You are on page 1of 8

CONTOH PERHITUNGAN STABILITAS

DAM / BENDUNG
CONTOH PERHITUNGAN STABILITAS DAM / BENDUNG

DAM SUKASENANG-JAWABARAT ( SEBAGAI EXAMPLE )

1. DESKRIPSI TEKNIK / DASAR TEORI PONDASI

Dalam perencanaan pondasi untuk suatu konstruksi dapat digunakan beberapa type
pondasi. Pemilihan Type pondasi berdasarkan :

 Fungsi bangunan atas ( upper structure ) yang akan dipikul oleh pondasi tersebut
 Besarnya beban dan beratnya bangunan atas
 Keadaan tanah dimana bangunan tersebut akan dibangun

Pondasi tiang pancang dipergunakan sebagai pondasi untuk suatu bangunan apabila
tanah dasar di bawah bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung ( bearing
capacity ) yang cukup untuk memikul berat bangunan dan bebannya. Pondasi tiang
juga digunakan untuk mendukung bangunan yang menahan gaya angkat keatas.

Pondasi tiang mempunyai fungsi :

1. Untuk meneruskan beban bangunan yang terletak diatas air atau tanah lunak, ke tanah
pendukung yang kuat
2. Untuk meneruskan beban ke tanah yang relative lunak sampai kedalaman tertentu
sehingga pondasi banguan mampu memberikan dukungan yang cukup untuk
mendukung beban tersebut oleh gesekan dinding tiang dengan tanah disekitarnya.
3. Untuk mengaker bangunan yang dipengaruhi oleh gaya angkat ke atas akibat tekanan
hidrostatis atau momen penggulingan
4. Untuk menahan gaya – gaya horizontal dan gaya yang arahnya miring
5. Untuk memadatkan tanah pasir, sehingga kapasitas dukung tanah tersebut bertambah
6. Untuk mendukung pondasi bangunan yang permukaan tanahnya mudah tergerus air.

Dalam perencanaan pondasi bangunan ada dua hal utama yang harus diperhatikan :

– Daya dukung tanah, yaitu apakah tanah yang bersangkutan cukup kuat untuk
menerima beban pondasi tanpa terjadi keruntuhan akibat menggeser. Dan hal ini
tergantung kekuatan geser tanah.

– Penurunan yang terjadi dan hal ini tergantung pada macam tanah.

Teori daya dukung Terzaghi yang umum dipakai sebagai dasar perhitungan untuk
pondasi langsung yang tidak dalam , dinyatakan dengan rumus

Q = c * Nc + ɣ * D * Nq + 1/2ɣ * B * Nɣ

7 8.2 22.9 3.2 20.64 0 4.6 81.4ɣ * B * N Tabel koefisien daya dukung dari TERZAGHI Ф Nc Nq Nɣ Nc’ Nq’ 5.4 6.43 4.Nq.2 114 23.32 300 57.00 0 3.5 .70 1.3c * Nc * ɣ * D * Nq + 0.8 41.86 5. Untuk bentuk pondasi bujur sangkar / persegi .Dimana : Q = daya dukung keseimbangan ( ultimate bearing cpasity ) C = Kohesi tanah ɣ = berat isi tanah D = dalam pondasi B = Lebar pondasi Ф = sudut perlawanan geser Nc.2 9.00 00 7.81 1.73 150 17.8 350 95.6 7. dan Nɣ = factor daya dukung yang tergantung kepada besarnya sudut perlawanan geser Ф.5 20 12.88 200 25.64 2.1 12.94 100 12.71 1.48 1.2 5. rumus Terzaghi : Q = 1.8 4.8 12.46 2.7 9.39 50 9.7 7.44 2.6 250 37.32 1.34 4.4 44 16.

 Bila beban – beban yang bekerja pada pile group tersebut menimbulkan penurunan maka setelah penurunan bidang poer tetap akan merupakan bidang datar. O ) / 5 Dimana : P = nilai konus ( Kg/ Cm2) A = Luas tiang ( Cm2 ) F = Jumlah hambatan pelekat ( Kg/ cm’) O = Keliling Tiang 3 & 5 = factor keamanan.  Gaya – gaya yang akan bekerja pada tiang berbanding lurus dengan penurunan tiang. 400 172 173 320 34. 1.1 35. A ) / 3+ ( f. Dalam perhitungan pondasi tiang pancang kelompok ( Pile group ). diperhatikan beberapa hal. pondasi tiang dibagi dua golongan : 1. seharusnya factor keamanan lebih besar dari factor keamanan tanah berpasir. dengan memperhitukan daya dukung akibat dari Tahanan pada ujung tiang Point bearing Pile ) dan tahanan pelekatan antara dinding tiang dan tanah ( Friction Piles ).1 450 Untuk keperluan perencanaan ( design ). Daya dukung tiang dapat diperhitungkan kepada single pile ( bediri sendiri ) dan pile group ( pondasi tiang pancang kelompok ). Jarak antar tiang dalam kelompok . yaitu : 1. Tiang yang tertahan pada ujungnya ( Point Bearing Piles ) 2. Rumus tersebut diatas cukup tepat untuk tiang yang dipancangkan sampai lapisan tanah pasir. Poer / pelat penutup Pile group dianggap / dibuat kaku sempurna sehingga . Bilamana untuk dipakai pada tiang dilapisan tanah lempung. Rumus tersebut diatas berlaku untuk tiang pancang yang berdiri sendiri. Tiang yang tertahan oleh pelekatan antara tiang dengan tanah ( Friction Piles ) Secara teoritis daya dukung keseimbangan tiang ( Q ) dapat dihitung dengan rumus : Q = ( p .

dapat diperhitungkan dengan cara : 2. 2.5 D / 3 D Dimana : S = jarak masing – masing tiang dalam kelompok D = diameter tiang 1.c : Total hambatan pelekatan / clef A : luas kelompok tiang ( B x Y ) B : Lebar kelompok tiang Y : panjang kelompok tiang Nc : factor daya dukung yang dapat diperoleh dari grafik menurut “Skempton”.2. Berdasarkan pada perhitungan daya dukung tanah oleh Dirjen Bina Marga Depertemen PUTL. Dimana . Daya dukung keseimbangan kelompok tiang. disyaratkan : S 2. yaitu : 2. PERUMUSAN DARI UNIFORM BUILDING CODE DARI AASHO . BERDASARKAN EFISIENSI KELOMPOK TIANG Ada beberapa Teori / metoda effesiensi yang bisa digunakan. Qt = Effisiensi X Qsp ( daya dukung tiang single ) 2.1 METODE FELD Metode ini berdasarkan pembagian effisiensi kepada setiap tiang dari pengaruh tiang – tiang disekitarnya terhadap tiang yang ditinjau. BERDASARKAN DAYA DUKUNG TANAH Qpg = 1/3 ( C * Nc * A + 2 ( B + Y ) * I.c Qpg : daya dukung yang diijinkan pada kelompok tiang 3 : Faktor keamanan C : Kohesi l.

dimana gaya yang memengaruhi akibat gaya Vertikal dan gaya Horisontal ( Lateral ).1. 3. dimana gaya yang memengaruhi akibat gaya Momen ( Momen akibat gaya Vertikal dan Momen akibat gaya Horisontal ). Boring & SPT.3 MENURUT LOS ANGELES GROUP – ACTION FORMULA 1.  Kontrol Stabilitas terhadap Guling. Dengan factor control : F > 1.5 ( factor control keamanan ). Perhitungan Daya dukung. Dengan Faktor control : F > 1. Kemampuan Tiang pancang terhadap kekuatan bahan tiang. GAYA VERTIKAL < DAYA DUKUNG TANAH. Pengumpulan data teknik.  Perhitungan beban / gaya horizontal . dan Laboratorium  Desian bangunan atas. Jika dilakukan pemancangan tiang sampai ke tanah keras harus diperhitungkan terhadap kekuatan bahan tiang pancang itu sendiri . 4. 5.5 ( factor control keamanan )  Kontrol stabilitas daya dukung.  Kontrol Stabilitas terhadap Geser. Langkah – langkah dalam perhitungan desain Pondasi meliputi : 1. yaitu :  Data tanah dan geologi tanah dari hasil test Sondir. Perhitungan beban dan gaya yang akan bekerja pada pondasi yang ditinjau.  Perhitungan Daya dukung tanah keseimbangan terhadap pondasi  Bilamana Daya dukung tanah tidak mampu memikul beban dan berat sendiri bangunan yang bekerja.  Perhitungan beban / gaya Vertikal akibat berat bangunan sendiri dan beban lainnya yang bekerja pada bangunan tersebut. Dengan factor control . KAJIAN TEKNIK DARI PERHITUNGAN DESAIN B. 2. . Direncanakan dengan pondasi tiang pancang akibat daya dukung tidak mampu dan pencapaian tanah keras cukup dalam. 1. dimana gaya yang memengaruhi gaya vertical terhadap daya dukung tanah. ( Aktif dan Pasif )  Perhitungan Momen gaya yang bekerja. Kontrol Stabilitas bangunan. 2. maka direncanakan digunakan pondasi tiang pancang dengan kondisi pencapaian tanah keras cukup dalam.

Jenis tanah pada kedalaman 5 – 16 m’ Pasir padat dengan sedikit lempung. Desain bangunan yang akan dikaji terkait pondasi adalah bangunan induk SABO DAM SUKASENANG . Perhitungan Kekuatan Tiang Pancang ( desaian tiang pancang yang akan digunakan )  Perhitungan daya dukung tiang pancang single pile terhadap daya dukung tanah dan gesekan.2. dan nilai N-SPT > 50 berada pada kedalaman lebih dari 10 m’. nilai kohesi. tahanan gesek. Diketahui bangunan bawah sabo dam yang masuk dibawah tanah dasar sedalam 6. Boring & SPT. ( sebagaimana terlampir dalam data perhitungan ) . mempunyai kohesi dan kadar air cukup tinggi. Diketahui Jenis tanah pada kedalaman 0 – 5 m’ adalah tanah lempung berpasir. B. Ditunjukan dari data boring ( N. JAWA BARAT. dengan syarat Pmax ( gaya vertikal yang bekerja pada setiap tiang dalam kelompok ) < Ptiang ( daya dukung / kemampuan tiang )  Kontrol kemampuan tiang terhadap gaya horisontal. KAJIAN TERHADAP DESAIN BANGUNAN. dengan desain sebagaimana gambar perencanaan terlampir. dll ) digunakan untuk dasar perhitungan dan penentuan nilai –nilai koefisien lainnya yang dibutuhkan dalam perhitungan dengan rumus empiris. sudut geser perlawanan tanah. jenis tanah sedang sampai dengan keras / padat.00 M’ diperlakukan sebagai pondasi pendukung bangunan atas sabo dam.  Kontrol kemampuan tiang terhadap gaya vertical.  Perhitungan daya dukung tiang pancang pile group terhadap daya dukung tanah dan gesekan. jenis tanah lunak sampai dengan sedang. Diketahui nilai konus terbesar. – Data Tanah / geologi yang didapat dari hasil test sondir. Pengumpulan data teknik : – Desain bangunan induk sabo dam sudah direncanakan . Semua data data tersebut ( nilai konus. dengan syarat Pt ( gaya horisontal yang bekerja pada setiap tiang dalam kelompok ) < Ptiang ( daya dukung / kemampuan tiang ). tahanan gesek tanah/ clef terbesar. Dimana hasil analisa terkait pondasi sebagai berikut : 1. dan data Laboratorium diketahui bahwa kondisi tanah dimana rencana bangunan Sabo Dam Suka Senang akan didirikan adalah : 1. non cohesi. Dengan demikian dapat diartikan tanah keras baru dapat tercapai pada kedalaman lebih dari 10 m’ 2.SPT > 50 / tanah padat ) pada kedalaman lebih dari 10 m’.

Diperhitungkan gaya momen akibat beban vertical dan beban horizontal. ( Perhitungan terlampir ).2. gaya horizontal aktif akibat tekanan tanah aktif pada kedalaman 0 – 5 m’ ( tanah berkohesi dan terendam air ). Gaya Vertikal  Gaya vertical bawah akibat berat bangunan sendiri ( bangunan induk sabo dam dari beton ). 4. diperhitungkan gaya horizontal aktif yang bekerja yaitu : gaya horizontal aktif akibat air banjir . Sesuai desaian bangunan dan data tanah diperhitungkan beban dan gaya sebagai berikut : 1. ( Perhitungan terlampir )  Gaya vertical atas ( Gaya UPLIFT ) akibat gaya angkat beban air pada beban puncak pada saat muka air banjir. Gaya Horisontal / Gaya Lateral  Gaya horizontal Aktif. Didapat Kesimpulan . ( Perhitungan terlampir )  Gaya vertical bawah akibat beban air. yaitu gaya yang bekerja penuh secara horizontal terhadap bangunan. ( perhitungan terlampir ). yaitu gaya yang bekerja secara statis terhadap titik tertentu ( mempunyai lengan momen ). dengan data tanah pada kedalaman 0 – 5 m’ sebagaimana diketahui dan digunakan rumus empiris daya dukung dari TERZAGHI diketahui bawa daya dukung tanah pada kedalaman 0 – 5 m ‘ tidak mampu memikul beban vertical yang bekerja pada bangunan Sabo Dam ( beban Vertikal puncak ). ( Perhitungan terlampir ) 3. dan gaya horizontal aktif akibat air tanah.  Gaya horizontal Pasif. Kontrol Stabilitas Bilamana bangunan sabo dam direncanakan tanpa pondasi tiang pancang maka sesuai perhitungan control stabiltas ( perhitungan terlampir ). diperhitungkan beban puncak pada saat muka air banjir. gaya horizontal pasif yang bekerja yaitu : gaya horizontal pasif akibat air banjir ( tinjauan muka air belakang bangunan sabo dam ). gaya horizontal akibat tekanan tanah pasif pada kedalaman 0 – 5 m’ ( kondisi tanpa tiang pancang ) dan akibat tekanan tanah pasif pada kedalaman 5 – 16 m’ ( kondisi dengan tiang pancang ) 1. Perhitungan beban dan gaya. ( Perhitungan terlampir ) 1. Perhitungan Daya dukung Sesuai desain rencana bangunan bawah Sabo Dam berada 6 m’ dibawah tanah dasar dan bilamana diperhitungkan sebagai pondasi bawah bentuk persegi. yaitu gaya yang bekerja sebagai perlawanan akibat adanya gaya aktif yang bekerja.  Gaya momen. Gaya Momen .

( Perhitungan terlampir ) . Direncanakan digunakan tiang pancang Spun Piles Ǿ 40 dikarenakan tiang pancang ini mempunyai kekuatan baik terhadap tahanan ujung ( end bearing point ) dan tahanan gesek tanah ( Friction bearing ). 5. d. Bangunan Sabo dam dengan pondasi tiang pancang mampu menahan gaya geser akibat gaya horizontal aktif dimana gaya horizontal pasif ( perlawanan ) > gaya horizontal aktif yang bekerja.2.4. sesuai perhitungan . Kontrol kekuatan tiang terhadap gaya vertical dan gaya horisontal. Perhitungan daya dukung pile group dengan menggunakan metoda efisiensi ( dipakai Metoda Feld ). Bangunan Sabo dam Aman / Mampu menahan gaya geser akibat gaya horizontal aktif. Kontrol Guling. Kontrol Stabilitas d. Kekuatan tiang pancang. dengan adanya tiang pancang beban pada bangunan Sabo dam diterima dan disalurkan secara merata pada setiap tiang pile group . Kontrol daya dukung . Berdasarkan daya dukung tanah ( pada kedalaman 0 – 5 m ) yang tidak mampu menahan beban dan sesuai dari data tanah dimana tanah keras bisa tercapai pada kedalaman > 10 m’.1. Kekuatan tiang mampu menahan gaya vertical dan gaya horizontal yang bekerja pada Pile Group. dengan rumus empiris yang ada . Kontrol daya dukung. ( Perhitungan terlampir ) 8. ( Perhitungan terlampir ) 9. Kontrol Geser. meskipun gaya horizontal aktif > gaya horizontal pasif ( perlawanan ) ini akibat dari beban bangunan sendiri yang cukup berat untuk menahan gaya geser. Bangunan Sabo dam Aman / mampu menahan gaya guling. 3. Bangunan Sabo dam dengan pondasi tiang pancang mampu menahan gaya guling terhadap bangunan. maka direncanakan desain pondasi dengan tiang pancang ( Pile Group ). 6.1. ( perhitungan terlampir ) d. d. Kontrol Stabilitas Guling.3. Pmax ( beban yang bekerja ) < Ptiang ( daya dukung tiang ). Daya dukung tanah tidak mampu menahan beban / gaya vertical yang bekerja pada bangunan sabo dam sehingga akan mengakibatkan penurunan / keruntuhan bangunan. ( Perhitungan terlampir ) 7. 2. Kontrol Stabilitas Geser. Perhitungan daya dukung single pile terhadap tahanan ujung dan tahan gesek.