You are on page 1of 4

BAB V

PUSAT MASSA, IMPULS DAN MOMENTUM LINEAR

5.1. PUSAT MASSA & TITIK BERAT
Pusat massa adalah suatu titik pada benda ( sistem ) dimana seluruh massa benda
terkumpul pada titik tersebut. Pusat berat ( titik berat ) adalah titik dimana seluruh
berat benda dapat dianggap berkumpul pada satu titik. Bila benda tersebut berada dalam
medan gravitasi yang sama/tetap, letak pusat massa berimpit dengan pusat gravitasi
Perhatikan gambar ( 5 – 1 ) di bawah ini :

Y
(xn,yn)
(x3,y3)
Wn
(X,Y)
(x1,y1)
W3 (x ,y )
2 2

W1
Wtot W2
X
Gambar ( 5 – 1 ) .Berat W benda merupakan resultan dari sejumlah besar gaya paralel.

Gambar ( 5 – 1 ) memperlihatkan sebuah benda tipis sembarang bentuk terletak
dalam bidang XY, umpamakan benda itu dibagi-bagi menjadi sejumlah besar partikel
yang beratnya w1, w2, dan seterusnya dengan koordinat partikel-partikel ini ( x1 , y1 ) ,
( x2 , y2 ) , dan seterusnya maka berat total W benda itu adalah :
W  w1  w2  ...  wn   w (5–1)
Misalkan koordinat ( X , Y ) adalah koordinat pusat berat benda tersebut , maka :
- Absis ( X ) dari titik berat benda tersebut adalah :
w x  w2 x2  ...  wn xn in
wx
X  1 1  i i
w1  w2  ...  wn i 1 wi
(5–2)
- Ordinat ( Y ) dari titik berat benda tersebut adalah :
w y  w2 y 2  ...  w3 y3 in
wy
Y  1 1  i i
w1  w2  w3 i 1 wi
(5–3)
Bila benda terletak dalam ruang, maka koordinat titik berat benda tersebut
( X , Y , Z ), sehingga :
- Aplikat ( Z ) dari titik berat benda tersebut adalah :
w z  w2 z2  ...  wn zn in
wz
Z  1 1  i i (5–4)
w1  w2  ...  wn i 1 wi
Persamaan ( 5 - 2 ) , ( 5 – 3 ), dan ( 5 – 4 ) dapat digunakan dengan menganggap benda
terdistribusi oleh massa yang homogen dan kontinu .

Momentum adalah besaran vektor . Tumbukan dua benda . dalam SI adalah kg m/dt. ( 5 – 6 ) diintegralkan :  F dt   m dv (5–7) Ruas kiri dari pers. Menurut Hukum II Newton berlaku : dv F ma F  m dt F dt  m dv (5–6) bila pers. maka koordinat pusat massanya dapat dicari dengan persamaan : X   x dm . Pernyataan ini dikenal sebagai teorema impuls-momentum. ( 5 – 7 ) bila diintergarsikan merupakan perubahan momentum benda : v2  m dv  mv v1 2  mv1   momentum  p (5–9) Dengan kata lain impuls gaya sama dengan perubahan momentum benda. HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM LINEAR Perhatikan gambar ( 5 – 3 ) dibawah ini : v1 v1' v2 v '2 m1 m1 F m1 m2 m2 F m 2 a b c Gambar ( 5 – 3 ). Satuan impuls sama dengan momentum . Z   z dm (5–5)  dm  dm  dm 5. sehingga dapat ditulis dalam bentuk komponen- komponen vektornya. Bila massa benda tidak homogen . MOMENTUM LINEAR DAN IMPULS v1 v2 m F A B Gambar ( 5 – 2 ) Benda bergerak dengan gaya F dari A ke B Perhatikan gambar ( 5 – 2 ). 5.3. sebuah benda bergerak dari A menuju B dengan selang waktu t dan kecepatannya berubah dari v1 di A menjadi v2 di B.2. ( 5 – 7 ) merupakan integral gaya terhadap selang waktu (t = t2 – t1 ) bekerjanya gaya disebut impuls gaya I. Y   y dm . atau : t2 I   t1 F dt  F (t2  t1 )  F t (5–8) Sedangkan ruas kanan dari pers.

yang bercirikan momemtum total sistem tetap sedangkan energi kinetik total sistem tidak tetap. sehingga dari persamaan ( 5 – 10 ) dan ( 5 – 11 ) diperoleh : PA  PB  0 atau PA   PB ( 5 – 12 ) dan selanjutnya didapat : mA v A1  mB vB1  m A v A 2  mB vB 2 ( 5 – 13 ) Persamaan ( 5 – 13 ) dikenal dengan hukum kekekalan momentum. secara matematika ditulis : v  v2 e   1' ( 5 – 14 ) v1  v2' dimana : v1 dan v2 kecepatan benda sebelum bertumbukan v1' dan v2' adalah kecepatan benda setelah bertumbukan. Ada tiga macam tumbukan yang ada . yaitu “ bila rusultan gaya luar yang bekerja pada sebuah sistem sama dengan nol maka momentum sistem tersebut tetap atau kekal”. SOAL-SOAL 1. serta harga koefisien tumbukan e = 0. yang bercirikan momentum total sistem dan energi kinetik total sistem tetap serta harga dari koefisien tumbukan e = 1. c. Tumbukan tidak elastis sama sekali. Tentukan letak pusat massa dari sistem dibawah ini : 4 cm R1=10 cm L = 50 cm 10 cm 2 cm 4 cm R = 10 cm c a b . dan tidak ada gaya lain yang bekerja pada sistem ini maka FB = .4.FA . sedangkan energi kinetik total sistem setelah tumbukan tidak ada. Teorema impuls-momentum dapat digunakan untuk memudahkan perhitungan dalam mencari hubungan antara kecepatan benda dan waktu tempuh benda tersebut selama benda bergerak. TUMBUKAN Peristiwa tumbukan adalah salah satu contoh persoalan momentum.Perubahan momemtum dari benda A selama tumbukan berlangsung :  FA dt  PA  m A v A 2  mA v A1 ( 5 – 10 ) Sedangkan untuk benda B adalah :  FB dt  PB  mB vB 2  mB vB1 ( 5 – 11 ) Bila kedua benda bertumbukan . Tumbukan elastis sebagian. serta harga koefisien tumbukan 0  e  1. yaitu : a. yang bercirikan momentum total sistem tetap. b. Koefisien tumbukan e adalah perbandingan dari selisih kecepatan setelah tumbukan dan sebelum tumbukan . 5. Tumbukan elastis sempurna.

Tiap-tiap massa terletak di titik-titik sudut segitiga sama kaki yang panjang alasnya 1 m dan puncaknya bersudut 120o. Sebuah balok kayu yang massanya 4 kg digantungkan pada seutas tali. 4. Tentukan : a. ternyata mengenai sebuah balok dan masuk ke dalamnya. akibatnya balok menyimpang setinggi 50 cm dari pisisi semula. m2 = 3 kg dan m3 = 4 kg. 5. Energi yang hilang dalam peristiwa tumbukan tersebut . Jika massa balok 1 kg terletak di bidang datar licin dan menempel pada ujung pegas yang konstanta pegasnya 2 N/cm. Kecepatan masing-masing bola setelah tumbukan b. Energi potensial maksimum pegas b. Tentukan pusat massa dari sistem tiga partikel yang massanya masing-masing m1 = 2 kg. Dua buah bola massanya m1 = 2 kg dan m2 = 4 kg bertumbukan.2.01 detik 3. ternyata pegas tertekan 20 cm. Kecepatan bola 1 = 10 m/dt arah ke kanan dan kecepatan bola 2 = 4 m/dt arah ke kiri. Sebuah mobil 1massanya 2000 kg melaju ke utara dengan kecepatan 30 m/dt bertabrakan dengan mobil 2 yang massanya 1600 kg melaju ke timur dengan kecepatan 15 m/dt. Jika kedua mobil saling menempel setelah bertabrakan. Sebuah bola massanya 200 gram dijatuhkan bebas dari ketinggian 3 m di atas lantai. tentukan arah dan kecepatannya dari kedua mobil tersebut. Tentukan : a. Kecepatan balok tepat sesaat setelah tumbukan dengan peluru c. jika tumbukan tidak lenting sempurna dengan e = 0. hitunglah kecepatan peluru sebelum mengenai balok. 6. Bila massa peluru 0.02 kg. Energi kinetik yang hilang pada saat tumbukan. Sebuah peluru ditembakkan ke arah balok hingga bersarang didalamnya. Kecepatan peluru sebelum mengenai balok d. Gaya rata-rata yang diserahkan oleh lantai kepada bola jika waktu tumbukan 0. Setelah sampai di lantai bola dipantulkan kembali dan mencapai ketinggian 2 m. Sebuah peluru massa 15 gram ditembakkan dari sebuah senapan. Momentum bola sebelum dan sesudah mengenai lantai b. tentukan : a. 7.5.