You are on page 1of 9

PETOGRAFI BATUBARA

Disusun oleh :

Nurhalizah Auliyah (122015040)

Kelas : IV A

Dosen Pembimbing : Netty Herawati, S.T, M.T

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
2016

Pada tahun 1932 diperkenalkan teknik baru mengenai pengukuran reflektan yang digunakan sebagai petunjuk peringkat batubara. Seperti pada petrografi mineral. Tokoh yang pertama kali memperkenalkan metoda ini adalah Hoofmann dan Jenker dari Jerman. Salah satu keputusan penting konferensi tersebut adalah terbentuknya susatu sistem penamaan sistem Stope-Heerlen. petrografi batubara memberikan komponen-komponen penyusun batubara secara kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui asal mula dan genesa pembentukkan batubara. petrologi batubara mulai digunakan untuk . yang tergabung dalam ahli-ahli mineral dan tanaman. Keduanya adalah ahli paleobotani. Stope (1919) dan Thiessen (1920) (dikutip dari Nining. Awal tahun 1930. N. Potonie (1920) dan yang banyak memberikan pemikiran penting dalam ilmu ini. Untuk memadukan pemikiran-pemikiran yang berbeda latar belakang keahlian maka diadakan konferensi di Heerlen – Netherland pada tahun 1935. Selain mereka juga ada dua ahli dari Jerman yaitu H.. pada tahun 1950 dibentuk komite yang bertujuan menstandarkan metoda dan terminalogi petrologi batubara (coal petrology) yaitu International Commite for Coal Petrology (ICCP). dibandingkan dengan batubara yang kaya inertinit. Kemudian di tahun 1965. Salah satu hasil penelitian menyatakan bahwa dalam batuabara yang kaya vitrinit dan eksinit mempunyai perbedaan karakteristik dalam proses pencairan. Di tahun 1930-an.Petrografi Batubara Petrografi batubara adalah ilmu yang mempelajari komponen-komponen organik (maceral) dan anorganik (mineral matter) secara mikroskopik. menyelidiki komponen-komponen batubara dengan metoda petrografi. Salah satu hasil penelitian mereka yang sangat penting adalah informasi mengenai tanaman asal pembentuk batubara. Pemikiran Thiessen menganai klasifikasi batubara berdasarkan sistem U. Stope dan Thiessen mengembangkan ide-ide dalam hal terminalogi dan klasifikasi batubara dengan menggunakan mikroskop cahaya tembus.S.S. para peneliti memulai penelitian mengenai hubungan antara komposisi petrografi dengan karakteristik batubara dalam suatu proses pengolahan. tetapi kemudian Stope lebih lanjut memperdalam pengamatannya menggunakan cahaya pantul. gasifikasi dan ekstrasi. Stopes dan beberapa peneliti dari Perancis dan Jerman. Selanjutnya. Thiessen. Lahirnya ilmu petrografi batubara sering dihubungkan dengan dua nama tokoh penting yaitu M. 2001). Bureau of Mines.

Kelompok Vitrinit Vitrinit berasal dari tumbuh-tumbuhan yang mengandung serat kayu (woody tissue) seperti batang. analog dengan mineral dalam batuan. yaitu teknik penggunaan mikroskop otomatis dan pemakaian sinar fluorence untuk mengidentifikasi meseral tertentu. Pada periode tahun 1960 hingga 1969 ditemukan komponen- komponen yang reaktif dan inert dalam batubara.  Sub Kelompok Telovitrinite a. yaitu : 1. hubungan langsung dengan teknologi pemanfaatan batuabara. Sejak penemuan tersebut. KEROGEN TYPE : III MACERAL EXAMPLE : Textinite (Tx). . struktur dalam. relief. akar. Maceral Textinite MACERAL :Textinite (Tx) Woody jaringan batang. intensitas refleksi dan tingkat pembatubaraannya (dalam “Coal Petrology” oleh Stach dkk. maseral dikelompokan menjadi 3 (tiga) kelompok (group) yang didasarkan pada bentuk morfologi. penemuan ini diperoleh dari pengamatan terhadap sifat-sifat batubara selama proses karbonisasi. imersi minyak. Stopes (1935) (dalam buku Stach dkk. Konsep Maseral Secara mikroskopis bahan-bahan organik pembentuk batubara disebut maseral (maceral). kelompok ini berwarna coklat kemerahan hingga gelap. Dalam petrografi batubara. 1982). 1982) untuk menunjukkan material terkecil penyusun batubara yang hanya dapat diamati dibawah mikroskop sinar pantul. dahan dan serat daun. tergantung dari tingkat ubahan maseralnya . umumnya merupakan bahan pembentuk utama batubara (>50%). memantulkan cahaya. melalui pengamatan mikroskop refleksi. Istilah ini pada awalnya diperkenalkan oleh M.memprediksi kualitas kokas. terutama kelompok maseral liptinit/eksinit. jumlah peneliti yang turut berpartisipasi dalam petrologi batubara semakin meningkat. daun dan akar. ukuran. diantaranya mempelajari sifat-sifat kimia dan fisika maseral. cabang. Struktur sel utama masih dapat dibedakan. Dua teknik terbaru yang dipakai dalam petrografi batubara ditemukan pada tahun 1970- an. sehingga cakupan penelitian juga semakin melebar. komposisi kimia warna pantul.

KEROGEN TYPE : III MACERAL EXAMPLE : Telocolinite (TC). Dinding sel terlihat. c.b. Dinding sel tertutup.Woody jaringan batang. KEROGEN TYPE : III MACERAL EXAMPLE : Attrinite (A). Maceral Eu-ulminite MACERAL : Eu-ulminite (Eu) Woody jaringan batang. imersi minyak. memantulkan cahaya. memantulkan cahaya. memantulkan cahaya. KEROGEN TYPE : III MACERAL EXAMPLE : Texto-ulminite (TU). d. Maceral Attrinite MACERAL :Attrinite (A) . Homogen dan banded. imersi minyak. imersi minyak. daun dan akar. KEROGEN TYPE : III MACERAL EXAMPLE : Densinite (D). f. Maceral Texto-ulminite MACERAL : Texto-ulminite (TU). Maceral Telocolinite MACERAL : Telocolinite (TC) Woody jaringan batang. imersi minyak. imersi minyak. memantulkan cahaya. cabang. cabang-cabang. memantulkan cahaya.Terdiri dari campuran partikel huminitic halus (<10 µm) dari bentuk yang berbeda dan spons untuk berpori. KEROGEN TYPE : III MACERAL EXAMPLE : Eu-ulminite (Eu).  Sub Kelompok Detrovitrinite e. Dinding sel primer. . cabang-cabang. Maceral Densinite MACERAL :Densinite (D) Degradasi produk padat dari macerals huminite lainnya. zat amorf ungelified huminitic.

g. imersi minyak. KEROGEN TYPE : III MACERAL EXAMPLE : Eugelinite (Eg). imersi minyak. memantulkan cahaya. memantulkan cahaya. j. memantulkan cahaya. Maceral Porigelinite MACERAL : Porigelinite (Pg) Larutan humat koloid yang telah bermigrasi ke rongga dan diendapkan sebagai butiran gel humat. Sedikit lebih gelap dan sedikit lebih rendah reflektifitasnya dibandingkan dengan telocollinite. Maceral Desmocolinite MACERAL : Desmocolinite (DC) Diendapkan gel humat. imersi minyak. KEROGEN TYPE : III MACERAL EXAMPLE : Desmocollinite (DC).  Sub Kelompok Gelovitrinite h. i. Maceral Corpogelinite MACERAL : Corpogelinite (Cg) Tubuh ovoid gel humat diendapkan. . Groundmass vitrinit. Maceral Eugelinite MACERAL : Eugelinite (Eg) Larutan humat koloid yang telah bermigrasi ke rongga dan diendapkan sebagai gel humat yang tidak berstruktur. imersi minyak. KEROGEN TYPE : III MACERAL EXAMPLE : Porigelinite (Pg). memantulkan cahaya. KEROGEN TYPE : III MACERAL EXAMPLE : Corpogelinite (Cg).

mempunyai refleksivitas rendah dan flourensis tinggi (Gambar 2. . memantulkan cahaya.Ganggang laut dan air tawar. imersi minyak. memantulkan cahaya. Maceral Alginite MACERAL : Alginite (Ag) . b. Maceral Cutinite MACERAL :Cutinite (Cu) .Resin.Fragmen detrital liptinite lainnya KEROGEN TYPE : II MACERAL EXAMPLE : Liptodetrinite (Ld). imersi minyak. Dibawah mikroskop menunjukkan pantulan berwarna abu-abu hingga gelap. imersi minyak. imersi minyak. Lilin kutikula dari daun tanaman KEROGEN TYPE : II MACERAL EXAMPLE : Cutinite (Cu). lemak dan minyak dari kulit tanaman. batang dan daun KEROGEN TYPE : II MACERAL EXAMPLE : Resinite (R). KEROGEN TYPE : II MACERAL EXAMPLE : Sporinite (S). getah tumbuhan (resine) dan serbuk sari (pollen). Berdasarkan morfologi dan sumber asalnya dibedakan menjadi beberapa sub-maseral : a. spora. Sub-macerals termasuk Telalginite (ganggang individu dan kolonial) dan Lamalginite (tipis. kulit luar (cuticula).10). Maceral Sporinite MACERAL : Sporinite (S) . imersi minyak.Tanaman spora dan serbuk sari. memantulkan cahaya. kotak spora. memantulkan cahaya. memantulkan cahaya. ganggang laminar) KEROGEN TYPE : I MACERAL EXAMPLE : Alginite (Ag). Maceral Liptodetrinite MACERAL : Liptodetrinite (Ld) . e. c. Maceral Resinite MACERAL : Resinite (R) . Kelompok Liptinit / Exinit Liptinit berasal dari organ-organ tumbuhan (algae.2. d.

Kelompok Inertinit Inertinite berasal dari tumbuhan yang sudah terbakar (charcoal) dan sebagian lagi diperkirakan berasal dari maseral lain yang telah mengalami proses oksidasi atau proses dekarbok silasi yang disebabkan oleh jamur atau bakteri (proses biokimia). memantulkan cahaya.Liptinite sekunder.Kulit tanaman menunjukkan dinding sel (tampilan mirip dengan gabus) KEROGEN TYPE : II MACERAL EXAMPLE : Suberinite (Sb).11). memantulkan cahaya. Maceral Bituminite MACERAL : Bituminite (B) . Maceral Flourinite MACERAL : Flourinite (Fl) . imersi minyak. 3. i. antara lain : . kemungkinan berasal dari ganggang atau kerusakan bakteri (belum pasti). karakteristik lainnya adalah reflektansi dan reliefnya tinggi dibanding maseral yang lain (Gambar 2. tingkat dan intensitas pembakaran. imersi minyak. Maceral Suberinite MACERAL : Suberinite (Sb) . Maceral Exsudatinite MACERAL : Exsudanite (Ex) . KEROGEN TYPE : II MACERAL EXAMPLE : Bituminite (B). putih sampai kekuningan bila diamati dengan mikroskop sinar pantul. kemungkinan berasal dari resinite KEROGEN TYPE : II MACERAL EXAMPLE : Flourinite (Fl). memantulkan cahaya. g.Liptinite sekunder. kelompok ini dibagi menjadi beberapa sub- maseral.Liptinite sekunder dibuat dari "sweating" dari liptinites lainnya KEROGEN TYPE : II MACERAL EXAMPLE : Exsudanite (Ex). Berdasarkan struktur dalam.f. imersi minyak. h. imersi minyak. Kelompok ini berwarna kuning muda. memantulkan cahaya.

Maceral Fusinite MACERAL : Fusinite (F) . c. memantulkan cahaya.Sebagian jaringan kayu diaromatisasi selama awal coalification.  Sub kelompok Telo-inertinite a. . dll) KEROGEN TYPE : IV MACERAL EXAMPLE : Fusinite (F). Maceral Inertodetrinite MACERAL : Inertodetrinite (I) Fragmen detrital inertinite lainnya KEROGEN TYPE : IV MACERAL EXAMPLE : Inertodetrinite (I). memantulkan cahaya. imersi minyak. KEROGEN TYPE : IV MACERAL EXAMPLE : Sclerotinite (Sc). e.  Sub kelompok Detro-inertinite d. imersi minyak.Sebuah variasi inertinite granular buram dengan kekerasan medium tidak menunjukkan struktur sel tumbuhan KEROGEN TYPE : IV MACERAL EXAMPLE : Micrinite (Mi). KEROGEN TYPE : IV MACERAL EXAMPLE : Semi-Fusinite (SF). Kemungkinan produk oksidasi macerals liptinite.Woody jaringan diaromatisasi selama awal coalification (charring. memantulkan cahaya. imersi minyak. imersi minyak. Maceral Sclerotinite MACERAL : Sclerotinite (Sc) . Maceral Micrinite MACERAL : Micrinite (Mi) .Miselia jamur (spora). memantulkan cahaya. memantulkan cahaya. b. oksidasi. Maceral Semi-Fusinite MACERAL : Semi-Fusinite (SF) . imersi minyak.

Patrick.ucl. Hatcher.G. K. Maceral Macrinite MACERAL : Macrinite (Ma) Kemungkinan produk oksidasi gel.edu/Coal/ aramadz_earth_sakka di 02.com/?lite_url=http://wijayaatmojo.Prasanta.2004.com/2013/04/maseral.indiana.id/2012/01/maseral-batubara-coal-macerals. Daftar Pustaka Mukhopadhyay. Classification of Huminite. Anton.html?m=1 http://googleweblight. Papanicolaou.ac.co. KEROGEN TYPE : IV MACERAL EXAMPLE : Macrinite (Ma).id&ts=1491101424&sig =AJsQQ1ChyfwlzxQ3MoN38RHLui1AkZpZWQ . uses.blogspot. Composition of Coal.google.htm http://igs.Petrography of The Helvetian Lignite From The Chukurovo Basin.Bulgaria http://www. W.  Sub kelompok Gelo-inertinite f.blogspot. C.2003.html?m %3D1&ei=QwLxCNb8&lc=idID&s=1&m=952&host=www.Porto :Departemento de Geologia Sotirov. imersi minyak.Coals of Greece: a review of properties. memantulkan cahaya. Pickel.co. and future perspectives. K. Christanis.59 http://imansyahprescription.2004.uk/~ucfbrxs/Vitrinite/Vitrinite.