul dari material yang ada di alam, seperti misalnya
logam, plastik, kaca dan fiber.
Pada dasarnya ilmu material meliputi penyelidikan terhadap hubungan yang muncul
diantara struktur dan sifat-sifat material . Rekayasa material (material engineering)
sendiri adalah dasar suatu ilmu untuk merancang atau merekayasa struktur dari suatu
material untuk menghasilkan sifat-sifat yang diinginkan sebelumnya.
Para ilmuan dan insinyur merupakan orang yang ahli di bidangnya untuk merancang
suatu maerial baru. Namun, terkadang banyak ilmuan atau insinyur di bidang
mekanik, sipil, kimia, atau listrik pada suatu waktu mengalami kesulitan dalam
merancang suatu material, sebagai contoh transmisi pada roda gigi, membuat struktur
yang kuat untuk bangunan, membuat komponen yang sangat halus untuk pelumas,
atau kesulitan dalam pembuatan IC (Intergerated Circuit).
Alasan mengapa kita perlu untuk belajar material adalah agar kita dapat memilih
material yang tepat diantara banyaknya macam material yang ada. Secara mendasar
terdapat beberapa kriteria untuk menentukan keputusan akhir dalam memilih suatu
material. Pertama-tama kondisi awal harus dikarakterisasi, oleh karena itu para
ilmuan atau insinyur harus mengetahui sifat-sifat apa saja yang dibtuhkan dari suau
material, karena jarang sekali dapat dibentuk suatu material dengan kombinasi yang
ideal. Contoh klasik dari permasalahan ini meliputi kekuatan (strength) dan
kelenturan (ductility); secara normal material yang memiliki sifat sangat kuat hanya
memiliki sifat kelenturan yang sangat terbatas.
Pertimbangan kedua dalam pemilihan suatu material adalah sifat deterioration (sifat
buruk) yang dapat muncul selama proses operasi. Sebagai contoh, reduksi yang
signifikan dalam kekuatan mekanik kemungkinkan dihasilkan karena terpapar
(exposure) suhu yang tinggi atau lingkungan yang korosif (merusak).
Kemungkinan besar suatu pertimbangan dalam pemilihan suatu material ditolak
karena alasan ekonomi: Berapa biaya akhir dari material yang dihasilkan?. Bisa saja
sebuah material ditemukan dengan kombinasi sifatnya yang ideal namun dibutuhkan
biaya produksi yang sangat mahal sekali. Selain itu beberapa pertimbangan
(kompromi) tidak dapat dihindarkan. Selain itu, biaya untuk menyelesaikan sebuah
keping juga membutuhkan banyak biaya lain (waktu, tenaga, dan lain-lain) selama
proses pabrikasi untuk menghasilkan bentuk yang diinginkan.
Para ilmuan dan perekayasa material sudah terbiasa berhadapan dengan berbagai
variasi karakteristik material dan memahami hubungan yang erat antara struktur dan
sifat suatu material, sebaik pemahaman mereka tentang teknis memproses suatu
material membuat mereka ahli dan yakin dalam memilih suatu material berdasarkan
kriteria tersebut.
Pemanfaatan suatu material disesuaikan dengan sifat-sifat yang ada pada material itu
sendiri dengan melalui proses seleksi . Sampai saat ini sudah banyak material yang
telah dibuat dan semuanya itu dapat dikatagorikan menjadi logam , plastic, gelas , dan
serat.
Kemajuan dalam memahami berbagai jenis material merupakan suatu pratanda dari
kemajuan dalam bidang teknologi. Sebagai contoh adalah pemanfaatan bahan silicon,
material ini menumbuhkan industri bernilai triliunan dollar. Material ini juga
membantu komunikasi di semua bidang, dari alat bantu hingga telemetri ruang
angkasa. Keseharian kita diubah akibat adanya hiburan di rumah kita seperti kaset
video, dan dengan munculnya computer yang kini terjangkau oleh perorangan.
Perubahan meliputi berbagai hal , bukan masalah teknis semata. Sebagai contoh lain,
automobile tidak akan terwujud jika tidak adanya baja atau bahan lainnya.
Menurut para ilmuan prinsip dasar yang menentukan sifat material adalah struktur
internal material itu sendiri . struktur internal itu sendiri tersusun oleh atom yang
saling berkaitan dengan atom tetangganya (atom yang berada disebelahnya) baik itu
dalam suatu kristal, molekul ataupun mikrostruktur. Akan tetapi walaupun sudah ada
standar baku yang mengatur akan kandungan bahan-bahan pembentuk yang akan
membangun sifat material , namun keahlian untuk menentukan berdasarkan metode-
metode pengujian material sangatlah penting bagi seorang material engineer.
Oleh karena itu Material dapat dibedakan berdasarkan sifat-sifatnya, karena sifat
(properti) adalah ciri-ciri yang ada pada suatu material yang berkaitan dengan jenis
besarnya respon yang diberikan jika suatu material diberikan suatu stimulus
(rangsangan). Secara umum sifat suatu material tidak bergantung terhadap bentuk dan
ukuran metarial tersebut. Sifat-sifat suatu material dapat dikelompokkan menjadi 7
katagori yaitu sifat yakni mekanik, listrik, termal, magnetik, optik, deteriorative (sifat
yang menyebabkan suatu material menjadi buruk), dan storage / memory. Untuk
mesing-masing sifat tersebut terdapat stimulus khusus yang dapat menimbulkan
respon yang berbeda.
• Sifat mekanik berkaitan dengan perubahan bentuk karena adanya pemberian beban
atau gaya, contohnya meliputi modulus elastisitas dan kekuatan (strength), Keuletan
(Ductile), Kekakuan (Stiffness), Ketangguhan (Toughness), Kekerasan (Hardness).
Kekuatan adalah kemampuan suatu material dalam menerima beban, semakin besar
beban yang mampu diterima oleh material maka benda tersebut dapat dikatakan
memiliki kekuatan yang tinggi. Kekerasan dapat diartikan ketahan suatu material
terhadap deformasi lokal, misalkan ketahanan terhadap goresan. Bila suatu material
digores maka yang akan menerima beban adalah bagian permukaannya saja bukan
keseluruhannya, itulah mengapa goresan dikatakan hanya menghasilkan deformasi
lokal. Selanjutnya sifat kekakuan dari suatu material dapat diartikan ketidakmapuan
suatu material untuk berdeformasi plastis. Material yang kaku berarti bila diberi suatu
beban dia hanya akan berdeformasi elastis, dan selanjutnya akan mengalami patah
(fracture). Mengetahui tentang sifat mekanik suatu material sangatlah penting
terutama dalam pemilihan material yang akan dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Misalkan kita disuruh memilih jenis bajayang akan digunakan untuk membuat
jembatan, maka hal terpenting yang harus kita perhatikan adalah bahan yang kita pilih
haruslah kuat, dalam arti dia tidak akan mudah mengalami deformasi plastis.
Bayangkan saja bagaimana bila kita salah memilih bahan, tentunya nanti jembatan
yang kita buat akan memiliki lintasan melengkung seperti lintasan skateboard,
tentunya hal ini bukanlah hal yang lucu.
• Sifat kelistrikan berkaitan dengan konduktivitas listrik, resistivitas listrik dan
konstanta dielektrik yang diperoleh dengan memberikan stimulus berupa medan
listrik.
• Sifat panas (thermal) berkaitan dengan kapasitas panas dan konduktivitas termal
yang diperoleh dengan memberikan stimulus berupa panas.
• Sifat Magnetik menggambarkan respon suatu material terhadap medan magnet yang
biasanya direpresentasikan dengan menggunakan kurva Hysterisis.
• Sifat Optik menggambarkan bagaimana respon suatu material terhadap medan
elektromagnetik atau radiasi cahaya. Sifat optik ini direpresentasikan dalam indek
refraksi dan refleksi.
• Sifat Deteriorative mengindikasikan kereaktifan secara kimia dari suatu material.
• Sifat storage / memory merupakan sifat dari material yang muncul akibat dari
perkembangan teknologi yang akhir-akhir ini terasa dampaknya yang besar. Aplikasi
dalam hal Storage / Memory dari suatu material salah satunya adalah flashdisk, yang
dimana saat ini dituntut agar bisa menyimpan data yang lebih besar dan besar lagi.
Maka dari itu, diperlukanlah suatu material yang mampu menyimpan data berukuran
besar di dalam volume yang seminimal mungkin.
Material diklasifiasikan menjadi beberapa tipe yang memiliki karakteristik yang
sama. Material dapat dikelompokkan dengan berbagai cara, salah satunya didasarkan
pada ikatan atom dan struktur. Berdasarkan cara ini material dapat diklasifikasikan
menjadi logam, polimer, dan keramik. Sebagai penambahan, terdapat dua kelompok
material yang cukup penting dalam rekayasa material yaitu komposit dan
semikonduktor. Ditinjau dari segi struktur, terdapat jenis material tambahan yaitu
material komposit. Apabila klasifikasi material ditinjau dari kemampuan
konduktivitasnya maka akan terdapat tambahan golongan material semikonduktor.
Selain itu ada pula biomaterial yang termasuk dalam material tingkat tinggi.
1. Logam
Material – material dalam kelompok
ini disusun oleh satu atau lebih unsur logam (misalnya besi, alumunium, tembaga,
titanium, emas, dan nikel), dan juga seringkali mengandung unsur non logam
(misalnya karbon, nitrogen dan oksigen) dalam jumlah yang relatif kecil. Atom –
atom pada logam dan paduannya mempunyai ciri – ciri tersusun secara sangat teratur,
dan apabila dibandingkan dengan keramik dan polimer susunan antar atom – atomnya
cenderung lebih rapat. Karakteristik susunan antar atomnya yang khas ini, kemudian
disebut sebagai ikatan logam. Material logam memiliki nilai elektron bebas yang
tinggi, dimana berarti terdapat sejumlah besar elektron yang tidak terikat pada inti
atom sehingga bisa bergerak bebas. Sifat – sifat dari material logam yang khas ini
dapat dijelaskan melalui karakterisitik elektronnya tersebut. Yang paling utama, yaitu
apabila diamati dari sifat logam yang merupakan penghantar listrik dan panas yang
baik. Selain itu susunan atom material logam yang teratur dan respon dari elektron
bebas terhadap getaran elektromagnetik pada frekuensi cahaya membuatnya tidak
mampu ditembus oleh cahaya sehingga tidak tembus pandang seperti halnya kaca.
Permukaan material logam akan mengkilap apabila dipoles. Sebagai tambahan,
beberapa jenis logam (Fe, Co, Ni) juga memiliki sifat magnetik yang kuat.
Mengenai sifat mekaniknya, material logam cenderung bersifat cukup kaku dan kuat,
ulet (ductile = dapat mengalami deformasi atau perubahan bentuk tanpa mengalami
patah) sehingga punya kemampuan mampu dibentuk (formability) yang baik
(misalnya melalui penempaan, pengerolan, dll), dan mampu menerima pembebanan
secara tiba – tiba tanpa mengalami patah (shock resistance). Sifat – sifat tersebut
membuat logam mempunyai jangkauan aplikasi yang sangat luas dalam dunia
industri hingga saat ini.
2. Keramik

Keramik adalah senyawa yang tersusun dari
perpaduan antara unsur logam dan non logam yang kemudian membentuk suatu
senyawa baru yang umumnya termasuk ke dalam jenis oxide, nitride, dan carbide.
Sebagai contoh, beberapa keramik yang umumnya dikenal yaitu alumunium oksida
(alumina atau Al2O3), silicon dioksida (silika atau SiO2), silicon karbida (SiC),
silikon nitride (Si3N4). Sebagai tambahan, juga terdapat beberapa material keramik
yang termasuk ke dalam kelompok keramik tradisional seperti mineral – mineral,
lempung, semen pada beton, batu bata,isolator listrik, magnet permanen dan kaca.
Grafit dan intan juga dimasukkan ke dalam kelompok keramik.
Keramik biasanya dihubungkan dengan istilah “ikatan campuran”-sebuah kombinasi
dari ikatan kovalen, ionic, dan terkadang metalik. Terdiri dari deretan atom – atom
yang saling berhubungan satu sama lain, dan tidak ada molekul yang terpisah.
Karakteristik ini membedakan keramik dari padatan molekular, seperti kristal iodine
(tersusun dari molekul I2 yang terpisah) dan paraffin wax (tersusun oleh rantai
panjang molekul alkana). Selain itu es, dimana tersusun dari molekul terpisah H2O,
juga termasuk ke dalam kelompok ini walaupun memiliki perilaku seperti keramik.
Secara tipikal material ini tahan terhadap listrik dan panas, dan lebih tahan terhadap
temperatur tinggi dan lingkungan yang buruk dibandingkan dengan logam dan
polimer. Selain itu keramik memiliki sifat keras, kaku , kuat namun mudah pecah.
3. Polimer

Polimer merupakan molekul makro
yang dibentuk oleh atom – atom yang terikat secara kovalen membentuk suatu satuan
molekul yang disebut monomer, dan kemudian satuan molekul ini tersambung
dengan kelompok – kelompok monomer sejenis yang lain, membentuk suatu rantai
yang panjang dan berulang. Sebagian besar polimer merupakan senyawa organik
berbasis karbon, hydrogen, dan unsur –unsur non logam lainnya seperti
sulfur/belerang (S) dan klorin (Cl). Karakteristik Ikatan antar rantai molekul polimer
sangat mempengaruhi karakteristiknya. Struktur cross linking (ikatan silang) dari
rantai polimer merupakan kunci dari proses vulkanisasi yang dapat mengubah karet
alam yang awalnya belum memiliki fungsi aplikasi menjadi produk yang berguna
dalam kehidupan sehari – hari seperti misalnya ban mobil yang membuat bepergian
dengan sepeda menjadi lebih nyaman. Istilah polimer dan plastik seringkali
dipertukarkan. Padahal sebenarnya, plastik merupakan kombinasi dari polimer –
polimer yang biasanya juga diberi bahan tambahan lain untuk memenuhi kemampuan
dan penampilan yang diinginkan. Plastik merupakan pemantul cahaya yang kurang
baik, dan cendrung bersifat transparan dan transluen. Polimer secara tipikal memiliki
densitas yang rendah, sangat fleksibel, dan mudah dibentuk.
Berdasarkan sumbernya polimer dapat dibagi menjadi dua yakni polimer alami dan
polimer sintetis . contoh dari polimer alami kayu, kulit binatang, kapas, karet alam
dan rambut. Sedangkan polimer sintetis sendiri ada tiga macam yakni pertama
terdapat secara alami contohnya nylon, poliester, polipropilen, polistiren. Kedua yang
terdapat dialam tetapi dibuat oleh proses buatan contohnya karet sintetis. Ketiga
Polimer alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari selulosa
tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan sifat-sifat kimia
dan fisika asalnya)
Berdasakan jumlah rantai karbonnya polimer dibagi menjadi enam yakni

1. 1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)
2. 5 ~ 11 Cair (bensin)
3. 9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah
4. 16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk)
5. 25 ~ 30 Padat (parafin, lilin)
6. 1000 ~ 3000 Plastik (polistiren, polietilen, dll)

4. Komposit
Bahan komposit (atau komposit) adalah suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang
terdiri dari dua atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan berbeda satu
sama lainnya baik itu sifat kimia maupun fisikanya dan tetap terpisah dalam hasil
akhir bahan tersebut (bahan komposit). Bahan komposit memiliki banyak
keunggulan, diantaranya berat yang lebih ringan, kekuatan yang lebih tinggi,
tahan korosi dan memiliki biaya perakitan yang lebih murah karena berkurangnya
jumlah komponen dan baut-baut penyambung. Kekuatan tarik dari komposit serat
karbon lebih tinggi daripada semua paduan logam. Semua itu menghasilkan berat
pesawat yang lebih ringan, daya angkut yang lebih besar, hemat bahan bakar dan
jarak tempuh yang lebih jauh.Terdapat cukup banyak material komposit yang terdiri
lebih dari satu tipe material yang telah dibuat. Sebuah komposit dirancang untuk
memperlihatkan kombinasi dari sifat/karakteristik terbaik dari masing-masing
komponen material. Serat kaca (Fiberglass) merupakan salah satu contoh yang sangat
umum, dimana serat gelas dilekatkan ke dalam material polimer. Fiber glass memiliki
sifat kuat yang berasal dari kaca dan sifat lentur yang berasal dari polimer. Banyak
sekali pengembangan material terbaru melibatkan material komposit. Salah satu
contoh aplikasi bahan komposit yakni pada bidang optikal material.
Contoh lain dapat dilihat di “plastik” casing set televisi, sel-telepon dan sebagainya.
Ini casing plastik biasanya material komposit terdiri dari matriks termoplastik
seperti akrilonitril-butadiena-stirena (ABS) di mana kalsium
karbonat kapur, bedak, kaca serat atau serat karbon telah ditambahkan untuk
menambah kekuatan, massal, atau elektro-statis dispersi. Penambahan ini dapat
disebut sebagai serat penguat, atau dispersan, tergantung pada tujuan mereka.
5. Semikonduktor
Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di
antara insulator dan konduktor.Semikonduktor merupakan satu-satunya kelas material
yang dibedakan berdasarkan sifatnya. Material ini biasanya didefinisikan sebagai
material yang memiliki konduktivitas listrik pertengahan, antara konduktor yang baik
dan insulator. Konduktivitasnya sangat tergantung dari banyak sedikitnya jumlah
aatom pengotor/tambahan pada bahan yang mana hal inilah yang menjadi kunci
pembuatan produk IC (integrated circuit). Sebuah semikonduktor bersifat
sebagai insulator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur
ruangan besifat sebagai konduktor. Bahan semikonduksi yang sering digunakan
adalah silikon, germanium, dan gallium arsenide.
Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik, karena konduktansinya yang
dapat diubah-ubah dengan menyuntikkan materi lain (biasa disebut pendonor
elektron). Salah satu alasan utama kegunaan semikonduktor dalam elektronik adalah
sifat elektroniknya dapat diubah banyak dalam sebuah cara terkontrol dengan
menambah sejumlah kecil ketidakmurnian. Ketidakmurnian ini
disebut dopan.Doping sejumlah besar ke semikonduktor dapat
meningkatkan konduktivitasnya dengan faktor lebih besar dari
satu milyar.[rujukan?] Dalam sirkuit terpadumodern, misalnya, polycrystalline
silicon didop-berat seringkali digunakan sebagai pengganti logam.
6. Biomaterial
Biomaterial umumnya dapat diproduksi baik di alam atau disintesis di laboratorium
menggunakan berbagai pendekatan kimia menggunakan komponen logam
atau keramik. Biomaterial digunakan dalam komponen yang diimplan ke dalam tubuh
manusia untuk menggantikan bagian tubuh yang rusak. Material ini tidak boleh
menghasilkan zat beracun dan harus sesuai dengan jaringan tubuh. Mereka sering
digunakan dan / atau disesuaikan untuk aplikasi medis, dan dengan demikian terdiri
dari seluruh atau bagian dari struktur hidup atau perangkat biomedis yang melakukan,
menambah, atau mengganti fungsi alami. Fungsi tersebut dapat bersifat jinak, seperti
yang digunakan untuk katup jantung , atau mungkin bioaktif dengan fungsionalitas
yang lebih interaktif seperti hidroksi apatit-dilapisi implan pinggul . Biomaterial juga
digunakan setiap hari di aplikasi gigi, operasi, dan pengiriman obat. EG Sebuah
membangun dengan produk farmasi diresapi dapat ditempatkan ke dalam tubuh, yang
memungkinkan pelepasan berkepanjangan obat selama jangka waktu. Sebuah
biomaterial juga dapat menjadi autograft , allograft atau xenograftdigunakan
sebagai transplantasi bahan.
Bahan ilmuwan saat ini memberikan perhatian lebih dan lebih untuk kristalisasi
proses anorganik dalam matriks yang sebagian besar organik dari senyawa alami.
Proses ini biasanya umumnya terjadi pada suhu dan tekanan ambien. Menariknya,
organisme penting melalui mana bentuk kristal mineral ini mampu secara konsisten
menghasilkan struktur rumit yang kompleks. Memahami proses di mana organisme
hidup mampu mengatur pertumbuhan kristal mineral seperti silika dapat
menyebabkan kemajuan ilmiah yang signifikan dan teknik sintesis baru untuk bahan
komposit nano – atau nanocomposites.
Uraian diatas merupakan beberapa material yang telah diklasifikasikan berdasarkan
sifat-sifatnya. Ternyata seiring makin berkembang pesatnya kebutuhan akan material
dan penilitian oleh para ilmuan untuk memenuhi kebutuhan manusia maka ada juga
material masa depan yakni nanoengineered material. Nanoengineered material adalah
pembuatan material baru yang dilakukan dari level atomik dengan memanipulasi dan
memindahkan atom dan molekul untuk membentuk struktur baru. Kata depan “nano”
menandai bahwa dimensi dari besaran struktur ini berorde nanometer. Contohnya
carbon nanotubes.
Ilmu material sangat penting untuk dipelajari mengingat kegunaan material dan
kebutuhan akan material yang semakin berkembang pesat agar tak salah nantinya
dalam menentukan material apa yang kita butuhkan. Selain itu dengan memplajari
ilmu material kita juga dapat menciptakan inofasi-inofasi baru untuk menghadapi
masalah pada lingkungan kita, seperti misalnya pada alat transportasi dibutuhkan
material yang meningkatkan efesiensi bahan bakar, kuat , densitas rendah, dan
memiliki kemampuan bekerja pada temperatur tinggi. Tanpa mempelajari ilmu
material tentunya kita takdapat melakukannya .
https://fiqrotul.wordpress.com/2011/09/15/fisika-material-sejarah-dan-
pengklasifikasiannya/
Klasifikasi Material

1. Logam paduan (Metal Alloys)

Logam paduan adalah bahan campuran yang mempunyai sifat-sifat logam, terdiri dari
dua atau lebih dari unsur-unsur untuk mendapatkan sifat fisik, mekanik, listrik, dan
visual yang lebih baik, dengan sebagai unsur utama adalah logam

Logam paduan memiliki klasifikasi sebagai berikut :

1. Logam Fero

Logam ferro adalah suatu logam paduan yang terdiri dari campuran unsur karbon
dengan besi. Untuk menghasilkan suatu logam paduan yang mempunyai 2 sifat yang
berbeda dengan besi dan karbon maka dicampur dengan bermacam logam lainnya.
Logam adalah elemen kerak bumi (mineral) yang terbentuk secara alami. Jumlah
logam diperkirakan 4% dari kerak bumi. Logam dalam bidang keteknisian adalah
besi. Biasanya dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan, pipa-pipa, alat-alat
pabrik dan sebagainya.
Contoh dari logam yang sudah memiliki sifat-sifat penggunaan teknis tertentu dan
dapat diperoleh dalam jumlah yang cukup adalah besi, tembaga, seng, timah, timbel
nikel, aluminium, magnesium. Kemudian tampil logam-logam lain bagi penggunaan
khusus dan paduan, seperti emas, perak, platina, iridium, wolfram, tantal,
molybdenum, titanium, vokalt, anti monium (metaloid), khrom, vanadium, beryllium,
dan lain-lain.

Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat, yaitu :

 Dapat ditempa dan diubah bentuk

 Penghantar panas dan listrik
Keras (tahan terhadap goresan, potongan atau keausan), kenyal (tahan patah bila
dibentang), kuat (tahan terhadap benturan, pukulan martil), dan liat (dapat ditarik).

Yang dimaksud besi dalam bidang keteknisan adalah besi teknis, bukan besi murni,
karena besi murni (Fe) tidak memenuhi pernyataan teknik, persyaratan teknik adalah
kekuatan bahan, keuletan, dan ketertahanan terhadap pengaruh luar (korosi, aus,
bahan kimia, suhu tinggi dan sebagainya).

Besi teknis selalu tercampur dengan unsure-unsur lain misalnya karbon (C), silicon
(Si), mangan (Mn), Fosfor (P), dan belerang (S). Unsur-unsur tersebut harus dalam
kadar tertentu, sesuai dengan sifat-sifat yang dikehendaki, secara garis besar besi
teknik terbagi menjadi :

1. Besi kasar : kadar karbon lebih besar dari 3,5%, tidak dapat ditempa.

2. Besi : kadar karbon lebih besar dari 2,5%, tidak dapat ditempa.

3. Baja : kadar karbon kurang dari 1,7%, dapat ditempa.
Berikut ini adalah table untuk rekomendasi pemakaian jenis dan klasifikasi logam
No Klarifiskasi Jenis

1 Logam mulia Emas, perak dsb.

2 Logam setengah mulia Air raksa

3 Logam biasa berat >30 kg/dm3 Nikel, kobalt

4 Logam biasa ringan <30 Besi tuang
kg/dm3
Plumbum(timah hitam)

5 Logam campuran Baja

Kuningan

Table sifat-sifat baja dapat dipengaruhi oleh campuran logam yang lain.
Campuran logam

Menambah

Karbon (C) Kekokohan, kekerasan, sifat pengerasan

Silisium (si) Menambah elastisitas, kekokohan, kekerasa

Fosfor (P) Leburan encer

Sulfur (S) Lebaran kental, serpihan mudah patah

Mangan (mn) Kekerasan, kekokohan, daya kekuatan puku
Keuletan regangan, kekokohan, daya tahan
Nikel (ni)
suhu tinggi

Kekerasan, kekokohan, daya tahan karat, su
Khrom (cr)
ketajaman

Varadium (V) Daya tahan lama, kekerasan dan keuletan

Molibdenium (mo) Kekerasan daya tahan lama

Kobalt (co) Kekerasan, ketajaman

Kekerasan, kekokohan, daya tahan karat, su
Wolfram
ketajaman

Table perubahan struktur logam
Sistem pengubahan Cara

Pemanasan Logam dipanaskan, kemudian dibiarkan ding

Pendinginan kejut Logam di panaskan, kemudian didinginkan c

Logam dipanaskan, kemudian didingikan sed
Pengerasan
pengerasan merata

Tempering Logam yang telah diperkeras dipanaskan pad

Tempering kejut Logam yang telah diperkeras dipanaskan pad

Pelapisan nitrogen Pengerasan dilakukan dalam oven dengan sem
Pengerasan dilakukan dalam oven dengan pe
Pelapisan karbon
mempengaruhi permukaan logam

a) Macam-Macam Logam Ferro

Logam ferro adalah suatu bahan yang mengandung unsure kebesi-besian seperti pada
table dibawah ini :

Nama Komposisi

Besi tuang Campuran besi dan karbon (4%)

Besi tempa Campuran besi murni (99%) sedikit besi
rongsokan

Baja lunak Campuran besi dan karbon (0,1%-0,3%)
Baja karbon sedang Campuran besi dan karbon (0,4%-0,6%)

Baja karbon tinggi Campuran besi dan karbon (0,7%-1,5%)

Baja cepat tinggi (HSS-High speed steel) Baja karbon tinggi di tambah nikel/ kobalt,
khrom / tungken

2. Logam Non Fero

Logam Non-Ferro (Non-Ferrous Metal) ialah jenis logam yang secara kimiawi
tidak memiliki unsur besi atau Ferro (Fe), oleh karena itu logam jenis ini disebut
sebagai logam bukan Besi (non Ferro). Beberapa dari jenis logam ini telah disebutkan
dimana termasuk logam yang banyak dan umum digunakan baik secara murni
maupun sebagai unsur paduan. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan
dan teknologi terutama dalam pengolahan bahan logam, menjadikan semua jenis
logam digunakan secara luas dengan berbagai alasan, mutu produk yang semakin
ditingkatkan, kebutuhan berbagai peralatan pendukung teknologi serta keterbatasan
dari ketersediaan bahan-bahan yang secara umum digunakan dan lain-lain.
Logam non Ferro ini terdapat dalam berbagai jenis dan masing-masing memiliki sifat
dan karakteristik yang berbeda secara spesifik antara logam yang satu dengan logam
yang lainnya. Keberagaman sifat dan karakteristik dari logam Non Ferro ini
memungkinkan pemakaian secara luas baik digunakan secara murni atau pun
dipadukan antara logam non ferro bahkan dengan logam Ferro untuk mendapatkan
suatu sifat yang baru yang berbeda dari sifat asalnya.

a) Maca-macam logam non ferro

Unsur logam yang paling penting dan paling banyak digunakan dalam industry
adalah besi karena hampir 90 % dari logam-logam yang digunakan dalam industry
adalah besi. Selain besi,logam yang penting anatara lain: alumunium (Al), timbal
(Pb), nikel (Ni), perak(Ag), seng(Zn), dan lain sebagainya. Yang digunakan dalam
keadaan murni ataupun dalam bentuk paduannya. Logam – logam tersebut harus
mempunyai sifat-sifat fisika atau mekanik yang sesuai dengan persyaratan-
persyaratan yang dikehedaki.

Adapun macam-macam logam non ferro adalah Tembaga, Copper, Cuprum (Cu),
Mangan, Manganese (Mn), Nikel, Nickolium (Ni), Uranium(U), Alumunium (Al),
Magnesium(Mg), Kobalt (Co), Timah Putih, Tin, Stannum (Sn), Timah Hitam, Lead,
Timbal, Plumbum (Pb), Wolfrom, Tungsten (W), Seng, Zincum (Zn), Khrom,
Chromium (Cr), Boron (B), Cadmium (Cd), Iridium (Ir), Platinum (Pt)
3. Contoh Aplikasi Logam (mengambil contoh alumunium)

Aluminium adalah logam berwarna putih keperakan yang memiliki
beragam kegunaan.Tidak ada logam lain yang memiliki kegunaan sebanyak
aluminium.
Aluminium dikenal sebagai logam yang bisa didaur ulang sehingga membuat
ketersediaannya melimpah tidak hanya dari tambang tapi juga dari hasil daur ulang.

Logam ini bisa ditemui di dalam rumah, konstruksi, beberapa bagian mobil, dan juga
di sebagian besar moda transportasi.

a) Di Rumah
Aluminium digunakan untuk bingkai jendela, gagang pintu, dan untuk membuat
berbagai peralatan di dapur. Logam ini juga digunakan sebagai peralatan makan serta
pembungkus makanan terutama dalam bentuk aluminium foil. Bahkan aluminium
juga digunakan sebagai penghilang kerut pakaian, berbagai barang-barang dekorasi
rumah, hingga pagar. Aluminium digunakan pula untuk membuat tongkat golf,
furniture indoor dan outdoor, lemari es, pemanggang roti, panci, ceret, dll.

b) Alat transportasi
Kapal induk militer juga memakai alumunium karena sifatnya yang ringan. Terdapat
berbagai mobil yang juga menggunakan logam ini karena sifat termal dan
estetikanya, bagian mobil seperti pelek, blok mesin, komponen suspense, dan
tranmisi, begitu pula alat transportasi lain seperti gerbong kereta, dll.

c) Pengemasan
Kemasan adalah contoh yang paling umum dari alumunium. Seperti minuman kaleng,
tutup botol, foil, nampan, dll.
d) Konstruksi
Seperti atap, casting, fabrika, pipa, tangki, batang alumunium, kawat, bingkai jendela,
pagar, pegangan tangga, dll.

2. Polimer

Polimer (Polymer) merupakan molekul raksasa (makromolekul) yang terbentuk dari
susunan ulang molekul kecil yang terikat melalui ikatan kimia.

 Poly = banyak

 Mer = bagian
Suatu polimer akan terbentuk bila seratus atau seribu unit molekul yang kecil yang
disebut monomer, saling berikatan dalam suatu rantai. Jenis-jenis monomer yang
saling berikatan membentuk suatu polimer terkadang sama atau berbeda.

a. Pengelompokan Polimer

1. Polimer berdasarkan asalnya.
a) Polimer Alam

Polimer alam adalah polimer yang terdapat di alam dan berasal dari makhluk hidup.
Contoh polimer alam dapat dilihat pada table di bawah ini:

No Polimer Monomer

1 Pati/amilum Glukosa

2 Selulosa Glukosa

3 Protein Asamamino

4 AsamNukleat Nukleotida

5 Karet alam Isoprena
ü Kekurangan Polimer Alam

Umumnya polimer alam mempunyai sifat hidrofilik (sukaair), sukar dilebur dan sukar
dicetak, sehingga sangat sukar mengembangkan fungsi polimer alam untuk
tujuantujuan yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sebagai
contoh :

² Karet alam kadang-kadang cepat rusak, tidak elastis, dan berombak. Hal tersebut
dapat terjadi karena karet alam tidak tahan terhadap minyak bensin atau minyak tanah
serta lama terbuka di udara.

² Sutera dan wol merupakan senyawa protein bahan makanan bakteri, sehingga wol
dan sutera cepat rusak.

b) Polimer sintetis

Atau polimer buatan adalah polimer yang tidak terdapat di alam dan harus dibuat oleh
manusia. Contoh polimer sintesis dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

No Polimer Monom
1 Polietena

2 Polipropena

3 PVC

4 Polivinil Alcohol

5 Teflon

6 Dakron

7 Nilon Asam adi
8 Polibutadiena

9 Polyester Es

10 Melamin

11 Epoksi resin Metoksi b

2. Polimer berdasarkan Proses Pembentukan.
Reaksi pembentukan polimer dinamakan polimerisasi, jadi reaksi polimerisasi adalah
reaksi penggabungan molekul-molekul kecil (monomer) membentuk molekul yang
besar (polimer). Ada dua jenis polimerisasi, yaitu:

a) Polimer adisi

Reaksi adisi adalah reaksi pemecahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal
sehingga ada atom yang bertambah di dalam senyawa yang terbentuk.

Polimerisasi adisi adalah reaksi pembentukan polimer dari monomer-monomer yang
berikatan rangkap (ikatan tak jenuh). Polimer adisi ini biasanya identik dengan
plastik, karena hampir semua plastik dibuat dengan polimerisasi adisi.

Berikut ini adalah contoh polimer adisi :

No Nama Polimer

1 Polietilena
2 Polipropilena

3 Polistirena

4 Polivinil klorida

5 Polivinil dienklorida

6 Politetraetilena (teflon)

7 Poliakrilonitril

8 Polivinilasetat
9 Polimetilmetakrilat

b) Polimer kondensasi

Polimer kondensasi Adalah reaksi pembentukan polimer dari monomermonomer
yang mempunyai dua gugus fungsi. Misalnya, senyawa polipeptida (protein) dan
polisakarida, merupakan senyawa biomolekul yang dibentuk oleh reaksi polimerisasi
kondensasi.

Contoh pembentukan polimerisasi kondensasi:

² Pembentukan Nilon

Nilon merupakan suatu polimer yang ditemukan oleh Wallace Hume Carothers di
tahun 1934 sewaktu bekerja di perusahaan DuPont. Polimer nilon dibentuk dari
monomer asam 6 aminoheksanoat (HOOCCH2 (CH2)3CH2NH2). Dalam
polimerisasi ini, gugus karboksil dari monomer berikatan dengan gugus amino dari
monomer tersebut.

² Pembentukan Polyester (Polietilena Tereftalat) atau Dakron.
Sama halnya pada nilon-66, Polyester Dakron dibentuk oleh dua polimer berlainan,
yaitu dari Etilena Glikol (Polialkohol) dengan Dimetil Tereftalat (Senyawa Ester).

3. Polimer berdasarkan jenis monomernya.

a) Homopolimer

Homopolimer dalah polimer yang monomernya sejenis. Contohnya, selulosa dan
protein. (-P-P-P-P-P-P-P-P-)n. Pada polimer adisi homopolimer, ikatan rangkapnya
terbuka lalu berikatan membentuk polimer yang berikatan tunggal.

b) Kopolimer

Kopolimer atau disebut juga Heteropolimer adalah polimer yang monomernya tidak
sejenis. Pembentukan polimer berlangsung dengan suhu dan tekanan tinggi atau
dibantu dengan katalis. Jika tanpa katalis, strukur molekul yang terbentuk tidak
beraturan. • Fungsi katalis adalah untuk mengendalikan proses pembentukan struktur
molekul polimer agar lebih teratur sehingga sifat-sifat polimer yang diperoleh sesuai
dengan yang diharapkan.

4. Polimer berdasarkan sifatnya terhadap panas.

a) Polimer termoplas

Adalah polimer yang tidak tahan panas. Apabila polimer tersebut dipanaskan akan
meleleh (melunak), dan dapat dilebur untuk dicetak kembali (didaur ulang).
Contohnya: Polietilene, Polipropilena, dan PVC.

b. Polimer termosting

Adalah polimer yang tahan panas. Polimer tersebut apabila dipanaskan tidak akan
meleleh (sukar melunak), dan sukar didaur ulang. Sebagai contoh Melamin Bakelit
5. Aplikasi Polimer

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti banyak menggunakan polimer buatan.
Berikut ini beberapa contoh polimer buatan di sekitar kita :

a) Karet Sintetis

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan ban mobil dan motor, ahli-ahli kimia
organik telah mengembangkan pembuatan karet sintetis untuk mempercepat
perolehan kebutuhan tersebut.

Karet-karet sintetis tersebut dibuat dengan menggunakan bahan dasar monomer,
seperti Butadiene dan Stirena dengan cara kopolimerisasi.
b) Serat Sintetis

Kapas merupakan serat alam yang merupakan polimer dari karbohidrat (selulosa),
dan polimer dari protein (wol dan sutera). Seperti halnya karet, serat memiliki
polimer sintetis, yaitu nilon dan poliester (dakron).

Dakron atau Tetoron merupakan Polyester. Polimer ini sangat kuat, sangat lentur dan
transparan. Polimer ini juga digunakan untuk membuat sintetis dan membuat
lembaran film tipis yang dalam perdagangan disebut Mylar.

c) Orlon

Merupakan polimer adisi dari monomer akrilonitril. Polimer ini merupakan serat
sintetis, seperti wol. Digunakan dalam tekstil sebagai campuran wol, karpet, dan kaus
kaki.
d) Plastik

Merupakan polimer sintetis yang paling populer, karena banyak digunakan dalam
kehidupan sehari-hari.

a) Untuk bahan kemasan

Sebagai wadah : Untuk melindungi isinya dari pengaruh luar maupun untuk menjaga
agar sifat-sifat isinya tidak hilang

 Sebagai sarana promosi dan informasi

 Kemasan sebagai wadah
Jenis-jenis kemasan eceran (retail) menurut industrinya, seperti : Botol dan wadah
kaca lainnya, kaleng, karton, plastik keras, kemasan fleksibel dan kaleng komposit
Suatu produk dapat dipasarkan dengan menggunakan kemasan yang berbeda, sesuai
dengan strategi pemasaran perusahaan yang bersangkutan : Kemasan untuk minyak
goreng dan mentega, Kemasan untuk minuman dan Kemasan untuk snack. Kemasan
fleksibel adalah kemasan yang dapat berubah bentuk cukup dengan pengaruh gaya
yang kecil, misalnya kantong plastik. Kemasan fleksibel mendapatkan bentuk
akhirnya hanya setelah diisi.
b) Plastik Nilon

Merupakan polimer poliamida (proses pembentukannya seperti pembentukan
protein). Plastik Nilon ditemukan pada tahun 1934 oleh Wallace Carothers dari Du
Pont Company. Ketika itu, Carothers mereaksikan asam adipat dan
heksametilendiamin.

Plastik bersifat sangat kuat (tidak cepat rusak) dan halus, banyak digunakan untuk
pakaian, peralatan kemah dan panjat tebing, peralatan rumah tangga serta peralatan
laboratorium.

c) Karet Sintetik

Karet Sintetik yang terkenal adalah Styrene Butadiene Rubber (SBR), suatu polimer
yang terbentuk dari reaksi polemerisasi antara stirena dan 1,3–butadiena.

Karet sintetik ini banyak digunakan untuk membuat ban kendaraan karena memiliki
kekuatan yang baik dan tidak mengembang apabila terkena minyak atau bensin.
d) Wol

Adalah serat alami dari protein hewani (keratin) yang tidak larut. Struktur protein wol
yang lentur menghasilkan kain dengan mutu yang baik, namun kadang-kadang
menimbulkan masalah karena dapat mengerut dalam pencucian. Oleh karena itu, wol
dicampur dengan PET untuk menghasilkan kain yang bermutu baik dan tidak
mengerut pada saat pencucian.

e) Kapas

Merupakan serat alami dari bahan nabati (selulosa) yang paling banyak digunakan
(hampir 50% pemakaian serat alami berasal dari kapas). Kain katun dibuat dari serat
kapas dengan perlakuan kimia sehingga menghasilkan kain yang kuat, enak dipakai,
dan mudah perawatannya.

3. Keramik
Keramik adalah sebuah klasifikasi dari material yang berbahan dasar tanah liat
(clays), pasir (sands), dan feldspar.

Tanah liat mengandung beberapa hal sebagai berikut :

 Silicon dan alumunium sebagai silikat

 Senyawa potassium

 Senyawa magnesium

 Sewanya kalsium
Pasir mengandung silica dan feldspar atau alumunium potassium silikat

a) Klasifikasi keramik

b) Perbandingan logam dengan keramik

Logam
Tidak tembus cahaya

Kekuatan tarik tinggi

Tegangan geser rendah

Keuletan baik

Memiliki alur plastis

c) Keramik dengan pengikat tanah liat

Terbuat dari tanah liat alami dan campuran tanah liat dengan menambahkan keramik
kristal
 Keramik putih (whitewares)

 Produk struktur tanah liat

 Keramik dengan pembakaran (Refractory)

d) Pengecoran slip (slipcasting)

· Aplikasi Keramik dalam Teknik

1. Komponen Dapur/Oven (furnace)
– Refraktori padat – Isulator

– Refraktori cor – Penanganan logam cair

– Elemen pemanas – Perkakas oven

1. Komponen Mesin Otomotif
– Busi – Sil pompa

– Katup – Rotor turbocharger

1. Komponen Gas Turbin
– Ruang Bakar – Sudu-sudu turbin

– Pemindah panas

1. Penahan Panas
– Dinding pesawat ulang alik – Isolator panas

– Lapisan penahan panas – Bahan tahan api

1. Komponen tahan aus
– Alat-alat potong – Penempa (die)
– Kran (nozzle) – Sil dan plunyer pompa
– Lining dan alat Miling – Abrasif

– Pelumas padat – Alat ukur standar

1. Keramik Tangguh
– benang (fiber) – Whisker (fiber)
– Peralatan golf – Lempengan tahan peluru

– Bantalan – pisau dan gunting

1. Keramik Optik
– benang optik – Lensa

– Laser – Alumina translusen

– Dioda – Keramik luminesen
1. Pelapis Keramik
– Tahan aus – Tahan korosi

– Penghalang panas – Dielektrik

– Pelumas – Katalis

1. Keramik Elektromagnetik
– Elemen magnet – Kapasitor

– Resistor – IC substrat

– Sensor oksigen – Sel bahan bakar

– Pompa oksigen – Superkonduktor

– Elektroda – Varistor

– Pizoelektrik – Isulator

– Termistor – Semikonduktor

– Konduktor ion

1. Keramik Bangunan
– Atap – lantai

– Kaca jendela – Semen dan Beton

– Gelas keramik – Terakota

– Gerabah – Batu bata

1. Biokeramik
– Pengganti tulang – Pengganti gigi

– Katup jantung – Porselin gigi

1. Saringan dan Selaput Keramik
– Selaput pemisah cairan – Selaput pemisah gas

– Saringan logam cair

1. Keramik Nuklir
– Bahan bakar nuklir – Moderator

– Pelindung – Kapsul gelas

– Pembungkus bahan bakar nuklir

4. Komposit

Komposit didefinisikan sebagai dua macam atau lebih material yang digabungkan
atau dikombinasikan dalam skala makroskopis ( dapat terlihat langsung oleh
mata)sehingga menjadi material baru yang lebih berguna.komposit terdiri dari 2
bagian utama yaitu :
 Matriks, berfungsi untuk perekat atau pengikat dan pelindung filler (pengisi) dari
kerusakan eksternal. Matriks yang umum digunakan : carbon, glass, kevlar, dll

 Filler (pengisi), berfungsi sebagai Penguat dari matriks. Filler yang umum
digunakan : carbon, glass, aramid, kevlar

1. 1. Klasifikasi Komposit
Berdasarkan Matriks yang digunakan

 MMC : Metal Matriks Composite (menggunakan matriks logam)
Bahan ini berkembang pada industry otomotif, bahan ini menggunakan suatu logam
seperti alumunium sebagai matrik dan penguatnya dengan serat seperti silicon
kabrida.

 CMC : Ceramic Matriks Composite (menggunakan matriks ceramic)
Bahan ini digunakan pada lingkungan bertemperatur tinggi, bahan ini menggunakan
keramik sebagai matrik dan diperkuat dengan serat pendek, atau serabut-serabut
(whiskers) dimana terbuat dari silicon karbida atau boron nitride.

 PMC : Polymer Matriks Composite (menggunakan matriks polymer)
Bahan ini merupakan bahan komposit yang sering digunakan disebut Polimer
Berpenguatan Serat (FRP – Fibre Reinforced Polymers or Plastics) – bahan ini
menggunakan suatu polimer berdasar resin sebagai matriknya dan suatu jenis serat
seperti kaca, karbon dan aramid (Kevlar) sebagai penguatannya.

Berdasarkan strukturnya :

 Particulate Composite Materials (komposit partikel) merupakan jenis Komposit
yang menggunakan partikel/butiran sebagai filler (pengisi). Partikel berupa logam
atau non logam dapat digunakan sebagai filler.
 Fibrous Composite Materials (komposit serat) terdiri dari dua komponen
penyusun yaitu matriks dan serat.

 Structural Composite Materials (komposit berlapis) terdiri dari sekurang-
kurangnya dua material berbeda yang direkatkan bersama-sama. Proses pelapisan
dilakukan dengan mengkombinasikan aspek terbaik dari masing-masing lapisan
untuk memperoleh bahan yang berguna.

1. 2. Kelebihan material komposit diantaranya adalah :

2. 3. Aplikasi komposit diberbagai bidang :

 Komposit memiliki densitas yang rendah

 Tahan Karat dan korosi

 Tahan terhadap cuaca

 Lebih kuat dan lebih ringan

 Perbandingan kekuatan dan berat yang menguntungkan

 Lebih kuaat (stiff), ulet (tough) dan tidak getas

 Mudah diproses (dibentuk)

 Masa jenis rendah (Ringan)
a) Komponen pesawat terbang

Demikian pula halnya dengan pesawat terbang. Bahan komposit banyak
menggantikan peran logam. Di sini diperlihatkan sayap pesawat Boeing A-320 yang
seluruhnya terbuat dari material tekstil komposit. Bahannya sendiri tidak jauh-jauh
berupa kain dari serat karbon yang diberi resin penguat. Juga sangat menarik adalah
satu pesawat mini yang seluruh body-nya terbuat dari material tekstil komposit.
Komposit digunakan untuk mereduksi berat dari pesawat untuk meningkatkan
kecepatan dan daya tahan. Pertama kali digunakan tahun 1969 pada pesawat tempur
jenis F-14 pada bagian horizontal stabilizer. Pada pesawat komersil, komposit mulai
digunakan tahun 1980an pada pesawat airbus A310. Penggunaan bahan komposit
pada bagian vertical stabilizer pada pesawat ini, lebih ringan hingga 400kg
dibandingkan dengan bahan aluminum. Pada boing 777, 10% dari berat strukturnya
berasal dari fiber-reinforced epoxy dan 50% dari aluminum alloy. Fiber-reinforced
polymer juga digunakan pada baling-baling dari helikopter, yang jauh lebih ringan
dari aluminum dan juga lebih mampu menahan getaran dari baling-baling.

b) Komponen pesawat luar angkasa

Komposit untuk bagian pembangkit listrik tenaga surya pada pesawat luar angkasa
terbuat dari panel lapis serat karbon-epoksi yang sangat ringan (ultra-low weight)
dengan sifat kekakuan yang tinggi yang dibutuhkan untuk menahan tekanan akibat
getaran selama peluncuran ke luar angkasa. Pada umumnya, fiber-reinforced polymer
digunakan untuk komponen-komponen kecil, seperti solar array, antena, optical
platform. Carbon fiber-reinforced epoxy tube digunakan untuk membangun rangka
struktur dari low earth orbit satelite. Struktur ini mendukung untuk optical bench,
solar array panel, antenna reflector dan modul-modul lainnya.
c) Helmet

Helm yang berbahan serat komposit ini telah mendapat aproval untuk digunakan pada
lintasan balap. Visor helm yang terbuat dari serat komposit ini anti gores, anti retak,
tahan benturan dan anti kabut. Bagian dagunya dapat diangkat untuk mengubah
tampilan helm ini menjadi Half-Face.

d) Komponen mesin

Di bidang otomatisasi dan permesinan kita juga bisa melihat banyak bagian-bagian
mesin atau lengan pada robot yang biasanya menggunakan material logam namun
kini digantikan dengan material teksil komposit. Bisa dibayangkan dari mulai bagian
yang besar di mesin seperti batang dan poros yang membutuhkan kekuatan tinggi
sampai yang kecil seperti baut, mur, dan sebagainya kini terbuat dari tekstil komposit.

e) Komponen kereta

Produk berbasis komposit yang digunakan untuk komponen kereta api yaitu pada
prototipe panel gerbong kereta api yang tahan api, dibuat dari pengembangan
komposit geopolimer serat gelas polyester limbah fly ash. Dari bahan yang sama juga
bisa dibuat komponen dashboard kereta diesel, panel interior, dan pintu kereta api.
euntungan penggunaan komposit antara lain kekuatan dan kekakuannya tinggi, tahan
korosi, lebih awet, dan mudah dibentuk.

f) Komponen kapal layar

Glass fiber-reinforced polyester pada umumnya digunakan untuk bermacam tipe dari
kapal. Carbon fiber-reinforced epoxy biasanya hanya digunakan untuk keperluan
racing boat/balap.

g) Komponen kapal selam

komposit akan menggantikan penggunaan paduan nikel, alumunium, perunggu yang
selama ini digunakan sebagai bahan pada komponen – komponen vital kapal selam,
misalanya pada katup selubung kapal selam. Paduan nikel, alumunium, perunggu
digunakan pertama kali pada aplikasi kapal selam pada sekitar tahun 1960-an, setelah
material paduan ini menunjukkan kekuatan, ketangguhan, dan ketahan terhadap
impak (pembebanan secara tiba – tiba/benturan) yang lebih baik dibandingkan pada
material logam yang sebelumnya digunakan sebagai standar bahan persenjataan.
Kelebihan paling utama dari paduaan nikel – alumunium – perunggu ini adalah
ketahan korosi yang lebih baik. Aplikasi material logam yang mengalami kontak
secara langsung dengan air laut, Anda akan membutuhkan banyak tenaga dan biaya
untuk melakukan pengecekan terhadap korosi/karat. Terdapat kamapuan yang lebih
baik dalam hal penghematan biaya perawatan dari material komposit karena material
ini memiliki hubungan yang lebih baik dengan lingkungan air laut.

h) Infratruktur industry migas

Sejak 1980an, komposit mulai dikenal di industri minyak dan gas setelah sebuah
panel anti-api untuk heli-deck dibangun memakai komposit serat gelas (glass-fiber
reinforced-plastics). Berikut beberapa aplikasi material komposit di industri minyak
dan gas:

– Pipeline : Komposit untuk pipeline biasanya terbuat dari komposit serat gelas atau
komposit hibrid untuk mengalirkan aqueous fluid dan gas alam

– Rigid riser : Komposit serat gelas, serat karbon atau komposit hibrid digunakan
untuk menggantikan baja dalam membangun riser.

– Tension leg platforms : TLP, yang dipancangkan ke dasar laut, adalah bagian yang
sensitif dari platform terhadap kedalaman laut. Tendon baja kurang diminati karena
terlalu berat dan resonansi yang berkenaan dengan elastisitas tendon masih terjadi.
Hal itu bisa diatasi menggunakan tendon serat karbon yang ringan namun kuat.

i) Komponen Sepeda

j) Komponen mobil

Pada bidang otomotif, misalnya, dipamerkan setidaknya dua mobil balap F-1 dan
motor balap sungguhan dari dua anjungan yang berbeda. Sungguh menarik. Ternyata
nyaris semua bagian body-nya terbuat dari material tekstil komposit. Bahan kain
tekstil yang digunakan terbuat dari kombinasi benang dari serat karbon lalu diberikan
resin penguat. Ada body yang permukaannya agak tipis, nampaknya ia dibuat cukup
dengan teknik pertenunan biasa atau perajutan multiaxial dan ada pula yang agak
tebal. Kalau kita perhatikan nampaknya ia tergolong dalam spacer fabric yang bisa
dibuat dengan teknik perajutan double needle atau pertenunan dan sandwich
composites. Begitu juga kalau kita melihat berbagai mobil dan truk dari berbagai
pabrikan akan terlihat bagaimana tekstil komposit kini benar-benar banyak
menggantikan peran material logam. Kelebihan material tekstil komposit terutama
kekuatannya yang lebih tinggi, ringan dan tidak berkarat.
k) Alat Olahraga: Stick Golf, Raket tenis, alat fitness, Sepatu olahraga

F

l) Industri Pertahanan: Peluru

m) Konstruksi: Jembatan, Terowongan, Rumah

Penguat dengan serat fiber sangat berpotensi untuk menggantikan beton dan baja
pada jembatan, bangunan dan berbagai infrastruktur lainnya.Hal ini dikarenakan
material komposit ini lebih tahan terhadap korosi ,mempunyai daya tahan lebih lama
dan rendah biaya perawatan.Begitupun pada bidang bangunan dan konstruksi kita
melihat bagaimana sebuah kanal yang biasanya terbuat dari material logam kini
digantikan dengan material tekstil komposit. Dinding yang biasanya terdiri dari
sekumpulan pasir, batu dan semen atau jendela yang terbuat dari plastik kini
digantikan dengan material tekstil komposit. Kelebihan tambahan dari material
komposit ini yaitu sifat insulasi panasnya (heat insulating) yang lebih baik daripada
bahan plastik, dan memiliki kontur yang juga menarik. Bisa dibayangkan kain dengan
berbagai anyaman misalnya polos, keper, satin, dan sebagainya dilapisi resin penguat
dengan berbagai variasi sentuhan warna yang bisa memberikan tekstur yang tidak
bisa didapatkan dari bahan lainnya. Aplikasi tekstil pada bangunan yang kemudian
dikenal dengan istilah tekstil beton ikut menambah khazanah wilayah aplikasi tekstil
komposit.
1.1 Sifat Material

Banyak material yang terdapat di sekitar kita, dan telah menjadi bagian dari pola
berpikir manusia bahkan telah menyatu dengan keberadaan kita. Apakah hakikat
bahan atau material itu? Bahan dengan sendirinya merupakan bagian dari alam
semesta, secara terperinci bahan adalah benda yang dengan sifat-sifatnya yang khas
dimanfaatkan dalam bangunan, mesin, peralatan atau produk. Seperti : logam,
keramik, semikonduktor, polimer, gelas, dielektrik serat, kayu, pasir, batu berbagai
komposit dan lain-lain. Pada dasarnya bahan atau material mempunyai beberapa sifat
yang diklasifikasikan menjadi sifat mekanik, sifat fisik dan sifat kimia. Dan sifat
teknologi.

Dibawah ini akan dijelaskan secara terperinci tentang sifat-sifat material tersebut.

1. Sifat Mekanik

Sifat mekanik material, merupakan salah satu faktor terpenting yang mendasari
pemilihan bahan dalam suatu perancangan. Sifat mekanik dapat diartikan sebagai
respon atau perilaku material terhadap pembebanan yang diberikan, dapat berupa
gaya, torsi atau gabungan keduanya. Dalam prakteknya pembebanan pada material
terbagi dua yaitu beban statik dan beban dinamik. Perbedaan antara keduanya hanya
pada fungsi waktu dimana beban statik tidak dipengaruhi oleh fungsi waktu
sedangkan beban dinamik dipengaruhi oleh fungsi waktu.

Untuk mendapatkan sifat mekanik material, biasanya dilakukan pengujian mekanik.
Pengujian mekanik pada dasarnya bersifat merusak (destructive test), dari pengujian
tersebut akan dihasilkan kurva atau data yang mencirikan keadaan dari material
tersebut.
Setiap material yang diuji dibuat dalam bentuk sampel kecil atau spesimen. Spesimen
pengujian dapat mewakili seluruh material apabila berasal dari jenis, komposisi dan
perlakuan yang sama. Pengujian yang tepat hanya didapatkan pada material uji yang
memenuhi aspek ketepatan pengukuran, kemampuan mesin, kualitas atau jumlah
cacat pada material dan ketelitian dalam membuat spesimen.

Sifat mekanik tersebut meliputi antara lain: kekuatan tarik, ketangguhan, kelenturan,
keuletan, kekerasan, ketahanan aus, kekuatan impak, kekuatan mulur, kekeuatan leleh
dan sebagainya.

Sifar-sifat mekanik material yang perlu diperhatikan:

 Tegangan yaitu gaya diserap oleh material selama berdeformasi persatuan luas.

 Regangan yaitu besar deformasi persatuan luas.

 Modulus elastisitas yang menunjukkan ukuran kekuatan material.

 Kekuatan yaitu besarnya tegangan untuk mendeformasi material atau kemampuan
material untuk menahan deformasi.

 Kekuatan luluh yaitu besarnya tegangan yang dibutuhkan untuk mendeformasi
plastis.

 Kekuatan tarik adalah kekuatan maksimum yang berdasarkan pada ukuran mula.

 Keuletan yaitu besar deformasi plastis sampai terjadi patah.
 Ketangguhan yaitu besar energi yang diperlukan sampai terjadi perpatahan.

 Kekerasan yaitu kemampuan material menahan deformasi plastis lokal akibat
penetrasi pada permukaan.

2. Sifat Fisik

Sifat penting yang kedua dalam pemilihan material adalah sifat fisik. Sifat fisik
adalah kelakuan atau sifat-sifat material yang bukan disebabkan oleh pembebanan
seperti pengaruh pemanasan, pendinginan dan pengaruh arus listrik yang lebih
mengarah pada struktur material. Sifat fisik material antara lain : temperatur cair,
konduktivitas panas dan panas spesifik.

Struktur material sangat erat hubungannya dengan sifat mekanik. Sifat mekanik dapat
diatur dengan serangkaian proses perlakukan fisik. Dengan adanya perlakuan fisik
akan membawa penyempurnaan dan pengembangan material bahkan penemuan
material baru.

3. Sifat Kimia
Dengan sifat kimia diartikan sebagai sifat bahan yang mencakup antara lain kelarutan
bahan tersebut terhadap larutan kimia, basa dan pengoksidasiannya terhadap bahan
tersebut. Salah satu contoh dari sifat kimia yang terpenting adalah : KOROSI.

4. Sifat Teknologi

Selanjutnya sifat yang sangat berperan dalam pemilihan material adalah sifat
teknologi yaitu kemampuan material untuk dibentuk atau diproses. Produk dengan
kekuatan tinggi dapat dibuat dibuat dengan proses pembentukan, misalnya dengan
pengerolan atau penempaan. Produk dengan bentuk yang rumit dapat dibuat dengan
proses pengecoran. Sifat-sifat teknologi diantaranya sifat mampu las, sifat mampu
cor, sifat mampu mesin dan sifat mampu bentuk. Sifat material terdiri dari sifat
mekanik yang merupakan sifat material terhadap pengaruh yang berasal dari luar
serta sifat-sifat fisik yang ditentukan oleh komposisi yang dikandung oleh material itu
sendiri.

Kekerasan
Kekerasan adalah ukuran ketahanan suatu material terhadap deformasi plastis lokal.
Nilai kekerasan tersebut dihitung hanya pada tempat dilakukannya pengujian tersebut
(lokal), sedangkan pada tempat lain bisa jadi kekerasan suatu material berbeda
dengan tempat yang lainnya. Tetapi nilai kekerasan suatu material adalah homogen
dan belum diperlakupanaskan secara teoritik akan sama untuk tiap-tiap titik.

Metoda Pengujian Kekerasan
Pengujian kekerasan sering sekali dilakukan karena mengetahui kekerasan suatu
material maka (secara umum) juga dapat diketahui beberapa sifat mekanik lainnya,
seperti kekuatan. Pada pengujian kekerasan dengan metoda penekanan, penekan kecil
(identor) ditekankan pada permukaan bahan yang akan diuji dengan penekanan
tertentu. Kedalaman atau hasil penekanan merupakan fungsi dari nilai kekerasan,
makin lunak suatu bahan makin luas dan makin dalam akibat penekanan tersebut, dan
makin rendah nilai kekerasannya.

Uji Tarik
Uji tarik banyak dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar
kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi bahan. Pada uji
tarik benda uji diberi beban gaya tarik sesumbu yang bertambah secara kontinu,
bersamaan dengan itu dilakukan pengamatan mengenai perpanjang yang dialami
benda uji dengan extensometer, seperti terlihat pada Gambar 2.3.

Gambar 2.3 Skema pengujian tarik dengan UTM

Tegangan yang didapatkan dari kurva tegangan teoritik adalah tegangan yang
membujur rata-rata dari pengujian tarik. Tegangan tersebut diperoleh dengan cara
membagi beban dengan luas awal penampang lintang benda uji itu.

s = P / Ao
Regangan yang didapatkan adalah regangan linear rata-rata, yang diperoleh
dengan cara membagi perpanjangan (gage length) benda uji (d atau DL), dengan
panjang awal.
e = d/ Lo = DL/ Lo = ( L – Lo ) / Lo
Karena tegangan dan regangan dipeoleh dengan cara membagi beban dan
perpanjangan dengan faktor yang konstan, kurva beban – perpanjangan akan
mempunyai bentuk yang sama seperti pada gambar 2.4. Kedua kurva sering
dipergunakan.

Gambar 2.4 Kurva Tegangan Regangan teknik (s – e)
Bentuk dan besaran pada kurva tegangan-regangan suatu logam tergantung pada
komposisi, perlakukan panas, deformasi plastis yang pernah dialami, laju regangan,
temperatur, dan keadaan tegangan yang menentukan selama pengujian. Parameter-
parameter yang digunakan untuk menggambarkan kurva tegangan-regangan logam
adalah kekuatan tarik, kekuatan luluh atau titik luluh, persen perpanjangan, dan
pengurangan luas. Parameter pertama adalah parameter kekuatan, sedangkan yang
kedua menyatakan keuletan bahan.

Kekuatan Tarik
Kekuatan tarik atau kekuatan tarik maksimum (ultimate tensile strenght), adalah nilai
yang paling sering dituliskan sebagai hasil suatu uji tarik, tetapi pada kenyataannya
nilai tersebut kurang bersifat mendasar dalam kaitannya dengan kekuatan material.
Untuk logam ulet, kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan beban lmaksimum,
diman logam dapat menahan beban sesumbu untuk keadaan yang sangat terbatas.
Pada tegangan yang lebih komplek, kaitan nilai tersebut dengan kekuatan logam,
kecil sekali kegunaannya. Kecenderungan yang banyak ditemui adalah, mendasarkan
rancangan statis logam ulet pada kekuatan luluhnya. Tetapi karena jauh lebih praktis
menggunakan kekuatan tarik untuk menentukan kekuatan bahan, maka metode ini
lebih banyak dipakai.
Kekuatan tarik adalah besarnya beban maksimum dibagi dengan luas
penampang lintang awal benda uji.

su = P maks / Ao …………… 2.3
Korelasi emperis yang diperluas antar kekuatan tarik dengan sifat mekanik lainnya
seperti kekerasan dan kekuatan lelah, sering dipergunakan. Hubungan tersebut hanya
terbatas pada hasil penelitian beberapa jenis material.

2.3.2 Kekuatan Luluh
Kekuatan luluh menyatakan besarnya tegangan yang dibutuhkan tegangan yang
dibutuhkan untuk berdeformasi plastis material. Pengukuran besarnya tegangan pada
saat mulai terjadi deformasi plastis atau batas luluh, tergantung pada kepekaan
pengukuran regangan. Sebagian besar material mengalami perubahan sifat dari elastis
menjadi plastis, yang berlangsung sedikit demi sedikit dan titik saat deformasi plastis
mulai terjadi, sukar ditentukan secara teliti. Sehingga kekuatan luluh sering
dinyatakan sebagai kekuatan luluh offset, yaitu besarnya tegangan yang dibutuhkan
untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis yang ditetapkan (regangan
offset). Kekuatan luluh offset ditentukan tegangan pada perpotongan antara kurva
tegangan-regangan dengan garis sejajar dengan kemiringan kurva pada regangan
tertentu. Di Amerika Serikat regangan offset ditentukan sebesar 0,2 atau 0,1 %
( e = 0,002 atau 0,001 mm/mm)

sy = P(offset) / Ao

Gambar 2.5 Kurva tegangan regangan yang mengindikasikan kriteria luluh

Beberapa bahan pada dasarnya tidakmempunyai bagian linear pada kurva tegangan-
regangan, misalnya tembaga lunak atau besi cor kelabu. Untuk bahan-bahan tersebut,
metode offset tidak dapat digunakan dan untuk pemakaian praktis, kekuatan luluh
didiefinisikan sebagai tegangan yang diperlukan untuk menghasilkan regangan total
tertentu, misalnya e = 0,5 %.

2.3.3 Keuletan (e)
Keuletan adalah suatu besaran kualitatif dan sifat subyektif suatu bahan, yang
secara umum pengukurannya dilakukan untuk memenuhi tiga kepentingan, yaitu:

q Menyatakan besarnya deformasi yang mampu dialami suatu material, tanpa terjadi
patah. Hal ini penting untuk proses pembentukan logam, seperti pengerolan dan
ekstruksi.

q Menunjukkan kemampuan logam untuk mengalir secara plastis sebelum
patah.Keuletan logam yang tinggi menunjukkan kemungkinan yang besar untuk
berdeformasi secara lokal tanpa terjadi perpatahan.

q Sebagai petunjuk adanya perubahan kondisi pengolahan.

Ukuran keuletan dapat digunakan untuk memperkirakan kualitas suatu bahan,
walaupun tidak ada hubungan langsung antara keuletan dengan perilaku dalam
pemakaian bahan.

Cara untuk menentukan keuletan yang diperoleh dari uji tarik adalah regangan teknis
pada saat patah (ef), yang biasa disebut perpanjangan dan pengukuran luas
penampang pada patahan (q). Kedua sifat ini didapat setelah terjadi patah, dengan
cara menaruh benda uji kembali, kemudian diukur panjang akhir benda uji (Lf) dan
diameter pada patahan (Df), untuk menghitung luas penampang patahan (Af).
ef = ( Lf – Lo ) / Lo
q = ( Ao – Af ) / Ao
Baik perpanjangan maupun pengurangan luas penampang, biasanya dinyatakan dalam
persentase. Karena cukup besar bagian deformasi plastis yang akan terkonsentrasi
pada daerah penyempitan setempat, maka harga ef akan bergantung pada panjang
ukur awal (Lo). Makin kecil panjang ukur, makin besar pengaruhnya pada
perpanjangan keseluruhan. Oleh karena itu bila diberikan harga persentase
perpanjangan, maka panjang ukur Lo akan selalu disertakan.
2.3.4 Modulus Elastisitas ( E )
Gradien bagian linear awal kurva tegangan-regangan adalah modulus elastisitas atau
modulus Young. Modulus elastisitas adalah ukuran kekakuan suatu bahan. Makin
besar modulus elastisitas makin kecil regangan elastis yang dihasilkan akibat
pemberian tegangan.

Modulus elastisitas dirumuskan seperti persamaan dibawah ini :

E= s/e
Modulus elastisitas biasanya diukur pada temperatur tinggi dengan metode dinamik.

2.3.5 Kelentingan (Resilience)
Kelentingan adalah kemampuan suatu bahan untuk menyerap energi pada waktu
berdeformasi secara elastis dan kembali kebentuk awal apabila bebannya dihilangkan.
Kelentingan biasa dinyatakan sebagai modulus kelentingan, yaitu energi regangan
tiap satuan volume yang dibutuhkan untuk menekan bahan dari tegangan nol hingga
tegangan luluh. Modulus kelentingan (Resilience Mudulus) dapat dicari dengan
menggunakan persamaan 2.8.
UR = so2 / 2E
2.3.6 Ketangguhan (Toughness)
Ketangguhan adalah jumlah energi yang diserap material sampai terjadi patah, yang
dinyatakan dalam Joule. Energi yang diserap digunakan untuk berdeformasi,
mengikuti arah pembebanan yang dialami. Pada umumnya ketangguahan
menggunakan konsep yang sukar dibuktikan atau didefinisikan..Terdapat beberapa
pendekatan matematik untuk menentukan luas daerah dibawah kurva tegangan-
regangan.