You are on page 1of 2

10 MAIPULASI MEDIA

1. Strategi Pengalihan Isu (distraction)
Ini adalah komponen utama dari kontrol sosial. Caranya adalah dengan melemparkan sebuah isu
untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari masalah besar atau dari gerakan tertentu dengan
membanjiri masyarakat dengan informasi dan berita-berita yang sebenarnya tidak penting.

2. Menciptakan masalah dan menawarkan solusinya
Disebut juga sebagai metode ‘problem-reaction-solution’. Melalui taktik ini, sebuah masalah akan
‘dilemparkan’ ke masyarakat untuk memicu reaksi tertentu. Bisa dalam bentuk sebuah krisis, atau
bahkan menciptakan kerusuhan. Misalnya saja (misalnya lho!), bila kita ingin menghapuskan
penjualan minuman keras, rekayasa saja sebuah kerusuhan besar yang pemicunya adalah
segerombolan pemuda mabuk. Masyarakat akan mengutuk para peminum dan penjual alkohol, dan
kemudian pemerintah dapat menawarkan solusi berupa pelarangan penjualan minuman beralkohol.

3. Strategi Gradual
Bila sebuah paham atau kebijakan dipandang akan sulit diterima masyarakat, maka harus
diterapkan secara gradual dan perlahan-lahan. Taktik ini digunakan saat menerapkan hal-hal seperti
privatisasi, liberalisme, dan lain-lain.

4. Strategi Penundaan
Ini biasanya digunakan untuk menerapkan kebijakan yang tidak populer. Caranya adalah dengan
bahwa alaupun kebijakan tersebut menyakitkan, tapi sangat perlu karena bisa menciptakan masalah
yang sangat besar di kemudian hari. Contoh paling mudah, mungkin adalah tentang kenaikan BBM
yang sangat memberatkan APBN.

5. Menganggap masyarakat sebagai anak kecil
Masyarakat harus diperlakukan seperti anak kecil. Suguhi terus mereka dengan informasi dan
materi hiburan yang tidak menggugah intelektualitas mereka. Banyak iklan di TV pun menggunakan
gaya bahasa dan intonasi seperti berbicara pada anak-anak. Dengan demikian, masyarakat
dihambat untuk dapat berpikir kritis, selalu merasa sebagai pihak yang lemah, bodoh dan perlu
selalu dilindungi.

6. Buat masyarakat cuek dan tetap terbelakang
Kualitas pendidikan untuk masyarakat kelas bawah harus dibuat seburuk mungkin, sehingga
masyarakat menjadi cuek (ignorant) dan tetap rata-rata atau biasa-biasa saja (medioker) serta
gagap teknologi sehingga gap dengan masyarakat kelas atas makin jauh.

7. Mendorong masyarakat untuk menerima kondisi terbelakang
Media didorong untuk menciptakan pemahaman bahwa ‘biasa-biasa aja, cuek dan tidak
berpendidikan itu keren’.

8. Memanfaatkan sisi emosional

mereka memiliki kemampuan dan kekuasaan untuk mengendalikan publik di luar kesadaran publik itu sendi . para pengambil kebijakan bisa mengenal dan mengidentifikasi individu- individu mungkin lebih baik daripada individu itu sendiri. kurang pintar.Isi media cenderung mengeksploitasi emosi. karena mereka kurang berusaha. Mengenali masyarakat lebih daripada mereka mengenali dirinya sendiri Berkat kemajuan teknologi. 9. maka sisi rasional mereka akan terkesampingkan sehingga lebih mudah untuk menanamkan agenda tertentu. dan lain- lain. Akibatnya. Membangkitkan rasa bersalah (self-guilt) Mendorong masyarakat untuk merasa bahwa segala kekurangan yang ada sekarang ini adalah dikarenakan kesalahan mereka sendiri. Dengan memancing emosi masyarakat. 10.